BAB I PENDAHULUAN. layanan cloud computing lokal yang lahir di Indonesia.

dokumen-dokumen yang mirip
Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

BAB 1 PENDAHULUAN I.1.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Perusahaan Tokopedia

BAB I PENDAHULUAN. Industri properti di Indonesia walaupun mengalami guncangan pada tahun

Meningkatkan Finansial Inklusi Melalui Digitalisasi Perbankan

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator

BAB I PENDAHULUAN. di Indonesia terdapat sekitar 57,9 juta pelaku UMKM dan diperkirakan akan semakin

Indonesia Butuh Aggregator Bisnis Online Untuk KUMKM

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.2 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. Data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau

BAB II LANDASAN TEORI

Pengguna Internet Indonesia BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

Commerce & Payment System

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang melanda beberapa Negara di Asia pada tahun menuntut

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Banyak pihak yang membutuhkan aliran informasi yang cepat dan murah.

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. jaringan komputer yang disebut internet. Internet dapat digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. suatu perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor internal dan eksternal yang

E-UMKM: APLIKASI PEMASARAN PRODUK UMKM BERBASIS ANDROID SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

STRATEGI PENINGKATAN KEMAMPUAN ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UKM

SMART CITY - SMART ECONOMY

BAB I PENDAHULUAN. Penerapan Teknologi Pelayanan Jasa Internet Mandiri atau Internet Self-

I. PENDAHULUAN. bentuk investasi kredit kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Dengan

Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet di Indonesia

Pengguna Internet di Indonesia (juta jiwa)

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

Gambar 1.1 Logo Shopee (Sumber : Shopee, 2015)

BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons

BAB 1 PENDAHULUAN. Dengan lahirnya dan pesatnya perkembangan dari internet menjadi salah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin mengglobal. membawa dampak pada dunia usaha. Dengan adanya perkembangan dan

BAB I PENDAHULUAN. Di era ICT (Information Communication Technology), teknologi internet

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Indonesia merupakan negara berkembang dimana masyarakatnya sangat

BAB I PENDAHULUAN. yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kurang kokohnya perekonomian Indonesia

Perbankan Komersial dan UKM

BAB I PENDAHULUAN. pertambangan dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis daring (online) semakin pesat seiring dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan bisnis. Perubahan lingkungan bisnis memaksa organisasi untuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. disebut sebagai e-commerce. Sistim perdagangan elektronik atau e- commerce saat ini menawarkan bentuk bisnis yang baru dengan

BAB III BERBAGAI KEBIJAKAN UMKM

BAB I PENDAHULUAN. Tabel I.1 Jumlah dan Penetrasi Pengguna Internet di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. organisasi, pasar dan teknologi baik secara geografi maupun batas-batas budaya,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sejarah Organisasi. Didirikan pada tahun 1987, PT Sigma Cipta Caraka

BAB I PENDAHULUAN. baru memberikan serangkaian kemampuan yang sama sekali baru ke tangan

10,3% Perbankan Komersial dan UKM. Tinjauan Bisnis. Rp 164,7 triliun

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pelaku bisnis di Indonesia sebagian besar adalah pelaku usaha mikro, kecil

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengadopsi Teknologi Informasi terutama Internet. Internet telah

BAB I PENDAHULUAN. Belakangan ini, masalah electronic commerce atau lebih sering disebut e-

BAB 1 PENDAHULUAN. seperti sekolah, perkantoran, perbankan, penyedia jasa, dan lain sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN. Kotler dan Keller (2012) pada bukunya Marketing Management di bab 20

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PT.TELKOM INDONESIA REGIONAL SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. meraih konsumen baru. Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran

Gambar 1.1 Logo PT. Tokopedia (Sumber: Tokopedia, 2012)

BAB I PENDAHULUAN. E-commerce adalah media yang relatif baru dalam dunia bisnis. Namun, keberadaannya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang UMKM merupakan unit usaha yang sedang berkembang di Indonesia dan

A. Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki potensi ekonomi tinggi, potensi yang mulai diperhatikan dunia internasional.

BAB 1 PENDAHULUAN Gambaran Umum Lazada Berikut ini adalah logo dari lazada :

Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. seperti sistem perdagangan dan sistem pemasaran. Dahulu jika kita ingin

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. melakukan bisnis secara online atau e-commerce yang. akses dalam bertransaksi menjadi pilihan yang efektif dan efisien.

BAB I PENDAHULUAN. yang membayar harga barang yang dijual. Faktor offline store atau toko

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN PT. AERO SYSTEMS INDONESIA

PENGENALAN DAN KONSEP E-COMMERCE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Blibli.com

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian yang baru

BAB I PENDAHULUAN. dan objek penelitian terdapat sub bab perumusan masalah, tujuan masalah dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan

I. PENDAHULUAN. Salah satu bentuk teknologi informasi yang berkembang pesat sejak

BAB I PENDAHULUAN. dari persaingan usaha yang tidak sehat. Kriteria UKM menurut UU No. 9

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. penghematan waktu berbelanja, tenaga, dan transaksi, karena dapat dilakukan. pemeliharaan, tenaga kerja dan lain sebagainya.

BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu

K L I P I N G. Kamis, 10 Oktober Berita terkait LPDB-KUMKM Demikian kliping ini disampaikan sebagai bahan informasi.

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian Indonesia. Sektor UMKM adalah salah satu jalan untuk

Aplikasi Web Channel dari SAP Mampu Menjadikan Internet Menjadi Penjualan, Pemasaran dan Layanan yang Menguntungkan Untuk Pelanggan dan Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. memiliki tempat tersendiri dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Capaian Pembelajaran

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Cloud Computing sedang menjadi trend didalam dunia IT secara global. Di Indonesia sendiri wabah cloud computing ini baru memasuki masa pengenalan menuju masa awal pertumbuhan industri, ditandai dengan semakin banyak perusahaan penyedia layanan cloud computing lokal yang lahir di Indonesia. Besarnya pasar computing cloud di Indonesia pada tahun 2014 diprediksi akan mencapai 50,7 juta dollar AS(sumber). Besarnya angka tersebut bukanlah tidak beralasan, karena Cloud Computing menjadi suatu topik yang sangat menarik sekarang ini, karena kemampuannya untuk menyediakan suatu infrastruktur IT yang fleksibel, berbiaya rendah (biasanya biaya sewa bulanan) yang menggatikan CAPEX dengan model OPEX, performa yang terukur, manajemen yang simple, dan dapat mengalihkan resiko resiko IT ke pihak provider. Disisi yang lain, Cloud Computing juga menjadi suatu pintu gerbang untuk melakukan inovasi bisnis, terutama dalam bidang IT. Cloud Computing memudahkan para pelaku bisnis untuk mengembangkan ide bisnisnya dengan menyediakan suatu layanan IT yang lengkap dan siap pakai. Didirikan pada tahun 2011, PT. IndonesianCloud menjadi salah satu anak perusahaan dari PT. Teknologi Riset Global Group (TRG Investama group). TRG group 1

2 pada awalnya berdiri sebagai penyedia tower telekomunikasi atau lebih dikenal dengan nama BTS ( Base Transceiver Station) dengan nama PT. Indonesian Tower. Selama delapan tahun bergelut dengan layanan tower di Indonesia, Indonesia Tower menjadi penyedia layanan tower terbesar di Indonesia. Pada Tahun 2010, manajemen dari PT. Indonesian Tower mendirikan PT. Teknologi Riset Global Investama (dikenal sebagai TRG Investama group) sebagai holding untuk unit unit perluasan bisnis yang menghasilkan keuntungan seperti agrobisnis, pertambangan, infrastruktur telekomunikasi, teknologi informasi, properti, olahraga, dan entertainmen. Pada awal berdirinya, di 2011, IndonesianCloud menorehkan jejaknya dalam industri cloud computing di Indonesia dengan membangun infrastruktur yang berskala enterprise dengan menggandeng partner partner IT berskala global seperti Vmware, Cisco, NetApp, Check Point, dan Trend Micro. Dengan investasi yang mencapai lebih dari USD 2 Juta, IndonesianCloud menjadi salah satu dari lima penyedia layanan cloud di Asia Tenggara yang mendapat predikat vcloud Powered Partner dari Vmware. Hal ini menunjukan bahwa platform yang dimiliki oleh IndonesianCloud telah terstandarisasi dan diakui secara global. Dan untuk memastikan bahwa infrastruktur yang ditawarkan kepada calon pelanggan benar benar memiliki performa yang sesuai standar, pada tahun pertama IndonesianCloud fokus untuk membangun infrastruktur yang tangguh dan tidak melakukan aktifitas komersil dahulu, bahkan mendatangkan tenaga ahli dari perusahaan penyedia cloud luar negeri untuk menjadi konsultan dalam desain dan implementasinya. 2

3 Strukturr organisasi IndonesianCloudd CEO (Neil Cresswell) COO (Reza Kertadjaja) CFO (Widi Susatya) CMO (Yovanita Cicilia) CSO (TBH) Engineering Call Center Operation Service Delivery Goverment Sector BUMN & Banking Sector Infrastructure Solution Business Solutions Sumber : PT. Indonesian Cloud Gambar 1.1 : Struktur Organisasi IndonesianCloud 3

4 IndonesianCloud secara umum memiliki tiga jenis jasa yang ditawarkan kepada konsumennya, yaitu: 1. Cloud Hosting Menawarkan Infrastructure as a Service skala enterprise, seperti cloud server, cloud storage, cloud backup, cloud disaster recovery, cloud security dan big data. 2. Cloud Solution Menawarkan solusi bisnis berbasis cloud computing seperti sistem ERP, HRIS, Sistem Financial & Accounting, logistik dan banyak lainnya. Solusi bisnis ini tidak lagi di ranah divisi IT, akan tetapi menargetkan langsung ke pengguna akhir dari aplikasi aplikasi tersebut. 3. Cloud Consulting Selain kedua produk umum dari cloud computing diatas, IndonesianCloud juga menawarkan jasa konsultasi professional dalam hal cloud computing dan virtualisasi. Kebutuhan akan Cloud Computing sendiri saat ini telah berkembang dari hanya Infrastructur-as-a-Service menuju Platform-as-a-Service dan juga Software-as-a-Service. Bagi pebisnis dengan modal yang besar, tidaklah sukar untuk membangun infrastruktur IT sesuai dengan yang mereka inginkan, akan tetapi sebaliknya bagi Usaha Mikro Kecil Menengah, yang kebanyakan datang dengan modal yang secukupnya dan dengan skill yang seadanya, akan sangat berat untuk membangun system IT yang kompleks bagi usahanya. Kebutuhan IT yang paling dekat dengan Usaha Mikro Kecil Menengah adalah 4

5 e-commerce, bagaimana mereka menjual produknya melalui Internet yang mempunyai jangkauan sangat luas. Akan tetapi impelentasi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah tidaklah mudah, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam implementasinya: 1. Pengenalan akan teknologi IT. Menurut data yang dihimpun oleh Okezone.com (2014), hanya 30%-40% pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang melek IT. 2. Kerumitan IT. Bagi orang awam, teknologi dapat menjadi hal yang menakutkan apabila mereka tidak mengerti cara menggunakannya. 3. Biaya yang tidak murah. Bagi usaha kecil dan menengah, biaya tentu menjadi perhatian yang luar biasa dikarenakan modal yang pas pasan dan pemasukan yang tidak terlalu besar. Investasi untuk IT tradisional memerlukan modal yang sangat besar. PT. Indonesian Cloud sekarang ini sudah menghasilkan 5,6 miliar sampai dengan bulan awal bulan April 2014, dan 28 pelanggan, dimana untuk sekarang ini profile pelanggannya secara umum adalah Entreprise. Dan untuk melayani segmen pasar UMKM, PT. Indonesia Cloud sekarang ini belum memiliki sebuah produk yang secara spesifik dapat menjawab kebutuhan pasar UMKM. Di satu sisi, penting bagi PT Indonesian Cloud untuk bisa melayani dari setiap segmen yang ada untuk memenangkan kompetisi di ranah Cloud Computing, tentunya untuk memperkuat di level retail, disamping itu pasar UMKM juga merupakan pasar yang menarik untuk di garap karena jumlah unit usaha yang cukup banyak di Indonesia dan belum terlayani secara optimal. 5

6 Target Market PT. Indonesian Cloud Entreprise SME (Small Medium Entreprise) Sumber : Data PT. Indonesian Cloud Gambar 1.2 : Target Market PT. Indonesian Cloud Menurut matriks Ansoff, untuk bisa menyasar target market UMKM, maka PT. Indonesian Cloud membutuhkan satu produk baru yang spesifik untuk melayani pasar UMKM tersebut. Sehingga dengan adanya produk ini, diharapkan PT. Indonesian Cloud dapat merangkul UMKM untuk menggunakan produknya,dan pemerataan masyarakat yang menggunakan produk ini tersebar di wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Gambar 1.3: Matrik Ansoff untuk Pengembangan Produk Cloud Computing pada Segmen UMKM 6

7 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) mempunyai peranan yang strategis bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia, beberapa hal diantaranya yaitu sebagai salah satu tulang punggung perekonomian,hal ini dapat dilihat melalui kontribusi terhadap pembentukan GDP, penyedia mayoritas lapangan pekerjaan dan juga menjadi sumber pendapatan bagi devisa negara Indonesia. Dan yang lebih penting lagi ialah UMKM di Indonesia pada tahun 1998 dapat bertahan dalam perekonomian yang sedang mengalami krisis, banyak pengusaha besar justru melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Karyawan) terhadap karyawan-karyawannya. Selain itu penyebaran jumlah UMKM lebih merata ke daerah-daerah terpencil,yang dapat berguna sebagai pemerataan pendapatan, pemerataan pembangunan, pemerataan perekonomian hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi VII dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dinas Koperasi dan UKM Seluruh Indonesia. Berdasarkan data 2012, terdapat perbandingan antara Usaha Besar, Usaha Menengah, Usaha Kecil jika dilihat dari Persentase Kontribusi PDB, Tenaga Kerja, dan Unit Usaha. 7

8 100 80 60 40 20 0 Usaha Besar Usaha Menengah Kontribusi PDB (%) Tenaga Kerja (%) Unit Usaha (%) 40.92 2.84 0.01 13.59 2..94 0..09 Usaha Kecil 9.68 4.09 1.11 Usaha Mikro 35.81 90.12 98.79 Sumber : Diolah dari data Kementerian Koperasi Dan UKM 2013. Grafik 1.1 : Perbandingan Usaha Besar, Usaha Menengah, Usaha Kecil berdasarkan Kontribusi PDB, Tenaga Kerja, dan Unit Usaha Berikut adalah fakta yang dapat disimpulkan dari tabel diatas : 1. Total unit usaha yang ada di Indonesia adalah 56,5 juta dimana sebanyak 99,9% merupakan UMKM yang terdiri dari Usaha Mikro sekitar 98,79%, Usaha Kecil sekitar 1,11%, dan Usaha Menengah sekitar 0,09% %, sedangkan Usaha Besar hanya 0,01%. 2. Total tenaga kerja adalah 110,8 juta, dimana sebanyak 97,16% diserap di sektor UMKM yang terdiri dari Usaha Mikro 90,12% %, Usaha Kecil 4,09% %, Usaha Menengah2,94% %, sedangkann Usaha Besar hanya sebesar 2,84% %. 3. Dari total PDB-harga berlaku (Rp 8.241,9 triliun), sebanyak 59,08% berasal dari UMKM yang terdiri dari Usaha Mikro 35,81% %, Usaha Kecil 9,68% %, Usaha Menengah 13,59%, sedangkan dari Usaha Besar adalah 40,92% %. 8

9 Namun dalam proses berjalannya UMKM di Indonesia, mereka juga mengalami beberapa kendala yaitu aspek pemasaran, dan teknologi, dari sisi aspek pemasaran adapun kendala yang mereka hadapi adalah untuk UMKM yang melakukan aktifitas export, mereka tidak langsung melakukan transaksi dengan pembeli namun melalui proses transaksi dengan perantara terlebih dahulu, sehinga margin keuntungan yang diperoleh lebih sedikit apabila mereka melakukan transaksinya secara langsung. Dan juga UMKM terkendala mengenai komunikasi dan informasi/akses pasar yang sangat terbatas. Sehingga bila terdapat sebuah media yang dapat menghubungkan antara UMKM dan pembeli, maka dapat meningkatkan kesejahteraan. Dari sisi teknologi, penggunaan teknologi e-commerce bagi UMKM masih dibilang sangat minim. Berdasarkan Studi dari McKinsey, UMKM yang menggunakan online teknologi akan mengalami pertumbuhan dua kali lipat dari yang lain dan meningkatkan produktifitas usahanya sebesar 10%. Dan secara garis besar, ada dua tipe pelaku UMKM. Pertama, melihat bahwa internet sebagai hal yang sulit untuk diimplementasikan, mahal dan membutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari. Kedua, internet adalah sesuatu hal yang positif. Dan secara mengejutkan, pelaku UKM dengan tipe pertama cukup banyak. Sebagai contoh, berdasarkan data BPS, dari 17.000.000 UMKM di Indonesia hanya ada 75.000 UMKM yang memiliki website. Penggunaan teknologi berbasis e-commerce di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga diikuti dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus meningkat, pertumbuhan 9

10 tersebut dapat dilihat pada grafik berikut yang merupakan gambaran dari tahun 1998 2015, dimana dari tahun ke tahun jumlah pengguna terus mengalami peningkatan. Perkiraan di Tahun 2013 2015 Sumber : Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (dalam Jutaan) Grafik 1.2 : Jumlah Pengguna Internet Di Indonesia 1998-2015 Tabel 1.11 : Jumlah Pengguna Internet Di Indonesia 1998-2015 Tahun Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun Jumlah Pengguna Internet di Indonesia 1998 0,5 2007 20 1999 1 2008 25 2000 1,9 2009 30 2001 4,2 2010 42 2002 2003 4,5 8 2011 2012 55 63 2004 2005 2006 11,2 2013 16 2014 20 2015 82 107 139 Dilihat dari jumlah total transaksi yang dapat di hasilkan dari beberapaa negara di kawasan Asia Pacifik, transaksi melalui e-commerce diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan, dominasi transaksi tersebut dikuasai oleh China, Japan, Korea Utara, India dan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa transaksi online / e-commerce terus menunjukkan tren yang positif dari tahun ke tahun. 10

11 $500.00 $400.00 $300.00 $200.00 $100.00 $0.00 2013 2014 2015 2016 China Japan South Korea India Indonesia Other Sumber : http://www.go-globe.com/ Grafik 1.3 : Perkiraan Jumlah Transaksi Online B2C dari Negara di Asia Pacifik 2013-2016 ( Dalam Miliar ) Tabel 1.2 : Perkiraan Jumlah Transaksi Online B2C dari Negara di Asia Pacifik 2013 2016 ( Dalam Miliar ) Negara 2013 2014 2015 2016 China $181,62 $274,57 $358,59 $439,72 Japan $118,59 $127,06 $135,54 $143,13 South Korea $18,52 $20,24 $21,92 $23,71 India $16,32 $20,74 $25,65 $30,31 Indonesia $1,79 $2,60 $3,56 $4,89 Other $25,14 $28,16 $31,53 $34,99 Sumber : http://www.go-globe.com/ Besarnya potensi e-commerce di Indonesia juga dapat dilihat dari beberapa hal, 1. Semakin banyaknya pemain-pemain lokal ataupun dari luar yang membuka usaha berbasis online retail (Lazada, Blibli, Rakuten, Tokopedia ) 11

12 2. Dibentuknya Asosiasi E-Commerce Indonesia (IDEA) dimana Asosiasi ini digunakan sebagai tempat dari para pelaku e-commerce untuk saling sharing, perumusan kebijakan mengenai Industri E-Commerce di Indonesia. 3. Semakin mudahnya akses masyarakat Indonesia untuk mengakses internet, dari smartphone, atau alat pendukung untuk akses internet seperti Bolt. Pada akhirnya kami melihat bahwa terdapat hubungan antar UMKM, perkembangan E-Commerce di Indonesia, serta juga dengan Computing Cloud dalam hal ini yang erat kaitannya dengan PT. Indonesia Cloud, sebagai salah penyedia layanan Cloud Computing di Indonesia. Kami melihat potensi UMKM dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi dengan menggunakan media website sebagai alat untuk memperluas cakupan pemasaran, dimana dengan adanya teknologi Computing Cloud dapat mempermudah setiap UMKM untuk memiliki website, karena proses pembuatannya yang murah, mudah, cepat. Dan hal ini juga dibantu dengan semakin membaiknya perkembangan internet di Indonesia. Untuk itu kami akan menyarankan kepada PT. Indonesian Cloud untuk membuat sebuah platform, dimana dengan platform tersebut UMKM di Indonesia dapat dengan mudah membuat website, dapat melakukan proses integrasi dengan pihak Bank untuk variasi metode pembayaran, integrasi dengan jasa pengiriman, integrasi dengan metode pemasaran digital, dan juga proses penjualan. Untuk sekarang ini, konsep seperti yang ingin kami ajukan memang sudah ada, tetapi yang belum dimiliki dari platform lain adalah kami memberikan platform yang 12

13 terintegrasi antara website, metode pembayaran, logistik, CRM, dan Penjualan. Dan disatu sisi PT. Indonesian Cloud sebagai penyedia jasa cloud, bisa memberikan jasa tersebut dengan harga yang lebih murah, dikarenakan competitive advantage yang dimiliki. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Melihat latar belakang diatas, Cloud Computing dapat menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Indonesia, dan hal tersebut dapat menjadi suatu kesempatan bagi PT. Indonesian Cloud untuk melebarkan sayapnya ke segmen UMKM dengan menyediakan platform e-commerce yang mudah digunakan, siap pakai dan berbiaya rendah. Pokok permasalahan yang coba kami bahas sehubungan dengan pengembangan bisnis PT. Indonesian Cloud tersebut adalah: 1. Bagaimanakah konsep yang akan diberikan oleh PT. Indonesian Cloud melalui platformnya kepada UMKM? 2. Bagaimanakah proses pengembangan dan eksekusi ke pasar UMKM? 13

14 1.3 TUJUAN DAN MANFAAT Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Sebagai pengembangan bisnis dari PT. Indonesian Cloud, dengan menjaring segmen UMKM. 2. Membantu UMKM untuk dapat memiliki e-commerce yang mudah digunakan, fleksibel dan berbiaya murah sebagai alat bantu untuk mengembangkan bisnisnya. 3. Membuat suatu konsep platform yang terintegrasi secara langsung pembuatan website, metode pembayaran, logistik, marketing dan penjualan. 1.4 RUANG LINGKUP Pembatasan ruang lingkup diperlukan untuk menjaga agar pembahasan dan pemecahan masalah dapat lebih terarah dan maksimal, selain itu juga dikarenakan keterbatasan waktu, informasi, biaya dan tenaga. Ruang lingkup permasalahan yang ada akan dibatasi sebagai berikut: 1. Pembahasan hanya dilakukan pada PT. Indonesian Cloud dengan kompetensinya. 2. Hasil akhir dari pembahasan ini adalah berupa suatu proposal pengembangan produk baru yang menyasar UMKM Indonesia sebagai salah satu strategi PT. Indonesian Cloud untuk memperkuat posisi di ranah Cloud Computing. 3. Tools yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah yang berkaitan dengan Pengembangan Produk Baru. 14

15 1.5 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan dalam Tesis ini dibuat berdasarkan urutan dibawah ini : BAB I. PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang penelitian yang berisi tentang alasan memilih judul PENGEMBANGAN E-COMMERCE BERBASIS CLOUD COMPUTING PADA SEGMEN USAHA KECIL MENENGAH SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR PT. INDONESIANCLOUD DI INDONESIA perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penulisan dan gambaran umum dari keseluruhan ruang lingkup penelitian. BAB II. LANDASAN TEORI Dalam bab ini diuraikan tentang teori umum dan teori khusus yang digunakan untuk menyusun kerangka pemikiran teroritis. Teori yang digunakan menyangkut UMKM, konsep e-commerce, cloud computing, dan Pengembangan Produk Baru. Dan juga mengenai kondisi industri cloud computing saat ini. BAB III. METODE PENELITIAN Dalam bab ini diuraikan jenis dan metode penelitian, metode pengumpulan data, tools yang akan digunakan dalam penyelesaian masalah dan juga kerangka kuisioner yang akan digunakan dalam pengumpulan data. 15

16 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Berisi hasil-hasil dari analisa serta rekomendasi yang diharapkan dapat membantu IndonesianCloud dalam meraih tujuan bisnisnya dan meraih pangsa pasar UMKM yang lebih luas lagi. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab terakhir ini berisikan tentang kesimpulan dan hasil kesimpulan yang sudah dilakukan secara keseluruhan. 16