BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
1. LATAR BELAKANG. a. Dasar Hukum

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BUPATI LUWU TIMUR PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN PASURUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Buku Putih Sanitasi Kota Bogor

BAB I PENDAHULUAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN MADIUN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

I 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Strategi Sanitasi Kabupaten Malaka

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI BIREUEN,

PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG,

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI JAWA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BONDOWOSO

Bab. I Pendahuluan. KHARISMA KARYA, pt Engineering Consultant Review Master Plan dan DED Drainase Kota Kabupaten Majene I.

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Sampah rumah tangga. Raperda. Pedoman. PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STRATEGI SANITASI KABUPATEN TANA TORAJA BAB I PENDAHULUAN

DESKRIPSI PROGRAM AIR LIMBAH

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

QANUN KABUPATEN PIDIE NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

BAB II METODA DAN RUANG LINGKUP PEMBAHASAN

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR, TAHUN 2014 TENTANG MASTER PLAN PERSAMPAHAN KOTA MOJOKERTO WALIKOTA MOJOKERTO

Modul B-3 Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan

PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN

SLHD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

BAB I PENDAHULUAN. dan kualitas sampah yang dihasilkan. Demikian halnya dengan jenis sampah,

KERANGKA ACUAN KERJA PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM KABUPATEN TELUK WONDAMA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I P E N D A H U L U A N

Penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2014

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 116 TAHUN 2016 T E N T A N G

RINGKASAN EKSEKUTIF PEMERINTAH KABUPATEN WAKATOBI KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN WAKATOBI

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TANGERANG SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang Tahun merupakan tahap ketiga dari

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab 1 Pendahuluan PEMUTAKHIRAN STRATEGI SANITASI KABUPATEN KUDUS. Pendahuluan 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN SSK. I.1. Latar Belakang

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA.

Materi Teknis RTRW Kabupaten Pidie Jaya Bab VIII

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB III PENDEKATAN DAN METODOLOGI

BAB IV STRATEGI PENGEMBANGAN SANITASI

STRATEGI SANITASI KOTA KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

BUPATI POLEWALI MANDAR

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013

BAB 1 PENDAHULUAN MEMORANDUM PROGRAM SANITASI (MPS) 1.1 Latar Belakang.

BAB 04 STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI

- 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

KELOMPOK KERJA SANITASI KABUPATEN BERAU BAB I PENDAHULUAN

Lampiran E Deskripsi Program Utama

BAB III STRATEGI PERCEPATAN PEMBANGUNAN SANITASI

BAB IV STRATEGI UNTUK KEBERLANJUTAN LAYANAN SANITASI KOTA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 /PRT/M/2014 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN

BAB I PENDAHULUAN BUKU PUTIH SANITASI KOTA CIREBON I - 1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUASIN NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUASIN,

BAB II KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI. Kabupaten Balangan. 2.1 Visi Misi Sanitasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAPORAN AKHIR VOLUME 2 : STUDI KELAYAKAN DAFTAR ISI PETA LOKASI DAFTAR ISI DAFTAR SINGKATAN RINGKASAN EKSEKUTIF

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

POLEMIK PENGELOLAAN SAMPAH, KESENJANGAN ANTARA PENGATURAN DAN IMPLEMENTASI Oleh: Zaqiu Rahman *

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

KEYNOTE SPEECH Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi e-planning DAK Fisik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

STARTEGI SANITASI KABUPATEN (SSK) KELOMPOK KERJA AMPL KABUPATEN ENREKANG

PEMUTAKHIRAN SSK LAMPUNG TIMUR Tahun 2016

BAB III KERANGKA PENGEMBANGAN SANITASI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENDAHULUAN Latar Belakang 1-1

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia merupakan kota megapolitan yang sibuk dan berkembang cepat, dalam satu hari menghasilkan timbulan sampah sebesar +- 6.139,33 ton (Sumber: Informasi Kebersihan Tahun 2010). Dengan jumlah penduduk yang beraktifitas di Jakarta terus bertambah disertai dengan perubahan pola konsumsi masyarakat mengakibatkan konsekuensi bertambahnya volume sampah dan kontribusi beragamnya jenis sampah seperti sampah kemasan yang berbahaya dan/atau sulit diurai oleh proses alam. Selain itu, sebagian besar masyarakat Jakarta masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. Sehingga masyarakat dalam menangani sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah. Kesadaran dan perilaku warga Jakarta untuk membuang sampah pada tempat sampah dan menjaga kebersihan dan keindahan kotanya belum sepenuhnya terlihat terbentuk dari tiap kepribadian warganya baik penduduk tetap maupun penduduk pendatang atau komuter. Dilain pihak, ketersediaan lahan yang semakin sulit dan terbatas serta pengelolaan sampah belum sesuai dengan metoda dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Keadaan ini mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mencari solusi pengelolaan persampahan yang ramah lingkungan. Dengan adanya Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, paradigma pola pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi mengandalkan pola kumpul angkut buang namun beralih ke pola pengurangan dan penanganan sampah sejak dari sumber. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memiliki Master Plan Persampahan yang disusun pada tahun 1987 untuk periode 1987 2005 dan telah melakukan review terhadap Master Plan 1987 pada tahun 2005 yang dikenal sebagai Review Master Plan persampahan tahun 2005 untuk periode 2005 2015. Untuk mengakomodir perubahan-perubahan seperti kondisi Kota Jakarta saat ini dan menjalankan amanat Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DKI Jakarta 2030, maka perlu dilakukan penyusunan Master Plan dan Kajian Akademik Persampahan Provinsi DKI Jakarta sebagai acuan pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah di Provinsi DKI Jakarta untuk masa 2012 2032. 1-1

1.2. Maksud Dan Tujuan Pekerjaan Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta 2012-2032 dimaksudkan untuk membantu Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta khususnya Dinas Kebersihan DKI Jakarta untuk melanjutkan pelaksanaan pengelolaan persampahan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sedangkan tujuan dilaksanakannya pekerjaan Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan pengelolaan persampahan di Provinsi DKI Jakarta yang efektif dan efisien. 2. Meningkatkan pelayanan kebersihan di Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan, standar dan prosedur yang telah ditetapkan. 1.3. Sasaran Sasaran dari kegiatan ini adalah 1. Tersusunnya dokumen Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta 2012-2032. 2. Terlaksananya pengelolaan sampah di Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Master Plan dan Kajian Akademis yang disusun. 1.4. Hasil Yang Diharapkan Tersedianya dokumen Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta. untuk mendukung upaya penanggulangan masalah persampahan di DKI Jakarta secara terpadu melalui sistem penanganan yang lebih up to date dan efisien, serta tidak rentan terhadap kelumpuhan sistem, mengaplikasikan sistem secara terintegrasi, dukungan publik dan penggunaan teknologi tepat guna yang berwawasan lingkungan. 1.5. Landasan Hukum Dalam Penyusunan Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan rujukannya, yaitu : 1-2

1. UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; 2. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; 3. UU No. 29 Tahun 2007 tentang Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia; 4. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 5. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 6. Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 7. Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal; 8. Peraturan Menteri PU No. 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Sampah; 10. Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Dalam Wilayah Provinsi DKI Jakarta; 11. Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta; 12. Peraturan Gubernur No. 131 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. 1.6. Ruang Lingkup Ruang lingkup kegiatan Master Plan dan Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta, antara lain sebagai berikut: 1-3

1. Identifikasi Kondisi Pengelolaan Persampahan di Provinsi DKI Jakarta Hal ini untuk melihat kembali kondisi faktual yang sekarang berjalan dalam hal pengelolaan persampahan di Provinsi DKI Jakarta dari berbagai Aspek antara lain: Aspek Regulasi; Aspek Kelembagaan; Aspek Pendanaan; Aspek Partisipasi Masyarakat / Sosial Budaya; Aspek Teknis dan Operasional. 2. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan di Provinsi DKI Jakarta Pada lingkup ini diharapkan konsultan dapat menginventarisasi sarana dan prasarana eksisting yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, baik dari tahapan di Pemilahan, Pengumpulan, Pengangkutan, Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, masyarakat, swasta dan instansi lain; 3. Membuat dan memetakan pola penanganan eksisting berikut ketersediaan sarana dan prasarana di 5 (lima) Wilayah Kota Administrasi di Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Administrasi Kepulauan seribu, dengan melihat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DKI Jakarta; 4. Melakukan identifikasi dan analisa timbulan sesuai dengan daerah pelayanan pengolahan sampah di DKI Jakarta serta menganalisa komposisi dan karakteristik sampah dengan mengacu kepada studi komposisi dan karakteristik sampah di DKI Jakarta; 5. Menganalisa hasil kajian pada point 4 serta memanfaatkan data sekunder dari hasil Master Plan JICA 1987, Master Plan Review and Program Development (WJEMP DKI 3 11) ditambah dengan data data terakhir dari studi studi instansi lain terkait termasuk informasi dari Dinas Kebersihan; 1-4

6. Menyusun Standar Pelayanan Pemilahan dan Pengumpulan Sampah. Konsultan diharapkan dapat merekomendasikan kriteria dan standar pelayanan pemilahan dan pengumpulan sampah termasuk konsep disain dari modifikasi / perbaikan disain tempat pemilahan sampah, dan sarana pengumpul sampah yang memasukan konsep pemilahan sampah secara praktis mulai dari sumber; 7. Menyusun sistem pelayanan pengangkutan dari sumber dan atau tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir; 8. Mengkaji kebutuhan tempat pemrosesan akhir sampah yang berbasis Teknologi Tinggi ramah lingkungan; 9. Membuat rekomendasi teknis pemanfaatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Regional berbasis Teknologi Tinggi Ramah Lingkungan. 10. Mengkaji aspek kelembagaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari pengelolaan persampahan; 11. Mengkaji aspek regulasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari pengelolaan persampahan; 12. Mengkaji aspek pendanaan yang meliputi perkiraan biaya kegiatan pengelolaan sampah jangka pendek (tahunan), jangka menengah (lima tahunan) dan jangka panjang, termaksuk juga perhitungan besaran tipping fee pengolahan sampah; 13. Mengkaji aspek peran serta masyarakat dan sosial budaya sesuai yang diamanatkan dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah; 14. Menyusun Naskah Akademis Persampahan DKI Jakarta Kajian akademis ini dituangkan menjadi Naskah Akademis yang berisikan; a. Kajian aspek kelembagaan yang akan diterapkan dalam pengelolaan sampah berteknologi tinggi, 1-5

b. Kajian aspek hukum perlunya penyusunan Master Plan yang baru, Master Plan & Kajian Akademis Persampahan Provinsi DKI Jakarta c. Kajian aspek pendanaan dan investasi untuk setiap tahapan pembangunan yang akan direncanakan, d. Kajian akademis alternatif pemilihan teknologi pengolahan sampah dengan mempertimbangkan aspek wawasan lingkungan, e. Kajian aspek keterlibatan dan bentuk peran serta masyarakat dan stakeholder serta pemerintah dalam konteks setiap tahapan pembangunan, termasuk dalam hal ini mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang yang direncanakan dalam Master Plan. 15. Membuat skala prioritas program pengelolaan sampah di Provinsi DKI Jakarta, cakupan terakhir dari kegiatan ini adalah membuat usulan program secara berkesinambungan, dengan menggunakan skala prioritas untuk masing masing unit yang ada di Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, berikut tahapan pelaksanaan program tersebut; 16. Melaksanakan workshop sebanyak dua kali, yaitu workshop pertama dilakukan pada bulan ketiga sebelum penyampaian laporan antara dan workshop kedua dilakukan setelah penyampaian konsep laporan akhir. 1.7. Sistematika Pelaporan Laporan Antara disusun dengan sistematika sebagai berikut: 1. Bab 1 Pendahuluan Sebagian besar materi Bab 1 mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK). Bab ini berisikan Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Sasaran, Hasil Yang Diharapkan, Landasan Hukum, Ruang Lingkup Pekerjaan serta Sistematika Laporan. 1-6

2. Bab 2 Tinjauan Terhadap Master Plan Terdahulu Pada Bab 2 akan meninjau secara ringkas mengenai Master Plan Persampahan DKI Jakarta 1987 periode tahun rencana induk 1987 2005, Review Master Plan 2005 periode tahun rencana induk 2005 2015 dan SAPROF Proyek Penyelenggaraan Sampah Jakarta Indonesia 2008. Pada bab ini mengulas inti dan membandingkan kajian tentang timbulan, komposisi dan karakteristik sampah serta konsepsi dan tahap pelaksanaan program dari kedua Master Plan Persampahan terdahulu sebagai pembelajaran keberhasilan mengarahkan pengelolaan sampah dan landasan penyusunan Konsep Master Plan Persampahan DKI Jakarta tahun periode 2012 2032. 3. Bab 3 Gambaran Umum / Profil Provinsi DKI Jakarta Bab 3 mengulas gambaran Umum atau Profil DKI Jakarta sebagai daerah studi. Pokok-pokok bahasan gambaran umum DKI Jakarta antara lain: Kondisi Fisik yang meliputi topografi, geologi, geografi dan iklim; Batas Administrasi dan Demografi / Kependudukan serta pergerakan penduduk komuter perkotaan; arah Perkembangan Kota berupa Rencana Tata Ruang dan Tata Guna Lahan dan Trend Perkembangan Sarana & Prasarana yang meliputi prasarana jalan, transportasi, air minum, air limbah dan drainase di DKI Jakarta 20 tahun mendatang. 4. Bab 4 Pengumpulan dan Analisis Data Adapun di Bab 4 menjabarkan antara lain mengenai: metoda pengumpulan data seperti penentuan wilayah survay, jumlah sampel dan penyusunan kuestioner & checklist; pelaksanaan pengumpulan data seperti penentuan detail daerah survay, pra survay, uji coba kuestioner & checklist dan pembagian surveyor dan wilayah kerja; pengolahan dan analisis data; dan permasalahan pokok yang didapat dari pengumpulan data. 5. Bab 5 Kondisi Sistem Pengelolaan Persampahan Eksisting DKI Jakarta Pada Bab 5 ini akan menguraikan mengenai kondisi sistem pengelolaan persampahan eksisting yang dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2011. Uraian Bab ini meliputi strategi dan kebijakan pengelolaan sampah kota; timbulan, komposisi dan karakteristik sampah kota; dan 5 (lima) aspek pada sistem pengelolaan sampah. 6. Bab 6 Konsep Garis Besar Sistem Pengelolaan Sampah DKI 2012-2032 Sebagai Bab penutup, di Bab 6 akan mengulas mengenaikonsep Garis Besar Sistem Pengelolaan Sampah DKI Jakarta 2012 2032 yang antara lain berisikan mengenai: landasan kebijakan, regulasi, norma, standar, pedoman dan kriteria Pengelolaan Sampah; 1-7

pendekatan dan strategi; skenario dan tahapan program pengelolaan sampah; dan rancangan pengembangan sistem pengelolaan sampah DKI. Bagian ini akan menjadi bahan pokok bahasan pada Workshop I dan draft rancangan Master Plan Sistem Pengelolaan Sampah DKI Jakarta 2012 2032. 1-8