SILABUS. : Prasyarat Mata Kuliah Lembaga Internasional

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN KE II

SILABUS DAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mata Kuliah HUKUM INTERNASIONAL

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SILABUS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2013

HUKUM INTERNASIONAL 2 SKS SEMESTER IV

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN [GBPP]

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

SILABUS. Mata Kuliah : Hukum Pidana Internasional Kode Mata Kuliah : HKIn 2081 SKS : 2 : Ir. Bambang Siswanto, S.H., M.Hum

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NAROTAMA

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

S I L A B I A. IDENTITAS MATA KULIAH INTERNASIONAL STATUS MATA KULIAH KODE MATA KULIAH : JUMLAH SKS : 2 PRASYARAT : SEMESTER SAJIAN : SEMESTER 7

BAB III. PENUTUP. internasional dan merupakan pelanggaran terhadap resolusi-resolusi terkait

BAB 1 SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL

BAB III PENUTUP. dilakukanlah penelitian hukum normatif dengan melacak data-data sekunder

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) HUKUM INTERNASIONAL

SILABUS PEMBELAJRAN. Indikator Pencapaian. Teknik. Penilaian. Tes Tertulis. Menjelaskan makna. globalisasi. Tes Tertulis. Menjelaskan faktor penyebab

BAB I PENDAHULUAN. negara yang membawa akibat-akibat hukum yang sangat kompleks.

HUBUNGAN HUKUM NASIONAL DENGAN HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mempelajari Bab ini, Anda diharapkan mampu:

PERJANJIAN INTERNASIONAL DI ERA GLOBALISASI

BAB II TINJAUAN UMUM. 1.1 Tinjauan Umum Mengenai Subjek Hukum Internasional Pengertian Subjek Hukum Internasional

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM GARIS-GARIS BESAR POKOK PENGAJARAN (GBPP) HUKUM LAUT INTERNASIONAL

SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1

PENGATURAN HUKUM TERHADAP BATAS LANDAS KONTINEN ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DI GOSONG NIGER

DAFTAR PUSTAKA. Adolf, Huala, 2002, Aspek-Aspek Negara Dalam Hukum Internasional, Jakarta,, 2004, Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional, Bandung,

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam memahami hukum Organisasi Internasional. tidak dapat dipisahkan dari sejarah pembentukan

DAFTAR PUSTAKA. Ak, Syahmin, Hukum Diplomatik Dalam Kerangka Studi Analisis, (Jakarta: PT.

PENANGGALAN KEKEBALAN DIPLOMATIK DI NEGARA PENERIMA MENURUT KONVENSI WINA Oleh : Windy Lasut 2

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

BAB I PENDAHULUAN. internasional, sudah sejak lama dilakukan oleh negara-negara di dunia ini. Perjanjianperjanjian

SATU AN AC AR A PERKULIAH AN A. IDENTITAS MAT A KULIAH

BAB I PENDAHULUAN. warga negaranya atau orang yang berada dalam wilayahnya. Pelanggaran atas

DAFTAR PUSTAKA. Wagiman, 2012, Hukum Pengungsi Internasional, Sinar Grafika : Jakarta Timur,

SILABUS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan hukum internasional 4. Kedaulatan

Hukum Pidana Internasional. Tolib Effendi

DAFTAR PUSTAKA. Budi, Winarno, (2001), Isu-Isu Global Kontemporer, Yogyakarta: Bentang Pustaka.

BAB III PENUTUP. Negara Penerima Untuk Memberitahukan Kepada Perwakilan Diplomatik. Asing Tentang Persoalan Hukum Yang Menimpa Warga Negara Pengirim

DAFTAR PUSTAKA. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, alinea ke- IV.

MAKALAH. Hukum Hak Asasi Manusia & Hukum Humaniter. Oleh: Dr. Fadillah Agus, S.H., M.H. FRR Law Office FH Unpad

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

KULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG

SILABUS NTAG. Mata Kuliah : Kapita Selekta Hukum Perdata Kode Mata Kuliah : HKIn 2051 SKS : 2 : 1. Dr. Edy Lisdiyono, S.H., M.Hum 2. Sri Murni, S.H.

Oleh. Luh Putu Yeyen Karista Putri Suatra Putrawan Program Kekhususan Hukum Internasional dan Bisnis Internasional Fakultas Hukum Universitas Udayana

PENERAPAN ASAS NE BIS IN IDEM DALAM HUKUM PIDANA INTERNASIONAL

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

NAMA MATA KULIAH KODE Rumpun MK BOBOT (Sks) SEMEST ER Hak Kekayaan Intelektual (Tiga) SKS VALIDASI Dosen Pengampu MK Dosen Pengajar Ka PRODI

PERLAKUAN DISKRIMINASI TERHADAP ETNIS ROHINGYA OLEH MYANMAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Pada akhir kuliah mahasiswa diharapkan dapat memahami gambaran umum Hukum Internasional.

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PENGANTAR HUKUM INDONESIA

SILABUS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2013

BAB III PENUTUP. Konvensi Wina Mengenai Hubungan Diplomatik Tahun wisma maupun kediaman duta pada Pasal 22 dan 30.

BAB VII PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

SILABUS. Kompetensi Dasar. Alokasi Waktu Indikator Pencapaian Jenis penilaian. Sumber Bahan. Pembelajaran

HUKUM PERDATA INTERNASIONAL

BAB II HAKIKAT BERLAKU HUKUM INTERNASIONAL TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

BAB II KEDAULATAN NEGARA DI RUANG UDARA BERDASARKAN KONVENSI CHICAGO D. Pengertian Ruang Udara dan Wilayah Udara Indonesia

BAB I Latar belakang Pengertian dan Perkembangan Ekstradisi

SILABUS NAMA MATA KULIAH : HUKUM PERDATA INTERNASIONAL STATUS MATA KULIAH : WAJIB KONSENTRASI KEPERDATAAN KODE MATA KULIAH : HKI4004

BAB I PENDAHULUAN. yang ditimbulkan dapat menyentuh berbagai bidang kehidupan. Korupsi

BAHAN KULIAH HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL Match Day 8 HAK-HAK ISTIMEWA DAN KEKEBALAN ORGANISASI INTERNASIONAL

DAFTAR PUSTAKA. Buku. Hernoko, Yudha, Agus, Hukum Perjanjian Asas Proporsionallitas Dalam Kontrak Komersil, Kencana, Jakarta, 2010.

SKRIPSI PENANGANAN TINDAK PIDANA PELAYARAN DI WILAYAH MARITIM INDONESIA SEBAGAI PENUNJANG KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN OLEH :

PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL. Wahyuningsih

BAB V SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. negara dapat mengadakan hubungan-hubungan internasional dalam segala bidang

HUKUM ADMINISTRASI PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN. Negara sebagai pribadi hukum internasional harus memiliki syarat-syarat. kemampuan untuk melakukan hubungan dengan negara lain.

SILABI. 1X Menjelaskan kegunaan mempelajari sosiologi hukum 2. menjelaskan aliran yang mempengaruhi terbentuknya sosiologi hukum

BAHAN KULIAH ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DAGANG 14 METODE PENYELESAIAN SENGKETA PERDAGANGAN INTERNASIONAL A.

KEDUDUKAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM MAHKAMAH INTERNASIONAL

SILABI. Alokasi. Sumber Bahan Dasar. Waktu. 2x100. 2x100. Mengidentifikasi ruang lingkup IKN Menggambarkan sasaran IKN Menjelaskan pendekatan IKN

Jadwal Kuliah Jurusan PKn dan Hukum FIS UNY Semester Genap TA RUANG G G G Dipakai PAI RUANG G G G01.

BAB IX HUKUM DIPLOMATIK DAN KONSULER TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH INTI (RPS MK INTI)

PENERAPAN YURISDIKSI NEGARA DALAM KASUS PEMBAJAKAN KAPAL MAERSK ALABAMA DI PERAIRAN SOMALIA. Oleh: Ida Ayu Karina Diantari

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU HUKUM

Fakultas Hukum UNTAG Semarang

BAB II TINJAUAN TERHADAP EKSTRADISI. A. Pengertian, Maksud dan Tujuan Ekstradisi menurut Hukum Internasional

Diskripsi Umum Mata Kuliah Hukum Internasional SKS.:3

DAFTAR PUSTAKA. Ganewati Wuryandari, 2009, Format Baru Politik Luar Negeri Indonesia,

BAB I PENDAHULUAN. karena ini memusatkan perhatian pada kewajiban individu dalam berhubungan

SILABUS. Kode Mata Kuliah : HKIn 2060 SKS : 2 : 1. M. Samsudin, S.H., M.Hum Puspitaningrum, S.H., M.Hum

Lex Administratum, Vol.I/No.3/Jul-Sept/2013

penting dalam menciptakan hukum internasional sendiri.

BAB XIII PERJANJIAN INTERNASIONAL

BUKU RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) DAN BAHAN AJAR HUKUM ADAT

SEJARAH HKI DI INDONESIA Sejarah Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia

HUBUNGAN HUKUM INTERNASIONAL DENGAN HUKUM NASIONAL

SILABUS FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG 2013

Transkripsi:

SILABUS Nama Mata Kuliah Jenis Mata Kuliah Jumlah SKS Prodi Standard Kompetensi : Hukum Internasional : Prasyarat Mata Kuliah Lembaga Internasional : 2 sks. : PKn :Memahami ketentuan-ketentuan pokok Hukum Internasional, yang mencakup pengertian dan ruang lingkup, Sejarah pertumbuhan, Dasar berlakunya, Sumber, Subjek, Negara sebagai subjek, Pengakuan, Yurisdiksi negara, Perjanjian internasional, Negara dan Individu, serta Sengketa KompetensiD asar 1. Memahamip engertian danruanglin gkup MateriPokok KegiatanPembelajaran Alokasi Waktu Pengertiandan Denganmengkajiberbagailiteratur l00 Ruanglingkup mengenai hukum internasional 1.Merumuskan pengertian hukum 2.Menunjukkan ruang lingkup materi. 3. Menunjukkan Tujuan 4. Menilai tingkat keterwujudan tujuan Hukum Internasional. IndikatorPencapaian 1. merumuskan definisi hukum 2. menunjukkan ru ang lingkup hukum 3. menunjukkan tuju an hukum interna sional. 4. Menilai tingkatketerwujudan tujuan JenisPenil aian SumberBaha n 3: 1-4 6: 2-12 8: 3-17 9: 1-5. 2. MemahamiS ejarah per tumbuhan SejarahPertumbuh anhukuminternasi onal Dengan mengkaji berbagai sumber, mahasiswa dapat: 1.Menguraikan pertumbuhan hukum internasional sebelum perjanjian West Phalia 1648. 2.Menguraikan pertumbuhan hukum internasionalmodern. 3.. Menyebutkan tokoh tokoh ahli pikir 1. menguraikan pertumbuhan sblm perjanjian West Phalia 1648. 2. Menguraikan per tumbuhan modern 3. menyebutkan 1: 1-144. 2: 4-6 3: 5-15. 6: 29-50 9:

hukum internasional beserta pokokpokok pikiran nya. 4.Menjelaskan faktor-faktor penyebab pesatnya pertumbuhan pada abad XX tokoh2 ahli pikir. 3. menjelaskan faktor2 penyebab pesatnya pertumbuhan abad XX. 4. Mendiskrip sikan Dasar berlakunya Dasar berlakunya mengenai dan berdiskusi dalam kelompok, 1. menjelaskan status hk. 2.menjelaskan berbagai teori tt dasar kekuatan mengikat berlakunya. 3.Menunjukkan kelemahan-kelemahan dari teori-teori tsb. 4.menentukan pilihan teori yang sesuai dengan realitas yang ada. 100 1. Menjelaskan status hk. 2. Menjelaskan teori2 dasar kekuatan mengikat berlakunya. 3. Menunjukkan kele mahan teori-teori dasar kekuatan mengikat nya. 4. Menentukan teori yg sesuai dengan realitas yg ada. 3: 16-20. 6: 15-28 8: 9: 5. Menjelas kan sumbersumber Sumber-sumber hukum mengenai hukum internasional, 1. menyebutkan berbagai sumber hukum internasiponal menurut berbagai ahli. 2. Menyebutkan sumber-sumber hk internasional menurut pasal 38 Statuta MPI. 3. Menjelaskan secara singkat sumbersumber menurut ps 38 Statuta MPI 100 1. menyebutkan berbagai sumber hk mnr para ahli. 2. menyebutkan sumber-sumber hk menurut ps 38 statuta MPI. 3. Menjelaskan sumber2 hk menurut ps 38 Statuta MPI. 2: 7-11 3: 35-511 6:147-157 8: 31-55.

6. Mendeskrips ikansubjek Subjeksubjekhukumintern asiponal mengenai hukum internasional, dan berdiskusi kelompok, 1. menjelaskan subjek hukum dalam artian teoritis. 2. menyebutkan subjek hukum dalam artian praktis. 3.menjelaskan masing-masing subjek hukum dalam artian praktis. 100 1. Menjelaskan subjek hk dlm artian teoritis. 2. menyebutkan subjek hk dlm arti an praktis. 3. menjelaskan subjek hk dlm arti an praktis. 3:21-34 6:58-100. 8: 56-67. 7. Mendiskrip sikan Negara sebagai su bjek hk 8. Mendiskrip sikan tentang Negara sebagai Subjek hk. Pengakuan dalam mengenai hk internasional, mengakses informasi dari internet, dan berdiskusi kelompok, mhs dapat : 1.menjelaskan kualifikasi negara menurut. 2.Menjelaskan wilayah 3.Menjelaskan cara memperoleh wilayah 4.Menjelaskan faktor penyebab kehilangan wilayah negara 5.MenjelaskanDoktrin hak dan kewajiban 6. menjelaskan kewajiban korelasional 7.menjelaskan berbagai macam bentuk negara. mengenai, dan berdiskusi kelompok, 1. menjelaskan kuali fikasi negara mnr. 2. Menjelaskan wilayah 3. Menjelaskan cara memper oleh wilayah negara 4. Menjelaskan faktor penyebab kehilangan wilayah negara 5. menjelaskan doktrin hak dan kewajiban 6. menjelaskan kewa jibankorelasional 7. menjelaskan berbagai macam bentuk 1. menjelaskan lahir 100 nya suatu 2. menjelaskan 2: 17-37 3: 21-34 6: 102-145. 8: 91-124. 2: 59-81 3: 75-83 6:333-380.

Pengakuan dalam 1.menjelaskan lahirnya suatu neg. 2.menjelaskan pengakuan neg. 3.menjelaskan bentuk-bentuk pengakuan. pengakuan 3. menjelaskan bentuk-bentuk pengakuan. 8: 125-150. 9. Memahami yurisdiksi 10. Mendeskrip sikan perjanjian internasion al. Yurisdiksi Negara Perjanjian internasional mengenai dan berdiskusi dalam kelompok, mahasiswa dapat: 1.menjelaskan yurisdiksi teritorial 2.menjelaskan perluasan teknis yurisdiksi teritorial. 3.menjelaskan yurisdiksi menurut prinsip perlindungan. 4.menjelaskan yurisdiksi menurut prinsip universal. mengenai, mengakses internet, dan dengan berdiskusi kelompok, 1.mendefinisikan perjanjian 2.mengklasifikasikan perjanjian 3.menjelaskan tahap-tahap penyusunan dan berlakunya perjanjian 4.menyebutkan batal dan ber akhirnya perjanjian 5.menguraikan proses pembuat an perjanjian internasional yang diikuti oleh Pemerintah RI. 1. menjelaskan yurisdiksi teritorial. 2. menjelaskan per luasan teknis yurisdiksi teritorial. 3. menjelaskan yuris diksi menurut prinsip perlindungan. 4. menjelaskan yuris diksi menurut prinsip universal. 1. mendefinisikan perjanjian interna sional. 2. mengklasifikasikan Perjanjian 3. menjelaskan tahap2 penyusunan dan berlakunya perjanjian internas. 4. menyebutkan batal dan berakhir nya PI. 5. menjelaskan proses pembuatan PI yg diikuti oleh pem. RI. 6. 292 326. 8: 193-231. 2: 82-145 6: 159-185. 7: 1-210.

11. Menganalisi s Negara danindividu. Negara danindividu. Dengan membaca literatur mengenai, 1. menjelaskan kewarganegaraan. 2. mejelaskan hak dan kewajiban negara thd orang asing. 3. menguraikan mengenai ekstradisi. 4. menguraikan mengenai suaka. 5. menguraikan hak asasi mns. 100 1. menjelaskan ke warganegaraan. 2. menjelaskan hak dan kewajiban neg. thd orang asing. 3. menguraikan me ngenai ekstradisi. 4. menguraikan me ngenai suaka. 5. menguraikan hak asasi manusia. 2.591-628 5:3-220. 8: 328-358. 10: 1-102. 12. Menganalisi ssengketain terna sional. Sengketainternasio nal Dengan membaca literatur, mengakses dari internet, dan berdiskusi kelompok, 1.mendefinisikan tentang sengketa 2. mengklasifikasikan sengketa 3.menunjukkan berbagai macam cara penyelesaian sengketa 4. menjelaskan masing -masing cara penyelesaian sengketa inter nasional. 5.mencari berbagai contoh cara penyelesaian sengketa 1. mendefinisikan ten tang sengketa in ternasional. 2. mengklasifikasikan sengketa 3. menunjukkan cara cara penyelesaian sengketa 4. menjelaskan cara cara penyelesaiansengke ta internas. 5. mencaricontohberb agai cara pe nyelesiansengketain ternasional. 4:1-197 8: 463-499.

Sumber Bahan: 1. Arthur Nussbaum, terjemahan Sam SuhaediAdmawiria, SejarahHukumInternasional, Binacipta, Bandung,1969. 2. Boer Mauna, Hukum Internasional: Pengertian, Peranan dan Fungsi Dalam Era Dinamika Global, Alumni, Bandung,2001. 3. Ekram Pawiroputro, Pengantar Hukum Internasional, Jurusan PKn dan Hk, FISE UNY, 2007. 4. Huala Adolf, Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional, Sinar Grafika< Jakarta, 2006. 5. I. Wayan Parthiana, Ekstradisi Dalam Hukum Internasional dan Hukum Nasional Indonesia, Mandar Maju, Bandung, 1990. 6. ---------------------------, Pengantar Hukum Internasional, Mandar Maju, Bandung,1990. 7. ---------------------------, Perjanjian Internasional Bagian 1, Mandar Maju, Bandung, 2002. 8. J.G Starke, Introduction to International Law, Butterworth, London, 1984. 9.Mochtar Kusumaatmadja, Pengantar Hukum Internasional, Bina Cipta, Bandung, 1976. 10.Sulaiman Hamid, Lembaga Suaka Dalam Hukum Internasional, Raja Grafindo Perkasa, Jakarta, 2002. Penyusun

Ekram Pawiroputro