BERANI BICARA DI DEPAN

dokumen-dokumen yang mirip
Pesan yang sudah Anda susun dalam bentuk kerangka bahkan teks jadi sesuai dengan sistematika penulisan pidato atau presentasi, tentu saja akan segera

GUMGUM GUMILAR, S.SOS., M.SI Jurnalistik Fikom Unpad

Cara Membaca Bahasa Tubuh

PROFESSIONAL IMAGE. Etiket dalam pergaulan (2): Berbicara di depan Umum, etiket wawancara. Syerli Haryati, S.S. M.Ikom. Modul ke: Fakultas FIKOM

DASAR PRESENTASI. Kunci presentasi yang sukses adalah persiapan yang baik.

BAB II KAJIAN TEORI Pengertian Kecemasan Komunikasi Interpersonal. individu maupun kelompok. (Diah, 2010).

TEKNIK PRESENTASI YANG BAIK

Standar Penampilan Pribadi.

APLIKASI KOMUNIKASI NON-VERBAL DI DALAM KELAS

PENYAMPAIAN PRESENTASI. Oleh: Marsudi Sudarisman

commit to user 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Landasan Teori 1. Kepercayaan Diri a. Pengertian Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang

sastransa Jurnal Bahasa dan Sastra satransa.blogspot.com

09/09/2011. Who says (Komunikator) Says what (Pesan) To Whom (komunikan) With Channels (Saluran/Media) What Effect (umpan balik)

Fitri Rahmawati, MP. Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik UNY.

Oleh FMIPA Institut Teknologi Bandung

Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

MUHAMMAD AJIB. 20 Rahasia Mudah Hilangkan GUGUP DAN GEMETAR saat BERBICARA DIDEPAN Banyak Orang. Penerbit PLONG

Bahasa Indonesia. Berbicara Untuk Keperluan Akademik. Koko Rustamaji, SE, MM. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Program Studi?

5 KEY ELEMENT SERVICE

55% Bahasa tubuh 25% Alat bantu audio-visual 30% Suara 38%

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

KONSEP DAN TIPS MENJADI MC

Kecakapan Antar Personal

Lampiran 1 Hasil uji reliabilitas variabel kemandirian emosi, kemandirian perilaku, kemandirian nilai, kemandirian total, penyesuaian diri, dan

PUBLIC SPEAKING : SENI MENJADI PEMBICARA YANG OKE MENURUT PARADIGMA ILMU KOMUNIKASI

TINGKATKAN PERCAYA DIRI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berpengalaman berbicara di depan umum pun tidak terlepas dari perasaaan ini.

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

BAB I PENDAHULUAN. yang mana anggapan salah mengenai khalayak menjadi hantu yang menakutkan

REVIEW. Mulut heart-shaped-nya menjadi lebih pucat dari sebelumnya. Ia meringis ketika rasa sakit menghantam perut bawahnya: kram.

Public Speaking. Berbicara di depan umum. Sujanti, M.Ikom. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI. Program Studi Hubungan MAsyarakat

Basic Quantum Teaching & Accelerated Learning

BAB II LANDASAN TEORI. Pendekatan pengajaran dan pembelajaran kontektual atau Contextual Teaching

THE ART OF PRESENTATION

BAGAIMANA MENGENAL DIRI ANDA

ITEM KECEMASAN WANITA MENGHADAPI MENOPAUSE

Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran. pesan/informasi antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang.

Agar Anda Mampu Menghipnotis Para Audiens

ali muqoddas, S.Sn, M.Kom

Persiapan Menjadi MC. Oleh: Marita Ahdiyana

Bahan Bacaan Komunikasi Efektif. Pengertian Komunikasi Efektif

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA

STIKOM, Surabaya 20 November /25/2013 Jemmy Lesmana - STIKOM 1

Interpersonal Communication Skill

BE PUBLIC SPEAKER. Menjadi Public Speaker Yang Hebat. Oleh: Supriadi. MOTIVATOR HUMOR

Tips Menghadapi Wawancara 5 artikel/tulisan Saran-Saran Menghadapi Wawancara

29/05/2012 PRESENTASI ILMIAH. Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor 2012 K14 MPPI

Cara Mengatasi Kecemasan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PROSES WAWANCARA. E-Learning/Wawancara/NoviaSintaR/2016 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Qodriannisa Puspaningrum, 2013

ETIKA DALAM BERKOMONIKASI

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

Pengendalian Emosi. Rerata Empirik (RE) : 124,95. Rerata Hipotetik (RH) : 107,5. Tergolong Tinggi

73 Perpustakaan Unika LAMPIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Stres pada Wanita Karir (Guru) yang dialami individu atau organisme agar dapat beradaptasi atau menyesuaikan

BAB 2 TEKNIK SNOWBALL THROWING DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA. Kiranawati (dalam /2007/11/19/snowballthrowing/)

public speaking in an easy way! disusun oleh : Ivany L. Goutama Universitas Tarumanagara Pengurus Harian Wilayah Kajian & Strategis ISMKI Wilayah 2

Modul ke: Salesmanship. Sales Presentation. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen. Rizal, S.ST.

Materi Minggu 1. Komunikasi

Kecakapan Antar Personal. Mia Fitriawati, S.Kom, M.Kom

Pdt Gerry CJ Takaria

BAB IV ANALISIS DATA. dianalisis maka ada beberapa hal yang ditemukan yaitu : panca indra. Dalam iklan oreo versi oreo dan handphone ayah terdapat

BAB I PEBDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

! KARTU PP/ DARSTELLERKARTEN / ACTORS CARDS 1

BAB II KAJIAN TEORETIK. 1. Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. a. Pengertian Kemampuan Pemecahan Masalah

BAHASA INDONESIA BERBICARA UNTUK KEPERLUAN AKADEMIK. Drs. SUMARDI, M. Pd. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

PUBLIC SPEAKING (BERBICARA DI DEPAN UMUM)

Pengertian Bentuk komunikasi yang dilakukan oleh individu, khususnya profesi (konselor, guru, relawan, rohaniawan) dalam membantu & mendampingi klien

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

Bab 4 Kecakapan Komunikasi Dasar

MENGAJARKAN BAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

PERMOHONAN MENJADI PARTISIPAN. Dengan hormat, saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Yantri Nim :

ACCOUNT MANAGEMENT. Modul ke: 12FIKOM. Teknik Presentas. Dra. Tri Diah Cahyowati, Msi. Fakultas. Program Studi Marcomm & Advertising

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAHASA BAYI (BABY LANGUAGE) Hasnerita, S.Si.T,M.Kes

KERANGKA PIDATO. Tine A. Wulandari, M.I.Kom.

Novia Sinta R, M.Psi

BAB 1 PENDAHULUAN. berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar di hadapan publik.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HANDLING TAMU EVADA EL UMMAH KHOIRO, S.AB.,M.AB PERTEMUAN 5 PRODI D3 ADM. NIAGA SMT 2 TH AJARAN 2016/2017

Materi 13 KEDARURATAN MEDIS

METODE PIDATO. Tine A. Wulandari, M.I.Kom.

PERSIAPAN UNTUK PUBLIC SPEAKING

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. muda, yaitu suatu masa dengan rentang usia dari 18 sampai kira-kira umur 25

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRISEMESTER KE-III DI RSNU TUBAN

KOMUNIKASI EFEKTIF. 1. Mengapa Kita Berkomunikasi? 2. Macam-Macam Komunikasi 3. Cara Berkomunikasi 4. Komunikasi Efektif. Hatiningrum, SH.

LAMPIRAN A. Data Try Out A-1DATA TRY OUT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN KELAS A-2DATA TRY OUT BERPIKIR POSITIF

PENAMPILAN DIRI DAN KEPRIBADIAN

Komunikasi. Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).

BAB 2 TINJUAN PUSTAKA. dan sebuah karakter unik yang memberikan konsistensi sekaligus individualis bagi

Mendengar Secara Aktif

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Indonesia bukan tentang ilmu bahasa atau ilmu sastra, melainkan peningkatan

Butterfly in the Winter

BAB VI HUBUNGAN PENGETAHUAN BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR ETNIS

BAB V HUBUNGAN MOTIVASI BERKOMUNIKASI DENGAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR ETNIS

Transkripsi:

BERANI BICARA DI DEPAN PUBLIK

Apakah Anda pernah mengalami gejala-gejala berikut : Detak jantung yang semakin cepat Lutut gemetar, membuat anda sulit berdiri atau berjalan menuju mimbar, atau sulit berdiri tenang di muka pendengar Anda. Suara yang bergetar, seringkali disertai mengejangnya otot tenggorokan, atau terkumpulnya lendir di tenggorokan.

Lanjutan Gelombang hawa panas, atau perasaan seperti akan pingsan. Kejang perut, kadang-kadang disertai perasaan mual. Hiperventilasi, yaitu termasuk kesulitan untuk bernafas. Mata berair, atau hidung berlendir

Mengulang kata, kalimat, atau pesan, sehingga pembicara terdengar seperti sebuah radio rusak. Hilang ingatan, tidak mampu mengingat fakta atau angka secara tepat, dan melupakan hal-hal yang sangat penting. Tersumbatnya pikiran, yang membuat Anda tidak tahu apa yang harus diucapkan selanjutnya.

Rasa takut yang bahkan bisa muncul sebelum Anda tampil. Rasa tidak mampu Rasa kehilangan kendali. Rasa tidak berdaya, seperti seorang anak yang tidak mampu mengatasi masalah. Rasa malu Panik Rasa malu atau merasa dipermalukan, saat presentasi berakhir.

Berarti Anda sedang mengalami gejala psikis berupa gejala fisik, mental atau emosional. Ketiga gejala ini bisa saling berinteraksi. Rasa ngeri yang muncul saat Anda duduk dan menunggu giliran untuk bicara, bisa menyebabkan jantung Anda berdetak cepat tanpa kendali. Detak jantung yang tanpa kendali, bisa membuat anda merasa lebih gugup, sehingga tenggorokan anda mulai menegang. Konsentrasi Anda terganggu, sehingga bicara Anda menjadi kacau. Ketika anda berusaha dengan susah payah untuk menemukan kata-kata, mengulang kalimat, atau kehilangan ide, rasa malu dan rasa kehilangan kendali bisa muncul dengan sangat mudah.

UNTUK ITU ANDA HARUS MELAKUKAN PERSIAPAN Persiapan psikologis berarti mempersiapkan diri baik fisik dan psikis sehingga batin menjadi tenang terutama menjelang penampilan. Hendrikus (1999 : 168-169) memberikan tip-tip sebagai berikut :

Yang utama adalah persiapan yang teliti. Kalimat pertama dan terakhir harus dapat dihafal. Percaya pada diri sendiri karena sudah melakukan persiapan. Sikap tenang, tidak takut atau ketakutan.

Yakinkan diri anda bahwa anda sungguhsungguh sudah mempersiapkan diri anda. Yakinkan bahwa anda sudah menguasai bahan dan anda sendiri sanggup. Semuanya pasti beres! Jangan makan atau minum teh terlalu banyak Jangan makan atau minum teh terlalu banyak sebelum tampil untuk berbicara karena mencerna adalah pekerjaan yang berat dan melelahkan. Bila tubuh masih bekerja berat, kesanggupan untuk berpikir akan menurun.

Jangan pernah naik mimbar untuk presentasi/pidato dengan perut kosong. Sekurang-kurangnya harus makan atau minum sedikit, sebab pekerjaan psikis yang berat membutuhkan juga banyak kalori dan tenaga. Jangan minum terlalu banyak alkohol atau kopi yang terlalu keras sebelumnya, karena dapat menyebabkan pusing atau mabuk. Satu gelas air dingin yang segar dapat membantu memberi ketenangan.

Jangan lupa untuk pergi ke toilet (WC) sebelum tampil untuk berpidato. Perut dan kandung kecing yang penuh akan menurunkann daya juang dan daya tempur. Kalau di toilet ada cermin, telitilah sekali lagi pakaian anda, baju, dasi, jas, celana panjang, sepatu dan sebagainya. Ambillah kesempatan berjalan-jalan di luar untuk menghirup udara segar.

Jangan pernah menelan tablet penenang, kalau anda tidak pernah mencoba semacam itu untuk mengetahui reaksinya. Sekurang-kurangnya lima belas menit sebelum presentasi, jangan pikirkan lagi mengenai tema yang akan dibicarakan dalam ceramah. Bergembiralah bahwa anda mendapat kesempatan untuk boleh berbicara di depan umum. Kesempatan seperti itu sulit diperoleh.

Memperhatikan sikap Anda sebelum pidato/presentasi pada saat presentasi sesudah pidato/presentasi

Sikap sebelum menuju mimbar Penampilan. Anda akan menjadi pusat perhatian. Lihatlah pakaian yang Anda kenakan, apakah sudah sesuai dengan situasi dan kondisi khalayak? Pakailah setelan safari, karena pakaian ini cocok dipakai pada situasi apapun, dan pada khalayak yang manapun. Tunjukkan sikap simpatik di tengah-tengah pertemuan sebelum dipersilakan naik mimbar. Sikap simpatik berarti tidak bermuka kecut atau mengobral senyum, namun yang wajar saja.

Tunjukkan sikap tenang ketika berjalan menuju mimbar. Begitu anda dipersilakan naik mimbar, maka Anda akan menjadi pusat perhatian dari Anda mulai berdiri sampai nanti duduk kembali. Sikap tenang menunjukkan rasa percaya diri Anda. Berilah hormat pada tokoh, pejabat atau orang yang dituakan yang biasanya duduk di deretan kursi depan.

Sikap pada saat pidato Begitu Anda naik mimbar, semua pasang mata akan tertuju pada Anda. Bagi yang terbiasa tampil di depan orang banyak tidak masalah, tetapi buat Anda yang pemula, sorot mata berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus berpasang-pasang mata itu dapat membuat Anda gentar dan demam panggung.

Cara untuk menghilangkan suasana yang bisa membuat gugup dan gagap ini, ialah :

Percaya pada diri sendiri karena telah melakukan persiapan Bersikap tenang, tidak menunjukkan ketakutan Menghirup nafas panjang dan dalam tanpa terlihat oleh hadirin Menatap hadirin pada bagian atas matanya, bukan pada matanya yang sedang menyorotkan sinar matanya

lanjutan Berbicara dengan gaya orisinal, tidak meniru gaya pidato lain Berbicara dengan sikap sama-sama sederajat dan tidak menggurui Berbicara dengan nada naik turun, tidak datar menjemukan Berbicara dengan menunjukkan wajah yang cerah untuk mendapat simpati audiens

Berbicara dengan mengatur tempo agar dapat didengar dan dicerna jelas oleh hadirin, tegas kapan harus berhenti lama (titik) dan jelas bilamana berhenti sejenak (koma) Berbicara dengan memberikan tekanantekanan pada hal-hal tertentu untuk mendapat perhatian khusus dari hadirin Berbicara dengan tetap memelihara kontak pribadi dengan hadirin

Saat meninggalkan mimbar Ucapkan salam akhir sebagai tanda hormat kepada hadirin Bersikaplah tetap tenang dan tertib Jika menggunakan naskah, lembar-lembar kertas dilipat dulu dengan tenang, dan kemudian dimasukkan ke dalam saku. Demikian juga dengan kacamata untuk membaca, bereskan dari mimbar dengan halus dan tetap tenang.

Lanjutan Turun dari mimbar dengan wajah ceria disertai sunggingan senyum dan langkah yang mantap dan tenang. Memberi hormat kembali kepada tokoh Memberi hormat kembali kepada tokoh yang dituakan yang duduk di deretan belakang.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan 1. Ekspresi muka 2. Gerakan-gerakan 3. Suara 4. Penampilan fisik dan pakaian

a. Ekspresi muka» Senyum Merupakan ekspresi muka yang terpenting. Suatu senyuman menyiratkan rasa percaya diri dan pengertian. Tak ada yang lebih hangat daripada seulas senyum yang tulus. Jangan memaksa diri untuk tersenyum sehingga terkesan dibuat-buat. Ini artinya anda telah membohongi audiens.

»Kontak mata Pembicara yang senantiasa melayangkan mata ke tempat yang kosong atau matanya terpaku pada tali sepatunya tidak akan mendapat banyak perhatian atau menunjukkan suatu rasa kurang pada diri sendiri. Pada saat berbicara dengan kelompok, mudah sekali melakukan kontak mata. Angkat saja kepala anda dan variasikan arah pandangan anda. Kontak mata langsung merupakan cara yang luar biasa untuk menekankan suatu pokok penting dan menanamkan ketulusan hati anda sendiri. Ini berarti bahwa anda telah mengembangkan kepedulian dengan pendengar.

Suatu penelitian menemukan bahwa kontak mata langsung dengan audiens signifikan dengan bertambahnya kredibilitas terhadap komunikator. Dengan memelihara kontak mata terhadap audiens, orator akan mengetahui persepsi dari interaksinya dengan pendengar, akan menyadari reaksi dan tingkah laku mereka. Audiens yang cemberut, mengeryitkan kening, tersenyum, tepukan tangan, suara ketidakpuasan, mengangguk, mengantuk, berbisik atau menggelengkan kepala adalah respon audiens mengenai apa yang mereka pikirkan.

»Wajah Wajah mampu mengekspresikan humor, keheranan, kebingungan, keprihatinan atau sebagian atau seluruh keadaan emosi anda. Variasi ekspresi merupakan kunci untuk memelihara perhatian dan minat para pendengar Anda. Tak seorangpun suka memandang wajah yang kosong atau dingin tanpa ekspresi dalam waktu yang cukup lama.

Gerakan-gerakan Postur. Merupakan refleksi keseimbangan dan kesiapan orator. Selama bicara hindari gerakangerakan berikut : jatuh dari mimbar, memindahkan berat badan, bertumpu pada kaki yang satu ke kaki yang lain, menggoyangkan badan dari samping kiri ke kanan, mengayunkan badan ke depan ke belakang, jangan berdiri dengan posisi kaku dan dibuat-buat atau begitu santai sehingga justru nampak tidak serius.

Orator harus dapat menemukan postur yang paling enak dan efektif, enak tapi santai dan juga bisa melihat situasi. Dalam situasi yang lebih formal, postur orator harusnya lebih tegas atau sedikit kaku, namun dalam situasi non formal bisa rileks.

Gestur. Adalah gerakan kepala, tangan, bahu, yang digunakan untuk membantu memperjelas dalam berkomunikasi. Gerakan-gerakan tersebut berfungsi : Membantu menjelaskan atau menggambarkan apa yang sedang dibicarakan Digunakan untuk mendapatkan atau mempertahankan perhatian yang telah ada Diberikan untuk memberi tekanan-tekanan pada hal tertentu

Nada suara Volume, tinggi rendahnya, daya ekspresinya dan ketrampilan Anda menggunakan semuanya itu menyiratkan keadaan pikiran anda dan mempengaruhi tanggapan pendengar terhadap apa yang anda sampaikan. Bila anda menyampaikan pesan anda dalam satu nada saja atau monoton, pendengar akan bosan. Bila suara anda bergetar atau anda berbicara sangat cepat, jelaslah bahwa anda merasa tidak tentram.

Lanjutan Anda tidak sedang berpidato tetapi anda sedang berbicara dengan pendengar anda, dan anda harus berusaha keras mencapai segala kualitas suara yang akan menghasilkan pembicaraan yang baik : antusiasme, variasi, informalitas dan ketulusan. Bila anda percahya pada apa yang sedang anda katakana, hal ini akan tercermin pada suara anda dan pendengar anda akan mempercayai anda.

Karakter suara Pitch atau nada Yaitu frekuensi getaran yang dihasilkan oleh obyek-obyek getar. Bunyi yang dihasilkan oleh obyek getar yang cepat disebut nada tinggi, sedang yang lambat dinamai nada rendah. Instrumen getar mempunyai panjang, gumpalan dan tegangan yang berpengaruh pada frekuensi getar. Pada manusia faktor penting yang diperlukan yakni kelenturan vokal dan tekanan-tekanan di tenggorokan.

Range atau rentang suara Ialah jarak antara suara tinggi dan suara rendah yang bisa dihasilkan. Rentang suara manusia adalah 4 oktaf. Loudness atau kekerasan Yakni interpretasi secara psikologis oleh pendengar terhadap kerasnya suara yang dihasilkan.

Rate atau rata-rata Adalah jumlah kata yang diucapkan pada suatu waktu, biasanya dengan menit. Jumlah kata yang dapat diucapkan per menit bervariasi dari 90-230 kata. Ratarata orang bicara 125-150 kata per menit. Tetapi rata-rata ucapan kata itu sendiri tergantung berbagai faktor seperti emosi, kepribadian, situasi, mood dan materi pidato.

Kualitas suara Merupakan sumber suara yang didengar oleh audiens termasuk di dalamnya jelas tidaknya sesuatu huruf atau kata yang diucapkan. Bunyi nasal, diftong bagaimana terdengar dengan jelas.

Penampilan fisik dan pakaian Tak dapat disangkal bahwa apa yang kita kenakan dan bagaimana kita mengenakannya memberikan tanda yang ampuh. Selain berfungsi menjaga agar tubuh tidak kepanasan dan kehujanan serta memelihara kesopanan, pakaian merupakan indikasi status kita (siapa diri kita menurut kita sendiri dan orang lain). Masalahnya adalah suatu pesan penting dapat kehilangan arti dan disalahtafsirkan hanya karena pakaian yang kurang pantas.

Pertanyaan berkaitan dengan penampilan pakaian ini untuk evaluasi diri menyangkut 2 hal : Bagaimana memantaskan diri dan bagaimana berdiri dengan pakaian yang kita kenakan? Apa yang harus dipakai agar dapat diterima oleh suatu kelompok masyarakat, tanpa harus hanyut dalam mode-mode yang tidak pantas? Hal ini bisa dilakukan jika anda memiliki kesadaran diri : anda mengetahui siapa diri anda, di mana anda berada, anda ingin menjadi siapa dan kemana anda akan pergi?

Gaya dan mode selalu berubah dan aturan pertama tentang pakaian, perhiasan dan mode rambut adalah bahwa tak ada aturan. Terserah anda! Bila anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri, anda akan merasa nyaman dengan apapun yang anda kenakan. Yang perlu diingat adalah :

Lanjutan Senangkanlah diri anda sendiri dengan pendapat orang-orang mengenai penampilan dan pakaian yang anda kenakan di beberapa tempat pada situasi tertentu. Anda perlu juga memperhatikan pendapat orang-orang mengenai penampilan dan pakaian yang anda kenakan di beberapa tempat pada situasi tertentu.

EVALUASI DAPAT DILAKUKAN OLEH DIRI SENDIRI MAUPUN ORANG LAIN