FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM

dokumen-dokumen yang mirip
Pengantar Ilmu Hukum

Pengantar Ilmu Hukum

Pengantar Ilmu Hukum

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

SEB E U B A U H H MAT A A T KULIAH

RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN

PENDAHULUAN HUKUM & KODE ETIK KOMUNIKASI

HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Primary needs, Pengalaman-pengalaman tersebut menghasilkan nilai-nilai

SUMBER HUKUM TATA NEGARA

SEGI TIGA KESEIMBANGAN: TUHAN, MANUSIA DAN ALAM RAYA

mens wordt eerst mens door samenleving met anderen yang artinya manusia itu baru

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR : 03 TAHUN 2009 TENTANG ETIKA DAN TATA TERTIB PERGAULAN MAHASISWA DI KAMPUS

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambaha

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang

HUKUM PERJANJIAN & PERIKATAN HUBUNGAN BISNIS ANDRI HELMI M, SE., MM.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SK Rektor Nomor : 591/IKIPVET.H/Q/VII/2013 Tentang PERATURAN DISIPLIN KEMAHASISWAAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Norma Dalam Kehidupan Masyarakat

PENGATURAN PERKAWINAN SEAGAMA DAN HAK KONSTITUSI WNI Oleh: Nita Ariyulinda Naskah diterima : 19 September 2014; disetujui : 3 Oktober 2014

KUMPULAN SOAL-SOAL UTS HUKUM ADAT

SUMBER HUKUM A. Pendahuluan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB IV ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENCATATAN PERKAWINAN ANAK ANGKAT DI KUA KEC. SAWAHAN KOTA SURABAYA

1. Plato, dilukiskan dalam bukunya Republik. Hukum adalah sistem peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat.

III NILAI-NILAI DAN NORMA SOSIAL

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 04 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik)

SUMBER HUKUM ADMINISTRASI NEGARA MAKALAH

FH UNIVERSITAS BRAWIJAYA

STRUKTUR SOSIAL DAN HUKUM

BAB I PENDAHULUAN. perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama

NORMA & LEMBAGA SOSIAL. fitri dwi lestari

BAB IV MENGAPA HAKIM DALAM MEMUTUSKAN PERKARA NOMOR 0091/ Pdt.P/ 2013/ PA.Kdl. TIDAK MENJADIKAN PUTUSAN MAHKAMAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2009 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Penegakan hukum adalah kegiatan menyerasikan hubungan-hubungan, nilai-nilai

PENGERTIAN ETIKA PROFESI

WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN WARGA NEGARA, PENDUDUK, DAN BUKAN PENDUDUK

PRANATA HUKUM. Mariyani. A. Pengertian Hukum dan Pranata Hukum

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA. Perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Perkawinan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Indonesia merupakan negara hukum yang menyadari, mengakui, dan

HUKUM PERBANKAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Hidup bersama di dalam bentuknya yang terkecil itu dimulai dengan adanya

Sumber Hukum Tempat untuk menggali / menemukan hk nya 7/11/2008 Sumber2 Hk - Joeni Arianto 2

Daftar Pustaka. Glosarium

RANGKUMAN / KESIMPULAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN IDEOLOGI NASIONAL

Pengantar Hukum Indonesia Materi Hukum Pidana. Disampaikan oleh : Fully Handayani R.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH BERDASARKAN UU NO. 10 TAHUN Oleh : Tim Pusat Kajian Hukum Dan Kemitraan Daerah Fakultas Hukum Unsoed

HUKUM SEBAGAI MEKANISME PENGINTEGRASI

BAB I PENDAHULUAN. agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Negara Republik Indonesia sebagai negara hukum artinya meniscayakan

2017, No tentang Kode Etik Pegawai Badan Keamanan Laut; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembara

PERJANJIAN KAWIN YANG DIBUAT SETELAH PERKAWINAN TERHADAP PIHAK KETIGA (PASCA PUTUSAN MAHKMAH KONSTITUSI NOMOR 69/PUU-XIII/2015) Oleh

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

KISI KISI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 1974, TLN No.3019, Pasal.1.

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 25/PER/M.KOMINFO/12/2011 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. senantiasa hidup bersama dengan orang lain. Naluri untuk hidup bersama

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Pandangan tokoh Teori Sociological Jurisprudence mengenai hukum yang baik dalam. masyarakat

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1998 TENTANG KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DIMUKA UMUM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

1

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

BAB I PENDAHULUAN. sampai dengan Pasal 1600 KUH Perdata. Sewa-menyewa dalam bahasa Belanda disebut dengan huurenverhuur

BAB I PENDAHULUAN. Hukum adalah sesuatu yang sangat sulit untuk didefinisikan. Terdapat

Latar Belakang Lahirnya Sosiologi Hukum

Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 69/PUU-XIII/2015

BAB I PENDAHULUAN. mengatur hidup manusia dalam bermasyarakat. Didalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkawinan merupakan hal yang sakral dilakukan oleh setiap manusia

Disusun oleh : Tedi Sudrajat, S.H. M.H. Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2011

NILAI KEADILAN DALAM PENGHENTIAN PENYIDIKAN Oleh Wayan Rideng 1

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

PENGANTAR ILMU HUKUM. Henry Anggoro Djohan

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1998 TENTANG KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan bermasyarakat banyak sekali nilai-nilai dalam

BAB I. PENDAHULUAN. Advendi Simangunsong, Elsi Kartika Sari, Hukum Dalam Ekonomi, Jakarta, PT Gramedia Widiasrana Indonesia. halaman 2.

Ringkasan Putusan.

BAB III PRAKTEK PENDAFTARAN TANAH PEMELIHARAAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN SURAT KUASA JUAL

Ringkasan Putusan.

Transkripsi:

FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM

Materi Perkuliahan Perihal Kaedah Hukum 1. Pendahuluan Disiplin, Kaedah Hukum dan Kaedah Etika Lainnya 2. Kaedah Hukum Abstrak dan Konkrit 3. Isi Dan Sifat Kaedah Hukum 4. Perumusan Kaedah Hukum 5. Tugas Kaedah Hukum 6. Esensialia Daripada Kaedah Hukum 7. Penyimpangan Kaedah Hukum 8. Penyataan Kaedah Hukum 9. Tanda-tanda Penyataan Kaedah Hukum 10. Kelakukan Kaedah Hukum

Disiplin Disiplin Sistem ajaran mengenai kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi. Analitis Sistem ajaran yang menganalisa, memahami serta menjelaskan gejala-gejala yang dihadapi. Preskriptif Sistem ajaran yang menentukan apa yang seyogyanya atau seharusnya dilakukan. Deskriptif Sistem ajaran yang menetukan apa yang senyatanya dilakukan Disiplin Hukum Ilmu-Ilmu Hukum - Ilmu Tentang Kaedah - Ilmu Tentang Kenyataan - Ilmu Tentang Pengertian Politik Hukum Kegitan-kegiatan memilih nilai-nilai dan menetapkan nilai-nilai. Filsafat Hukum Perenungan dan perumusan nila-nilai.

Arti Hukum Imanuel Kant Hukum tidak dapat didifinisikan. Van Apeldoorn Hukum tidak dapat didifinisikan karena hukum mencakup aneka macam segi dan aspek, dan karena luasnya ruang lingkup hukum. 9 (sembilan arti hukum yang diberikan oleh masyarakat)

Arti Hukum Menurut Masyarakat 1. Hukum sebagai ilmu pengetahuan 2. Hukum sebagai disiplin 3. Hukum sebagai kaedah 4. Hukum sebagai tata hukum 5. Hukum sebagai petugas (hukum) 6. Hukum sebagai keputusan penguasa 7. Hukum sebagai proses pemerintah 8. Hukum sebaga perikelakuan yang ajeg atau sikap tindak yang teratur 9. Hukum sebagai jalinan nilai-nilai

Unsur-Unsur Hukum Unsur Idiil Riil Hasrat Susila (perasaan) Rasio Manusia (akal/pikiran) Manusia Budaya Materi Lingkungan Alam Asas-asas hukum Pengertian Hukum Tata Hukum/Hukum Positif/Ius Constitutum

Proses Terjadinya Kaedah 1. Manuasia didalam kehidupannya memiliki suatu pola kehidupan tertentu, dikarenakan manusia sejak dilahirkan memiliki kemampuan untuk berprilaku dan bersikap tindak (dengan cara mencotoh atau berdasarkan petunjuk); 2. Pola tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya karena, apabila kebutuhan manusia tidak terpenuhi maka manusia akan merasa khawatir; 3. Jika manusia merasa pola tersebut sudah tidak dapat memenuhi kebutuhannya maka manusia akan mencari suatu pola tertentu; 4. Pola-pola kehidupan manusia tersebut tidak lain merupakan suatu struktur atau tatanan dari kaedah-kaedah untuk hidup. Jadi yang dikatakan sebagai kaedah adalah patokan atau ukuran ataupun pedoman untuk berprikelakuan dan bersikap tindak dalam hidup manusia.

Macam-Macam Kaedah No Kaedah Aspek Fundamentil Aktuil 1 Kepercayaan Pribadi Manusia harus yakin dan mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. -Solat/Sembahyang -Kegerja -Puasa, dll. 2 Kesusilaan Seseorang harus memiliki hati nurani yang bersih. -Tidak curiga -Iri hati, Benci. 3 Sopan santun Antar Pribadi Orang harus memelihara kesedapan hidup bersama. -Hormat-menghormati, dll. 4 Hukum Manusia seharusnya bertingkahlaku dan bersikaptindak sesuai dengan kaedah hukum, hanya apabila kaedah hukum tersebut menjamin kedamaian hidup bersama. -Pasal-pasal dalam perundang-undangan.

Pentingnya Kaedah Hukum Ketiga tata kaedah yang lain daripada kaedah hukum, tidak meliputi keseluruhan hidup manusia. contoh: pencatatan kelahiran, perkawinan, dan peraturan lalulintas. Kemungkinan hidup bersama menjadi tidak pantas atau tidak seyogya, apabila hanya diatur oleh tiga tata kaedah tersebut. contoh: mencurigai oranglain melakukan pencurian bertentangan dengan kaedah kesusilaan, menunjukan kecurigaan tersebut bertentangan dengan kaedah sopan santun, jika benar mencuri maka perlu kaedah hukum. Sanksi-sanksi yang diberikan oleh ketiga kedah tersebut belum memuaskan. contoh: sanksi kaedah kepercayaan tidak secara langsung dirasakan, sanksi kaedah kesusilaan & sopansantun dikucilkan masyarakat. sanksi-sanksi tersebut tidak dirasakan secara langsung dengan memuaskan sehingga kurang menjamin kepentingan manusia.

Kaedah Hukum Abstrak dan konkrit Teori Stufenbau (Hans Kelsen). Hubungan antara kaedah hukum abstrak dan konkrit dengan individu dan umum.

Teori Hukum Murni Teori hukum murni atau Reine rechtslehre atau the pure theory of law Hukum harus dibersihkan dari faktor-faktor politis, sosiologis, filosofis dan lain-lainya yang mempengaruhi hukum Artinya: metode pengkajian hukum tidak boleh dikacaukan dengan metode pengkajian ilmu-ilmu lain, sehingga makna dan hakekat dari hukum terpelihara dari pengaruh disiplin-disiplin ilmu-ilmu lain.

Teori Efektifitas Bahwa orang seharusnya bersikap tindak sesuai dengan tata kaedah hukum, hanya apabila tata kaedah hukum tersebut secara menyeluruh efektif. Artinya: adanya hubungan hierarkis yang dilaksanakan secara konsisten, tidak kontradiksi, baik dari bentuknya mapun subtansinya.

Teori Stufenbau Hans Kelsen Grundnorm Konstitusi Kaedah Umum Kaedah Individu Abstrak Konkrit Suatu tata hukum merupakan sistim kaedah hukum secara hierarkhis; Susunan kaedah-kaedah hukum yang sangat diserdehanakan dari tingkat terbawah keatas: a. Kaedah Individu b. Kaedah Umum c. Kaedah Konstitusi d. Grundnorm/kaedah dasar Sahnya kaedah-kaedah dari golongan tikatan yang lebih rendah tergantung atau ditentukan oleh kaedah-kaedah golongan tingkat yang lebih tinggi.

Hubungan antara Kaedah Hukum Abstak dan Konkrit dengan Individu dan Umum. Kaedah-kaedah umum bersifat abstrak. Artinya, bahwa kaedah tersebut belum ditujukan kepada orangorang atau pihak-pihak tertentu. Kaedah-kaedah individu bersifat konkrit Artinya, bahwa kaedah tersebut telah ditujukan kepada orang-orang atau pihak-pihak tertentu.

Isi Kaedah Hukum Suruhan/Printah Dalam hal keadaan yang memeaksa Presiden berhak menetapkan peraturan pengganti undangundang. Seseorang yang mengetahui adanya permufakatan jahat, disuruh melapor kepada pejabat yang berwenang. Larangan Dilarang melakukan perkawinan dalam hal memiliki hubungan darah. Seseorang dilarang melakukan pembunuhan. Kebolehan/perkenaan Pihak-pihak yang menikah diperbolehkan mengadakan perjajian perkawinan

Sifat Kaedah Hukum Imperatif Secara a priori harus ditaati Fakultatif Tidak secara a priori tidak mengikat atau tidak wajib dipatuhi

Hubungan Isi dan Sifat Kaedah Hukum Kaedah-kaedah hukum yang berisikan suruhan dan larangan bersifat imperatif Imperatif Suruhan Larangan Kaedah-kaedah hukum yang berisikan kebolehan bersifat fakultatif Fakultatif Kebolehan

Ruang Lingkup Perumusan Kaedah Hukum Hipotesis Bersarat artinya ada suatu kondisi yang akan melahirka konsekwensi. Contoh : seseorang membunuh maka akan dipenjara (adanya sanksi) Kategoris Tidak bersarat artinya tidak adanya suatu konsekwensi tertentu Contoh : pada asasnya seorang pria hanya boleh memiliki satu orang istri (pasal 3 UU No 1/1974)

Perbedaan Antara Dalil Alam dengan Kaedah Hukum. Hal Dalil Alam Kaedah Hukum Persamaan Perbedaan Baik kaedah hukum dan dalil alam sama-sama merupakan pandangan hipotesis. Apabila terjadi suatu sebab maka kejadian tersebut akan diikuti kejadian lain yang merupakan akibat (sebab akibat). Apabila seseorang melakukan perikelakuan tertentu, maka orang lain harus berprikelakuan atau bersikaptindak menurut cara tertentu (prinsip imputasi). Tidak adanya campur tangan manusia. Hubungan sebab akibat merupakan mata rantai tanpa batas. Hubungan normatif dicipakan oleh manusia. Ilmu hukum menjelaskan obyeknya (hukum) dalam bentuk preposisi-preposisi yang merumuskan keharusan-keharusan.

Tujuan Hukum Ketertiban Ketenangan

Tugas Hukum Memberikan kepastian hukum Memberikan kesebandingan hukum

Dwitunggal Kaedah Hukum Memberikan kepastian hukum tertuju kepada ketertiban Kepastian Hukum Ketertiban Memberikan kesebandingan hukum tertuju kepada ketenangan Kesebandingan hukum Ketenangan Dikatakan dwitunggal kaedah hukum oleh karena pada kaedah hukum yang umum/abstrak, hedaknya dapat melaksanakan kedua tugas tersebut sekaligus.

Hubungan Tugas Kaedah Hukum dengan Kaedah Individu dan Umum Kaedah Hukum yang umum lebih mengutamakan kepastian hukum Kaedah Umum Kepastian Hukum Kaedah Hukum yang individu lebih mengutamakan kesebandingan hukum Kaedah Individu Kesebandingan Hukum

Sifat memaksa dari kaedah-kaedah hukum adalah tidak essensil, sebaliknya sifat membatasi atau mematoki kaedah-kaedah hukum adalah essensil.

Ruang Lingkup Penyimpangan Kaedah Hukum Penyimpangan Pengecualian Delic Pembenar Bebas Kesalahan Pengecualian artinya penyimpangan dari patokan atau pedoman dengan dasar yang sah. a. Pembenar b. Bebas Kesalahan Delic artinya penyimpangan dari patokan atau pedoman yang tidak mempunyai dasar yang sah.

Perbedaan Pembenar dan Bebas kesalahan Pada pembenar tidak ada orang lain atau pribadi lain yang dapat dipersalahkan Pada bebas kesalahan terdapat orang lain atau pribadi lain yang dapat dipersalahkan.

Pembedaan antara yang mana penyataan kaedah hukum individu, dengan yang mana penyataan kaedah hukum umum. - Hans Kelasen - Ter Haar Pembedaan antara kebiasaan dengan penyataan kaedah hukum. -Ter Haar - Logemann Sifat Penyataan Kaedah Hukum

Pembedaan Antara yang Mana Penyataan Kaedah Hukum Individu, Dengan yang Mana Penyataan Kaedah Hukum Umum (Hans Kelsen) Mula-mula harus ada kaedah hukum umum terlebih dahulu, baru akan ada penyataan kaedah hukum individu, oleh karena penyataan kaedah umum merupakan dasarnya. Kaedah Individu Kaedah Umum

Pembedaan Antara yang Mana Penyataan Kaedah Hukum Individu, Dengan yang Mana Penyataan Kaedah Hukum Umum (Ter Haar) Kaedah Hukum Individu yang menyimpukan Kaedah Hukum Umum. Kaedah Individu Kaedah Umum Keputusan yang diambil oleh kepala adat/hakim, harus dilihat sebagai kaedah hukum individu yang menyimpulkan kaedah hukum umum. hal ini dapat terjadi pada kasus yang lama Kaedah Hukum Umum ditarik dari Kaedah Hukum Individu. Kaedah Individu Kaedah umum Hakim harus sadar bahwa ia turut membentuk hukum dan harus memperhatikan keputusan-keputusan sebelumnya. hal ini dapat terjadi keputusan hakim yang berdasarakan yurisprudensi hakim sebelumnya. Kaedah Hukum Individu dan Kaedah Hukum Umum timbul/ada bersama-sama. Kaedah Individu Kaedah Umum apabila tidak terdapatnya kaedah hukum umum dan tidak adanya keputusan hakim sebelumnya, maka yang berwenang dapat meberikan keputusan yang merupakan penyataan kaedah individu yang sah sebagai kaedah hukum umum. Hal ini terjadi pada kasus yang baru.

Pembedaan Antara Kebiasaan Dengan Penyataan Kaedah Hukum Ter Haar Adanya kebiasaan dalam masyarakat terlebih dahulu baru terbentuknya penyataan kaedah hukum. Logemann - Penyataan kedah hukum diikuti kebiasaan - Kebiasaan yang mendahului penyataan kaedah hukum

Sifat Penyataan Kaedah Hukum Konstruktif/Kreatif Penyataan kaedah hukum individu yang sekaligus merupakan penyataan kedah hukum umum. Eksekutif Penyataan kedah hukum individu yang berdasarkan kaedah hukum umum.

Tanda-tanda yang berwujud Bahan-bahan resmi tulisan (UU, SK, dll.); Rambu-rambu lalulintas; Benda-benda lain (Dewi Themis). Tanda-tanda yang tidak berwujud Suara (klakson mobil, sirene, dll); Kata-kata lisan; Perintah lisan.

Hal Berlakunya Landasan Yuridis Sosiologis Filosofis Sasaran Wilayah Pribadi/subyek Masa/Waktu Ihwal/obyek Landasan Berlakunya Kaedah Hukum 1. Yuridis 2. Sosiologis 3. Filosofi Sasaran Berlakunya Kaedah Hukum 1. Ruang lingkup Wilayah 3. Ruang lingkup Masa 2. Runag lingkup Pribadi 4. Ruang Lingkup Ihwal