RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN
|
|
|
- Iwan Budiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 UNIVERSITAS PANCASILA FAKULTAS HUKUM RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : 1. Pengantar Ilmu Hukum (HID 10103) 2. Pengantar Hukum Indonesia (HID 10104) Jumlah Semester : Masing-masing 4 SKS : Gasal dan Genap I. PENGANTAR ILMU HUKUM (PIH) 1.1. Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar mata kuliah PIH ini adalah untuk memberikan dasar pengetahuan kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila sehingga mampu memahami dasar-dasar ilmu hukum sebagai landasan untuk mengikuti materi perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya Satuan Acara Perkuliahan Satuan acara perkuliahan ini merupakan kesatuan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan umum perkuliahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan / tatap muka akan diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran bahasan yang jelas dan terintegrasi dalam tujuan umum yang akan dicapai. Dalam tiap pertemuan / tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Pengertian, tempat dan fungsi PIH, ruang lingkup Disiplin Hukum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai manusia dan masyarakat, serta dilanjutkan dengan pembahasan tentang sistem hukum dan klasifikasi hukum (pembedaan hukum). Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian dan tempat ilmi hukum dalam kerangka disiplin hukum, hubungan hukum, masyarakat hukum dan sistem hukum.
2 Pada akhir pokok bahasan ini, masasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan perbedaan lingkup studi antara PIH dengan PHI; 2. Menjelaskan pengertian disiplin hukum dan ruang lingkupnya; 3. Menerangkan kedudukan manusia sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat; 4. Menjelaskan pengertian sistem dan sistem hukum bagian-bagiannya; 5. Menerangkan klasifikasi dan pembedaan hukum yang dikenal. B. Kaedah hukum dan kaedah-kaedah etika lainnya dengan pokok bahasan mengenai kaedah kepercayaan, kaedah kesusilaan, kaedah sopan santun dan kaedah hukum. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai macam kaedah, baik kaedah aspek hidup pribadi maupun kaedah aspek hidup antar pribadi serta mengerti tujuan dari masing-masing kaedah. 1. Menjelaskan hubungan hukum dan nilai-nilai; 2. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kepercayaan; 3. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kesusilaan; 4. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah sopan santun; 5. Menerangkan pengertian/tujuan kaedah hukum; 6. Menjelaskan berbagai pengertian hukum (paling tidak ada sembilan arti hukum yang perlu dikenal oleh mahasiswa). C. Membahas tentang aspek dan latar belakang kaedah hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek dan latar belakang kaedah hukum secara lebih mendalam. 1. Menjelaskan perbedaan dan hubungan antara kaedah hukum dan kaedah-kaedah lainnya; 2. Menjelaskan pengertian sollen-sein dalam hukum; 3. Menjelaskan hubungan antara hukum dan kekuasaan; 4. Menjelaskan isi, sifat dan bentuk kaedah hukum; 5. Menjelaskan pengertian asas hukum; 6. Menerangkan kekuatan berlakunya undang-undang, baik secara yuridis, sosiologis dan filosofis.
3 D. 1. Menjelaskan pengertian masyarakat hukum; 2. Menjelaskan pengertian subyek hukum (pribadi kodrati dan pribadi hukum) dan kewenangan hukum; 3. Menjelaskan pengertian hak (absolut/relatif) dan kewajiban; 4. Menjelaskan pengertian peristiwa hukum; 5. Menjelaskan pengertian hubungan hukum; 6. Menjelaskan pengertian obyek hukum. E. Membahas tujuan hukum dengan menguraikan beberapa teori mengenai tujuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai teori tentang tujuan hukum. 1. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori etis; 2. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori utilitis; 3. Menjelaskan kelemahan dari kedua teori tersebut (teori etis dan teori utilitis); 4. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori campuran (antara lain yang dikemukakan oleh Mochtar Kusuma-atmadja, Purnadi Purbacaraka dan Soebekti) F. Membahastentang sumber-sumber hukum yang mencakup sumber hukum materiel, sumber hukum formiel, sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai faktor yang mempengaruhi hukum dan memahami perbedaan / pengertian mengenai sumber hukum materiel/formiel, sumber hukum tertulis/tidak tertulis. 1. Menjelaskan pengertian sumber hukum materiel dan sumber hukum formiel; 2. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya hukum; 3. Menyebutkan sumber-sumber hukum (formiel/materiel dan tertulis/tidak tertulis); 4. Menjelaskan pengertian undang-undang dalam arti formiel dan materiel; 5. Menerangkan berbagai asas perundang-undangan yang berlaku; 6. Menjelaskan pengertian dan arti pentingnya yurisprudensi dalam mempelajari hukum.
4 G. Membahas tentang penegakan hukum dan penemuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses dan tujuan penegakan hukum serta proses penemuan hukum yang dikenal dalam hukum. 1. Menyebutkan dan menjelaskan tiga unsur penting yang harus diperhatikan dalam penegakan hukum; 2. Menjelaskan pengertian penegakan hukum sebagai proses penemuan hukum dan bukan sekedar penerapan hukum; 3. Menerangkan berbagai aliran dalam penerapan hukum (legisme, interezenjurispruden, begriffsjurisprudenz, freirechthewegung); 4. Menjelaskan metode-metode penafsiran/interpretasi yang mencakup penafsiran menurut bahasa/secara gramatikal, historis, sistematis, teleologis, perbandingan hukum, futuristis, restriktif dan ekstansif; 5. Menjelaskan metode berfikir analogi penyempitan hukum dan argumentum a contrario.
5 II. PENGANTAR HUKUM INDONESIA (PHI) 1.1. Tujuan Intruksional Umum Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar matakuliah PIH ini adalah untuk memberi pengetahuan dasar kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila dalam rangka memahami hukum yang berlaku/hukum positif. Atas dasar pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami sendi-sendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia sebagai dasar untuk mengikuti perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya Satuan Acara Perkuliahan Satuan Acara Perkuliahan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses belajar mengajar yang berorientasi pada pemahaman terhadap sendisendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan/tatap muka diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran yang jelas dalam suatu kebulatan sistem. Dalam tiap pertemuan/tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Membahas tentang pengertian tata hukum atau sistem hukum dan dilanjutkan pada pembahasan mengenai tata hukum Indonesia (lahirnya tata hukum Indonesia sebagai akibat dari Proklamasi 17 Agustus 1945) Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian tata hukum/sistem hukum, sejarah hukum, politik hukum, dari Nagara Republik Indonesia. 1. Menjelaskan pengertian tata hukum/sistem hukum dan tata hukum/sistem hukum Indonesia serta menguraikan pembidangan tata hukum Indonesia; 2. Menjelaskan sejarah pluralisme hukum Indonesia dengan menguraikan pasal 131 IS dan pasal 163 IS; 3. Menjelaskan dasar berlakunya berbagai hukum produk kolonial hingga dewasa ini; 4. Menjelaskan pengertian sistem politik hukum dan politik hukum Negara Republik Indonesia; 5. Menjelaskan pengertian sistem hukum dan macam-macam sistem hukum, yakni sistem hukum Eropah Kontinental, sistem hukum Anglo Saxon, sistem hukum Adat, sistem hukum Islam; B. Membahas ruang lingkup Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara yang dilandasi perbedaan antara negara dalam keadaan tidak bergerak ( de staat in rust ) dengan negara dalam keadaan bergerak ( de staat in beweging ) yang mencakup perihal status dan role dalam negara serta rok-playing atau sikap tindak negara.
6 Pada akhir pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu memahami perbedaan lingkup studi dan inti permasalahan antara HTN dengan HAN. 1. Menjelaskan inti permasalahan Hukum Tata Negara dengan menyebutkan siapa saja yang merupakan subyek/pribadi dalam hukum negara; 2. Menjelaskan struktur kelembagaan negara tingkat pusat menurut UUD 1945; 3. Menyebutkan berbagai azas hukum yang terdapat dalam UUD 1945; 4. Menjelaskan sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945; 5. Menjelaskan sistem kekuasaan kehakiman dengan berbagai asas-asasnya; 6. Menjelaskan masing-masing kewenangan dari empat badan peradilan yang ada; 7. Menjelaskan inti permasalah Hukum Administrasi Negara; 8. Menjelaskan perbedaan kegiatan administrasi negara yang berupa proses menciptakan peraturan dan menciptakan keputusan konkrit untuk subyek khusus; 9. Menjelaskan kegiatan atau proses untuk menciptakan keputusan yang berupa ketentuan konkrit dalam bidang bestuur, politic, rechtspraak, regeling ; 10. Menjelaskan fungsi peradilan Tata Usaha Negara. C. Membahas ruang lingkup Bidang Hukum Pidana yang disebut dengan peristiwa pidana, yaitu sikap tindak atau perikelakuan manusia yang masuk lingkup laku perumusan kaedah hukum pidana, yang melanggar hukum dan diedarkan pada kesalahan. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian/ruang lingkup hukum pidana, tujuan dan pembagian hukum pidana, macammacam tindak pidana dan jenis ancaman hukumannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat untuk : 1. Menjelaskan pengertian hukum pidana; 2. Menjelaskan secara singkat berlakunya KUHP Pidana di Indonesia; 3. Menyebutkan unsur-unsur peristiwa pidana; 4. Menjelaskan perbedaan perumusan delik formiel dan delik materiel; 5. Menjelaskan pengertian delik dasar, delik yang meringankan dan delik yang memberatkan; 6. Menyebutkan macam/jenis hukuman menurut pasal 10 KUHPidana; 7. Menjelaskan perbedaan antara hukuman pokok dan hukuman tambahan; 8. Menjelaskan perbedaan antara kejahatan dan pelanggaran; 9. Menjelaskan asas-asas yang terkandung dalam KUHPidana.
7 D. Membahas ruang lingkup dan struktur Bidang Hukum Perdata, yang merupakan sistem kaedah yang mengatur hubungan antar pribadi dalam rangka memenuhi kepentingan-kepentingannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami ruang lingkup struktur hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menguraikan struktur hukum perdata dengan membandingkan sistematika yang terdapat dalam KUHPaerdata (BW) dan menjelaskan pengertian hukum dagang serta menguraikan sejarah singkat KUHDagang (WvK); 2. Menjelaskan pengertian hukum pribadi yang mencakup pribadi kodrati dan pribadi hukum ; 3. Menjelaskan pengertian hak untuk bersikap tindak ( handelingsbevoegd ) dan mampu untuk bersikap tindak/melaksanakan hak ( handelingsbekwaan ); 4. Menjelaskan pengertian kedewasaan menurut hukum adat dan menurut peraturan perundang-undangan (hukum tertulis); 5. Menjelaskan pengertian dan lingkup laku dari hukum harta kekayaan; 6. Menjelaskan pengertian hukum benda; 7. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Barat; 8. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Adat; 9. Menjelaskan hak-hak atas tanah yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1960; 10. Menjelaskan ruang lingkup dari hukum Perikatan dan sistematika KUHD; 11. Menjelaskan pengertian perjanjian (menuruthukum perdata Barat); 12. Menyebutkan berbagai perjanjian dalam KUHPerdata yang penting dan menjelaskan hubungan anatara KUHDagang dan KUHPerdata; 13. Menjelaskan konsep jual beli menurut hukum perdata Adat; 14. Menjelaskan ruang lingkup hukum keluarga; 15. Menjelaskan asas-asas hukum Perkawinan yang terdapat dalam UU No. 1 Tahun 1974; 16. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum adat; 17. Menjelaskan tiga sistem kewarisan menurut hukum adat; 18. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum perdata barat. E. Membahas isi beberapa undang-undang yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan bisnis yang mencakup aspek hukum publik maupun hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami prinsipprinsip/pengertian-pengertian dasar tentang hukum bisnis (business law)
8 Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum bisnis; 2. Mengenal berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kegiatan bisnis; 3. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Dagang; 4. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Perusahaan; 5. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Agraria/Tanah; 6. Menguraikan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Jaminan; 7. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum tantang Hak Atas Kekayaan Intelektual ; 8. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Pasar Modal; 9. Menjelaskan pengertian dan permasalahan yang diatur dalam Peraturan Kepailitan; F. Membahas pengertian hukum acara (pidana dan perdata) serta asas-asas yang berlaku dalam hukum acara pidana dan hukum acara perdata. Pada akhir bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan prinsip-prinsip dari ketentuan hukum acara pidana maupun hukum acara perdata yang berlaku. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum acara (pidana/perdata); 2. Menyebutkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hukum acara pidana dan acara perdata; 3. Menjelaskan tentang asas-asas yang berlaku dalam hukum acara (pidana/perdata); 4. Menjelaskan proses berperkara di pengadilan (perkara pidana/perdata); 5. Menjelaskan bentuk/macam-macam alat bukti yang diakui (pidana/perdata). G. Membahas pengertian hukum Internasional, sumber hukum dan subyek hukum Internasional serta hubungannya dengan hukum nasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan kedudukan hukum Internasional dalam konteks hubungan nasional dan dapat menjadikan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum Internasional; 2. Menyebutkan sumber-sumber hukum Internasional; 3. Menjelaskan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional; 4. Menjelaskan hubungan hukum Internasional dengan hukum Nasional.
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER UMSU 2016 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA FAKULTAS PROGRAM STUDI : HUKUM : ILMU HUKUM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH (MK) KODE RUMPUN MK PENGANTAR HUKUM
SILABUS PENGANTAR HUKUM INDONESIA By CEKLI SETYA PRATIWI, SH. LITERATURE
NO MATERI WAKTU TUJUAN INSTRUKSIONAL METODE, MEDIA & EVALUASI 1. Pengantar 2. Hubungan Antara PIH dan PHI 3. Hubungan Antara Ilmu Hukum dan Ilmu Politik dalam Ilmu Pengetahuan BAB II Sistem Hukum Di Dunia
1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6.
2006/2007 1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6. Asas Konkordansi 7. Pluralisme di Indonesia 8. Pembidangan
BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM
BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM I. PENGERTIAN PENEMUAN HUKUM PROSES PEMBENTUKAN HUKUM OLEH HAKIM ATAU PETUGAS-PETUGAS HUKUM LAINNYA YANG DIBERI TUGAS MELAKSANAKAN HUKUM TERHADAP PERISTIWA
KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45
KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45 SEM NO KODE MATA KULIAH SKS M.K.PRASARAT JENIS MATA KULIAH (MPK, MKK, MKB, MPB, MBB) KETERAN GAN 1 UN 1012 Pendidikan Agama 2 Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 2
POKOK-POKOK HUKUM PERDATA
POKOK-POKOK HUKUM PERDATA 1 m.k. hukum perdata 2 m.k. hukum perdata 3 m.k. hukum perdata 4 m.k. hukum perdata 5 PERBEDAAN COMMON LAW/ANGLO SAXON CIVIL LAW/EROPA KONT SISTEM PERATURAN 1. Didominasi oleh
SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik)
SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik) Mampu menganalisis struktur ilmu hukum melalui hukum positif
KURIKULUM PENGELOMPOKAN KURIKULUM
KURIKULUM Kurikulum yang berlaku di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ditetapkan berdasarkan Keputusan Dekan Nomor 094/SK/FH/2003 yang dilandasi oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000
SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017/2018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN
SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 017/018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN Susunan Mata Kuliah Per Semester berikut Bobotnya : I Bahasa Inggris
Pengantar Ilmu Hukum
Pengantar Ilmu Hukum Tujuan Hukum Sumber Hukum Teori Etis Teori Utilitis Teori Campuran Tujuan Hukum adalah keadilan Keadilan menurut Aristoteles terdiri atas: Justitia distributiva Bahwa setiap orang
TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012
TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 1. Pada saat ini terdapat beberapa aturan Hindia Belanda yang masih berlaku di Indonesia. Mengapa peraturan
No Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan
A.1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) No. Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan 1. Pendidikan Agama 2 tetap 2 Tetap 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
II. Istilah Hukum Perdata
I. Pembidangan Hukum Privat Hukum Hukum Publik II. Istilah Hukum Perdata = Hukum Sipil >< Militer (Hukum Privat Materil) Lazim dipergunakan istilah Hukum Perdata Prof.Soebekti pokok-pokok Hukum Perdata
SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V
Sebaran Mata Kuliah (REVISI STRUKTUR MATA KULIAH). MATA KULIAH WAJIB SEMESTER I. A0A.0600 Logika Ins.. A0A.0600 Pengantar Ilmu Hukum Inti. G0E.0600 Pengantar Sosiologi Ins.. A0A.0600 Ilmu Inti. UNX0.0600
Pengantar Ilmu Hukum
Pengantar Ilmu Hukum Klasifikasi/Pembidangan Sistem Hukum Penegakan Hukum Penemuan/pembentukan Hukum Hukum merupakan sistem berarti bahwa hukum itu merupakan tatanan, merupakan kesatuan yang utuh yang
PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA. Abstrak
 PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA Abstrak Hukum Harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan manusia. Penegakan hukum harus memperhatikan unsur kepastian
STRUKTUR KURIKULUM Matakuliah Per Semester Program Studi Ilmu Hukum
STRUKTUR KURIKULUM kuliah Per Program Studi Ilmu Hukum No. Kode Kelompok SKS 1. UBB 101 MLK Agama 2 (2-0) 1 2. UBB 102 MLK Pancasila 2 (2-0) 1 3. UBB 103 MLK Kewarganegaraan 2 (2-0) 1 4. UBB 104 MLK Bahasa
TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012
TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 1. Secara prinsipil terdapat perbedaan mendasar antara Pengantar Ilmu Hukum (PIH) dan Pengantar Hukum Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law (Eropa Continental) yang diwarisi selama ratusan tahun akibat penjajahan Belanda. Salah satu karakteristik
Dinamika Pembangunan dan Pengembangan Hukum di Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan
Mata Kuliah : Pengantar Hukum Indonesia Bobot : 4 SKS Tujuan : Mahasiswa dapat menguraikan hukum positif di Indonesia, yang meliputi Tata Hukum Indonesia, Sistem Hukum Indonesia, Lapangan lapangan hukum
SILABI MATAKULIAH. Alokasi Waktu (Menit) Mahasiswa mampu. Strategi Pembelajaran. Brainstorming Concept
SILABI MATAKULIAH Kelompok Matakuliah : Jurusan Jurusan : Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah Matakuliah : Hukum SKS/JS : 2 Kode Matakuliah :21209 Standar Kompetensi : Mahasiswa konsep/ dan asas dalam ilmu serta menyadari
KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA
KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA SKRIPSI Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MATA KULIAH SKS KELAS HARI JAM KULIAH RUANG Mk. Yang harus ditempuh untuk semester 2 dan yang perbaikan
Hukum Perdata. Rahmad Hendra
Hukum Perdata Rahmad Hendra Hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN JALAN BINTARO UTAMA SEKTOR V, BINTARO JAYA - TANGERANG SELATAN 15222 TELEPON (021) 7361654-58
HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI.
HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI. A. PENDAHULUAN I. Pembidangan Hukum Privat Hukum Hukum Publik II. Istilah Hukum Perdata = Hukum Sipil >< Militer (Hukum Privat Materil) Lazim dipergunakan istilah
Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara
Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara HUKUM PERDATA 1. Sejarah Hukum perdata (burgerlijkrecht) bersumber pokok burgerlijk wet boek (KHUS) atau kitab undang-undang hukum sipil yang berlaku
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti
I. PENDAHULUAN. masing-masing wilayah negara, contohnya di Indonesia. Indonesia memiliki Hukum
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pidana denda merupakan salah satu jenis pidana yang telah lama diterima dan diterapkan dalam sistem hukum di berbagai negara dan bangsa di dunia. Akan tetapi, pengaturan
Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman
Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman Pengertian Hukum Pidana Hukum pidana substantif/materiel dapat
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017
UNERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017 NO Hari/Tgl JAM KLP SMT SMT MATA KULIAH RUANG 1 Senin 08.00-09.30 A1 II I Hukum Tata F. 233, 232,
AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI
AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana
HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM.
HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM. 1 HUKUM PERDATA Hukum Perdata adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individu-individu dalam masyarakat. Dalam tradisi hukum
PROGRAM STUDI ILMU HUKUM SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) HUKUM PERDATA
Mata Kuliah : Hukum Perdata Kode/Bobot : 3 sks Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit Pertemuan : 1 (Satu) A. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan konsep, lingkup, sejarah,
SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1
SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1 DOSEN : DRS. DADANG SUNDAWA,M.Pd. DRS.DJAENUDIN HARUN,SH.MS. JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN
Hukum Administrasi Negara
Hukum Administrasi Negara Pertemuan XI & XII Malahayati, S.H., LL.M. (c) 2014 Malahayati 1 Topik Istilah dan Pengertian Hubungan HAN dengan HTN Sumber HAN Ruang Lingkup HAN Asas Pemerintahan Yang Baik
FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM
FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM Materi Perkuliahan Perihal Kaedah Hukum 1. Pendahuluan Disiplin, Kaedah Hukum dan Kaedah Etika Lainnya 2. Kaedah Hukum Abstrak dan Konkrit 3. Isi Dan Sifat Kaedah Hukum 4. Perumusan
B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah
B A B I P E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Konsepsi harta kekayaan di dalam perkawinan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) 1 adalah sebagai suatu persekutuan harta bulat, meliputi
BAB I PENDAHULUAN. seseorang dilahirkan, maka ia dalam hidupnya akan mengemban hak dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia yang merdeka di dalam wadah Negara Republik Indonesia sudah berumur lebih dari setengah abad, tetapi setua umur tersebut hukum nasional yang
BAB I PENDAHULUAN. agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan adalah perilaku makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk membentuk suatu keluarga
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) 464318, 464319 Malang ============================================================================ SAJIAN MATA KULIAH
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia membutuhkan tanah untuk tempat hidupnya. Secara kosmologis, tanah adalah tempat
A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota Kepolisian yang. Perkembangan masyarakat, menuntut kebutuhan kepastian akan
BAB IV ANALISIS HUKUM TERHADAP PENERAPAN BANTUAN HUKUM DAN EFEKTIFITAS BANTUAN HUKUM BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia perlu melaksanakan pembangunan di segala bidang
Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia
Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia Oleh: R. Herlambang Perdana Wiratraman Dosen Hukum Tata Negara dan Hak Asasi Manusia Fakultas Hukum Universitas Airlangga Email: [email protected] atau HP. 081332809123
Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan
Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan Sebelum membahas Sumber-sumber hukum, ada baiknya perlu memahami bahwa ada tiga dasar kekuatan berlakunya hukum (peraturan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) 464318, 464319 Malang ============================================================================ SAJIAN MATA KULIAH
Fakultas Hukum UNTAG Semarang
Mata Kuliah KONTRAK KULIAH Kode Mata Kuliah : HKI 2003 SKS : 4 Dosen Team Teaching : : Edy Sanjaya, S.H., M.Hum : (1) Prof. Dr. Sarsintorini Putra, S.H., MS (2) M. Budianto, S.H., M.Hum (3) Hj. Haryati,
BAB. VI PEMBIDANGAN HUKUM
BAB. VI PEMBIDANGAN I. ISTILAH Istilah lain dari Pembidangan Hukum : Klasifikasi Hukum, Lapangan Hukum, penggolongan Hukum Pembidangan hukum, membicarakan tentang keanekaragaman hukum dilihat dari berbagai
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB HARI JAM KODE MK No MK Mata Kuliah SKS Kelas SENIN 07.00-08.40 HKA4002 9 Hukum Administrasi Negara 4 A SENIN 07.00-08.40 HKA4002
Sistem Hukum. Nur Rois, S.H.,M.H.
Sistem Hukum Nur Rois, S.H.,M.H. Prof. Subekti sistem hukum adalah susunan atau tatanan yang teratur, suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang teratur,terkait, tersusun dalam suatu pola,
Pengantar Ilmu Hukum. Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, Wib Kamis Wib. Hakikat PIH. Hakikat PIH
PDF processed with CutePDF evaluation edition www.cutepdf.com Pengantar Ilmu Hukum Hakikat PIH Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, 17.15 18.55 Wib Kamis. 17.15 18.55 Wib a. PIH merupakan suatu mata pelajaran
JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA Tanggal : 9 September 2013 s.d. 3 Januari 2014
1 JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 Senin 07.00 07.50 A Hukum Perdata Hk. Lingkungan Internasional Pengantar Teori Hukum Penyls. Sengketa Alternatif Hukum Wakaf dan Zakat Hukum Persaingan Usaha 07.50
BAB I PENDAHULUAN. mengatur agar kepentingan-kepentingan yang berbeda antara pribadi, masyarakat dan negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum pada umumnya bertujuan untuk mencari, menemukan, menggali kebenaran yang sesungguh-sungguhnya guna mencapai keadilan dalam masyarakat. Dimana hukum mengatur
: Tiga Asas Luhur dalam Kehidupan Manusia Terdiri dari 2 kegiatan belajar. 1. Asas Keutuhan Watak dan Asas Kesusilaan 2. Asas Keadilan.
ix M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Etika Administrasi Pemerintahan merupakan penggabungan dari 2 bidang pengetahuan, yaitu filsafat dan ilmu administrasi publik. Kedua bidang pengetahuan itu cukup sulit
12/13/2009 HUKUM EKONOMI DEFINISI ILMU EKONOMI HUKUM EKONOMI 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM EKONOMI POKOK POKOK PIKIRAN DARI DEFINISI EKONOMI
HUKUM 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM OLEH: SITI HAMIDAH, SH, MM 1. JUSTIFIKASI EKSISTENSI HUKUM 2. BIDANG-BIDANG HUKUM 1 2 DEFINISI ILMU STUDI TENTANG KEKAYAAN STUDI TENTANG MANUSIA DALAM KEGIATAN HIDUP
MATERI I BAB I PENDAHULUAN BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA
BAB I PENDAHULUAN MATERI I 1. Kedudukan Hukum Tata Negara 2. Materi Hukum Tata Negara 3. Metode Hukum Tata Negera (cara pendekatan) BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA 1. Peristilahan 2. Pengertian
BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah:
BAB I PENDAHULUAN A. HUKUM PERDATA 1. Pengertian Hukum Perdata Para ahli banyak memberikan pengertian-pengertian maupun penggunaan istilah Hukum Perdata. Adapun pengertian-pengertian tersebut tergantung
Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata
Modul 1 Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata Prof. Dr. Rosa Agustina, S.H., M.H., dkk. U PENDAHULUAN ntuk memahami hukum perdata, maka penting untuk diketahui pengertian dan ruang lingkup hukum perdata
HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA
HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA PENGERTIAN HUKUM E. UTRECHT : Hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup yang berisi perintahperintah dan larangan-larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum Pidana di Indonesia merupakan pedoman yang sangat penting dalam mewujudkan suatu keadilan. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) adalah dasar yang kuat
BAB I PENDAHULUAN. negara hukum. Negara hukum merupakan dasar Negara dan pandangan. semua tertib hukum yang berlaku di Negara Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia dikenal sebagai Negara Hukum. Hal ini ditegaskan pula dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) yaitu Negara Indonesia adalah negara hukum. Negara hukum
BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara yang meletakkan hukum sebagai supremasi kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara hukum dalam berbangsa
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan, SH.Mkn Hukum Administrasi Negara RUANG LINGKUP Pengantar hukum tata negara Indonesia belum menyelidiki secara mendalam kaidah-kaidah
C. HUKUM MENURUT TEMPAT BERLAKUNYA
Penggolongan Hukum Menurut Drs. C.S.T. Kansil, S.H hukum digolongkan menurut sumber, bentuk, tempat berlakunya, waktu berlakunya, cara mempertahankan, sifatnya, wujudnya, dan isinya. Pembagian hukum dalam
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, sehingga harus diberantas 1. hidup masyarakat Indonesia sejak dulu hingga saat ini.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia seutuhmya yang adil, makmur, sejahtera dan tertib berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. harus diselesaikan atas hukum yang berlaku. Hukum diartikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara hukum, sehingga segala sesuatu permasalahan yang melanggar kepentingan warga negara indonesia (WNI) harus diselesaikan atas hukum
BAB I PENDAHULUAN. mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam. dan tantangan dalam masyarakat dan kadang-kadang dijumpai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah bagian dari generasi muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional. Dalam rangka mewujudkan sumber
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti
JADWAL UJIAN UTAMA REGULER SEMESTER GASAL T.A. 2011/2012
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN JADWAL UJIAN SISIPAN FAKULTAS HUKUM Kampus Unsoed Grendeng SEMESTER No. Telp GASAL (0281) TAHUN 638339, AKADEMIK 621076 Fax. (0281) 2008/2009
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII /1
PERANGKAT PEMBELAJARAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( ) Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : S/MTs. Kelas/Semester : VII /1 Nama Guru :... Sekolah :... KURIKULUM TINGKAT
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2012-2013 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB HARI JAM KODE MK MK MK SKS KELAS RUANG SENIN, 1 APRIL 2013 SENIN O8.00-09.30 HKD4006 31 Hukum Acara Pidana 4 A B.2.2 SENIN
KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH.
KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH. DEPARTEMEN HUKUM PIDANA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, melakukan perkawinan adalah untuk menjalankan kehidupannya dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, pengertian perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai seorang suami
UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta)
UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Syarat Guna Mencapai Derajat
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 2 SKS
TIU : Agar mahasiswa memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Pancasila dalam bidangnya, yaitu Psikologi juga dalam hidupan sehari-harinya. 1 Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila. Pengertian
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA
JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti
Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga
Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga A. MATA KULIAH WAJIB NASIONAL (KURNAS): 66 sks BARU 1. HKD100 Pengantar Ilmu Hukum 4-2. HKD103 Pengantar
HUKUM AGRARIA. Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam. mengatur Hak Penguasaan atas Tanah. Hak Penguasaan Atas Tanah
HUKUM AGRARIA LUAS SEMPIT PENGERTIAN Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Tanah OBYEK RUANG LINGKUP Hak Penguasaan atas Sumbersumber
MATA KULIAH SKS PRASYARAT
MATA KULIAH PAKET KURIKULLUM 008 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA NO. KODE MK. MATA KULIAH SKS PRASYARAT I. SEMESTER I (19 SKS) SEMESTER GANJIL 1. UNI1008 Pendidikan Kewarganegaraan. UNI10308 Bahasa
BUKU RANCANGAN PENGAJARAN
BUKU RANCANGAN PENGAJARAN Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara Disusun oleh: Jamiah, S.Sos.,M.Si Program Studi Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
BAB I PENDAHULUAN. ataupun pengadilan. Karena dalam hal ini nilai kebersamaan dan kekeluargaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam tatanan kehidupan berkeluarga, perkara yang berkaitan dengan warisan sering menimbulkan permasalahan. Dimana permasalahan tersebut sering menyebabkan sengketa
BAB I PENDAHULUAN. seimbang. Dengan di undangakannya Undang-Undang No. 3 tahun Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri-ciri dan sifat khusus. Oleh karena itu anak memerlukan perlindungan
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II
JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II No. KODE M.K. MATA KULIAH SKS KLS HARI JAM KULIAH MATA KULIAH YANG HARUS DIAMBIL / DITEMPUH
BAB I PENDAHULUAN. mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum perusahaan adalah semua peraturan hukum yang mengatur mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian perusahaan terdapat dalam Pasal
SEB E U B A U H H MAT A A T KULIAH
SEBUAH MATA KULIAH PENGANTAR PENGANTAR HUKUM INDONESIA Pengantar Hukum Indonesia HUKUM SEBAGAI PRANATA SOSIAL sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memenuhi
BAB. IV POLITIK HUKUM
BAB. IV POLITIK HUKUM I. PENGERTIAN POLITIK HUKUM POLITIK H U K U M CARA MENENTUKAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DENGAN DIBUAT DAN DIBERLAKUKANNYA HUKUM CARA MENENTUKAN STRATEGI YANG DIPILIH UNTUK MENCAPAI
GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN
GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang sedang dialami negara Indonesia sekarang ini, tidak semua orang mampu memiliki sebuah rumah
BAB I. Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang. diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada ketentuan peraturan
BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR
BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR A. Deskripsi Mata Kuliah Hukum Acara Peradilan Agama merupakan matakuliah wajib fakultas yang diberikan kepada mahasiswa pada semeter VI, setelah mahasiswa menempuh
KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2
Lex Crimen, Vol.II/No.1/Jan-Mrt/2013 KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2 ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana
TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA
TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Klaten) SKRIPSI Disusun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
Page 14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, telah ditegaskan bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan atas hukum. Itu berarti bahwa
Daftar Pustaka. Glosarium
Glosarium Daftar Pustaka Glosarium Deklarasi pembela HAM. Pernyataan Majlis Umum PBB yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak secara sen-diri sendiri maupun bersama sama untuk ikut serta dalam
