RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN"

Transkripsi

1 UNIVERSITAS PANCASILA FAKULTAS HUKUM RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : 1. Pengantar Ilmu Hukum (HID 10103) 2. Pengantar Hukum Indonesia (HID 10104) Jumlah Semester : Masing-masing 4 SKS : Gasal dan Genap I. PENGANTAR ILMU HUKUM (PIH) 1.1. Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar mata kuliah PIH ini adalah untuk memberikan dasar pengetahuan kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila sehingga mampu memahami dasar-dasar ilmu hukum sebagai landasan untuk mengikuti materi perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya Satuan Acara Perkuliahan Satuan acara perkuliahan ini merupakan kesatuan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan umum perkuliahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan / tatap muka akan diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran bahasan yang jelas dan terintegrasi dalam tujuan umum yang akan dicapai. Dalam tiap pertemuan / tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Pengertian, tempat dan fungsi PIH, ruang lingkup Disiplin Hukum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai manusia dan masyarakat, serta dilanjutkan dengan pembahasan tentang sistem hukum dan klasifikasi hukum (pembedaan hukum). Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian dan tempat ilmi hukum dalam kerangka disiplin hukum, hubungan hukum, masyarakat hukum dan sistem hukum.

2 Pada akhir pokok bahasan ini, masasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan perbedaan lingkup studi antara PIH dengan PHI; 2. Menjelaskan pengertian disiplin hukum dan ruang lingkupnya; 3. Menerangkan kedudukan manusia sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat; 4. Menjelaskan pengertian sistem dan sistem hukum bagian-bagiannya; 5. Menerangkan klasifikasi dan pembedaan hukum yang dikenal. B. Kaedah hukum dan kaedah-kaedah etika lainnya dengan pokok bahasan mengenai kaedah kepercayaan, kaedah kesusilaan, kaedah sopan santun dan kaedah hukum. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai macam kaedah, baik kaedah aspek hidup pribadi maupun kaedah aspek hidup antar pribadi serta mengerti tujuan dari masing-masing kaedah. 1. Menjelaskan hubungan hukum dan nilai-nilai; 2. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kepercayaan; 3. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kesusilaan; 4. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah sopan santun; 5. Menerangkan pengertian/tujuan kaedah hukum; 6. Menjelaskan berbagai pengertian hukum (paling tidak ada sembilan arti hukum yang perlu dikenal oleh mahasiswa). C. Membahas tentang aspek dan latar belakang kaedah hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek dan latar belakang kaedah hukum secara lebih mendalam. 1. Menjelaskan perbedaan dan hubungan antara kaedah hukum dan kaedah-kaedah lainnya; 2. Menjelaskan pengertian sollen-sein dalam hukum; 3. Menjelaskan hubungan antara hukum dan kekuasaan; 4. Menjelaskan isi, sifat dan bentuk kaedah hukum; 5. Menjelaskan pengertian asas hukum; 6. Menerangkan kekuatan berlakunya undang-undang, baik secara yuridis, sosiologis dan filosofis.

3 D. 1. Menjelaskan pengertian masyarakat hukum; 2. Menjelaskan pengertian subyek hukum (pribadi kodrati dan pribadi hukum) dan kewenangan hukum; 3. Menjelaskan pengertian hak (absolut/relatif) dan kewajiban; 4. Menjelaskan pengertian peristiwa hukum; 5. Menjelaskan pengertian hubungan hukum; 6. Menjelaskan pengertian obyek hukum. E. Membahas tujuan hukum dengan menguraikan beberapa teori mengenai tujuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai teori tentang tujuan hukum. 1. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori etis; 2. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori utilitis; 3. Menjelaskan kelemahan dari kedua teori tersebut (teori etis dan teori utilitis); 4. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori campuran (antara lain yang dikemukakan oleh Mochtar Kusuma-atmadja, Purnadi Purbacaraka dan Soebekti) F. Membahastentang sumber-sumber hukum yang mencakup sumber hukum materiel, sumber hukum formiel, sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai faktor yang mempengaruhi hukum dan memahami perbedaan / pengertian mengenai sumber hukum materiel/formiel, sumber hukum tertulis/tidak tertulis. 1. Menjelaskan pengertian sumber hukum materiel dan sumber hukum formiel; 2. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya hukum; 3. Menyebutkan sumber-sumber hukum (formiel/materiel dan tertulis/tidak tertulis); 4. Menjelaskan pengertian undang-undang dalam arti formiel dan materiel; 5. Menerangkan berbagai asas perundang-undangan yang berlaku; 6. Menjelaskan pengertian dan arti pentingnya yurisprudensi dalam mempelajari hukum.

4 G. Membahas tentang penegakan hukum dan penemuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses dan tujuan penegakan hukum serta proses penemuan hukum yang dikenal dalam hukum. 1. Menyebutkan dan menjelaskan tiga unsur penting yang harus diperhatikan dalam penegakan hukum; 2. Menjelaskan pengertian penegakan hukum sebagai proses penemuan hukum dan bukan sekedar penerapan hukum; 3. Menerangkan berbagai aliran dalam penerapan hukum (legisme, interezenjurispruden, begriffsjurisprudenz, freirechthewegung); 4. Menjelaskan metode-metode penafsiran/interpretasi yang mencakup penafsiran menurut bahasa/secara gramatikal, historis, sistematis, teleologis, perbandingan hukum, futuristis, restriktif dan ekstansif; 5. Menjelaskan metode berfikir analogi penyempitan hukum dan argumentum a contrario.

5 II. PENGANTAR HUKUM INDONESIA (PHI) 1.1. Tujuan Intruksional Umum Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar matakuliah PIH ini adalah untuk memberi pengetahuan dasar kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila dalam rangka memahami hukum yang berlaku/hukum positif. Atas dasar pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami sendi-sendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia sebagai dasar untuk mengikuti perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya Satuan Acara Perkuliahan Satuan Acara Perkuliahan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses belajar mengajar yang berorientasi pada pemahaman terhadap sendisendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan/tatap muka diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran yang jelas dalam suatu kebulatan sistem. Dalam tiap pertemuan/tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Membahas tentang pengertian tata hukum atau sistem hukum dan dilanjutkan pada pembahasan mengenai tata hukum Indonesia (lahirnya tata hukum Indonesia sebagai akibat dari Proklamasi 17 Agustus 1945) Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian tata hukum/sistem hukum, sejarah hukum, politik hukum, dari Nagara Republik Indonesia. 1. Menjelaskan pengertian tata hukum/sistem hukum dan tata hukum/sistem hukum Indonesia serta menguraikan pembidangan tata hukum Indonesia; 2. Menjelaskan sejarah pluralisme hukum Indonesia dengan menguraikan pasal 131 IS dan pasal 163 IS; 3. Menjelaskan dasar berlakunya berbagai hukum produk kolonial hingga dewasa ini; 4. Menjelaskan pengertian sistem politik hukum dan politik hukum Negara Republik Indonesia; 5. Menjelaskan pengertian sistem hukum dan macam-macam sistem hukum, yakni sistem hukum Eropah Kontinental, sistem hukum Anglo Saxon, sistem hukum Adat, sistem hukum Islam; B. Membahas ruang lingkup Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara yang dilandasi perbedaan antara negara dalam keadaan tidak bergerak ( de staat in rust ) dengan negara dalam keadaan bergerak ( de staat in beweging ) yang mencakup perihal status dan role dalam negara serta rok-playing atau sikap tindak negara.

6 Pada akhir pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu memahami perbedaan lingkup studi dan inti permasalahan antara HTN dengan HAN. 1. Menjelaskan inti permasalahan Hukum Tata Negara dengan menyebutkan siapa saja yang merupakan subyek/pribadi dalam hukum negara; 2. Menjelaskan struktur kelembagaan negara tingkat pusat menurut UUD 1945; 3. Menyebutkan berbagai azas hukum yang terdapat dalam UUD 1945; 4. Menjelaskan sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945; 5. Menjelaskan sistem kekuasaan kehakiman dengan berbagai asas-asasnya; 6. Menjelaskan masing-masing kewenangan dari empat badan peradilan yang ada; 7. Menjelaskan inti permasalah Hukum Administrasi Negara; 8. Menjelaskan perbedaan kegiatan administrasi negara yang berupa proses menciptakan peraturan dan menciptakan keputusan konkrit untuk subyek khusus; 9. Menjelaskan kegiatan atau proses untuk menciptakan keputusan yang berupa ketentuan konkrit dalam bidang bestuur, politic, rechtspraak, regeling ; 10. Menjelaskan fungsi peradilan Tata Usaha Negara. C. Membahas ruang lingkup Bidang Hukum Pidana yang disebut dengan peristiwa pidana, yaitu sikap tindak atau perikelakuan manusia yang masuk lingkup laku perumusan kaedah hukum pidana, yang melanggar hukum dan diedarkan pada kesalahan. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian/ruang lingkup hukum pidana, tujuan dan pembagian hukum pidana, macammacam tindak pidana dan jenis ancaman hukumannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat untuk : 1. Menjelaskan pengertian hukum pidana; 2. Menjelaskan secara singkat berlakunya KUHP Pidana di Indonesia; 3. Menyebutkan unsur-unsur peristiwa pidana; 4. Menjelaskan perbedaan perumusan delik formiel dan delik materiel; 5. Menjelaskan pengertian delik dasar, delik yang meringankan dan delik yang memberatkan; 6. Menyebutkan macam/jenis hukuman menurut pasal 10 KUHPidana; 7. Menjelaskan perbedaan antara hukuman pokok dan hukuman tambahan; 8. Menjelaskan perbedaan antara kejahatan dan pelanggaran; 9. Menjelaskan asas-asas yang terkandung dalam KUHPidana.

7 D. Membahas ruang lingkup dan struktur Bidang Hukum Perdata, yang merupakan sistem kaedah yang mengatur hubungan antar pribadi dalam rangka memenuhi kepentingan-kepentingannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami ruang lingkup struktur hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menguraikan struktur hukum perdata dengan membandingkan sistematika yang terdapat dalam KUHPaerdata (BW) dan menjelaskan pengertian hukum dagang serta menguraikan sejarah singkat KUHDagang (WvK); 2. Menjelaskan pengertian hukum pribadi yang mencakup pribadi kodrati dan pribadi hukum ; 3. Menjelaskan pengertian hak untuk bersikap tindak ( handelingsbevoegd ) dan mampu untuk bersikap tindak/melaksanakan hak ( handelingsbekwaan ); 4. Menjelaskan pengertian kedewasaan menurut hukum adat dan menurut peraturan perundang-undangan (hukum tertulis); 5. Menjelaskan pengertian dan lingkup laku dari hukum harta kekayaan; 6. Menjelaskan pengertian hukum benda; 7. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Barat; 8. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Adat; 9. Menjelaskan hak-hak atas tanah yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1960; 10. Menjelaskan ruang lingkup dari hukum Perikatan dan sistematika KUHD; 11. Menjelaskan pengertian perjanjian (menuruthukum perdata Barat); 12. Menyebutkan berbagai perjanjian dalam KUHPerdata yang penting dan menjelaskan hubungan anatara KUHDagang dan KUHPerdata; 13. Menjelaskan konsep jual beli menurut hukum perdata Adat; 14. Menjelaskan ruang lingkup hukum keluarga; 15. Menjelaskan asas-asas hukum Perkawinan yang terdapat dalam UU No. 1 Tahun 1974; 16. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum adat; 17. Menjelaskan tiga sistem kewarisan menurut hukum adat; 18. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum perdata barat. E. Membahas isi beberapa undang-undang yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan bisnis yang mencakup aspek hukum publik maupun hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami prinsipprinsip/pengertian-pengertian dasar tentang hukum bisnis (business law)

8 Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum bisnis; 2. Mengenal berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kegiatan bisnis; 3. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Dagang; 4. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Perusahaan; 5. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Agraria/Tanah; 6. Menguraikan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Jaminan; 7. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum tantang Hak Atas Kekayaan Intelektual ; 8. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Pasar Modal; 9. Menjelaskan pengertian dan permasalahan yang diatur dalam Peraturan Kepailitan; F. Membahas pengertian hukum acara (pidana dan perdata) serta asas-asas yang berlaku dalam hukum acara pidana dan hukum acara perdata. Pada akhir bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan prinsip-prinsip dari ketentuan hukum acara pidana maupun hukum acara perdata yang berlaku. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum acara (pidana/perdata); 2. Menyebutkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hukum acara pidana dan acara perdata; 3. Menjelaskan tentang asas-asas yang berlaku dalam hukum acara (pidana/perdata); 4. Menjelaskan proses berperkara di pengadilan (perkara pidana/perdata); 5. Menjelaskan bentuk/macam-macam alat bukti yang diakui (pidana/perdata). G. Membahas pengertian hukum Internasional, sumber hukum dan subyek hukum Internasional serta hubungannya dengan hukum nasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan kedudukan hukum Internasional dalam konteks hubungan nasional dan dapat menjadikan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum Internasional; 2. Menyebutkan sumber-sumber hukum Internasional; 3. Menjelaskan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional; 4. Menjelaskan hubungan hukum Internasional dengan hukum Nasional.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER UMSU 2016 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA FAKULTAS PROGRAM STUDI : HUKUM : ILMU HUKUM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATA KULIAH (MK) KODE RUMPUN MK PENGANTAR HUKUM

Lebih terperinci

SILABUS PENGANTAR HUKUM INDONESIA By CEKLI SETYA PRATIWI, SH. LITERATURE

SILABUS PENGANTAR HUKUM INDONESIA By CEKLI SETYA PRATIWI, SH.   LITERATURE NO MATERI WAKTU TUJUAN INSTRUKSIONAL METODE, MEDIA & EVALUASI 1. Pengantar 2. Hubungan Antara PIH dan PHI 3. Hubungan Antara Ilmu Hukum dan Ilmu Politik dalam Ilmu Pengetahuan BAB II Sistem Hukum Di Dunia

Lebih terperinci

1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6.

1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6. 2006/2007 1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6. Asas Konkordansi 7. Pluralisme di Indonesia 8. Pembidangan

Lebih terperinci

BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM

BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM I. PENGERTIAN PENEMUAN HUKUM PROSES PEMBENTUKAN HUKUM OLEH HAKIM ATAU PETUGAS-PETUGAS HUKUM LAINNYA YANG DIBERI TUGAS MELAKSANAKAN HUKUM TERHADAP PERISTIWA

Lebih terperinci

KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45

KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45 KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45 SEM NO KODE MATA KULIAH SKS M.K.PRASARAT JENIS MATA KULIAH (MPK, MKK, MKB, MPB, MBB) KETERAN GAN 1 UN 1012 Pendidikan Agama 2 Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) 2

Lebih terperinci

POKOK-POKOK HUKUM PERDATA

POKOK-POKOK HUKUM PERDATA POKOK-POKOK HUKUM PERDATA 1 m.k. hukum perdata 2 m.k. hukum perdata 3 m.k. hukum perdata 4 m.k. hukum perdata 5 PERBEDAAN COMMON LAW/ANGLO SAXON CIVIL LAW/EROPA KONT SISTEM PERATURAN 1. Didominasi oleh

Lebih terperinci

SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik)

SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik) SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik) Mampu menganalisis struktur ilmu hukum melalui hukum positif

Lebih terperinci

KURIKULUM PENGELOMPOKAN KURIKULUM

KURIKULUM PENGELOMPOKAN KURIKULUM KURIKULUM Kurikulum yang berlaku di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ditetapkan berdasarkan Keputusan Dekan Nomor 094/SK/FH/2003 yang dilandasi oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000

Lebih terperinci

SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017/2018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN

SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017/2018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 017/018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN Susunan Mata Kuliah Per Semester berikut Bobotnya : I Bahasa Inggris

Lebih terperinci

Pengantar Ilmu Hukum

Pengantar Ilmu Hukum Pengantar Ilmu Hukum Tujuan Hukum Sumber Hukum Teori Etis Teori Utilitis Teori Campuran Tujuan Hukum adalah keadilan Keadilan menurut Aristoteles terdiri atas: Justitia distributiva Bahwa setiap orang

Lebih terperinci

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 1. Pada saat ini terdapat beberapa aturan Hindia Belanda yang masih berlaku di Indonesia. Mengapa peraturan

Lebih terperinci

No Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan

No Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan A.1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK) No. Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan 1. Pendidikan Agama 2 tetap 2 Tetap 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Lebih terperinci

II. Istilah Hukum Perdata

II. Istilah Hukum Perdata I. Pembidangan Hukum Privat Hukum Hukum Publik II. Istilah Hukum Perdata = Hukum Sipil >< Militer (Hukum Privat Materil) Lazim dipergunakan istilah Hukum Perdata Prof.Soebekti pokok-pokok Hukum Perdata

Lebih terperinci

SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V

SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V Sebaran Mata Kuliah (REVISI STRUKTUR MATA KULIAH). MATA KULIAH WAJIB SEMESTER I. A0A.0600 Logika Ins.. A0A.0600 Pengantar Ilmu Hukum Inti. G0E.0600 Pengantar Sosiologi Ins.. A0A.0600 Ilmu Inti. UNX0.0600

Lebih terperinci

Pengantar Ilmu Hukum

Pengantar Ilmu Hukum Pengantar Ilmu Hukum Klasifikasi/Pembidangan Sistem Hukum Penegakan Hukum Penemuan/pembentukan Hukum Hukum merupakan sistem berarti bahwa hukum itu merupakan tatanan, merupakan kesatuan yang utuh yang

Lebih terperinci

PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA. Abstrak

PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA. Abstrak  PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA Abstrak Hukum Harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan manusia. Penegakan hukum harus memperhatikan unsur kepastian

Lebih terperinci

STRUKTUR KURIKULUM Matakuliah Per Semester Program Studi Ilmu Hukum

STRUKTUR KURIKULUM Matakuliah Per Semester Program Studi Ilmu Hukum STRUKTUR KURIKULUM kuliah Per Program Studi Ilmu Hukum No. Kode Kelompok SKS 1. UBB 101 MLK Agama 2 (2-0) 1 2. UBB 102 MLK Pancasila 2 (2-0) 1 3. UBB 103 MLK Kewarganegaraan 2 (2-0) 1 4. UBB 104 MLK Bahasa

Lebih terperinci

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012 1. Secara prinsipil terdapat perbedaan mendasar antara Pengantar Ilmu Hukum (PIH) dan Pengantar Hukum Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law (Eropa Continental) yang diwarisi selama ratusan tahun akibat penjajahan Belanda. Salah satu karakteristik

Lebih terperinci

Dinamika Pembangunan dan Pengembangan Hukum di Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan

Dinamika Pembangunan dan Pengembangan Hukum di Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan Mata Kuliah : Pengantar Hukum Indonesia Bobot : 4 SKS Tujuan : Mahasiswa dapat menguraikan hukum positif di Indonesia, yang meliputi Tata Hukum Indonesia, Sistem Hukum Indonesia, Lapangan lapangan hukum

Lebih terperinci

SILABI MATAKULIAH. Alokasi Waktu (Menit) Mahasiswa mampu. Strategi Pembelajaran. Brainstorming Concept

SILABI MATAKULIAH. Alokasi Waktu (Menit) Mahasiswa mampu. Strategi Pembelajaran. Brainstorming Concept SILABI MATAKULIAH Kelompok Matakuliah : Jurusan Jurusan : Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah Matakuliah : Hukum SKS/JS : 2 Kode Matakuliah :21209 Standar Kompetensi : Mahasiswa konsep/ dan asas dalam ilmu serta menyadari

Lebih terperinci

KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA

KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA SKRIPSI Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MATA KULIAH SKS KELAS HARI JAM KULIAH RUANG Mk. Yang harus ditempuh untuk semester 2 dan yang perbaikan

Lebih terperinci

Hukum Perdata. Rahmad Hendra

Hukum Perdata. Rahmad Hendra Hukum Perdata Rahmad Hendra Hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN JALAN BINTARO UTAMA SEKTOR V, BINTARO JAYA - TANGERANG SELATAN 15222 TELEPON (021) 7361654-58

Lebih terperinci

HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI.

HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI. HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI. A. PENDAHULUAN I. Pembidangan Hukum Privat Hukum Hukum Publik II. Istilah Hukum Perdata = Hukum Sipil >< Militer (Hukum Privat Materil) Lazim dipergunakan istilah

Lebih terperinci

Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara

Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara HUKUM PERDATA 1. Sejarah Hukum perdata (burgerlijkrecht) bersumber pokok burgerlijk wet boek (KHUS) atau kitab undang-undang hukum sipil yang berlaku

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. masing-masing wilayah negara, contohnya di Indonesia. Indonesia memiliki Hukum

I. PENDAHULUAN. masing-masing wilayah negara, contohnya di Indonesia. Indonesia memiliki Hukum I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pidana denda merupakan salah satu jenis pidana yang telah lama diterima dan diterapkan dalam sistem hukum di berbagai negara dan bangsa di dunia. Akan tetapi, pengaturan

Lebih terperinci

Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman

Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman Pengertian Hukum Pidana Hukum pidana substantif/materiel dapat

Lebih terperinci

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017 UNERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017 NO Hari/Tgl JAM KLP SMT SMT MATA KULIAH RUANG 1 Senin 08.00-09.30 A1 II I Hukum Tata F. 233, 232,

Lebih terperinci

AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI

AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM.

HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM. HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM. 1 HUKUM PERDATA Hukum Perdata adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara individu-individu dalam masyarakat. Dalam tradisi hukum

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) HUKUM PERDATA

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) HUKUM PERDATA Mata Kuliah : Hukum Perdata Kode/Bobot : 3 sks Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit Pertemuan : 1 (Satu) A. Tujuan Instruksional Khusus Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat menjelaskan konsep, lingkup, sejarah,

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1

SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1 SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1 DOSEN : DRS. DADANG SUNDAWA,M.Pd. DRS.DJAENUDIN HARUN,SH.MS. JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Hukum Administrasi Negara

Hukum Administrasi Negara Hukum Administrasi Negara Pertemuan XI & XII Malahayati, S.H., LL.M. (c) 2014 Malahayati 1 Topik Istilah dan Pengertian Hubungan HAN dengan HTN Sumber HAN Ruang Lingkup HAN Asas Pemerintahan Yang Baik

Lebih terperinci

FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM

FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM Materi Perkuliahan Perihal Kaedah Hukum 1. Pendahuluan Disiplin, Kaedah Hukum dan Kaedah Etika Lainnya 2. Kaedah Hukum Abstrak dan Konkrit 3. Isi Dan Sifat Kaedah Hukum 4. Perumusan

Lebih terperinci

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah B A B I P E N D A H U L U A N A. Latar Belakang Konsepsi harta kekayaan di dalam perkawinan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) 1 adalah sebagai suatu persekutuan harta bulat, meliputi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seseorang dilahirkan, maka ia dalam hidupnya akan mengemban hak dan

BAB I PENDAHULUAN. seseorang dilahirkan, maka ia dalam hidupnya akan mengemban hak dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia yang merdeka di dalam wadah Negara Republik Indonesia sudah berumur lebih dari setengah abad, tetapi setua umur tersebut hukum nasional yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan adalah perilaku makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk membentuk suatu keluarga

Lebih terperinci

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) 464318, 464319 Malang ============================================================================ SAJIAN MATA KULIAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia membutuhkan tanah untuk tempat hidupnya. Secara kosmologis, tanah adalah tempat

Lebih terperinci

A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota Kepolisian yang. Perkembangan masyarakat, menuntut kebutuhan kepastian akan

A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota Kepolisian yang. Perkembangan masyarakat, menuntut kebutuhan kepastian akan BAB IV ANALISIS HUKUM TERHADAP PENERAPAN BANTUAN HUKUM DAN EFEKTIFITAS BANTUAN HUKUM BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia perlu melaksanakan pembangunan di segala bidang

Lebih terperinci

Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia

Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia Oleh: R. Herlambang Perdana Wiratraman Dosen Hukum Tata Negara dan Hak Asasi Manusia Fakultas Hukum Universitas Airlangga Email: [email protected] atau HP. 081332809123

Lebih terperinci

Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan

Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan Sebelum membahas Sumber-sumber hukum, ada baiknya perlu memahami bahwa ada tiga dasar kekuatan berlakunya hukum (peraturan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) 464318, 464319 Malang ============================================================================ SAJIAN MATA KULIAH

Lebih terperinci

Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Fakultas Hukum UNTAG Semarang Mata Kuliah KONTRAK KULIAH Kode Mata Kuliah : HKI 2003 SKS : 4 Dosen Team Teaching : : Edy Sanjaya, S.H., M.Hum : (1) Prof. Dr. Sarsintorini Putra, S.H., MS (2) M. Budianto, S.H., M.Hum (3) Hj. Haryati,

Lebih terperinci

BAB. VI PEMBIDANGAN HUKUM

BAB. VI PEMBIDANGAN HUKUM BAB. VI PEMBIDANGAN I. ISTILAH Istilah lain dari Pembidangan Hukum : Klasifikasi Hukum, Lapangan Hukum, penggolongan Hukum Pembidangan hukum, membicarakan tentang keanekaragaman hukum dilihat dari berbagai

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB HARI JAM KODE MK No MK Mata Kuliah SKS Kelas SENIN 07.00-08.40 HKA4002 9 Hukum Administrasi Negara 4 A SENIN 07.00-08.40 HKA4002

Lebih terperinci

Sistem Hukum. Nur Rois, S.H.,M.H.

Sistem Hukum. Nur Rois, S.H.,M.H. Sistem Hukum Nur Rois, S.H.,M.H. Prof. Subekti sistem hukum adalah susunan atau tatanan yang teratur, suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang teratur,terkait, tersusun dalam suatu pola,

Lebih terperinci

Pengantar Ilmu Hukum. Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, Wib Kamis Wib. Hakikat PIH. Hakikat PIH

Pengantar Ilmu Hukum. Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, Wib Kamis Wib. Hakikat PIH. Hakikat PIH PDF processed with CutePDF evaluation edition www.cutepdf.com Pengantar Ilmu Hukum Hakikat PIH Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, 17.15 18.55 Wib Kamis. 17.15 18.55 Wib a. PIH merupakan suatu mata pelajaran

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA Tanggal : 9 September 2013 s.d. 3 Januari 2014

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA Tanggal : 9 September 2013 s.d. 3 Januari 2014 1 JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 Senin 07.00 07.50 A Hukum Perdata Hk. Lingkungan Internasional Pengantar Teori Hukum Penyls. Sengketa Alternatif Hukum Wakaf dan Zakat Hukum Persaingan Usaha 07.50

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengatur agar kepentingan-kepentingan yang berbeda antara pribadi, masyarakat dan negara

BAB I PENDAHULUAN. mengatur agar kepentingan-kepentingan yang berbeda antara pribadi, masyarakat dan negara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum pada umumnya bertujuan untuk mencari, menemukan, menggali kebenaran yang sesungguh-sungguhnya guna mencapai keadilan dalam masyarakat. Dimana hukum mengatur

Lebih terperinci

: Tiga Asas Luhur dalam Kehidupan Manusia Terdiri dari 2 kegiatan belajar. 1. Asas Keutuhan Watak dan Asas Kesusilaan 2. Asas Keadilan.

: Tiga Asas Luhur dalam Kehidupan Manusia Terdiri dari 2 kegiatan belajar. 1. Asas Keutuhan Watak dan Asas Kesusilaan 2. Asas Keadilan. ix M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Etika Administrasi Pemerintahan merupakan penggabungan dari 2 bidang pengetahuan, yaitu filsafat dan ilmu administrasi publik. Kedua bidang pengetahuan itu cukup sulit

Lebih terperinci

12/13/2009 HUKUM EKONOMI DEFINISI ILMU EKONOMI HUKUM EKONOMI 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM EKONOMI POKOK POKOK PIKIRAN DARI DEFINISI EKONOMI

12/13/2009 HUKUM EKONOMI DEFINISI ILMU EKONOMI HUKUM EKONOMI 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM EKONOMI POKOK POKOK PIKIRAN DARI DEFINISI EKONOMI HUKUM 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM OLEH: SITI HAMIDAH, SH, MM 1. JUSTIFIKASI EKSISTENSI HUKUM 2. BIDANG-BIDANG HUKUM 1 2 DEFINISI ILMU STUDI TENTANG KEKAYAAN STUDI TENTANG MANUSIA DALAM KEGIATAN HIDUP

Lebih terperinci

MATERI I BAB I PENDAHULUAN BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA

MATERI I BAB I PENDAHULUAN BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA BAB I PENDAHULUAN MATERI I 1. Kedudukan Hukum Tata Negara 2. Materi Hukum Tata Negara 3. Metode Hukum Tata Negera (cara pendekatan) BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA 1. Peristilahan 2. Pengertian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah:

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah: BAB I PENDAHULUAN A. HUKUM PERDATA 1. Pengertian Hukum Perdata Para ahli banyak memberikan pengertian-pengertian maupun penggunaan istilah Hukum Perdata. Adapun pengertian-pengertian tersebut tergantung

Lebih terperinci

Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata

Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata Modul 1 Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata Prof. Dr. Rosa Agustina, S.H., M.H., dkk. U PENDAHULUAN ntuk memahami hukum perdata, maka penting untuk diketahui pengertian dan ruang lingkup hukum perdata

Lebih terperinci

HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA

HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA PENGERTIAN HUKUM E. UTRECHT : Hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup yang berisi perintahperintah dan larangan-larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum Pidana di Indonesia merupakan pedoman yang sangat penting dalam mewujudkan suatu keadilan. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) adalah dasar yang kuat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara hukum. Negara hukum merupakan dasar Negara dan pandangan. semua tertib hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. negara hukum. Negara hukum merupakan dasar Negara dan pandangan. semua tertib hukum yang berlaku di Negara Indonesia. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia dikenal sebagai Negara Hukum. Hal ini ditegaskan pula dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) yaitu Negara Indonesia adalah negara hukum. Negara hukum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara

BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia adalah negara yang meletakkan hukum sebagai supremasi kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara hukum dalam berbangsa

Lebih terperinci

HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

HUKUM ADMINISTRASI NEGARA HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan, SH.Mkn Hukum Administrasi Negara RUANG LINGKUP Pengantar hukum tata negara Indonesia belum menyelidiki secara mendalam kaidah-kaidah

Lebih terperinci

C. HUKUM MENURUT TEMPAT BERLAKUNYA

C. HUKUM MENURUT TEMPAT BERLAKUNYA Penggolongan Hukum Menurut Drs. C.S.T. Kansil, S.H hukum digolongkan menurut sumber, bentuk, tempat berlakunya, waktu berlakunya, cara mempertahankan, sifatnya, wujudnya, dan isinya. Pembagian hukum dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, sehingga harus diberantas 1. hidup masyarakat Indonesia sejak dulu hingga saat ini.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, sehingga harus diberantas 1. hidup masyarakat Indonesia sejak dulu hingga saat ini. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia seutuhmya yang adil, makmur, sejahtera dan tertib berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. harus diselesaikan atas hukum yang berlaku. Hukum diartikan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. harus diselesaikan atas hukum yang berlaku. Hukum diartikan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara hukum, sehingga segala sesuatu permasalahan yang melanggar kepentingan warga negara indonesia (WNI) harus diselesaikan atas hukum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam. dan tantangan dalam masyarakat dan kadang-kadang dijumpai

BAB I PENDAHULUAN. mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam. dan tantangan dalam masyarakat dan kadang-kadang dijumpai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah bagian dari generasi muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional. Dalam rangka mewujudkan sumber

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN UTAMA REGULER SEMESTER GASAL T.A. 2011/2012

JADWAL UJIAN UTAMA REGULER SEMESTER GASAL T.A. 2011/2012 KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN JADWAL UJIAN SISIPAN FAKULTAS HUKUM Kampus Unsoed Grendeng SEMESTER No. Telp GASAL (0281) TAHUN 638339, AKADEMIK 621076 Fax. (0281) 2008/2009

Lebih terperinci

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII /1

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII /1 PERANGKAT PEMBELAJARAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( ) Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : S/MTs. Kelas/Semester : VII /1 Nama Guru :... Sekolah :... KURIKULUM TINGKAT

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2012-2013 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB HARI JAM KODE MK MK MK SKS KELAS RUANG SENIN, 1 APRIL 2013 SENIN O8.00-09.30 HKD4006 31 Hukum Acara Pidana 4 A B.2.2 SENIN

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH.

KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH. KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH. DEPARTEMEN HUKUM PIDANA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, melakukan perkawinan adalah untuk menjalankan kehidupannya dan

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, melakukan perkawinan adalah untuk menjalankan kehidupannya dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, pengertian perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai seorang suami

Lebih terperinci

UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta)

UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta) UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas dan Syarat Guna Mencapai Derajat

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 2 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 2 SKS TIU : Agar mahasiswa memahami dan mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Pancasila dalam bidangnya, yaitu Psikologi juga dalam hidupan sehari-harinya. 1 Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila. Pengertian

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA - Peserta yang terlambat 15 menit setelah ujian dimulai, tidak diperbolehkan mengikuti

Lebih terperinci

Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga A. MATA KULIAH WAJIB NASIONAL (KURNAS): 66 sks BARU 1. HKD100 Pengantar Ilmu Hukum 4-2. HKD103 Pengantar

Lebih terperinci

HUKUM AGRARIA. Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam. mengatur Hak Penguasaan atas Tanah. Hak Penguasaan Atas Tanah

HUKUM AGRARIA. Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam. mengatur Hak Penguasaan atas Tanah. Hak Penguasaan Atas Tanah HUKUM AGRARIA LUAS SEMPIT PENGERTIAN Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Tanah OBYEK RUANG LINGKUP Hak Penguasaan atas Sumbersumber

Lebih terperinci

MATA KULIAH SKS PRASYARAT

MATA KULIAH SKS PRASYARAT MATA KULIAH PAKET KURIKULLUM 008 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SRIWIJAYA NO. KODE MK. MATA KULIAH SKS PRASYARAT I. SEMESTER I (19 SKS) SEMESTER GANJIL 1. UNI1008 Pendidikan Kewarganegaraan. UNI10308 Bahasa

Lebih terperinci

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN BUKU RANCANGAN PENGAJARAN Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara Disusun oleh: Jamiah, S.Sos.,M.Si Program Studi Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ataupun pengadilan. Karena dalam hal ini nilai kebersamaan dan kekeluargaan

BAB I PENDAHULUAN. ataupun pengadilan. Karena dalam hal ini nilai kebersamaan dan kekeluargaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam tatanan kehidupan berkeluarga, perkara yang berkaitan dengan warisan sering menimbulkan permasalahan. Dimana permasalahan tersebut sering menyebabkan sengketa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seimbang. Dengan di undangakannya Undang-Undang No. 3 tahun Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No.

BAB I PENDAHULUAN. seimbang. Dengan di undangakannya Undang-Undang No. 3 tahun Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri-ciri dan sifat khusus. Oleh karena itu anak memerlukan perlindungan

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II No. KODE M.K. MATA KULIAH SKS KLS HARI JAM KULIAH MATA KULIAH YANG HARUS DIAMBIL / DITEMPUH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian

BAB I PENDAHULUAN. mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hukum perusahaan adalah semua peraturan hukum yang mengatur mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian perusahaan terdapat dalam Pasal

Lebih terperinci

SEB E U B A U H H MAT A A T KULIAH

SEB E U B A U H H MAT A A T KULIAH SEBUAH MATA KULIAH PENGANTAR PENGANTAR HUKUM INDONESIA Pengantar Hukum Indonesia HUKUM SEBAGAI PRANATA SOSIAL sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB. IV POLITIK HUKUM

BAB. IV POLITIK HUKUM BAB. IV POLITIK HUKUM I. PENGERTIAN POLITIK HUKUM POLITIK H U K U M CARA MENENTUKAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI DENGAN DIBUAT DAN DIBERLAKUKANNYA HUKUM CARA MENENTUKAN STRATEGI YANG DIPILIH UNTUK MENCAPAI

Lebih terperinci

GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN

GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang sedang dialami negara Indonesia sekarang ini, tidak semua orang mampu memiliki sebuah rumah

Lebih terperinci

BAB I. Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang. diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada

BAB I. Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang. diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada ketentuan peraturan

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR

BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR A. Deskripsi Mata Kuliah Hukum Acara Peradilan Agama merupakan matakuliah wajib fakultas yang diberikan kepada mahasiswa pada semeter VI, setelah mahasiswa menempuh

Lebih terperinci

KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2

KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2 Lex Crimen, Vol.II/No.1/Jan-Mrt/2013 KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2 ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana

Lebih terperinci

TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA

TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Klaten) SKRIPSI Disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Page 14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, telah ditegaskan bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan atas hukum. Itu berarti bahwa

Lebih terperinci

Daftar Pustaka. Glosarium

Daftar Pustaka. Glosarium Glosarium Daftar Pustaka Glosarium Deklarasi pembela HAM. Pernyataan Majlis Umum PBB yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak secara sen-diri sendiri maupun bersama sama untuk ikut serta dalam

Lebih terperinci