OPTIMALISASI PERSEDIAAN NOTEBOOK PADA UD MITRA SARANA ABADI

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA. Oleh :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY)

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan inilah dinamakan proses produksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Home Industry Fanny Bakery Salatiga

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier

MANAJEMEN KEUANGAN. Kemampuan Dalam Mengelola Persediaan Perusahaan. Dosen Pengampu : Mochammad Rosul, Ph.D., M.Ec.Dev., SE. Ekonomi dan Bisnis

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Produksi

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan dagang selalu mengadakan persediaan (inventory).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. berkembang pesat. Setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menemukan

bagi perekonomian karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas, baru 25% atau

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS PADA UD BINTANG USAHA DI KECAMATAN MUAI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebelum penggunaan MRP biaya yang dikeluarkan Rp ,55,- dan. MRP biaya menjadi Rp ,-.

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Persediaan

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan perusahaan adalah untuk mendapat keuntungan dengan biaya

OPTIMALISASI PERSEDIAAN SEMEN PADA C.V. SURYA INDAH DI SAMARINDA. Muhammad Erwan Rizki 1

BAB I PENDAHULUAN. yang sering mengalami kemacetan. Awal mula masuknya sepeda ke Indonesia

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. tujuan yang diinginkan perusahaan tidak akan dapat tercapai.

BAB PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Blocher (2007:12) Husnanto (2013:1)

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA SWALAYAN LANGGENG DI TULUNGAGUNG

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada perusahaan dagang dan industri, persediaan merupakan aktiva lancar

#14 MANAJEMEN PERSEDIAAN

MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY)

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Heizer & Rander

BAB II KONSEP PERSEDIAAN DAN EOQ. menghasilkan barang akhir, termasuk barang akhirnya sendiri yang akan di jual

#14 MANAJEMEN PERSEDIAAN

Analisis Pengawasan Persediaan Bahan Baku Solar Module dengan Menggunakan Metode ABC untuk Meminimumkan Biaya pada PT. Len Industri (Persero) Bandung

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. sehingga dalam menentukan persediaan perusahan harus selalu

PERANCANGAN PENGELOLAAN INFORMASI PERGUDANGAN (STUDI KASUS : PT. SURYA INTI ALAM) ODE S.L.I. LADAMAY

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap laba yang diperoleh

PERHITUNGAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN PAVING BLOCKDENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini tidak sedikit industri konveksi/industri pakaian jadi

ANALISIS PENGENDALIAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEPUNG TERIGU CITARASA BAKERY PADA PT KALTIM MULTI BOGA UTAMA (KMBU) DI BONTANG.

BAB II LANDASAN TEORI

Manajemen Keuangan. Pengelolaan Persediaan. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

Mempelajari Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada CV. Aneka Teknik Utama

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA WAROENG JEANS CABANG P. ANTASARI SAMARINDA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pada beberapa tahun belakangan ini semakin banyak perusahaanperusahaan

#14 MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini, dunia usaha mengalami perkembangan yang sangat signifikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan setiap waktu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara

MODEL PERSEDIAAN SINGLE-ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TINGKAT KADALUWARSA DAN PENGEMBALIAN PRODUK

ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU DUMPTRUCK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA PT. ASRICO PUTRA PERDANA BEKASI

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA UD. ADI MABEL

BAB I PENDAHULUAN. dengan pesat di indonesia, pengusaha dituntut untuk bekerja dengan lebih efisien

perusahaan. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Ngadiluwih, Kediri. UD. Pilar Jaya adalah perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap usaha yang dijalankan perusahaan bertujuan mencari laba atau

ANALYSIS OF CEMENT AS RAW MATERIAL INVENTORY ON READY MIX PRODUCTION UNIT AT PT. PERDANA BETON IN SAMARINDA

(2004) dengan penelitian yang diiakukan oleh penulis adalah metode pemecahan

#12 MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan peradaban manusia menimbulkan adanya perkembangan

DIPONEGORO JOURNAL OF SOCIAL AND POLITIC Tahun 2013, Hal

Syukriah, Putri Narisa Lia. Jurusan Teknik Industri, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan antar perusahaan tidak terbatas hanya secara lokal,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Mata Kuliah Pemodelan & Simulasi. Riani Lubis. Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB II ECONOMIC ORDER QUANTITY

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya dipengaruhi oleh pengendalian persediaan (inventory), karena hal

BAB IV PENUTUP. bermanfaat bagi perusahaan jika perusahaan menerapkan metode EOQ pada

Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2. Abstrak. Kata kunci : Material, Persediaan, Teknik Lot Sizing, Biaya Persediaan Minimum.

Pertemuan 7 MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY MANAGEMENT)

Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Prosiding Manajemen ISSN:

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. beragama islam. Semakin pesatnya perkembangan fashion membuat trend busana

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

ANALISIS PERSEDIAAN PRODUK FARMASI CAIRAN INFUS PADA PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) PT. DOS NI ROHA SAMARINDA

ANALISIS EFISIENSI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN SETENGAH JADI DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITIY

Transkripsi:

OPTIMALISASI PERSEDIAAN NOTEBOOK PADA UD MITRA SARANA ABADI Oleh: Mohammad Zaenuri Po oe, LCA. Robin Jonathan, Rina Masyitoh Fakultas Ekonomi 17 Agustus 1945 Samarinda Email : zainuripou90@gmail.com ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah pembelian notebook secara optimal dan meminimumkan biaya persediaan notebook tersebutpada UD. Mitra Sarana Abadi Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada 42 item notebook yakni Axioo dari Seri 1-6, Lenovo Seri 1-6, Dell Seri 1-6, Asus Seri 1-6, Compaq Seri 1-6, Acer Seri 1-6, Toshiba Seri 1-6 dengan pemesanan per item sebesar Rp 4.000, Sehingga untuk 42 item diperlukan biaya pemesanan sebesar Rp 168.000, biaya pemesanan bersama sebesar Rp 58.000, biaya penyimpanan sebesar 5% dari biaya pembelian. Jumlah item pembelian sebanyak 46.507 pcs notebook dengan biaya pembelian Rp 1.157.421.200,- dengan menggunakan rumus matematis nilai EOQ = dalam tahun, untuk dijadikan perbulan maka EOQ = x12 = 4.827,56 dalam bulan. Sehingga total biaya persediaan = (1+ 4.827,56) x Rp 57.871.060 = Rp 337.247.074.413,60 Hal ini berarti, jika dibandingkan biaya persediaan menurut Economic Order Quantity (EOQ) - Multi Item model yaitu Rp 337.247.074.413,60 dengan biaya persediaan menurut perusahaan Rp 60.583.060,- maka nilai biaya persediaan menurut perusahaan jauh lebih kecil dari biaya persediaan menurut EOQ - Multi Item model. Hal ini dapat diterima karena kecilnya biaya persediaan menurut perusahaan bukan tanpa alasan. UD. Mitra Sarana Abadi adalah salah satu perusahaan distributor tunggal notebook di Kalimantan Timur yang sudah sangat berpengalaman, tentunya dalam pengelolaan persediaannya dan juga telah memperhitungkan banyak aspek dan kemungkinan penggunaan formula perhitungan biaya persediaan telah diadakan dan setelah dilakukan evaluasi ternyata dengan menggunakan cara pemesanan 12 kali dalam setahun memberikan biaya persediaan yang minimum. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka hipotesis yang menyatakan bahwa UD. Mitra Sarana Abadi belum melakukan pembelian notebook secara optimum, diterima. Kata Kunci : Optimalisasi Persediaan, EOQ A. PENDAHULUAN Manajemen Persediaan adalah sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji masalah pengaturan dan pengawasan persediaan dan juga penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan persediaan baik yang berupa persediaan barang mentah, barang setengah jadi, maupun barang jadi. Tugas pokok dari manajemen persediaan pada prinsipnya adalah pengambilan keputusan terhadap berbagai alternative masalah persediaan yang dihadapi. Pengambilan keputusan didasarkan pada analisis ilmiah yang logis dan riil serta harus selalu berorientasi pada tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Dalam perkembangan ekonomi yang sangat pesat dewasa ini, memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan usahanya, akan tetapi dalam peningkatan usaha itu bukanlah suatu hal yang

mudah untukdilakukan karena kompleksnya masalah yang dihadapi oleh perusahaan, diantaranya adalah masalah produksi, persediaan, pemasaran, operasional dan masalah keuangan. B. DASAR TEORI 1. Pengertian Manajemen Persediaan Suatu perusahaan pasti membutuhkan persediaan dalam rangka memenuhi segala kewajiban untuk menyediakan produk/jasa. Mengendalikan persediaan yang tepat bukanlah hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya biaya menganggur, meningkatkan biaya penyimpanan dan resiko kerusakan atau keausan barang yang besar. Demikian juga sebaliknya, jika persediaan terlalu kecil akan berisiko terjadinya kekurangan persediaan (stockout) karena sering kali barang tidak dapat disediakan dengan segera, pengiriman yang tertunda-tunda sehingga juga menyebabkan tertundanya keuntungan, bahkan beresiko hilangnya pelanggan. Karena itu kemampuan untuk mengelola manajemen persediaan itu sangatlah penting bagi setiap perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun jasa. Fungsi-fungsi persediaan tersebut sangat erat kaitannya dengan berbagai jenis persediaan yang perlu dijelaskan dalam penulisan ini. Jenis persediaan pada umumnya terdiri dari dua perbedaan yaitu antara permintaan bebas (independen) dan permintaan terikat atau tidak bebas (dependent). Persediaan independen merupakan persediaan yang dalam permintaannya tidak berhubungan dengan faktor internal, tetapi lebih pada faktor eksternal seperti kondisi pasar. Permintaan dependen adalah persediaan yang berhubungan dengan faktor dibawah kendali perusahaan atau kondisi barang yang saling mengikat antara satu dengan jenis lainnya. Kedua perbedaan ini mempunyai dampak yang besar dalam penggunaan model deterministik terhadap persediaan barang atau jasa pada perusahaan. Secara khusus, para ahli memberikan beberapa pengertian tentang jenis persediaan, diantaranya jenis persediaan menurut Render dan Heizer (2001 : 314 ) sebagai berikut: Perusahaan mempertahankan empat jenis persediaan : a. Persediaan bahan mentah b. Persediaan barang-dalam-proses ( work-inproces ) c. Persediaan MRO ( perlengkapan pemeliharaan / perbaikan / operasi ) d. Persediaan barang jadi. Menurut Suyadi, (2001 : 66) Persediaan atau Inventory adalah suatu bagian dari kekayaan perusahaan manufaktur yang digunakan dalam rangkaian proses produksi untuk diolah menjadi barang setengah jadi dan akhirnya menjadi barang jadi. Menurut Yamit, (2003 : 9) Biaya persediaan adalah semua pengeluaran dan kerugian yang disebabkan oleh adanya persediaan. Biaya persediaan ini merupakan keseluruhan biaya operasi atas sistem persediaan. Biaya persediaan didasarkan pada parameter ekonomis yang relevan dengan jenis biaya sebagai berikut :

a. Biaya pembelian (purchase cost) b. Biaya pemesanan (order cost/setup cost) c. Biaya penyimpanan (carrying cost/holding cost) d. Biaya kekurangan persediaan (stockout cost) (Yamit, 2003 : 8-9). Biaya penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan atas investasi dalam persediaan dan pemeliharaan maupun investasi sarana fisik untuk menyimpan persediaan. Herjanto, (2003 : 225) mengartikan Biaya pemesanan sebagai : biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan/barang, sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedianya barang digudang. Biaya ini meliputi : biaya administrasi dan penempatan order, biaya pemilihan pemasok, biaya pengangkutan dan bongkar muat, biaya penerimaan dan biaya pemeriksaan barang. Rangkuti, (2002 : 26) Persediaan yang optimal adalah dimana total biaya minimum terjadi apabila dua komponen biaya antara pemesanan dan biaya penyimpanan berpotongan. Sehingga Q adalah optimal order quantity. C. HASIL PENELITIAN UD. Mitra Sarana Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penjualan barang dagangan berupa alat alat elektronik komputer yang berdiri pada tanggal 8 Februari 2005 yang disahkan oleh notaris Hj. Sri Aslinda Sulaiman, SH. Perusahaan didirikan oleh Rusdi Nasarudin dan Ramadansyah membuka kantor di Kalimantan Timur yang kantor operasionalnya di Samarinda. Melihat pangsa pasar yang bagus di dalam dunia komputer maka didirikanlah UD. Mitra Sarana Abadi. Perusahaan memulai usaha dengan menjual produk aksesoris aksesoris komputer kemudian berkembang dengan bertambahnya produk seperti monitor dan komputer hingga akhirnya UD. Mitra Sarana Abadi berkembang di Samarinda dengan produk ternama seperti Acer, Asus, Axioo, LG, Canon dan Pro Link. Peningkatan kemajuan teknologi diharapkan hubungan kerja sama dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan agar peningkatan sumber daya manusia dapat diwujudkan dan memperluas kesempatan untuk bekerja. D. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Menganalisa optimalisasi persediaan notebook, digunakan alat analisis model Metode Economic Order Quantity (EOQ) - Multi Item, dengan prosedur sebagai berikut: TAC = (biaya pembelian) + (biaya pesan) + (biaya simpan) TAC = 1.157.421.200 + 58.000 + 57.871.060

Sehingga menentukan kebijakan optimal dapat dihitung sebagai berikut : adalah Rp 2.712.000. Dengan demikian biaya 2 2 R H( M) K( Q M) TAC PR C 2Q 2Q persediaan menurut UD. Mitra Sarana Abadi TAC ( BiayaPembelian ) ( BiayaPesan) ( BiayaSimpan Samarinda ) sebesar Rp 60.583.060 TAC 1.157.421.200 58.000 57.871.060 Hal ini berarti, jika dibandingkan biaya persediaan Sehingga menentukan kebijakan optional dapat dihitung sebagai berikut: 2RC H H K K 2(58.000)(1.157.421.200) 4.000 (57.935,49)(1,94) 80.719,26 H H K (4.000)(80.719,26) 4.000 4.250 322.877,04 8.250 39,14 J * 80.719,26 39,14 80.680,12 atau dibulatkan menjadi 80.680 unit E. KESIMPULAN 4.000 4.250 4.250 UD. Mitra Sarana Abadi Samarinda telah melakukan pemesanan notebook secara optimum. Hal ini dapat terjelaskan pada biaya persediaan notebook menurut perusahaan terdiri dari : Biaya penyimpanan 5% x harga pembelian yaitu Rp. 1.157.421.200 adalah sebesar Rp 57.871.060. dan biaya pemesanan dimana biaya pemesanan perbulan sebesar Rp 226.000, Sehingga biaya pemesanan pertahun Rp 226.000 x 12 kali pesanan menurut Economic Order Quantity (EOQ) - Multi Item model yaitu Rp 58.256.867,08 dengan biaya persediaan menurut perusahaan Rp 60.583.060,- maka nilai biaya persediaan menurut perusahaan lebih kecil dari biaya persediaan menurut EOQ - Multi Item model. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan UD. Mitra Sarana Abadi belum melakukan pemesanan notebook secara optimal, ditolak F. SARAN Sehubungan dengan hasil kesimpulan, maka saran yang dapat diajukan sehubungan dengan penelitian ini adalah : 1. UD. Mitra Sarana Abadi dalam melakukan pemesanan notebook telah efektif namun belum menunjukkan kondisi yang optimum sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang agar memperoleh pesanan yang optimal. 2. Pada penelitian berikutnya diharapkan dapat menggunakan metode yang lain sehingga dapat memberikan masukkan kepada perusahaan sebagai bahan pertimbangan. DAFTAR PUSTAKA Prawirosentono, Suyadi, 2001, Manajemen Operasi, Edisi 3. Cetakan pertama, PT. Bumi Aksara, Jakarta

Render, Barry. Jay Heizer, 2001, Prinsip- Prinsip Manajemen Operasi, Edisi 1. Terjemahan : Penerbit Salemba Empat, PT. Salemba Empat Patria, Jakarta. Yamit, Zulian, 2003, Manajemen Persediaan, Cetakan pertama, Penerbit Ekonisia Fakultas Ekonomi UII, Yogyakarta