DETEKSI CACAT PADA MATERIAL BAJA MENGGUNAKAN ULTRASONIK NON-DESTRUCTIVE TESTING DENGAN METODE CONTINUOUS WAVELET TRANSFORM

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISA. tersebut diaplikasikan untuk pendeteksian cacat dalam pada material baja. Dengan

BAB IV ANALISA. TERSEBUT DIAPLIKASIKAN UNTUK PENDETEKSIAN CACAT DALAM PADA MATERIAL BAJA. DENGAN

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT UJI NDT ULTRASONIC TEST DENGAN METODE MICROCONTROLLER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada tahun 2000-an berkembang isu didunia internasional akan dampak

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya Indonesia

PENGUKURAN PANJANG SIMULASI RETAK PERMUKAAN DENGAN TEKNIK PERAMBATAN GELOMBANG ULTRASONIK PERMUKAAN

DASAR TEORI ULTRASONIC TEST

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) G-121

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Deteksi Bentuk Kecacatan Benda Padat Menggunakan Teknik Variasi Sudut Ultrasonik

Pengukuran Ketebalan serta Posisi Cacat pada Sampel Carbon Steel dan Stainless Steel dengan Metode Ultrasonic Testing.

BAB 5 PEMBAHASAN. 39 Universitas Indonesia

Pengaruh Posisi Probe Terhadap Respon Defect di 1 2. V Bevel Butt Joint Dengan Metode Ultrasonic Testing Tandem Technique

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. suatu beton. Standar atau prosedur dalam menggunakan metode pengujian ini

LAPORAN RESMI UJI ULTRASONIK (Ultrasonic Test)

2. TINJAUAN PUSTAKA Gelombang Bunyi Perambatan Gelombang dalam Pipa

penetrant dan developer. Umumnya warna yang digunakan adalah putih untuk developer dan merah untuk penetrant.

Gambar 5.16 Amplitudo gelombang pada beton dengan lebar cacat 10 cm Gambar 5.17 Grafik lebar cacat vs rata-rata amplitudo Gambar 5.

PENGARUH VARIASI ARUS DAN JENIS ELEKTRODA HASIL PROSES PENGELASAN SMAW TERHADAP CACAT LAS MENGGUNAKAN PENGUJIAN ULTRASONIK PHASED ARRAY

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

RANCANG BANGUN SPESIMEN UNTUK KEBUTUHAN ULTRASONIC TEST BERUPA SAMBUNGAN LAS BENTUK T JOINT PIPA BAJA. *

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Gelombang. Rudi Susanto

Ultrasonic Testing. Prinsip Ultrasonic. Prinsip Pemeriksaan Ultrasonic. Pembangkit ultrasonic 08/01/2012

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENENTUAN KOEFISIEN ABSORBSI DAN IMPEDANSI MATERIAL AKUSTIK RESONATOR PANEL KAYU LAPIS (PLYWOOD) BERLUBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE TABUNG

Pengukuran Jarak Lubang Pada Benda Padat Menggunakan Sensor Ultrasonik

KARAKTERISASI ATENUASI ULTRASONIK TERHADAP VARIASI TEBAL BAHAN (CAIRAN) MENGGUNAKAN TRANSDUSER ULTRASONIK JENIS IMMERSION TRANSDUCER ABSTRACT

IDENTIFIKASI KERUSAKAN MESIN BERPUTAR BERDASARKAN SINYAL SUARA DENGAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM

BAB III ALAT PENGUKUR ALIRAN BERDASARKAN WAKTU TEMPUH GELOMBANG ULTRASONIK. Gelombang ultrasonik adalah salah satu jenis gelombang akustik atau

Soal GGB (Getaran, Gelombang & Bunyi)

DESAIN SISTEM PENGUKURAN PERGESERAN OBJEK DENGAN TRANDUSER ULTRASONIK MENGGUNAKAN METODE KORELASI SILANG SECARA REAL TIME

sepanjang lintasan: i) A-B adalah 1/4 getaran ii) A-B-C-B-A adalah 4/4 atau 1 getaran iii) A-B-C-B-A-B adalah 5/4 atau 1,25 getaran

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. dimana besar nilainya bisa sama panjang dengan panjang keseluruhan atau

PEMODELAN KANAL KOMUNIKASI AKUSTIK PADA PERAIRAN DANGKAL

BAB I PENDAHULUAN. T u g a s A k h i r

KAITAN VISKOSITAS COUPLANT DENGAN SENSITIVITAS SENSOR ULTRASONIK UNTUK UJI TAK RUSAK

udara maupun benda padat. Manusia dapat berkomunikasi dengan manusia dari gagasan yang ingin disampaikan pada pendengar.

BAB II GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK. walaupun tidak ada medium dan terdiri dari medan listrik dan medan magnetik

Gelombang Bunyi 8 SMP

DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN

III. METODE PENELITIAN

APLIKASI SPECTRUM ANALYZER UNTUK MENGANALISA LOUDSPEAKER

APLIKASI PEMINDAI ULTRASONIK UNTUK REKONSTRUKSI 3D MENGGUNAKAN METODE DELAUNAY TRIANGULATION

2. Tinjauan Pustaka Gelombang Mekanik Longitudinal

III BAHAN DAN METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian. 3.2 Bahan dan Alat

SINYAL & MODULASI. Ir. Roedi Goernida, MT. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung

ANALISIS KERAPATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN CEPAT RAMBAT DAN TRANSMISSION TIME

Tugas Sensor Ultrasonik HC-SR04

Rijal Fadilah. Transmisi Data

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. SUMBER BUNYI. Gambar 1

MODULASI. Ir. Roedi Goernida, MT. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung

BAB II LANDASAN TEORI

Rancang Bangun Sistem Akuisisi Data Resonansi gelombang Bunyi Menggunakan Transduser Ultrasonik Berbasis Mikrokontroler ATmega8535

Pengukuran Tinggi Permukaan Air Berbasis Gelombang Ultrasonik Menggunakan Kalman Filter

ANALISA PENGELASAN DINGIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIGH FREQUENCY ELECTRICAL RESISTANCE WELDING PADA PROSES PEMBUATAN PIPA BAJA STKM 13B

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

geofisika yang cukup popular. Metode ini merupakan metode Nondestructive Test yang banyak digunakan untuk pengamatan dekat

Pengukuran Tinggi Permukaan Air Berbasis Gelombang Ultrasonik Menggunakan Kalman Filter

BAB 2 LANDASAN TEORI

INSPEKSI CACAT RETAKAN PADA MATERIAL DENGAN UJI TAK MERUSAK ULTASONIK MENGGUNAKAN METODA ANALISIS FREKUENSI SPEKTROSKOPI

BAB 10 GELOMBANG BUNYI DALAM ZAT PADAT ISOTROPIK

BAB. IV SIMULASI DAN EKSPERIMEN SISTEM PENCITRAAN ULTRASONIK

Brilianda Adi WIcaksono Bidang Studi Elektronika Jurusan Teknik Elektro FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Deteksi Sinyal Akustik yang Ditimbulkan Kapal Menggunakan Pendekatan Hidden Markov Tree (HMT)

Scientific Echosounders

Pengukuran Waktu Tunda (Time Delay) pada Dua Sinyal dengan Cross Correlation Function (CCF)

PENDAHULUAN. Ivan Afandy 1, Wing Hendroprasetyo Akbar Putra 2

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Rancang Bangun Pembangkit Pulsa Tiga Sensor Ultrasonik Untuk Pendeteksi Kecacatan Beton Berbasis Mikrokontroler

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Telah direalisasikan alat pendeteksi logam yang terbuat dari induktor

NON-DESTRUCTIVE TEST TERHADAP SEMI DESTRUCTIVE TEST PADA SHEAR WALL BETON BERTULANG

BAB IV DATA. Gambar Grafik kekerasan yang dihasilkan dengan quenching brine water

PEMBUATAN ALAT UKUR DAYA ISOLASI BAHAN

Setelah mengikuti praktikum mata kuliah ini mahasiswa akan mampu memahami komponenkomponen

Modulasi. S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto

GELOMBANG SEISMIK Oleh : Retno Juanita/M

Kata kunci: Fourier, Wavelet, Citra

DATA HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS

PENDETEKSIAN KEDALAMAN RETAK BETON MENGGU- NAKAN METODE ULTRASONIK

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pemeriksaan secara visual dengan mata, kadang kadang memakai kaca pembesar. 2.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. spektrofotometer UV-Vis dan hasil uji serapan panjang gelombang sampel dapat

SINYAL. Adri Priadana ilkomadri.com

PROGRAM STUDI D3 INSTRUMENTASI DAN ELEKTRONIKA

Analisis Getaran Struktur Mekanik pada Mesin Berputar untuk Memprediksi Kerusakan Akibat Kondisi Unbalance Sistem Poros Rotor

Metode uji kecepatan rambat gelombang melalui beton (ASTM C , IDT)

1. SUMBER BUNYI. Gambar 7

PENERAPAN SINYAL ULTRASONIK PADA SISTEM PENGENDALIAN ROBOT MOBIL PUBLIKASI ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. (near surface exploration). Ground Penetrating Radar (GPR) atau georadar secara

OLEH : AKBAR RIANIRI BAKRI DOSEN PEMBIMBING : Wing Hendroprasetyo Akbar Putra,S.T.,M.Eng

Modulasi adalah proses modifikasi sinyal carrier terhadap sinyal input Sinyal informasi (suara, gambar, data), agar dapat dikirim ke tempat lain, siny

I. PENDAHULUAN. Beton adalah suatu material yang terbentuk dari campuran semen, air, agregat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

DETEKSI CACAT PADA MATERIAL BAJA MENGGUNAKAN ULTRASONIK NON-DESTRUCTIVE TESTING DENGAN METODE CONTINUOUS WAVELET TRANSFORM Lilik Subiyanto 1, Tri Arief Sardjono 1, Jurusan Teknik Elektro, Program Pasca Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya E-mail : 1 llksubiyanto@gmail.com, t.a.sardjono@ee.its.ac.id ABSTRAK Ultrasonik Non-Destructive Testing (NDT) adalah salah satu teknik pengujian material tanpa merusak benda uji melalui pantulan gelombang ultrasonik. Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi adanya cacat (flaw) atau retak (crack) pada material secara dini, dan menghindari kegagalan saat digunakan. Propagasi gelombang ultrasonik didalam struktur baja mengalami pemantulan atau pembelokan pada saat mengenai medium dengan indek yang berbeda. Propagasi gelombang ultrasonik tersebut kemudian diekstrak menggunakan metode Continuous Wavelet Transform (CWT) untuk merepresentasikan permukaan material yang didasarkan pada frekuensi dan waktu pantul/belok sebagai dasar jarak keberadaan rongga (cacat). CWT mempunyai keunggulan pada proses analisis sinyal yang lebih cepat dibandingkan dengan metode lain seperti transformasi fourier dan mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan sinyal nonstasioner dalam domain waktu-frekuensi. Material uji yang digunakan pada penelitian ini adalah baja rendah karbon (steel 100), sedangkan peralatan penunjang utama yang digunakan adalah probe ultrasonik tipe pulse-echo single probe 4MHz. Software utama yang digunakan untuk pengolahan sinyal pada penelitian ini adalah DELPHI. Dari hasil analisis sinyal diketahui bahwa NDT dengan metode CWT mampu merekonstruksi cacat material dengan baik. Kata kunci : Ultrasonik NDT, Flaw, Crack, Pulse-echo, Continuous Wavelet Transform. 1. PENDAHULUAN Inspeksi terhadap struktur material logam seperti baja sangat penting untuk mengetahui kondisi material dan melakukan tindakan preventif sebelum terjadinya kegagalan fungsi peralatan pada saat digunakan. Penurunan fungsi terjadi akibat keretakan, korosi, penyambungan, kelelahan penggunaan material dalam kurun waktu yang lama. Pengujian material dengan metode Non Destructive Testing (NDT) adalah pengujian material tanpa menyebabkan kerusakan pada material tersebut. Pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menentukan lokasi, ukuran dan karakteristik cacat [1]. Ultrasonic NDT merupakan salah satu teknik yang digunakan secara luas dan lebih efektif untuk pengujian cacat dalam (internal defect) material dibandingkan dengan teknik yang lain seperti, x-radiography dan eddy current [3]. Gelombang ultrasonic dihasilkan oleh transduser piezoelectric dengan frekuensi antara 0.1 ~ 15 Mhz yang menembus material dan dipantulkan atau disebarkan oleh retakan (cacat) yang ada didalam material. Propagasi sinyal pantul tersebut memberikan informasi tentang lokasi cacat atau retakan yang ada di dalam material []. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi propagasi sinyal ultrasonik didalam material. Menurut teori propagasi akustik faktor utama yang mempengaruhi parameter pemantulan (backscatter) sinyal ultrasonik antara lain [1] : - Frekuensi dan bandwidth sinyal ultrasonik - Jarak inspeksi yang dilalui - Posisi dan ukuran cacat - Propertis dari material Tingkat absorbsi material menyebabkan atenuasi dari sinyal pantul ultrasonik. Demikian pula struktur komponen mikro dari material sangat berpengaruh terhadap faktor kesulitan dalam pendeteksian lokasi cacat [4]. Beberapa metode pemrosesan sinyal digital diterapkan untuk memperoleh karakteristik cacat dari sinyal pantul ultrasonik antara lain Split Spectrum Processing (SSP) [6], Wavelet Transform [5][7], metode yang diterapkan pada penelitian tersebut difungsikan untuk mereduksi struktur noise yang muncul menyertai pulsa pantul ultrasonik sehingga diperoleh sinyal orisinil dari cacat yang didapat. INFRM 466

pulse-echo single probe adalah salah satu probe ultrasonik NDT yang pada umumnya digunakan untuk pengukuran ketebalan material baja atau mendeteksi adanya diskontinyuitas penyambungan pada proses pengelasan. Pengukuran menggunakan probe tersebut menghasilkan tampilan A-scan. Pada penelitian ini dengan menggunakan type probe ultrasonik tersebut diaplikasikan untuk pendeteksian cacat dalam pada material baja (steel 100) dengan men-scan luasan sepanjang x dan y dan merekonstruksikan kembali profil cacat yang terdeteksi ke dalam tampilan C-scan 3 dimensi. Proses scaning menggunakan mekanis dengan mikrokontroler sebagai pengendali motor untuk melakukan gerakan x y. Preprosesing terhadap sinyal pemantulan ultrasonik menggunakan wavelet Morlet. Kontribusi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pekerjaan inspeksi terhadap material khususnya baja dengan presentasi 3D pada komputer dan untuk pelaporan dan analisis tindak lanjut pada penanganan material.. TINJAUAN PUSTAKA.1. Propagasi Gelombang Ultrasonik Sumber bunyi dihasilkan dari pizzoelectric yang diberi sinyal AC dengan frekuensi f. Gelombang ultrasonic yang dipancarkan didalam medium benda padat mengalami perambatan secara longitudinal []. Gelombang tersebut menjalar melalui material oleh getaran partikel. Panjang gelombang yang merambat di dalam material padat tergantung dari cepat rambat bunyi (velocity) pada material dan frekuensi dari sumber bunyi. Tabel velocity pada beberapa material dapat dilihat pada table 1. v (1) f λ : panjang gelombang v : velocity f : frekuensi sedangkan impedansi akustik adalah produk dari kerapatan dengan kecepatan. Z.v () Tabel 1: Cepat rambat gelombang akustik pada beberapa medium []. Material Impedance (gr/cm -sec) Velocity (cm/sec) Density (gr/cm 3 ) Air 0.000033 x 10 6 0.33 x 10 5 0.001 Water 0.149 x 10 6 1.49 x 10 5 1.00 Aluminium 1.7 x 10 6 6.35 x 10 5.71 Steel 4.56 x 10 6 5.85 x 10 5 7.8 Gelombang ultrasonik yang dipantulkan ke permukaan membawa beberapa informasi dalam bentuk frekuensi resonansi. Sinyal yang dihasilkan ditampilkan dalam tampilan A-scan seperti yang ditunjukkan pada gambar 1... Continuous Wavelet Transform Transformasi wavelet merupakan salah satu teknik terbaru yang muncul sebagai teknik pemrosesan sinyal non-stasioner. Analisis sinyal dengan menggunakan transformasi wavelet lebih cepat dari pada menggunakan analisis transformasi fourier []. Penggunaan transformasi wavelet sangat potensial untuk mengektraksi fitur sinyal A-scan dari domain waktu kedalam domain waktu-frekuensi. Gambar 1. Sinyal pantul ultrasonik (A-scan) [3] INFRM 467

Secara matematika CWT dapat didefinisikan sebagai berikut : Dimana : (, ) * ( s, ) f s dt (3), s adalah fungsi sinyal setelah transformasi, dengan variabel s (skala) dan τ (translasi) sebagai dimensi * baru. f(t) sinyal asli sebelum transformasi. Fungsi dasar ( ) disebut sebagai wavelet, dengan * menunjukkan s, t konjugasi kompleks. Dan invers dari CWT secara matematika dapat didefinisikan sebagai berikut : f t) ( s, ) s dds (, (4) Fungsi dasar wavelet ( ) dapat didesain sesuai dengan kebutuhan untuk mendapatkan hasil transformasi yang baik. s, t Fungsi dasar wavelet secara matematika didefinisikan sebagai berikut : 1 t s, (5) s s 1 Faktor digunakan untuk normalisasi energi pada skala yang berubah-ubah. s Mexican Hat, yang merupakan normalisasi dari derivatif kedua fungsi Gaussian adalah salah satu contoh fungsi dasar dari CWT : t 1 t 1 e 3 (6) Contoh lain adalah fungsi dasar Morlet, yang merupakan fungsi bilangan komplek 1 1 t 4 it c e e k (7) Dengan k e 1 dan c 1 e e 3 4 1 3. METODE Penelitian ini dilakukan dengan membuat alat scaning seperti pada gambar. Digital Kontrol Pulser/receive Probe Motor Baja Arah Gerak Cacat Gambar. Instalasi Pengujian INFRM 468

Probe ultrasonik yang digunakan adalah pulse-echo single element dengan frekuensi 4MHz, dengan metode pengujian direct contact. Probe ultrasonik digerakkan oleh motor untuk menghasilkan gerakan scaning arah x dan y terhadap luasan material uji. Motor dikendalikan oleh mikrokontroler melalui perintah dari komputer. Pulsa ultrasonik dibangkitkan dari pulser-receiver dengan PRF (Pulse Repetition Frequency) sebesar 1kHz dengan amplitudo -15V. Akuisisi data hasil pemantulan ultrasonik menggunakan osiloskop digital dengan kemampuan 50Sa/s, 8 bit. Data akuisisi dikirim ke komputer untuk diproses melalui komunikasi serial (USB) dengan protokol komunikasi standar IEEE488.,199. Pre-prosesing sinyal digital hasil pemantulan seluruh sinyal scaning (x,y) menggunakan CWT dengan level penskalaan sebanyak 18 level. Hasil transformasi sinyal di-treshold untuk mendapatkan lokasi (dalam t) dari frekuensi sinyal pantul. Selanjutnya setiap titik-titik yang terdeteksi dikelompokkan dalam susunan posisi atau lokasi dengan tingkat warna yang bervariasi sebagai representasi dari pola cacat (rongga) material. Sebagai hasil akhir pengelompokan tersebut di petakan dalam grafik 3 dimensi. Material yang diuji adalah baja rendah karbon steel 100 dengan profil uji seperti pada gambar 3 (a) dan (b). (a) (b) Gambar 3 (a) Material uji (steel 100), (b) Material uji tampak bawah 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Data akuisisi hasil pembacaan dari osiloskop mempunyai panjang data 4000 dengan frekuensi sampling 100MHz. Data tersebut dibaca dan dilakukan pemrosesan sinyal digital dengan menggunakan pemrograman delphi. 1000 data pertama digunakan sebagai inisialisasi sehingga data orisinil dari pemantulan dimulai dari data ke 1001 sampai 3000. Sinyal pantul hasil pembacaan dapat dilihat seperti pada gambar 4. Gelombang permukaan Pantulan 1 Pantulan Pantulan 3 Gambar 4. Sinyal pantul hasil pembacaan ultrasonik Gelombang pertama yang muncul adalah getaran ultrasonik pada permukaan benda. Berikutnya disusul gelombang pantul 1, dan 3. Dari gelombang pantul pertama ke pantulan ke- dan ke-3 gelombang mengalami atenuasi sebesar 0%. Dari INFRM 469

sinyal tersebut distribusi frekuensi yang muncul dapat dilihat pada gambar 5. Energi frekuensi tertinggi muncul pada frekuensi 4.4MHz. Gambar 5. Distribusi frekuensi sinyal pantul ultrasonik Jika diambil gelombang pantulnya saja untuk pemantulan pertama antara t = 9.5 s sampai dengan 1 s, frekuensi yang muncul adalah 4.30MHz. Sinyal dan distribusi frekuensinya dapat dilihat pada gambar 6 dan 7. Gambar 6. Sinyal pantul ultrasonik pertama (t= 9.5-1s) Gambar 7. Distribusi frekuensi sinyal pantul pertama (f= 4.30MHz) Dari sinyal diatas terlihat bahwa frekuensi dari sinyal pantul berkisar pada frekuensi 4.30MHz Sinyal pantul ultrasonic dibaca setiap 5mm sepanjang luasan material uji 100 x 150 mm, sehingga terdapat 500 sampel sinyal. Setiap sinyal dilakukan pemrosesan dengan menggunakan transformasi wavelet. Dengan menggunakan mother wavelet Morlet dengan penskalaan sebanyak 18, diperoleh hasil seperti pada gambar 8 dan 9. Pre-prosesing dari transformasi wavelet selanjutnya dilakukan normalisasi sinyal untuk mendapatkan sinyal dengan amplitude minimal 0 dan maksimal 1. Proses berikutnya dilakukan thresholding untuk mendapatkan lokasi pulsa pantul pertama yang muncul sebagai skala-waktu, seperti pada gambar 10. Keseluruhan hasil dari thresholding dikelompokkan terhadap fungsi jarak pada posisi x dan posisi y dengan amplitude sebagai fungsi kedalaman rongga (cacat) yang ada di INFRM 470

dalam baja. Representasi dari amplitude (kedalaman) dinyatakan dalam gradasi warna gelap (minimum) sampai terang (maksimum) seperti pada gambar 11. Gambar 8. Hasil transformasi wavelet dan posisi sinyal pantul. Gambar 9. Hasil transformasi wavelet pada sinyal pantul pertama Gambar 10. Hasil tresholding pada pulsa pantul pertama Rongga 3 Rongga 1 Rongga Gambar 11. Peta pengelompokan prediksi rongga (cacat) INFRM 471

Pola yang dibentuk dari gambar 11 dibuat rekonstruksi 3 dimensi seperti ditunjukkan pada gambar 1. Gambar 1. Rekonstruksi rongga (cacat) baja dalam bentuk 3 dimensi 5. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pada analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa NDT dengan metode CWT mampu merekonstruksi cacat material dengan sempurna. Cacat material pada penelitian ini sengaja dimodelkan dalam lekukan sederhana yang beraturan untuk memudahkan proses analisis data. Kesuksesan rekonstruksi pada cacat material beraturan pada penelitian ini, akan digunakan sebagai dasar rekonstruksi cacat material yang tidak beraturan pada penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA [1] Non-Destructive Testing Inspector s Handbook. American Society for Nondestructive Testing, USA, 00 [] Michael, B. (00), Basic Prinsiples of Ultrasonic Testing Krautkramer Ultrasonic System, Agfa NDT GmbH, Hürth, Germany. [3] Thouraya M., Bachir B., Malika B.(009), Defect Clustering using Kohonen Network during Ultrasonic Inspection, IAENG International Journal of Computer Science, 36:3, IJCS_36_3_04. [4] Pagodinas, D. (00), Ultrasonic Signal Processing Methods for Detection of Defect in Composite Materials, Ultragarsas, No. 139-114, hal. 47-54. [5] Zagan, R., Petculescu, P.,Peride, N., Prodan, G.C., (003), Comparison Between Ultrasonic and Wavelet Análisis for Characterization Stainlees Alloys, WCU Paris, September 7-10. [6] Redouane, D. dan Abdesselem, B. (006), Ultrasonic Signal Processing in the Detection of Defect in Composite, ECNDT, No. 148, hal. 1-9. [7] Tumsys, O dan Raisutis, R (007), Reduction of a Structural Noise by Application of the Wavelet Transform with Level-dependent Thresholds Ultragarsas, No. 139-114, hal. 18-3 INFRM 47