IMPLEMENTASI ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER PADA APLIKASI BELAJAR ILMU TAJWID

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. teknologi mobile terdapat adanya banyak fasilitas, antara lain: pengaksesan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang

Mad. ÅÊÇπ]

PEMBELAJARAN TENTANG BAGAIMANA MEMBACA AL-QURAN BERDASARKAN HUKUM TAJWID BERBASIS MULTIMEDIA

perancangan media pembelajaran baca Al-Qur an berbasis multimedia yang Pembelajaran baca Al-Qur an berbasis multimedia ini diterapkan dengan

Sulaiman bin Hasan Al Jamzury. Terjemah Matan Tuhfatul Athfal Wal Ghilman

SKRIPSI. Oleh : SEPTIAN LUCKY SURYO PRAYOGO

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, informasi memegang peranan yang penting dan salah satu fasilitas dari

PROTOTIPE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN TILAWATIL QURAN BERBASIS ANDROID PADA TPA XYZ

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN TAJWID BERBASIS MULTIMEDIA (Studi kasus : Pondok Pesantren Darut Taqwa Purwodadi Grobogan)

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisis sebuah system pembelajaran mengenai

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN

MACAM-MACAM HUKUM ILMU TAJWID

BAB I PENDAHULUAN. serta dapat bertingkah sesuai norma-norma yang berlaku. Sebab ide dasar

BAB I PENDAHULUAN. SAW yang sangat dicintai dan patut dijaga dan diamalkan oleh umat islam.

SISTEM PENDETEKSI POLA TAJWID AL-QUR AN HUKUM IDGRAM BI-GHUNNAH DAN BILA GHUNNAH PADA CITRA MENGGUNAKAN METODE NEI AND LI

MAKALAH ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER

PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER

Aplikasi Pembelajaran Baca Al-Quran secara Mobile Menggunakan J2ME

Tulisan & Tanda Mushhaf

ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER

BAB III ANALISA. Tidak konsisten terhadap mad asli Tidak konsisten dengan gunnah Tidak sempurna vocal kesalahan pengucapan sukun.

Pedoman Observasi Evaluasi Harian/Formatif

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA

Pelajaran Tajwid

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. diketahui pada bab sebelumnya untuk merancang suatu sistem aplikasi yang baik

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

Rancang Bangun Aplikasi Latihan Ujian Nasional pada Sekolah SMP Ambia

LANGKAH I Pengenalan Huruf Tunggal

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk kegiatan

Algoritma Heap Sort. Sekolah Teknik Elektro & Informatika Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung

Equipment Monitoring Control Manajemen System Berbasis Web Application

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

(Kertas soalan ini mengandungi 6 halaman bercetak termasuk muka hadapan)

APLIKASI PEMBELAJARAN KAIDAH BAHASA JAWA BERBASIS ANDROID MOBILE

Decrease and Conquer

APLIKASI CARA CEPAT BISA MEMBACA AL-QUR AN BERBASIS ANDROID

BAB I PENDAHULUAN. bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al-Qamar: 17).

MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA TAJWID SANTRI/WATI PONDOK PESANTREN NURUL QOMAR PALEMBANG

Algoritma Divide and Conquer

Hindayati Mustafidah 1) dan Nurhidayah 2) I. PENDAHULUAN. Rancangbangun Multimedia Tajwid halaman 31 37

KOMPETENSI DASAR: Menjelaskan hukum bacaan Qalqalah dan Ra. Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra dalam bacaan surat-surat Al- Quran dengan benar.

BAB III. Metode Penelitian

Perancangan Aplikasi Monitoring Rental Scooter Dan Mobil Elektrik Berbasis Android Pada Ababil Panakukang Makassar

BAB X HUKUM BACAAN MAD DAN WAQAF

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi

UST.HJ.MOHD SALEH BIN RAMLI PENSYARAH MAAHAD TAHFIZ NEGERI PAHANG BAHAGIAN 2

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4-1 algoritma First in First Out 4-1.

APLIKASI SHORT MESSAGE SERVICE MENGGUNAKAN PERINTAH SUARA BERBASIS ANDROID

PENGENALAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK TK /PAUD BERBASIS ANDROID

BAB III ANALISA KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM

lainnya. Android juga menggunakan sistem layar sentuh (touch screen) yang memudahkan pelanggan dalam penanganan navigasinya. Para pelaku bisnis telah

BAB 1 PENDAHULUAN. berkurang dalam memakai jasa angkutan umum. Terkadang, banyak. pengguna angkutan umum kurang memahami rute atau jalur yang

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN KEBUTUHAN ALGORITMA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB II KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR AN

PERNYATAAN mohon jangan merubah isi

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

APLIKASI PEMBELAJARAN TAJWID BERBASIS ANDROID

APLIKASI MOBILE LEARNING ANATOMI TUBUH MANUSIA BERBASIS ANDROID STUDI KASUS (SEKOLAH DASAR NEGERI 58 KOTA LUBUKLINGGAU) Harma Oktafia Lingga Wijaya

ILMU TAJWID. Penulis: Muhammad Ma mun Salman,M.Pd.I

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

PENGEMBANGAN APLIKASI ZAKAT BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE

BAB I PENDAHULUAN. teliti. Sehingga tidak terjadi bentrok baik antar mata pelajaran, guru, kelas

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERANCANGAN APLIKASI PEMBLOKIR IKLAN (ADVERTISEMENT) PADA BROWSER YANG BERBASIS ANDROID

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGENALAN RAMBU LALU-LINTAS DAN SIMULASI TES SURAT IZIN MENGEMUDI BERBASIS ANDROID

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Universitas Padjadjaran yang beralamat di Jl. Ir H. Djuanda No 4 Bandung.

BAB IV PERANCANGAN. IV.1 Evaluasi Usulan untuk Perancangan Iteratif

Aplikasi Marketing Mobile System Pada PT. Tunas Dwipa Matra Jakarta

RANCANG BANGUN APLIKASI BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA INFORMASI RUTE ANGKUTAN KOTA DI PURBALINGGA

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan bagi sebagian besar individu. Kemajuan dari teknologi

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi berperan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. praktis, itulah yang diinginkan oleh orang-orang saat ini. Penggunaan telepon

APLIKASI SISTEM PAKAR PENANGANAN DINI PADA PENYAKIT SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

PENERAPAN ALGORITMA PENCARIAN SEQUENTIAL SEARCH

MODUL. Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Bone-Bone Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas / Semester : XI / 1

Transkripsi:

IMPLEMENTASI ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER PADA APLIKASI BELAJAR ILMU TAJWID Dais Suryani 1, Mohamad Irfan 2, Wisnu Uriawan 3, Wildan Budiawan Z 4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. A.H. Nasution 105, Bandung 40614 Indonesia 1 suryanidais@gmail.com, 2 irfan.bahaf@uinsgd.arc.id, 3 wirsnu_u@uinsgd.ac.id, 4 wildan.budiawan.z@uinsgd.ac.id Email : suryanidais@gmail.com Abstrak- Seorang muslim harus bisa membaca ayatayat Al-Quran dengan baik sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Membaca Al-Quran sesuai ilmu tajwid hukumnya wajib bagi setiap orang, tidak bisa diwakili oleh orang lain. Aplikasi ilmu tajwid yang dibangun bersifat mobile, sehingga user dapat mempelajari tajwid dimana saja dan kapan saja. Selain menambah wawasan tentang tajwid, user dapat membaca Al- Quran secara fasih sesuai hukum tajwid karena aplikasi yang bersifat mobile ini mendukung pembelajaran menggunakan teks dan suara. Selain itu user dapat juga mengasah kemampuannya tentang ilmu tajwid melalui soal-soal yang ada dalam aplikasi. Aplikasi Belajar Ilmu Tajwid menerapkan salah satu algoritma yaitu divide and conquer. divide and conquer diimplementasikan pada pencarian jawaban pada soal yang ada pada menu latihan. divide and conquer mempunyai cara kerja membagi masalah menjadi beberapa sub masalah sehingga dihasilkan solusi akhir dari masalah awal. divide and conquer mempunyai kompleksitas yang cukup cepat yaitu 2,86272753, dibandingkan dengan algoritma Brute Force yang memiliki kompleksitas lebih tinggi daripada algoritma divide and conquer yaitu 6. Kata Kunci : Al-Quran, tajwid, mobile,divide and conquer, Brute Force, kompleksitas I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seorang muslim harus bisa membaca ayat-ayat Al- Quran dengan baik sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Membaca Al-Quran sesuai ilmu tajwid hukumnya wajib bagi setiap orang, tidak bisa diwakili oleh orang lain. Apabila seseorang membaca Al-Quran dengan tidak memakai tajwid, hukumnya berdosa karena sesungguhnya Allah SWT menurunkan Al-Quran berikut tajwidnya.[3] Pembelajaran tajwid sudah diajarkan sejak dini di bangku sekolah dan dalam jangka waktu yang lama. Akan tetapi, hanya sedikit masyarakat muslim yang benar-benar memahami ilmu tajwid. Meskipun minat belajar ilmu tajwid masih ada, namun banyak dari masyarakat yang sibuk dengan aktivitasnya sehingga tidak bisa membagi waktu untuk belajar ilmu tajwid, maka masyarakat memilih belajar ilmu tajwid di rumah. Namun media pembelajaran yang tersedia di rumah memiliki kekurangan, seperti buku yang penyajiannya berupa tulisan sehingga susah dipahami makna bunyi dan panjang pendek dari suatu bacaan tajwid. Dengan perkembangan teknologi android ini, maka terbuka peluang yang sangat besar bagi programmer untuk terlibat mengembangkan aplikasi android. Salah satu aplikasi yang dapat diciptakan dari teknologi android ialah aplikasi pembelajaran ilmu tajwid. Teknologi yang dimiliki android dapat mendukung proses pembelajaran ilmu tajwid secara praktis karena sifatnya mobile serta dapat mendukung pembelajaran menggunakan teks dan suara. Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi.[5] Pertumbuhan pasar perangkat berbasis android mendorong pertumbuhan pengembangan aplikasi berbasis android. Berdasarkan informasi dari situs resmi (www.android.com), setiap hari terdapat lebih dari satu juta perangkat android diaktifkan dan diperkirakan akan terus meningkat. [6] Untuk membantu atau mempermudah pembuatan aplikasi ilmu tajwid ini, maka digunakan suatu algoritma untuk menyelaesaikan masalah. yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini ialah algoritma divide and conquer. Divide and Conquer adalah varian dari beberapa strategi pemrograman yang digunakan untuk memecahkan masalah yang besar menjadi sub masalah yang lebih kecil.[2] Berdasarkan latar belakang di atas, maka akan dibangun aplikasi yang berjudul Implementasi Divide and Conquer Pada Aplikasi Belajar Ilmu Tajwid. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah diantaranya: a. Bagaimana mengimplementasikan algoritma divide and conquer pada Aplikasi Belajar Ilmu Tajwid? b. Bagaimana user belajar ilmu tajwid dan membaca Al- Quran dengan fasih sesuai dengan ilmu tajwid? 13

C. Tujuan Penelitian Dengan permasalahan yang dipaparkan dalam rumusan masalah, diharapkan dapat mencapai beberapa tujuan sebagai berikut: a. Mengimplementasikan divide and conquer pada aplikasi belajar ilmu tajwid. b. Membantu user belajar ilmu tajwid dan membaca Al- Quran dengan fasih sesuai dengan ilmu tajwid. D. Batasan Masalah Batasan masalah yang terdapat pada laporan ini diantaranya: a. Aplikasi ini dirancang menggunakan model perancangan UML (Unified Modeling Language). b. Suara qiro at yang dipakai dalam aplikasi yaitu qiro at dari KH Muammar ZA. c. Teks paragraf yang terdapat pada aplikasi ilmu tajwid ialah align left text. d. Dalam aplikasi belajar ilmu tajwid setiap hukum tajwid memiliki satu contoh hukum tajwid. e. Soal latihan yang terdapat pada aplikasi belajar ilmu tajwid bersifat tidak random. Aplikasi belajar ilmu tajwid ini hanya sampai tahap evaluasi terhadap user. II. LANDASAN TEORI A. Divide and Conquer Divide and Conquer secara umum terbagi dalam tiga fase, divide yakni membagimasalah kedalam sub-sub masalah yang lebih kecil,conquer yakni menyelesaikan sub-sub masalah secara rekursif, dancombine menggabungkanhasil dari penyelesian sub-sub masalah menjadi penyelesaian yang dikehendaki.[2] Ada empat hal yang harus dipahami dalam strategi divide and conquer, yaitu: a. Branching Factor Branching factor dalam algoritma divide and conquer adalah jumlah dari subproblem yang akan dibagi dari sebuah problem awal. Ini adalah langkah nyata dari algoritma divide and conquer, didalam proses pembagian yang sebenarnya, jumlah dari branching factor harus 2 atau lebih, karena jika tidak problem tidak bisa dibagi. b. Balance Sebuah algoritma divide and conquer dikatakan balance jika problem awal dibagi menjadi sub-sub problem dengan ukuran yang sama. Yang artinya jumlah dari keseluruhan ukuran sub problem sama dengan ukuran problem awal. c. Dependence of Divide Function divide and conquer memiliki sebuah fungsi pembagian terhadap data yang memiliki ketergantungan, artinya jika ukuran relatif dari sebuah sub problem tergantung pada proses input datanya. d. Control Parallelism or Sequentiality divide and conquer dikatakan berurutan (sequential) jika sub problem dieksekusi sesuai dengan perintah program. B. Ilmu Tajwid Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu, jajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Sedangkan menurut istilah, ilmu tajwid ialah ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf (haqqul harf) maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf (mustahaqqul harf) dipenuhi, yang terdiri atas sifat-sifat huruf, hukum-hukum mad, dan lain sebagainya.[3] Imam Jalaluddin as-suyuthi memberikan penekanan yang hampir sama pada definisi tajwid, yaitu memberikan huruf akan hak-haknya dan tertibnya, mengembalikan huruf pada makhraj dan asal (sifat) nya serta menghaluskan pengucapan dengan cara yang sempurna tanpa berlebihlebihan, serampangan, tergesa-gesa, dan dipaksakan.[3] C. Hukum Nun Bersukun dan Tanwin Hukum nun bersukun atau tanwin adalah empat hukum yang muncul tatkala nun bersukun atau tanwin menghadapi huruf hijaiyah. Empat hukum tersebut ialah: 1. Izh-har halqi 2. Idgham 3. Iqlab 4. Ikhfa D. Hukum Mim Bersukun Hukum mim bersukun ialah tiga hukumyang muncul tatkala mim bersukun menghadapi huruf hijaiyah. Tiga hukum itu diantaranya: 1. Ikhfa Syafawi 2. Idgham Mimi 3. Izh-har Syafawi E. Hukum Idgham Hukum idgham ialah tiga hukum yang muncul tatkala dua huruf yang sama, sejenis atau berdekatan makhraj atau sifat-sifatnya saling berhadapan. Tiga hukum itu ialah: 1. Idgham Mutamatsilain 2. Idgham Mutajanisain 3. Idgham Mutaqaribain F. Hukum Mim dan Nun Bertasydid 14

Jika kita membaca Al-Quran kemudian menemukan huruf mim dan nun yang bertasydid, maka disana terdapat hukum Ghunnah Musyaddadah. Ghunnah menurut bahasa artinya sengau atau dengung (mendengung), musyaddadah artinya bertasydid atau memakai tasydid. G. Hukum Lam Ta rif Hukum Lam Ta rif membahas tentang alif lam ketika menghadapi huruf hijaiyah, baik yang tergolong hurufhuruf qamariyyah maupun huruf-huruf syamsiyyah. Pembicaraan seputar alif lam inilah yang menyebabkan hukum lam ta rif dikenal pula dengan sebutan hukum alif lam. Hukum lam ta rif terbagi atas dua bagian, yaitu: H. Qalqalah Qalqalah menurut bahasa ialah bergerak atau bergetar. Sedangkan menurut istilah, qalqalah ialah suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yang terjadi pada huruf yang bersukun setelah menekan pada makhraj huruf.د dan,ج,ب,ط,ق tersebut. Huruf-huruf qalqalah ada 5, yaitu Dalam ilmu tajwid, qalqalah terbagi menjadi dua, yaitu qalqalah shughra dan qalqalah kubra. I. Hukum Mad Mad menurut bahasa ialah memanjangkan dan menambah. Sedangkan menurut istilah mad ialah memanjangkan suara dengan salah satu huruf dari hurufhuruf mad (ashli). Huruf mad seperti yang dimaksudkan dalam definisi diatas ada tiga, yaitu و,ا dan.ي Mad terbagi atas dua bagian, yaitu: 1. Mad Ashli Mad Ashli dikenal pula dengan istilah mad thabi i. Thabi i secara bahasa artinya tabiat. Mad ashli diistilahkan pula dengan mad thabi i karena seseorang yang mempunyai tabiat baik tidak mungkin akan mengurangi atau menambah panjang bacaan dari yang telah ditetapkan. Adapun cara membaca mad Ashli ialah dengan memanjangkan bacaan dua harakat (satu alif), baik disaat washal maupun waqaf. 2. Mad Far i Far i secara bahasa ialah cabang. Sedangkan menurut istilah, mad far i ialah mad yang merupakan hukum tambahan dari mad ashli (sebagai hukum asalnya), yang disebabakan oleh hamzah atau sukun. Hukum-hukum yang merupakan bagian dari mad far i antara lain: 1. Mad Wajib Muttashil 2. Mad Jaiz Munfashil 3. Mad Lazim Harfi Musyba 4. Mad Lazim Harfi Mukhafaf 5. Mad Lazim Kalimi Mutsaqal 6. Mad Lazim Kalimi Mukhafaf 7. Mad Badal 8. Mad aridl lis Sukun 9. Mad Iwadl 10. Mad Lin 11. Mad Shilah Qashirah 12. Mad Shilah Thawilah 13. Mad Tamkin 14. Mad Farq III. METODE PENELITIAN A. Pengumpulan Untuk membantu pembuatan sistem ini maka dilakukan pengumpulan data dengan cara mencari bukubuku, jurnal maupun referensi dari internet. B. Pengembangan Sistem Adapun untuk pembuatan aplikasi menggunakan metode pengembangan perangkat lunak Prototype, karena metode ini cocok digunakan untuk sistem atau aplikasi yang dibangun mengikuti kebutuhan pengguna, metode ini sangat sesuai diterapkan dalam proses perancangan perangkat lunak yang akan dibangun yang menitikberatkan pada pendekatan aspek desain, fungsi, dan userinterface. Gambar 1 Metode Pengembangan Perangkat Lunak Prototype [4] Pembuatan Prototype dimulai dengan dilakukannya komunikasi antara tim pengembang perangkat lunak pada pelanggan. Tim pengembang perangkat lunak akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan stakeholder untuk mendefinisikan sasaran keseluruhan untuk perangkat lunak yang akan dikembangkan, mengidentifikasi spesifikasi kebutuhan apa pun yang saat ini diketahui, dan menggambarkan area-area dimana definisi lebih jauh pada iterasi selanjutnya. Iterasi pembuatan prototype direncanakan dengan cepat dan pemodelannya dilakukan dalam bentuk rancangan cepat. Suatu rancangan cepat berfokus pada representasi semua aspek perangkat lunak yang akan dilihat oleh para pengguna akhir (misalnya rancangan antarmuka pengguna [user interface] atau format tampilan). Rancangan cepat (quick design) akan memulai konstruksi pembuatan prototype. Prototype kemudian akan diserahkan kepada para stakeholder dan kemudian mereka akan melakukan evaluasi-evaluasi tertentu terhadap prototype yang telah dibuat sebelumnya, kemudian akhirnya akan memberikan umpan balik yang akan digunakan untuk memperhalus spesifikasi kebutuhan. Iterasi akan terjadi saat prototype diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan dari stakeholder, sementara pada saat yang sama memungkinkan kita untuk lebih memahami kebutuhan apa yang akan dikerjakan pada iterasi selanjutnya. 15

IV. PEMBAHASAN A. Use Case Diagram Use Case Diagram adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif pengguna. Use Case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalaui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai.[7] mulai Soal menu latihan Input jawaban System kelola hukum tajwid Benar/salah User kelola kuis <<include>> kelola jawaban Hasil jawaban kelola informasi aplikasi akhir Gambar 2Use Case Diagram Belajar Ilmu Tajwid B. Class Diagram belajar +HukumNunBersukun +HukumMimBersukun +HukumMimDanNunBertasdid +HukumIdgham +HukumLamTarif +HukumQalqalah +HukumMad +tampilhukumnunbersukun() +tampilhukummimbersukun() +tampilhukumidgham() +tampilhukummimdannunbertasdid() +tampilhukumidgam() +tampilhukumlamtarif() +tampilhukumqalqalah() +tampilhukummad() +belajar +latihan +info Gambar 3Class Diagram Belajar Ilmu Tajwid Dalam perancangan sistem ini terdapat 4 class yang masing-masing memiliki fungsi yang mendukung kinerja sistem. Class-class yang terdapat dalam class diagram yaitu: a. Class menu, merupakan class yang menjalankan fungsi tampilan menu yang menjalankan aktivitas awal dalam membuka aplikasi. b. Class belajar, merupakan class yang memiliki fungsi menampilkan teori tajwid yang akan dibaca oleh user. Teori yang ada dalam class tersebut ialah hukum nun bersukun, hukum mim bersukun, hukum idgham, hukum mim dan nun bertasdid, hukum idgham, hukum lam tarif, hukum qalqalah dan hukum mad. c. Class latihan, merupakan class yang menampilkan soal latihan yang akan dijawab oleh user. d. Class info aplikasi, merupakan class yang menampilkan informasi aplikasi tersebut yang terdiri dari informasi kontak pengembang dan informasi tutorial penggunaan aplikasi. C. Flowchart Divide and Conquer Menu +memilihmenubelajar() +memilihmenulatihan() +memilihmenuinfo() info +kontak +tutorial +tampilkontak() +tampiltutorial() latihan +soal +jawaban +MemutarSoal() +MenjawabSoal( +MemilihJawaba +MelihatHasil() Gambar 4Flowchart Divide and Conquer Gambar 4.3 merupakan flowchart divide and conquer, dimana user membuka soal menu latihan dan user memilih jawaban. Seteleh itu jawaban diproses dengan algoritma divide and conquer sehingga menghasilkan nilai yang diperoleh user setelah menjawab soal. D. Divide and Conquer Pembuatan aplikasi belajar ilmu tajwid menggunakan algoritma divide and conquer yang diimplementasikan pada pencarian jawaban yang benar pada menu latihan aplikasi belajar ilmu tajwid. Berikut implementasi algoritma Divide and Conquer pada Aplikasi Belajar Ilmu Tajwid dijelaskan pada source code di bawah ini: Prosedure DIVIDE_n_CONQUER(input n: integer) {Masukan: masukan yang berukuran n Keluaran: solusi dari masalah semula } Deklarasi r, k : integer if n n 0 then {masalah sudah cukup kecil} SOLVE sub-masalah yang berukuran n ini else bagi menjadi r sub-masalah, masing-masing berukuran n/k for masing-masing dari r upamasalah do DIVIDE_n_CONQUER(n/k) Endfor COMBINE solusi dari r submasalah menjadi solusi masalah semula endif 16

Contoh Divide and Conquer: Soal 1: Pada menu belajar ini terdapat beberapa button yaitu hukum nun bersukun, hukum mim bersukun, hukum idgham, hukum lam ta rif, hukum qalqalah, hukum madd dan hukum mim dan nu bertasdid. Dalam setiap button itu berisi teori mengenai ilmu tajwid. jawaban1=1 jawaban2=2 jawaban3=3 Misal: jawaban yang dicari=1 1 2 3 Jawaban Langkah-langkah penyelesaian: a. Pada Array diatas terdapat barisan array yang terdiri dari 1, 2 dan 3. Bagi barisan array diatas menjadi 2 bagian dan hitung nilai tengahnya. Karena barisan array diatas terdiri dari 3 array, maka nilai tengah terdapat pada array ke-1 yaitu 2. b. Setelah mengetahui nilai tengah dari barisan array maka bandingkan nilai tengah dengan data jawaban yang dicari. Jika nilai tengah sama dengan data yang dicari maka jawaban ditemukan dan pencarian data jawaban berhenti. Akan tetapi, jika nilai tengah lebih besar daripada data jawaban yang dicari maka pencarian jawaban dilakukan kesebelah kiri. Sebaliknya, jika nilai tengah lebih kecil daripada data jawaban yang dicari maka pencarian selanjutnya dilakukan kesebelah kanan. c. Nilai tengah dari array diatas ialah 2 dan data jawaban yang dicari ialah 1, maka setelah dibandingkan maka nilai tengah>data jawaban 2>1. Pencarian dilakukan kesebelah kiri karena nilai tengah lebih besar dari pada data jawaban yang dicari. d. yang terdapat pada barisan array sebelah kiri atau array ke-0 ialah 1, maka setelah dibandingkan array ke-0 sama dengan data jawaban yang dicari. Maka pencarian berhenti dan jawaban ditemukan. E. Implementasi Antarmuka 1. Tampilan Menu Utama Gambar 4.1 merupakan tampilan utama aplikasi belajar ilmu tajwid. Dalam menu utama ini terdapat tiga button yaitu belajar, latihan dan info. Gambar 6 Menu Belajar Ilmu Tajwid 3. Tampilan Menu Latihan Pada menu latihan terdapat soal yang bisa dijawab oleh user. Dalam soal tersebut terdapat beberapa soal hukum bacaan yang akan dijawab user. Setelah user selesai menjawab soal maka sistem akan menampilkan jumlah jawaban yang salah dan benar. Gambar 7 Menu Latihan 4. Tampilan Menu Info Dalam menu info ini terdapat tutorial penggunaan aplikasi dan informasi dari kontak pengembang. Gambar 5 Menu Utama Ilmu Tajwid 2. Tampilan Menu Belajar 17

Gambar 8Menu Info 5. Kompleksitas Divide and Conquer Perbandingan waktu pencarian jawaban pada soal latihan dapat dilihat pada Tabel 5.1. Tabel 1Perbandingan Waktu Pencarian Jawaban No masukan yang dicari Divide and Conquer 1 1, 2, 3 1 2,86 2 1, 2, 3 3 2,86 3 1, 2, 3 3 2,86 4 1, 2, 3 2 2,86 5 1, 2, 3 3 2,86 6 1, 2, 3 1 2,86 7 1, 2, 3 2 2,86 8 1, 2, 3 1 2,86 9 1, 2, 3 2 2,86 10 1, 2, 3 2 2,86 11 1, 2, 3 3 2,86 12 1, 2, 3 2 2,86 13 1, 2, 3 1 2,86 Brute Force 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 14 1, 2, 3 2 2,86 6 No masukan yang dicari Divide and Conquer 15 1, 2, 3 3 2,86 16 1, 2, 3 2 2,86 17 1, 2, 3 1 2,86 18 1, 2, 3 2 2,86 19 1, 2, 3 3 2,86 20 1, 2, 3 1 2,86 Divide and Conquer = O n log n = 2 (3 log 3) = 2,86 Brute Force = O (n) = 2(3 = 6 V. KESIMPULAN DAN SARAN Brute Force 6 6 6 6 6 6 A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari Tugas Akhir yang berjudul Implementasi Divide and Conquer Pada Aplikasi Belajar Ilmu Tajwid ini yaitu: a. Aplikasi belajar ilmu tajwid yang dibangun mengimplementasikan algoritma divide and conquer yang diterapkan pada pencarian jawaban yang ada pada soal latihan dengan kecepatan pencarian 2,86 sesuai dengan Tabel 4.7. b. Aplikasi belajar ilmu tajwid yang dibangun dapat membantu user membaca Al-Quran dengan fasih sesuai dengan tajwidnya karena pada aplikasi terdapat contoh hukum tajwid beserta audio sehingga user dapat mengetahui makna panjang pendek suatu bacaan Al-Quran. c. Aplikasi yang dibangun membantu user belajar tajwid dimana saja karena aplikasi yang dibangun bersifat mobile yang dapat mendukung proses pembelajaran menggunakan teks dan suara. B. Saran Dalam pembangunan aplikasi belajar ilmu tajwid ini masih jauh dari sempurna, maka perlu dilakukan pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut. Adapun saran agar aplikasi bisa berfungsi dengan lebih optimal yaitu: a. Penambahan teori mengenai makhraj huruf sehingga pengucapan ayat Al-Quran bisa sesuai makhrajnya. b. Penambahan teori tentang waqaf sehingga user dapat mengetahui tentang pemberhentian bacaan ayat Al- Quran. 18

c. Penambahan teori mengenai makhraj huruf sehingga pengucapan ayat Al-Quran bisa sesuai makhrajnya. d. Penambahan teori tentang waqaf sehingga user dapat mengetahui tentang pemberhentian bacaan ayat Al- Quran. e. Penambahan soal latihan yang random tentang tajwid sehingga user dapat menjawab soal dengan urutan yang berbeda. f. Pembuatan aplikasi berbasis web sehingga user dapat belajar tajwid dan saling berbagi ilmu tajwid dengan user lain tanpa dibatasi jenis device. g. Perngembangan aplikasi hingga tahap mengetahui perkembangan pengetahuan user seputar ilmu tajwid. DAFTAR PUSTAKA [1] Kadir, Abdul. 2013. From Zero to a Pro Pemrograman Android. Yogyakarta: Andi. [2]prihastomo.files,wordpress.com/2008/01/divideconquer. pdf diakses tanggal 09 April 2015 Pukul 05:09 WIB [3] Abdurohim, Acep Iim. 2013. Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap. Bandung: Diponegoro. [4] Pressman, Roger. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta: Andi. [5] Safaat, Nazaruddin. 2014. Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android. Bandung: Informatika. [6] Huda, Arif Akbarul,. 2013. Live Coding! 9 Aplikasi Android Buatan Sendiri. Yogyakarta: Andi. [7] Munawar. 2015. Pemodelan Visual dengan UML. Yogyakarta: Graha Ilmu. 19