An Abstract Group Painting Exhibition COGITO
16-30 June 2009 COGITOAn Abstract Group Painting Exhibition 1
Kehadiran yang Menyembunyi Sejarah senirupa kita ditandai bahwa lukisan atau pameran lukisan abstrak seperti menjadi kurang lazim atau menjadi kondisi marjinal, terutama pada akhir-akhir ini yang demikian didominasi oleh lukisan itu, seperti halnya: lukisan abstrak masih terlalu dapat dimengerti dan diterima. Tanpa bermaksud menggali secara mendalam dan kritis ataupun akademis mengapa kondisi lukisan abstrak menjadi demikian halnya, kali ini Philo Art Space menampilkan Pameran Bersama Lukisan Abstrak yang bertema Cogito. Istilah ini berasal dari bahasa Rene Descartes, cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada) namun tidak bertujuan untuk menjelaskan arti dari rumusan itu secara utuh. Cogito digunakan hanya untuk menunjuk pada pemahaman dasar tentang abstrak itu sendiri yang tak lain adalah dunia bentuk dan dunia bentuk itu tak lain adalah pikiran (cogito). Lukisan abstrak adalah pikiran? Jawabannya bisa demikian dan bukan hanya demikian. Sejauh lukisan apapun itu dilihat sebagai karya berkonsep maka lukisan itu adalah pikiran atau sebuah pemikiran. Lukisan abstrak dianggap sebagai bentuk-pikiran karena jelas isinya ditunda atau disembunyikan secara visual dan kita hanya diajak untuk melihat bentuk yang dibangun oleh garis-garis dan lukisan abstrak sangat menantang karena menjauhkan kita dari cara lukisan abstrak tidak berbeda dengan gaya lukisan non-abstrak bahwa kedua-duanya bisa dibaca sebagai wacana karena ada pesan di sana. Pameran bersama lukisan abstrak ini menampilkan gaya dengan khasnya masing-masing (tidak semua karya di sini bisa dikategorikan sebagai lukisan murni abstrak) : Agus Baqul Purnomo, Dedy Purwoko, tentu saja punya maksud dengan pesan yang hendak mereka sampaikan pada kita. tak bisa lagi dijangkau dengan kategorisasi apapun. Setiap entitas tumbuh dalam otonomi yang mengarah keterasingan. Setiap entitas memiliki identitasnya sendiri (angka-angka yang berdiri sendiri se- 2
horizontal hitam yang samar tapi membelah secara samar. Intinya kebersatuan adalah ilusi, kita tumbuh secara otonom tapi kita tak mungkin berkembang dalam kebersamaan. manusia itu ia mengambil langkah yang lebih verbal. Pemecahan putih dihadapan manusia mewakili pemikiran manusia yang terbelah. Pembentukan awal ini kemudian mendapatkan penyelesaian dengan lukisan kejernihan air yang memancar dan berkilauan yang mewakili rasa dalam manusia. Secara gamblang Dedy ingin mengungkap kepercayaannya kepada manusia. purwoko. Sudut-sudut dibuat melalui bentuk, variasi warna, dan juga pandangan pada semua sisi lukisan. Tak ada episentrum mutlak perhatian yang selalu diletakkan di tengah, namun bagian lain juga menonjol yang membuatnya layak menjadi pusat. Ini ditunjukkan oleh pusat di tengah, namun sekaligus juga menampakkan perempuan lebih menikmati kehidupan ketika ia sudi memandang secara menyeluruh dalam kesatuan. kejelasannya tumbuh kepastian. Paradoks ini menampilkan lumuran dominasi merah di pusat, menyerupai wajah manusia yang ketakutan tapi menikmati ketakutan itu (bersama sebatang sendiri tapi tenang terlukiskan dengan gam- yang pasti juga tergambar dalam bercak wajah bersih. Partisipasi manusia tanpa menonjolkan kehadirannya disuar- dirkan dengan samar sosok manusia yang berusaha menopang menghadirkan baluran warna menyerupai tubuh manusia yang terbalut. Rangkaian tersebut menuju satu titik; manusia selalu berusaha menggapai pengakuan akan kehadirannya, namun selalu ada rintangan yang menghambat perjalanan itu. Pada bagian akhir kita dapat menikmati berbagai keindahan lampau dan paduannya dengan kuning menyiratkan romantika kebahagiaan yang seakan tak pernah lagi berulang. The Last hagia yang romantis pada masa lalu yang tidak akan berulang lagi meskipun asa dan upaya guna menghadirkannya selalu ada. Robertus Robet 3
4 Starry Starry Night #3, 200 x 150 cm, Acrylic on Canvas, 2009
Batas Semu #1 200 x 180 cm Acrylic on Canvas 2009 5
6 Rainbow #7 200 x 180 cm Acrylic on Canvas 2009
My Heart Will Go On 240 x 140 cm Mixed Media on Canvas 2009 7
8 Cognito Ergo Sum 240 x 140 cm Mixed Media on Canvas 2009
How God Created Adam and Eve 180 x 180 cm Mixed Media on Canvas 2009 9
10 Aphorism, 300 x 180 cm, Mixed Media on Canvas, 2009
The Last Harmony 280 x 138 cm Acrylic on Canvas 2009 11
12 Woman in Blue 140 x 140 cm Acrylic on Canvas 2009
Mr. Clean 118 x 113 cm Acrylic on Canvas 2009 13
14 Berusaha Menopang 160 x 100 cm Modeling Faste & Acrylic on Canvas 2008
Lorong 150 x 150 cm Modeling Faste & Acrylic on Canvas 2009 15
16 Membungkus Ego, 160 x 130 cm, Modeling Faste & Acrylic on Canvas, 2009
Transisi, 200 x 150 cm, Modeling Faste & Acrylic on Canvas, 2009 17
18 Jejak 150 x 150 cm Acrylic on Canvas 2009
Keseimbangan # 1 90 x 70 cm Acrylic on Canvas 2009 19
20 Perjumpaan 120 x 120 cm Acrylic on Canvas 2009
Reflection 150 x 150 cm Acrylic on Canvas 2009 21
Curriculum Vitae 22 Award (s) 2006 national Print & Drawing Biennale, Taiwan. Solo Exhibition 2008 - - - 2008 : - - - Contemporary, Philipines. - 2006 : - 2004 : Project - - - - 2002 : - gyakarta. - - 2000 : Pratisara - -
Award (s) 2008 : 2006 2004 : Juara III Lom- 2000 : Award. Art Competition. Solo Exhibition (s) gyakarta. Pameran Selayang - 2008 : - - Art Space Jakarta. Pameran Perjalanan Seni Lukis Abstrak Indo- - 2006 : Pameran Lukisan 2004 : Pa- - 2002 : Pameran lima pe- Pameran Seni tal Indonesia Art Award di Jakarta. 2000 : - ta. - Pameran Peksimi- gyakarta. - 23
24 Proyek Seni Publik - 2004: Award (s) 2002 Solo Painting Exhibition (s) 2006 2004 : Society, Jakarta. 2008 : Fes- - : Bangkit Aceh, - 2004 : Anak Bangsa berprestasi, Patra Jasa, Jakarta. karta. Inspirasi, WTC Sudirman, Jakarta. 2002 - Pameran rekon- 2008 : pameran Academic Art Award di 2006 : pameran lintas generasi di TVRI, Jogja. Pameran seni biasa di sekretariat SDI,Jogja. Pameran kepala busuk di art - nisbi galery katamsi, jogja. pameran art ploration di Taman Budaya Societet, jogja. Pameran hitam putih jogja di gramedia, jogja. Pameran ber- 2004 : pameran wajah dua kota di ASDI Surakarta Solo Painting Exhibition (s) 2006 : : - - 2006 : - 2004 :
This catalogue is published in conjunction with an Abstract Group Painting Exhibition of Agus Baqul Purnomo I Dedy Sufriadi I Gogor Purwoko Heriawan Siauw I I Made Kenak Dwi Adnyana COGITO June 16 June 30, 2009 @ Philo Art Space Jl Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace@yahoo.com Colophon Curator: Tommy F. Awuy & Robertus Robet Special thanks to Maya Hasan Artworks Agus Baqul Purnomo, Dedy Sufriadi, Gogor Purwoko, Heriawan Siauw, I Made Kenak Dwi Adnyana @ 2009 Photography of Artworks: Doc. Philo Graphic Design: Trizno Edition 300 Published by Philo Art Space 018/2009 Copy Rights Philo Art Space All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photography, recording or otherwise, without the written permission from Philo Art Space 25
Jl. Kemang Timur 90 C South Jakarta 12730 Indonesia t/f: (62 21) 719 84 48 m: +62 811 10 60 47 e: philoartspace@yahoo.com