HYPERTEXT DISCREPANCY Dedy Sufriadi Solo Exhibition May 31 - June 14, 2010
|
|
|
- Suhendra Wibowo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 HYPERTEXT DISCREPANCY Dedy Sufriadi Solo Exhibition May 31 - June 14, 2010
3 lukisan-lukisannya justru hendak membalikkan persepsi kita yakni soal makna bukanlah sematamata hadir di dalam objek-objek lukisan-lukisan itu sendiri namun dapat dibangun pula di dalam dan oleh imaji-maji kita yang melihatnya
4 Persepsi tanpa Melihat Tommy F Awuy Kurator Dedy Sufriadi salah satu dari langkanya pelukis kontemporer Indonesia yang memilih jalan yang berisiko. Katakanlah jalan yang bagi anggapan pasar seni rupa tidaklah begitu mulus, yakni genre abstrak. Namun bergelut dengan genre lukisan abstrak baginya sudah merupakan sebuah keputusan eksistensil, paling tidak hingga yang terlihat sampai sekarang, dia tidak (belum) tergoda oleh serbuan pasar atas karya-karya realis, surealis dan ekspresionis-kontemporer. Nama Dedy Sufriadi mulai diperhitungkan dalam kancah seni lukis kontemporer Indonesia boleh dibilang relatif baru, ketika ia memenangkan kompetisi memperingati hari Kebangkitan Nasional 20 Mei yang diselenggarakan oleh Jogja Galeri tahun Karyanya yang diperlombakan itu merupakan penemuan terakhir dari eksplorasinya tentang garis dan ruang abstrak, yang diberinya nama Broken Text Series. Garis-huruf membangun kata-kata dan kalimat namun tampilannya serba kontingen karena makna hanya muncul sebagai jejak. Kita diajak membaca dan kita bisa paham bahwa lukisan-lukisan tersebut terbuat dari ekspresi huruf-huruf namun ternyata kita tidak dapat menyimpul- kan sesuatu dari teks tersebut karena pada dasarnya kata-kata telah dilepaskan dari unsur denotatifnya, tidak ada benda-benda yang diwakili oleh kata-kata. Dedy Sufriadi menyodorkan pilihan karya-karya lukisnya pada kita sebagai upaya radikalisasi atas lukisan abstrak modern yang sekalipun telah berusaha menanggalkan representansi figuratif namun masih menyediakan bagi kita untuk memasukkan makna ke dalam ruang-ruang yang melulu formal atau simbolisme. Pengertian Broken Text bagi Dedy benar-benar menunjukkan bahwa realitas telah dilucuti dari representasi atau referensi yang bermakna tunggal, menunjuk pada sesuatu yang tak tertunjuk. Maka pengertian kita selama ini akan sesuatu keberadaan perlu dimaknai secara baru sama sekali. Dengan ini kita terbebaskan dari determinasi benda-benda dalam keseharian pemahaman kita akan kehidupan. Lukis-an atau seni rupa dari pengertian Broken Text ini baru memungkinkan menempati suatu kedirian yang non-hegemonik dari unsur kehidupan lainnya, politik, agama, maupun filsafat misalnya. 3
5 Dedy Sufriadi tergolong pelukis yang senantiasa berupaya kosisten terhadap pemahamannya tentang realitas, yakni terus bereksplorasi dan bereksperimen. Tak ada jalan lain dalam kehidupan ini kecuali mengikuti alur kehidupan itu sendiri, mengalir! Sebagaimana dapat kita telusuri atau baca pada setiap lukisannya, senantiasa tertulis di sana bahwa hidup ialah ada yang terus menjadi. Mengalir tak lain adalah perubahan. Hidup itu sendiri merupakan ada yang terberi maka kita menerimanya dengan apa adanya, namun di sisi lain hidup yang dihidupi itulah yang memungkinkannya menjadi dan tergantung bagaimana kita sendiri memperlakukannya. Dedi menyadari pemahaman akan kehidupan seperti ini yang diterjemahkannya sendiri pada proses kreativitasnya. Garis merupakan ada yang terberi dan bagaimana garis yang menghuruf adalah proses eksplorasinya yang kemungkinan akan terus berubah dan berubah. Pameran Dedy kali ini di Philo Art Space adalah langkah berikut dari penemuan Broken Text yang sekalipun tidak demikian mencolok namun memperlihatkan kita akan adanya perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut lebih meradikalisasi lagi upaya radikalisasi sebelumnya. Memang garis yang menghuruf sudah merupakan karak- ter atau ikon Dedy Sufriadi namun kali ini huruf-huruf yang biasanya membentuk teks itu sekarang sebagian dari jumlah yang dipamerkan ini dihajar lagi menjadi potongan-potongan halus yang ditebarkan lepas di sanasini. Kita lihat saja pada lukisan World Under Series, Comic Series, dan After Text, bagaimana potongan-potongan huruf itu dikonstruksi secara ekspresif menampakkan panorama landscape yang membutuhkan cara pandang khusus untuk memahaminya. Cara pandang seperti apa? Memandang lukisan-lukisan Dedy Sufriadi sudah jelas tidak bisa dengan mata refrensial, dengan maksud mencari suatu pedoman makna di dalamnya. Memahami lukisan-lukisannya tidak perlu menyerahkan segenap perhatian kita pada objek-objeknya secara langsung. Alasannya, lukisan-lukisannya justru hendak membalikkan persepsi kita yakni soal makna bukanlah semata-mata hadir di dalam objek-objek lukisanlukisan itu sendiri namun dapat dibangun pula di dalam dan oleh imaji-maji kita yang melihatnya. Jadi, masalah jarak antara siapa yang melihat dengan apa yang dilihat dari konteks pameran lukisan Dedy Sufriadi ini hendak diatasi dengan relasi teks tanpa referensial yang disebutnya sebagai HyperText. 4
6 Kita yang melihat lukisan-lukisannya merupakan subjeksubjek teks yang sebenarnya hadir dalam objek teks yang dilihat sebagaimana objek-teks itu hadir pula di dalam diri kita. Jadi, manusia dan realitas sesungguhnya sebuah hyperteks, menyatu tanpa batas subjek-objek namun dalam aktualisasi keseharian keduanya suka menampilkan kesenjangan yang kompleks dan subtil. Bayangkanlah sebuah panorama yang hadir ketika kita memejamkan mata. Objek-objek yang kita lihat sebelumnya seperti memancar di retina kita, meliuk-liuk, naïf, terbang bebas ke sana kemari berpadu dengan berbagai unsur yang entah dari mana dan mengapa mereka hadir dan membaur namun yang kita tahu bahwa kita sedang memandang sebuah panorama justru ketika kita memejamkan mata. Melihat lukisan-lukisan Dedy Sufriadi justru akan lebih jelas ketika pada saat itu juga kita tidak melihat, pejamkan mata. Hyperteks tak lain adalah suasana di mana antara melihat dan memejamkan mata tidak ada lagi perbedaan yang prinsipil. Potongan, guntingan, pecahan-pecahan huruf dalam lukisan-lukisannya merupakan usaha untuk mengatasi kesenjangan visual antara persepsi dengan pemaknaan, menebas relasi identitas yang biasanya menghasilkan definisi otoriter tentang subjek yang mendefinisikan apakah arti sebuah objek menjadi begini atau begitu tapi sekaligus menyadarkan kita bahwa apa yang kita persepsikan tidak lain ada di dalam persepsi itu sendiri justru ketika kita menutup mata. Maka menurut hematnya, Pameran Tunggal Dedy Sufriadi ini mau mengatakan pada kita bahwa dengan mengambil media huruf juga sebagai simbol, realitas keseharian yang kita hidupi ini merupakan panorama yang pada dasarnya kabur antara melihat dan tak melihat. Dengan pemahaman ini realitas hidup menjadi dinamis sebagaimana teks-teks yang mengalir dan terus mengalir. Tommy F Awuy kurator
7 imaji-imaji seni adalah operasi-operasi yang memproduksikan sebuah kesenjangan (discrepancy), sebuah ketidakserupaan (dissemblance)
8 Dissemblances Richard Oh Seni, menurut Jacques Ranciere, terdiri dari imaji-imaji. Dan imaji-imaji seni adalah operasi-operasi yang memproduksikan sebuah kesenjangan (discrepancy), sebuah ketidakserupaan (dissemblance). Dalam pengertian ini, maka imaji tidak eksklusif pada apa yang terlihat (visible). Ada visibilitas yang sama sekali tidak menghasilkan sebuah imaji; ada pula imaji-imaji yang keseluruhannya terdiri dari kata-kata. Maka di permukaan sebuah karya seni terjadi sebuah pertalian antara apa yang bisa disebut dan apa yang terlihat. Benang pertalian ini bisa saja berupa sebuah analogi maupun sebuah ketidakserupaan (dissemblance). Interaksi ini sama sekali tidak membutuhkan kedua terma mesti tampil secara material. Yang terlihat bisa disusun dalam formasi (tropes) bermakna; katakata bisa digelar dengan sebuah visibilitas yang gemilang. Dengan kata lain, yang diperlukan dalam sebuah interaksi antara yang tersirat dan yang terlihat adalah sebuah penghubung, parataksis, tak bersubjek. Di dalam tubuh karya-karya Dedy Sufriadi tersirat kiatkiat untuk menyentil apa yang tak terungkap ataupun tersirat sehingga ia keluar ke permukaan melalui sebuah persilangan aksara. Karya-karya seperti Landscape dan Puzzle, mungkin paling mudah disimak, menampilkan sisi analogi rupa dan objek yang dipertautkan oleh sebuah goresan aksara: lihat goresan aksara secara diagonal dari kiri atas ke kanan bawah dalam karya Puzzle yang menjadi sebuah jembatan digambarkan oleh Ranciere sebagai sebuah kesenjangan (discrepancy) dan lihat pula guratan-guratan yang berubah-rubah dalam tiap keping bingkai Landscape, berupa tiga tulang iga seekor hewan, sebatang ranting, dan kupu-kupu dalam karya Landscape, yang merupakan sebuah pertalian yang memberi makna ketidakserupaan (dissemblance) dalam karya Landscape. Penelusuran/penguraian menurut metode seperti ini semakin sulit atau menjadi sangat subtil ketika Dedy Sufriadi menanggalkan semua penanda-penanda penghubung 7
9 dalam karya-karya seperti Kamuflase, Ikon, Village, Gold dan Comic Series. Di mana belang dalam Kamuflase itu? Di mana bentuk dalam Ikon? Di mana geometri gubuk dalam Kampung (Village) itu? Di mana riak gelaktawa dalam Comic series? Di mana keemasan dalam kemilau Emas (Gold)? Kita hanya bisa meraba-meraba melalui gradasi warna, demarkasi linea, dan penzonaan ruang agar bisa mengumpulkan kembali pencitraan imaji yang bertaburan supaya ia tidak hambur kembali ke dalam skizofrenia antahbrantah. Dari pergelutan Dedy Sufriadi ini, kita bisa lantas memositkan bahwa permukaan bukanlah sebuah medium yang memberi sebuah kesenjangan (discrepancy) ataupun ketidakserupaan (dissemblance) tetapi kebuntuan itu sendiri, atau faille itu, yang menurut Lacan, kata penunjuk dalam tubuh Liyan dari mana tuntutan-tuntutan jouissance berawal. Di dalam ruang kebuntuan ini, setiap subtraksi menampilkan sebuah lokus, dan seruan sebuah topologi. Penanda-penanda ganjil dalam tubuh jouissance pada akhirnya adalah jejak-jejak aksara yang dibutuhkan untuk mewujudkan hasrat dalam realita konkret. Berbekal pengertian seperti ini, saya meneropongi karyakarya Dedy Sufriadi. Boleh jadi karyanya sengaja tidak sesaksama seperti karya Joan Miro yang bilamana kita bubuhkan setetes cat minyak di ujung kanvas Obra de Joan Miro, keseluruhan topologi karya itu akan berubah seketika. Kanvas Dedy Sufriadi, seperti ruang kebuntuan yang disebut Lacan itu, memungkinkan sebuah perhitungan satu per satu bisa dilakukan dalam satu persimpangan (intersection) kebuntuan yang tak terhingga. Ia menuntut keberulangan subtraksi dan pengungkapan agar yang terhasrat bisa terkonstitusi dan terinskripsi. Jakarta May 17,
10 artworks
11 10 After Text, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010
12 After Text Series #2 150 x 200 cm Mixed Media on Canvas
13 Animal 50 x 50 cm Mixed Media on Canvas
14 Burning Series #2 200 x 140 cm Mixed Media on Canvas
15 14 Burning Series, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010
16 Childish Series, gold, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas,
17 Comics Series 300 x 180 cm Mixed Media on Canvas
18 Gold Letter 150 x 150 cm Mixed Media on Canvas
19 Kamuflase 150 x 150 cm Mixed Media on Canvas
20 Landscape 150 x 50 cm (Triptych) Mixed Media on Canvas
21 Puzzle 150 x 150 cm (9 x 50 cm) Mixed Media on Canvas
22 Red and White 100 x 50 cm Mixed Media on Canvas
23 22 Text and World Under Series, 200 x 140 cm, Mixed Media on Canvas, 2010
24 World Under Series, Ikon, 200 x 140 cm, Mixed Media on Canvas,
25 24 World Under Series, Old spirit, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010
26 World Under Series, Red 150 x 150 cm Mixed Media on Canvas
27 World Under Series, Village 150 x 150 cm Mixed Media on Canvas
28 List of Works After Text, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 After Text Series #2, 150 x 200 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Animal, 50 x 50 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Burning Series #2, 200 x 140 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Burning Series, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Childish Series, gold, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Comics Series, 300 x 180 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Gold Letter, 150 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Kamuflase, 150 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Landscape, 150 x 50 cm(3panel), Mixed Media on Canvas, 2010 Puzzle, 150 x 150 cm, (9 Mixed Media on Canvas, 2010 Red and White, 100 x 50 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 Text and World Under Series, 200 x 140 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 World Under Series, Ikon, 200 x 140 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 World Under Series, Old spirit, 200 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 World Under Series, Red, 150 x 150 cm, Mixed Media on Canvas, 2010 World Under Series, Village, 150 x 150 cm, Mixed Media on Canvas,
29 28
30 DEDY SUFRIADI Palembang, 20 Mei 1976 Selected Solo Exhibition 2010 HYPERTEXT DISCREPANCY Philo Art Space, Jakarta 2009 Hypertext tembi contemporary Yogyakarta 2007 Re-READING, Melia Purosani Hotel Yogyakarta 2007 UN-Logical, Jamaican Bar Yogyakarta 2003 EKSISTENSIALISME, FSR ISI Yogyakarta Selected Group Exhibition 2010 Pameran ke-bersamaan Galery Biasa Yogyakarta. Pameran Soulscape, Taman Budaya Yogyakarta. Pameran Gerakan Seni Abstrak Indonesia Taman Budaya Yogyakarta 2009 Pameran Diorama kedamaian hotel melia purosani yogyakarta. Pameran Hiperlink Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta. Pameran The Dream, Tujuh Bintang Art Award, Jogja National Museum. Yogyakarta. Pameran Subject Ekpose(s). Pure Art Space, Jakarta. Pameran Cogito Philo art space Jakarta. Pameran Selayang Pandang Bumi Sriwijaya II. Yogyakarta. Pameran Guruh Umar Bakri, Jogja Gallery Jogjakarta. Pameran Halo-Halo 1, Manila Contemporary, Manila Philippina. Pameran Fresh 4 U. Jogja Galery Jogjakarta. Pameran Realitas #3, Ketik Reg Manjoer. Sangkring art space yogyakarta. Pameran HEADLIGHTS VWFA Kuala Lumpur Malaysia 2008 Pameran Golden Box #2, jogja gallery Jogjakarta. Pameran All I Want For Xmas, Manila Contemporary Manila Philippina. Pameran Versus,di galeri 678 Jakarta. Pameran Grand Opening Red Sea Gallery, Australia. Pameran Red Sea Galery Singapura. Pameran Too Much Painting Will Kill You di Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta. Pameran Perjalanan Seni Lukis Abstrak # 8, Taman Budaya Yogyakarta. Pameran di Rumah Damawangsa Jakarta. Pameran Setelah 20 Mei, Jogja Gallery Jogjakarta. Pameran Fragmentasi, Philo Art Space Jakarta 2007 Pameran Perjalanan Seni Lukis Abstrak Indonesia # 5, Semar Galery Malang. Pameran Optimis #2, Galeri Biasa Yogyakarta. Pameran Bersama, Melia Purosani Hotel Yogyakarta. Pameran Seni lukis Abstrak #4, Galery Nasional jakarta 29
31 Pameran Lukisan Abstrak di Melia Purosani Yogyakarta. Pameran Through The Limit, Koa s Café and Dining Yogyakarta. Pameran Bersama, Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Pameran Seni Rupa Vice Versa, Taman Budaya Yogyakarta 2005 Pameran di Four Season Hotel Jakarta. Pameran di Melia Purosani Hotel Yogyakarta. Pameran di Museun Ulam Sentalu Yogyakarta 2004 Pameran lukis dan patung di Jogja Ekspo Center Yogyakarta. Pameran di Jogja Village Inn Yogyakarta 2003 Pameran Grand Opening Rumah Seni Muara. Pameran Kelompok 8 di Benteng Vredeburg Sanggar Bidar Sriwijaya Yogyakarta. Pameran #2 Issue di Rumah Seni Muara Yogyakarta. Pameran Membaca Ruang-Ruang di Rumah Seni Muara. Pameran Pratisara Afandi Adi Karya Pameran Launching Jurnal Seni Rupa SIDI 2002 Pameran lima pelukis Yogyakarta, Gallery Proklamasi Jakarta. Pameran Fathomless 7, Mien Gallery Yogyakarta. Pameran di Etnik Kafe Yogyakarta Pameran Seni Lukis Kelompok 8 Sanggar Bidar Sriwijaya, Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran Seni Lukis Imajinasi dan Warna, Bizete Gallery Jakarta. Pameran Seni Lukis Bertiga di Dirix Art Gallery. Pameran Dialog Multi Rupa Sanggar Bidar Sriwijaya di Palembang. Pameran Realitas II Kelompok Greget, Purna Budaya Yogyakarta. Pameran Art Festival Bizette Gallery Jakarta. Pameran Total Indonesia Art Award di Jakarta 2000 Pameran Seni Rupa Perupa Muda Yogyakarta. Pameran Bersama, Dirix Art Gallery Yogyakarta. Pameran Kelompok Solusi 4, Melia Purosani Hotel Yogyakarta Pameran Seni Rupa Gelar Seni Pertunjukan Rakyat, ISI Yogyakarta. Pameran FKY Yogyakarta. Pameran Seni Rupa Islami KMI ISI Yogyakarta, Masjid Istiqlal Jakarta. Pameran Seni Lukis Philip Moris Indonesian Art Award di Gallery Nasional Jakarta. Pameran Seni Lukis Art Festival, Bizete Gallery Jakarta Pameran Seni Rupa Campur Sari, Gallery ISI Yogyakarta 1999 Pameran Seni Lukis Winsor And Newton Art Competition Bandung. Pameran Pekan Kesenian Indonesia, Yogyakarta. Pameran Dies Natalis di ISI Yogyakarta. Pameran Dialog Multi Rupa Sanggar Bidar Sriwijaya, Purnabudaya Yogyakarta. Pameran Kelompok Solusi 4, Dirix Art Gallery Yogyakarta Pameran Seni Lukis Bizette Gallery Bali. Pameran Seni Lukis,
32 LIPPO BANK Jakarta. Pameran Seni Lukis Nokia Art Award 1999, Jakarta 1998 Introspeksi, Sanggar Driya Manunggal Yogyakarta. Pameran Tujuh Pelukis Muda, Hotel Radison Yogyakarta. Pameran Bercermin, Sanggar Suwung Yogyakarta. Pameran Seni Lukis Mall Pondok Indah Jakarta. Pameran Refleksi Zaman, Benteng Vredeburg Yogyakarta 1997 Pameran Peksiminas IV, ITB Bandung. Pameran Realitas Kelompok Greget`95, Purna Budaya Yogyakarta. Pameran Seni Lukis, Pandean Gallery Yogyakarta. Pameran Seni Lukis, Gallery Kencana Yogyakarta. Pameran Seni Lukis, Gallery Djuruk Yogyakarta 1996 Pameran Sketsa di Sasana Ajiyasa FSR ISI Yogyakarta. Pameran Kelompok Greget, Sasana Ajiyasa FSR ISI Yogyakarta. Pameran Dialog Dua Kota II ISI-IKJ, Purna Budaya Yogyakarta. Proyek Seni Publik 2005 Lukis Dinding Di Taman Parkir Serangan Yogyakarta. Lukis Relief Di AMPTA Yogyakarta. Lukis Dinding Di IKIP Yogyakarta. Lukis Dinding Kareda Yogyakarta 2004 Lukis Dinding Di AMPTA Yogyakarta Award 2009 Finalis Tujuh Bintang Art Award 2009, Yogyakarta 2008 Lima karya terbaik Kompetisi Seni Visual Setelah 20 Mei, Jogja Galery 2006 Juara III Lomba Graffiti di Yogyakarta 2004 Juara III Lomba Graffiti di AMPTA Yogyakarta 2000 Finalis Philip Morris-Indonesia Art Award 1999 Finalis Nokia Art Award 1998 Finalis Winsor And Newton Art Competition 1997 Karya Seni Lukis Terbaik Feksiminas IV Yogyakarta 1996 Karya Sketsa Terbaik Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta Karya Seni Lukis Cat Air & Akrilik Terbaik Minat Utama Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta 31
33 Colophon HYPERTEXT DISCREPANCY This catalogue is published in conjunction with a Solo Painting Exhibition of Dedy Sufriadi May 31, 2010 June 14, Philo Art Space Jl Kemang Timur 90 C South Jakarta Indonesia t/f: (62 21) m: e: [email protected] Curator: Tommy F Awuy Writer : Richard Oh Special thanks : - Omar Rahmanadi - Ibu & Bapak Jumadi - Teman-teman seniman Photography of Artworks: Artist Graphic Design: Trizno Published by Philo Art Space 026/2010 Copy Rights Philo Art Space All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photography, recording or otherwise, without the written permission from Philo Art Space
34 Jl. Kemang Timur 90 C South Jakarta Indonesia t/f: (62 21) m: e: [email protected]
Dedy Sufriadi. Awards. Solo Exhibitions
Dedy Sufriadi Born: 1976 in Palembang, Indonesia Bachelor of Fine Art & Masters of Fine Art, Institut Seni Indonesia (ISI), Using variations of text and naïve symbolism, Dedy Sufriadi s works infuse both
An Abstract Group Painting Exhibition COGITO
An Abstract Group Painting Exhibition COGITO 16-30 June 2009 COGITOAn Abstract Group Painting Exhibition 1 Kehadiran yang Menyembunyi Sejarah senirupa kita ditandai bahwa lukisan atau pameran lukisan abstrak
Sujarwo a Solo Painting Exhibition November 19 - December 4, 2009
Sujarwo a Solo Painting Exhibition November 19 - December 4, 2009 Narasi Sebuah Hasrat Tommy F Awuy Kurator Pameran Lukisan Sujarwo yang bertema SHOPASSION ini boleh dikatakan adalah lanjutan dari pameran
A Group Painting Exhibition Sugihartono I E. Muheriyawan [Jange Rae]
A Group Painting Exhibition Sugihartono I E. Muheriyawan [Jange Rae] Urban In Between Kehidupan urban, sudah tentu bergerak dalam ruang plural di mana segala hal tersedia, dipersilakan memilih dan menjalankannya,
DEDY SUFRIADI THE WORLD OF WORDS DECEMBER 1, JANUARY 15, 2013 I PHILO ART SPACE
1 DEDY SUFRIADI THE WORLD OF WORDS DECEMBER 1, 2012 - JANUARY 15, 2013 I PHILO ART SPACE kuratorial Mencipta Bersama Logos Ini Pameran Tunggal Dedy Sufriadi yang ke-2 di Philo Art Space dengan tema The
Dedy Sufriadi. Awards. Born: 1976 in Palembang, Indonesia
Dedy Sufriadi Born: 1976 in Palembang, Indonesia Bachelor of Fine Art, Institut Seni Indonesia (ISI), Masters of Fine Art, Institut Seni Indonesia (ISI), Using variations of text, plus naïve figurations
A Group Painting Exhibition. Erizal AS Dedy Sufriadi Nyoman Sujana Kenyem Feri Eka Candra Rinaldi Deskhairi Ade Pasker Sujarwo
A Group Painting Exhibition Erizal AS Dedy Sufriadi Nyoman Sujana Kenyem Feri Eka Candra Rinaldi Deskhairi Ade Pasker Sujarwo June 27 - July 11, 2011 my space Hidup itu meruang, sudah dimulai sebelum munculnya
Choiruddin. Pengalaman Pameran :
Choiruddin Lahir : Jombang, 26 Januari 1979 Alamat : Garon, Rt 1, No 5, Panggungharjo, Sewon, Bantul, 55188. Pendidikan : FSR ISI Yogyakarta. HP : 081328821979, 081227219979 E-mail : [email protected]
Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia
Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia Anusapati SENI PATUNG DALAM WACANA SENI RUPA KONTEMPORER INDONESIA 1* Anusapati Patung dan aspek-aspek utamanya Di dalam ranah seni klasik/tradisi, pengertian
Biodata. : Zuchri Muchlis S.Sn. Tempat / Tgl Lahir : Padang, 22 May 1978 Jenis Kelamin : Lelaki
Biodata Nama : Zuchri Muchlis S.Sn Tempat / Tgl Lahir : Padang, 22 May 1978 Jenis Kelamin : Lelaki Agama : Islam Pendidikan : Tahun 1995 Lulus SMP INS Kayu tanam, Sum-Bar Tahun 1997 Lulus SMIK / SMK N
PROPOSAL KARYA. PAMERAN SENI RUPA NUSANTARA 2009 MENILIK AKAR Galeri Nasional Indonesia Mei Nama : Sonny Hendrawan
PROPOSAL KARYA PAMERAN SENI RUPA NUSANTARA 2009 MENILIK AKAR Galeri Nasional Indonesia 19 31 Mei 2009 Nama : Sonny Hendrawan DATA KARYA A. Foto Karya Judul : I m Hero Ukuran : 140 Cm X 100 Cm Media : Oil,
RANCAK KECAK PASOLA DI PURA LUHUR ULUWATU PERANG SAMBIL BERKUDA MEMBER OF INFLIGHT MAGAZINE OF BATIK AIR NOVEMBER 2017 NOVEMBER 2017
THE Inflight Magazine of Batik Air NOVEMBER 2017 RANCAK KECAK DI PURA LUHUR ULUWATU PASOLA PERANG SAMBIL BERKUDA TIDAK DIBAWA PULANG MEMBER OF i { ART } 40 NATEE UTARIT Kritik untuk Kapitalisme dan Modernisasi
: RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 BAHAN DAN MEDIA : POTONGAN POTONGAN MAJALAH, DRAWING PEN, PEN COLOUR DI ATAS KERTAS.
NAMA : RISTIYANTO CAHYO WIBOWO. TEMPAT & TANGGAL LAHIR : YOGYAKARTA,.15 JULI 1984. ALAMAT : TEGAL KOPEN RT 19/RW 29 NO.822 NO. HP : 081 802 686 916 BANGUNTAPAN BANTUL JUDUL UKURAN TEKNIK FORMAT : SAUDARI
Pakai Rodaku Saja l 250 x 140 cm l Acrylic on Canvas l Urban Magnet
Yang Urban sebagai Transformasi dan Fantasi Orang mungkin sudah lupa, atau bagi yang masih ingat barangkali telah meremehkan apa yang dulu pernah dikatakan sang filsuf revolusioner Karl Marx mengenai gejala
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi 1.1.1 Sejarah Cafe Lawangwangi Cafe Lawangwangi Creative Space merupakan salah satu tempat dimana para seniman dapat memamerkan sekaligus menjual hasil
B I O D A T A CURRICULUM VITAE TRI BAKDO S.
B I O D A T A CURRICULUM Nama : TRI BAKDO SULISTIONO Tempat / Tanggal Lahir : Salatiga, 19 Mei 1964 Pendidikan Terakhir : Seni Rupa Universitas Taman Siswa Yogyakarta Alamat : Jl. Garuda I/46 Dracik Kampus
GENDHUK
GENDHUK N A L A N A N D A N A 04.08-11.08.17 Nala Nandana lahir di Bandung, 1985. menempuh pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung dan berkesempatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penciptaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari cabang seni yang memiliki unsur dua dimensi dan sangat terkait dengan gambar. Secara historis terlihat bahwa sejak
Kategori Profesional. Kategori Pendatang Baru
Kategori Profesional Kategori Profesional terbuka bagi seniman berpengalaman yang telah memiliki portofolio karya seni, termasuk pameran tunggal maupun pameran bersama (tidak termasuk acara kelulusan sekolah),
Indonesia Bahasa Indonesia
Indonesia Bahasa Indonesia Kategori Kategori Pelukis Profesional terbuka bagi para pelukis berpengalaman yang telah memiliki portofolio karya seni. Seniman pada kategori Profesional diharuskan memiliki
SOLO FINE ART SPACE BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni rupa merupakan cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian ini adalah lukisan Tetet Cahyati yang bertema Bandung merupakan lukisan ekspresivisme-abstrak yang bersumber gagasan dari
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Manusia terlahir dibumi telah memiliki penyesuaian terhadap lingkungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia terlahir dibumi telah memiliki penyesuaian terhadap lingkungan baik secara jasmani maupun rohani dimana kita lahir secara turun-temurun, membawa
Indonesia. Bahasa Indonesia
Indonesia Bahasa Indonesia Kategori Kategori Pelukis Profesional terbuka bagi para pelukis berpengalaman yang memiliki portofolio karya yang mapan. Setidaknya mereka sudah pernah mengikuti pameran, entah
III. METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN 1. Tematik A. Implementasi Teoritis Kehidupan dunia anak-anak yang diangkat oleh penulis ke dalam karya Tugas Akhir seni lukis ini merupakan suatu ketertarikaan penulis terhadap
BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan. a. Langer terkesan dengan pengembangan filsafat ilmu yang berangkat
226 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan atas hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti, sampailah pada akhir penelitian ini dengan menarik beberapa kesimpulan sebagai
Formulir Pendaftaran
Formulir Pendaftaran Art is not what you see, but what you make others see. Seni tidak terbatas pada apa yang kita lihat, namun apa yang dilihat oleh orang lain - Edgar Degas Lihat dan yakini. Perluas
B. Jumlah Peserta Pameran Guru yang diikutkan dalam kegiatan pameran secara keseluruhan akan
KETENTUAN PENDAFTARAN DAN KEPESERTAAN PAMERAN SENI RUPA GURU SE-JABODETABEK DI MUSEUM BASOEKI ABDULLAH DALAM RANGKA PERINGATAN KE 59 HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2017 I. Bentuk Kegiatan & Tema A. Pameran
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Sebuah karya seni dapat terlihat dari dorongan perasaan pribadi pelukis. Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya. Hal itu di awali
pribadi pada masa remaja, tentang kebiasaan berkumpul di kamar tidur salah seorang teman
DESKRIPSI KARYA SENI LUKIS BERJUDUL: THREE GIRLS IN THE BEDROOM Judul : Three Girls in the Bedroom Ukuran : 100x100 cm Tahun : 2006 Media : Oil on canvas Dipamerkan pada acara: Pameran Seni Rupa dengan
BAB I PENDAHULUAN. olehnya. Bahkan kesenian menjadi warisan budaya yang terus berkembang dan maju.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan Art Development Center di Banda Aceh sudah menjadi hal yang penting untuk dibahas. Terutama saat Tsunami membumihanguskan berbagai fasilitas yang ada, namun
I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
1 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1. Batasan Masalah Karya seni mempunyai pengertian sangat luas sehingga setiap individu dapat mengartikannya secara berbeda. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, karya
GALERI SENI RUPA DI MEDAN BAB 1 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni pada mulanya adalah proses dari manusia yang merupakan bentuk eksperimen seniman yang memiliki sifat-sifat kreatif, emosional, individual, abadi, dan universal.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Impressionisme adalah aliran seni yang pada mulanya melakukan pemberontakan artistik terhadap standar umum seni di akhir abad ke 19 di Perancis. Daripada melukis
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek Gambar 1.1. Diagram Kebutuhan Maslow
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1. Latar Belakang Pengadaan Proyek Ketika kita mendengar kata atau istilah Seni Rupa, hal pertama yang terniang di benak kita adalah aktifitas menggambar. Padahal
BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni Kota Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan anekaragam budayanya, seperti tatakrama, pola hidup yang
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI
DISKRIPSI CIPTAAN LUKISAN JALAN KE CANDI DIPAMERKAN PADA PAMERAN SENIRUPA IKATAN KELUARGA ALUMNI SEKOLAH SENI RUPA INDONESIA 20-26 NOVEMBER 2011 DI TAMAN BUDAYA SURAKARTA SK DEKAN : 0614/UN.34.12/KP/2011
LAMPIRAN. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta
LAMPIRAN 86 1. Curriculum Vitae Nama : Alexander Nawangseto M. Tempat, tanggal lahir : Yogyakarta, 7 Juli 1975 Pendidikan Terakhir : Fakultas Seni Rupa, Seni Murni Grafis, ISI Yogyakarta AKTIFITAS BERKESENIAN
BAB I PENDAHULUAN. menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan jaman yang semakin modern membuat arus globalisasi menjadi sangat cepat. Begitu pula dengan gaya hidup masyarakat yang juga mengikuti arus globalisasi
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA. memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa
BAB III PROSES PENCIPTAAN KARYA A. Implementasi Teoritis Mengamati anak-anak baik dalam kehidupan dirumah ataupun diluar rumah, memberikan ingatan segar kembali akan pengalaman-pengalaman kita dimasa kecil
BAB III. A. Implementasi Teoritis. yang menarik dan umumnya tampak cantik. Selain fungsi alamiah sebagai
BAB III A. Implementasi Teoritis Bunga merupakan bagian pada tanaman yang memiliki bentuk dan warna yang menarik dan umumnya tampak cantik. Selain fungsi alamiah sebagai pembiakan pada tanaman, juga dianggap
BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Rupa di Yogyakarta dengan Analogi Bentuk Page 1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Pengertian judul Pusat : merupakan Pokok Pangkal atau yang menjadi pumpunan(berbagai, urus hal,dsb) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990) Seni : Keahlian membuat karya yang bermutu
GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015
1 GUDANG GARAM INDONESIA ART AWARD 2015 Indonesia Art Award adalah program Yayasan Seni Rupa Indonesia yang diselenggarakan sejak 1994, berawal dengan nama Phillip Morris Indonesia Art Awards, bagian dari
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN. kebenaran, hal ini terkait sekali dengan realitas.
68 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Menciptakan karya seni selalu di hubungkan dengan ekspresi pribadi senimannya, hal itu diawali dengan adanya dorongan perasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru
I. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SENI LUKIS SMALB TUNARUNGU
- 791 - I. KOMPETENSI INTI DAN SENI LUKIS SMALB TUNARUNGU KELAS : X Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi
[ORAT ORET ARTSPACE] TA 131/53 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Melalui aktivitas berkesenian akan diperoleh banyak hal yang berkait dengan nilainilai yang bermanfaat bagi kehidupan, di antaranya sebagai pemenuhan kebutuhan akan
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS. A. Implementasi Teoritis
BAB III CELENG SEBAGAI TEMA DALAM KARYA SENI LUKIS A. Implementasi Teoritis Istilah kata celeng berasal dari sebagian masyarakat Jawa berarti babi liar. Jika dilihat dari namanya saja, sudah nampak bahwa
Seni Berperang Sun Tzu
Seni Berperang Sun Tzu Penerbit PT Elex Media Komputindo THE ART OF WAR SUN TZU Translated from Chinese Language to English by: James Trapp First Published in 2015 by Amber Books Ltd 2011 Amber Books Ltd
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia
REPRESENTASI BENDA DALAM LUKISAN. Ega Budaya Putra 1 NIM Abstrak
REPRESENTASI BENDA DALAM LUKISAN Ega Budaya Putra 1 NIM 091 2059 021 Abstrak Representasi Benda Dalam Lukisan adalah pengungkapan perasaan dengan menghadirkan kembali benda ( benda keseharian di lingkungan
BAB III METODE PENCIPTAAN. A. Implementasi Teoritik
BAB III METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Gagasan atau ide merupakan hal yang harus dimiliki seorang pencipta karya seni dalam proses penciptaan karya seni. Subjektifitas dari seorang
BAB I PENDAHULUAN. Seni lukis ini memiliki keunikan tersendiri dalam pemaknaan karyanya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seni lukis merupakan bagian dari seni rupa yang objek penggambarannya bisa dilakukan pada media batu atau tembok, kertas, kanvas, dan kebanyakan pelukis memilih
BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA
BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA A. Latar Belakang 1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Dalam sejarah kehidupan manusia seni atau karya seni sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. kebutuhan akan seni
BAB I PENDAHULUAN. manusia sepanjang hidupnya dan dapat terjadi kapan di mana saja, proses
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu proses yang kompleks yang dialami setiap manusia sepanjang hidupnya dan dapat terjadi kapan di mana saja, proses pendidikan diselenggarakan
BAB I PENDAHULUAN. Selain unsur visualisasi, teknik sapuan kuas yang ada di atas kanvas juga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang terdiri dari unsur-unsur pokok berupa bidang, garis, bentuk dan warna yang berwujud karya dua dimensi. Di dalam seni lukis
BAB V KONSEP PERANCANGAN UMUM
BAB V KONSEP PERANCANGAN UMUM 5.1. Konsep Perancangan Umum Yogyakarta merupakan sebuah kota dengan beragam budaya dan seni. Dari Yogyakarta lahir para seniman-seniman dan arsitek-arsitek handal yang menjadi
BAB I PENDAHULUAN. Kartika Affandi, semoga anak-anak ini menjadi seniman hebat di masa mendatang
BAB I PENDAHULUAN Kartika Affandi, semoga anak-anak ini menjadi seniman hebat di masa mendatang 1.1 LATAR BELAKANG 1.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu
BAB I PENDAHULUAN. Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Tahun 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia dengan segala keindahan, dan kebebasan ekspresi dari manusia sendiri. Seiring dengan perkembangan
Gambar 4.20 Gallery National of Indonesia s Coffee Shop
DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peta Jakarta... 13 Gambar 2.2 Peta Jakarta Pusat... 13 Gambar 2.3 Denah Eksisting GNI... 15 Gambar 2.4 Resepsionis Eksisting GNI... 16 Gambar 2.5 Gedung B Pameran Showroom Temporer
II. KAJIAN PUSTAKA. A. Sumber Pustaka. sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang. Kupu-kupu memiliki banyak jenis dan memiliki
II. KAJIAN PUSTAKA A. Sumber Pustaka 1. Rujukan Serangga bersayap sisik ini biasanya memiliki sayap yang sangat cemerlang dan sangat indah. Untuk menjadi kupu-kupu yang bersayap indah, terdapat beberapa
BAB V PENUTUP. lingkungan kampus maupun di acara pagelaran kesenian. subjektif pada diri manusia melalui bahasa ungkap.
BAB V PENUTUP Penciptaan kaya-karya Tugas Akhir ini muncul karena adanya keinginan untuk menyampaikan gagasan. Gagasan tersebut diungkapkan melalui media berbentuk lukisan mengenai keindahan gerak tari,
BAB 1 PENDAHULUAN. Masa kecil perupa hingga dewasa banyak terinspirasi oleh informasi yang di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penciptaan Masa kecil perupa hingga dewasa banyak terinspirasi oleh informasi yang di dapat dari seniman dengan karya instalasi, membaca biografi, cerita fiksi dan
BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan
33 BAB III METODE PENCIPTAAN Setiap orang pasti mempunyai kegelisahan terhadap suatu persoalan yang ada didalam dirinya ataupun dilingkungan sekitar, sehingga menumbuhkan gagasan untuk keluar dari kegelisahan
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis
III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA A. Implementasi Teoritis Penulis menyadari bahwa topeng merupakan sebuah bagian peninggalan prasejarah yang sekarang masih mampu
PENGANTAR HUKUM INTERNASIONAL
MALAHAYATI, S.H., LL.M. PENGANTAR HUKUM INTERNASIONAL Revisi Kedua Penerbit CV. BieNa Edukasi, Lhokseumawe, 2014 2014 BieNa Edukasi All rights reserved. No part of this publication may be reproduced or
Notulen diskusi Pameran Tali Ikat, tema Posisi Seni serat Dalam Perkembangan Seni Rupa Kotemporer. 05 September 2002, Taman Budaya Yogyakarta.
Notulen diskusi Pameran Tali Ikat, tema Posisi Seni serat Dalam Perkembangan Seni Rupa Kotemporer. 05 September 2002, Taman Budaya Yogyakarta. Peserta : Hangai Manabu ( jepang ), Dwight Marica (Belanda
BIODATA TUNGGAL Metafora Pearahu Fertility of the Village Sesuatu yang tidak dapat diulang AKTIVITAS
BIODATA Nama : Budi Eka Putra Tempat tanggal lahir : Riau,21 Juli 1975 Alamat : D/A.Bpk Mulyoto Jogonalan Lor RT 04/17 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta Web site : www.budiekaputrafineart.net E-mail
AURELIA SARI PUTRI WIRANANDA. Impession of Rock Mountain (2017) Acrylic on Canvas 40 x 40 Cm. Deskripsi:
AURELIA SARI PUTRI WIRANANDA Impession of Rock Mountain (2017) Acrylic on Canvas 40 x 40 Cm Lukisan Wena terkesan sederhana, naif dan polos. Goresan dan warna tidak banyak digunakan, namun secara tersamar
BAB IV TAHAPAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER
BAB IV TAHAPAN PEMBUATAN FILM DOKUMENTER A. TREATMENT TEMA Seni modern Performance art sebagai seni alternative yang tengah berkembang di Indonesia. IDE CERITA Penulis memilih genre dokumenter Ilmu pengetahuan
III. METODE PENCIPTAAN
III. METODE PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Kucing adalah hewan yang memiliki karakter yang unik dan menarik. Tingkah laku kucing yang ekspresif, dinamis, lincah, dan luwes menjadi daya
Aan Gunawan Abdi Harno Agung Tato Suryanto Dadang Imawan Didiet Maulana Erwin Trihendarto Yanuar Ernawati
Urban Nuances Aan Gunawan Abdi Harno Agung Tato Suryanto Dadang Imawan Didiet Maulana Erwin Trihendarto Yanuar Ernawati a group painting exhibition, May 25 June 8, 2009 ketika Merah Keterhubungan manusia
menciptakan sesuatu yang bemilai tinggi (luar biasa)1. Di dalam seni ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1.1.1 Perkembangan Kegiatan Seni Rupa di Yogyakarta Sejak awal perkembangan seni, Yogyakarta adalah merupakan pusat seni budaya Indonesia, dengan berbagai
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA
TUGAS SENI BUDAYA ARTIKEL SENI RUPA Nama : Muhammad Bagus Zulmi Kelas : X 4 MIA No : 23 SENI RUPA Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
21 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Langkah-Langkah Proses Berkarya Legenda yang dulu lahir dan tumbuh dalam masyarakat sendiri perlahan hilang atau dilupakan karena tak ada pola pewarisan yang
Semangat Menyebar Melalui Pertemanan
1 Semangat Menyebar Melalui Pertemanan FX Harsono* Menghadirkan kembali karya-karya Seni Rupa Baru bukan berarti hanya sekedar mengumpulkan karya dan menghadirkan kembali, akan tetapi karya-karya dihadirkan
UNIVERSITAS DIPONEGORO SOLO FINE ART SPACE TUGAS AKHIR RIO IRFANSYAH L2B FAKULTAS TEKNIK JURUSAN/PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
UNIVERSITAS DIPONEGORO SOLO FINE ART SPACE TUGAS AKHIR RIO IRFANSYAH LB008080 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN/PROGRAM STUDI ARSITEKTUR SEMARANG SEPTEMBER 014 UNIVERSITAS DIPONEGORO SOLO FINE ART SPACE TUGAS AKHIR
PAMERAN (EKSPRESI DAN APRESIASI SENI KRIYA)
PAMERAN (EKSPRESI DAN APRESIASI SENI KRIYA) Oleh : Drs. Hery Santosa, M.Sn. Drs. Tapip Bahtiar, M.Ds. SK/KD EKSPRESI DIRI STANDAR KOMPETENSI Mengekspresikan diri melalui karya seni kriya KOMPETENSI DASAR
UPT PERPUSTAKAAN ISI YOGYAKARTA LAMPIRAN
LAMPIRAN Biodata Abd. Aziz Ahmad Dr. Abd. Aziz Ahmad, M.Pd., lahir di Paria Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan 1955. Belajar kaligrafi Islam di Pondok Pesantren As adiyah Pusat Sengkang. Juara I menulis indah
Mata Kuliah Persepsi Bentuk
Modul ke: Mata Kuliah Persepsi Bentuk Pertemuan 13 Fakultas FDSK Ali Ramadhan S.Sn.,M.Ds Program Studi Desain Produk Grafis Dan Multimedia www.mercubuana.ac.id BAHASA RUPA Bahasa Rupa sebagai gambar yang
Wayan Santrayana Maya Rupa
Solo Painting Exhibition Wayan Santrayana Maya Rupa Maya Rupa 1 Kata Sambutan Maya Rupa Om Swastiastu (Kesadaran Garis Wayan Santrayana) Membuka lembaran baru ditahun 2016, Santrian Gallery mempersembahkan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) Satuan Pendidikan : SMP/MTs Mata Pelajaran : Seni Budaya Kelas / Semester : VII / Materi Pokok : SENI RUPA Sub Materi Pokok : Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Keras
BAB III GAGASAN BERKARYA
BAB III GAGASAN BERKARYA 3.1 Konsep Karya Sudah sejak lama para seniman melukiskan alam sebagai tema utama karyanya. Alam dianggap sebagai referensi utama dalam berkarya. Pada masa-masa sebelum abad pencerahan
EKSPLORASI KEHIDUPAN DALAM SENI LUKIS A.A. NGURAH PARAMARTHA
EKSPLORASI KEHIDUPAN DALAM SENI LUKIS A.A. NGURAH PARAMARTHA Oleh: I Wayan Setem Staf Pengajar Program Studi Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar Eksplorasi
TOKOH LEGENDA ENDANG DHARMA AYU SEBAGAI GAGASAN BERKARYA DRAWING
1 A. Latar Belakang Penciptaan BAB I PENDAHULUAN Perkembangan jaman yang semakin maju, hasil-hasil pemikiran manusia yang semakin berkembang, membuat segala sesuatu yang manusia butuhkan menjadi lebih
PENCIPTAAN SENI KEPALSUAN
PENCIPTAAN SENI KEPALSUAN Dr. I Nyoman Suardina, S.Sn., M.Sn. NIP. 196809071997031002 Progran Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR DENPASAR 2014 ABSTRAK Karya Kriya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tema mengenai parodi sebagai bentuk sindiran terhadap situasi zaman, banyak ditemukan sepanjang sejarah dunia seni, dalam hal ini khususnya seni lukis, contohnya Richard
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan
305 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Penjelasan yang terkait dengan keberadaan seni lukis
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG I.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG I.1.1 LATAR BELAKANG PENGADAAN PROYEK Kota-kota di abad ke-21 seharusnya mampu meningkatkan perannya sebagai pusat toleransi dan keadilan sosial daripada sebagai area
CURICULUM VITAE Iswandi. S. Pd PENDIDIKAN FORMAL AKTIVITAS KESENIAN Ritme Baru Dimensi Dua Pekan Seni Mahasiswa Nasional IV
CURICULUM VITAE NAMA : Iswandi. S. Pd Tempat tanggal lahir : 100 Janjang, Canduang/13 Mei 1976 Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Jl. Angkasa Puri. II No. 43. Tunggul Hitam Padang. Kode pos : 25176 Hp
pentingnya sebuah gedung pameran seni rupa yang permanen dan dapat mewadahi
BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan 1.1.1 Perkembangan Kegiatan Seni Rupa di Yogyakarta Melihat perkembangan seni akhir - akhir ini kita bisa melihat bahwa Yogyakarta merupakan barometer
BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN
50 BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN A. Perwujudan Karya Seni Kemajuan yang tengah dialami oleh kaum feminis (perempuan) merupakan suatu titik puncak kejenuhan atas ideologi patriarki, penulis sendiri
BAB V KESIMPULAN. Penelitian tentang Mural Publik: Representasi, Transformasi. dan Citra Ruang Publik Kota Yogyakarta menghasilkan
317 BAB V KESIMPULAN Kesimpulan Penelitian tentang Mural Publik: Representasi, Transformasi dan Citra Ruang Publik Kota Yogyakarta menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Tanda dan Makna dalam Mural
Simbol dan Repetisi bersama Albert Yonathan Febrina Anindita (F) berbincang dengan seniman Albert Yonathan (A)
Simbol dan Repetisi bersama Albert Yonathan Febrina Anindita (F) berbincang dengan seniman Albert Yonathan (A) Dikenal sebagai seniman perwakilan Indonesia di Venice Biennale 2013, Albert Yonathan menunjukkan
Pameran Nusantara 2009 Menilik Akar
PROPOSAL KONSEP KARYA Pameran Nusantara 2009 Menilik Akar Gagasan Dasar Latar belakang atau dasar inspirasi karya beranjak dari realita kekinian yang sedang berlangsung dalam konteks budaya pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Orde post-modern, dalam gagasan estetiknya, tengah melumrahkan atau secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Orde post-modern, dalam gagasan estetiknya, tengah melumrahkan atau secara tegas bahkan memang sedang mempersilahkan agar setiap karya seni hendaknya memiliki atau
III. PROSES PENCIPTAAN
III. PROSES PENCIPTAAN A. Implementasi Teoritik 1. Tematik Dunia virtual dalam media sosial memang amat menarik untuk dibahas, hal ini pulalah yang membuat penulis melakukan sebuah pengamatan, perenungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mata pencaharian dengan hormat dan jujur. Dalam versi yang lain seni disebut. mempunyai unsur transendental atau spiritual.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Seni 1. Pengertian Seni Menurut Soedarso (1988: 16-17) bahwa kata seni berasal dari bahasa Sansekerta sani yang berarti pemujaan, palayanan, donasi, permintaan atau mata pencaharian
BAB I PENDAHULUAN. Nur Muladica Gedung Fotografi di kota Semarang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak zaman dahulu manusia berusaha mendokumentasikan sebuah peristiwa. Terlihat dengan adanya gambar-gambar pada dinding gua, kulit kayu, kulit binatang, relief, dan
dengan mencermati bahwa praktik dan gagasan seni rupa Islam di nusantara ternyata bisa dimaknai lebih terbuka sekaligus egaliter. Kesimpulan ini terba
BAB V KESIMPULAN Seni rupa modern Islam Indonesia adalah kenyataan pertumbuhan dan praktik seni rupa modern dan kontemporer Indonesia. Pada dasarnya semangatnya merangkul prinsip-prinsip baik pada nilai-nilai
