SENTRAL TELEPON OTOMAT SUDIANG ( MS-8 )

dokumen-dokumen yang mirip
Powered By TeUinSuska2009.Wordpress.com. Upload By - Vj Afive -

5

Training Center ISSUED - 4/17/2004 1

PERTEMUAN 8 (MEDIA TRANSMISI FISIK)

DasarJaringan Komunikasi

II. Sekilas Tentang Jaringan Lokal Akses Kawat Tembaga 2.1 Tinjauan Umum Jaringan Local

Training Center ISSUED4/17/2004 1

JARINGAN AKSES TELEPON

PENANGANAN GANGGUAN JARINGAN AKSES TEMBAGA STO BOJONG GEDE (Studi Kerja Di Telkom Bojong Gede)

BAB III JARINGAN LOKAL AKSES TEMBAGA (JARLOKAT) PT. TELKOM INDONESIA

Arsitektur Jaringan Secara Umum Jaringan Telekomunikasi terdiri dari :

BAB II JARINGAN AKSES TEMBAGA DAN SERAT OPTIK

BAB II JARINGAN PSTN. yang lebih dikenal dengan jaringan Public Switch Telephone Network (PSTN). Jaringan ini

BAB III DATA DAN HASIL PENGUKURAN

BAB III PEMBAHASAN. Setelah melakukan penelitian terhadap permasalahan yang ada di PT.

Tembaga(Jarlokat) Oleh: Mike Yuliana PENS-ITS

PERANCANGAN JARINGAN AKSES KABEL (DTG3E3)

PELAYANAN GANGGUAN PADA JARINGAN LOKAL AKSES KAWAT TEMBAGA M

PENGANTAR TELEKOMUNIKASI

BAB I RANGKA PEMBAGI UTAMA

MODUL VII MATA KULIAH : SALURAN TRANSMISI

MODERNISASI JARINGAN AKSES TEMBAGA DENGAN FIBER OPTIK SAMPAI DENGAN KE PELANGGAN. Oleh :

BAB II DASAR TEORI. Perkembangan teknologi telekomunikasi global akhir-akhir ini

JARINGAN AKSES. Akses Tembaga. Akses Optik. Akses Radio

PERTEMUAN 8 (RUMAH KABEL) POKOK BAHASAN

DESAIN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN AKSES KABEL TELEPON

Faculty of Electrical Engineering BANDUNG, 2015

DESAIN DAN IMPLEMENTASI JARINGAN AKSES KABEL TELEPON

Sukiswo Jartel, Sukiswo 1

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

29

Modul 2 Peralatan Telepon dan Call Setup

Program Studi S1 - Teknik Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Telkom BANDUNG, 2012

METODE SAMPLING DALAM PENGUKURAN VALIDITAS DATA NUMERIK JARINGAN LOKAL AKSES TEMBAGA (JARLOKAT)

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI DIREKTORAT STANDARDISASI POS DAN TELEKOMUNIKASI

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

MEDIA TRANSMISI KOMUNIKASI DATA

JARINGAN AKSES PSTN (Public Switch Telephone Network) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)

BAB II DASAR TEORI. yang biasanya berbentuk sinyal listrik menjadi sinyal cahaya dan kemudian

1.2. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan kerja praktek di PT Telkom. Keyword / kata kunci : Jarlokat, MDF, ADSL

Training Center ISSUED - 4/17/2004

PERBANDINGAN JARINGAN GIGABYTE PASSIVE OPTICAL NETWORK DAN MULTI SERVICE ACCESS NODE PADA PT. TELKOM

Teknologi Jarlokaf. DLC (Digital Loop Carrier) PON (Passive Optical Network) AON (Active Optical Network) Point to Point. 1 Digital Loop Carrier (DLC)

BAB III PARAMETER ELEKTRIS JARLOKAT

PRODI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKAS 2012 YUYUN SITI ROHMAH, ST.,MT

BAB III PEMBAHASAN. Aktifitas Pegawai IT di PT. Telkom Cianjur terbagi dalam beberapa bagian, yaitu:

PERANCANGAN DAN ANALISIS JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) UNTUK PERUMAHAN PESONA CIWASTRA VILLAGE BANDUNG MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMULASI OPTISYSTEM

FTTX. 1. Latar belakang

BAB III HASIL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

BAB III KABEL BAWAH TANAH

KETENTUAN TEKNIS INFRASTRUKTUR BERSAMA TELEKOMUNIKASI

BAB IV RUMAH KABEL Kapasitas RK ditentukan oleh jumlah pasangan Kabel Primer dan Sekunder maksimum yang dapat diterminasikan di RK tersebut.

TEKNOLOGI KOMUNIKASI

BAB III LANDASAN TEORI

ANALISIS PENGUJIAN IMPLEMENTASI PERANGKAT FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYTEM PADA LINK STO GEGERKALONG KE PERUMAHAN CIPAKU INDAH

ANALISIS LINK BUDGET JARINGAN SERAT OPTIK GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK

ANALISA SISTEM PERFORMANSI LAYANAN CUSTOMER SPEEDY DI PERANGKAT OPTIC ACCESS NETWORK (OAN)

BAB III JARINGAN AKSES SERAT OPTIK DI PT TELKOM STO JATINEGARA SERTA APLIKASI SDH DAN MODUL SDT1

BAB II SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

Gambar 1. Digital loop carrier

Jaringan Lokal Akses

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Training Center Tujuan

ANALISA JARINGAN UNTUK LAYANAN BROADBAND BERBASIS TEKNOLOGI GIGABIT PASSIVE OPTICAL NETWORK (GPON) ABSTRAK

Kata Kunci : Recording, AutoCAD, Fiber Optik

BAB II LANDASAN TEORI

: Teknik Jaringan Akses JENJANG PENDIDIKAN : Sekolah Menengah Kejuruan

BAB IV KEGIATAN PRAKERIN

PENGANTAR PENGKABELAN (WIRING)

BAB II VDSL2 DAN ALGORITMA HEURISTIK

MAKALAH SEMINAR KERJA PRAKTEK PENGUKURAN REDAMAN PADA KABEL SERAT OPTIK DENGAN OTDR

BAB IV ANALISA JARINGAN AKSES TEMBAGA UNTUK IMPLEMENTASI ADSL DI KANCATEL PAMANUKAN

LAPORAN GELADI PT. TELKOM PADANG

Faktor Rate data. Bandwidth Ganguan transmisi(transmission impairments) Interferensi Jumlah receiver

11/9/2016. Jenis jenis Serat Optik. Secara umum blok diagram transmisi komunikasi fiber optik. 1. Single Mode Fiber Diameter core < Diameter cladding

Teknik Pemeliharaan Peralatan Telekomunikasi Pelanggan

Page-1. Jaringan Fiber To The Home (FTTH)

Pengabdian Masyarakat di SMK Bangun Nusantara APLIKASI FIBER OPTIK. Oleh :Suyatno Budiharjo

IV : MEDIA TRANSMISI JARINGAN KOMPUTER

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI. Oleh : Dwi Hastuti Puspitasari, SKom, MMSI. Pokok bahasan perkembangan teknologi pada era telekomunikasi.

BAB IV ANALISA SISTEM DISTRIBUSI TELEPON GEDUNG CHASE TOWER

SIMULASI PERANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DI PERUMAHAN LEGOK INDAH MENGGUNAKAN SIMULASI OPTISYSTEM

Jaringan Lokal Akses (Jarlok) Eka Setia Nugraha,S.T. M.T Uke Kurniawan Usman,MT

JARINGAN LOKAL AKSES FIBER OPTIK

BAB IV HASIL DAN ANALISA

fm_iqbal Pendahuluan 1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Media Transmisi. Klasifikasi Media Transmisi. Dibagi 2 jenis Guided - wire Unguided wireless

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA TEKNOLOGI MSAN DAN GPON PADA LAYANAN TRIPLE PLAY

ANALISIS KINERJA JARINGAN FTTH (FIBER TO THE HOME) DI JALAN LOTUS PERUMAHAN CEMARA ASRI MEDAN

BAB IV ANALISA JARINGAN VDSL2 HASIL DESAIN APLIKASI

Kabel Jaringan. Coaxial Unshielded Twisted Pair (UTP) Shielded Twisted Pair (STP) Fiber Optik. Dwi Andrianto SMK Muhammadiyah 6 Donomulyo

ANALISA RUGI-RUGI PELENGKUNGAN PADA SERAT OPTIK SINGLE MODE TERHADAP PELEMAHAN INTENSITAS CAHAYA

Sistem Telekomunikasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISA SIMULASI RANCANGAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN OPTISYSTEM PADA LINK STO BANJARAN KE GRIYA PRIMA ASRI BANDUNG. Yara romana rachman

Teknologi Jaringan Komunikasi data dan Media Transmisi

Sistem Jaringan Akses Fiber Optik Jaringan Lokal Akses Fiber (JARLOKAF)

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Dasar Perencanaan PSTN

DAHLAN ABDULLAH

Transkripsi:

Tugas Jaringan Telekomunikasi Telepon SENTRAL TELEPON OTOMAT SUDIANG ( MS-8 ) OLEH: PUTU NOPA GUNAWAN D411 10 009 MUH. REZA ADRIAN D411 10 256 FAKHRUL RISAL DJUMINGIN D411 10 267 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN 2012

Sentral Telepon Otomat Sudiang ( MS-8 ) Jaringan transmisi adalah media yang menghubungkan antara sentral dengan sentral atau yang menghubungkan sentral dengan pelanggan. Jaringan transmisi terbagi menjadi dua jenis : Fisik : Tembaga dan Fiber Optik Non fisik : Radio Bagian-bagian dari Jaringan Transmisi : - RPU ( Rangka Pembagi Utama) : Merupakan suatu ruangan yang letaknya dibawah sentral telepon (untuk gedung STO bertingkat) atau pada ruangan di depan/di samping ruang sentral telepon (untuk gedung STO tidak bertingkat). Pada kantor telepon kecil (manual) biasanya berupa papan lemari perkawatan, dan pada kantor telepon sedang/besar sudah berupa kerangka besi vertikal dan horisontal (terminal blok vertikal dan terminal blok horisontal). a. Terminal Blok Vertikal, dipasang pada RPU di sisi pelanggan, tempat diterminasikan kabel primer. Terminal blok vertikal mempunyai berbagai kapasitas : terminal blok dengan kapasitas 25 pasang urat kabel, terminal blok

dengan kapasitas 50 pasang urat kabel, dan terminal blok dengan kapasitas 100 pasang urat kabel. Dengan menggunakan jumper wire, terminal blok vertikal dihubungkan dengan terminal blok horisontal. b. Terminal blok horizontal, seluruh kabel yang datang dari sentral diterminasikan pada terminal blok horisontal. Terminal blok horisontal ini dipasang pada RPU disisi sentral dan mempunyai kapasitas 100 pasang urat kabel dengan jenis tekan sisip. Jenis yang digunakan adalah type K-71. Dibawah RPU, terdapat ruang bawah tanah yang umumnya disebut cable chamber, didalam ruang tersebut dipasang rangka besi guna menambatkan kabel kabel primer dari luar sebelum terdistribusi ke RPU. RPU berfungsi sebagai tempat penyambungan antara kabel primer dengan kabel dari sentral, dan sebagai tempat pengetesan dalam melokalisir gangguan. Di dalam ruangan RPU terdapat peralatan yang dinamakan meja ukur yang digunakan untuk mengukur kondisi pesawat telepon pelanggan termasuk saluran (saluran luar dan saluran dalam) dan pesawat teleponnya, karena letaknya demikian, maka fungsi meja ukur adalah : 1. Mengukur kondisi saluran baik ke arah luar meupun ke arah dalam, sebagai contoh : mengukur saluran a terhadap kemungkinan adanya tegangan asing dan mengukur isolasi saluran a terhadap saluran b, dan sebagainya. 2. Mengukur dan mengetes kondisi pesawat telepon pelanggan, sebagai contoh di antaranya untuk mengetahui mutu mikrophone dan telepon set tersebut - RK (Rumah Kabel) RK merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu jaringan kebel telepon antara sentral dengan pesawat pelanggan yang biasanya dipasang di tepi jalan, trotoar, dan pada tempat yang tidak mengganggu lalu lintas dan aman. RK terbuat dari beton ( type lama, sekarang tidak dipakai lagi ), dan ada juga yang terbuat dari besi / fiber glass. RK mempunyai fungsi sebagai tempat penyambungan antara kabel primer dengan kabel sekunder, tempat melaksanakan pengetesan untuk melokalisir gangguan, dan tempat melaksanakan penjumperan antara terminal blok disisi primer dengan terminal blok disisi sekunder. Kapasitas RK paling kecil 800 pasang, dengan arti jumlah pasangan primer dengan pasangan sekunder yang dapat diterminasikan adalah 800 pasang,

sedangkan kapasitas RK paling besar pasang (dimensi RK dengan kapasitas pasang sama dengan kapasitas 1 pasang). Pada umumnya, perbandingan antara kapasitas kabel primer dan kabel sekunder adalah 2 : 3. - KP/DP (Kotak Pembagi/Distribution Point) KP merupakan unit terminal kabel tempat penyambungan antara kabel sekunder dengan kabel distribusi (penanggal) yang mempunyai fungsi sebagai tempat penyambungan antara kabel sekunder dengan kabel distribusi, dan sebagai tempat pengetesan untuk melokalisir gangguan. Gambar merupakan gambar jaringan kabel sekunder dan saluran distribusi Keterangan : RK : Rumah Kabel KP : Kotak Pembagi Pswt : Pesawat telepon KP ada berbagai macam jenis, antara lain: Kotak Pembagi Tiang (KPT), Kotak Pembagi Dinding (KPD), Tabung Pembagi/Terminal Post (TP). 1. Kotak Pembagi Tiang (KPT), empunyai kapasitas 10 pasang yang kecil dan 20 pasang yang besar. Digunakan untuk mencatu pelanggan yang terpencar dengan menggunakan saluran penanggal. 2. Kotak Pembagi Dinding (KPD), dipasang pada dinding sebelah luar, biasanya digunakan untuk mencatu pertokoan/rumah yang letaknya berdampingan secara teratur. Dapat juga dipasang pada dinding sebelah dalam/biasanya digunakan untuk mencatu tiap tingkat pada gedung bertingkat/komplek industri, kampus,

perkantoran. DP jenis ini mempunyai kapasitas lebih besar dibanding DP atas tiang dan biasanya kapasitas paling kecil 60 pasang dan paling besar 400 pasang. 3. Tabung Pembagi/Terminal Post (TP), adalah kotak pembagi yang dipasang di atas permukaan tanah/pelataran. Digunakan untuk mencatu pelanggan pada daerah permukaan yang sudah mapan seperti perumahan pada real estate. - KTB (Kotak Terminal Batas) KTB merupakan tempat penyambungan antara kabel penanggal/distribusi dengan kabel instalasi dalam rumah (indoor cable) yang mempunyai fungsi sebagai pembatas antara IKR pada rumah pelanggan dengan saluran penanggal pada jaringan kabel., tempat terminasi awal IKR pada rumah pelanggan, tempat terminasi akhir saluran penanggal dari jaringan kabel telepon local, tempat penyambungan antara IKR pada rumah pelanggan dengan saluran penanggal dari jaringan local, dan tempat pemeriksaan ada tidaknya dial tone (nada pilih). KTB biasanya dipasang pada dinding rumah pelanggan dengan ketinggian kurang lebih 170 cm dari atas tanah. KTB mempunyai dua bagian, yaitu sisi TELKOM dan sisi pelanggan. 1. Sisi Telkom Batasan sepenuhnya tanggung jawab TELKOM terhadap kondisi instalasi kabel. Pada sisi TELKOM terdapat terminal urat kabel yang berfungsi untuk menterminasikan kabel saluran penanggal, IKR, kabel yang terhubung ke utas konektor pada sisi pelanggan, dan kabel yang terhubung ke soket pada sisi pelanggan. Sisi Telkom dilengkapi dengan pintu yang hanya dapat dibuka dengan alat khusus /dirancang dengan menggunakan segel. 2. Sisi Pelanggan Sisi pelanggan adalah batasan pelanggan diijinkan memelihara, memeriksa, dan memperbaiki IKR. Dalam kondisi normal (operasi), maka penyambungan saluran pananggal dengan IKR dilakukan dengan memasukkan utas konektor ke dalam outlet pasangannya di sisi pelanggan. Pelanggan telepon dapat memeriksa ada tidaknya nada pilih dari sentral telepon dengan cara memasukkan utas konektor dari pesawat telepon langsung ke outlet yang ada pada sisi pelanggan. - IKR (Instalasi Kabel Rumah)

IKR merupakan instalasi kabel yang digunakan dalam rumah yang meliputi kabel indoor, soket, dan pesawat telepon. a. Kabel Indoor Kabel berisolasi dan berselubung PVC dengan warna abu-abu/hitam yang berfungsi untuk menghubungkan antara KTB dengan roset pesawat telepon. b. Soket Merupakan terminal penyambungan antara instalasi kabel dalam rumah (indoor cable) dengan perangkat terminal (misal pesawat telepon) sehingga memudahkan menyambung dan memutuskan hubungnan antara terminal ke instalasi kabel rumah. c. Pesawat telepon Merupakan media untuk berkomunikasi sebagai akhir dari jaringan kabel akses tembaga. Adapun Jenis-jenis kabel pada jaringan transmisi, antara lain: - Kabel Primer Kabel primer adalah kabel yang fungsinya menghubungkan RPU suatu sentral telepon ke RK dan DP/KP pada daerah catuan langsung seperti terdapat pada Gambar Keterangan : STO : Sentral Telepon Otomat RPU : Rangka Pembagi Utama RK : Rumah Kabel KP : Kotak Pembagi

Kabel primer mempunyai kapasitas maksimal pasang dengan diameter 0,4 mm dan 0,6 mm. Untuk STO kapasitas besar kabel primer ditanam langsung atau dipasang melalui pelanggan yang dicor beton (sistem duct). - Kabel Sekunder Kabel sekunder adalah kabel yang menghubungkan RK dengan DP/KP. Kabel sekunder mempunyai kapasitas maksimal 200 pasang dengan diameter urat kabel bervariasi antara 0,4 s/d 0,8 mm seperti yang terdapat Gambar. Kabel sekunder dipasang dengan cara ditanam langsung atau atas tanah (kabel udara). - Kabel Distribusi (Penanggal) Kabel distribusi adalah kabel distribusi pelanggan (penanggal) yang fungsinya menghubungkan DP/KP ke tambatan akhir pada rumah pelanggan. Kabel yang digunakan adalah kabel penanggal. Kabel penanggal ada dua jenis, yaitu kabel dengan pengua dan tanpa penguat. Fisik Jaringan transmisi fisik merupakan media yang dapat dilihat. Di mana jaringan transmisi fisik terbagi menjadi Jaringan Lokal Akses Tembaga dan Jaringan Lokal Akses Fiber Optik.

- Tembaga Jaringan lokal akses tembaga (Jarlokat) merupakan jaringan akses dari sentral ke pelanggan dengan menggunakan tembaga sebagai media aksesnya. Konfigurasi dasar jarlokat ditunjukkan seperti pada Gambar, dimulai dari RPU (Rangka Pembagi Utama) sampai dengan KTB (Kotak Terminal Batas) pada pesawat pelanggan. Konfigurasi Jarlokat Keterangan : STO : Sentral Telepon Otomat RPU : Rangka Pembagi Utama KP : Kotak Pembagi TP : Terminal Pembatas Struktur jaringan berdasarkan cara pencatuan saluran dari sentral ke pesawat pelanggan, jaringan kabel lokal dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu jaringan catu langsung, jaringan catu tak langsung, dan jaringan catu kombinasi. - Jaringan catu langsung Pada jaringan catu langsung ini, pesawat pelanggan dicatu dari KP terdekat yang langsung dihubungkan dengan RPU tanpa melalui RK seperti pada Gambar.

Jadi, pada jaringan ini, semua pasangan urat kabel dari KP tersambung secara tetap (permanen) ke RPU. Jaringan model ini, biasanya dipakai untuk wilayah: Kota kecil yang masih menggunakan sentral manual dengan jumlah pelanggan telepon sedikit, Sistem ini untuk mencatu daerah sekitar sentral telepon (radius sampai dengan 500 meter) pada kota besar, dan untuk daerah terkonsentrasi yang mempunyai kebutuhan telepon cukup tinggi dan komplek yang tidak memungkinkan dipasang RK. Pada jaringan lokal akses tembaga, dari sentral dihubungkan ke MDF (Main Distribution Frame), kemudian kabel dari sentral disatukan menjadi kaber primer. Kabel primer mempunyai kapasitas maksimal pair (satuan pelanggan). Dari kabel primer selanjutnya dihubungkan ke RK (Rumah Kabel). RK merupakan tempat distribusi kabel telepon yang berisikan kabel primer dan kabel sekunder yang berupa kotak-kotak. Dari RK dilanjutkan ke DP (Distribution Point) yang dihubungkan oleh kabel sekunder. Seperti halnya kabel primer, kabel sekunder juga mempunyai kapasitas. Kapasitas maksimal dari kabel sekunder yaitu 200. Sedangkan kapasitas maksimal dari DP adalah 20 dan minimal 10.Pada DP inilah saluran ke pelanggan dibagi. Kemudian DP dihubungkan ke KTB (Kotak Titik Bagi) dengan kabel DW (Drop Wire). DW merupakan kabel outdoor yang dikhususkan untuk pemasangan di luar rumah (outdoor). Dari KTB kemudian dihubungkan ke Roset menggunakan HW (House Wire). HW merupakan kabel indoor yang dikhususkan untuk pemasangan di dalam rumah (indoor). Roset merupakan kotak penghubung yang akan menghubungkan telepon pelanggan. Untuk lebih jelasnya, transmisi tembaga dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Tabel Rumah Kabel Jarlokat Sudiang NAMA RK LOKASI KAPASITAS PRIMER SEKUNDER DP RA Batang Ase 800 80 RB Jl. Raya Mandai 1 400 300 30 RC Komp. AURI 700 1100 110 RD Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami 1 400 560 56 RE Perumnas Sudiang 1 700 70 RF Jl. Laikang 800 60 RG Jl. Goa Ria 800 1060 106 RH Jl. Goa Ria 2 1 700 70 RJ Komp. Bulurokeng 800 900 90 RK Taman Sudiang Indah 1 700 70 RL Pondok Asri 1 870 87 RM Jl. Masuk SMA 7 800 80 RN Jl. Raya Paek 800 190 19 26400 8300 9280 928 - Fiber optic Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh. Cara Kerja Fiber Optik Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal

cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal. Keuntungan Fiber Optik Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama. Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga. Kapasitas lebih besar. Sinyal degradasi lebih kecil. Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik. Fleksibel. Sinyal digital. Pada media Fiber Optik gelombang listrik dari sentral diubah menjadi cahaya di OLTE (Optical Line Transmission Equipment). Dimana cahaya dilewatkan pada Fiber Optik. Setelah itu cahaya tersebut dilanjutkan ke ONU(Optical Acces Network) yang merupakan perangkat yang berfungsi sebagai tempat untuk menghubungkan telepon berbasis fiber optic,yang kemudian disambungkan ke DP (Distribution Point) yang dihubungkan oleh kabel sekunder. Seperti halnya kabel primer, kabel sekunder juga mempunyai kapasitas. Kapasitas maksimal dari kabel sekunder yaitu 200. Sedangkan kapasitas maksimal dari DP adalah 20 dan minimal 10.Pada DP inilah saluran ke pelanggan dibagi. Kemudian DP dihubungkan ke KTB (Kotak Titik Bagi) dengan kabel DW (Drop Wire). DW merupakan kabel outdoor yang dikhususkan untuk pemasangan di luar rumah (outdoor). Dari KTB kemudian dihubungkan ke Roset menggunakan HW (House Wire). HW merupakan kabel indoor yang dikhususkan untuk pemasangan di dalam rumah (indoor). Roset merupakan kotak penghubung yang akan menghubungkan telepon pelanggan. Untuk lebih jelasnya, transmisi Fiber Optik dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Tabel Rumah Kabel Jarlokaf Sudiang NAMA RK LOKASI PRIMER SEKUNDER DP FRA Perumnas Sudiang 480 450 45 FRB 960 580 58 FRC Asrama Haji 960 660 66 FRD BPS / Jl.Goa Ria 480 400 40 FRE Poros BPS 960 900 90 FRF Komp. Bulurokeng 480 460 46 FRH Batang Ase 960 660 66 FRH 1 Jl. Poros Kariango FRJ Jl. Komp. Kostrad 480 540 54 FRL Komp. AURI 960 960 96 FRL 2 Komp. AURI/ Airport 6720 5610 561

Non Fisik Pada STO Sudiang Jaringan Non Fisik belum digunakan. Karena jarak yang masih dekat dan masih memungkinkan untuk menggunakan fiber optic ataupun tembaga.