Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Metode SDLC

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 9 Pengembangan Sistem Teknologi Informasi Metode SDLC

Metode pengembangan Sistem Teknologi Informasi. Surahyo Sumarsono, B.Eng., M.Eng.Sc.

Sistem Informasi Manajemen dan Bisnis

Teknik Analisis Biaya / Manfaat

TEKNIK ANALISIS BIAYA/MANFAAT

TEKNIK ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT

Muhammad Bagir S.E., M.T.I

Bab 4 TOOL ANALISA SISTEM

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI

Langkah-Langkah Analisis Sistem

Meskipun jumlah tahapan dalam SDLC dalam berbagai litertur berbeda-beda, namun pada prinsipnya secara keseluruhan semua proses yang dilakukan sama

HIPO (Hierarchy Plus Input-Proses-Output)

Analisis Biaya Proyek

PERANCANGAN PROGRAM. Secara garis besar struktur penulisan program terdiri dari : 1. Struktur urut Contoh struktur urut. untuk pseudocode :

2. Bagaimana memodelkan Sistem Informasi jika dalam suatu organisasi belum ada

DOKUMEN USULAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENJUALAN DAN PEMBELIAN PT. NUSANTARA

Sistem Informasi [Kode Kelas]

Cycle) SDLC (System Development Life

Kontrak Kuliah. Analisis Biaya/Manfaat. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Mengatasinya digunakan : SDLC Prototipe Perangkat Pemodelan Teknik Manajemen Proyek CASE JAD Keterlibatan pemakai

DESAIN SISTEM AKUNTANSI TERINCI

Pendahuluan. SDLC merupakan satu aplikasi dari pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan suatu sistem berbasiskomputer

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

Pengembangan Sistem Informasi

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( PEMODELAN DATA )

DATA FLOW DIAGRAM (untuk perancangan sistem informasi) e-book ver 1.0

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM. Pertemuan 5-DATA FLOW DIAGRAM (DFD) DIAGRAM ALUR DATA (DAD)

ANALISA PERANCANGAN PROGRAM

DATA FLOW DIAGRAM (DFD) / DIAGRAM ARUS DATA (DAD)

PENDEKATAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

BAB III LANDASAN TEORI. untuk menjelaskan teori-teori yang mendukung penyusunan laporan kerja praktik

ANALISA BIAYA DAN MANFAAT

Pengembangan Sistem Informasi

BAB 7 KAMUS DATA (DATA DICTIONARY)

PERANCANGAN SISTEM PENJUALAN BERBASIS APLIKASI DESKTOP PADA CV. CANANGSARI SEMARANG

MODUL 4 PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR DAN DATA FLOW DIAGRAM

Tingkatan dalam DFD Pedoman pembuatan DFD

DATA FLOW DIAGRAM Salah satu tool yang paling penting bagi seorang System Analyst.

Kontrak Kuliah. Tinjauan Pengembangan Sistem. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Analisa & Perancangan Sistem Informasi

PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR

ANALISA PERANCANGAN PROGRAM Bagian 2

Rancang Bangun Sistem Informasi Pengelolaan Inventaris Laboratorium Komputer Universitas Semarang dengan Metode Supplay Chain Management System

Parno, SKom., MMSI. Personal Khusus Tugas

DATA FLOW DIAGRAM. Oleh : Didik Tristianto, M.Kom

Diagram Arus Data. Ketika kaki di langkahkan itulah nasib yang telah kita pilih untuk hari itu Berdo alah agar mendapat Rahmat- Nya

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. DATA FLOW DIAGRAM

Analisa & Perancangan Sistem Informasi. Data Flow Diagram

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK )

BAB 2 LANDASAN TEORI

Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom

TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGELOLAAN INVENTARIS LABORATORIUM PADA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Yudi Sutanto 1

BAB II LANDASAN TEORI. pembelian dilakukan dengan mengubah bentuk barang. 2003). Menurut Soemarso S.R (1994) kegiatan pembelian dalam perusahaan

Diagram Arus Data. Ketika kaki di langkahkan itulah nasib yang telah kita pilih untuk hari itu Berdo alah agar mendapat Rahmat- Nya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

CONTOH SOAL UTS ANALISA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI. Sumber dari dosen ADK diketik oleh

Selamat Ujian, Semoga sukses

Vol.17 No.2. Agustus 2015 Jurnal Momentum ISSN : X

BAB II LANDASAN TEORI

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI. Dokumentasi dalam Pengelolaan Sistem Informasi

SISTEM INFORMASI LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KOTA PALOPO

BAB III LANDASAN TEORI

Disusun Oleh : Dr. Lily Wulandari

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Gossip Cafe & Resto terbentuk atas kerjasama beberapa orang yang

Information System Design and Analysis

BAB 6 METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM

BAB1. PENDAHULUAN Siklus hidup sistem (SLC) SDLC Systems Development Life Cycle Siklus Hidup Pengembangan Sistem Systems Life Cycle

BAB II LANDASAN TEORI. disebut dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SHPS). SHPS adalah. dijelaskan langkah-langkah yang terdapat pada SHPS.

Bagian I Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini Dengan Menyilang Pada Huruf a, b, c, d, atau e Pada Kertas Soal ini

Siklus Pengembangan Sistem Informasi Untuk Membangun dan Mengimplementasikan Sistem Informasi Bisnis Di Suatu Perusahaan Siklus Hidup System

Sistem Informasi [Kode Kelas]

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN SISTEM

PENDEKATAN PERANCANGAN TERSTRUKTUR

Siklus Hidup Sistem. Chapter 2. Siklus Hidup Sistem --- Ika Menarianti, M.Kom 08/03/2014

Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI. Oleh : Yanuar E. Restianto

Diagram Arus Data. Ketika kaki di langkahkan itulah nasib yang telah kita pilih untuk hari itu Berdo alah agar mendapat Rahmat-Nya

Proses Konversi Sistem Informasi. Arif Harmano P E

MODUL 6 FLOWCHART. TUJUAN INSTRUKSI UMUM Memahami Konsep Flowchart dan Dapat Menggunakan Flowchart Secara Tepat dan Benar

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

BAB III LANDASAN TEORI. (sumber:

P4 Desain Sistem. SQ

1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERTEMUAN 6 ANALISA DAN PERANCANGAN PROGRAM

Tujuan Umum Pengembangan Sistem

KAMUS DATA. Pengertian. Kamus Data. Kamus Data Materi Kuliah

BAB II LANDASAN TEORI

Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000

BAB II PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Hanif Fakhrurroja, MT

BAB III TEORI PENUNJANG. semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan,

BAB II LANDASAN TEORI. yang sama untuk mencapai suatu tujuan RAY[6]. dan lebih berarti bagi yang menerimanya RAY[6].

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa studi

RANGKUMAN SIM BAB 13 Mengembangkan Sistem Informasi (Building Information Systems)

Transkripsi:

Pengembangan Sistem eknologi Informasi Metode SDLC Pengembangan sistem teknologi informasi (SI) dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pengembangan SI konvesional menggunakan metode siklus hidup pengembangan sistem atau system development life cycle (SDLC). Metode-metode alternatip (alternative methods) yang tersedia untuk mengembangkan SI adalah : 1. Paket (package) 2. Pembuatan prototip (prototyping) 3. Pengembangan oleh pemakai akhir (end user development atau end user computing) dan 4. outsourcing Siklus Hidup Pengembangan Sistem Metodologi Pengembangan Sistem ersruktur Siklus Hidup Pengembangan Sistem ahapan-tahapan dalam metode SDLC adalah : 1. Analisis sistem (system analysis) a. Studi pendahuluan b. Studi kelayakan c. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pemakai d. Memahami sistem yang ada e. Menganalisis hasil penelitian. 2. Perancangan sistem (system design) a. Perancangan awal b. Perancangan rinci. 3. Implementasi sistem (system implementation) 4. Operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance). Kelebihan dan kekurangan Metode SDLC 1

Analisis Sistem Perancangan Sistem Implementasi Sistem Operasi dan Perawatan Sistem Siklus hidup pengembangan sistem Home Analisis Sistem Analis sistem (system analyst) adalah orang yang dididik khusus untuk mengembangkan sistem secara profesional. ahap di analisis sistem terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Studi pendahuluan 2. Studi kelayakan 3. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan informasi pemakai 4. Memahami sistem yang ada 5. Menganalisis hasil penelitian. 2

Studi Kelayakan (Feasibility Study) Studi kelayakan (feasibility study) terdiri dari lima macam kelayakan yang disebut dengan ELOS, yaitu : 1. Studi kelayakan eknologi 2. Studi kelayakan Ekonomis 3. Studi kelayakan Legal 4. Studi kelayakan Operasi, dan 5. Studi kelayakan Sosial Kelayakan ekonomis diperoleh jika manfaat dari SI lebih besar dari biaya-biayanya dan dana yang dibutuhkan tersedia. Manfaat yang diperoleh dari SI dapat berbentuk : Manfaat-manfaat berujud (tangible benefits), merupakan manfaat-manfaat yang langsung dapat diukur dengan nilai uang. Manfaat-manfaat tidak berujud (intangible benefits) merupakan manfaat-manfaat yang tidak langsung dapat diukur dengan nilai uang. Karena kelayakan ekonomis diukur dengan satuan uang, maka manfaat-manfaat tidak nampak harus dinilai uangkan. Beberapa metode tersedia untuk menilai uangkan manfaat-manfaat tidak nampak seperti metode nilai ekspektasi (expected value) dan metode skor. Metode nilai ekspektasi (expected value) dilakukan dengan mengidentifikasi kejadian-kejadian (outcomes) yang akan terjadi akibat dari manfaat tidak berujud dikalikan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya. 3

Metode Nilai Ekspektasi (Expected Value) Metode nilai ekspektasi (expected value) dilakukan dengan mengidentifikasi kejadian-kejadian (outcomes) yang akan terjadi akibat dari manfaat tidak berujud dikalikan dengan probabilitas kemungkinan terjadinya. Nilai ekspektasi kenaikan penjualan akibat kepuasan pelanggan i Kepuasan Pelanggan Kenaikan (O i ) Probabilitas erjadinya (p i ) O i x p i 1 2 3 Sangat puas Puas Cukup puas 25% atau Rp5.000.000 20% atau Rp4.000.000 10% atau Rp2.000.000 50% 40% 10% Rp2.500.000 Rp1.600.000 Rp 200.000 Nilai ekspektasi atau NE dihitung dengan menjumlahkan semua kejadian-kejadian (outcomes) dengan nilai probabilitas terjadinya sebagai berikut : k NE x i1 Oi Maka besarnya nilai kepuasan pelanggan diperkirakan sebesar Rp2.500.000 + Rp1.600.000 + Rp200.000 = Rp4.300.000,-. p i i Ketidakpuasan Pelanggan Penurunan (O i ) Probabilitas erjadinya (p i ) O i x p i 1 2 3 Sangat tidak puas idak puas Cukup tidak puas 30% atau Rp6.000.000 20% atay Rp4.000.000 15% atau Rp3.000.000 50% 30% 20% Rp3.000.000 Rp1.200.000 Rp600.000 Besarnya nilai ketidakpuasan pelanggan diperkirakan sebesar Rp3.000.000 + Rp1.200.000 + Rp600.000 = Rp4.800.000,-. otal manfaat tidak nyata akibat kepuasan pelanggan dan ketidakpuasan pelanggan adalah Rp4.300.000 + Rp4.800.000 = Rp9.100.000,-. 4

Metode Skor Metode skor dilakukan dengan memberikan skor (score) dengan melihat pada dampak dari manfaat-manfaat tidak berujud yang diberikan oleh SI yang dikembangkan. Nilai skor akan lebih tinggi jika dampak dari manfaat tidak berujud lebih mengarah ke stratejik dan nilai skor akan lebih kecil jika dampaknya lebih mengarah ke operasional. Satu poin skor kemudian dihubungkan dengan nilai uang. Dampak dari manfaat tidak berujud - Meningkatkan kompetisi (stratejik) - Meningkatkan keputusan manajemen puncak - Meningkatkan keputusan manajemen menengah - Meningkatkan keputusan manajemen bawah - Meningkatkan efisiensi proses Skor 100 80 60 40 20 Jika satu poin skor diberi nilai Rp100.000,- maka besarnya manfaat tidak berujud kepuasan langganan yang dampaknya ke peningkatan kompetisi (stratejik) adalah 100 x Rp100.000,- = Rp10.000.000,-. Setelah semua manfaat dan biaya-biaya dapat ditentukan, kelayakan ekonomis dapat dilihat di tabel berikut. ahun 0 ahun 1 ahun 2 ahun 3 ahun 4 1a. Manfaat Berujud Pengurangan biaya operasi 0 1,000,000 1,000,000 1,000,000 1,000,000 Pengurangan kesalahan program 0 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 Peningkatan penjualan 0 5,000,000 10,000,000 20,000,000 25,000,000 Pengurangan biaya sediaan 0 15,000,000 15,000,000 15,000,000 15,000,000 Pengurangan kredit tak tertagih 0 3,000,000 4,000,000 5,000,000 5,000,000 otal Manfaat Berujud 0 26,000,000 32,000,000 43,000,000 48,000,000 5

ahun 0 ahun 1 ahun 2 ahun 3 ahun 4 1b. Manfaat idak Berujud Peningkatan Pelayanan Pelanggan 0 2,500,000 7,500,000 10,000,000 10,000,000 Peningkatan Kepuasan Pegawai 0 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 Peningkatan keputusan manajemen 0 2,500,000 4,000,000 6,000,000 7,000,000 otal Manfaat idak Berujud 0 8,000,000 14,500,000 19,000,000 20,000,000 2a. Biaya Pengadaan (procurement costs) Biaya pembelian perangkat keras 40,000,000 0 0 0 0 Biaya instalasi perangkat keras 500,000 0 0 0 0 Biaya manajemen dan staff 1,000,000 0 0 0 0 otal Biaya Pengadaan 41,500,000 0 0 0 0 2b. Biaya persiapan operasi (startup costs) Biaya pembelian perangkat lunak sistem 1,000,000 0 0 0 0 Biaya reorganisasi 2,000,000 0 0 0 0 Biaya manajemen dan staff 1,000,000 0 0 0 0 otal Biaya Persiapan Operasi 3,000,000 0 0 0 0 2c. Biaya proyek (project related costs) Biaya konsultan ahun 0 ahun 1 ahun 2 ahun 3 ahun 4 Analis senior 20,000,000 0 0 0 0 Analis junior 12,000,000 0 0 0 0 Pemrogram 10,500,000 0 0 0 0 Biaya perjalanan dan akomodasi 2,500,000 0 0 0 0 Biaya di Analisis Sistem Biaya pengumpulan data 1,000,000 0 0 0 0 Biaya dokumentasi 1,000,000 0 0 0 0 Biaya rapat 500,000 0 0 0 0 Biaya manajemen dan staff 1,000,000 0 0 0 0 Biaya di Disain Sistem Biaya dokumentasi 500,000 0 0 0 0 Biaya rapat 500,000 0 0 0 0 Biaya manajemen dan staff 1,000,000 0 0 0 0 Biaya di Penerapan Sistem Biaya pembuatan formulir baru 1,000,000 0 0 0 0 Biaya konversi data 750,000 0 0 0 0 Biaya latihan personil 1,000,000 0 0 0 0 Biaya manajemen dan staff 1,000,000 0 0 0 0 otal Biaya Proyek 54,250,000 0 0 0 0 6

ahun 0 ahun 1 ahun 2 ahun 3 ahun 4 2d. Biaya Operasi Biaya gaji (operator dan administrasi) 0 800,000 800,000 1,000,000 1,200,000 Biaya listrik 0 1,200,000 1,200,000 1,400,000 1,400,000 Biaya bahan habis pakai 0 1,500,000 1,500,000 1,500,000 1,500,000 Biaya manajemen 0 1,000,000 1,000,000 1,250,000 1,500,000 otal Biaya Operasi 0 4,500,000 4,500,000 5,150,000 5,600,000 OAL ARUS KAS 98,250,000 29,500,000 42,000,000 56,850,000 62,400,000 Payback period = 2.306 tahun NPV = 15,409,915 IRR = 28.41% Perancangan Sistem ahap perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama : 1. Memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem secara logika. 2. Memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahliahli teknik lainnya. ujuan perancangan sistem : 1. Perancangan sistem secara logika (logical system design) atau perancangan sistem secara umum (general system design) 2. Perancangan sistem secara terinci (detail system design) 7

General System Design ujuan dari perancangan sistem secara umum (general system design) atau perancangan sistem secara logika (logical system design) atau perancangan sistem secara konsep (conceptual system design) adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada pemakai sistem tentang sistem teknologi informasi yang baru. Perancangan sistem secara umum lebih diarahkan kepada pemakai sistem untuk menyetujuinya ke perancangan sistem selanjutnya yaitu perancangan sistem secara terinci. ang dirancang di tahap peracangan sistem secara umum adalah menggambarkan bentuk dari sistem teknologi informasinya secara logika atau secara konsep dan mengidentikasikan komponen-komponen dari sistem teknologi informasinya. Detail System Design Perancangan sistem secara terinci dirancang untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan seperti apa bentuk dari komponen-komponennya. Perancangan sistem secara terinci (detailed system design) atau perancangan sistem fisik (physical system design) dimaksudkan untuk menggambarkan bentuk secara fisik dari komponen-komponen SI yang akan dibangun oleh pemrogram dan ahli teknik lainnya. 8

Implementasi Sistem Implementasi sistem (system implementation) adalah tahap meletakkan sistem supaya siap dioperasikan. ahap implementasi sistem terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut : 1. Mempersiapkan rencana implementasi. 2. Melakukan kegiatan implementasi. a. Memilih dan melatih personil. b. Memilih dan mempersiapkan tempat dan lokasi sistem. c. Mengetes sistem. d. Melakukan konversi sistem. 3. Meninjak-lanjuti implementasi. Implementasi sistem juga merupakan proses mengganti atau meninggalkan sistem yang lama dengan sistem yang baru. Pendekatan atau strategi konversi yang ada adalah sebagai berikut ini. 1. Konversi paralel. Pendekatan atau strategi konversi paralel (parallel conversion) dilakukan dengan mengoperasikan sistem yang baru bersama-sama dengan sistem yang lama selama satu periode waktu tertentu. 2. Konversi pilot. Pendekatan atau strategi konversi pilot (pilot conversion) atau pendekatan konversi lokasi (location conversion) dilakukan bertahap pada suatu lokasi sebagai suatu percontohan dan jika berhasil dilanjutkan ke lokasi yang lainnya. 9

Biaya implementasi Risiko implementasi 26-Feb-12 3. Konversi bertahap. Pendekatan atau strategi konversi bertahap (phasing conversion atau stepped conversion atau staged conversion atau phase-in conversion atau phased cut-over conversion) dilakukan dengan menerapkan masing-masing modul dari sistem secara bertahap dan urut. 4. Konversi langsung. Pendekatan atau strategi konversi langsung (direct conversion atau direct cutover atau cold turkey conversion atau abrupt cutover) dilakukan dengan mengganti sistem yang lama langsung dengan sistem yang baru. mahal rendah Sistem Baru Konversi Paralel Sistem Lama Konversi Pilot Sistem Lama Sistem Baru Konversi Phasing Sistem Lama Sistem Baru Konversi Cold urkey Sistem Lama Sistem Baru murah tinggi Strategi konversi beserta biaya dan risiko yang harus ditanggungnya 10

Operasi dan Perawatan Sistem Setelah sistem diimplementasi dengan berhasil, sistem akan dioperasikan dan dirawat. ahap ini disebut dengan operasi dan perawatan sistem (system operation and maintenance). Sistem perlu dirawat karena : 1. Sistem mengandung kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, sehingga kesalahan-kesalahan sistem perlu diperbaiki. 2. Sistem mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai sistem. 3. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar. 4. Sistem perlu ditingkatkan. Biaya perawatan sistem sering diabaikan. Kenyataannya biaya perawatan sistem merupakan biaya yang cukup besar. Biaya perawatan sistem yang besar yang tidak disadari ini dapat digambarkan sebagai biaya di bawah gunung es berikut. Biaya analisis Biaya perancangan Biaya implementasi Biaya perawatan Gunung es biaya perawatan 11

Biaya perawatan yang besar berkisar 20% sampai dengan 30% dari total biaya pengembangan sistem tiap tahunnya. Contoh kelayakan ekonomis di tabel 9.5 menunjukkan proyek pengembangan SI layak secara ekonomis dengan biaya perawatan yang belum dimasukkan. Misalnya biaya perawatan sebesar 20% dari total pengembangan sistem adalah sebesar 20% x Rp54.250.000 atau sebesar Rp10.850.000 tiap tahunnya. abel 9.5 Kelayakan ekonomis jika biaya perawatan sistem dimasukkan ahun 0 ahun 1 ahun 2 ahun 3 ahun 4 otal Manfaat Berujud 0 26,000,000 32,000,000 43,000,000 48,000,000 otal Manfaat idak Berujud 0 8,000,000 14,500,000 19,000,000 20,000,000 otal Biaya Pengadaan 41,500,000 0 0 0 0 otal Biaya Persiapan Operasi 2,500,000 0 0 0 0 otal Biaya Proyek 54,250,000 0 0 0 0 otal Biaya Operasi 0 4,500,000 4,500,000 5,150,000 5,600,000 Biaya Perawatan 10,850,000 10,850,000 10,850,000 10,850,000-98,250,000 18,650,000 31,150,000 46,000,000 51,550,000 Payback period = 2.975 th NPV = -7,996,559 IRR = 15.53% Hasil analisis ini menunjukkan bahwa proyek pengembangan SI tidak layak secara ekonomis, karena NPV bernilai negatip dan IRR dibawah bunga diskonto yang diminta. Besarnya biaya perawatan dapat dikurangi dengan cara menggeser biaya perawatan ke biaya analisis yaitu dengan cara lebih meningkatkan aktivitas di analisis supaya hasil dari analisis menjadi lebih baik. 12

Biaya pengembangan Analisis Perancangan Implementasi Perawatan ahapan pengembangan Menggeser biaya perawatan ke biaya analisis Kelebihan dan Kekurangan Metode SDLC Kelebihan-kelebihan dari metode ini adalah : 1. Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem. 2. Akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem dianalisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan 13

Kekurangan-kekurangan dari metode ini adalah : 1. Hanya menyediakan tahapan-tahapan saja, tetapi tidak menyediakan metodologi (cara dan alat-alat). 2. Hasil dari SDLC sangat tergantung dari hasil di tahap analisis, sehingga jika terdapat kesalahan analisis, akan terbawa terus dengan hasil sistem yang kurang memuaskan. 3. Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sistem harus dikembangkan sampai selesai semua terlebih dahulu. 4. Dibutuhkan biaya yang relatip lebih besar dibandingkan dengan metode lainnya. 5. Hasil dari sistem tidak luwes untuk dimodifikasi karena perlu dilakukan analisis kembali. Metodologi Pengembangan Sistem ersruktur Metodologi pendekatan tersruktur (structured approach) memberikan cara top down dan cara dekomposisi dan beberapa alat pengembangan sistem. Beberapa alat (tools) diperlukan untuk metodologi pengembangan sistem terstruktur. Alat-alat yang tersedia untuk pendekatan ini diantaranya adalah: 1. Bagan alir sistem (system flow chart) 2. Diagram arus data (data flow diagram) 3. Kamus data (data dictionary) 4. Bagan alir program (program flow chart) 5. Bagan terstruktur (structured chart) 6. Structured english 7. Pseudocode, dan 8. abel keputusan (decision table) 14

Pemakai Sistem Analis Sistem eknisi Sistem ahap Analisis ahap Perancangan Alat Analisis : - Bagan alir sistem - Kamus Data - Diagram arus data Alat Perancangan : - DAD - Kamus Data - Bagan alir program - Bagan terstruktur - abel keputusan - Structured English - Pseudo Code Proses pengembangan sistem, pihak yang terlibat dan alat-alatnya Home op Down Cara pertama yang disarankan oleh pendekatan terstruktur adalah cara atas turun. Cara atas turun (top down) berlawanan dengan cara bawah naik (bottom up). Cara atas turun (top down) dimulai dari atas yaitu kebutuhan informasi pemakai dan turun sampai ke data untuk memenuhi kebutuhan ini. 15

Decomposition Approach Cara dekomposisi (decomposition approach) disebut juga dengan cara moduler (modulair approach) memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian sistem yang disebut dengan modul-modul yang lebih sederhana Kebaikan cara ini adalah : 1) Membuat sistem yang rumit menjadi mudah dipahami dalam bentuk-bentuk modul yang lebih sederhana, 2) Dapat dilakukan pembagian kerja mengembangkan sistem sesuai dengan modul-modulnya, 3) Sebagai dokumentasi yang baik untuk memahami sistem, 4) Menyediakan jejak audit (audit trail) dan proses menemukan kesalahan sistem (debugging) yang baik jika sistem mempunyai beberapa kesalahan yang akan diperbaiki. System Flow Chart Bagan alir sistem juga menunjukkan arus dari dokumen-dokumen yang ada di organisasi, sehingga disebut juga dengan nama bagan alir dokumen (document flow chart). Gambar berikut ini menunjukkan suatu bagan alir sistem. 16

Pelanggan Order Bagian Kredit Order Pelanggan Menerima order Pelanggan Order Pelanggan Mempersiapkan order Order Pelanggan Order 1 Order 2 Order 3 Order 4 Order 5 Order 1 Order 2 Order 3 Order 4 Order 5 Mengevaluasi kredit Order 1 Order 2 Order 3 Order 4 Order 5 Order Pelanggan Order 1 Order 2 Order 3 Order 4 Ke billing Ke gudang Bagan alir dokumen order penjualan Data Flow Diagram Diagram arus data (DAD) atau data flow diagram (DFD) menunjukkan data yang mengalir dari satu entiti ke entiti yang lain. ang akan digambar pertama kali dalam DAD adalah diagram level atas (top level diagram) yang juga disebut dengan diagram konteks (context diagram). Dari context diagram ini kemudian akan digambar menjadi lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram atau diagram level 0. Dari diagram level 0 ini dapat dipecah-pecah kembali menjadi diagram-diagram yang lebih terinci menjadi diagram level 1, diagram level 2 dan seterusnya sampai dianggap sudah cukup rinci untuk tidak dipecah kembali. 17

Context diagram (top level) a X 0 b c Z dekomposisi atau pemecahan lebih terinci Overview diagram (level 0) a X 0 1 A B D1 D C X b 2 Z c Diagram level 1 2.1 2.2 P R D2 Q 2.3 Z c Dekomposisi diagram arus data Sebagai misal adalah context diagram untuk sistem penjualan sebagai berikut. Lingkungan luar dari sistem ini adalah entiti pelanggan, entiti manajer kredit, entiti gudang dan entiti bagian pengiriman. b Manajer kredit c Gudang a Pelanggan Status langganan Order langganan 0 ransaksi embusan permintaan sediaan Faktur d Bagian pengiriman Context diagram sistem penjualan Untuk melihat lebih terinci sistem penjualan ini, maka context diagram dapat digambar lebih terinci lagi dalam bentuk diagram level 0 sebagai berikut. 18

b c Manajer kredit Gudang Status langganan a Pelanggan Order langganan 1 Mempro-ses order Order penjualan 2 Memverifika si kredit embusan permintaan sediaan D1 Langganan Order langganan Order penjualan Faktur D2 D3 D4 Order penjualan Piutang dagang Order penjualan transaksi penjualan Piutang dagang 3 Merekamkan dan posting d Piutang dagang Bagian pengiriman D5 ransaksi barang transaksi barang D6 Sediaan barang dijual ringkasan penjualan D7 Buku Besar Diagram level 0 sistem penjualan. Data Dictionary Kamus data (KD) atau data dictionary (DD) adalah katalog fakta tentang data yang mengalir di sistem. Kamus data ini menjelaskan atribut dari data yaitu tentang nama dari arus data, aliasnya, bentuk media data (dokumen dasar atau laporan atau layar komputer, variabel, parameter), arusnya (dari mana ke mana), penjelasannya, periode waktunya, volume datanya dan struktur datanya. 19

KAMUS DAA Sistem : Pembuat : Dewi ahap : Analisis Sistem Disetujui : Jogiyanto HM Nama data : embusan Permintaan Sediaan Alias : Faktur, tembusan kredit, tembusan jurnal Bentuk : Dokumen cetakan komputer Arus : Proses 1 Gudang Penjelasan : embusan faktur penjualan untuk meminta barang di gudang Periode : Setiap kali terjadi penjualan Volume : Volume rata-rata tiap hari 50 dan volume puncak adalah 75 kali Struktur Data: No. Level Nama Item Data ipe Lebar Range Keterangan 1 KodeLgn C 5 - Kode Langganan 2 NamaLgn C 30 - Nama Langganan 3 glpenj D 8 - anggal 4 NoFak C 7 - Nomor Faktur 5 Kod Brg C 5 - Kode Barang 6 NamaBrg C 30 - Nama Barang 7 Uni Jual 10 N 3 1-1 00 Unit dijual Maksimum 100 8 Harga at N 10,2 - Harga Satuan 9 otalharga N 10,2 - otal haraga per Barang 10 otalpenj N 10,2 - otal 11 PotPenj N 10,2 0-15% Potongan 12 PajakPenj N 10,2 - Pajak 13 otalbyr N 10,2 - otal dibayar 14 JenisPenj C 1 /K unai/kredit Hak (C) Cipta oleh Jogiyanto HM Kamus data tembusan permintaan sediaan Program Flowchart Bagan alir program (program flowchart) adalah bagan alir yang menunjukkan logaritma dari proses program. Bagan alir program untuk modul utama HIUNG PENJUALAN akan tampak sebagai berikut Mulai Langganan = Dealer? ya Potongan Untuk Dealer Hitung Bersih tidak Potongan Untuk Pengecer ampilkan Bersih Mulai 20

Structured Chart Bagan tersruktur (structured chart) digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan hubungan elemen data dan elemen kontrol antar modul-modul sistem secara berjenjang. Contoh berikut ini menunjukkan bagan tersruktur untuk menghitung nilai penjualan. Hitung Potongan Potongan Dibayar Potongan Untuk Dealer Potongan Untuk Pengecer Potongan Hitung Bersih Bagan tersruktur menghitung nilai penjualan Pseudo Code Pseudo berarti imitasi atau mirip dan code berarti kode program, sehingga pseudo code dapat diartikan sebagai kode yang mirip dengan instruksi kode program komputer. Variasi lain dari pseudo code adalah structured english. Perbedaannya adalah jika pseudo code berbasis pada statemen kode program, structured english berbasis pada bahasa Inggris. Berikut ini contoh pseudo code untuk modul utama di aplikasi menghitung nilai penjualan. if langganan adalah dealer then PotonganUntukDealer(, Potongan) else PotonganUntukPengecer(, Potongan); HitungBersih (, Potongan, Dibayar); Write ( Bersih =, Dibayar); 21

Decision able abel keputusan (decision table) : tabel yang digunakan sebagai alat bantu menyelesaikan logika penyeleksian kondisi di dalam program. Contoh dari tabel keputusan adalah sebagai berikut Kondisi-kondisi: Apakah perusahaan mampu membayar utang-utangnya? Apakah perusahaan telah meminjam terlalu banyak? Bagaimana kemampuan laba perusahaan? indakan-tindakan: Sangat sehat Sehat X X Aturan-aturan (rules) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 1 B Cukup sehat X X X X Kurang sehat X X X X X C J B X C J B C J B C 1 2 J 22