SUPLEMENTASI DAN PROBIOTIK

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN. Sapi perah merupakan sumber penghasil susu terbanyak dibandingkan

I. PENDAHULUAN. nutrien pakan dan juga produk mikroba rumen. Untuk memaksimalkan

UMMB ( Urea Molasses Multinutrient Block) Pakan Ternak Tambahan bergizi Tinggi

PENDAHULUAN. terhadap produktivitas, kualitas produk, dan keuntungan. Usaha peternakan akan

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kandungan Zat Makanan Biomineral Dienkapsulasi

UMMF (Urea Molasses MultinullrienL Olock) Fakan Ternak Tambahan Eerqizi Tinqqi

TEKNIK PENGOLAHAN UMB (Urea Molases Blok) UNTUK TERNAK RUMINANSIA Catur Prasetiyono LOKA PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KEPRI

I. PENDAHULUAN. masyarakat meningkat pula. Namun, perlu dipikirkan efek samping yang

SILASE TONGKOL JAGUNG UNTUK PAKAN TERNAK RUMINANSIA

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. nutrisi makanan. Sehingga faktor pakan yang diberikan pada ternak perlu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tanduknya mengarah ke depan (Rahman, 2007). Sapi FH memiliki produksi susu

I. PENDAHULUAN. Limbah industri gula tebu terdiri dari bagas (ampas tebu), molases, dan blotong.

Daftar Pustaka. Leng, R.A Drought Feeding Strategies : Theory and Pactice. The University of New England Printery, Armidale - New South Wales.

I. PENDAHULUAN. hijauan serta dapat mengurangi ketergantungan pada rumput. seperti jerami padi di pandang dapat memenuhi kriteria tersebut.

I. PENDAHULUAN. hasil produksi pengembangan ayam broiler akan semakin tinggi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Devendra dan Burns (1994) menyatakan bahwa kambing menyukai pakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persilangan antara sapi Jawa dengan sapi Bali (Rokhana, 2008). Sapi Madura

Ditulis oleh Didik Yusuf Selasa, 28 September :03 - Update Terakhir Selasa, 28 September :28

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini pengembangan di bidang peternakan dihadapkan pada masalah kebutuhan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. terhadap lingkungan tinggi, dan bersifat prolifik. Populasi domba di Indonesia pada

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Nutrien Pakan Hasil pengamatan konsumsi pakan dan nutrien dalam bahan kering disajikan pada Tabel 7.

HASIL DAN PEMBAHASAN

KONSENTRAT TERNAK RUMINANSIA

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2003). Pemberian total mixed ration lebih menjamin meratanya distribusi asupan

PENDAHULUAN. Domba adalah salah satu ternak ruminansia kecil yang banyak. Indonesia populasi domba pada tahun 2015 yaitu ekor, dan populasi

I. PENDAHULUAN. dalam memenuhi kebutuhan protein hewani adalah kambing. Mengingat kambing

PENDAHULUAN. Salah satu sumber protein hewani yang memiliki nilai gizi tinggi adalah

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN 482,91 55, ,01 67,22

PENDAHULUAN. yaitu ekor menjadi ekor (BPS, 2016). Peningkatan

I. PENDAHULUAN. atau sampai kesulitan mendapatkan hijauan makanan ternak (HMT) segar sebagai

I. PENDAHULUAN. Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu usaha peternakan. Minat

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. dengan lingkungan maupun kultur masyarakat Indonesia. Beberapa kelebihan. banyak mengkonsumsi jenis pakan hijauan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Konsumsi Ransum

I. PENDAHULUAN. sekitar 60% biaya produksi berasal dari pakan. Salah satu upaya untuk menekan

BAB I. PENDAHULUAN. pertanian atau sisa hasil pertanian yang bernilai gizi rendah sebagai bahan pakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perkembangan. Pakan dengan kualitas yang baik, memberikan efek terhadap

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ternak perah adalah ternak yang diusahakan untuk menghasikan susu

Ditulis oleh Didik Yusuf Selasa, 28 September :03 - Update Terakhir Selasa, 28 September :28

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan masyarakat. Saat ini, perunggasan merupakan subsektor peternakan

II. TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. hewan adalah bakteri. Mikroorganisme tersebut memiliki peranan yang positif

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Itik bali merupakan itik lokal Indonesia yang juga sering disebut itik penguin, karena

PENDAHULUAN. karena Indonesia memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau.

PENGARUH BINDER MOLASES DALAM COMPLETE CALF STARTER BENTUK PELLET TERHADAP KONSENTRASI VOLATILE FATTY ACID DARAH DAN GLUKOSA DARAH PEDET PRASAPIH

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. kebutuhan zat makanan ternak selama 24 jam. Ransum menjadi sangat penting

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. karbohidrat (Pato, 2003). Semua bakteri asam laktat memerlukan karbohidrat yang

menjaga kestabilan kondisi rumen dari pengaruh aktivitas fermentasi. Menurut Ensminger et al. (1990) bahwa waktu pengambilan cairan rumen berpengaruh

Ransum Ternak Berkualitas (Sapi, Kambing, dan Domba)

PENDAHULUAN. Latar Belakang. yang sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang

I. PENDAHULUAN. Peternakan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Pakan

Ditulis oleh Mukarom Salasa Minggu, 19 September :41 - Update Terakhir Minggu, 19 September :39

TINJAUAN PUSTAKA. Jerami Padi

PEMBUATAN BIOPLUS DARI ISI RUMEN Oleh: Masnun, S.Pt., M.Si

Semua perlakuan tidak menyebabkan keadaan ekstrim menghasilkan NH 3 diluar

I. PENDAHULUAN. perunggasan merupakan salah satu penyumbang sumber pangan hewani yang

Media Kultur. Pendahuluan

I. PENDAHULUAN. Bakteri merupakan mikroorganisme yang hidup di air, udara, tanah dan. makhluk hidup. Umumnya bakteri hidup secara berkoloni dan hidup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pendapatan peternak (Anggraeni, 2012). Produksi susu sapi perah di Indonesia

I. PENDAHULUAN. nilai gizi yang sempurna ini merupakan medium yang sangat baik bagi

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Musim kemarau di Indonesia menjadi permasalahan yang cukup

HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Penelitian

I. PENDAHULUAN. produk yang bernilai gizi dan ekonomis tinggi. Pertambahan berat badan yang. maupun kuantitasnya (Supratman dan Iwan, 2001).

PENDAHULUAN. bagi usaha peternakan. Konsumsi susu meningkat dari tahun ke tahun, tetapi

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Hasil

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Nutrien

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang merupakan kambing lokal Indonesia yang memiliki

PENDAHULUAN. absorpsi produk pencernaan. Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat

BAB I PENDAHULUAN. kasar yang tinggi. Ternak ruminansia dalam masa pertumbuhannya, menyusui,

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Kecernaan Bahan Kering

I. PENDAHULUAN. yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat makanan yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. penampilan barang dagangan berbentuk sayur mayur yang akan dipasarkan

I. PENDAHULUAN. sangat besar untuk memenuhi kebutuhan daging di tingkat nasional. Kenyataan

tepat untuk mengganti pakan alami dengan pakan buatan setelah larva berumur 15 hari. Penggunaan pakan alami yang terlalu lama dalam usaha pembenihan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Domba Ekor Gemuk. Domba Lokal memiliki bobot badan antara kg pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang tinggi terhadap kondisi alam setempat (Sumardianto et al., 2013). Selain itu

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Kecernaan Bahan Kering

II. TINJAUAN PUSTAKA. utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber

I. PENDAHULUAN. membuat kita perlu mencari bahan ransum alternatif yang tersedia secara

II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI

I. PENDAHULUAN. Peternakan dan Kesehatan Hewan (2012) menunjukkan bahwa konsumsi telur burung

Ditulis oleh Mukarom Salasa Minggu, 19 September :41 - Update Terakhir Minggu, 19 September :39

PENGANTAR. Latar Belakang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang sangat besar

FORMULASI RANSUM PADA USAHA TERNAK SAPI PENGGEMUKAN

Transkripsi:

7 SUPLEMENTASI DAN PROBIOTIK Karakteristik umum beberapa jenis pakan asal limbah ditandai oleh kandungan protein yang rendah, fraksi serat yang tinggi dan memiliki kecernaan yang berkisar dari rendah hingga sedang. Limbah dengan karaketeristik demikian lebih sesuai digunakan sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak secara langsung seringkali tidak mampu memenuhi kecukupan nutrisi baik untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi. Perbaikan kualitas limbah melalui pengolahan mampu meningkatkan nilai manfaat limbah sebagai bahan pakan ternak. Strategi lain yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan nilai manfaat limbah dengan teknik suplementasi dan pemanfaatan probiotik. 7.1. SUPLEMENTASI PADA PEMBERIAN PAKAN ASAL LIMBAH Teknik suplementasi dan penggunaan probiotik lebih diarahkan pada upaya menciptakan kondisi optimum dalam sistem pencernaan ternak dan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang belum dapat dipenuhi oleh bahan pakan asal limbah. Suplementasi dapat diterapkan pada bahan pakan kasar (roughage), baik yang telah mendapat perlakuan maupun tidak. Suplementasi pada pemberian pakan asal limbah mampu meningkatkan produktivitas ternak dengan mendukung perombakan selulosa dalam rumen, meningkatkan sintesis protein mikroba dan menyediakan nutrisi bagi ternak untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi. Beberapa hasil penelitian penggunaan beberapa jenis suplemen pada pakan kasar dengan indikator pertambahan bobot badan terlihat pada Tabel 49. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada jerami padi, suplementasi dapat dilakukan dengan beberapa cara (Winugroho, 1991): 1. Suplementasi nitrogen non protein: sekitar 30% kebutuhan nitrogen ransum dapat berasal dari nitrogen non protein seperti urea atau biuret yang diperkaya dengan mineral lain. Sisanya harus berasal dari bahan nabati dan hewani. 2. Suplementasi konsentrat: konsentrat mengandung kadar protein nabati dan hewani yang cukup tinggi. 3. Suplementasi hijauan: hijauan segar dalam jumlah terbatas dapat berfungsi sebagai pakan penambah yang memberikan sumber vitamin dan mineral tertentu. Kecukupan pemenuhan kebutuhan mikroorganisme rumen akan menjamin efisiensi degradasi serat, meningkatkan sintesis protein mikroba dan menyelaraskan produk pencernaan fermentatif untuk memenuhi kebutuhan Suplementasi dan Probiotik 75

produksi. Kondisi ini akan dapat tercapai melalui : 1. suplementasi dengan sumber N mudah terfermentasi dan mineral 2. suplementasi dengan hijauan berkualitas baik 3. suplementasi dengan bahan yang bypass ke dalam rumen. Kandungan protein bahan pakan mempengaruhi konsentrasi amonia cairan Kekurangan beberapa nutrien dalam rumen mempunyai pengaruh utama terhadap ekosistem rumen seperti 76 Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan rumen. Kebutuhan amonia untuk mikroba akan terpenuhi pada tingkat kandungan protein bahan pakan 7%. Suplementasi protein akan memberikan hasil yang positif jika ternak mendapat bahan pakan dengan kandungan protein di bawah 6.25%. Suplementasi protein ditujukan untuk meningkatkan rumen degradable protein (RDP), protien mikrobial (microbial protein) atau protein lolos degradasi (bypass protein). Tabel 49. Penggunaan jerami padi dengan beberapa macam suplementasi Ternak Perlakuan Suplemen PBB (gram/hr) Sapi potong 5% urea 2 kg konsentrat 493 2 kg konsentrat 296 1.1 kg daun singkong kering + 0.6 kg onggok 214 13% konsentrat 160 50% konsentrat 770 anhydrous amonia 11% konsentrat 620 50% konsentrat 1170 8% rumput 78 7% rumput +32% dedak padi 91 urea 3% rumput 112 3% rumput +13%dedak padi 262 7% enceng gondok 57 4% enceng gondok+4% tepung ikan 198 13% glirisidia 134 4% urea 53% konsentrat 650 53% konsentrat + urea dan molasses 670 5% urea 1.3 kg dedak padi, 0.5 kg menir, 0.2 kg kedelai + 10 gr 840 tanpa perlakuan tanpa perlakuan tepung tulang 16% konsentrat 28% kosentrat 38% konsentrat 6% molasses + urea 5% molases + 11% ampas kecap 5% molasses +20% daun singkong Sapi kerja tanpa perlakuan 2 kg BK 50% rumput 50% rumput + 0.8 kg onggok Sumber: Winugroho (1991) 7.1.1. Suplementasi Sumber Nitrogen dan Mineral 400 690 950 100 280 280 363 270 290 menurunnya pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Efektifas degradasi bahan pakan di dalam rumen sangat tergantung pada aktivitas mikroba yang ada. Beberapa faktor dapat mempengaruhi aktivitas

mikroba rumen seperti konsentrasi amonia dalam rumen dan mineral. Penurunan konsentrasi amonia dalam rumen dapat dilihat dari penurunan konsumsi pakan akibat menurunnya proses perombakan komponen pakan oleh mikroba. Konsentrasi amonia untuk degradasi optimum pakan berserat harus di atas 200 mg/liter cairan rumen (Preston dan Leng, 1987). Kandungan sulfur yang rendah menyebabkan penurunan nafsu makan ternak akibat menurunnya kemampuan mikroba rumen mendegradasi pakan berserat. Penggunakan sumber sumber nitrogen yang mudah difermentasi (fermentable nitrogen) seperti urea dan amonia pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi amonia cairan rumen. Kadar amonia minimum dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan karbohidrat mudah terfermentasi (fermentable carbohydrate) untuk pertumbuhan mikroba direkomendasikan sebesar 50 mg/liter, akan tetapi jumlah ini terlalu rendah untuk pencernaan optimum pakan berserat. Pemberian urea secara langsung kepada ternak sangat tidak mungkin dilakukan. Urea sebagai sumber nitrogen dapat diberikan dalam air minum, dalam bentuk cair yang telah dicampur dengan molases atau dalam bentuk urea molasses block. Pemberian urea dalam air minum hanya dapat dilakukan jika konsentrasi amonia cairan rumen sangat rendah ( 50 mg/liter) dan amonia diasumsikan sebagai faktor pembatas utama penurunan pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Kelemahan pemberian urea melalui air minum adalah kemungkinan keracunan akibat ketidakmampuan mikroba memanfaatkan amonia untuk pertumbuhan. Pemanfaatan amonia sangat tergantung pada ketersediaan faktor lain seperti kerangka karbon yang berasal dari karbohidrat mudah terfermentasi. Campuran urea dan molases dalam bentuk cair merupakan sumber karbohidrat dan nitrogen mudah terfermentasi serta mineral. Molases menjadi sumber karbohidrat dan mineral karena mempunyai kandungan sulfur yang tinggi. Kendala penggunaan campuran ini sebagai suplemen adalah dalam hal penanganan, penyimpanan, transportasi dan pemberian kepada ternak. Pemberian campuran urea dan molase dalam bentuk padat (block) telah sering dilakukan. Campuran urea dan molases dalam bentuk padat (urea molasses block = UMB) atau dengan penambahan komponen lain (urea molasses multinutrient block = UMMB) mampu menyediakan kebutuhan mikroba rumen. Campuran ini dapat disusun dari berbagai komponen tergantung pada ketersediaan, nilai nutrisi, ketersediaan peralatan dalam pembuatan dan penggunaan dan pengaruhnya terhadap kualitas campuran. Urea yang bertindak sebagai sumber nitrogen mudah terfermentasi merupakan komponen penting dalam campuran ini. Molases berperan sebagai penyedia substrat mudah terfermentasi dan berbagai mineral (kecuali fosfor). Rasa dan bau molases yang enak mampu meningkatkan palatabilitas dan konsumsi pakan. Dedak padi merupakan komponen yang sering digunakan sebagai pelengkap komponen campuran. Dedak mampu menyediakan beberapa unsur nutrisi seperti lemak, protein, fosfor dan berperan sebagai penyerap air pada molases sehingga memberikan bentuk campuran yang lebih kompak. Garam merupakan sumber mineral yang sering digunakan dalam campuran karena harganya yang tidak mahal. Beberapa formula UMB bagi Suplementasi dan Probiotik 77

ternak ruminansia tercantum pada Tabel 50 yang pernah dicobakan pada ternak. Tabel 50. Formulasi UMB bagi ternak ruminansia. Bahan 1 2 3 4 % Urea 3 5 6 10 Molases 60 55 45 60 Dedak Padi 20 25 33 20 Kapur 4 5 5 4 Mineral Campuran 6 6 5 6 Serbuk Gergaji 7 Empelur Ampas Tebu 4 6 Sumber : Rukmana (2001) 7.1.2. Suplementasi Hijauan Berkualitas Baik Penggunaan hijauan yang mempunyai kecernaan yang tinggi (highly digestible forage) mampu memperbaiki ekosistem rumen. Hijauan diberikan dalam jumlah kecil yaitu sekitar 10 20% dari jumlah pakan yang diberikan. Jenis kacang kacangan (legume) merupakan sumber hijauan yang paling sering digunakan. Leguminosa merupakan sumber protein mudah difermentasi (fermentable) di dalam rumen dan protein by-pass. Kandungan lemak, mineral, vitamin dan senyawa lain pada leguminosa berperan bagi ekosistem rumen sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan jumlah mikroba, degradasi serat dan produk fermentasi. Gamal (Gliricidia sepium) dan lamtoro (Leucaena leucephala) merupakan contoh tanaman leguminosa yang sering dijadikan sebagai hijauan suplemen. Gamal mempunyai kandungan protein 23% dan kalsium 1.2% dengan kecernaan sedang yaitu sekitar 60%. Lamtoro mempunyai palatabilitas dan kecernaan yang baik. Keseimbangan komposisi kimia (protein, mineral [kecuali Na dan I ], asam amino) yang baik, rendah kandungan serat dan memiliki kandungan tannin yang sedang yang dapat memacu protein by-pass. 7.1.3. Suplementasi dengan Protein by-pass Komponen yang dibutuhkan oleh ternak dari protein adalah asam amino. Ternak ruminansia memperoleh sebagian asam amino berasal dari protein mikroba rumen dan sebagian lagi dari protein ransum yang lolos dari fermentasi. Kandungan protein yang rendah pada pakan kasar memungkinkan terjadinya kekurangan asam amino yang dibutuhkan oleh ternak. Kekurangan asam amino ini dapat dipenuhi melalui suplementasi dengan bahan pakan yang mempunyai tingkat degradasi yang rendah di dalam rumen. Protein yang lolos fermentasi dalam rumen (by-pass protein) akan diserap di usus halus sebagai asam amino. Penyediaan protein by-bass berperan sebagai penyeimbang komponen yang dihasilkan selama proses fermentasi di dalam rumen. Bungkil biji kapas (cottonseed meal=csm) merupakan salah satu sumber protein by-pass yang paling efektif karena sekitar 75% proteinnya mengalami perombakan di dalam rumen. Kombinasi suplementasi sumber nitrogen mudah terfermentasi dengan protein bypass memberikan hasil yang lebih baik. Pemberian sumber N mudah terfermentasi akan meningkatkan degradasi pakan kasar dalam rumen yang diikuti dengan peningkatan produk fermentasi seperti VFA. Rendahnya kandungan protein pakan kasar berimbas pada jumlah asam amino yang masuk ke dalam saluran pencernaan lain dan protein mikroba hanya mampu memasok sekitar 59% dari asam amino yang masuk ke usus halus (Poncet dkk. 1995). Suplementasi dengan protein by-pass akan melengkapi kebutuhan asam amino bagi ternak sehingga dapat bekerja secara sinergis. Penelitian pemberian pakan dengan ransum basal jerami gandum pada 78 Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan

ternak domba dengan beberapa cara suplementasi disajikan pada Tabel 51 dengan indikator konsumsi pakan dan pertambahan berat badan. Tabel 51. Konsumsi pakan dan PBB domba yang diberi ransum basal jerami gandum dan beberapa kombinasi suplementasi Suplemen Konsumsi (gram/hari) PBB BK UMB Total (g/hr) Jerami Tanpa suplemen 330 330 53 Urea 322 322 59 UMB 421 110 498 10 CSM 440 575 38 CSM + urea 440 575 40 CSM + UMB 480 90 675 90 Sumber: Preston dan Leng (1987). Kombinasi antara UMB dengan protein bypass meningkatkan konsumsi pakan dan produksi dibanding kombinasi urea dan sumber protein dan menghasilkan pertambahan bobot badan yang lebih besar. 7.2. PROBIOTIK Pengertian probiotik secara umum adalah suatu bahan pakan suplemen berupa jasad hidup mikrobial yang mempunyai pengaruh menguntungkan bagi induk semangnya dengan meningkatkan keseimbangan mikroba usus halus. Aplikasi pengunaan probiotik mencakup kultur mikroba hidup, ekstrak kultur atau sediaan enzim. Istilah probiotik bersepadanan dengan Direct-Fed Microbial (DFM). Mikroorganisme sering digunakan sebagai probiotik adalah bakteri dan kultur ragi (yeast culture). Bakteri yang biasa digunakan sebagai probiotik diantaranya Lactobacillus bulgaricus, L. acidophillus, L. lactic, Streptococci salivarius dan S. thermophillus. Kultur ragi menggunakan Saccharomyces diasticus dan Swannomyces castelie. Mikroorganisme yang dijadikan sebagai probiotik harus memenuhi kriteria tertentu diantaranya: 1. mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap kondisi asam (HCl dan asam empedu) sehingga koloni bakteri aktif akan tetap banyak pada saat sampai di duodenum maupun usus halus. 2. Bersifat non pathogenik 3. Bersifat gram positif karena bakteri gram positif lebih tahan terhadap pengrusakan kelenjar pencernaan, sehingga bertahan sampai ke usus halus. 4. Bersifat antagonis terhadap Escherichia coli karena bakteri probiotik sebagai penghasil asam. 5. Tidak terserap selama dalam saluran pencernaan serta tidak menimbulkan residu dan tidak menyebabkan mutasi. Probiotik yang ada dalam saluran pencernaan berguna dalam menetralisir racun yang dihasilkan bakteri pathogen, menghambat pertumbuhan bakteri pathogen, merubah hasil metabolisme dari mikroba, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan laju pertumbuhan ternak, memperbaiki konversi pakan, pencernaan dan absorbsi nutrien, meningkatkan dan memperbaiki kualitas susu, meningkatkan produksi dan kualitas telur dan memperbaiki kualitas karkas dan menghilangkan kontaminasi. Probiotik yang diberikan sebagai suplemen mempunyai dampak menguntungkan seperti perbaikan performan, produksi dan kesehatan ternak. Mekanisme kerja probiotik dikelompokkan ke dalam 4 tipe yaitu: 1. kompetisi dalam kehidupan baik melalui kompetisi nutrisi maupun adhesi atau penempelan pada saluran sel pencernaan sehingga menghalangi multifikasi, infeksi, dan invasi mikroba Suplementasi dan Probiotik 79

patogen. Peningkatan populasi bakteri probiotik mengurangi peluang dan kesempatan bertahan hidup mikroba patogen. Bakteri Lactobacillus aktif membentuk koloni sehingga mendesak koloni bakteri patogen. 2. netralisasi toksin dan produksi substansi yang bersifat anti bakteri (antimicrobial). Substansi anti bakteri diantaranya berbagai jenis asam lemak terbang seperti asam propionat, butirat dan asetat. Golongan asam lemak ini bersifat anti bakteri pada Salmonella sp., Clostridium sp., E. coli, Streptococus sp., dan Staphylococus sp. Bahan anti bakteri lain adalah bakteriosin seperti pediosin yang dihasilkan Pediococus sp., sakasin (L. Sakae), laktasin (L. acidophilus), plantarisin (L. plantarum) dan kurvasin (L. curvatus). 3. menurunkan ph lingkungan saluran pencernaan karena mikroba probiotik mampu menghasilkan asam lemak. Beberapa mikroba patogen tidak mampu bertahan hidup secara optimal pada ph relatif rendah. Efek lanjutnya daya tahan mikroba patogen menjadi marginal dan kritis dalam kompetisi. 4. stimulasi sistem immunitas inang. Pengaruh probiotik pada ternak ruminansia adalah peningkatan palatabilitas, laju degradasi fraksi serat, laju aliran digesta dan status protein (Wallace dan Newbold, 1992). Penggunaan yeast extract dan Aspergillus oryzae merangsang pemecahan fraksi serat di dalam rumen. Meski mekanisme kerja probiotik terhadap peningkatan degradasi serat belum terpapar secara jelas, Wallace (1994) membuat skema mekanisme kerja probiotik dalam meningkatkan produktivitas ternak (Gambar 29). merubah methanogenesis PROBIOTIK INCREASED BACTERIAL VIABILITY menurunkan produksi asam laktat meningkatkan laju degradasi selulosa meningkatkan stabilitas ph merubah proporsi asam lemak terbang meningkatkan aliran protein mikroba meningkatkan konsumsi pakan PENINGKATAN PRODUKTIVITAS Gambar 29. Mekanisme kerja probiotik dalam meningkatkan produktivitas Kelemahan penggunaan probiotik sebagai agen peningkatan penampilan ternak adalah ketidakkonsistenan hasil yang diperoleh. Jenis probiotik yang sama belum tentu menghasilkan penampilan yang sama jika diberikan pada jenis ternak yang sama pada waktu yang berbeda. 80 Teknologi Pemanfaatan Limbah untuk Pakan