BAB II TINJAUAN PUSTAKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional Variabel

APLIKASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) USAHA SIMPAN PINJAM KOPERASI DALAM PENILAIAN KESEHATAN KSP/ USP KOPERASI

NPM : Dosen Pembimbing : Dr. Masodah,SE.,MMSi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian yang dilakukan oleh Fandy Adi Putra dengan judul Analisis Kinerja

ASPEK PERMODALAN RASIO MODAL SENDIRI TERHADAP TOTAL ASET. Modal Sendiri. Total Aset

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SETIA BHAKTI WANITA SURABAYA RANGKUMAN TUGAS AKHIR

BAB II LANDASAN TEORI. didirikan oleh orang perseorangan atau badanhukum koperasi, dengan pemisahan

BAB I PENDAHULUAN. cocok untuk perekonomian Indonesia. Menurut Undang-undang Republik

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan berkaitan dengan tingkat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertama, penelitian yang dilakukan oleh Mariya (2009) di koperasi KANINDO

TINJAUAN PUSTAKA. digunakan mengarah pada tujuan yang sama. Penelitian terdahulu yang. dimaksudkan diatas dapat dijelaskan melalui tabel berikut.

Penerapan Fungsi Linier Untuk Penentuan Komponen Penilaian Kesehatan Koperasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Dalam pelaksanaannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 1 EdisiFebruari 2018 ( )

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 14/Per/M.KUKM/XII/2009 TENTANG

TINGKAT KESEHATAN KSP. MADANI NTB ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT AKBAR TAHUN BUKU

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan

NALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN UNIT SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI X DI KABUPATEN GRESIK TAHUN BUKU

LANDASAN TEORI. dengan masalah penelitian.landasan teori diperlukan untuk menjelaskan konsep konsep

BAB II LANDASAN PUSTAKA. Istilah Koperasi berasal dari bahasa Latin Cooperate yang. bersama-sama. Menurut Revrisond Baswir (2000:2) dalam bukunya

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI KOPANESA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KUD TANI MAKMUR MOJOKERTO SKRIPSI

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 14/Per/M.KUKM/XII/2009 TENTANG

Koperasi Karyawan PT. ADIS PERHITUNGAN HASIL USAHA Periode Tahun 2010, 2011 & 2012

Idham Kholid Sri Mangesti Rahayu Fransisca Yaningwati Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Tugas Umum Pengawas. Kewajiban Pengawas

Jurusan Akuntansi Program S1 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KPRI LANCAR DI KABUPATEN BLITAR SKRIPSI. Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajad Sarjana Ekonomi

BAB. II Telaah Literature dan Pengembangan Hipotesis 2.1. Teori yang mendasari Konsep Koperasi Pengertian koperasi telah dikemukakan oleh

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Peran Koperasi dirasa semakin penting dalam meningkatkan pertumbuhan

EVALUASI KINERJA KEUANGAN UNIT SIMPAN PINJAM (USP) KOPERASI AGRIBISNIS DANA MULYA PACET KABUPATEN MOJOKERTO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. senantiasa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya melalui pembinaan

BAB II TINJAUAN TEORI. a. Sesuatu yang di capai Prestasi yang di perlihatkan. tetapi juga mengelola proses kerja selama periode tersebut.

Kata kunci: tingkat kesehatan, koperasi simpan pinjam, jatidiri koperasi

Draft Htl Maharani Agustus 2008

Analisis Tingkat Kesehatan Koperasi Pada Koperasi Simpan Pinjam Cendrawasih Kecamatan Gubug Tahun Buku 2011

f 2010 Debet Kredit April 2 Kas Simpanan Pokok

BAB I PENDAHULUAN. suatu pengaturan terhadap sumber-sumber ekonomi yang tersedia secara terarah dan

ANALISIS KESEHATAN KSP. BMT. ARTHA ABADI KABUPATEN JEPARA

Nur Fatimah 1), Kun Ismawati 2) Mahasiswa Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNSA 2) Dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNSA

FINANCIAL HEALTH ANALYZE OF CITRA BEKISAR TELKOM SURABAYA EMPLOYEES COOPERATION. Oleh: Rr Vania Primadiptha Mahardani

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN PADA KOPERASI JASA KEUANGAN SYARIAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN (Skripsi) Oleh MUHAMMAD RIDWAN AFIF

Tri Dewi Eindrias Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi Univеrsitas Brawijaya Malang Еmail: ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisis Tingkat Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP) Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) HIDUP Tulungagung PENELITIAN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI UNIT SIMPAN PINJAM (USP) PADA KPRI GOTONG ROYONG DINAS KESEHATAN KABUPATEN KARANGANYAR UNTUK TAHUN 2015 ABSTRACT

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Pemilihan Judul

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (PKPRI) KOTA MALANG

PERATURAN MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA. NOMOR : 35.3/Per/M.KUKM/X/2007 TENTANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. reaksi terhadap sistem perekonomian kapitalisme di Negara-negara

LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, RENTABILITAS SEBAGAI SALAH SATU PENGUKUR TINGKAT EFISIENSI MODAL KERJA PADA KPRI KOPENDIK WONOGIRI TAHUN

MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

ANALISIS KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KPRI NAGARA NGAGLIK SLEMAN TAHUN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI GIRI SARI SEDANA DI MENGWI. I Made Agus Putrayasa Ni Wayan Kurnia Dewi I Wayan Purwanta Suta

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM DAHLIA KENDAL TAHUN BUKU

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM ATAU UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KOTA SURAKARTA

PELATIHAN PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI DI KABUPATEN BULELENG

II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Peran Bank

ANALISIS KESEHATAN KOPERASI PADA KPRI MEKAR SLEMAN YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengelolaan Keuangan. Permodalan. Modal Sendiri

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK DENGANMENGGUNAKAN METODE CAMEL PADA PT. BANK YUDHA BHAKTI. Fanny Nawang Wulan Radi Sahara, SE.

BAB IV PEMBAHASAN. A. Analisis Kualitas Aktiva Produktif, Likuiditas, dan Efisiensi di USPPS Jabal

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKANNYA KEBIJAKAN KREDIT PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM BANGUN JAYA MAKMUR MADIUN SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul

VI. ANALISIS KEBERLANJUTAN FINANSIAL KOPERASI BAYTUL IKHTIAR

Suci Rahmadani 1, Sri Kartikowati 2, RM Riadi 3 No HP

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Pembagian Sisa Hasil Usaha Di BMT Sidogiri Cabang Sidodadi

BAB 2. Tinjauan Teoretis dan Perumusan Hipotesis. yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI KARYAWAN PT. DJARUM KUDUS

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu peneliti menilai

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1995 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM I OLEH KOPERASI

BAB III PEMBAHASAN. Menurut Veithzal et al (2012:616), laporan keuangan adalah laporan periodik

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI WANITA SERBA USAHA SETIA BUDI WANITA KOTA MALANG

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI JASA KEUANGAN SYARI AH BAITUL TAMWIL MUHAMMADIYAH SURYA UTAMA TUBAN PERIODE SKRIPSI

ANALISIS PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI KARYAWAN MANDIRI PERUM DAMRI SURABAYA ARTIKEL ILMIAH

LAMPIRAN 4. NERACA KOPERASI DAN SWASTA

BAB I PENDAHULUAN. perseorangan, bukan milik investor tetapi milik anggota. Dengan adanya. mendapatkan keuntungan yang dikelola secara lebih efisien.

Transkripsi:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu Aike Mariya (2009) Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan pada KANINDO kabupaten Malang tahun 2004-2008. Penilaian kinerja koperasi ditinjau berdasarkan dari Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah No. 20/Per/M.KUKM/XI/2008, yang terdiri dari aspek permodalan, kualitas produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jatidiri koperasi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian tersebut bahwa kinerja KANINDO Syariah menurut Standar Depkop berpedoman pada keputusan Menteri Negara KUKM No. 20/Per/M.KUKM/XI/2008 pada periode tahun 2004-2008 adalah tidak sehat. Penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, yaitu sama-sama meneliti kinerja keuangan koperasi. Perbedaan dari penelitian sebelumnya yaitu terletak pada objek penelitiannya dan periode tahun yang digunakan. Peneliti menggunakan objek KUD BATU Unit Simpan Pinjam periode tahun 2007,2008, 2009, dan 20 dengan menggunakan SK mentri tahun 2009 yang terdiri dari beberapa aspek yaitu Permodalan, Kualitas aktiva produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas, Kemandirian dan pertumbuhan, serta Jatidiri koperasi. 7

B. Tinjauan Teori 1. Penilaian Kinerja Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan / program / kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi (Sukarno, 2005:111). Kinerja sacara umum adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsifungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu / gambaran mengenai tingkat pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan sasaran dan tujuan (www.subektiheru.blogspot.com). Penilaian kinerja adalah sebuah gambaran atau deskripsi yang sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang terkait dari seseorang atau suatu kelompok. Kinerja koperasi adalah gambaran prestasi yang dicapai koperasi dalam operasionalnya, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi maupun sumber daya manusia. Kinerja keuangan merupakan prestasi yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dibidang keuangan yang ditunjukkan dalam laporan keuangan perusahaan. Tujuan penilaian kinerja keuangan perusahaan adalah untuk mengetahui kondisi yang telah dicapai perusahaan yang digambarkan melalui catatan dan laporan keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan adalah hasil atau prestasi yang dicapai koperasi dalam RAT untuk mengetahui 8

kesehatan koperasi, sehingga akan lebih baik dalam kegiatannya dimasa lalu dan dimasa yang akan datang. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja a) Rasio Likuiditas merupakan penyediaan aktiva lancar yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio antara pinjaman yang diberikan dengan dana yang telah dihimpun (www.manajemenkoperasi.blogspot.com). b) Rasio Solvabilitas yang perlu diperhatikan adalah penghimpunan modal pinjaman dan modal penyertaan didasarkan pada kemampuan membayar kembali dan rasio antara modal pinjaman dan modal penyertaan dengan kekayaan harus berimbang (www.manajemenkoperasi.blogspot.com). c) Rasio Aktivitas mengukur seberapa efektif koperasi dalam menggunakan aktiva yang dimiliki. Rasio ini menyangkut perbandingan antara penjualan bersih dengan berbagai investasi dalam aktiva. d) Rasio Profitabilitas yang perlu diperhatikan adalah rencana perolehan Sisa Hasil Usaha (SHU) atau keuntungan ditetapkan dalam jumlah yang wajar untuk dapat memupuk permodalan, pengembangan usaha, pembagian jasa anggota dengan tetap mengutamakan kualitas pelayanan. Rasio antara Sisa Hasil Usaha (SHU) atau keuntungan dengan aktiva harus wajar (www.manajemen-koperasi.blogspot.com). 9

. Analisis Kinerja Keuangan Analisis keuangan merupakan suatu proses yang bertujuan menentukan ciri-ciri yang penting tentang keadaan keuangan dan kegiatan koperasi berdasarkan data yang ada. Tujuan utama Analisis Kinerja Keuangan untuk memperoleh pandangan yang lebih baik tentang masalah operasional dan keuangan yang dihadapi koperasi. Kinerja Keuangan koperasi merupakan bahan evaluasi dan pengambilan keputusan keuangan untuk menentukan strategi koperasi (Suryani, 2008: 9). Analisis kinerja keuangan yang dilakukan oleh koperasi, dilakukan dengan penyusunan laporan finansial (Financial Statement) yang terdiri dari laporan keuangan Neraca dan Laporan Rugi/ Laba yang dibuat secara berkala atau periodik untuk maksud dan tujuan analisis terhadap Kinerja Keuangan Koperasi. Banyak analisis yang dapat digunakan untuk menilai kesehatan koperasi salah satunya adalah Surat Keputusan Mentrei negara tentang koperasi dan usaha kecil menengah no 14/per/m.kukm/XII/2009. Adapun menurut Menteri Negara Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah tahun 2009 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Penilaian Koperasi Simpan Pinjam No 1 Permodalan Komponen Bobot Penilaian Adalah kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan koperasi dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan koperasi mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko-risiko yang timbul dan dapat berpengaruh terhadap besarnya modal koperasi. a. Rasio Modal Sendiri terhadap Total Aset, dapat dihitung dengan rumus: Modal Sendiri RMST = x 0% Total Aset b. Rasio Modal Sendiri terhadap Pinjaman diberikan yang berisiko, dapat dihitung dengan rumus: Modal Sendiri RMSP = x 0% Pinjaman diberikan yang beresiko c. Rasio Kecukupan Modal Sendiri, dapat dihitung dengan rumus: Modal Tertimbang RKMS = x 0% ATMR ATMR=Aktiva tetap menurut rasio 2 Kualitas Aktiva produktif Adalah kualitas kekayaan koperasi yang mendatangkan penghasilan bagi koperasi yang bersangkutan. a. Rasio Volume Pinjaman pada anggota terhadap volume pinjaman diberikan, dapat dihitung dengan rumus: Volume Pinjaman pada anggota RVP = x 0% Volume Pinjaman 6 6 15 25 11

b. Rasio resiko pinjaman bermasalah terhadap pinjaman yang diberikan, dapat dihitung dengan rumus: Pinjaman Bermasalah RRPB = x 0% Pinjaman yang diberikan c. Rasio cadangan risiko terhadap pinjaman bermasalah, dapat dihitung dengan rumus: Cadangan Risiko RCR = x 0% Pinjaman Bermasalah 5 5 d. Rasio pinjaman yang beresiko terhadap pinjaman yang diberikan, dapat dihitung dengan rumus: Pinjaman beresiko RPB = x 0% Pinjaman yang diberikan 5 Manajemen Adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengontrol risiko yang timbul melalui kebijakan dan startegi bisnisnya untuk mencapai target. Penilaian ini meliputi 5 komponen sebagai berikut: a. Manajemen Umum b. Kelembagaan c. Manajemen Permodalan d. Manajemen Aktiva e. Manajemen Likuiditas 15 4 Efisiensi Adalah kemampuan koperasi dalam meningkatkan pelayanannya. a. Rasio Beban Operasi Anggota terhadap Partisipasi Bruto, dapat dihitung dengan rumus: Beban Operasi Anggota RBOP = x 0% Partisipasi Bruto 4 12

b. Rasio beban usaha terhadap SHU kotor, dapat dihitung dengan rumus: Beban usaha RBU = x 0% SHU kotor c. Rasio Efisiensi Pelayanan, dapat dihitung dengan rumus: 5 Likuiditas Biaya Gaji dan Honorarium Karyawan REP= x 0% Volume Pinjaman Adalah kemampuan koperasi untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. a. Rasio Kas, dapat dihitung dengan rumus: Kas+Bank RK= x 0% Kewajiban Lancar b. Rasio Volume Pinjaman terhadap Dana yang diterima, dapat dihitung dengan rumus: Pinjaman yang diberikan RVPD = x 0% Dana yang diterima 6 Kemandirian dan pertumbuhan Adalah penilaian kecukupan modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengkover fluktuasi suku bunga dan nilai tukar di bandingkan dengan potensial loss. a. Rentabilitas Aset, dapat dihitung dengan rumus: SHU sebelum bunga dan pajak RA= x 0% Total Aset b. Rentabilitas Modal Sendiri, dapat dihitung dengan rumus: SHU bagian anggota RMS = x 0% Total Modal Sendiri c. Kemandirian Operasional Pelayanan, dapat dihitung dengan rumus: SHU Kotor (partisipasi netto) KOP = x 0% Beban Usaha+Beban Perkoperasian 4 2 5 4 15 1

7 Jatidiri koperasi Adalah untuk mengukur keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu mempromosikan ekonomi anggota. a. Rasio Partisipasi Bruto, dapat dihitung dengan rumus: Partisipasi Bruto RPBr = x 0% Partisipasi bruto + pendapatan b. Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA), dapat dihitung dengan rumus: PEA RPEA= x 0% Simpanan Pokok+Simpanan Wajib Jumlah 0 Sumber: Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia. 7 4. Kinerja Koperasi Simpan Pinjam Kinerja koperasi simpan pinjam meliputi beberapa aspek yaitu: (www.smecda.com) a. Adanya kepercayaan dan dukungan masyarakat dan lembaga terkait yang dicerminkan oleh: 1) Ada dan bertambahnya jumlah anggota 2) Adanya kesediaan pihak lain untuk mendukung dan bermitra dengan koperasi ) Adanya kemitraan pihak lain dengan koperasi seperti peminjam dan, kerjasama pengadaan barang, sebagainya. b. Partisipasi anggota koperasi dicerminkan oleh: 1) Ada dan bertambahnya simpanan anggota yang merupakan modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib) dan modal luar (simpanan sukarela). 14

2) Adanya transaksi anggota dengan koperasi melalui simpan, pinjam, jual, beli dengan koperasi yang merupakan komponen volume usaha koperasi. ) Adanya kepedulian dalam pengelolaan dan pengawasan koperasi. c. Adanya manfaat keberadaan koperasi bagi anggota yang dicerminkan oleh: 1) Adanya kemudahan layanan jual atau beli, jasa, simpan, pinjam oleh koperasi bagi anggota. 2) Adanya selisih harga atau nilai tambah dalam jual atau beli barang dan jasa maupun simpan pinjam. ) Adanya perolehan Sisa Hasil Usaha bagi anggota. d. Kesehatan Koperasi dicerminkan oleh: 1) Berjalannya usaha koperasi yaitu mampu memberikan pelayanan usaha kepada anggota dan masyarakat secara berkelanjutan dan mampu memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi anggota. 2) Berjalannya organisasi dan pertanggungjawaban kepengurusan dicerminkan oleh adanya neraca dan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan. 5. Penetapan Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Penetapan kesehatan koperasi simpan pinjam berdasarkan peraturan menteri perkoperasian pada tahun 2009 sebagai berikut: 15

a) Skor penilaian sama dengan 80 sampai 0, termasuk dalam predikat Sehat b) Skor penilaian sama dengan 60 sampai lebih kecil dari 80, termasuk dalam predikat Cukup Sehat c) Skor penilaian sama dengan 40 sampai lebih kecil 60, termasuk dalam predikat Kurang Sehat d) Skor penilaian sama dengan 20 sampai lebih kecil 40, termasuk dalam predikat Tidak Sehat e) Skor penilaian lebih kecil 20, termasuk dalam predikat Sangat Tidak Sehat C. Kerangka Pikir Penelitian Kerangka pikir digunakan untuk memberikan gambaran penelitian yang akan dilakukan adalah mengenai analisis kinerja koperasi. Kerangka pikir dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.1 Kerangka pikir dibawah menjelaskan bahwa untuk dapat menilai kinerja keuangan koperasi dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan koperasi yang terdiri laporan neraca dan laporan Rugi/ Laba. Kemudian dari data tersebut dianalisis dengan menggunakan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009. Dari hasil analisis tersebut yang terdiri dari beberapa aspek yaitu permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan serta jatidiri koperasi; 16

maka dari hasil analisis itu akan diketahui bahwa kinerja keuangan koperasi itu sehat atau tidak sehat. KUD BATU Unit Simpan Pinjam Laporan Keuangan : - Lap Neraca - Lap R/L Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 Kinerja Koperasi Sehat Bila skor 80-0 Tidak Sehat Bila skor 20-40 Gambar 2.1: Analisis Kinerja Keuangan Koperasi D. Hipotesis Berdasarkan penelitian terdahulu, latar belakang dan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 maka hipotesis dari penelitian ini adalah kinerja keuangan KUD BATU Unit Simpan Pinjam dalam kondisi sehat. 17