BUKU AJAR. Minggu 1 (pertama)

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) NUTRISI DAN PAKAN RUMINANSIA PTN 2301

ISTILAH-ISTILAH. Ilmu Pakan Ternak Suatu ilmu yang berhubungan dng.pakan dan zat pakan yang terkandung di dalamnya thdp.kesehatan ternak dan manusia.

SISTEM PENCERNAAN. Perlu dipelajari. Harus tahu nasib BM dalam perjalanannya di setiap organ pencernaan: dicerna. diserap. Hidup pokok.

PENDAHULUAN. terhadap lingkungan tinggi, dan bersifat prolifik. Populasi domba di Indonesia pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persilangan antara sapi Jawa dengan sapi Bali (Rokhana, 2008). Sapi Madura

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Pakan

I. PENDAHULUAN. masyarakat meningkat pula. Namun, perlu dipikirkan efek samping yang

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. terjadinya penurunan kemampuan induk dalam mencukupi kebutuhan nutrient

II. TINJAUAN PUSTAKA. Devendra dan Burns (1994) menyatakan bahwa kambing menyukai pakan

PENGARUH BINDER MOLASES DALAM COMPLETE CALF STARTER BENTUK PELLET TERHADAP KONSENTRASI VOLATILE FATTY ACID DARAH DAN GLUKOSA DARAH PEDET PRASAPIH

Sistem Pencernaan Ruminansia

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nutfah (Batubara dkk., 2014). Sebagian dari peternak menjadikan kambing

HASIL DAN PEMBAHASAN. P2 * hari hari hari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tanduknya mengarah ke depan (Rahman, 2007). Sapi FH memiliki produksi susu

BAB I. PENDAHULUAN. tahun 2005 telah difokuskan antara lain pada upaya swasembada daging 2014

PENDAHULUAN. yaitu ekor menjadi ekor (BPS, 2016). Peningkatan

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing Ettawa dari

Zat makanan yang ada dalam susu

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Kecernaan Protein Kasar. Kecernaan adalah bagian zat makanan dari pakan/ransum yang tidak

I. PENDAHULUAN. nutrien pakan dan juga produk mikroba rumen. Untuk memaksimalkan

Daftar Pustaka. Leng, R.A Drought Feeding Strategies : Theory and Pactice. The University of New England Printery, Armidale - New South Wales.

TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Sapi Friesian Holstein (FH) Produktivitas Sapi Perah

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 482,91 55, ,01 67,22

BAB III MATERI DAN METODE. Lokasi yang digunakan dalam penelitian adalah Laboratorium Ilmu Ternak

PENDAHULUAN. Sapi perah merupakan sumber penghasil susu terbanyak dibandingkan

I. PENDAHULUAN. pesat. Perkembangan tersebut diiringi pula dengan semakin meningkatnya

Laporan Praktikum. Dasar Nutrisi Ternak dan Bahan Makanan Ternak

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. sekitar 60% biaya produksi berasal dari pakan. Salah satu upaya untuk menekan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perkembangan. Pakan dengan kualitas yang baik, memberikan efek terhadap

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Kecernaan Protein Kasar

I. PENDAHULUAN. dalam memenuhi kebutuhan protein hewani adalah kambing. Mengingat kambing

MATERI DAN METODE. Materi

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA. Drs. Refli., MSc

PENDAHULUAN. Latar Belakang. yang sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang

HASIL DAN PEMBAHASAN Konsumsi Ransum

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan Terhadap Kecernaan Serat Kasar. Kecernaan serat suatu bahan pakan penyusun ransum akan mempengaruhi

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kandungan Zat Makanan Biomineral Dienkapsulasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang merupakan kambing lokal Indonesia yang memiliki

PENDAHULUAN. terhadap produktivitas, kualitas produk, dan keuntungan. Usaha peternakan akan

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Kelapa sawit adalah salah satu komoditas non migas andalan Indonesia.

senyawa humat (39,4% asam humat dan 27,8% asam fulvat) sebesar 10% pada babi dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan konversi pakan secara sign

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2003). Pemberian total mixed ration lebih menjamin meratanya distribusi asupan

MATERI DAN METODE. Waktu dan Lokasi. Materi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merah bata dan kaki bagian bawah berwarna putih (Gunawan, 1993). Menurut

PENGANTAR. sangat digemari oleh masyarakat. Sate daging domba walaupun banyak. dipopulerkan dengan nama sate kambing merupakan makanan favorit di

Pelatihan Teknis Formulator Pakan Ternak Bagi Petugas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pakan. Biaya untuk memenuhi pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi

HASIL DAN PEMBAHASAN

MAKALAH ARTI PENTING SISTEM PENCERNAAN PADA TERNAK. Sistem Pencernaan pada Sapi Potong. Di susun oleh: Nama : Fatmawati Mustofa NIM :

PETUNJUK PRAKTIKUM MATA KULIAH ILMU NUTRISI TERNAK NON RUMINANSIA. Materi 4 : METODE UNTUK MENENTUKAN AVAILABILITAS ASAM AMINO PADA UNGGAS

PENGANTAR. Latar Belakang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang sangat besar

PENDAHULUAN. Domba adalah salah satu ternak ruminansia kecil yang banyak. Indonesia populasi domba pada tahun 2015 yaitu ekor, dan populasi

MATERI DAN METODE. Metode

TINJAUAN PUSTAKA. Jerami Padi

PENDAHULUAN. absorpsi produk pencernaan. Sepanjang permukaan lumen usus halus terdapat

BAB III MATERI DAN METODE. pada Ransum Sapi FH dilakukan pada tanggal 4 Juli - 21 Agustus Penelitian

Hasil. rumen domba. efektivitas. cairan Aktifitas enzim (UI/ml/menit) , Protease. Enzim

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pendapatan peternak (Anggraeni, 2012). Produksi susu sapi perah di Indonesia

Dr. Ir. Ch. Wariyah,M.P.

I. PENDAHULUAN. Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu usaha peternakan. Minat

PENDAHULUAN. karena Indonesia memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau.

KAJIAN KEPUSTAKAAN. merupakan domba-domba lokal. Domba lokal merupakan domba hasil persilangan

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Juli 2016 di Kandang Domba

HASIL DAN PEMBAHASAN M0 9,10 MJ 6,92 MIL 7,31 MILT 12,95 SEM 1.37

ILMU NUTRISI RUMINANSIA DAN NON RUMINANSIA

tepat untuk mengganti pakan alami dengan pakan buatan setelah larva berumur 15 hari. Penggunaan pakan alami yang terlalu lama dalam usaha pembenihan

II. BAHAN DAN METODE

Gambar 6. Pemberian Obat Pada Domba Sumber : Dokumentasi Penelitian

PROSES PEMANFAATAN PAKAN PADA TUBUH IKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memiliki ciri-ciri fisik antara lain warna hitam berbelang putih, ekor dan kaki

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENDAHULUAN. bagi usaha peternakan. Konsumsi susu meningkat dari tahun ke tahun, tetapi

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian kecernaan protein dan retensi nitrogen pakan komplit dengan

II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI

PRODUKSI DAN. Suryahadi dan Despal. Departemen Ilmu Nutrisi &Teknologi Pakan, IPB

TINJAUAN PUSTAKA. Tabel 1. Kandungan Nutrien Daging pada Beberapa Ternak (per 100 gram daging) Protein (g) 21 19, ,5

HASIL DAN PEMBAHASAN

TEKNIK PENGOLAHAN UMB (Urea Molases Blok) UNTUK TERNAK RUMINANSIA Catur Prasetiyono LOKA PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KEPRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. seluruh wilayah Indonesia. Kambing Kacang memiliki daya adaptasi yang tinggi

MATERI DAN METODE P1U4 P1U1 P1U2 P1U3 P2U1 P2U2 P2U3 P2U4. Gambar 1. Kambing Peranaka n Etawah yang Diguna ka n dalam Penelitian

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan pertambahan penduduk dari tahun ke tahun yang terus meningkat

BAB III MATERI DAN METODE. dengan kuantitas berbeda dilaksanakan di kandang Laboratorium Produksi Ternak

Transkripsi:

BUKU AJAR Minggu 1 (pertama) Pokok Bahasan: Pengantar Ilmu Nutrisi dan Pakan Ruminansia yang meliputi: 1. Ruminansia 2. Nutrient secara umum dan manfaatnya 3. Nutrisi Pra Ruminansia 4. Reflex saluran Oesophageal pada pra ruminansia dan kepentingannya dari segi nutrisi Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan hubungan antara nutrien didalam pakan ruminansia; menjelaskan secara singkat Nutrisi pra ruminansia dan bahan-bahan air susu yang dapat diganti dari derivat non susu dalam pembuatan pakan pengganti susu (milk Replacer); menjelaskan mengenai reflex saluran oesophagus dan kepentingannya pada nutrisi pra ruminansia. Materi Pembelajaran Pedet pra ruminansia, mempunyai fungsi rumen yang rendah dimana nutrisi proteinnya paralel dengan non ruminansia. Kebutuhan asam amino dipenuhi dari : susu dan susu pengganti (Roy dan Stobo., 1975). Pada beberapa ternak, pemberian pakan dari botol susu atau ember dan di stop untuk beberapa minggu dan diberikn lagi, maka ternak akan dapat mengenal kambali botol/ember dan akan minum dengan bernagsu (terburu-buru) dan akan terjai penutupan saluran secara efisien. Untuk beberapa ternak, penyetopan pemberian dari botol hanya beberapa hari cukup untk menghambat reflex. Dengan pemaksaan yang reguler, reflex menutup saluran dapat dijaga selama hidup untuk hampir semua ruminansia. Penggunaan asam amino dapat menguntungkan dan penggunaan urea sangat terbatas. Setelah rumen berfungsi (6-8 minggu) tergantung dari pakannya, kebutuhan CP harus dipenuhi untuk; Kebutuhan N untuk fermentasi MO didalam retikulo rumen dan kebutuhan asam amino post ruminal untuk jaringan dan untuk ternak inangnya.

Nutrisi pra rum inansia. Susu induk yang dengan kuantitas yang cukup, merupakan sumber utama nutrisi untuk ruminansia muda. Pada ruminansia sapi/kambing/domba apabila di ternakkan untuk memproduksi susu, dijual (cair) atau untuk produk2 industri mentega atau keju, maka anak harus disapoh lebih awal dengan maksud untuk membuat susu lebih banyak dijual. Untuk pedet diberi susu pengganti. Susu pengganti: Susu penggnati bahan adasarnya adalah susu dan juga bahan-bahan bukan berasal dari susu. Pengganti lemak susu. Penggantian lemak susu dengan sumber lemak yang lain seperti cocconut oil ; lard (lemak babi) problem utamanya adalah teknik untuk menggantikan lemak susu menjadi butiran (globulus) kecil <5 urn dan stabil. Penggantian Laktosa susu. Dari sumber karbohidrat non susu. Karbohidrat susu yaitu laktosa dapat diganti dengan Glukosa, produk-produk pati dapat digunakan sebagai pengganti laktosa. Susus pengganti (milk replacer) mengandung > 40-50% pati, sangat bagus digunakan. Hal ini timbul karena temak beradaptasi dengan sekresi yang cukup akan: Amylase pancreatic ; Maltase intestinal untuk mencerna pati. Tidak ada aktivitas sukrase pada ruminansia, artinya jangan ditembahkan sukrosa dalam milk replacer. Juga harus diperhatikan apabila karbohidrat pakan terlalu tinggi, maka kecemaan karbohidrat menjadi tidak efisien dalam usus halus dan hal ini akan menimbulkan diare, ekskresi N dalam fese menjadi tinggi. Penggantian protein susu. Lebih sulit penggantian protein susu dibandingkan nutrien yang lain yaitu karbohidrat maupun lemak. Karena: Kasein yang ada dlaam susu mempunyai kemampuan yang unik dalam penutupan abomasum (reflex saluran oesophagus) dengan adanya: enzym renin. Ternak muda akan mendapat suplai protein yang kontonyu karena adanya penutupan ; Protein susu berghubungan dengan besarnya protease yang diproduksi didalam abomasum dimana unik untuk kecemaan protein susu. Dengan adanya kesulitan tersebut kemajuan dalam penggantian protein susu dengan sumber protein yang lain sangat Iambat. Soliman et al (1979) menggunakan protein tanaman (Bungkil Kedelai). Problemnya adalah protein tanaman mengadnung Alkoloids yang tidak dibutuhkan sebagai Inhibitor Trypsim ; Kemampuan untuk menimbulkan reaksi Alergi Lambung-Intestinum. Contohnya: Protein kedelai dan Protein yest.

Tabel 1: Efek penggantian penyusun susu dengan derivat non milk. Sumber lemak Mentega Mentega Lard Lard m.kelapa m.kelapa Sumber KH Laktosa Protamyl* Protamyl* Protamyl* Sumber PK Kasein Kasein Kasein Prot. ikan Gain (g/hari) 177 183 154 170 FCR (feed conver 1.02 1.06 1.08 1 Sion ratio) Kec. BK (%) 98.8 96.4 96.4 95.4 Kec. PK (%) 96.4 94.9 94.4 93.6 Kec.Lemak (%) 98.9 98.3 98.2 97.7 Kec Pati (%) - 99.8 99.8 99.9 Protamyl adalah pati jagung yang dihidrolisa. Dapat dilihat mungkin untuk mengganti semua protein susu dengan ikan yang dihidrolisa tanpa penurunan performance. Performance Domba muds (cempe) dapat dicapai dengan pakan dasar: Pati yang dihidrolisa, Lard, Hidrolisis ikan, Laktosa, butter fat, kasein. Kecernaan semu akan kasein, protein ikan, yeast-protein cempe diestimasikan di terminal ileum 86,5, 93,2 dan 59,8% koleksi feses 94,6, 94,2 dan 79,2%. Proporsi protein yang didegradasi dalam usus besar berbeda untuk protein yang berbeda. Protein yang didegradasi di dalam usus besar mempunyai nilai yang rendah sebagai sumber protein untuk ternak ruminansia. Jadi, penggantian penyusun susu termasuk protein untuk pra ruminansia yang baru lahir adalah mungkin untuk dilakukn dengan catatan; Pra ruminansia telah mendapat colostrum yang cukup segera setelah lahir. Fungsi Oesophageal Reflex dan mekanismenya. Fungsi oesophageal reflex penting karena berpengaruh secara langsung metabolisme protein didaam rumen. Sal. Oesophagus merupakan oto/saluran yang turun dari cardia omasum ke dinding reticulum. Pada saat dinding membuka ( ) menutup ( )salruran akan terbentuk. Cairan (pakan) dapat secara langsung lewat dari oesophagus ke sulcus omasal ke abomasum.

Gambar: Saluran Oesophageal. Pada awalnya hat ini dikira berpengaruh terhadap pembentukan bolus pada saat ruminasi, akan tetapi kemudian diketahui bahwa aktivitas ini memfasilitasi kecernaan cairan didalam abomasum. Begitu ternak dewasa, maka saluran oesophagus dapat berhenti berfungsi. Akan tetapi penelitian dari Hofman (1989) menyebutkan apabila saluran ini dijaga sepenuhnya, pada ternak dewasa akan berlanjut fungsinya. Menurut peneliti lewatnya kedalam abomasum cairan yang diisap pedet tidak dipengaruhi: temperatur, komposisi cairan, posture temak, aktivitas menghisap. Masuknya cairan kedalam abomasum karena stimulasi mekanik pada daerah mulut dan pharinx. D. Benzie (1969) menunjukkan apabila cempe menghisap secara bebas, ada gerakan ekor, saluran oesophagus menutup secara efisien, tanpa melihat komposisi kimia dari cairan yang dikonsumsi, meskipun air dapat menyebabkan penutupan. Perkembangan fungsi rumen. Efek umur terhadap konsumsi pakan solid ; efek konsumsi pakan cair terhadap konsumsi pakan solid ; efek laju kecernaan pakan solid terhadap konsumsi. Kenaikan ukuran retikulorumen sangat cepat, dimana besamya perubahan dapat dipengaruhi oleh nutrisinya. Besarnya ukuran papilae rumen meningkat secara umum, berhubungan dnegan produksi VFA (produk akhir fermentasi an aerobic karbo hidrat. VFA mempunyai efek yang besar dalam perkembangan rumen dibandingkan adanya

komponen struktur serat. Dengan demikian perkembangan rumen menjadi tergantung dengan konsumsi pakan yang mudah terfermentasi. Rangkuman 1. Nutrisi pra ruminansia yang utama adalah susu induk, meskipun dalam kondisi tertentu, nutrien susu dapat diganti dengan nutrien yang berasal dari non susu, baik lemak, laktosa mauoun proteinnya. 2. Reflex saluran Oesophageal merupakan kondisi spesifik yang terdapat pada pra ruminansia, keadaan ini dapat dijaga sampai ternak dewasa dengan cara pemeliharan yang spesifik. Uji Pemahaman. 1. Sebutkan bahan apa saja yang dapat digunakan untuk mengganti lemak susu, laktosa dan protein susu, dalam penyusunan milk replacer. 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reflex saluran oesophagus dan kepentingannya dengan nutrisi pra ruminansia.