ITB BHMN & I.

dokumen-dokumen yang mirip
kesimpulan yang diperoleh dan opininya dapat dipakai sebagai acuan untuk pendalaman dan melakukan tindak lanjut oleh manajemen ITB BHMN.

Pendapat dan Kesimpulan Komite Audit atas Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan ITB Tahun Buku yang Berakhir 31 Desember 2013

(6) Management Letter Satuan Kekayaan dan Dana (SKD) ITB BHMN untuk Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Pada sistem pemerintahan yang ada di Indonesia, setiap pemerintah daerah

Laporan Penilaian Sendiri (Self Assessment ) Penerapan Tata Kelola BPR

KEUANGAN DAN AKUNTABILITAS SUK, SKD DAN PENGEMBANGAN USAHA

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Penyelenggaraan organisasi pemerintahan haruslah selaras dengan tujuan

KUMPULAN KEPUTUSAN ADVISORY BOARD INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TAHUN MAJELIS WALI AMANAT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BPK Memberikan Opini WDP untuk LKPD TA 2014 Pemprov NTT

PERTAMA : Jenis dan Ketentuan Laporan Unit Kerja Institut Teknologi Bandung Tahun 2002 dan 2003 sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini;

BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI. Setelah penulis menggali dan mengganalisis data temuan BPK RI Perwakilan

BAB I PENDAHULUAN. perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 15/I3/LK/2011 Tentang TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA AKUNTAN PUBLIK INSTITUT PERTANIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik dewasa ini. Pola-pola lama

PENILAIAN PENERAPAN TATA KELOLA BPR

TOLOK UKUR DAN TATA CARA PENILAIAN KINERJA MAJELIS WALI AMANAT INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerbitkan serangkaian

Piagam Komite Audit. PT Astra International Tbk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR REVIU LAPORAN KEUANGAN OLEH INSPEKTORAT

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PD BPR BAHTERAMAS WAKATOBI TAHUN 2017

LAMPIRAN II SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 8 /SEOJK.03/2016 TENTANG PENERAPAN TATA KELOLA BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA NOMOR /UN40/HK//2017 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perhatian utama masyarakat pada sektor publik atau pemerintahan adalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian. Ditetapkannya Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. dalam satu periode. Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No.1

PEDOMAN PELAKSANAAN KERJA PIAGAM KOMITE AUDIT TELKOM GROUP

Laporan aktivitas PKBL, dimana aset neto akhir tahun 2015 sebesar Rp

PIAGAM KOMITE AUDIT PT PP LONDON SUMATRA INDONESIA Tbk

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk penyelenggaraan pengelolaan

PEDOMAN KERJA KOMITE AUDIT

BAB. I PENDAHULUAN. Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa: Pengelolaan Barang Milik Daerah

BULETIN TEKNIS NOMOR 01 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH

Kata Sambutan Kepala Badan

BAB I PENDAHULUAN. mungkin dapat tertutupi hanya dengan mengandalkan sumber daya internal. Salah

BAB 1 PENDAHULUAN. hal pengelolaan keuangan dan aset daerah. Berdasarkan Permendagri No. 21 Tahun

BAB 1 PENDAHULUAN. Adanya efek globalisasi membuat Negara menyelaraskan serta

Standar Audit SA 510. Perikatan Audit Tahun Pertama Saldo Awal

BAB I PENDAHULUAN. Tata kelola pemerintahan yang baik (Good Government Governance)

TINJAUAN UMUM AUDIT KEUANGAN NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. Penelitian ini membahas tentang kebijakan mengenai Sistem Pengendalian

PERTEMUAN 2: CAKUPAN AUDIT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengelolaan perusahaan dilakukan oleh dua pihak berbeda, dalam hal ini pihak principal

SURAT PERIKATAN AUDIT

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA KOMITE AUDIT

BAB I PENDAHULUAN. dalam pelaporan keuangan adalah laporan keuangan itu sendiri. Menurut Belkaui

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Seiring dengan adanya perubahan masa dari orde baru ke era

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya tuntutan masyarakat atas terwujudnya good governance di Indonesia

PIAGAM KOMITE AUDIT 2015

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

KEPUTUSAN DEWAN KOMISARIS PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (PERSERO) NOMOR : PC-07/05/2014 TENTANG PIAGAM KOMITE AUDIT

BAB I PENDAHULUAN. Sejak era globalisasi ini, pertumbuhan dunia bisnis semakin pesat. Hal ini dapat

BAB I PENDAHULUAN. Negara mengelola dana yang sangat besar dalam penyelenggaraan pemerintahannya.

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang digunakan oleh beberapa pihak untuk mengambil keputusan,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV PENUTUP. A. Kesimpulan

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA KOMITE AUDIT

PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH OLEH BPK RI.

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RI ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2016 KEMENRISTEKDIKTI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah.

PIAGAM KOMITE AUDIT. ( AUDIT COMMITTE CHARTER ) PT FORTUNE MATE INDONESIA Tbk

SEttEN IN00NESiA GRO IPIEDOMAN KERJA(CHARTER) KOMITE AUDI丁. PToSEMEN丁 ONASA

PERIKATAN AUDIT TAHUN PERTAMA SALDO AWAL

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

Tinjauan Mata Kuliah A. RELEVANSI

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BMKG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH INSPEKTORAT TAHUN 2015

5. Memastikan bahwa tidak ada kewajiban perusahaan yang belum dicatat per tanggal neraca

BAB I PENDAHULUAN. baik ( good governance government ). Hal tersebut dapat diwujudkan melalui

BAB I PENDAHULUAN. ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 telah berlangsung. AFTA merupakan kerja

PT. MALINDO FEEDMILL, Tbk. No. Dokumen = 067/CS/XI/13 PIAGAM KOMITE AUDIT. Halaman = 1 dari 10. PIAGAM Komite Audit. PT Malindo Feedmill Tbk.

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 pasal 32 ayat 1 dan 2 tentang keuangan

BAB I PENDAHULUAN. transparansi pada laporan keuangan pemerintah daerah. Munculnya Undangundang

KONFERENSI NASIONAL APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH TAHUN 2010 SIMPULAN

keberlangsungan suatu perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan go public. Peningkatan jumlah perusahaan go public diikuti dengan tingginya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SUMBERDAYA SEWATAMA

BAB IV PEMBAHASAN. dilakukan penulis untuk mengetahui jenis usaha yang dijalankan oleh perusahaan,

TINJAUAN UMUM AUDIT KEUANGAN NEGARA

Transkripsi:

Pendapat dan Kesimpulan Working Group Keuangan & Audit atas Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan ITB BHMN Tahun Buku yang Berakhir 31 Desember 2012 I. Lingkup Pekerjaan Audit Lingkup pekerjaan oleh Auditor Independen adalah melakukan audit atas Laporan Keuangan ITB BHMN untuk Tahun Buku yang berakhir 31 Desember 2012 yang meliputi: (1) Laporan Auditor Independen Satuan Usaha Komersial (SUK), (2) Laporan Auditor Independen Satuan Kekayaan dan Dana (SKD), (3) Laporan Auditor Independen Satuan Akademik (SAk), (4) Laporan Auditor Independen Gabungan ITB BHMN, (5) Laporan Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, (6) Laporan Evaluasi terhadap Pengendalian Intern, (7) Management Letter yang mencakup mengenai observasi dan rekomendasi untuk perbaikan pengendalian intern, sistem dan prosedur pelaporan manajemen, (8) Laporan Auditor Independen dalam bentuk ringkas untuk kepentingan publikasi. II. Independensi Auditor Eksternal Mengacu kepada prosedur pengadaan jasa audit (kantor akuntan publik) Institut Teknologi Bandung sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku untuk mendapatkan jasa akuntansi untuk audit Laporan Keuangan ITB BHMN Tahun 2012, Working Group yakin bahwa Kantor Akuntan Publik Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih (KAP KBS), yang melaksanakan pekerjaan audit atas Laporan Keuangan ITB BHMN akhir tahun 2012, adalah independen. III. Proses Audit Working Group berpendapat bahwa proses audit oleh KAP Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih telah dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan Akuntan Publik. Oleh 1

karenanya kesimpulan yang diperoleh dan opininya dapat dipakai sebagai acuan untuk pendalaman dan melakukan tindak lanjut oleh manajemen ITB BHMN. IV. Hasil Pekerjaan Audit Hasil pekerjaan audit terhadap Laporan Keuangan ITB BHMN Tahun 2012 dilaporkan dalam 8 (delapan) dokumen, sebagai berikut: (1) Laporan Auditor Independen No. 008/SK/KA/L/III/2013 dan Laporan Keuangan SUK ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (2) Laporan Auditor Independen No. 009/SK/KA/L/III/2013 dan Laporan Keuangan SKD ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (3) Laporan Auditor Independen No. 010/SK/KA/L/III/2013 dan Laporan Keuangan SAk ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (4) Laporan Auditor Independen No. 011/SK/KA/L/III/2013 dan Laporan Keuangan Gabungan ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (5) Laporan Auditor Independen No. 014/SK/KA/L/IV/2013 dan Laporan Keuangan Sistem Pengendalian Internal ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (6) Laporan Auditor Independen No. 015/SK/KA/L/IV/2013 dan Laporan Keuangan Kepatuhan ITB PTNBH Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011; (7) Management Letter No. 001/KA/ML/IV/2013 atas Sistem Pengendalian Intern dan Peraturan & Perundang-undangan ITB PTNBH untuk tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012; (8) Laporan Auditor Independen dalam bentuk ringkas (Condens) untuk kepentingan publikasi. V. Pendapat Working Group atas Substansi Laporan Auditor Independen KAP Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih atas Laporan Keuangan ITB BHMN Tahun Buku Yang Berakhir 31 Desember 2012 Working Group pada rapat tanggal 13 April 2013 mendengarkan paparan KAP Koesbandijah, Beddy Samsi & Setiasih, untuk mendapat pemahaman atas laporan hasil pemeriksaan tersebut di atas dan berkesimpulan sebagai berikut: 2

(i) (ii) (iii) (iv) (v) Kemajuan telah dicapai dalam penyusunan Laporan Keuangan ITB BHMN, antara lain, sebagian besar temuan audit sebelumnya sudah ditindaklanjuti, penyusunan Laporan Keuangan ITB-BHMN unaudited dilaksanakan sesuai PSAK dan tepat waktu. Performa ini perlu tetap dipertahankan. Namun demikian masih terdapat temuan kekeliruan pembukuan yang perlu mendapat perhatian ITB untuk disempurnakan. Upaya untuk mengintegrasikan berbagai proses akuntansi yang berbasis aplikasi Oracle Financial dan aplikasi Non-Oracle Financial, upaya untuk meningkatkan kompetensi dan disiplin SDM perlu tetap dilanjutkan, serta upaya untuk melengkapi SOP. Pada tahun 2011 implementasi modul-modul Oracle Financial telah dilakukan sebagian besar. Proses interface (penyelarasan) antara modul-modul Non-Oracle Financial dengan Oracle Financial terus dilakukan. Dari modul Oracle Financial yang sudah diimplementasikan perlu tetap dipertahankan penggunaannya secara optimal termasuk modul aset tetap dan proses pembuatan Laporan Keuangan (Report Generator) dalam modul GL. Proses akuntansi Pendapatan kegiatan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (PPM), Piutang dan Hutang Kegiatan yang dilaksanakan oleh LPPM masih dilakukan paralel secara manual yaitu dengan proses inventarisasi dokumen (manual) melengkapi proses akuntansi online Oracle Financial. Pada tahun ini, proses akuntansi untuk kegiatan PPM yang dilaksanakan oleh fakultas dapat dilakukan lebih akurat dan lebih tepat waktu dari tahun lalu. Namun demikian masih perlu penyempurnaan pada proses rekonsiliasi laporan Direktorat Keuangan dengan LPPM/Fakultas. Menindaklanjuti temuan audit tahun lalu, investasi jangka panjang pada KSO Sabuga yang masuk dalam kelompok SUK sudah diaudit kantor akuntan publik sehingga tidak berpengaruh pada opini Akuntan Publik atas Laporan Keuangan SUK. Permasalahan isi perjanjian KSO tidak menjadi permasalahan bagi KAP. Investasi Jangka Panjang pada anak perusahaan/unit Usaha Komersial (UUK) di SUK sebanyak 11 UUK, seluruhnya telah diaudit. Dari 11 UUK yang diaudit, 10 UUK mendapat opini akuntan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan 1 UUK mendapat opini akuntan Wajar dengan Pengecualian (WDP). Kondisi ini tidak 3

berpengaruh pada opini Akuntan Publik atas Laporan Keuangan SUK karena nilainya dianggap tidak material relatif terhadap Laporan Keuangan ITB BHMN. (vi) Proses akuntansi secara manual (inventaris dokumen) secara paralel dilakukan, yang sampai saat ini belum dapat sepenuhnya diproses melalui Oracle Financial masih berisiko untuk menjadi permasalahan audit yang signifikan yang mempengaruhi opini audit di periode yang akan datang. Sehingga optimalisasi implementasi aplikasi Oracle Financial dan Non-Oracle Financial, peningkatan kompetensi dan disiplin SDM akuntansi dan penyempurnaan SOP harus terus dilakukan. (vii) Mengoptimalkan implementasi dan manajemen Aplikasi Teknologi Informasi yang terintegrasi, termasuk Oracle dan Non-Oracle, dengan membentuk Unit Organisasi yang mempunyai kewenangan lintas departemen dan unit dalam melakukan desain, develop, implemen, dan maintain aplikasi-aplikasi teknologi informasi. Unit ini diusulkan dipimpin oleh seorang chief information officer (CIO) yang bertanggungjawab langsung kepada Rektor. Dengan demikian, upaya LPPM mengembangkan Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIPPM) dari semula dapat didesain agar dapat diintegrasikan dengan aplikasi Oracle Financial dan aplikasi Non Financial. (viii) Dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 44 tanggal 12 April 2012 dan Undang-undang No. 12 tanggal 10 Agustus 2012 dan PP. 74 tahun 2012, ITB telah merubah kebijakan akuntansi dari acuan PP RI No. 155/2000 yang mengatur Badan Hukum Milik Negara ke dalam pola Badan Layanan Umum, untuk Laporan Keuangan yang Berakhir 31 Desember 2012. Untuk kepentingan analisa perbandingan Laporan Keuangan yang berakhir 31 Desember 2011 telah disesuaikan. VI. Evaluasi Working Group terhadap Hasil Pekerjaan Audit Working Group telah mendengar paparan dan mempelajari laporan-laporan tersebut dengan hasil evaluasi: (i) Memahami temuan, saran, rekomendasi, dan komentar dalam semua laporan audit tersebut dalam bab IV; dan (ii) Mendorong saran dan rekomendasi dalam semua laporan audit tersebut dalam bab IV untuk dikaji dan didalami lebih lanjut oleh manajemen ITB. 4

VII. Kesimpulan Working Group (i) Laporan Keuangan ITB BHMN Tahun 2012 yang disertai dengan semua laporan pekerjaan audit oleh auditor independen seperti dirinci dalam bab IV di atas dapat diteruskan ke Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan kepada kalangan internal ITB disertai dengan pertimbangan agar semua laporan yang disampaikan tersebut dapat dimasukkan ke dalam public domain; (ii) Pengembangan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan ITB BHMN tahun 2011 sudah mempunyai arah yang baik dan perlu dilanjutkan dengan memanfaatkan rekomendasi yang dihasilkan oleh kantor akuntan independen; (iii) Opini audit tahun 2012 adalah sama dengan opini tahun sebelumnya. Namun, proses akuntansinya harus terus disempurnakan dan audit UUK secara menyeluruh harus tetap dipertahankan; VIII. Saran Working Group (i) ITB BHMN harus segera mengkaji dan menetapkan landasan kebijakan dan sistem keuangan dan akuntansi ITB sejalan dengan perkembangan penerapan standar pelaporan akuntansi dan keuangan yang berbasis IFRS. (ii) Jajaran organisasi Rektor dan Dekan ITB perlu meningkatkan kemampuan dan disiplin dalam memproses dan menyajikan data dan informasi keuangan dan akuntansi yang up-to-date. (iii) Mempercepat transisi proses akuntansi yang masih paralel (manual dan online Oracle Financial) dengan batas waktu yang ditetapkan. (iv) Memperkuat tata kelola dan organisasi pengelola dari fungsi untuk mengembangkan, mengimplementasi, serta merawat aplikasi keuangan dan akuntansi yang terintegrasi agar rekomendasi pada bab V butir (vii) ditindak-lanjuti untuk diimplementasi sesegera mungkin. (v) Menyediakan SDM yang dibutuhkan untuk melaksanakan program pengembangan, implementasi dan perawatan sistem aplikasi keuangan dan akuntansi ITB. (vi) Modul-modul Oracle Financial agar diimplementasikan/dilaksanakan dengan memaksimalkan fungsi dan features yang disediakan oleh aplikasi. 5

(vii) Mengusulkan kepada Direktorat Keuangan agar memastikan bahwa management letters dari audit ini disampaikan kepada masing-masing departemen yang terkait untuk ditindak-lanjuti sehingga pada tahun berikutnya permasalahan yang sama tidak muncul lagi. IX. Penutup Pendapat dan Kesimpulan Working Group atas Laporan Audit ITB BHMN Tahun 2012 oleh Auditor Independen dalam dokumen ini dirumuskan sesuai dengan prosedur yang disepakati dalam rapat Working Group yang diadakan pada hari Sabtu, tanggal 13 April 2013 dengan tujuan untuk disampaikan kepada Advisory Board. Bandung, 2 Mei 2013 Working Group, Ir. Betti S. Alisjahbana, Koordinator Filino Harahap, Ph.D, Anggota Prof. Dr. Irwandy Arif, Anggota Drs. Soedarjono, Akt, CFE., Anggota Ir. Prasetyo Suhardi, Anggota Prof. Dr. Wiratni Ahmadi, SH., Anggota Untuk Working Group, Filino Harahap, Ph.D 6