MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI

3 MEMBUAT DATA SPASIAL

Instruksi Kerja Laboratorium Pedologi dan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcGIS 9.3

PENGANTAR : GEODATABASE 2. Personal Geodatabase 3 Komponen Geodatabase 3 Feature Class 4 ShapeFile 5 Tabel 6 LATIHAN : MEMBANGUN GEODATABASE 7

BAB 4 DIGITASI. Akan muncul jendela Create New Shapefile

PENGOLAHAN DATA METEOROLOGI = EKSTRAK DATA ANGIN =

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengenalan Dasar ArcGIS 10.2 JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

PERTEMUAN I PENGENALAN SHEET

Pengenalan Hardware dan Software GIS. Spesifikasi Hardware ArcGIS

MEMBUAT PETA POTENSI LONGSOR DAN RAWAN BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN ArcGIS 10.0

Bab IV. Pengenalan ArcGIS

MODUL PELATIHAN PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERETANAN PANTAI

Bab IV File Geodatabase

Bab IV File Geodatabase

16) Setelah layer contour masuk pilihan, pada kolom height_field pilih Elevation, dan pada kolom tag_field pilih <None>. Klik tombol OK.

BAB 3 KOREKSI KOORDINAT

CDS PLATINUM 4.13 BUDGET Kelompok Budget CDS GALAXYSOFT INDONESIA BUKU TRAINING

MAP VISION citrasatelit.wordpress.com MEI

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

2. GEO REFERENCING. A. Georeferencing menggunakan koordinat yang tertcantum dalam peta analog.

Membuat File Database & Tabel

DASAR-DASAR PEMROGRAMAN. MS-EXCEL dan VBA Macro

IX. DIGITASI ON SCREEN (Bagian I)

No Titik JL (m) Azimuth (o) Slope(%) dst

Penyusunan PETA RISIKO

LATIHAN : DIJITASI PETA

3. Pilih A new existing map, klik ceckbox Do not show this dialog again dan akhiri dengan klik Button OK. Maka layar ArcMap akan terbuka.

5 BEKERJA DENGAN FEATURES

Konsentrasi Sistem Informasi Geografis,Teknik Informatika, Fakultas Teknik Komputer Universitas Cokroaminoto Palopo

BAB VI. Ringkasan Modul. Mengedit Data Vektor Membuat Setting Snap Menambah Feature Linier Menambahkan Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut

OPERASI FILE Operasi File Dalam Visual Basic Membuka File

Guide Book untuk menggunakan System Aplikasi Expedisi. Panduan mengoperasikan system aplikasi expedisi.

Latihan Membuat Peta Tematik Sistem Koordinat Data Frame, TOC, Layer Pada Software Arc GIS 10.1

3. DIGITASI ON SCREEN. 1. Pastikan data raster yang akan didigitasi telah melalui proses Geo Referencing

Otodidak VBA MS Excel untuk Pemula

Dekstop Mapping (Bagian 1)

Membuat File Database & Tabel

Panduan Lengkap Otomatisasi Pekerjaan Menggunakan Macro Excel

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

Dekstop Mapping (Bagian 2)

DATABASE. Visual Data Manager

BAB-II OPERASI TABEL

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA II TRANSFORMASI PROYEKSI DAN DIGITASI ON SCREEN

Sesi Pokok Bahasan TIK Sub Pokok Bahasan Durasi Pre requisite Metoda/alat Referensi 1. Pengenalan

Latihan 2 : Displaying data

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl

MODUL MASTER ALASAN. Menu ini digunakan untuk menginput alasan yang akan dipakai pada saat pembuatan surat izin

BAB II MICROSOFT VISUAL STUDIO

Ahmad Zidni, S.T. SMK Gondang 2011

PANDUAN CARA MENGHITUNG LUAS INDONESIA DALAM SISTEM PROYEKSI UTM MENGGUNAKAN SOFTWARE ARCGIS 9.3

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

SCREEN DIGITIZING. A. Digitasi Point (Titik)

BAB VII. Ringkasan Modul:

Mengoperasikan Piranti Lunak OpenOffice.org Calc

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA III DIGITASI GARIS ATAU LINE

BAB I DATABASE ACCESS. Pada tahap awal kita akan membuat sebuah database yang terdiri dari 3 tabel yaitu

Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop

MANUAL PENGGUNAAN GIS BENIH

BAB III. Ringkasan Modul:

Buku Manual. Download, Aplikasi Aspak, dan Tanya Jawab.

BAB 3 TOOLBAR CUSTOMIZE DAN CONTROL TOOLBOX

Printing dalam web applications

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

Database dengan Microsoft Access 2003 Membuat Query

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

BAB II. Ringkasan Modul:

Modul Database dan Pengaksesannya dari FORM #1

MEMBUAT MAIL MERGE. dengan Microsoft Word. UNTUK KALANGAN SENDIRI Dilarang menyalin sebagian atau seluruh bagian modul ini tanpa ijin dari penyusun.

KATA PENGANTAR. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.

Aplikasi Komputer. Microsoft Office 2010 Microsoft Office Excel 2010 Bag 1. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Bab 16 Mengekspor Data, Mengambil Data dari Luar dan Menggunakan Password

Latihan 1: Mengoperasikan Excel

PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA. Oleh: Andri Oktriansyah

Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah

MAKRO VISUAL BASIC PENGGAJIAN PEGAWAI

ARCVIEW GIS 3.3. Gambar 1. Tampilan awal Arcview 3.3

PERTEMUAN 7 - MACRO 1

Tahap 2. Memilih basin untuk membuat DAS. 6) Klik tombol OK pada jendela Basin.

BAB 2 LANDASAN TEORI

KSI B ~ M.S. WULANDARI

Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

BAB 2 STATEMENT-STATEMENT PADA VBA EXCEL

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

Modul Praktikum Basis Data 12 Import dan Eksport Data

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE WORD 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter

PEMBUATAN NETWORK DATABASE

Modul ArcInfo. Gambar 1 Tampilan cara mengaktifkan Arcinfo. ArcInfo merupakan salah satu perangkat lunak GIS yang telah banyak

Expor - Edit - Impor Database Winisis

Untuk dapat memasuki aplikasi KUTAHU e-learning system anda Pertama-tama memasuki login. Login ini dimaksudkan untuk memasuki sistem aplikasi.

MICROSOFT ACCESS. Tombol Office/menu Tittle bar Close.

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

a. Menyiapkan database

BAB-I DATABASE DAN MENGENAL MICROSOFT ACCESS

Transkripsi:

MODUL PELATIHAN PEMBANGUNAN INDEKS KERENTANAN PANTAI Integrasi Data dan Penentuan IKP Disusun oleh : Asyari Adisaputra Heron Surbakti 2010

1. PENDAHULUAN Nilai dari Indeks kerentanan pesisir dipengaruhi oleh enam parameter yaitu geomorfologi, kenaikan muka laut relative, rata-rata selang pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan pantai, dan perubahan garis pantai. Parameter-parameter tersebut memiliki nilai perubahan yang konstan dan dinamis terhadap waktu. Parameter yang memiliki nilai perubahan konstan adalah geomorfologi, kenaikan muka laut relative dan elevasi. Sedangkan parameter yang memiliki nilai dinamis yaitu rata-rata selang pasut, rata-rata tinggi gelombang, dan perubahan garis pantai. Sebelum mendapatkan nilai Indeks kerentanan pesisir nilai-nilai dari keenam parameter tersebut harus dikelaskan terlebih dahulu. Nilai keenam parameter tersebut harus dikelaskan menjadi lima kelas yaitu kelas sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Dalam pengelasan ini ada empat kasus yang akan mempengaruhi range kelas dari keenam parameter tersebut. Kasus tersebut adalah kasus pantai barat, pantai timur, nasional dan lokal, namun yang akan dibahas hanya pada kasus lokal saja. Nilai Indeks kerentanan pesisir dapat dihitung dengan rumus a b c d e f IKP = 6 Dimana a = Nilai kelas parameter geomorfologi b = Nilai kelas parameter Kenaikan muka laut relatif c = Nilai kelas parameter rata-rata selang pasang surut d = Nilai kelas parameter rata-rata tinggi gelombang e = Nilai kelas parameter elevasi f = Nilai kelas parameter perubahan pantai 2. TUJUAN Tujuan yang akan dicapai adalah Menyatukan nilai semua parameter kedalam satu format file Dapat mengelaskan nilai masing-masing parameter sesuai dengan kasus lokal Dapat menghitung nilai Indeks kerentanan pesisir berdasarkan nilai-nilai parameter yang telah dikelaskan 1

3. TAHAPAN PENGOLAHAN 3.1. INTEGRASI DATA, PENGKELASAN PARAMETER DAN PERHITUNGAN IKP 1. Untuk integrasi data ini kita akan menyatukan keenam parameter yang mempengaruhi indeks kerentanan pesisir (geomorfologi, kenaikan muka air laut, rata-rata kisaran pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan, dan perubahan garis pantai). Keenam nilai dari parameter tersebut selama 11 tahun (1998-2008) disusun seperti dibawah ini 2. Nilai yang digunakan untuk mencari indeks kerentanan pesisir bukan nilai asli dari keenam parameter tersebut tetapi adalah nilai kelas dari keenam parameter tersebut. Sehingga terlebih dahulu nilai-nilai asli dari keenam parameter tersebut kita kelaskan terlebih dahulu. 3. Pengkelasan nilai parameter dapat terbagi menjadi 4 contoh kasus, yaitu kasus pantai barat, pantai timur, nasional dan lokal, namun yang akan dibahas disini hanya kasus lokal saja. Untuk menentukan batas nilai dalam pengelasan ini kita akan menggunakan percentile dalam Microsoft excel. 4. Nilai percentile yang di cari ada empat sehingga kita akan mendapatkan lima kelas untuk keenam parameter tersebut Percentile 1=percentile (blok semua data,0) Percentile 2=percentile (blok semua data,0.3333) Percentile 3=percentile (blok semua data,0.6667) Percentile 4=percentile (blok semua data,1) 2

Contoh : =percentile (H2:R5,0) =percentile (H2:R5,0.3333) =percentile (H2:R5,0.6667) =percentile (H2:R5,1) 5. Setelah mendapatkan nilai keempat percentile tersebut maka kita akan mendapatkan kelima kelas Kelas pertama : X < percentile 1 Kelas kedua : percentile 1 X < percentile 2 Kelas ketiga : percentile 2 X < percentile 3 Kelas keempat : percentile 3 X < percentile 4 Kelas kelima : X percentile 5 3

6. Setelah nilai range kelas tersebut didapatkan kita akan mulai mengkelaskan nilai asli pada masing-masing parameter. =IF(nilai geomorfologi >nilai range kelas 5,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 4,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 3,"kelas",IF(nilai geomorfologi > nilai range kelas 2,"kelas","kelas")))) Contoh : =IF(H2>4.5,"5",IF(H2>3.5,"4",IF(H2>2.5,"3",IF(H2>1.5,"2","1")))) 7. Setelah mendapatkan nilai kelas masing-masing parameter, kita dapat menentukan nilai Indeks kerentanan Pesisirnya. Indeks kerentanan pesisir dapat dihitung dengan cara a b c d e f IKP = 6 Dimana IKP a b c d e f = Indeks Kerentanan Pesisir = Nilai Kelas Parameter Geomorfologi = Nilai Kelas Parameter Kenaikan Muka Laut Relatif [mm/tahun] = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Selang Pasang-surut [m] = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Tinggi Gelombang [m] = Nilai Kelas Parameter Elevasi [m] = Nilai Kelas Parameter Perubahan Garis Pantai [m/tahun] 4

8. Perhitungan Indeks kerentanan dengan Microsoft excel kita terlebih dahulu harus menyusun sel-sel yang sama dalam satu daerah menggunakan fitur filter yang ada pada Microsoft excel Setelah itu kita pilih nomer sel yang sama pada daerah tersebut Setelah nomer sel yang sama tersusun maka kita tinggal mengalikan nilai kelas dari masing-masing parameter yang ada pada sel tersebut dengan rumus = sqrt((a b c d e f)/6) Dimana a = Nilai Kelas Parameter Geomorfologi b = Nilai Kelas Parameter Kenaikan Muka Laut Relatif [mm/tahun] c = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Selang Pasang-surut [m] d = Nilai Kelas Parameter Rata-rata Tinggi Gelombang [m] e = Nilai Kelas Parameter Elevasi [m] f = Nilai Kelas Parameter Perubahan Garis Pantai [m/tahun] Hasil dari perhitungan tersebut merupakan Indeks kerentanan pesisir pada satu sel di suatu daerah. 5

3.2. PENGKELASAN DAN PERHITUNGAN IKP MENGGUNAKAN MAKRO EXCEL 1. Selain dengan cara yang telah disebutkan di atas, pengkelasan nilai per parameter dan menghitung nilai IKP dapat dihitung dengan menggunakan program yang dibuat pada makro excel. 2. Setelah nilai per parameter disusun seperti langkah nomer 1, kemudian file disimpan dalam format *.txt dalam folder D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\1- Data_Indikator_Gabungan 3. Kemudian buka baris programnya yang berada pada folder D:\@-IK- Training\Modul-09-Integrasi\Prog 4. Buka program tersebut pada makro excel, pilih view macros record macro 5. Kemudian akan muncul tampilan record macronya, pada tampilan tersebut macro namenya tidak perlu diganti, langsung saja pilih OK 6. Pilih kembali view macros stop recording 6

7. Untuk menampilkan layar untuk mengcopy baris program tersebut kita pilih kembali view macros view macros 8. Kemudian akan muncul tampilan macro, kita pilih edit 9. Setelah itu muncullah tampilan Microsoft visual basic, tulisan yang berada di layar utama dapat dihapus karena kita tidak membutuhkan itu lagi. 7

Kemudian baris program kita copy ke layar utama tersebut. Kemudian ubah directory file dan range nilai masing-masing kelas per parameternya. Setelah itu kita jalankan program tersebut dengan cara mengklik icon ( ) 10. Hasil pengkelasan parameter dan nilai IKP akan muncul pada folder D:\@-IK- Training\Modul-09-Integrasi\2-Hasil_Integrasi 8

3.3. BARIS PROGRAM YANG DIGUNAKAN Sub Main() Dim DDIR$, T$, S$, HPAR$, PAR$, CLOK$, CIND$, CKAB$, NKAB$, CSEL$, CPAR$, NPAR$, JS$, II$, CCVI$, CV2$ Dim JN, I, J, K, L, M, PJ, DD, JD, JCV, RJCV Dim LN(6, 5), LM(6, 5), DT$(19), ID(6, 51, 6, 19), SD$(19), CV$(6, 51, 19) Diisi dengan input untuk program ini (berisi data gabungan keenam parameter), sedangkan baris dibawahnya merupakan output dari program ini DDIRD$ = "D:\My Documents\Modul-14-Integrasi\1-Data_Indikator_Gabungan\" DDIRS$ = "D:\My Documents\Modul-14-Integrasi\2-Hasil_Integrasi\" 'DATA BATAS NILAI TIAP INDIKATOR Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas geomorfologi yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'GEOMORFOLOGI --> 1 LN(1, 1) = 0: LM(1, 1) = 1.5 LN(1, 2) = 1.5: LM(1, 2) = 2.5 LN(1, 3) = 2.5: LM(1, 3) = 3.5 LN(1, 4) = 3.5: LM(1, 4) = 4.5 LN(1, 5) = 4.5: LM(1, 5) = 5.5 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas kenaikan muka laut relatif yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'KENAIKAN MUKA LAUT RELATIF --> 2 LN(2, 1) = 0: LM(2, 1) = 4.050707 LN(2, 2) = 4.050708: LM(2, 2) = 4.164167 LN(2, 3) = 4.164168: LM(2, 3) = 4.268013 LN(2, 4) = 4.268014: LM(2, 4) = 4.328247 LN(2, 5) = 4.328248: LM(2, 5) = 9999 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas rata-rata kisaran pasut yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'RATA-RATA KISARAN PASUT --> 3 LN(3, 1) = 0.981339: LM(3, 1) = 9999 LN(3, 2) = 0.934447: LM(3, 2) = 0.981338 LN(3, 3) = 0.866499: LM(3, 3) = 0.934447 9

LN(3, 4) = 0.745650: LM(3, 4) = 0.866498 LN(3, 5) = 0: LM(3, 5) = 0.745649 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas rata-rata tinggi gelombang yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'RATA-RATA TINGGI GELOMBANG --> 4 LN(4, 1) = 0: LM(4, 1) = 0.419228 LN(4, 2) = 0.419229: LM(4, 2) = 0.484950 LN(4, 3) = 0.484951: LM(4, 3) = 0.524305 LN(4, 4) = 0.524306: LM(4, 4) = 0.607722 LN(4, 5) = 0.607723: LM(4, 5) = 9999 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas kemiringan yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'KEMIRINGAN --> 5 LN(5, 1) = 1.7074: LM(5, 1) = 9999 LN(5, 2) = 1.1392: LM(5, 2) = 1.7073 LN(5, 3) = 0.9176: LM(5, 3) = 1.1391 LN(5, 4) = 0.2181: LM(5, 4) = 0.9175 LN(5, 5) = 0: LM(5, 5) = 0.2180 Nilai ini diubah berdasarkan nilai batas perubahan garis pantai yang telah dicari melalui percentile sebelumnya 'PERUBAHAN GARIS PANTAI --> 6 LN(6, 1) = 7.94967: LM(6, 1) = 9999 LN(6, 2) = 0.68037: LM(6, 2) = 7.94966 LN(6, 3) = -0.14385: LM(6, 3) = 0.68036 LN(6, 4) = -1.60703: LM(6, 4) = -0.14384 LN(6, 5) = -9999: LM(6, 5) = -1.60702 JN = 19 JN = JN - 1 T$ = "," S$ = Chr(9) Open DDIRD$ + "Data_Indikator.txt" For Input As #1 Line Input #1, HPAR$ Open DDIRS$ + "Data_Klf.txt" For Output As #2 Print #2, HPAR$ 10

While Not EOF(1) Line Input #1, PAR$ For I = 1 To JN PJ = Len(PAR$) L = InStr(1, PAR$, T$) DT$(I) = Mid$(PAR$, 1, L - 1) PAR$ = Mid$(PAR$, L + 1, PJ - L) If I = JN Then DT$(I + 1) = PAR$ Next I CLOK$ = Trim(DT$(1)) CIND$ = Trim(DT$(2)) CKAB$ = Trim(DT$(3)) NKAB$ = Trim(DT$(4)) CSEL$ = Trim(DT$(5)) CPAR$ = Trim(DT$(6)) NPAR$ = Trim(DT$(7)) If CKAB$ = "3603" Then I = 1 If CKAB$ = "3175" Then I = 2 If CKAB$ = "3216" Then I = 3 If CKAB$ = "3326" Then I = 4 If CKAB$ = "3375" Then I = 5 If CKAB$ = "3578" Then I = 6 J = Val(CSEL$) K = Val(CPAR$) For L = 8 To 19 For M = 1 To 5 DD = Val(DT$(L)) If DD > LN(K, M) And DD <= LM(K, M) Then ID(I, J, K, L) = M SD$(L) = Trim(Str(M)) End If Next M Next L 11

Print #2, CLOK$ + S$ + CIND$ + S$ + CKAB$ + S$ + NKAB$ + S$ + CSEL$ + S$ + CPAR$ + S$ + NPAR$ + _ S$ + SD$(8) + S$ + SD$(9) + S$ + SD$(10) + S$ + SD$(11) + S$ + SD$(12) + S$ + SD$(13) + _ S$ + SD$(14) + S$ + SD$(15) + S$ + SD$(16) + S$ + SD$(17) + S$ + SD$(18) + S$ + SD$(19) Wend Close #2 Close #1 Open DDIRS$ + "Data_CVI.txt" For Output As #2 Print #2, "LOKASI" + S$ + "KODE_CVI" + S$ + "KODE_KAB" + S$ + "NAMA_KAB" + S$ + "KODE_SEL" + S$ + "CVI_1998" + S$ + "CVI_1999" + S$ + "CVI_2000" + S$ + _ "CVI_2001" + S$ + "CVI_2002" + S$ + "CVI_2003" + S$ + "CVI_2004" + S$ + "CVI_2005" + S$ + "CVI_2006" + S$ + "CVI_2007" + S$ + "CVI_2008" + S$ + "RATA_CVI_1" + S$ + "RATA_CVI_2" For I = 1 To 1 If I = 1 Then JD = 51: II$ = "1": CKAB$ = "3603": NKAB$ = "TANGERANG" If I = 2 Then JD = 37: II$ = "2": CKAB$ = "3175": NKAB$ = "KOTA JAKARTA UTARA" If I = 3 Then JD = 46: II$ = "3": CKAB$ = "3216": NKAB$ = "BEKASI" If I = 4 Then JD = 11: II$ = "4": CKAB$ = "3326": NKAB$ = "PEKALONGAN" If I = 5 Then JD = 10: II$ = "4": CKAB$ = "3375": NKAB$ = "KOTA PEKALONGAN" If I = 6 Then JD = 45: II$ = "5": CKAB$ = "3578": NKAB$ = "KOTA SURABAYA" For J = 1 To JD If J < 10 Then JS$ = "00" + Trim(Str(J)) If J >= 10 And J < 100 Then JS$ = "0" + Trim(Str(J)) If J >= 100 And J < 1000 Then JS$ = Trim(Str(J)) CCVI$ = CKAB$ + "_" + JS$ For L = 8 To 19 CV$(I, J, L) = Trim(Str(Sqr((ID(I, J, 1, L) * ID(I, J, 2, L) * ID(I, J, 3, L) * ID(I, J, 4, L) * ID(I, J, 5, L) * ID(I, J, 6, L)) / 6))) Next L 12

JCV = Val(CV$(I, J, 8)) + Val(CV$(I, J, 9)) + Val(CV$(I, J, 10)) + Val(CV$(I, J, 11)) + Val(CV$(I, J, 12)) + Val(CV$(I, J, 13)) + Val(CV$(I, J, 14)) + _ Val(CV$(I, J, 15)) + Val(CV$(I, J, 16)) + Val(CV$(I, J, 17)) + Val(CV$(I, J, 18)) If JCV <> 0 Then RJCV = JCV / 11 Else RJCV = 0 End If CV2$ = Trim(Str(RJCV)) Print #2, II$ + S$ + CCVI$ + S$ + CKAB$ + S$ + NKAB$ + S$ + JS$ + S$ + CV$(I, J, 8) + S$ + CV$(I, J, 9) + S$ + CV$(I, J, 10) + S$ + CV$(I, J, 11) + S$ + CV$(I, J, 12) + S$ + _ CV$(I, J, 13) + S$ + CV$(I, J, 14) + S + CV$(I, J, 15) + S + CV$(I, J, 16) + S + CV$(I, J, 17) + S + CV$(I, J, 18) + S + CV$(I, J, 19) + S + CV2$ Next J Next I Close #2 End Sub 13

3.4. INTEGRASI DATA MASING-MASING PARAMETER KE GIS 1. Buka D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\2-Hasil_Integrasi\Data_Klf.txt Pastikan pada file tersebut terdapat nilai 6 parameter pada satu daerah. Pastikan juga nomer parameternya tersusun urut (geomorfologi, kenaikan muka laut relative, rata-rata kisaran pasut, rata-rata tinggi gelombang, kemiringan, dan perubahan garis pantai) Kemudian buka file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3-GIS_Lokasi\1- Tangerang\ID_Indikator.txt copy nilai kelas per parameter pada file Data_Klf ke dalam file ini. 2. Buka ArcMap ( ) pada ArcGis kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini 14

Pilih pilihan A new empty map. 3. Kemudian pilih untuk memasukkan file yang akan kita integrasikan ke GIS, kemudian setelah kita tambahkan file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3- GIS_Lokasi\1-Tangerang\ID_Indikator.txt, double klik pada file tersebut untuk menampilkan data file tersebut. Pilih Display XY Data Selanjutnya pada tampilan Display XY data isi X Field dengan bujur dan Y Field dengan Lintang. Setelah itu pilih Edit, setelah muncul tampilan seperti di bawah pilih Select Geographic coordinate system world WGS 1984.prj Sehingga muncullah tampilan data tersebut 15

4. Kemudian eksport file tersebut kedalam bentuk spasial dengan cara klik kanan pilih data eksport data. Pilih data frame tanda untuk memilih folder penyimpanan data. 5. Kemudian masukkan lagi file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3- GIS_Lokasi\1-Tangerang\data_indikator_n 16

Overlay dengan hasil sebelumnya sehingga menghasilkan tampilan seperti ini 6. Sebelumnya kita search delete field pada toolbox ArcGis untuk menghapus beberapa field yang tidak diperlukan, kemudian akan muncul seperti gambar di bawah ini 17

Selain 7 field tersebut, field yang lain dapat kita hapus karena tidak terlalu dibutuhkan. 7. Kemudian pada kolom toolbox ArgGis kita pilih Spatial Join untuk menyatukan data. Isi target featurenya dengan data_indikator_n, sedangkan join featuresnya isi dengan file hasil awal. 18

Kemudian setelah itu kita pilih OK. 8. Setelah itu muncullah layer baru yang menandakan kedua file tersebut telah tergabung. Untuk menampilkan graduated color dapat dityangkan seperti penjelasan pada pengantar GIS sebelumnya. 9. Hal yang sama berlaku juga untuk integrasi Indeks kerentanan pesisir ke dalam GIS, yang membedakan hanya filenya saja. Untuk IKP file D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\2- Hasil_Integrasi\Data_CVI.txt dan D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3- GIS_Lokasi\1-Tangerang\ID_CVI_Darat.dbf Copy kolom BUJUR, LINTANG, LOKASI, KODE_CVI, KODE_KAB, NAMA_KAB, dan KODE_SEL dari file kedua serta CVI_1998, dst dari file pertama. Gabungkan ke dalam satu file baru dan save dalam format *.txt. 19

10. Kemudian caranya sama dengan langkah nomer 3 dan seterusnya. File tersebut ditampilkan kemudian ubah proyeksinya menggunakan WGS 1984. Kemudian eksport data tersebut kedalam bentuk *.shp. Kemudian kita tampilkan D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3-GIS_Lokasi\1- Tangerang\Data_CVI_Darat.shp, sebelumnya hapus telebih dahulu field yang tidak terpakai pada file tersebut 20

Kemudian lakukan spatial join pada kedua file tersebut untuk menyatukan datanya. Muncullah perpaduan antara kedua file tersebut 21

4. DAFTAR FILE D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\1-Data_Indikator_Gabungan Data_Indikator (file *.txt) D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\2-Hasil_Integrasi Data_CVI (file *.txt) Data_Klf (file *.txt) D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\3-GIS_Lokasi 1-Tangerang (folder) o ID_Indikator_tangerang_kelas.txt o ID_CVI_tangerang.txt o ID_CVI_Darat.shp o ID_Indikator_tangerang_kelas.shp o ID_Indikator.dbf o ID_CVI_Darat.dbf o Data_Indikator_n.shp o Data_CVI_Darat.shp D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\4-Pengkelasan Percentile_lokal D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\4-Pengkelasan Data_CVI_tangerang.shp Data_Indikator_tangerang_kelas.shp D:\@-IK-Training\Modul-09-Integrasi\Prog 1-Prog-Hitung_CVI_KLF_GIS (file *.txt) 22

BIODATA INSTRUKTUR 1 Nama : Asyari Adisaputra Email : duadua_maret@yahoo.co.id Mobile : 081381597676 Instansi : Institut Pertanian Bogor BIODATA INSTRUKTUR 2 Nama : Heron Surbakti Email : heronsurbakti@yahoo.com Mobile : 085267009495 Instansi : Universitas Sriwijaya 23