BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Memberikan apersepsi dan Menanyakan kembali pengertian hidrologi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. lembar observasi berupa pengamatan aktivitas siswa dan pengamatan pengelolaan

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini dibuat berdasarkan data yang telah diperoleh dari

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis data dan temuan-temuan hasil penelitian, maka

1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Pertemuan I. Sekolah : SD Negeri Sembung 01. : 6.3. Menjumlahkan dan mengurangkan pecahan

PENERAPAN CTL DENGAN METODE JARIMATIKA UNTUK PENYELESAIAN SOAL PERKALIAN DASAR DI SD NEGERI 1 NGERONG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2009/2010, berlangsung selama kurang lebih tiga bulan yaitu pada bulan Februari

I. PENDAHULUAN. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dinilai berperan penting

Peningkatan Ketuntasan Belajar Siswa Melalui Model

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Siklus I Tindakan 1) I. Standar Kompetensi Menentukan sifat bangun ruang dan hubungan antar bangun.

BAB III METODE PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 04

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan luas bangun datar dengan menggunakan metode guided discovery

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SAINS (IPA) DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester

BAB V PEMBAHASAN. 1. Perencanaan Metode STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Matematika Pokok Bahasan Geometri Siswa Kelas V A Madrasah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 03

NASKAH PUBLIKASI. SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika.

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Proses PTK merupakan proses siklus yang dimulai dari menyusun

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 01

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas

Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah Tolitoli

Puspa Handaru Rachmadhani, Muhardjito, Dwi Haryoto Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang

kata kunci: bimbingan teknis, pendekatan kontekstual, dan mutu guru.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan materi perkalian bilangan. Adapun langkah-langkah mengajar yaitu mulai

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Rasiman 1, Wahyu Widayanto 2. Abstrak

DAFTAR GAMBAR. Gambar 2.1. Persegi Panjang ABCD 36 Gambar 2.2. Persegi panjang KLMN 37. Gambar 2.3. Persegi ABCD 39 Gambar 2.4.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS Dengan Pendekatan CTL Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Lisan dan Koneksi Matematis

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 02

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang ada dilapangan. Berdasarkan data hasil pengamatan langsung tanggal 8 Mei

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Selanjutnya data yang terkumpul diuraikan melalui analisa deskriptif. Yaitu analisa

IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKn SISWA DI SEKOLAH DASAR. Oleh. Arif Firmansyah*

TINJAUAN MATA KULIAH...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pembahasan Pelaksanaan Pembelajaran Siklus Menjelaskan arti pecahan dan urutannya

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENJUMLAHAN PECAHAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA SISWA KELAS V SDN INPRES CENGGU

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. kepada siswa untuk membaca dan memahami cerita tersebut secara

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN STRATEGI PROBLEM POSING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini akan disajikan data-data hasil penelitian terhadap peningkatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1. orang, yang terdiri dari 12 laki-laki dan 12 perempuan

BAB VI PENUTUP. 1. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Barisan dan Deret dengan. penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assited

BAB IV DESKRIPSI SETTING DAN HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( classroom. bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVELOPMENT

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di kelas IV SDN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian ini di uraikan dalam tahapan yang berupa siklus-siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kegiatan belajar mengajar pada pelaksanaan pembelajaran baik siklus I, siklus II,

BAB III METODE PENELITIAN. dengan Classroom Action Research. PTK merupakan penelitian yang dilakukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. desa blimbingsari, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Desa

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

NURHASANAH 1), Eka WARNA 1), dan HARIZON 1) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Jambi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. classroom action research. Menurut Kunandar PTK adalah suatu kegiatan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian tentang Peningkatan Hasil

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Pendekatan Kontekstual (CTL) Pada Perubahan Sifat Benda Siswa Kelas V SDN 3 Ogotua

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data penelitian yang dilakukan secara deskriptif ini diperoleh berupa lembar pengamatan aktivitas pendidik dan aktivitas peserta didik, data respon peserta didik, dan hasil tes kemampuan peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). A. Siklus Pertama. 1. Perencanaan. Pada tahap perencanaan peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian, Lembar Kerja Peserta didik, Media Pembelajaran, Lembar evaluasi, dan Lembar observasi. 2. Pelaksanaan Tindakan. Siklus pertama ini ini dilaksanakan pendekatan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) sebagai berikut : Di awal pelaksanaan pembelajaran, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi peserta didik dengan menanyakan apakah peserta didik pernah melakukan kegiatan yang ada hubungannya dengan menghitung pecahan. a. Pada kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran kontekstual peserta didik diberi dulu kesempatan untuk memberikan pendapat tentang menghitung pecahan dalam bentuk cerita. 2

3 b. Kemudian pendidik menjelaskan tentang menghitung pecahan tersebut, setelah itu pendidik memberikan contoh materi soal cerita yang sering dialami oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya. c. Pendidik membentuk kelompok kecil, kemudian diberi tugas untuk membuat soal cerita yang ada hubungannya dengan pecahan, dalam pembuatan soal pendidik membimbing peserta didik agar soal yang sudah dibuat harus dipahami oleh kelompok masing-masing. d. Soal yang sudah dibuat kemudian ditukarkan antar kelompok dan kemudian dikerjakan oleh kelompok tersebut. Setelah selesai mengerjakan kemudian pendidik membahas jawaban dari masingmasing kelompok. e. Pada kegiatan akhir pendidik dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. 3. Pengamatan/Observasi. Data yang dapat peneliti amati pada penelitian ini secara garis besar ada dua hal yaitu: a. Lembar pengamatan Proses Pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) dan aktivitas peserta didik untuk mengetahui bagaimana aktivitas selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Cauntextual Teaching and Learning.

No. Aspek yang diamati 1. Apakah ada penyampaikan pendahuluan? 2. Apakah ada penjelaskan tentang materi pelajaran? 3. Apakah ada pemberian motivasi pada peserta didik?. Apakah ada pelatihan terbimbing dalam pembelajaran CTL? 5. Apakah ada tes pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik bagi peserta didik yang bertanya dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas? 6. Apakah ada pelaksanaan resitasi / tanya jawab? 7. Apakah ada bimbingan peserta didik dalam melakukan refleksi? Tabel.1 Data Pengamatan CTL Sering Alternatif jawaban Kadangkadang Jarang Tidak Jumlah 2 2 3 3 2 2 2 2 Jumlah 12 3 6 0 21 Nilai rata-rata 1,70 0,3 0,9 0 2.13 Nilai kriteria (1) tidak (2) jarang (3) kadang-kadang () sering

5 Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh N = Jumlah Keseluruhan Σfx 21 M = x 100 = = 75 N 28 Dari tabel.1 tersebut bisa dilihat bahwa hasil pengamatan untuk aktivitas Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siklus I terdapat kriteria kurang baik yang terlihat pada aspek : pemberian motivasi pada peserta didik, resitasi/tanya jawab, dan bimbingan pada peserta didik dalam melakukan refleksi. Ketiga aspek tersebut merupakan kelemahan yang terjadi di siklus I, kemudian aspek-aspek tersebut dijadikan tolak ukur untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan di siklus II. Untuk aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dalam kategori sering adalah pendidik menyampaikan pendahuluan, pendidik menjelaskan materi pelajaran, dan pendidik memberikan pelatihan terbimbing dalam pembelajaran kontenstual. Untuk kategori kadang-kadang yaitu pendidik memeriksa pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik bagi peserta didik yang bertanya dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan

6 aktivitas pendidik dalam pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). Tabel.2 Data Pengamatan Aktivitas Peserta didik Alternatif jawaban No. Aspek yang diamati Kadangkadang Sering Jarang Tidak Jumlah 1. Apakah peserta didik memperhatikan penjelasan pendidik? 3 3 2. Apakah peserta didik mendengarkan / mengerjakan (LKS /soal), bekerja dalam kelompok, kooperatif? 2 2 3. Apakah peserta didik mempraktekkan strategi belajar kontekstual? 3 3. Apakah peserta didik berdiskusi antar peserta didik? 5. Apakah peserta didik berdiskusi dengan baik? 6. Apakah peserta didik menyajikan hasil pembelajaran? 7. Apakah peserta didik merefleksikan materi pelajarannya? Jumlah 12 6 0 22 Nilai rata-rata 1,7 0,9 0,6 0 22 Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh

7 N = Jumlah Keseluruhan Σfx 22 M = x 100 = = 78, 6 N 28 Dari tabel.2 di atas bisa dilihat hasil pengamatan aktivitas peserta didik yang dilakukan oleh rekan sejawat dalam kegiatan belajar mengajar di siklus I dengan menggunakan pembelajaran kontekstual, terdapat beberapa kriteria kurang baik yang terlihat pada aspek : peserta didik mendengarkan / mengerjakan soal yang diberi pendidik dan bekerja sama dalam kelompok kooperatif serta peserta didik berdiskusi antar peserta didik dan pendidik yang mengawasi. Dua aspek di atas merupakan penilaian kurang baik, sehingga merupakan suatu kelemahan yang terjadi di siklus I. Kemudian aspek tersebut dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan disiklus berikutnya. b. Data hasil tes kemampuan peserta didik untuk mengetahui kemampuan peserta didik sebelum dan sesudah menerapkan pendekatan pembelajaran Cauntextual Teaching and Learning. Dengan katagori nilai 80 setelah dilaksanakan pembelajaran Cauntextual Teaching and Learning. Tabel.3 Data Hasil Tes sebelum CTL No. Nama Peserta didik Nilai 1. Yordan 60 2. Aines Aprilia 60 3. Alfath Dwi A. 60. Bastian Adi P. 60 5. Abd. Azis 60 6. Nur Khasanah 60 7. Acm. Fardli A. 60 8. Anjas Mara 50 9. Arya Surya 50 10. Bagus Prasetyo 60 11. Dani Wijayanto 60

8 12. Diah Ayu 60 13. Dewi Syah Citra 70 1. Eka Arista 60 15. Gama Kusuma 50 16. Gayuh Dwi Nugraha 50 17. Moh. Iqbal 60 18. Jayanti Oktavia 70 19. Joko Susanto 60 20. Karina Dwi Astuti 70 21. Lia Para Mita 50 22. Lia Puji Lestari 60 23. Lorna Pracilla W. 60 2. M. ariansyah 60 25. Maida Mayangsari 60 26. Mario ardiansyah 60 27. Mirnawati S. 50 28. M. Syairofiq 60 29. M. Rochman 50 30. Natalia 60 31. Putri Alfiani 70 32. Retno Sudiati 60 33. Rizal Hermansyah 50 3. Septi Nila Sari 70 35. Susanti Ike 60 36. Yuliana Tania 50 Persentase penerapan : M = Rata-rata kelas Fx = Jumlah nilai N = Jumlah Peserta didik Σfx 2120 M = = = 58, 9 N 36 Dari hasil tes diatas menunjukan rendahnya nilai peserta didik dalam mengerjakan soal cerita. Tabel. Data Hasil Tes Siklus Pertama No. Nama Peserta didik Nilai 1. Yordan 60 2. Aines Aprilia 60 3. Alfath Dwi A. 60

9. Bastian Adi P. 60 5. Abd. Azis 60 6. Nur Khasanah 60 7. Acm. Fardli A. 60 8. Anjas Mara 50 9. Arya Surya 50 10. Bagus Prasetyo 60 11. Dani Wijayanto 60 12. Diah Ayu 60 13. Dewi Syah Citra 70 1. Eka Arista 60 15. Gama Kusuma 60 16. Gayuh Dwi Nugraha 50 17. Moh. Iqbal 60 18. Jayanti Oktavia 70 19. Joko Susanto 60 20. Karina Dwi Astuti 70 21. Lia Para Mita 50 22. Lia Puji Lestari 60 23. Lorna Pracilla W. 60 2. M. ariansyah 60 25. Maida Mayangsari 60 26. Mario ardiansyah 60 27. Mirnawati S. 50 28. M. Syairofiq 60 29. M. Rochman 50 30. Natalia 60 31. Putri Alfiani 70 32. Retno Sudiati 60 33. Rizal Hermansyah 60 3. Septi Nila Sari 70 35. Susanti Ike 60 36. Yuliana Tania 60 Persentase penerapan : M = Rata-rata kelas Fx = Jumlah nilai N = Jumlah Peserta didik Σfx 2150 M = = = 59, 7 N 36

50 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata peserta didik kelas V (Lima) MI. Nurul Huda I Surabaya memperoleh nilai 59,7 angka ini menunjukan masih rendah nilai yang diperoleh. Untuk itu perlu diadakan penelitian lanjutan yaitu penelitian siklus II yang diharapkan hasil nilai rata-rata pada peserta didik dapat meningkat dan pembelajaran Cauntextual Teaching and Learning dapat berhasil.. Refleksi. Pada proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut : a. Kurangnya motivasi pada peserta didik. b. Kurangnya melakukan resitasi/tanya jawab dengan peserta didik. c. Kurangnya bimbingan peserta didik dalam melakukan refleksi. d. Kurangnya berdiskusi, tanya jawab antar peserta didik. B. Siklus Kedua. 1. Rencana. Perencanaan penelitian pada siklus II ini sama dengan siklus I. Dan terfokus pada kekurangan pada siklus I dalam pelaksanaan Pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). Dalam siklus kedua ini pendidik menjelaskan dengan metode demontrasi. 2. Pelaksanaan Tindakan. Implementasi tindakan kelas siklus II sebagai berikut :

51 a. Di awal pelaksanaan pembelajaran, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dengan rinci, dan memotivasi peserta didik dengan contoh nyata yang ada di sekitarnya dan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. b. Pada kegiatan inti dalam pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching and Learning peserta didik berdemonstrasi di depan kelas, yaitu : dua orang peserta didik menjadi penjual dan menjadi pembeli. Kemudian menyimpulkan hasil demontrasi tersebut. c. Kemudian guru menjelaskan tentang hasil kesimpulan yang peserta didik buat. Peserta didik diberi kesempatan untuk bertanya. d. Guru membentuk kelompok kecil, kemudian diberi tugas untuk membuat soal cerita yang ada hubungannya dengan pecahan, dalam pembuatan soal guru membimbing Peserta didik agar soal yang sudah dibuat harus dipahami oleh kelompok masing-masing. e. Soal yang sudah dibuat kemudian ditukarkan antar kelompok dan kemudian dikerjakan oleh kelompok tersebut. Setelah selesai mengerjakan kemudian guru membahas jawaban dari masing-masing kelompok. f. Pada kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. 3. Observasi. Melakukan pengamatan pada proses Pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) siklus II.

52 No. Aspek yang diamati 1. Apakah ada penyampaikan pendahuluan? 2. Apakah ada penjelaskan tentang materi pelajaran? 3. Apakah ada pemberian motivasi pada peserta didik?. Apakah ada pelatihan terbimbing dalam pembelajaran CTL? 5. Apakah ada tes pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik bagi peserta didik yang bertanya dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas? 6. Apakah ada pelaksanaan resitasi / tanya jawab? 7. Apakah ada bimbingan peserta didik dalam melakukan refleksi? Tabel.5 Data Pengamatan Penerapan CTL oleh Pendidik Sering Alternatif jawaban Kadangkadang Jarang Tidak Jumlah 3 3 Jumlah 2 3 0 0 27 Nilai rata-rata 3,2 0,2 0 0 3,8 Nilai kriteria (1) tidak (2) jarang (3) kadang-kadang () sering

53 Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh N = Jumlah Keseluruhan M = Σfx 27 x 100 = = 96, N 28 Dari tabel.5 dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diamati dalam kegiatan belajar mengajar di siklus II ini, yang dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual telah mendapatkan penilaian yang cukup baik, namun kekurangan dalam siklus II adalah : tidak adanya resitasi. Dengan menyempurnakan aspek tersebut diharapkan hasil yang dicapai dapat maksimal mungkin dalam penerapan pendekatan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). Tabel.6 Data Pengamatan Aktivitas Peserta didik No. Aspek yang diamati 1. Apakah peserta didik memperhatikan penjelasan pendidik? 2. Apakah peserta didik mendengarkan / mengerjakan (LKS /soal), bekerja dalam kelompok, kooperatif? Sering Alternatif jawaban Kadangkadang Jarang Tidak Jumlah

5 3. Apakah peserta didik mempraktekkan strategi 3 belajar kontekstual?. Apakah peserta didik berdiskusi antar peserta didik? 5. Apakah peserta didik berdiskusi dengan baik? 6. Apakah peserta didik menyajikan hasil pembelajaran? 7. Apakah peserta didik merefleksikan materi pelajarannya? Jumlah 2 3 0 0 27 Nilai rata-rata 3,2 0,2 0 0 3,8 Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh N = Jumlah Keseluruhan M = Σfx 27 x 100 = = 96, N 28 Dari tabel.6 bisa dilihat bahwa aspek yang cukup pada aktivitas peserta didik dalam proses Contextual teaching and learning (CTL), yang perlu diperhatikan adalah : diskusi antar peserta didik agar hasil lebih maksimal. Tabel.7 Nilai Tes Kemampuan Peserta didik Siklus kedua No. Nama Peserta didik Nilai 1. Abdul 90

55 2. Aines Aprilia 80 3. Alfath Dwi A. 80. Bastian Adi P. 80 5. Abd. Azis 80 6. Nur Khasanah 80 7. Acm. Fardli A. 80 8. Anjas Mara 60 9. Arya Surya 80 10. Bagus Prasetyo 80 11. Dani Wijayanto 80 12. Diah Ayu 70 13. Dewi Syah Citra 90 1. Eka Arista 90 15. Gama Kusuma 90 16. Gayuh Dwi Nugraha 90 17. Moh. Iqbal 80 18. Jayanti Oktavia 80 19. Joko Susanto 80 20. Karina Dwi Astuti 70 21. Lia Para Mita 80 22. Lia Puji Lestari 70 23. Lorna Pracilla W. 70 2. M. ariansyah 80 25. Maida Mayangsari 70 26. Mario ardiansyah 70 27. Mirnawati S. 70 28. M. Syairofiq 80 29. M. Rochman 80 30. Natalia 70 31. Putri Alfiani 70 32. Retno Sudiati 80 33. Rizal Hermansyah 80 3. Septi Nila Sari 80

56 35. Susanti Ike 80 36. Yuliana Tania 80 Persentase penerapan : M = Rata-rata kelas Fx = Jumlah nilai N = Jumlah Peserta didik Σfx 2890 M = = = 80, 3 N 36 Dari tabel.10 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata peserta didik kelas V (Lima) Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda I Surabaya di siklus II ini diperoleh nilai rata-rata 80,3. Dari hasil tersebut bisa dilihat bahwa tes matematika pada materi soal cerita di siklus ini mengalami peningkatan. Jadi hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak dengan pendekatan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan peserta didik.. Refleksi. Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran diperoleh dari data hasil pengamatan bahwa : a. Kurang resitasi pada penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). b. Antar peserta didik kurang berdiskusi.

57 C. Siklus Ketiga. 1. Rencana. Perencanaan penelitian pada siklus III ini sama dengan siklus II. Dan terfokus pada kekurangan pada siklus II dalam pelaksanaan Pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). 2. Pelaksanaan Tindakan. Implementasi tindakan kelas siklus III sebagai berikut : a. Di awal pelaksanaan pembelajaran, pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran dengan rinci, dan memotivasi peserta didik dengan contoh nyata yang ada di sekitarnya dan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. b. Kegiatan inti peserta didik menyimak materi jarak, waktu dan kecepatan yang di peragakan oleh pendidik dengan media miniatur becak. c. Pendidik memberikan test kepada peserta didik. 3. Observasi Melakukan pengamatan pada proses Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) siklus III. Tabel.5 Data Pengamatan Penerapan CTL oleh Pendidik No. Aspek yang diamati 1. Apakah ada penyampaikan pendahuluan? 2. Apakah ada penjelaskan tentang materi pelajaran? Alternatif jawaban Sering Kadangkadang Jarang Tidak Jumlah

58 3. Apakah ada pemberian motivasi pada peserta didik?. Apakah ada pelatihan terbimbing dalam pembelajaran CTL? 5. Apakah ada tes pemahaman peserta didik dan memberikan umpan balik bagi peserta didik yang bertanya dan mengklarifikasikan materi yang kurang jelas? 6. Apakah ada pelaksanaan resitasi / tanya jawab? 7. Apakah ada bimbingan peserta didik dalam melakukan refleksi? Jumlah 28 0 0 0 28 Nilai rata-rata 0 0 0 Nilai kriteria (1) tidak (2) jarang (3) kadang-kadang () sering Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh N = Jumlah Keseluruhan

59 M = Σfx 28 x 100 = = 100 N 28 Dari tabel.5 dapat dilihat bahwa aspek-aspek yang diamati dalam kegiatan belajar mengajar di siklus III ini, yang dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual telah mendapatkan penilaian yang maksimal, namun demikian penerapannya harus benar-benar terorganisir. Dengan menyempurnakan aspek tersebut diharapkan hasil yang dicapai dapat maksimal mungkin dalam penerapan pendekatan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL). Tabel.9 Data Pengamatan Aktivitas Peserta didik No. Aspek yang diamati 1. Apakah peserta didik memperhatikan penjelasan pendidik? 2. Apakah peserta didik mendengarkan / mengerjakan (LKS /soal), bekerja dalam kelompok, kooperatif? 3. Apakah peserta didik mempraktekkan strategi belajar kontekstual?. Apakah peserta didik berdiskusi antar peserta didik? 5. Apakah peserta didik berdiskusi dengan baik? 6. Apakah peserta didik menyajikan hasil Sering Alternatif jawaban Kadangkadang Jarang Tidak Jumlah 3

60 pembelajaran? 7. Apakah peserta didik merefleksikan materi pelajarannya? Jumlah 2 3 0 0 27 Nilai rata-rata 3,2 0,2 0 0 3,8 Persentase penerapan : M = Persentase Fx = Jumlah yang diperoleh N = Jumlah Keseluruhan M = Σfx 27 x 100 = = 96, N 28 Dari tabel.9 bisa dilihat bahwa aspek yang cukup pada aktivitas peserta didik dalam proses Contextual teaching and learning (CTL), yang perlu diperhatikan adalah : diskusi antar peserta didik agar hasil lebih maksimal. Tabel.10 Nilai Tes Kemampuan Peserta didik Siklus ketiga No. Nama Peserta didik Nilai 1. Abdul 90 2. Aines Aprilia 85 3. Alfath Dwi A. 90. Bastian Adi P. 90 5. Abd. Azis 85 6. Nur Khasanah 85 7. Acm. Fardli A. 85 8. Anjas Mara 70 9. Arya Surya 90 10. Bagus Prasetyo 90 11. Dani Wijayanto 80 12. Diah Ayu 80 13. Dewi Syah Citra 95 1. Eka Arista 95

61 15. Gama Kusuma 90 16. Gayuh Dwi Nugraha 90 17. Moh. Iqbal 85 18. Jayanti Oktavia 80 19. Joko Susanto 80 20. Karina Dwi Astuti 80 21. Lia Para Mita 90 22. Lia Puji Lestari 80 23. Lorna Pracilla W. 70 2. M. ariansyah 85 25. Maida Mayangsari 80 26. Mario ardiansyah 80 27. Mirnawati S. 80 28. M. Syairofiq 85 29. M. Rochman 80 30. Natalia 80 31. Putri Alfiani 80 32. Retno Sudiati 80 33. Rizal Hermansyah 85 3. Septi Nila Sari 85 35. Susanti Ike 85 36. Yuliana Tania 80 Persentase penerapan : M = Rata-rata kelas Fx = Jumlah nilai N = Jumlah Peserta didik Σfx 3090 M = = = 85, 8 N 36 Dari tabel.10 dapat dilihat bahwa nilai rata-rata peserta didik kelas V (Lima) Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda I Surabaya di siklus III ini diperoleh nilai rata-rata 85,9. Dari hasil tersebut bisa dilihat bahwa tes matematika pada materi soal cerita di siklus ini mengalami peningkatan. Jadi hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menyimak

62 dengan pendekatan pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan peserta didik.. Refleksi Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran diperoleh dari data hasil pengamatan bahwa : a. Pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) oleh pendidik sudah maksimal. b. Pada peserta didik masih ada kekurangan yaitu diskusi antar peserta didik.