REPRESENTASI PENGETAHUAN (2) 3. Frame

dokumen-dokumen yang mirip
Representasi Pengetahuan : LOGIKA

Artificial Intelegence. Representasi Logica Knowledge

Representasi Pengetahuan (II)

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Arti Pengetahuan Produksi Jaringan Semantik Tiple Obyek-Atribut-Nilai Schemata : Frame dan Script

BAB 2 REPRESENTASI PENGETAHUAN

Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses, ST.

JARINGAN SEMANTIK (SEMANTIC NETWORK) & Muhlis Tahir SKEMA (SCHEME)

REPRESENTASI PENGETAHUAN. Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M. Kom

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Representasi Pengetahuan (Bagian 3) Logika dan Himpunan. Pertemuan 6

REPRESENTASI PENGETAHUAN

INTELEGENSI BUATAN. Pertemuan 4,5 Representasi Pengetahuan. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

Kecerdasan Bab 3: 3/18/2015

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Artificial Intelegence EKA YUNIAR

Proposition Logic. (Logika Proposisional) Bimo Sunarfri Hantono

KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - II) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

Refresentasi Pengetahuan 1

BAB V REPRESENTASI PENGETAHUAN

MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA

Representasi Pengetahuan. Oleh : Cahyo Anggoro Seto Yusuf Hadi

PERANAN DOMAIN PENAFSIRAN DALAM MENENTUKAN JENIS KUANTOR 1)

LOGIKA PROPOSISI. Bagian Keempat : Logika Proposisi

PENGENALAN LOGIKA MATEMATIKA

Logika Proposisi. Pertemuan 2 (Chapter 10 Schaum, Set Theory) (Chapter 3/4 Schaum, Theory Logic)

KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - I) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

Dua bagian dasar sistem kecerdasan buatan (menurut Turban) : dalam domain yang dipilih dan hubungan diantara domain-domain tersebut

TEORI HIMPUNAN (Kajian tentang Karakteristik, Relasi, Operasi dan Representasi Himpunan)

KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks

BAB I LOGIKA MATEMATIKA

Representasi Pengetahuan : Logika Predikat

BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?

LOGIKA Ponco Wali Pranoto PTI FT UNY create: Ratna W.

BAB IV REPRESENTASI PENGETAHUAN

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 10/28/2008> Pertemuan-1-2 1

Representasi Pengetahuan

METODE INFERENSI. Level 2. Level 3. Level 4

REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE REPRESENTATION)

Selamat Datang. MA 2151 Matematika Diskrit. Semester I, 2012/2013. Rinovia Simanjuntak & Edy Tri Baskoro

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

REPRESENTASI PENGETAHUAN

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

Teori Himpunan Ole l h h : H anu n n u g n N. P r P asetyo

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI. Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012

METODE INFERENSI (1)

MATERI 1 PROPOSITIONAL LOGIC

PROPOSISI. Novy SetyaYunas. Pertemuan 4

Silogisme Hipotesis Ekspresi Jika A maka B. Jika B maka C. Diperoleh, jika A maka C

Teori Dasar Himpunan. Julan HERNADI. December 27, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah, Ponorogo

Berdasarkan tabel 1 diperoleh bahwa p q = q p.

Matematika Industri I

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 2 September 2007 Pertemuan-1-2 1

Struktur Diskrit. Catatan kuliah Struktur Diskrit Program Ilmu Komputer. disusun oleh Yusuf Hartono Fitri Maya Puspita

Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada 1

q = Socrates is a man r = Socrates is mortal Bila dibuat tabel kebenaran, hasilnya invalid.

Teknik Informatika POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT BY: VJ REFERENSI: UNIV TRUNOJOYO & PTIIK

Logika Proposisi. Adri Priadana ilkomadri.com

Himpunan (set) Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

IMPLEMENTASI STRATEGI PERLAWANAN UNTUK PEMBUKTIAN VALIDITAS ARGUMEN DENGAN METODE REDUCTIO AD ABSURDUM

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

kusnawi.s.kom, M.Eng version

LOGIKA INFORMATIKA PROPOSITION LOGIC. Materi-2. Heri Sismoro, M.Kom. STMIK AMIKOM Yogyakarta

Himpunan. Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

DASAR-DASAR LOGIKA. Pertemuan 2 Matematika Diskrit

Himpunan. Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

CALCULUS PREDICATE, SENTENCES REPRESENTATION LECTURE 8. DR. Herlina Jayadianti., ST., MT

TABEL KEBENARAN. Liduina Asih Primandari, S.Si.,M.Si. P a g e 8

Himpunan. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Bahan kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Himpunan. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Teknik Informatika STEI - ITB 1

Kode MK/ Nama MK. Cakupan 8/29/2014. Himpunan. Relasi dan fungsi Kombinatorial. Teori graf. Pohon (Tree) dan pewarnaan graf. Matematika Diskrit

Unit 6 PENALARAN MATEMATIKA. Clara Ika Sari Budhayanti. Pendahuluan. Selamat belajar, semoga Anda sukses.

Berpikir Komputasi. Sisilia Thya Safitri, MT Citra Wiguna, M.Kom. 3 Logika Proposisional (I)

Definisi. Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

Refreshing Materi Kuliah Semester Pendek 2010/2011. Logika dan Algoritma. Heri Sismoro, M.Kom.

Himpunan Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang

INF-104 Matematika Diskrit

Selamat Datang. MA 2151 Matematika Diskrit. Semester I 2008/2009

Logika Matematika. Teknik Informatika IT Telkom

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Selamat Datang. MA 2251 Matematika Diskrit. Semester II, 2016/2017. Rinovia Simanjuntak & Saladin Uttunggadewa

Teori Dasar Logika (Lanjutan)

Pertemuan 1. Pendahuluan Dasar-Dasar Logika

Pengenalan Logika Informatika. Pertemuan 1 Viska Armalina, ST.,M.Eng

HIMPUNAN MATEMATIKA. Program Studi Agroteknologi Universitas Gunadarma

Logika. Apakah kesimpulan dari argumen di atas valid? Alat bantu untuk memahami argumen tsb adalah Logika

Logika Informatika. Bambang Pujiarto

BAB 2 PENGANTAR LOGIKA PROPOSISIONAL

PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

Himpunan. Nur Hasanah, M.Cs

Himpunan (set) Himpunan (set) adalah kumpulan objekobjek yang berbeda. Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.

LOGIKA PROPOSISI 3.1 Proposisi logika proposisional. Contoh : tautologi yaitu proposisi-proposisi yang nilainya selalu benar. Contoh 3.

BAB III REPRESENTASI PENGETAHUAN

KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak

LOGIKA MATEMATIKA LOGIKA. Altien Jonathan Rindengan, S.Si, M.Kom

Transkripsi:

REPRESENTASI PENGETAHUAN (2) 3. Frame - Frame (Minsky, 1975) dipandang sebagai struktur data static yang digunakan untuk merepsentasikan situasi-situasi yang telah dipahami dan stereotype. - Frame digunakan untuk merepresentasikan pengetahuan stereotype atau pengetahuan yang didasarkan kepada karakteristik yang sudah dikenal yang merupakan pengalaman masa lalu. - Frame berupa kumpulan slot-slot (representasi entitas sebagai struktru objek) yang merupakan atribut untuk mendeskripsikan pengetahuan berupa kejadian, lokasi, situasi ataupun elemenelemen lain. Frame digunakan untuk representasi pengetahuan deklaratif. - Contoh 1 : Frame Pohon Spesialisasi dari : Tumbuhan Jumlah batang : integer (default 1) Jenis kulit : halus Model daun : jenis pohon jarum, berganti daun Bentuk daun : sederhana, berlekuk, campuran Frame Pohon Perdu Spesialisasi dari : Pohon Jumlah batang : 3 Jenis kulit : halus Model daun : berganti daun Bentuk daun : sederhana, berlekuk 1

- Contoh 2 : Deskripsi frame untuk kamar hotel. - Setiap frame individual dapat dipandang sebagai struktur data yang mirip record, berisi informasi yang relevan dengan entitas-entitas stereotype. Slot-slot dalam frame dapat berisi : Informasi identifikasi frame Hubungan frame dengan frame lain Penggambaran persyaratan yang dibutuhkan frame Informasi procedural untuk menggunakan struktur yang digambarkan Informasi default frame Informasi terbaru. Frame Name Class - Contoh 3 : Object 1 Object 2 Object 1 IS A Object 2 Frame Name Bird Properties Property 1 Property 2 Property 3 Value 1 Value 2 Value 3 Properties Color No Wings Flies Unknown 2 True 2

Dari contoh 3, terdapat dua elemen dasar, yaitu Slot dan Subslot. Slot merupakan kumpulan atribut / property yang menjelaskan objek yang direpresentasikan oleh frame. Subslot menjelaskan pengetahuan atau prosedur dari atribut pada slot. Subslot dapat berupa : - Value : menjelaskan tentang nilai dari suatu atribut - Default : nilai yang digunakan jika suatu slot kosong atau tidak dideskripsikan pada frame instansiasi - Range : menandakan jenis dari inforamsi yang dapat muncul pada slot tersebut (missal 0 sampai 100) - If Added : berisi informasi procedural yang berupa suatu tindakan yang akan dikerjakan jika nilai dari slot diisi (atau berubah) - If Needed : subslot ini digunakan pada kasus dimana tidak ada value pada slot. Suatu prosedur akan dikerjakan untuk memperoleh atau menghitung sebuah value. - Other : slot bisa berisi frame, rule, jaringan semantic ataupun tipe lain dari informasi. 4. Script - Script (Schank & Abelson, Yale univ) merupakan representasi terstruktur yang menggambarkan urutan stereotip dari kejadian-kejadian dalam sebuah konteks khusus. 3

- Script mirip dengan frame, perbedaannya : Frame menggambarkan objek, sedangkan Script menggambarkan urutan peristiwa. - Dalam menggambarkan urutan peristiwa, script menggunakan serangkaian slot yang berisi informasi tentang orang, objek dan tindakantindakan yang terjadi dalam suatu peristiwa. - Elemen script yang tipikal : Kondisi masukan : menggambarkan situasi yang harus dipenuhi sebelum terjadi suatu peristiwa yang ada dalam script. Prop : mengacu kepada objek yang digunakan dalam urutan peristiwa yang terjadi. Role : mengacu kepada orang-orang yang terlibat dalam script. Hasil : kondisi yang ada sesudah peristiwa dalam script berlangsung. Track : mengacu kepada variasi yang mungkin terjadi dalam script tertentu. Scene : menggambarkan urutan peristiwa aktural yang terjadi. - Contoh : Script pergi ke restoran SCRIPT Restoran Jalur (track) : fast food restoran Peran (roles) : tamu, pelayan Pendukung (prop): conter, baki, makanan, uang, serbet, garam, merica, kecap, sedotan, dll Kondisi masukan : tamu lapar tamu punya uang 4

Adegan (scene) 1 : Masuk Tamu parkir mobil Tamu masuk restoran Tamu antri Tamu baca menu di list menu dan mengambil keputusan tentang apa yang akan diminta. Adegan (scene) 2 : Pesanan Tamu memberikan pesanan pada pelayan Pelayan mengambil pesanan dan meletakkan makanan di atas baki Tamu membayar Adegan (scene) 3 : Makan Tamu mengambil serbet, sedotan, garam, dll Tamu makan dengan cepat Adegan (scene) 4 : Pulang Tamu membersihkan meja Tamu membuang sampah Tamu meninggalkan restoran Tamu naik mobil dan pulang Hasil Tamu merasa kenyang Tamu senang Tamu kecewa Tamu sakit perut - Keistimewaan Script : 1. Script menyediakan beberapa cara yang sangat alami untuk merepresentasikan suatu inforamsi yang lazim dengan masalah yang bersumber dari sistem AI dari mula. 2. Script menyediakan struktur hirarki untuk merepresentasikan inforamsi melalui inklusi subscript dengan sript. 5

5. Logika dan Himpunan - Representasi pengetahuan dengan symbol logika merupakan bagian dari penalaran eksak. - Bagian yang paling penting dalam penalaran adalah mengambil kesimpulan dari premis. - Logika dikembangkan oleh filusuf Yunani, Aristoteles (abad ke 4 SM) didasarkan pada silogisme, dengan dua premis dan satu konklusi. Contoh : Premis : Semua laki-laki adalah makhluk hidup Premis : Socrates adalah laki-laki Konklusi : Socrates adalah makhluk hidup - Cara lain merepresentasikan pengetahuan adalah dengan Diagram Venn. Diagram Venn merepresentasikan sebuah himpunan yang merupakan kumpulan objek. Objek dalam himpunan disebut elemen. A ={1,3,5,7} B = {.,-4,-2,0,2,4,..} C = {pesawat, balon} 6

Symbol epsilon menunjukkan bahwa suatu elemen merupakan anggota dari suatu himpunan, contoh : 1 A. Jika suatu elemen bukan anggota dari suatu himpunan maka symbol yang digunakan, contoh : 2 A. Jika suatu himpunan sembarang, misal X dan Y didefinisikan bahwa setiap elemen X merupakan elemen Y, maka X adalah subset dari Y, dituliskan : X Y atau Y X. Operasi-operasi Dasar dalam Diagram Venn: Interseksi (Irisan) C = A B C = {x U (x A) (x B)} Dimana : menyatakan irisan himpunan dibaca sedemikian hingga operator logika AND Union (Gabungan) C = A B C = {x U (x A) (x B)} Dimana : menyatakan gabungan himpunan operator logika OR 7

Komplemen A = {x U ~(x A) } Dimana : menyatakan komplemen himpunan ~ operator logika NOT Logika Proposisi - Disebut juga kalkulus proposisi yang merupakan logika simbolik untuk memanipulasi proposisi. - Proposisi merupakan pernytaan yang dapat bernilai benar atau salah. - Operator logika yang digunakan : Operator Fungsi Konjungsi (AND/DAN) Disjungsi (OR/ATAU) ~ Negasi (NOT/TIDAK) Implikasi/Kondisional (IF THEN./ JIKA MAKA.) Equivalensi/Bikondisional (IF AND ONLY IF / JIKA DAN HANYA JIKA) p q (p q) (q p) - Kondisional merupakan operator yang analog dengan production rule. Contoh 1 : Jika hujan turun sekarang maka saya tidak pergi ke pasar Kalimat di atas dapat ditulis : p q Dimana : p = hujan turun q = saya tidak pergi ke pasar 8

Contoh 2 : p = Anda berusia 21 atau sudah tua q = Anda mempunyai hak pilih Kondisional p q dapat ditulis/berarti : Kondisional Berarti p implies q Anda berusia 21 tahun atau sudah tua implies Anda mempunyai hak pilih. Jika p maka q Jika Anda berusia 21 tahun atau sudah tua, maka Anda mempunyai hak pilih. p hanya jika q Anda berusia 21 tahun atau sudah tua, p adalah (syarat cukup untuk q) q jika p q adalah (syarat perlu untuk p) hanya jika Anda mempunyai hak pilih. Anda berusia 21 tahun atau sudah tua adalah syarat cukup Anda mempunyai hak pilih. Anda mempunyai hak pilih, jika Anda berusia 21 tahun atau sudah tua. Anda mempunyai hak pilih adalah syarat perlu Anda berusia 21 tahun atau sudah tua. - Tautologi : pernyataan gabungan yang selalu bernilai benar. - Kontradiksi : pernyataan gabungan yang selalu bernilai salah. - Contingent : pernyataan yang bukan tautology ataupun kontradiksi. - Tabel Kebenaran untuk logika konektif : p q p q p q p q p q T T T T T T T F F T F F F T F T T F F F F F T T - Tabel kebenaran untuk negasi konektif : p ~p T F F T 9

Logika Predikat - Disebut juga kalkulus predikat, merupakan logika yang digunakan untuk merepresentasikan masalah yang tidak dapat direpresentasikan dengan menggunakan proposisi. - Logika predikat dapat memberikan representasi fakat-fakta sebagai suatu pernyataan yang mapan (well form). - Syarat-syarat symbol dalam logika predikat : himpunan huruf, baik huruf kecil maupun huruf besar dalam abjad. Himpunan digit (angka) 0,1,2, 9 Garis bawah _ Symbol-simbol dalam logika predikat dimulai dengan sebuah huruf dan diikuti oleh sembarang rangkaian karakter-karakter yang diijinkan. Symbol-simbol logika predikat dapat merepresentasikan variable, konstanta, fungsi atau predikat : Konstanta : objek atau sifat dari semesta pembicaraan. Penulisannya diawali dengan huruf kecil, seperti : pohon, tinggi. Konstanta true (benar) dan false (salah) adalah symbol kebenaran (truth symbol). Variable : digunakan untuk merancang kelas objek atau sifat-sifat secara umum dalam semesta pembicaraan. Penulisannya diawali dengan huruf besar, seperti : Bill, Kate. 10

Fungsi : pemetaan (mapping) dari satu atau lebih elemen dalam suatu himpunan yang disebut domain fungsi ke dalam sebuah elemen unik pada himpunan lain yang disebut range fungsi. Penulisannya dimulai dengan huruf kecil. Suatu ekspresi fungsi merupakan symbol fungsi yang diikuti argument. Argument adalah elemen-elemen dari fungsi, ditulis diapit tanda kurung dan dipisahkan dengan tanda koma. Contoh : f(x,y) ayah(david) plus(2,3) Predikat : menamai hubungan antara nol atau lebih objek dalam semesta pembicaraan. Penulisannya dimulai dengan huruf kecil, seperti : equals, samadengan, likes, near. Contoh kalimat dasar : teman(george,allen) teman(ayah_dari(david),ayah_dari(andrew)) dimana : argument : ayah_dari(david) adalah george argument : ayah_dari(andrew) adalah allen predikat : teman Operator logika konektif :,, ~,,. Logika kalkulus orde pertama mencakup symbol universal quantifier dan existensial quantifier. 11

Universal Quantifier - Menunjukkan semua kalimat adalah benar untuk semua nilai variabelnya. - Direpresentasikan dengan symbol diikuti satu atau lebih argument untuk suatu domain variable. - Symbol diinterpretasikan untuk setiap atau untuk semua. - Contoh 1 : ( x) (x + x = 2x) untuk setiap x (dimana x adalah suatu bilangan), kalimat x + x = 2x adalah benar. Contoh 2 : ( x) (p) (Jika x adalah seekor kucing x adalah binatang) Kebalikan kalimat bukan kucing adalah binantang ditulis : ( x) (p) (Jika x adalah seekor kucing ~x adalah binatang) dan dibaca : - setiap kucing adalah bukan binantang - semua kucing adalah bukan binantang Contoh 3: ( x) (Jika x adalah segitiga x adalah polygon) Dibaca : untuk semua x, jika x adalah segitiga, maka x adalah polygon dapat pula ditulis : ( x) (segitiga(x) polygon(x)) ( x) (T(x) P(x)) Contoh 4 : ( x) (H(x) M(x)) Dibaca : untuk semua x, jika x adalah manusia (human), maka x melahirkan (mortal). Ditulis dalam aturan : IF x adalah manusia THEN x melahirkan 12

Digambar dalam jaringan semantic : Exixtensial Quantifier - Menunjukkan semua kalimat adalah benar untuk suatu nilai tertentu dalam sebuah domain. - Direpresentasikan dengan symbol diikuti satu atau lebih argument. - Symbol diinterpretasikan terdapat atau ada, paling sedikit satu, terdapat satu, beberapa. - Contoh 1 : ( x) (x. x = 1) Dibaca : terdapat x yang bila dikalikan dengan dirinya sendiri hasilnya sama dengan 1. Contoh 2 : ( x) (gajah(x) nama(clyde)) Dibaca : beberapa gajah bernama Clyde. Contoh 3 : ( x) (gajah(x) berkaki empat(x)) Dibaca : semua gajah berkaki empat. Universal quantifier dapat diekspresikan sebagai konjungsi. ( x) (gajah(x) berkaki tiga(x)) Dibaca : ada gajah yang berkaki tiga Existensial quantifier dapat diekspresikan sebagai disjungsi dari urutan a. i P(a 1 ) P(a 2 ) P(a 3 ) P(a N ) 13

Quantifier dan Sets Set Expression A = B A B A B A B (universe) (empty set) Logical Equivalent x (x A x B) x (x A x B) x (x A x B) x (x A x B) T (True) F (False) - Relasi A proper subset dari B ditulis A B, dibaca semua elemen A ada pada B, dan paling sedikit satu elemen B bukan bagian dari A - Contoh : Diketahui : E = elephant R = reptile G = gray F = four legged D = dogs M = mammals Set expression E M Berarti elephant termasuk mammals, tetapi tidak semua mammals adalah elephant (E G F) M elephant yang berwarna gray dan memiliki four legged termasuk mammals E R = tidak ada gajah yang termasuk reptile E G beberapa gajah berwarna gray E G = tidak ada gajah yang berwarna gray 14

E G beberapa elephants tidak berwarana gray E (G F) semua elephants berwarna gray dan memiliki four legged (E D) M semua elephants dan dogs termasuk mammals (E F G) beberapa elephants memiliki four legged dan berwarna gray Hukum de Morgan berlaku untuk analogi himpunan dan bentuk logika : Himpunan Logika (A B) A B ~(p q) p ~q (A B) A B ~(p q) p ~q 15