KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah

KISI-KISI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU TAMAN KANAK-KANAK

No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/ PAUD Kompetensi Pedagodik

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian peranan menurut Soejono Soekanto (2002;234) adalah sebagai berikut:

BAB l PENDAHULUAN. kinerja guru. Dengan adanya setifikasi guru, kinerja guru menjadi lebih baik

KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU PENDAMPING MUDA) 1 KOMPETENSI GURU PAUD

PROSEDUR DAN MEKANISME SERTIFIKASI GURU

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK

BAB I PENDAHULUAN. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

Heny Djoehaeni, Juli 09

BANK SOAL PLPG BANK SOAL PLPG

KOMPETENSI ALUMNI PG PAUD FIP UNNES DI LEMBAGA PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul merupakan aset yang paling berharga

PENGERTIAN PERENCANAAN

BAB I PENDAHULUAN. interaksi positif antara anak didik dengan nilai-nilai yang akan

BAB I PENDAHULUAN. penting karena Pendidikan Anak Usia Dini merupakan fondasi dasar. Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya

BAB I PENDAHULUAN. dengan adanya fitrah yang suci. Sebagaimana pendapat Chotib (2000: 9.2) bahwa

Permendiknas No.16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik Dan Kopetensi Guru

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia merupakan perguruan tinggi yang

PROGRAM PEMBELAJARAN BERBASIS BIMBINGAN DI TAMAN KANAK-KANAK. Disusun oleh : Rita Mariyana, M.Pd, dkk.

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan tersebut menuntut setiap guru untuk terus berupaya melakukan

C. Tujuan. D. Profil Lulusan

BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU. Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki

BAB I PENDAHULUAN. sejalan dengan perkembangan tuntutan dunia kerja yang tidak hanya

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI TAMAN KANAK-KANAK/RAUDHATUL ATHFAL (TK/RA)

BAB 1 PENDAHULUAN. kontekstual dan relevan. Peran baru guru ini harus ditemukan karena

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan mutu pendidikan. Kecenderungan internasional mengisyaratkan

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 58 TAHUN 2009 TANGGAL 17 SEPTEMBER 2009 STANDAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU - PAUD JURUSAN PEDAGOGIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU - PAUD JURUSAN PEDAGOGIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU - PAUD JURUSAN PEDAGOGIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2009

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 sebagai Bibit Perkembangan PAUD di Indonesia. Mela Nugradini

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PENGUJI PADA KURSUS DAN PELATIHAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PENGUJI PADA KURSUS DAN PELATIHAN

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR

PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

PENDIDIKAN TPA & KB. Martha Christianti

BAB I PENDAHULUAN. dan Kebudayaan No. 0486/U/1992 tentang Taman Kanak-kanak adalah

STANDAR KOMPETENSI GURU (Permendiknas No. 16 Tahun 2007)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

KRITERIA PENILAIAN KINERJA GURU PEMULA PADA PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA (PIGP)

kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM PAUD 1 Ika Budi Maryatun, M.Pd 2

BAB I PENDAHULUAN. dimana seorang anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang

BAB I PENDAHULUAN. oleh mutu pendidikan dari bangsa itu sendiri. Pendidikan yang tinggi akan

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan harkat martabat manusia. Pendidikan akan menciptakan

SILABUS DAN SAP. Dr. Hj. Lely Halimah, M.Pd. Endah Silawati, M. Pd

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

DEVELOPPING OF TEACHERS HP

A. KUALIFIKASI PENGUJI PADA KURSUS DAN PELATIHAN

2 Menetapkan : Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas P

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Deskripsi Teoritis Tinjauan tentang Guru, Kompetensi, Kompetensi Pedagogik, dan PAUD

BAB I PENDAHULUAN. kelas, tapi seorang guru juga harus mampu membimbing, mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KURIKULUM Kerangka Dasar

2 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Le

DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN NONFORMAL DIREKTORAL JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

Pengembangan Program Pembelajaran Di PAUD

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan yang berkualitas mampu melahirkan sumber daya. manusia unggul yang dapat menjadi aktor penting di balik semua

DEFINISI DI ATAS MELIPUTI ASPEK

Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP)

I. PENDAHULUAN. berkualitas. Menurut Undang-undang Sisdiknas, Pendidikan adalah usaha

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Pendidikan TPA/ KB. Eka Sapti C

KINERJA DOSEN DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN AKTIF, KREATIF, INOVATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Mutu pendidikan sangat bergantung pada kompetensi dan kualifikasi yang

2015 PERSEPSI GURU TENTANG PENILAIAN SIKAP PESERTA DIDIK DALAM KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI KOTA BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN. Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. baik secara langsung atau tidak langsung dipersiapkan untuk menopang dan

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS)

Penyusun DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

STANDAR KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dalam UU RI NO.20 TH 2003 adalah:

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

BAB I PENDAHULUAN. Penerapan Metode Pembiasaan Dalam Menumbuhkan Karakter Kemandirian Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di Lingkugan Keluarga

2016 PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP PROFESIONALITAS GURU PAUD

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003 pasal I mengamanahkan bahwa tujuan

Pengertian. Pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Dalam pengembangan kegiatan pembelajaran perlu dibuat sebuah perencanaan yang disebut silabus.

KTSP TK Dra. Masitoh, M.Pd

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Transkripsi:

KOMPETENSI GURU TAMAN KANAK-KANAK Rusijono Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Kampus Lidah Wetan Abstrak: Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal adalah Taman Kanak-kanak. Usia anak belajar di TK merupakan masa yang sangat penting, karena itu pendidikan TK menjadi sangat penting bagi perkembangan anak. Asas-asas yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah apersepsi, kekonkritan, motivasi, kemandirian, kerja sama, individual, dan belajar sepanjang hayat. Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, guru TK harus mempunyai 4 kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Kata Kunci: apersepsi, kekonkritan, motivasi, kemandirian kerja sama, individual, dan belajar sepanjang hayat. 1. PENDAHULUAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas 2003) pasal 14 menyebutkan bahwa jenjang pendidikan yang termasuk jalur pendidikan formal adalah pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pada pasal 28 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pada ayat berikutnya disebutkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. Salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal adalah Taman Kanakkanak (TK). Pada bagian penjelasan ayat tersebut ditegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak merupakan prasyarat untuk memasuki pendidikan dasar. Karena itu, walaupun TK berada pada jalur pendidikan formal, tidak termasuk dalam jenjang pendidikan formal yang diatur pada pasal 14 di atas (Depdiknas, 2003). Implikasi dari Undang-Undang tersebut adalah pendidikan anak usia dini tidak merupakan syarat untuk memasuki pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini, khususnya TK, tidak bersifat wajib. Namun, sebagian besar orang tua yang peduli terhadap perkembangan anak mempunyai semangat yang tinggi untuk memasukkan anaknya ke TK. Di negara maju seperti Amerika Serikat, TK merupakan lembaga pendidikan prasekolah yang diikuti hampir semua (98%) anak di negara tersebut (Chandler, West, dan Hausken, 1995: 1). Kondisi di Indonesia, khususnya di daerah perkotaan, tampaknya tidak jauh berbeda dengan kondisi di Amerika Serikat. Hal ini terbukti sudah sulit mencari siswa SD di perkotaan yang tidak melalui TK. Harapan dari para orang tua memasukkan anaknya ke TK adalah agar anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan dan pertumbuhan anak. Harapan ini sesuai dengan penjelasan UU Sisdiknas 2003 pasal 28 ayat 3 yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan di TK adalah untuk mengembangkan kepribadian dan potensi diri sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik (Depdiknas, 2003: 11). Perkembangan anak mulai lahir sampai lima atau enam tahun berlangsung sangat cepat dan pada masa ini perkembangan anak mulai terbentuk dan cenderung menetap, sehingga menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Hurlock (1978: 30) yang mengatakan bahwa perkembangan awal anak (masa kanak- 38

Rusijono, Kompetensi Guru Taman... kanak) lebih kritis dibandingkan dengan perkembangan berikutnya. Hal ini disebabkan perkembangan anak berlangsung secara berkesinambungan, artinya perkembangan suatu tahap akan berpengaruh terhadap perkembangan tahap berikutnya, dan pola kepribadian anak berkembang menjadi relatif tetap. Slavin (1994: 73) juga mengatakan hal yang sama, bahwa anak usia antara 3 dan 6 tahun terjadi perkembangan yang cepat pada semua aspek perkembangan. Usia anak belajar di TK antara 4 6 tahun. Karena saat tersebut merupakan masa yang sangat penting, maka pendidikan TK menjadi sangat penting bagi perkembangan anak selanjutnya. Peran dan tanggung jawab guru TK dalam proses pendidikan sangat besar. Guru dituntut dapat memberikan bimbingan/pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak sehingga dapat mengoptimalkan perkembangannya. Agar kegiatan belajar yang diberikan di TK sesuai dengan tingkat perkembangan anak, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, antara lain: Alabama, Arkansas, Florida, Lousiana, Tennesse, dan Utah, melaksanakan penilaian tentang kesiapan belajar terhadap anak saat masuk TK. Bahkan di negara bagian Alabama, untuk masuk TK Negeri dilakukan penilaian terhadap kemampuan membaca awal anak. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar untuk menyusun kegiatan belajar dan didokumentasikan di tingkat lokal dan di tingkat negara bagian (Saluja, Scott-Little, dan Clifford, 2000: 8). Hal ini menunjukkan bahwa mereka sangat memperhatikan kesesuaian kegiatan belajar yang diberikan dengan tingkat perkembangan anak. Tulisan ini akan menguraikan kompetensi yang perlu dikuasai oleh seorang guru TK agar mampu melaksanakan atau memandu kegiatan belajar di TK untuk mengoptimalkan perkembangan anak, khususnya kompetensi pedagogik. 2. KEGIATAN BELAJAR DI TK 2.1 Pelaksanaan Kegiatan Belajar Membaca di Taman Kanak-kanak Program kegiatan belajar di TK mengandung dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan, yaitu: belajar dan mendidik. Belajar mengacu pada apa yang dilakukan anak, sedang mendidik (mengajar) mengacu pada apa yang dilakukan guru dalam kegiatan tersebut. Dalam hal ini perbedaan mendidik dan mengajar tidak dipermasalahkan, karena dalam pelaksanaan program kegiatan belajar di TK kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Apabila kegiatan belajar di TK dipandang sebagi suatu proses, paling tidak ada 4 hal yang terkait di dalamnya. a. Tujuan, yaitu: kemampuan yang ingin dicapai oleh anak dalam kegiatan belajar tersebut. Tujuan di sini mengacu pada kemampuan-kemampuan yang tercantum pada Garis-Garis Besar PKBTK. b. Bahan, yaitu: materi atau kegiatan yang dapat mengantarkan anak mencapai kemampuan yang diinginkan. Bahan dikembangkan oleh guru berdasarkan tema yang ada dan disesuaikan dengan kemampuan yang ingin dicapai. c. Metode dan media, yaitu metode mengajar yang digunakan guru dalam melaksanakan program kegiatan belajar dan media/alat yang diperlukan agar kegiatan yang direncanakan dapat berjalan dengan optimal. d. Penilaian, yaitu usaha guru untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program dan keberhasilan anak mencapai kemampuan yang diharapkan. Penilaian keterlaksanaan program terutama digunakan guru untuk memperbaiki Satuan Kegiatan Harian atau Satuan Kegiatan Mingguan sehingga pelaksanaan program berikutnya menjadi lebih baik. Penilaian keberhasilan anak menguasai kemampuan yang diharapkan digunakan sebagai bahan bagi guru untuk menyusun laporan kepada orang tua anak dan memantau perkembangan anak sehingga hasil kegiatan belajar di TK lebih optimal. Keempat hal tersebut saling terkait dan saling mempengaruhi pelaksanaan program kegiatan belajar di TK. Interaksi guru dan anak pada pelaksanaan program kegiatan belajar didasarkan pada keempat unsur di atas. Anak dibimbing dan diarahkan guru agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara 39

Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No. 1, April 2010 (38 45) optimal melalui bahan, kegiatan, metode dan alat yang telah direncanakan oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan belajar. Kemudian setelah kegiatan berjalan guru melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan program kegiatan yang telah direncanakan dan tingkat ketercapaian kemampuan yang diinginkan oleh anak. Komponen pokok PKBTK 1994 dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu: program pengembangan perilaku, program pengembangan kemampuan dasar, dan tema (Depdikbud, 1995: 1-2). Program pengembangan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar dalam PKBTK bersifat umum, belum sampai pada rumusan yang operasional. Program ini hanya berisi kemampuan-kemampuan dasar dan pembiasaan-pembiasaan perilaku yang diharapkan dapat dicapai oleh anak dalam kurun waktu satu tahun. Dalam kurikulum TK 2004, kemampuan dasar dan pembiasaan perilaku ini disebut dengan kompetensi dasar. Kompetensi dasar adalah potensi-potensi perkembangan anak yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan usianya, berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati. Hasil belajar merupakan cerminan kemampuan anak yang dicapai dari suatu tahapan pengalaman belajar dalam satu kompetensi dasar. Adapun yang dimaksud indikator dalam kurikulum TK 2004 adalah hasil belajar yang lebih spesifik dan terukur dalam satu kompetensi dasar. Apabila indikator-indikator yang ada pada satu kompetensi dasar sudah tercapai, berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi (Depdiknas, 2004: 4). Pembiasaan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik. Pengembangan pembiasaan perilaku ini mencakup perkembangan moral dan nilai-nilai agama, pengembangan sosial, emosional, dan kemandirian. Pengembangan pembiasaan perilaku ini dilakukan dengan cara: kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan keteladan, dan kegiatan terprogram. Pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Persiapan guru dalam pengembangan kemampuan dasar ini diwujudkan dalam Satuan Kegiatan Harian (SKH). Satuan Kegiatan Harian merupakan jabaran dari Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan Satuan Kegiatan Semester (SKS). Pengembangan kemampuan dasar mencakup aspek pengembangan bahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni. Tema merupakan wadah yang berisi bahan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan atau perilaku. Pembahasan tema dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan anak sampai yang lebih jauh. Penggunaan tema dalam kegiatan belajar di TK bertujuan agar program kegiatan belajar merupakan satu kesatuan yang lebih berarti bagi anak, memperkaya perbendaharaan kata anak, dan menambah pengenalan anak terhadap lingkungan (Depdikbud, 1995: 2 4). Program kegiatan belajar yang direncanakan guru TK diutamakan mengacu pada pembentukan perilaku dan kemampuan dasar atau kompetensi dasar yang akan dicapai dan sedapat mungkin dikaitkan dengan tema-tema tersebut. Tugas utama guru TK adalah menjabarkan program-program yang tercantum pada PKBTK sesuai dengan lingkungan masing-masing menjadi perencanaan catur wulan, perencanaan mingguan, dan perencanaan harian. Perencanaan catur wulan merupakan pengelompokan program yang telah dikembangkan dalam PKBTK menjadi 3 bagian yang masing-masing bagian mempunyai jangka waktu 4 bulan. Mulai tahun ajaran 2002/2003 TK di Indonesia menggunakan sistem semester, sehingga perencanaan catur wulan diganti dengan perencanaan semester. Namun perubahan ini hanya menyangkut pembagian satuan waktu saja tidak merubah substansi dari kemampuan yang diharapkan (Depdiknas, 2002: 4). Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi rangkaian tema-tema yang disusun secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap tema dan sebarannya ke dalam semester. Perencanaan semester dijabarkan menjadi perencanaan mingguan atau sering disebut dengan Satuan Kegiatan Mingguan 40

Rusijono, Kompetensi Guru Taman... (SKM) berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam minggun tersebut sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema yang telah direncanakan. Perencanaan minggunan atau SKM dijabarkan menjadi perencanaan harian atau sering disebut dengan Satuan Kegiatan Harian (SKH). Satuan kegiatan harian memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individu, kelompok, atau klasikal dalam satu hari, terdiri atas: kegiatan awal, kegiatan inti, istirahat dan kegiatan akhir (Depdiknas, 2004: 10). Untuk maksud yang sama, Harianti (1996: 139-140) menggunakan istilah: pembukaan, kegiatan inti, istirahat, dan penutup. Perbedaan kedua pendapat ini hanya terletak pada istilah yang digunakan, kurikulum TK 2004 menggunakan istilah kegiatan awal dan kegiatan akhir, sedang Harianti menggunakan istilah pembukaan dan penutup. 2.2 Asas Pembelajaran pendidikan Anak Usia Dini Asas pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran dalam rangka mendidik anak usia dini. Asas-asas yang dimaksud adalah sebagai berikut. a. Asas Apersepsi Pembelajaran yang dilakukan pada Pendidikan Anak Usia Dini seharusnya memperhatikan pengetahuan dan pengalaman awal yang telah dimiliki anak agar hasil belajar menjadi optimal b. Asas Kekonkritan Pembelajaran yang dilakukan pada Pendidikan Anak Usia Dini seharusnya menggunakan berbagai media dan sumber belajar nyata (konkrit) agar pembelajaran menjadi bermakna. c. Asas motivasi Pembelajaran dirancang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemauan anak agar muncul dorongan belajar pada diri anak. d. Asas Kemandirian Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kemandirian dan memecahkan masalah yang dihadapi anak. e. Asas Kerjasama Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kerja sama anak. f. Asas Individual Pembelajaran dirancang dengan memperhatikan perbedaan kebutuhan anak secara individual. g. Asas Korelasi Dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran harus memperhatikan semua aspek perkembangan anak. h. Asas Belajar Sepanjang Hayat Pembelajaran dirancang untuk memberi bekal anak agar dapat belajar sepanjang hayat dan mendorong anak untuk selalu ingin serta berusaha belajar kapanpun dan dimanapun. 2.3 Kompetensi Calon Guru Taman Kanak-Kanak Untuk mendukung keterlaksanaan tugas yang harus diemban guru PAUD, termasuk guru TK, perlu ada sejumlah kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang guru PAUD. Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen, kompetensi yang harus dimiliki guru PAUD mencakup 4 hal, yaitu: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Masing-masing kompetensi tersebut mempunyai subkompetensi, dan indikator esensial. Subkompetensi merupakan rincian dari kompetensi, sedang indikator esensial merupakan pertanda atau ciri-ciri minimal yang menunjukkan bahwa seorang guru PAUD sudah menguasai subkompetensi yang telah ditetapkan. Kompetensi, subkompetensi, dan indikator esensial yang dimaksud disajikan pada tabel 1 berikut. 41

Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No. 1, April 2010 (38 45) Tabel 1. Kisi-Kisi Instrumen Sertifikasi Calon Guru TK KOMPETENSI SUB KOMPETENSI A. Pedagogik 1. Pemahaman Peserta didik 2. Merancang kegiatan belajar yang mendidik 3. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mendidik pada peserta didik TK 4. Evaluasi hasil belajar 5. Bimbingan belajar pada 6. Administrasi pembelajaran di TK B. Kepribadian 1. Kepribadian mantap INDIKATOR ESENSIAL a. Mampu mengenali proses pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. b. Mampu mengidentifikasi minat, kebutuhan, dan permasalahan anak TK. c. Mampu mengidentifikasi potensi d. Mampu mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian anak e. Mampu mengidentifkasi gaya belajar anak f. Mampu mengenali dan memanfaatkan lingkungan untuk mengoptimalkan perkembangan anak. a. Mampu menguasai wawasan pendidikan dan kegiatan belajar di TK b. Mampu menguasai strategi (pende- katan, metode), dan media pengemb- bangan bidang pengembangan sesuai dengan tema, karakteristik siswa, dan kemampuan yang ingin dicapai c. Mampu merencanakan kegiatan belajar bidangbidang pengembangan secara terpadu a. Mampu menata latar (setting) kegiatan belajar b. Mampu melaksanakan kegiatan belajar yang kondusif (aktif, kreatif, efektif, dan menarik a. Mampu merencanakan, melaksanakan penilaian secara berkesinambungan b. Mampu meng analisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk menen-tukan tingkat perkembangan anak c. Mampu memanfaatkan hasil penilaian kegiatan belajar untuk memperbaiki kegiatan belajar berikutnya Mampu memberikan layanan bimbingan belajar pada Mampu melaksanakan administrasi pembelajaran TK a. Mampu menunjukkan kecenderungan bersikap dan bertin dak sesuai dengan norma hukum (tata tertib, komitmen, disiplin). b. Mampu menunjuk kan kecenderungan bersikap dan bertin dak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) c. Mampu menunjuk kan kecenderungan bersikap dan 42

Rusijono, Kompetensi Guru Taman... 2. Kepribadian Stabil bertin-dak sesuai dengan norma sopan santun (verbal & nonverbal) d. Mampu menunjukkan rasa bangga sebagai pendidik Mampu menunjukkan konsistensi dalam bersikap dan bertindak sesuai dengan norma hukum (tata tertib dan disiplin) Mampu menampilkan kemandirian dalam bersikap dan bertindak sebagai pendidik 3. Kepribadian dewasa 4. Kepribadian arif Mampu menunjukkn sikap dan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, masyarakat, lingkungan, dan diri sendiri 5. Kepribadian berwibawa 6. Berakhlak mulia sehingga menjadi teladani bagi siswa C. Profesional 1. Menguasai bidang pengembangan Mampu berpendapat, bersikap, dan berperilaku yang diikuti orang lain secara sukarela Mampu bertutur kata, bersikap, dan berperilaku keseharian yang diteladani siswa a. Mampu menguasai substansi bidang pengembangan b. Mampu menguasai konsep dasar pengembangan kurikulum TK c. Mampu menyesuai kan substansi bidang pengembangan dengan perkembangan peserta didik TK 2. Menguasai konsep dasar bidang studi sebagai metode pengembangan bidang pengembangan a. Mampu menguasai konsep dasar Matematika sebagai metode pengembangan bidang pengembangan peserta didik TK b. Mampu menguasai konsep dan keterampilan dasar sains sebagai metode pengembangan bidang pengembangan c. Mampu menguasai konsep dasar Bahasa sebagai metode pengembangan bidang pengembangan peserta didik TK d. Mampu menguasai konsep dasar pengetahuan sosial sebagai metode pengembangan bidang pengembangan e. Mampu menguasai konsep dasar agama sebagai metode pengembangan bidang pengembangan kurikulum TK f. Mampu menguasai konsep dasar seni sebagai metode pengembangan bidang pengembangan kurikulum TK 43

Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol.10 No. 1, April 2010 (38 45) g. Mampu menguasai konsep dasar pen-didikan jasmani sebagai metode pengembangan bidang pengembangan h. Mampu menguasai konsep dasar kesehatan dan gizi sebagai metode pengembangan bidang pengembangan kurikulum TK D. Sosial 1. Berkomunikasi secara efektif 2. Bergaul secara efektif a. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik b. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan teman sejawat c. Mampu berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat a. Mampu berinteraksi secara efektif dengan peserta didik b. Mampu berinteraksi secara efektif dengan teman sejawat c. Mampu berinteraksi secara efektif dengan masyarakat 3. KESIMPULAN Tugas guru TK adalah menjabarkan program-program yang tercantum pada PKBTK sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing menjadi perangkat rencana dan pengaturan pembelajaran, pengelolaan kelas, dan penilaian hasil belajar, atau sering disebut dengan silabus. Silabus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yang saling berkaitan untuk memenuhi target pencapaian KD. Silabus di TK dituangkan dalam bentuk perencanaan semester, perencanaan mingguan, dan perencanaan harian. Perencanaan semester merupakan program pembelajaran yang berisi rangkaian tema-tema yang disusun secara urut dan sistematis, alokasi waktu yang diperlukan untuk setiap tema dan sebarannya ke dalam semester. Perencanaan semester dijabarkan menjadi perencanaan mingguan atau sering disebut dengan Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam minggu tersebut sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan sub tema yang telah direncanakan. Perencanaan minggunan atau SKM dijabarkan menjadi perencanaan harian atau sering disebut dengan Satuan Kegiatan Harian (SKH). Asas-asas yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan anak usia dini adalah apersepsi, kekonkritan, motivasi, kemandirian, kerja sama, individual, korelasi, belajar sepanjang hayat. Untuk mampu melaksanakan tugas tersebut Pendidik anak usia dini harus mempunyai 4 kompetensi. Pertama, kompetensi pedagogik yang mencakup: pemahaman peserta didik, merancang kegiatan belajar yang mendidik, melaksanakan kegiatan pembelajaran yang mendidik pada, evaluasi hasil belajar, bimbingan belajar pada peserta didik TK, administrasi pembelajaran di TK. Kedua, kompetensi kepribadian, yang mencakup: kepribadian mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia. Ketiga, kompetensi profesional yang mencakup: penguasaan bidang pengembangan peserta didik TK dan konsep dasar bidang studi sebagai metode pengembangan bidang pengembangan. Keempat, kompetensi sosial yang mencakup dua hal, yaitu: berkomunikasi dan bergaul secara efektif. 44

Rusijono, Kompetensi Guru Taman... DAFTAR PUSTAKA Brewer, J. A. (1992). Early childhood education, preschool through primary grades. Boston: Allyn and Bacon. Fisher, B. (1998). Joyful learning in kindergarten. Portsmouth: A Division of Reed Elsevier Inc. Hurlock (1978). Child development. Singapore: McGraw-Hill International Book Company. Kostelnik, M.J., Soderman, A. K., & Whiren, A. P. (1999). Developmentally appropriate curriculum. Second Edition. London: Pretice-Hall International. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Wertsch, J. V. (1984). The zone of proximal development: some conceptual issues. Dalam Rogoff, Barbara & Wertsch, James V. (Eds), Children s learning in the zone of proximal development (pp. 7 18). San Francisco: Jossey-Bass Inc., Publishers. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. 45