PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

dokumen-dokumen yang mirip
PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING

PENERAPAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SISWA MTs

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL SFE PADA SISWA KELAS VIII D SMP N 15 PURWOREJO

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII A SMP PGRI BAGELEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTORIAL RIDDLE

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW PADA SISWA KELAS VII A

Peningkatan Komunikasi Matematis dan Prestasi Belajar Matematika melalui Model Think Talk Write (TTW)

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN MODEL TREFFINGER

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE TALKING STICK

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. lebih baik dalam hal pengetahuan maupun sikap. Salah satu pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Matematika sebagai salah satu bidang ilmu dalam dunia pendidikan

Maningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Melalui Model Pembelajaran Connected Mathematics Project (CMP) Berbantu Media Gambar

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Kubus Dan Balok

I. PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh setiap manusia. Menurut UU

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL TSTS DENGAN MEDIA ALAT PERAGA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN STRATEGI WRITING TO LEARN PADA SISWA SMP 4

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

Kata kunci : Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DALAM PEMBELAJARANMENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR-SHARE (TPS)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE KANCING GEMERINCING

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Suheni Dwi Cahyati Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PBM PADA SISWA KELAS XI MM1 SMK TKM TEKNIK KEBUMEN

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN

PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL TSTS SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 24 PURWOREJO

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VIID SMP N I SRANDAKAN

EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, Nomor 1, April 2016, hlm 49-57

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS)

Siska Candra Ningsih. FKIP Universitas PGRI Yogyakarta Abstrak

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan, sebab tanpa pendidikan manusia akan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVIEMENT DIVISION (STAD)

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM SOLVING LEARNING BERBASIS DISCOVERY PADA KELAS VII

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER

PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PERPADUAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VIII

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dan kreativitasnya melalui kegiatan belajar. Oleh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Yonathan SMP Negeri 1 Tolitoli, Kab. Tolitoli, Sulawesi Tengah ABSTRAK

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OPEN-ENDED SMP SULTAN AGUNG PURWOREJO

BAB 1 PENDAHULUAN. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menentukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Salah satu tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk mata

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan sebanyak 1 x pertemuan, yaitu

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

BAB I PENDAHULUAN. memiliki kemampuan atau skill yang dapat mendorongnya untuk maju dan terus

PENINGKATAN MINAT DAN RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TAPE

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE QUANTUM LEARNING

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang muncul pada kehidupan setiap

Naskah Publikasi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan, wawasan,

PENERAPAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUTOSARI TAHUN AJARAN

PENINGKATAN KREATIVITAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SPONTANEOUS GROUP DISCUSSION (SGD) PADA SISWA KELAS VII

I. PENDAHULUAN. untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya seoptimal mungkin. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kanti Sariati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abstrak

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. masalah kehidupan sehari-hari. Matematika terdiri dari beberapa komponen yang. serta sifat penalaran matematika yang sistematis.

MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN SUPERITEM SECARA KOOPERATIF

Puji Astuti, Bambang Priyo Darminto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Irnaningsih; Budiyono Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Panji Faisal Muhamad, 2015

Noorhidayati, Zainuddin, dan Suyidno Prodi Pendidikan Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin. Kata kunci: Hasil belajar, model pembelajaran ARIAS, konsep zat.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTU LKS TERSTRUKTUR

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN TPS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari

Oleh: Asih Pressilia Resy Armis Zuhri D ABSTRACT

PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING

I. PENDAHULUAN. menghadapi setiap perubahan yang terjadi akibat adanya kemajuan ilmu

BAB I PENDAHULUAN. formal yang mumi, matematika adalah sains yang memanipulasi simbol,

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan, dan dapat mencapai tujuan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yeni Febrianti, 2014

DAYA MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menghadapi persaingan khususnya dalam bidang IPTEK. Kemajuan IPTEK yang

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MELALUI PROBING PROMPTING KELAS VIIB SMP NEGERI 33 PURWOREJO

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS MODUL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP JAMUR

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN CONTEXTUAL TEACHING & LEARNING SISWA KELAS VII E SMP N 1 SRANDAKAN

BAB I PENDAHULUAN (1982:1-2):

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEAKTIFAN SISWA SMA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN SISWA KELAS IV SD

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

Transkripsi:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN MATHEMATICAL DISCOURSE UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Suryani Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: ni.suryani19@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjeknya adalah siswa kelas VII G SMP Negeri 33 Purworejo Tahun Ajaran 2015/2016. Teknik pengumpulan datanya dengan metode observasi dan tes. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus rerata dan persentase. Hasil penelitian ini dilihat dari observasi dan tes menunjukkan bahwa pada siklus I siswa dari tadinya kurang berani mengungkapkan ide-ide matematika, di siklus II siswa sudah berani mengungkapkan ide-ide matematika. Selain itu, siswa yang kurang paham dalam membuat model-model matematika dalam siklus I, di siklus II menjadi lebih paham untuk membuat model-model matematika. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi dan tes komunikasi matematis persentasenya mencapai 73,07% pada siklus I meningkat menjadi 78,78% pada siklus II. Sedangkan dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh persentasenya mencapai 46,15% pada siklus I meningkat menjadi 72,72% pada siklus II. Dilihat dari jawaban tes siswa pada siklus I dari yang tadinya tidak menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah, di siklus II siswa sudah bisa memahami suatu permasalahan dan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah. Pembelajaran model pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 33 Purworejo Tahun Ajaran 2015/2016. Kata kunci: komunikasi matematis, kemampuan pemecahan masalah matematika PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu matematika di pelajari di setiap jenjang pendidikan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Berdasarkan Permendiknas No. 22 tahun 2006 disebutkan tujuan mata pelajaran matematika yaitu agar siswa memiliki kemampuan antara lain: Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah dan Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol. Oleh karena itu 7

komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perlu dikembangkan di berbagai jenjang pendidikan. Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan di kelas VII G SMP Negeri 33 Purworejo, diperoleh keterangan bahwa untuk komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa tergolong masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari sikap siswa yang cenderung pasif pada saat pembelajaran. Selain itu soal-soal latihan yang siswa kerjakan hanya dibahas secara lisan bahkan ada beberapa soal yang hanya disebutkan jawabannya saja. Pada jawaban siswa yang berasal dari pertanyaan-pertanyaan uraian banyak siswa yang hanya menuliskan jawabannya saja. Soal-soal latihan yang diberikan sebagian besar merupakan soal-soal yang sifatnya rutin. Banyak ditemukan pekerjaan yang sama pada tugas-tugas yang guru berikan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII G SMP Negeri 33 Purworejo Tahun Ajaran 2015/2016 dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse. Dengan penerapan pembelajaran tersebut, siswa akan terbiasa menggunakan permasalahan sebagai pembelajaran. Selain itu juga siswa akan terbiasa untuk bertukar pendapat, baik dalam bentuk pertanyaan maupun dalam bentuk sanggahan atas pernyataan yang disampaikan. Menurut Ahmad Susanto (2014: 213) yang mengatakan bahwa komunikasi matematis dapat diartikan sebagai suatu peristiwa dialog atau saling hubungan yang terjadi di lingkungan kelas, di mana terjadi pengalihan pesan, dan pesan yang dialihkan berisikan tentang materi matematika yang dipelajari siswa, misalnya berupa konsep, rumus, strategi penyelesaian masalah. Sehingga dengan adanya komunikasi matematis bukan hanya penghitungan algoritmik saja yang bisa siswa tangkap dari matematika. Akan tetapi dengan kemampuan komunikasi yang baik diharapkan kemampuan tingkat tinggi yang lain dapat berkembang dan tumbuh sejalan dengan terasahnya komunikasi matematis yang dimiliki siswa Nakin dalam Ali Mahmudi (2008: 7) memaparkan bahwa pemecahan masalah adalah proses yang melibatkan penggunaan langkah-langkah tertentu (heuristik), yang 8

sering disebut sebagai model atau langkah-langkah pemecahan masalah, untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Heuristik merupakan suatu pedoman atau langkah-langkah umum yang digunakan untuk memandu penyelesaian masalah. Sehingga pemecahan masalah merupakan suatu proses yang digunakan untuk mencari solusi atas suatu permasalahan dengan langkah-langkah tertentu. Barrow dalam Miftahul Huda (2013: 271) problem based learning sebagai Pembelajaran yang diperoleh melalui proses menuju pemahaman akan resolusi suatu masalah. tersebut ditemukan pertama-tama dalam proses pembelajaran. Selain itu Hal White (2001: 1) menyatakan : In problem based learning courses, students work with classmates to solve complex and authentic problems that help develop content knowledge as well as problem solving, reasoning, communication and self assesment skills. Sehingga problem based learning menjadikan permasalahan menjadi sumber belajar, siswa dituntut bisa mengembangkan pengetahuan, memberi alasan dan mengkomunikasikan. Menurut Hamdani (2009: 163) Pembelajaran dengan pendekatan Mathematical discourse merupakan pembelajaran yang memberikan ruang untuk pengajuan pertanyaan, adu argumentasi, negosiasi pendapat antar seluruh warga kelas. Sehingga dalam pembelajaran dengan pendekatan mathematical discourse, suasana diskusi akan terasa hidup dengan komponen-komponen kelas turut andil dalam setiap bagian dalam proses pembelajaran METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII G SMP N 33 Purworejo yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan lembar tes. Metode analisis datanya yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. 9

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse yang dilakukan di SMP N 33 Purworejo dipandang dapat meningkatkan komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pembelajaran matematika dengan model pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse yaitu guru membagi siswa ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa. Kemudian, guru membagikan Lembar Kerja Siswa ke masing-masing kelompok. Setiap kelompok mendiskusikan dan mengerjakan LKS tersebut. Setelah LKS selesai didiskusikan, masing-masing kelompok diminta untuk menyajikan hasil diskusi di depan kelas. Setelah itu, guru atau siswa menanggapi, bertanya atau menyanggah hasil diskusi yang telah disajikan. Hasil penelitian ini dilihat dari observasi dan tes menunjukkan bahwa pada siklus I siswa dari tadinya kurang bisa membuat model matematika atas suatu permasalahan, di siklus II siswa sudah lebih bisa membuat model matematika atas suatu permasalahan. Selain itu, siswa yang kurang terbiasa belajar dalam kelompokkelompok diskusi dalam siklus I, di siklus II menjadi lebih terbiasa belajar dalam kelompok-kelompok diskusi, pada siklus I pada saat mengerjakan suatu soal yang berbentuk permasalahan langsung menuliskan jawabannya, pada siklus II, siswa menuliskan langkah-langkah pemecahan masalah saat mengerjakan tes. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi dan tes untuk mengukur komunikasi matematis. Persentase komunikasi matematis siklus I sebesar 73,07% dalam predikat baik dari seluruh siswa dengan 19 siswa berpredikat baik, 6 siswa berpredikat cukup dan 1 siswa berpredikat kurang sekali meningkat ke siklus II menjadi 78,78% dalam predikat baik dari seluruh siswa dengan 26 siswa berpredikat baik, 7 siswa berpredikat cukup, 1 siswa berpredikat kurang, 1 berpredikat kurang sekali.. Berikut diagram yang menunjukkan peningkatan komunikasi matematis. 10

80% 78.78% 78% 76% 74% 72% 70% 73.07% SIKLUS I SIKLUS II Gambar 3. Diagram Hasil Komunikasi Matematis Sedangkan dilihat dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 46,15% dalam predikat cukup dari seluruh siswa dengan 12 siswa berpredikat baik, 8 siswa berpredikat cukup, 4 siswa berpredikat kurang dan 2 siswa berpredikat kurang sekali meningkat ke siklus II menjadi 72,72% dalam predikat cukup dari seluruh siswa dengan 20 siswa berpredikat baik, 4 siswa berpredikat sangat baik, 4 siswa berpredikat kurang dan 5 siswa berpredikat cukup. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa disajikan pada diagram berikut. 80% 72.72% 60% 40% 20% 0% 46.15% SIKLUS I SIKLUS II Gambar 4. Diagram Hasil Kemampuan Pemecahan Matematika SIMPULAN DAN SARAN Simpulan dari penelitian ini adalah model Pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse dapat meningkatkan komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VII G SMP Negeri 11

33 Purworejo Tahun Ajaran 2015/2016. Hal ini juga ditunjukkan dari persentase pada siklus I mencapai 73,07%, pada siklus II mencapai 78,78%. Sedangkan dari hasil kemampuan pemecahan masalah juga mengalami peningkatan, pada siklus I persentasenya mencapai 46,15% menjadi 72,72%. Saran terkait dengan penelitian ini adalah (1) Model Pembelajaran problem based learning melalui pendekatan mathematical discourse dapat dijadikan alternatif model dalam pembelajaran untuk meningkatan komunikasi matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) Hasil akhir yang diperoleh akan lebih maksimal jika penelitian dilaksanakan dengan alokasi waktu yang lebih banyak.. DAFTAR PUSTAKA Ahmad Susanto.2014.Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Miftahul Huda. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ali Mahmudi. 2008. Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika. Diakses dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/ali%20mahmudi,%20s.pd,%20m.p d,%20dr./makalah%2006%20jurnal%20unhalu%202008%20_komunikasi%20dlm% 20Pembelajaran%20Matematika_.pdf pada tanggal 5 desember 2015. Hamdani. 2009. Pengembangan Pembelajaran dengan Mathematical discourse Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematik pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Diakses dari http://eprints.uny.ac.id/7022/ pada tanggal 12 September 2015. White, Hal. 2001. Problem based learning. Diakses dari http://web.stanford.edu/dept/ctl/cgibin/docs/newsletter/problem_based_ learning.pdf. Pada tanggal 29 Maret 2016. 12