PERKUMPULAN LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI PENDIDIKAN TINGGI KESEHATAN INDONESIA (LAM-PTKes) Oleh Pengurus LAM-PTKes Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) Bogor, 9 Februari 2015 1
Landasan Hukum LAM-PTKes 1. UU No. 20 / 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional; 2. UU No. 12 / 2012 ttg Pendidikan Tinggi; 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 87 Tahun 2014 ttg Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi; 4. Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU 30.AH.01.07.Tahun 2014 tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan LAM-PTKes Indonesia; 5. Kepmendikbud No 291/P/2014 tentang Pengakuan Pendirian LAM- PTKes. 2
Badan Hukum Perkumpulan LAM-PTKes 22 Desember 2011, OP dan AIP dari 7 bidang ilmu kesehatan sepakat untuk mendirikan LAM-PTKes. Anggotanya saat ini berupa Organisasi Profesi dan Asosiasi Institusi Pendidikan dari 7 bidang ilmu kesehatan (Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Gizi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat). Ini merupakan tonggak sejarah (milestone) yang menunjukkan partisipasi aktif dari masyarakat profesi kesehatan dalam pembangunan nasional. 3
Dasar Pemikiran Pendirian LAM-PTKes Menjawab tuntutan : 1) Globalisasi industri pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan, 2) Peraturan perundang-undangan (UU 12/12 ttg Pendidikan Tinggi), 3) Partisipasi aktif Masyarakat Profesi dalam penjaminan mutu eksternal pendidikan tinggi kesehatan. 4
Kemitraan dalam Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kesehatan 5
Tujuan Akreditasi Oleh LAM-PTKes Tujuan akreditasi oleh LAM-PTKes bukan hanya untuk memberikan status dan peringkat akreditasi prodi saja, tetapi utamanya untuk menumbuhkan kesadaran, motivasi, dan langkah-langkah konkret yang akhirnya bermuara pada budaya peningkatan mutu berkelanjutan (culture of continuous quality improvement). 6
Proses Akreditasi LAM-PTKes No Komponen LAM-PTKes 1. Proses Kerja (6 langkah dalam waktu 6-12 bulan) 2. Pengajuan Prodi untuk diakreditasi 3. Jumlah dan jenis Asesor 2 atau 3 asesor 1. Persiapan/pembinaan oleh fasilitator yang spesifik bidang ilmu 2. Asesmen kecukupan (desk evaluation) 3. Asesmen lapangan 4. Validasi 5. Sidang Majelis Akreditasi 6. Banding 7. Pemantauan perbaikan Prodi sesuai rekomendasi LAM-PTKes 1) Aktif 2) 1 tahun sebelum masa akreditasi berakhir 4. Cara Akreditasi Online menggunakan SIMAK (Sistem Informasi Manajemen Akreditasi) 5. Instrumen Akreditasi Spesifik bidang ilmu 6. Majelis Akreditasi Berasal dari OP dan AIP 7
Visi dan Misi LAM-PTKes VISI Terjaminnya mutu pendidikan tinggi kesehatan yang berstandar global MISI Terselenggaranya akreditasi nasional pendidikan tinggi kesehatan secara berkelanjutan yang dipercaya oleh semua pemangku kepentingan (sustainable dan credible) 8
Tujuan LAM-PTKes 1. Tersusunnya kebijakan, standar, instrumen dan prosedur akreditasi pendidikan tinggi kesehatan yang dioperasionalkan oleh LAM-PTKes (Specific) 2. Meningkatnya mutu program studi yang diakreditasi oleh LAM-PTKes berdasarkan indikator antara lain berupa uji kompetensi dan Tracer Study (Measurable) 3. Terpadunya akreditasi pendidikan akademik, vokasi, dan profesi yang saling mendukung peningkatan keterampilan tenaga kesehatan secara keseluruhan melalui instrumeninstrument yang sinkron (Achievable) 4. Terwujudnya lulusan dari program studi yang telah terakreditasi oleh LAM-PTKes yang mampu melaksanakan praktik pelayanan kesehatan dengan kompetensi sesuai standar dan kebutuhan masyarakat (Relevant) 5. Terwujudnya kemampuan LAM-PTKes untuk membiayai kegiatan operasionalnya sendiri sejak tahun 2015 (Time Bound) 9
Jumlah Prodi Kesehatan Acuan PDPT 2014 Bidang Ilmu Vokasi Akademik Spesialis Profesi D3 D4 S1 S2 S3 Sp-1 Jumlah bidang ilmu Dokter 0 0 0 19 11 74 196 300 Dokter Gigi 0 0 0 7 2 30 37 76 Perawat 477 35 0 15 1 331 4 863 Bidan 692 37 4 6 0 2 0 741 Farmasi 118 1 87 15 5 26 1 253 Gizi 40 20 34 5 3 1 0 103 Kesmas 78 166 42 4 0 0 290 Keterapian Fisik, Keteknisan Medis, 83 0 0 0 0 0 0 83 Perawat Gigi, dll Total 1488 93 291 109 26 464 238 2709 Sumber: PDPT Mei 2014 Catatan utk Data Sp Dokter = 216 PS 10
Jumlah Prodi Kesehatan Kadaluarsa 2014 2015 Untuk Diakreditasi 2015 sujjjjjjdjjd Bidang Ilmu Vokasi Akademik Profes D3 D4 S1 S2 S3 i Sp Spesialis Jumlah bidang ilmu Dokter 0 0 0 7 5 6 72 90 Dokter Gigi 0 0 0 0 0 6 19 25 Perawat 85 0 81 0 0 139 0 305 Bidan 111 0 0 0 0 0 0 111 Farmasi 8 0 27 2 1 0 0 38 Gizi 1 0 8 0 0 0 0 9 Kesmas 0 2 41 7 0 0 0 50 Keterapian Fisik, Keteknisan Medis, 140 0 0 0 0 0 0 140 Sisa PS Tahun 2014 20 20 Total 345 2 157 16 6 151 91 788 Sumber : WEB BAN-PT 11
Nama Prodi Gizi yang Tercatat Masa Akreditasi dan Akan Diakreditasi 2015 No Perguruan Tinggi 1. Akademi Ilmu Gizi YPAG Makasar Program Studi Peringkat Tahun SK Tgl. Kadarluarsa Status Gizi C 2009 02 April 2014 Kadaluarsa 2. STIKes Baiturrahim, Jambi Ilmu Gizi C 2010 23 Desember 2015 Masih Berlaku 3. Universitas Brawijaya Ilmu Gizi B 2009 2 April 2014 Kadaluarsa 4. Universitas Diponegoro, Semarang Ilmu Gizi B 2010 17 Desember 2015 Masih Berlaku Sumber : Web BAN-PT; PDPT 12
Lanjutan No Perguruan Tinggi 5. UGM, Yogyakarta 6. Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta 7. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta 8. Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta 9. Universitas Dipenogoro Semarang Program Studi Gizi Kesehatan (Ilmu Gizi) Ilmu Gizi (Ilmu Gizi Masyarakat dan Keluarga) Peringkat Tahun SK Tgl. Kadarluarsa B 2009 11 September 2014 B 2009 11 September 2014 Ilmu Gizi C 2010 26 November 2015 Status Kadaluarsa Kadaluarsa Masih Berlaku Ilmu Gizi B 2009 2 April 2014 Kadaluarsa Ilmu Gizi Masyarakat C 2010 11 Juni 2015 Masih Berlaku Sumber : Web BAN-PT; PDPT 13
Instrumen Akreditasi Spesifik Hasil Proyek HPEQ 1. Instrumen baru spesifik yang tersedia dan di sahkan BANPT: 1. Program Studi Profesi Dokter 2. Program Studi Profesi Dokter Gigi 3. Program Studi Profesi Ners 4. Program Studi Diploma 3 Keperawatan 5. Program Studi Diploma 3 Kebidanan 2. Instrumen baru spesifik yang telah diujicoba, namun belum di sahkan BANPT: 1. Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat 2. Program Studi S-1 Farmasi 3. Program Studi S-1 Gizi 4. Program Studi Diploma 3 Gizi 3. Instrumen baru spesifik untuk spesialis FK dan FKG, yang telah dibuat 43 instrumen dan 9 instrumen telah diuji coba, namun belum di sahkan BANPT: 1. Program Studi Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Dalam 2. Program Studi Dokter Spesialis Ilmu Bedah 3. Program Studi Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 4. Program Studi Dokter Spesialis Obgin 5. Program Studi Dokter Spesialis Patologi Anatomi 6. Program Studi Dokter Spesialis Radiologi Kedokteran 7. Program Studi Dokter Gigi Spesialis Ilmu Konservasi Gigi 8. Program Studi Dokter Gigi Spesialis Periodonsia 9. Program Studi Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 14
Jumlah Tim Penilai LAM-PTKes yang Tersedia Dari Proyek HPEQ No Bidang Ilmu Fasilitator Validator Asesor Baru Jumlah 1 Kedokteran (Profesi,S2,S3) 8 9 44 61 - Kedokteran (Sp-1) 88 88 2 Kedokteran Gigi (Profesi,S2,S3) 5 6 29 40 - Kedokteran Gigi (Sp-1) 5 5 3 Keperawatan (Ners) 10 10 62 82 - D-3 Keperawatan 10 8 61 79 4 Kebidanan (S1/Profesi) - D-3 Kebidanan 15 11 70 96 5 Kesehatan Masyarakat (S1) 4 6 17 27 6 Farmasi (S1) 6 8 41 55 7 Gizi (D3, S1) 3 4 16 23 TOTAL 61 62 433 556 15
Sumbangan Proses Akreditasi ( SPA) Jenjang Pendidikan SPA*** Profesi Rp. 87.500.000 Akademik, Vokasi, dan Spesialis Rp. 73.000.000 *** Sangat diharapkan bantuan pemerintah untuk meringankan biaya pelaksanaan akreditasi. Keterangan: Profesi: 3 asesor selama 4 hari Akademi, vokasi, dan spesialis: 2 asesor selama 3 hari 16
Satuan Biaya Langsung Akreditasi No Tahapan Jenis Biaya Rincian Volume Satuan (Rp) Sub Jumlah Jumlah (A) Jumlah (B) A B 1 Fasilitasi Jasa Profesi 1 1 7.500.000 7.500.000 7.500.000 2 AK Jasa Profesi 3 2 6.000.000 4.000.000 2.000.000 3 AL Jasa Profesi 2 1 4.000.000 8.000.000 4.000.000 1 1 5.000.000 5.000.000 5.000.000 Tiket 3 2 3.100.000 9.300.000 6.200.000 Uang Harian 3x1x4 2x1x3 500.000 6.000.000 3.000.000 Penginapan 3x1x3 3x1x2 700.000 6.300.000 4.200.000 4 Validasi Jasa Profesi 2 2 1.500.000 3.000.000 3.000.000 5 Majelis Jasa Profesi 15x1x50 15x1x50 300.000 225.000.000 Tiket 15 15 3.100.000 46.500.000 Uang Harian 15x1x2 15x1x2 500.000 15.000.000 Penginapan 15 15 700.000 10.500.000 297.000.000/50ps 5.940.000 5.940.000 57.040.000 42.840.000 17
Total Biaya Tidak Langsung No. Item Biaya per item 1. Operasional 1.302.000.000 2. Investasi 12.240.000.000 3. Remunerasi 4.734.000.000 Total Biaya Tidak Langsung 18.276.000.000 Biaya Tidak Langsung Per Prodi 18.276.000.000 x 5 tahun)/ 2950 (Jumlah Prodi Kesehatan) = 31.000.000 18
SUMBER PENDANAAN LAM-PTKES 1. Asosiasi Institusi Pendidikan (AIP), 2. Organisasi Profesi (OP), 3. Lembaga / Program Studi Kesehatan, 4. Pemerintah, 5. Masyarakat dan lembaga pengguna lulusan, 6. Donatur nasional dan internasional, 7. Usaha-usaha lainnya. 19
Organogram LAM-PTKes 2015 20
Kesimpulan 1. LAM-PTKes berdiri atas konsensus 7 OP dan 7 AIP kesehatan melalui fasilitasi Proyek HPEQ Dikti Kemendikbud. 2. LAM-PTKes telah memiliki legalitas resmi dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI dan pengakuan dari Kepmendikbud tentang Pengakuan Pendirian LAM-PTKes. 3. LAM-PTKes siap melaksanakan proses akreditasinya sejak 1 Maret 2015, setelah diresmikan oleh Menteri Ristek dan Dikti. 4. Dimohonkan prodi yg akan diakreditasi 2015 untuk menyiapkan diri. 5. Pemerintah sangat diharapkan tetap membantu pendanaan dalam penyelenggaraan akreditasi 5-10 tahun mendatang. 21
THANK YOU Indonesian Accreditation Agency For Higher Education In Health (IAAHEH) 22