BAB II TAKSONOMI BLOOM DUA DIMENSI

dokumen-dokumen yang mirip
3/30/2010 Rustaman file 1

Tugas Evaluasi Pendidikan RANAH PENGETAHUAN MENURUT BLOOM

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Enam Kategori pada Dimensi Proses Kognitif dan Proses-proses Kognitif Terkait. 1. MENGINGAl -Mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang.

ANALISIS SOAL UJIAN NASIONAL IPA SMP TAHUN 2014 BERDASARKAN DIMENSI PENGETAHUAN DAN DIMENSI PROSES KOGNITIF

BAB II STUDI LITERATUR. A. Kemampuan Matematis dan Revisi Taksonomi Bloom. Kemampuan matematis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN TEORI. perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu. Istilah cognitive berasal

KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DALAM MEMBACA TEKS EKONOMI KELAS XI- IPS K3 DI SMA NEGERI 10 MALANG

Taksonomi Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

ANALISIS TINGKAT KOGNITIF SISWA SMP DENGAN KEMAMPUAN RENDAH BERDASARKAN TAKSONOMI REVISI BLOOM PADA PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

PEMBELAJARAN TEMATIK DAN BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF REVISI TAKSONOMI BLOOM

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Berdasarkan hal tersebut, negara-negara di dunia berkompetisi dalam

REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM

EduSains Volume 1 Nomor 2 ISSN

Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa komponen. Dalam prosesnya, siswa dituntut untuk meningkatkan kompetensinya dengan

PERANGKAT ASESMEN MODEL PKM YANG MELIBATKAN SCAFFOLDING METAKOGNITIF BERDASARKAN REVISI TAKSONOMI BLOOM

Deskripsi Singkat Revisi Taksonomi Bloom Elisabeth Rukmini. Keywords: Bloom s taxonomy, cognitive, meta-cognitive

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Strategi Pembelajaran Menguji Hipotesis. bagian dari pembelajaran kooperatif.

TAKSONOMI BLOOM-REVISI. Ana Ratna Wulan/ FPMIPA UPI

2015 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP

TAKSONOMI BLOOM MAKALAH (disusun guna memenuhi mata kuliah Strategi Belajar Mengajar) oleh : Rina Asih Niasari NIM

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi **

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundametal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. siswa tidak cukup hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang sering

BAB I PENDAHULUAN. terutama tentang struktur materi, komposisi materi, sifat dan perubahan materi serta

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. peningkatan lingkungan belajar bagi siswa. Agar proses belajar. media pembelajaran, khususnya penggunaan komputer.

Revisi Taksonomi Pembelajaran Bloom. Pertemuan 3-6

BAB IV ANALISIS KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN IPS SD/MI KURIKULUM 2013 DILIHAT DARI TAKSONOMI BLOOM

BAB II MODEL PEMBELAJARAN NOVICK DAN HASIL BELAJAR

PERKULIAHAN 3: EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA ALAT EVALUASI

BAB II KAJIAN TEORI. Menurut arti leksikal Hasil adalah sesuatu yang diadakan. 10 Sedangkan belajar

BAB I PENDAHULUAN. bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan (Syah, 2008). Pendidikan formal

EVALUASI PEMBELAJARAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat

II. TINJAUAN PUSTAKA. membujuk, menganalisis asumsi dan melakukan penelitian ilmiah. Berpikir kritis

II. TINJAUAN PUSTAKA. Efektivitas pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat

TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Inkuiri dalam Pembelajaran IPA. menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Kemampuan berpikir matematika tingkat tinggi

Mengintegrasikan Revisi Taksonomi Bloom Kedalam Pembelajaran Biologi

PROFIL JENIS PERTANYAAN SISWA SMA BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI

TAKSONOMI BLOOM REVISI RANAH KOGNITIF: KERANGKA LANDASAN UNTUK PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, DAN PENILAIAN. Imam Gunawan * Anggarini Retno Palupi **

2015 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN LOGIS MATEMATIS SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI LEARNING CYCLE 5E DAN DISCOVERY LEARNING

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

II._TINJAUAN PUSTAKA. Keterampilan proses sains merupakan salah satu bentuk keterampilan proses

BAB I PENDAHULUAN. Menengah Pertama Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Metaphorical Thinking. (repository.upi.edu, 2013), 3.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi

BAB II KAJIAN PUSTAKA

EKSPLORASI KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMPREDIKSI, MENGOBSERVASI DAN MENJELASKAN DITINJAU DARI GENDER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terbuka, artinya setiap orang akan lebih mudah dalam mengakses informasi

II. TINJAUAN PUSTAKA. suatu proses pembelajaran. Perubahan yang terjadi pada siswa sejatinya

TUGAS EVALUASI KELOMPOK III

BAB II KAJIAN PUSTAKA

MANFA NFA TUJUAN PEMBELAJARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Oemar Hamalik (2001: 27) mengemukakan pengertian belajar adalah suatu proses

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering

BAB II KAJIAN TEORI. Pembelajaran merupakan proses komunikasi du arah, mengajar dilakukan oleh

KEMAMPUAN ANALISIS MAHASISWA PGSD TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN DIMENSI KOGNITIF PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SD

I. PENDAHULUAN. Upaya peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah secara

II. TINJAUAN PUSTAKA. Metakognisi adalah keterampilan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif.

II. TINJAUAN PUSTAKA. keterampilan-keterampilan tertentu yang disebut keterampilan proses. Keterampilan Proses menurut Rustaman dalam Nisa (2011: 13)

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem

TAXONOMY BLOOM'S THEORY. Membagi kemampuan belajar menjadi 3 (tiga) domain: Kognitif (Pengetahuan) Psikomotorik (Keterampilan) Afektif (Sikap)

I. TINJAUAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning)

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN PARADIGMA. adanya mekanisme suatu sistem. Kata lainnya yang mendekati pengertian tentang

Analisis Domain Pengetahuan dan Kognitif pada Kurikulum Indonesia Tahun Mata Pelajaran Biologi Sekolah Menengah Atas

BAB II KAJIAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Model pembelajaran problem solving merupakan salah satu model pembelajaran

TAKSONOMI BLOOM REVISI : RANAH KOGNITIF SERTA PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Pembelajaran matematika membutuhkan proses bernalar yang tinggi

BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT

II. TINJAUAN PUSTAKA. Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa

II. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran siswa pada masalah yang nyata sehingga siswa dapat menyusun

II. KERANGKA TEORETIS. Harlen & Russel dalam Fitria (2007: 17) mengatakan bahwa kemampuan

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Dalam kajian teori ini, membahas teori-teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, tinjauan pustaka

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMAHAMAN SISWA DALAM PERMUTASI DAN KOMBINASI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

TEORI BELAJAR KOGNITIF

Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang tidak pernah lepas dari segala bentuk aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Anterior Jurnal, Volume 13 Nomor 1, Desember 2013, Hal dari rencana pendidikan. Namun perlu dicatat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Ayu Eka Putri, 2014

Transkripsi:

BAB II TAKSONOMI BLOOM DUA DIMENSI Taksonomi adalah sebuah kerangka pikir khusus yang kategorikategorinya merupakan satu kontinum. Dalam taksonomi pendidikan mengklasifikasikan tujuan-tujuan. Dalam taksonomi Bloom dua dimensi rumusan tujuan berisikan satu kata kerja dan satu kata benda. Kata kerja umumnya mendeskripsikan proses kognitif yang diharapkan dari peserta didik, sedangkan kata bendanya mendeskripsikan pengetahuan yang diharapkan dikuasai atau dikonstruksi peserta didik. 1 Menurut Bloom proses kognitif adalah segala upaya yang menyangkut aktifitas otak. Pada awalnya taksonomi Bloom hanya mempunyai satu dimensi yaitu dimensi proses kognitif yang terdiri dari enam jenjang proses berpikir yaitu: (1) pengetahuan/ hafalan/ ingatan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (aplication), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), (6) penilaian (evaluation). 2 Akan tetapi setelah adanya revisi taksonomi Bloom kini menjadi dua dimensi yaitu dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. In the Revised Bloom Taxonomy, changes are seen in three main departments. These are 1.Terminology, 2. Structure and 3. Emphasis. Terminological changes, Constitutively, statements belonged to Bloom s 1 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm. 6 2 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2011), hlm. 50 19

six main departments are transformed from noun to verb. Structural changes can be seen as a sharp shift at first glance. The original taxonomy was a one-dimensional form. With the addition of the outcomes, the Revised Bloom Taxonomy has turned into a form of twodimensional table. Changes in emphasis is placed upon its use as a "more authentic tool in terms of curriculum planning, instructional delivery and assessment". 3 Telah dijelaskan bahwa revisi taksonomi Bloom terlihat dari tiga perubahan, antara lain: perubahan terminologi, perubahan struktural dan perubahan penekanan. Adapun revisi taksonomi Bloom dua dimensi akan dijelaskan sebagaimana berikut: A. Dimensi Pengetahuan Berdasarkan hasil riset-riset sains kognitif tentang perkembangan keahlian, cara pikir ahli, dan pemecahan masalah, pengetahuan adalah sebuah domain yang spesifik dan kontekstual. Pengetahuan merefleksikan spesifikasi domain, peran pengalaman dan konteks sosial dalam mengkonstruksi dan mengembangkan pengetahuan. Dalam dimensi pengetahuan terdapat empat jenis pengetahuan. Empat jenis pengetahuan yang akan dijelaskan dapat membantu para pendidik memutuskan apa yang akan diajarkan. Klasifikasi jenis-jenis pengetahuan 3 Omer Faruk Tutkun, dkk., Bloom s Revized Taxonomy and Critics on It, http://www.tojce.com/july2012/tjuly2.pdf, diakses 5 April 2014 20

dirancang untuk spesifikasi yang menengah, yaitu tujuan pendidikan. Tingkat spesifikasi atau generalitas memungkinkan empat jenis pengetahuan tersebut diterapkan untuk semua tingkat kelas dan mata pelajaran. 4 empat pengetahuan tersebut antara lain: 1. Pengetahuan faktual Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang harus diketahui siswa ketika akan mempelajari disiplin ilmu atau menyelesaikan masalah dalam disiplin ilmu tersebut. dalam pengetahuan faktual trediri dari dua sub jenis: a. Pengetahuan tentang terminologi. Pengetahuan ini melingkupi pengetahuan tentang label dan simbol verbal dan nonverbal (misalnya, kata, angka, tanda dan gambar). b. Pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik. Pengetahuan ini merupakan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi dan semacamnya. Pengetahuan ini meliputi informasi yang mendetail dan spesifik. 5 2. Pengetahuan konseptual Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategori, klasifikasi dan hubungan antar dua atau lebih kategori atau klasifikasi pengetahuan yang lebih kompleks dan tertata. Pengetahuan konseptual meliputi skema, model mental, atau teori 4 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.57-61 5 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.67-70 21

yang implisit atau eksplisit dalam beragam model psikologi kognitif. Pengetahuan konseptual terdiri dari tiga sub jenis: a. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori. Pengetahuan ini meliputi kategori, kelas, divisi dan susunan yang spesifik dalam disiplin-disiplin ilmu. Perlunya klasifikasi dan kategori dapat digunaka untuk menstrukturkan dan mensistematisasikan fenomena.pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori lebih umum dan sering lebih abstrak daripada pengetahuan tentang terminologi dan fakta-fakta yang spesifik. b. Pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi. Prinsip dan generalisasi dibentuk oleh klasifikasi dan kategori. Umumnya merupakan bagian yang dominan dalam sebuah disiplin ilmu dan digunakan untuk mengkaji fenomena atau menyelesaikan masalah-masalah dalam disiplin ilmu tersebut. pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi mencakup pengetahuan tentang abstraksi-abstraksi tertentu yang meringkas hasil-hasil pengamatan terhadap suatu fenomena. c. Pengetahuan tentang teori, model, dan struktur. Pengetahuan ini meliputi pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi sarta antara keduanya yang menghadirkan pandangan yang jelas, utuh dan sistemik tentang sebuah fenomena, masalah, atau materi kajian yang kompleks. Pengetahuan tentang teori, model, dan struktur mencakup pengatahuan tentang berbagi paradigma, epistemologi, teori dan model yang digunakan dalam disipin- 22

disiplin ilmu untuk mendeskripsikan, memahami, menjelaskan dan memprediksi fenomena. 6 3. Pengetahuan prosedural Pengetahuan prosedural meliputi bagaimana melakukan sesuatu, mempraktikkan metode-metode penelitian, dan kriteriakriteria untuk menggunakan ketrampilan, algoritma, teknik dan metode. Pengetahuan prosedural bergulat dengan pertanyaan bagaimana, dengan kata lain pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang beragam proses. Pada pengetahuan ini terdiri dari tiga subjenis: a. Pengetahuan tentang ketrampilan dalam bidang tertentu dan algoritme. b. Pengetahuan tentan teknik dan metode dalam bidang tertentu. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan yang umumnya merupakan hasil konsensus, kesepakatan atu ketentuan dalam disiplin ilmu, bukan hasil pengamatan atau eksperimen atau penemuan langsung. Pada umumnya pengetahuan ini menunjukkan bagimana para ilmuan dalam bidang mereka berpikir dan menyelesaikan masalah-masalah, bukan hasil penyelesaian masalah atau pemikiran. c. Pengetahuan tentang kriteria untuk menentukan kapan harus menggunakan prosedur yang tepat. 7 6 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.71-76 7 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.77-81 23

4. Pengetahuan metakognitif Pengetahuan metakognitif meliputi pengetahuan tentang kognisi secara umum dan kesadaran dan pengeahuan tentang kognisi diri sendiri. Pada pengetahuan ini meliputi tiga subjenis; a. Pengetahuan strategis. Pengetahuan strategis merupakan pengetahuan perihal strategi-strategi belajar dan berpikir serta pemecahan masalah. Pengetahuan ini mencakup strategi-strategi umum umum untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dan berpikir. b. Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif. c. Pengetahuan diri. Pengetahuan ini mencakup pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dalam kaitannya kognisi dan belajar. 8 Keempat Kategori-kategori pada dimensi pengetahuan dianggap kontinum dari yang kongkrit sampai yang abstrak. konseptual dan prosedural mempunyai tingkat keabstrakan yang berurutan, misalkan pengetahuan prosedural lebih konkret ketimbang pengetahuan konseptual yang paling abstrak. 9 Menurut teori kontruktivis bahwa satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Peserta didik harus membangun sendiri pengetahuan didalam benaknya. 10 8 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.82-88 9 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.6. 10 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovati Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010), hlm. 28 24

B. Dimensi Proses Kognitif Dimensi proses kognitif merupakan klasifikasi proses-proses kognitif siswa secara komprehensif yang terdapat dalam tujuantujuan bidang pendidikan. Dalam dimensi proses kognitif terdiri dari enam kategori. 11 Dalam dimensi ini kata kerja dari Kompetensi Dasar dan soal-soal dianalisis berdasarkan proses kognitif, dan dimasukkan sesuai dengan kategori dari kata kerja tersebut. Untuk memudahkan dalam analisis maka perlu adanya penjelasan dari setiap kategori dan kata kerja oprasionalnya. Tabel 2.1 Dimensi Proses Kognitif Kategori dan proses kognitif Nama-nama lain Definisi 1. Mengingat: mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang 1.1 Mengenali Mengidentifikasi Menempatkan pengetahuan dalam memori jangka panjang yang sesuai dengan pengetahuan tersebut 1.2 Mengingat kembali Mengambil Mengambil pengetahuan yang relevan dari memori jangka pajang 2. Memahami: mengkontruksi makna dari materi pambelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis dan digambar oleh guru 11 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm.100-102. 25

2.1 Menafsirkan 2.2 Mencontohkan 2.3 Mengklasifikasi kan 2.4 2.5 Merangkum 2.6 Menyimpulkan 2.7 Membandingkan Mengklarifikasi, Memparafrasaka, Merepresentasi, Menerjemahkan Mengilustrasikan, Memberi contoh Mengkatagorikan, Mengelompokkan Mengabstraksi, Mengeneralisasi Menyarikan, Mengekstrapolasi, Mengiterpolasi, Memprediksi Mengontraskan, Memetakan, Mencocokkan Mengubah satu bentuk gambaran menjadi bentuk lain Menemukan contoh atau ilustrasi tentang konsep atau prinsip Menentukan sesuatu dalam satu kategori Mengabstraksikan tema umum atau poin-poin pokok Membuat kesimpulan yang logis dari informasi yang diterima Menentukan hubungan antara dua ide, dua objek dan semacamnya 2.8 Menjelaskan Membuat model Membuat model sebabakibat dalam sebuah sistem 3. Mengaplikasikan: menerapkan atau menggunakan sesuatu prosedur dalam keadaan tertentu. 3.1 Mengeksekusi Melaksanakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang familier 3.2 Mengimplemen tasikan Menggunakan Menerapkan suatu prosedur pada tugas yang tidak familier 26

4. Menganalisis: memecah-mecah materi jadibagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu dan hubungan antar bagian-bagian tersebut dan keseluruhn struktur atau tujuan. 4.1 Membedakan Menyendirikan, Memilih, Memfokuskan, Memilah Membedakan materi pelajaran yang relevan dari yang tidak relevan bagian yang penting dari yang tidak penting 4.2 Mengorganisasi Menemukan, Koherensi, Memadukan, Membuat, Garis besar, Mendeskripsikan peran, Menstrukturkan Menentukan bagaimana elemen-elemn bekerja atau berfungsi dalam sebuah struktur 4.3 Mengatribusikan Mendekonstruksi Menentukan sudut pandang, bias, nilai atau mekasud dibelik meteri pelajaran 5. Mengevaluasi: mengambil keputusan berdasarkan kriteria dan atau standar. 5.1 Memeriksa Mengoordinasi, Menemukan Mendeteksi, inkonsistensi atau Memonitor, kesalahan dalam suatu Menguji proses atau produk, dan menemukan efektifitas prosedur yang sedang dipraktikkan 27

5.2 Mengkritik Menilai Menemukan inkonsistensi antara suatu produk dan kriteria eksternal dan menemukan ketepatan suatu prosedur untuk menyelesaikan masalah 6. Mencipta: memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat sesuatu produk yang orisinil. 6.1 Merumuskan Membuat Membuat hipotesishipotesis hipotesis berdasarkan kriteria 6.2 Merencanakan Mendesain Merencanakan prosedur untuk menyelesaikan suatu tugas 6.3 Memproduksi mengkonstruksi Menciptakan produk suatu Dalam psikologi pendidikan, ranah psikologis peserta didik yang terpenting adalah ranah kognitif. Ranah kejiawaan ini yang berkedudukan pada otak, dalam persepektif psikologi kognitif adalah sumber sekaligus pengendali ranah-ranah kejiwaan lainnya, yaitu ranah efektif (rasa) dan ranah psikomotorik (karsa). Oleh karena itu, pendidikan dan pengajaran perlu diupayakan sedemikian rupa agar ranah kognitif peserta didik dapat berfungsi secara positif dan bertanggung jawab. 12 Kekontinuman yang mendasari dimensi proses kognitif dianggap sebagai tingkat-tingkat kognisi yang kompleks. Memahami dianggap 12 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hlm. 82 28

merupakan tingkat kognisi yang lebih kompleks dari pada mengingat, mengaplikasikan diyakini lebih kompleks secara kognitif daripada memahami, dan seterusnya. 13 Beberapa faedah pengembangan ranah kognitif siswa antara lain: 1) Pengembangan kecakapan kognitif yang meliputi strategi belajar memahami isi materi pelajaran dan strategi meyakini arti penting isi materi pelajaran dan aplikasinya serta menyerap pesan-pesan moral yang terkandung dalam materi pelajaran tersebut. 2) Pengembangan kecakapan afektif. Pengembangan ranah kognitif juga menghasilkan kecakapan afektif. Seorang guru jika piawai dalam mengembangkan kecakapan kognitif akan berdampak positif terhadap ranah afektif. 3) Pengembangan kecakapan psikomotorik, yaitu segala amal jasmaniyah yang kongkret dan mudah diamati, baik kuantitasnya maupun kualitasnya, karena sifatnya yang terbuka. 14 The Two Dimensional Taxonomy Table emphasizes the need for assessment practices to extend beyond discrete bits of knowledge and individual cognitive processes to fokus on more complex aspects of learning and thinking. The cognitive process dimension calls our attention to the need to find ways of validly and reliably assessing higher-order and metacognitive processes. 15 13 Lorin W Anderson dan David R. Krathwohl..., hlm. 6 14 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru..., hlm. 83-85 15 Aly Amer, Reflections on Bloom s Revised Taxonomy, http://www.investigacionpsicopedagogica.org/revista/articulos/8/english/art_8_ 94.pdf, diakses 05 April 2014. 29

Dalam tabel taksonomi Bloom dua dimensi mempermudah peneliti untuk mengkategorikan setiap soal dalam dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Dengan melihat setiap kategori dan kata operasional dari penjelasan diatas akan lebih mudah mengkategorikan setiap soal dalam tabel taksonomi Bloom dua dimensi. Selain itu dapat dilihat dengan mudah tingkat kompleksitas dari setiap soal. Teori perkembangan Piaget menyatakan, bahwa perkembangan kognitif sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dalam lingkungan. Pengetahuan datang dari tindakan. Bagitu pula, teori perkembangan Piaget mewakili konstruktivisme yang memandang perkembangan kognitif sebagai suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan pemahaman realitas melalui pengalamanpengalaman dan interaksi-interaksi mereka. 16 Teori belajar kontruktivisme dan teori perkembangan kognitif Piaget menunjukkan bahwa hal-hal yang diperlukan peserta didik tidak hanya pengetahuan, melainkan perkembangan kognitif. Sehingga perlu adanya analisis dari dua sisi yaitu pengetahuan dan proses kognitif. 29 16 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovati Progresif,...hlm. 30