BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kognisi adalah suatu proses mental yang dengannya seorang individu menyadari dan mempertahankan hubungan dengan lingkungannya baik lingkungan dalam maupun lingkungan luarnya (fungsi mengenal). Bagianbagian dari proses kognisi bukan merupakan kekuatan yang terpisah-pisah, tetapi sebenarnya ia merupakan cara dari seorang individu untuk berfungsi dalam hubungannya dengan lingkungannya. Proses kognisi meliputi sensasi, persepsi, perhatian ingatan asosiasi, pertimbangan, pikiran dan kesadaran (Yosep, 2007). Persepsi atau pencerapan adalah kesadaran akan suatu rangsang yang dimengerti. Jadi persepsi adalah sensasi ditambah dengan pengertian, yang didapat dari proses interaksi dan asosiasi macam-macam rangsang yang masuk atau dengan perkataan lain dapat disebutkan sebagai pengalaman tentang benda-benda dan kejadian-kejadian yang ada pada saat itu (Yosep, 2007). Halusinasi merupakan persepsi yang salah tentang stimulus lingkungan actual (Videbeck, 2008). Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya rangsang dari luar. Walaupun tampak sebagai sesuatu yang khayal, halusinasi sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan penderita yang terepsesi (Yosep, 2007). Halusinasi pendengaran adalah mendengar suara atau bunyi yang berkisar dari suara sederhana sampai suara yang berbicara mengenai klien sehingga klien berespon terhadap suara atau bunyi tersebut (Stuart, 2007). Halusinasi pendengaran meliputi mendengar suara-suara, paling sering adalah suara orang berbicara kepada klien atau membicarakan klien. Mungkin ada satu atau banyak suara, dapat berupa suara orang yang dikenal atau tidak 1
dikenal. Berbentuk halusinasi perintah yaitu suara yang menyuruh klien untuk mengambil tindakan, sering kali membahayakan diri sendiri atau orang lain dan di anggap berbahaya (Videbeck, 2008). Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli mengenai halusinasi diatas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa halusinasi adalah persepsi klien melalui panca indera terhadap lingkungan tanpa ada stimulus atau rangsangan yang nyata. Sedangkan halusinasi pendengaran adalah kondisi dimana pasien mendengar suara, terutamanya suara-suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkanya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. B. Rentang respon neurobiologis Respon perilaku klien dapat diidentifikasi sepanjang rentang respon yang berhubungan dengan fungsi neurobiologik. Perilaku yang dapat diamati dan mungkin menunjukkan adanya halusinasi disajikan dalam tabel berikut (Stuart, 2007: 241) Respon adaptif RENTANG RESPON NEUROBIOLOGIS Respon maladaptif 1. Pikiran logis 2. Persepsi akurat 3. Emosi konsisten dengan pengalaman 4. Perilaku sesuai 5. Hubungan sosial 1. Pikiran kadang menyimpang 2. Ilusi 3. Reaksi emosional berlebihan 4. Perilaku ganjil 5. Menarik diri 1. Kelainan pikiran/delusi 2. Halusinasi 3. Ketidakmampuan untuk control emosi 4. Ketidakteraturan 5. Isolasi sosial Skema. 1 Rentang respon neurobiologis (Stuart, 2007) 2
1. Respon adaptif a. Pikiran logis Pendapat atau pertimbangan yang dapat diterima akal b. Persepsi akurat Pandangan dari seseorang tentang suatu peristiwa secara cermat. c. Emosi konsisten dengan pengalaman Kemantapan perasaan jiwa sesuai dengan peristiwa yang pernah dialami. d. Perilaku sesuai Kegiatan individu atau sesuatu yang berkaitan dengan individu tersebut diwujudkan dalam bentuk gerak atau ucapan yang tidak bertentangan dengan moral. e. Hubungan sosial Hubungan seseorang dengan orang lain dalam pergaulan ditengahtengah masyarakat (Stuart, 2007). 2. Respon transisi a. Pikiran kadang menyimpang Kegagalan dalam mengabstrakan dan mengambil kesimpulan. b. Ilusi Persepsi atau respon yang salah terhadap stimulus sensori. c. Reaksi emosional berlebihan Emosi yang diekspresikan dengan sikap yang tidak sesuai. d. Perilaku ganjil Perilaku aneh yang tidak enak dipandang, membingungkan, kesukaran mengolah dan tidak kenal orang lain. e. Menarik diri Perilaku menghindar dari orang lain (Stuart, 2007). 3
3. Respon mal adaptif a. Kelainan pikiran/delusi Keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realita sosial. b. Halusinasi Persepsi yang salah terhadap rangsangan. c. Ketidakmampuan untuk kontrol emosi Ketidakmampuan atau menurunnya kemampuan untuk mengalami kesenangan, kebahagiaan, keakraban dan kedekatan. d. Ketidakteraturan Ketidak selarasan antara perilaku dan gerakan yang ditimbulkan. e. Isolasi sosial Suatu keadaan kesepian yang dialami seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam (Stuart, 2007). C. Manifestasi klinik Berdasarkan jenis dan karakteristik halusinasi tanda dan gejalanya sesuai. Menurut Stuart (2007) pada klien gangguan jiwa ada beberapa jenis jenis halusinasi dan karakteristik tertentu, diantaranya : Tabel 2 : karakteristik halusinasi (Stuart, 2007) No Jenis Halusinasi Karakteristik 1 Pendengaran Mendengar suara atau kebisingan, paling sering suara kata yang jelas, berbicara dengan klien bahkan sampai percakapan lengkap antara kedua penderita halusinasi. Pikiran yang terdengar jelas dimana klien mendengar perkataan bahwa pasien disuruh untuk melakukan sesuatu kadang kadang dapat membahayakan. 2 Penglihatan Stimulus penglihatan dalam kilatan cahaya, gambar geometris, gambar karton atau panorama yang luas 4
dan kompleks. Penglihatan dapat berupa sesuatu yang menyenangkan / sesuatu yang menakutkan seperti monster. 3 Penciuman Membau bau-bau seperti darah, urine, feses umumnya bau-bau yang tidak menyenangkan. Halusinasi penciuman biasanya akibat stroke, tumor, kejang dan demensia 4 Pengecapan Merasa mengecap rasa seperti darah, urine, dan feses 5 Perabaan Mengalami nyeri atau ketidaknyamanan tanpa stimulus yang jelas, rasa tersetrum listrik yang dating dari tanah, benda mati atau orang lain. 6 Chanesthetic Merasakan fungsi tubuh seperti aliran darah di vena (arteri), pencernaan makanan. 7 Kinestetik Merasa pergerakan sementara bergerak tanpa berdiri. D. Etiologi Menurut (Stuart, 2007), faktor penyebab terjadinya halusinasi yaitu: 1. Faktor predisposisi a. Biologi Abnormalitas perkembangan sistem saraf yang berhubungan dengan respon neurobiologis yang maladaptif baru mulai dipahami. Ini ditunjukkan oleh penelitian-penelitian yang berikut: 1.) Penelitian pencitraan otak sudah menunjukkan keterlibatan otak yang lebih luas dalam perkembangan skizofrenia. Lesi pada daerah frontal, temporal dan limbik berhubungan dengan perilaku psikotik. 2.) Beberapa zat kimia di otak seperti dopamin neurotransmitter yang berlebihan, ketidak seimbangan antara dopamin dan neurotransmitter lain, dan masalah-masalah pada system reseptor dopamin dikaitkan dengan terjadinya skizofrenia. 5
3.) Pembesaran ventrikel dan penurunan masa kortikal menunjukan terjadinya atropi yang signifikan pada otak manusia. Pada anatomi otak klien dengan skizofrenia kronis, ditemukan pelebaran lateral ventrikel, atropi korteks bagian depan dan atropi otak kecil (cerebellum). Temuan kelainan anatomi otak tersebut didukung oleh otopsi (post-mortem). b. Psikologis Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon dan kondisi psikologis klien. Salah satu sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi gangguan orientasi realitas adalah penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hidup klien. c. Sosial Budaya Kondisi sosial budaya mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti: kemiskinan, konflik sosial budaya (perang, kerusuhan, bencana alam) dan kehidupan yang terisolasi disertai stres. 2. Faktor Presipitasi Secara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan setelah adanya hubungan yang bermusuhan, tekanan, isolasi, perasaan tidak berguna, putus asa dan tidak berdaya. Penilaian individu terhadap stressor dan masalah koping dapat mengindikasikan kemungkinan kekambuhan (Keliat, 2006). Menurut (Stuart, 2007), faktor presipitasi terjadinya gangguan halusinasi adalah: a. Biologis Stressor biologis yang berespon neurobiologist maladaptif meliputi : Gangguan dalam komunikasi dan putaran balik otak, yang mengatur proses informasi serta abnormalitas pada mekanisme pintu masuk dalam otak yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk secara selektif menanggapi stimulus yang diterima oleh otak untuk diinterpretasikan. 6
b. Stres lingkungan Ambang toleransi terhadap stres yang berinteraksi terhadap stressor lingkungan untuk menentukan terjadinya gangguan perilaku. c. Sumber koping Sumber koping mempengaruhi respon individu dalam menanggapi stresor berlebihnya informasi pada saraf yang menerima dan memperoses inflamasi di thalamus frontal otak. 3. Mekanisme koping Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi diri sendiri dari pengalaman yang menakutkan berhubungan dengan respon neurobiologi termasuk a. Regresi berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk mengurangi ansietas, hanya mempunyai sedikit energi yang tertinggal untuk aktivitas hidup sehari-hari. b. Projeksi sebagai upaya untuk menjelaskan keracunan persepsi. c. Menarik diri. E. Fase-fase halusinasi Halusinasi yang dialami oleh klien bila berada intensitasnya dan keparahan (Stuart membagi halusinasi klien mengendalikan dirinya semakin berat fase halusinasinya). Klien semakin berat mengalami ansietas dan makin dikendalikan halusinasinya lengkap tercantum dalam tabel 1. Tabel 1 Fase-fase tingkat Halusinasi (Stuart, 2007). Halusinasi Karakteristik Perilaku klien FASE 1 Klien mengalami perasaan seperti Tersenyum dan tertawa tidak sesuai Comforting ansietas, kesepian, rasa bersalah menggerekan bibir tanpa suara Ansietas sebagai halusinasi dan takut mencoba untuk befokus mengegerkan mata yang cepat dan menyenangkan pada pikiran menyengkan untuk respon verbal yang lambat jika meredakan ansietas individu Sedang asik sendiri meningkat mengenal bahwa pikiran-pikiran tanda-tanda sarat otonomi dan pengalaman sensor berada dalam kondisi kesadaran jika 7
FASE II Complementing Ansietas berat halusinasi memberatkan FASE III Controling Ansietas berat pengalaman sensorsi menjadi berkuasa FASE IV Conquering panik Ansietas panik pengalaman sensori menaklukan ansietas dapat ditangani psikotik. Pengalaman sensasi menjijikan dan menakutkan, klien mulai lepas kendali dan mungkin mencoba untuk mengambil jaraknya dengan sumber yang dipersepsikan klien mungkin mengalami pengamalan sensori dan menarik diri dari orang lain, psikotik ringan Klien berhenti menghentikan perlawanan terhadap halusinasi dan menyerah pada halusnasinya menjadi menarik, klien mengalami pengalaman kesepian jika sensori halusinasinya berhenti psikotik Pengalaman sensori menjadi mengancam jika klien mengikuti perintah halusinasi berakhir dari beberapa jam / hari jika intervensi terapeutif psikoti berat. Ansietas seperti peningkatan denyut jantung pernafasan dan tekanan darah, rentang perhatian menyempit asik dengan penglaman sensori dan kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dan realita Kemampuan dikendalikan halusinasi akan lebih ditakuti, kerusakan berhubungan dengan orang lain, rentang perhatian hanya beberapa detik / menit adanya tanda-tanda fisik ansietas berat berkeringat, tremor, tidak mampu memahami peraturan. Perilaku tremor akibat panik, potensi kuat suicida / nomicide aktifitas merefleksikan halusinasi perilaku isi, seperti kekerasan, agitas menarik diri katafonici, tidak mampu merespon terhadap pemerintah, yang komplek tidak mampu berespon lebih dari satu orang. 8
F. Masalah keperawatan Adapun masalah keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran menurut Keliat (2006) antara lain : 1. Halusinasi pendengaran 2. Resiko mencederai diri 3. Menarik diri 4. Harga diri rendah G. Pohon masalah Resiko Mencederai Diri Halusinasi Pendengaran Menarik Diri Harga Diri Rendah Skema. 2 pohon masalah (Sumber: Keliat, 2006) H. Diagnosis keperawatan Diagnosis keperawatan yang ditentukan oleh para ahli salah satunya sebagai berikut : diagnosa adalah masalah kesehatan aktual dan potensial yang mampu diatasi oleh perawat berdasarkan penidikan dan pengalamannya. Diagnosa keperawatan yang muncul menurut Keliat (2006) : 1. Resiko mencederai diri 2. Halusinasi pendengaran 3. Menarik diri 4. Harga diri rendah 9
I. Intervensi keperawatan No Diagnosa Rencana Tindakan Keperawatan TT Dx keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Tindakan Keperawatan Rasional 1 Halusinasi TUM: Klien dapat mengontrol Setelah interaksi klien halusinasi yang di alaminya menunjukan : TUK 1: Klien dapat membina hubungan saling percaya 1. Tanda-tanda percaya kepada perawat : a. Expresi wajah bersahabat b. Menunjukan rasa senang c. Ada kontak mata d. Mau berjabat tangan e. Mau menyebutkan nama f. Mau duduk berdampingan dengan perawat g. Bersedia mengungkapkan 1. Bina hubungan saling percaya a. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal b. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat. c. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali interaksi d. Tanyakan perasan klien dan masalah yang dihadapi klien e. Dengarkan dengan a. Menciptakan saling percaya pada klien b. Tak kenal maka tak sayang c. Mewujudkan rasa percaya pada klien d. Memvalidasi perasaan klien e. Memperhatikan perasaan klien 10
masalah yang dihadapi penuh perhatian TUK 2: Klien dapat mengenal 2. Klien dapat 2. Klien dapat Klien dapat halusinasinya menyebutkan: menyebutkan: menceritakan mengenai a) Isi a) Mengetahui jenis halusinasi b) Waktu halusinasi c) Frekwensi b) Mengetahui isi, waktu, d) Situasi dan kondisi frekwensi halusinasi yang menimbulkan c) Mengetahui situasi dan halusinasi kondisi yang menimbulkan halusinasi TUK 3: Klien dapat 3. Klien dapat 3. klien dapat mengontrol Klien dapat mengontrol halusinasinya menyebutkan tindakan halusinasinya mengidentifikasikan cara yang biasanya a) Identifikasi bersama klien yang harus dilakukan jika dilakukan untuk cara atau tindakan yang terjadi halusinasi mengendalikan dilakukan jika terjadi halusinasi halusinasi 3.1 Klien dapat 3.1diskusi cara yang menyebutkan cara diinginkan control halusinasi klien : a) Jika cara yang digunakan adaptif beri pujian b) Jika cara yang digunakan a) Memberi reinforcement positif b) Memberikan cara yang terbaik untuk klien 11
3.2 klien dapat memilih dan memperagakan cara mengatasi halusinasi mal adaptif diskusi cara tersebut 3.2Diskusi cara baru untuk memutuskan/ mengontrol timbulnya halusinasi a) Katakan pada diri sendiri bahwa suara itu nyata b) Bantu klien memilih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk mencoba c) Beri kesempatan untuk melaukan cara yang dilatih d) Pantau pelaksanaan yang telah dipilih dan dilatih, jika berhasil beri pujian Memberikan cara terbaru pada klien cara memutus halusinasi TUK 4: Klien dapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol halusinasinya 4.keluarga menyatakan setuju untuk mengikuti pertemuan dengan perawat dan keluarga mampu menyebutkan 4.klien menyatakan setuju untuk mengikuti pertemuan dengan perawat a) buat kontrak dengan a) Bina hubungan saling 12
pengertian, tanda dan keluarga untuk percaya dengan gejalanya, proses pertemuan (waktu, keluarga klien. terjadinya halusinasi dan tempat, topik) b) Agar keluarga tahu tindakan untuk b) diskusi dengan keluarga mengenai sakit yang mengendalikan tentang : diderita klien halusinasi a. pengertian halusinasi b. tanda dan gejala halusinasi c. isi halusinasi d. waktu halusinasi e. frekwensi halusinasi f. situasi terjadinya halusinasi. TUK 5: Klien dapat 5.1 klien dapat 5.1 Diskusi dengan klien Agar klien mau minum obat memanfaatkan obat dengan menyebutkan tentang manfaat dan dengan tepat baik a) Manfaat minum obat kerugian tidak minum b) Kerugian tidak minum obat, nama, warna, obat dosis, cara, efek terapi c) Nama, warna, dosi, dan efek samping efek terapi dan efek penggunaan obat samping a) Pantau klien saat penggunaan obat 13
b) Beri pujian jika klien menggunakan obat dengan benar c) Diskusikan akibat berhenti minum obat jika tanpa konsultasi dengan dokter 2 Resiko perilaku TUM: Klien dapat mengontrol Setelah interaksi klien kekerasan perilaku kekerasan menunjukan : TUK 1: Klien dapat membina hubungan saling percaya 1. Tanda-tanda percaya kepada perawat : a) Wajah cerah, tersenyum b) Mau berkenalan c) Ada kontak mata d) Bersedia menceritakan perasaan 1. Bina hubungan saling percaya a) Beri salam setiap berinteraksi b) Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat a) Menciptakan hubungan saling percaya pada klien b) Tak kenal maka tak sayang berinteraksi c) Tanyakan dan panggil nama kesukan klien d) Tunjukan sikap empati, c) Agar lebih akrab dalam menyapa klien d) Mewujudkan percaya kepada klien. 14
jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi e) Tanyakan perasaan e) Memvalidasi perasaan klien dan masalah yang klien dihadapi klien TUK 2: Klien dapat 2. Klien dapat 2.klien dapat mengidentifikasi penyebab menceritakan mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan yang dilakukannya penyebab kekerasan a) Menceritakan perilaku perilaku kekerasan a. Motivasi klien untuk menceritakan penyebab a) Mengungkapkan perasaan klien penyebab perasaan rasa kesal atau jengkel/kesal baik dari jengkelnya diri sendiri maupun lingkunganya b. Dengarkan tanpa menyela atau member b) Memperhatikan klien penilaian ugkapan perasaan pasien TUK 3: Klien dapat 3. Klien dapat 3. klien dapat mengidentifikasi tanda-tanda menceritakan tanda- mengidentifikasi tanda- perilaku kekerasan tanda saat terjadi tanda perilaku perilaku kekerasan kekerasan a) Tanda fisik : mata merah, tangan a) motivasi klien menceritakan kondisi a) Memberikan 15
mengepal, expresi fisik (tanda-tanda fisik) kesempatan pada klien tegang, dan lain-lain saat perilaku kekerasan untuk bercerita b) Tanda emosional : terjadi perasaan marah, jengkel, bicara kasar c) Tanda social : bermusuhan yang dialami saat terjadi b) motivasi klien menceritakan kondisi emosinya (tanda-tanda emosional) saat terjadi perilaku kekerasan b) Mengetahui bagaimana perasaan klien setelah melakukan tindak kekerasan perilaku kekerasan c) motivasi klien menceritakan hubungan dengan orang lain (tanda-tanda social) c) Klien dapat memilah mana yang benar dan yang salah TUK 4: Klien dapat 4. klien dapat 4. Klien dapat mengidentifikasi jenis perilaku menjelaskan: mengidentifikasi jenis kekerasan yang pernah a) jenis-jenis ekspresi perilaku kekerasan yang dilakukannya kemarahan yang pernah dilakukannya. selama ini telah dilakukan b) Persamaanya saat melakukan kekerasan a) Motivasi klien menceritakan jenis-jenis tindak kekerasan yang selama ini pernah a.)memberikan kesempatan pada klien untuk bercerita c) Efektivitas cara yang dilakukan 16
dipakai dalam b) Motifasi klien b.)mengetahui bagaimana menyelesaikan menceritakan perasaan perasaan klien setelah masalah klien setelah tindak melakukan tindak kekerasan tersebut kekerasan. terjadi c) Diskusikan apakah c.)klien dapat memilah dengan tindak mana yang benar dan kekerasan yang yang salah dilakukannya masalah yang dialami teratasi TUK 5: Klien dapat 5. Klien dapat 3) Klien dapat Mengetahui akibat perilaku mengidentifikasi akibat menjelaskan akibat mengidentifikasi akibat kekerasan perilaku kekerasan perilaku kekerasan perilaku dan kekerasan a) Diri sendiri : luka, a) Diri sendiri dijauhi teman, dll b) Orang lain/keluarga b) Orang lain/ keluarga : c) Lingkungan luka tersinggungu, ketakutan, dll c) Lingkungan barang atau benda rusak, dll 17
TUK 6: Klien dapat 6. Klien dapat : 4) Klien dapat Klien tahu cara untuk mengidentifikasi cara Menjelaskan cara-cara mengidentifikasi cara mengungkapkan marah konstruktif dalam sehat mengungkapkan konstruktif dalam mengungkapkan kemarahan marah mengungkapkan kemarahan. 6.1 Jelaskan cara-cara sehat untuk mengungkapkan marah : a) Cara fisik dalam pukul bantal atau kasur, olah raga b) Verbal : Mengungkapkan bahwa dirinya sedang kesal kepada orang lain c) Social : latihan asertif dengan orang lain d) Spiritual : sembahyang/ doa, zikir meditasi, dsb sesuai keyakinan agamanya masingmasing 18
TUK 7: Klien dapat 7. Klien dapat 7)klien dapat Klien dapat mendemonstrasikan cara memperagakan cara mendemonstrasikan cara mendemonstrasikan mengontrol perilaku kekerasan mengontrol perilaku mengontrol perilaku cara yang dipilih kekerasan kekerasan latihan klien a) Fisik : nafas dalam, memperagakan cara yang memukul bantal / dipih kasur b) Verbal Mengungkapkan perasaan kesal/ jengkel pada orang lain tanpa menyakiti c) Spiritual : zikir/ doa, meditasi sesuai dengan agama a) Peragakan cara melaksanakan cara yang dipilih b) Jelaskan manfaat cara tersebut c) Anjurkan klien menirukan peragaan yang sudah dilakukan d) Beri penguatan pada klien, perbaiki yang masih belum sempurna TUK 8: Klien mendapat 8. Perawat dapat 8.Klien mendapat dukungan Agar keluarga kelien dukungan untuk mengontrol melakukan pertemuan keluarga untuk tahu pendukung untuk perilaku kekerasan dengan keluarga mengontrol perilaku klien itu sangat penting a. Menjelaskan cara kekerasan : merawat klien dengan a) Diskusikan pentingnya 19
perilaku kekerasan b. Mengungkapkan rasa puas dalam merawat klien peran serta keluarga sebagai pendukung klien untuk mengatasi perilaku kekerasan b) Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi perilaku kekerasan c) Jelaskkan pengertian, penyebab, akibat dan cara merawat klien d) Peragakan cara merawat klien (menangani perilaku kekerasan) e) Beri kesempatan keluarga untuk memperagakan ulang f) Beri pujian kepada keluarga setelah peragaan 20
TUK 9: Klien menggunakan 9. Klien dapat 9.Klien menggunakan obat Agar klien mau minum obat sesuai program yang menjelaskan: sesuai program yang telah obat secara teratur dan telah ditetapkan a. Manfaat minum obat ditetapkan tahu mengenai dosis, b. Kerugian tidak minum a) Jenis obat (nama, jenis obat, waktu obat warna, dan bentuk obat) pemakaian dan cara c. Nama obat b) Dosis yang tepat untuk pemakaian d. Bentuk dan warna klien e. Dosis yang dianjurkan c) Waktu pemakaian kepadanya d) Cara pemakaian f. Waktu pemakaian e) Efek yang dirasakan g. Cara pemakaian klien h. Efek yang dirasakan Anjurkan klien : a) Minta klien menggunakan obat tepat waktu b) Lapor ke perawat/ dokter jika mengalami efek yang tidak biasa c) Beri pujian terhadap kedisiplinan klien menggunakan obat 21
3. Isolasi sosial TUM: Klien dapat berinteraksi dengan orang lain Setelah interaksi klien TUK 1: Klien dapat membina menunjukan : hubungan saling percaya 1. Tanda-tanda percaya kepada perawat : a) Wajah cerah, tersenyum 1. Bina hubungan saling percaya a) Beri salam setiap berinteraksi a.)menciptakan hubungan saling percaya pada klien b) Mau berkenalan c) Ada kontak mata b) Perkenalkan nama, nama panggilan perawat b.)tak kenal maka tak sayang dan tujuan perawat berinteraksi c) Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien c.)agar lebih akrab dalam menyapa klien TUK 2: Klien mampu 2. Klien mampu 2.klien mampu menyebutkan penyebab menyebutkan minimal menyebutkan penyebab menarik diri satu penyebab menarik diri : menarik diri Tanyakan pada klien tentang a) Diri sendiri : b) Orang lain a) Orang yang tinggal 22
c) Lingkungan serumah/teman sekamar b) Orang yang paling dekat dengan klien dirumah/siruangan c) Orang yang tidak dekat dengan klien dirumah/ diruangan d) Apa yang membuat klien tidak dekat dengan orang tersebut e) Upaya yang sudah di lakukan agar dekat dengan orang lain TUK 3: Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan social dan kerugian menarik diri 3. Klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan social dan kerugian menarik diri a) Banyak teman b) Tidak kesepian c) Bisa berdiskusi d) Saling menolong 3.klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan social dan kerugian menarik diri. Tanyakan pada klien tentang : a) Manfaat hubungan social 23
TUK 4: Klien dapat melaksanakan hubungan social secara bertahap Kerugian menarik diri misalnya: a) Sendiri b) Kesepian c) Tidak bisa diskusi 4. Klien dapat melaksanakan hubungan social secara bertahap dengan : a) Perawat b) Perawat lain c) Klien lain d) Kelompok lain b) Kerugian menarik diri 4.klien dapat melaksanakan hubungan social secara bertahap. Beri motivasi dan bantu klien untuk berkenalan/ berkomunikasi dengan : a) Perawat b) Perawat lain c) Klien lain d) Kelompok TUK 5: Klien mampu menjelaskan perasaanya setelah berhubungan social 5. Klien mampu menjelaskan perasaannya setelah berhubungan social dengan : a) Orang lain 5.Klien mampu menjelaskan perasaannya setelah berhubungan social dengan a) orang lain b) kelompok 24
b) Kelompok TUK 6: Klien mendapat 6. Perawat dapat bertemu 6.klien mendapat dukungan dukungan dari keluarga dalam dengan keluarga dan keluarga dalam memperluas hubungan social dapat menjelaskan: memperluas hubungan a) Pengertian menarik social diri Jelaskan pada keluarga b) Tanda gejala menarik tentang : diri a) Pengertian menarik diri c) Penyebab dan akibat b) Tanda dan gejala menarik diri menarik diri d) Cara merawat klien c) Penyebab dan akibat menarik diri menarik diri d) Cara merawat klien menarik diri 4. Harga diri TUM : Klien memiliki konsep 1. Setelah 4x interaksi 1. Bina hubungan saling rendah diri yang positif klien menunjukkan : percaya dengan TUK 1: Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat Klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat menunjukkan rasa menggunakan prisip komunikasi terpeutik a) Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal 25
senang, ada mata kontak, mau menyebutkan nama. Mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi b) Perkenalkan diri dengan sopan c) Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan kesukaan yang disukai klien d) Jelaskan tujuan pertemuan e) Jujur dan menepati janji TUK 2: Klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki 2. Klien dapat menyebutkan a) Aspek positif dan kemampuan yang dimiliki klien b) Aspek positif keluarga c) Aspek positif lingkungan klien 2.klien tidak dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki Diskusikan dengan klien tentang : a) Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga, lingkungan b) Kemampuan yang dimiliki klien 26
TUK 3: Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan 3.klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan 3. Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan a) Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan b) Diskusi kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksnaanya TUK 4: Klien dapat merencanakan kegiatan kesuai dengan kemampuan yang dimiliki 4. Klien membuat rencana kegiatan harian 4. klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien a) Kegiatan mandiri b) Kegiatan dengan bantuan 27
TUK 5: Klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang di buat TUK 6: Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada 5. Klien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat 6. Klien Memanfaatkan system pendukung yang ada di keluarga 5.klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat a) Anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan b) Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien c) Berikan pujian atas usaha yang dilakukan klien d) Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang 6. klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada. a) Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara 28
merawat klien dengan harga diri rendah b) Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat c) Bantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah 29
30