BAB III BAHAN DAN METODE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III BAHAN DAN METODE

Pengumpulan daun apu-apu

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 10 Mei 30 Juni 2013 selama 50

II. BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2013 di Balai Benih Ikan (BBI)

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Maret 2014 di

BAB III BAHAN DAN METODE

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2015 selama 50

METODE PENELITIAN. bio.unsoed.ac.id

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang Pengaruh PenambahanProbiotik Rhizopus oryzae

Lampiran 1. Proses Fermentasi Substrat Padat Tepung Kulit Ubi Kayu

3. METODE Waktu dan Tempat Penelitian Tahapan Penelitian Prosedur Penelitian a. Tahap I 1. Kultur bakteri Serratia marcescens

II. BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2014 bertempat

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas

BAB III METODE PENELITIAN

II. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2012 di Laboratorium

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan selama 40 hari pada bulan Agustus sampai dengan

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Prosedur Penelitian Isolasi dan Seleksi Bakteri Proteolitik Isolasi Bakteri Proteolitik

II. BAHAN DAN METODE 2.1 Alat dan Bahan 2.2 Tahap Penelitian

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang populasi bakteri dan keberadaan bakteri gram pada

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian mengenai pengaruh penambahan limbah kubis fermentasi dalam

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN. 1. Materi, Lokasi, dan Waktu Penelitian. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan gurami

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan pada bulan September-Oktober 2013,

III. BAHAN DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Performa Burung Puyuh Betina Umur 16

II. BAHAN DAN METODE. Bahan Pakan

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang Penggunaan Tepung Daun Mengkudu (Morinda

BAB III METODE PENELITIAN. ayam broiler terhadap kadar protein, lemak dan bobot telur ayam arab ini bersifat

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan Pada bulan Februari - Maret 2015 di Balai

IV. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

II. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus

Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Buah Ketapang (Ficus lyrata) oleh Aspergillus niger terhadap Bahan Kering, Serat Kasar, dan Energi Bruto

3 METODE PENELITIAN A2B2 (37;11) A2B1 (37;9) A1B2 (33;11) Tepung ikan

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

II. METODOLOGI 2.1 Persiapan Wadah dan Ikan Uji 2.2 Persiapan Pakan Uji

BAB III BAHAN DAN METODE. 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PT. Peta Akuarium, Bandung pada bulan April hingga Mei 2013.

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Program Studi

METODE PENELITIAN. Penelitian Tahap 1: Uji Efektivitas Enzim Cairan Rumen Domba Terhadap Penurunan Kandungan Serat Kasar Bungkil Kelapa

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2014, di Laboratorium Budidaya

BAB III BAHAN DAN METODE

II. BAHAN DAN METODE 2.1 Prosedur Penelitian Bahan dan Alat Persiapan Wadah Pemeliharaan Ikan Uji Rancangan Pakan Perlakuan

METODE PENELITIAN. : Nilai pengamatan perlakuan ke-i, ulangan ke-j : Rata-rata umum : Pengaruh perlakuan ke-i. τ i

III. METODOLOGI. Penelitian dilakukan selama 40 hari dari bulan Februari sampai dengan Maret. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pengaruh pemberian kombinasi tepung keong mas (Pomacea

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei - Juli 2014, di Laboratorium Budidaya

III. BAHAN DAN METODE. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Maret--Agustus 2011 bertempat di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang pengaruh pemberian tepung keong mas (Pomacea

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Aquatik, Fakultas

II. BAHAN DAN METODE 2.1 Tahap Penelitian 2.2 Prosedur Kerja Penelitian Pendahuluan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Selama Pemuasaan

BAB III METODE PENELITIAN. Ayam Pedaging dan Konversi Pakan ini merupakan penelitian penelitian. ransum yang digunakan yaitu 0%, 10%, 15% dan 20%.

III. BAHAN DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 Agustus 2016 di Mateseh,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli sampai bulan November 2009

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

MATERI DAN METODE. Materi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang pengaruh penggunaan ampas kecap sebagai subsitusi

II. BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Nopember

Modul Praktikum Plankton Budidaya Daphnia sp. Tim Asisten Laboratorium Planktonologi FPIK UNPAD

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

III. METODE PENELITIAN. Penelitian telah dilakukan selama 2 bulan pada bulan Februari-April 2015,

II. METODELOGI 2.1 Waktu dan Tempat 2.2 Alat dan Bahan 2.3 Tahap Penelitian

BAB III METODE PERCOBAAN. Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, yaitu perlakuan jenis

BAB III MATERI DAN METODE. Ransum terhadap Sifat Fisik Daging Puyuh Jantan dilaksanakan bulan Juni

MATERI DAN METODE. Pekanbaru. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai September

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli hingga Agustus 2011 yang bertempat di

Transkripsi:

BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret sampai dengan 11 Mei 2013 di Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran untuk proses fermentasi, pembuatan pakan dan di Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran untuk pemeliharaan dan pengamatan ikan uji. 3.2 Bahan dan Alat 3.2.1 Bahan-bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian diantaranya: 1. Ikan uji Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah ikan nilem berumur dua bulan yang berukuran 5 cm - 6 cm dengan bobot rata-rata 2,69 ± 0,22 g. Benih ikan nilem diperoleh dari Balai Benih Ikan Ciparay, Bandung. Jumlah ikan yang digunakan selama penelitian adalah 150 ekor ikan uji dalam perlakuan dan 50 ekor ikan stok. 2. Pakan uji Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakan buatan dengan penggunaan tepung daun apu-apu hasil fermentasi Aspergillus niger dalam persentase 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari berat pakan. Pakan uji yang diformulasikan terdiri dari bahan-bahan tepung ikan, tepung kedelai, tepung daun apu-apu hasil fermentasi, tepung jagung, dedak halus, tepung tapioka, minyak ikan dan top mix. 25

26 3. Inokulum Mikroba Inokulum mikroba yang digunakan untuk proses fermentasi adalah strain Aspergillus niger koleksi Laboratorium Nutrisi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Lampiran 23 d). 4. Daun apu-apu Daun apu-apu yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari area persawahan daerah Bypas kota Cirebon sebanyak 8,3 kg berat basah yang menjadi 1 kg berat kering setelah ditepungkan. 3.2.2 Alat-alat Penelitian a. Alat-alat yang digunakan untuk fermentasi : 1. Tabung reaksi untuk media agar miring dan inokulasi kultur kapang. 2. Ose untuk mengambil strain kapang dari kultur stok. 3. Autoclav merk Nano tec untuk sterilisasi. 4. Bulb pipet dan bunsen untuk proses pengenceran. 5. Erlenmeyer volume 300 ml untuk menyimpan hasil saring ekstrak tauge. 6. Kain kasa untuk menyaring ekstrak tauge. 7. Rak tabung reaksi sebagai tempat penyimpanan tabung reaksi. 8. Beaker glass dan gelas ukur berbagai ukuran untuk menakar larutan. 9. Petri dish sebagai tempat penghitungan total koloni kapang. 10. Timbangan digital merk Accula kapasitas 6 kg dengan ketelitian 0,1 g untuk menimbang bahan tambahan yang akan digunakan. 11. Blender untuk menghaluskan hasil panen inokulum. 12. Panci dan kompor untuk mengukus bahan pembuatan inokulum padat. 13. Baki sebagai tempat mendinginkan bahan yang telah dikukus. 14. Plastik dan aluminium foil digunakan untuk membungkus tepung daun apu-apu yang telah dicampur Aspergillus niger dan menutup hasil kukusan bahan saat pembuatan inokulum padat. 15. Inkubator untuk menginkubasi tepung daun apu-apu yang difermentasi dan menstabilkan suhu pada saat kultur kapang.

27 b. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan pakan : 1. Timbangan digital merk AND EK-120G dengan ketelitian 0,01 g untuk menimbang berat pakan. 2. Mesin penggiling digunakan untuk menghaluskan daun apu-apu hingga menjadi tepung. 3. Pelletizer untuk mencetak pakan. 4. Wadah plastik sebagai tempat pakan. 5. Ayakan 80 mesh untuk menyaring bahan pakan. 6. Kompor dan panci untuk mengukus bahan pakan. c. Alat-alat yang digunakan dalam pengamatan ikan uji : 1. Akuarium dengan ukuran (40x30x40) cm 3 sebanyak 15 buah sebagai wadah ikan uji yang telah dicuci dan didisinfeksi menggunakan larutan Kalium Permanganat (PK). 2. ph meter merk Hanna-Instrument dengan ketelitian 0,1 digunakan untuk mengukur derajat keasaman (ph) air. 3. DO meter merk Hanna HI-3810 dengan ketelitian 0,01 mg/ L digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dalam air. 4. Peralatan aerasi seperti blower sebanyak 1 buah, selang aerasi dan batu aerasi sebanyak 17 buah untuk memasok oksigen pada wadah ikan uji. 5. Termometer air raksa dengan ketelitian 0,1 C untuk mengukur suhu air pada wadah perlakuan. 6. Timbangan digital merk AND EK-120 G dengan ketelitian 0,01 g untuk pakan dan menimbang bobot ikan dengan kapasitas kemampuan menimbang 200 g. 7. Selang plastik sebanyak 2 buah untuk penyiponan dan mengganti air. 8. Serok kain kasa sebanyak 2 buah untuk mengambil ikan uji. 9. Bak fiberglass merk Ori Wound sebanyak 1 buah untuk wadah ikan stok. 10. Lampu bohlam sebanyak 4 buah untuk membuat kondisi air tetap hangat. 11. Alat tulis untuk mencatat hasil pengukuran dan pengamatan. 12. Camera digital untuk mendokumentasikan kegiatan selama penelitian.

28 3.3 Prosedur Penelitian 3.3.1 Pembuatan Tepung Daun Apu-apu Pembuatan tepung daun apu-apu meliputi pengumpulan, pencucian, penyortiran, penjemuran selama 96 jam, penggilingan dan tepung daun dianalisis proksimat sebanyak 5 g 10 g yang meliputi protein kasar, serat kasar, lemak kasar, kadar air, kadar abu dan energi bruto. Bagan alur prosedur pembuatan tepung daun apu-apu dapat dilihat pada (Lampiran 1). 3.3.2 Proses Fermentasi Substrat Padat Daun Apu-apu a. Pembuatan Media Agar Selektif Pembuatan media agar selektif bertujuan untuk pembiakan inokulum Aspergillus niger dalam media Extrack Touge Agar (ETA) dan untuk mengaktifkan enzim yang diinginkan. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan Extrack Touge Agar (ETA) yaitu agar batang merk AA 1,28%, sukrosa 5,1%, tauge dan air 93,62% (Modifikasi Ammi et al. 2012). Bagan alur proses pembuatan media agar selektif dapat dilihat pada (Lampiran 2). b. Pembuatan Inokulum Padat 200 g Pembuatan inokulum padat bertujuan untuk membuat inokulum Aspergillus niger dalam bentuk padat sebanyak 200 g. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan inokulum padat diantaranya nasi 83,62%, tepung daun apu-apu 10%, gula pasir (C 12 H 22 O 11 ) 5,1% dan urea CO(NH 2 ) 2 1,28% sebagai sumber nutrien inokulum (Modifikasi Ammi et al. 2012). Bagan alur proses pembuatan inokulum padat 200 g dapat dilihat pada (Lampiran 3). c. Total Plat Count (TPC) Proses dalam Total Plat Count (TPC) meliputi pelarutan inokulan dengan larutan gula fisiologis 5%, pengenceran, penuangan hasil pengenceran dan media agar dalam petri dish, homogenisasi, inkubasi dan penghitungan total koloni secara manual (Lampiran 4).

29 d. Fermentasi Daun Apu-apu Tepung daun apu-apu ditambahkan air dengan perbandingan 1 : 1, aduk hingga rata dan kukus selama 60 menit terhitung sejak air kukusan mendidih yang bertujuan untuk sterilisasi substrat kemudian, diamkan hingga dingin. Tepung daun apu-apu selanjutnya diinokulasi dengan inokulum Aspergillus niger sebanyak 2,5% dari berat total bahan (Mangisah et al. 2009), dengan kepadatan 6,4 x 10 8 cfu/ ml berdasarkan hasil penghitungan total koloni kapang. Campuran tersebut dimasukan dalam kantong plastik yang telah ditusuk dengan jarum steril untuk mendapatkan kondisi aerob. Tahap selanjutnya, inkubasi pada suhu 34 C selama tiga hari (Mangunwidjaja et al. 2011). Hasil fermentasi dikeringkan kemudian, dianalisis proksimat sebanyak 5 g - 10 g meliputi kadar protein kasar, serat kasar, lemak kasar, kadar air, kadar abu dan energi bruto untuk mengetahui perubahan kandungan gizi (Lampiran 8). Bagan alur proses fermentasi dapat dilihat pada (Lampiran 5). 3.3.3 Persiapan Pakan Uji Persiapan pakan uji meliputi persiapan seluruh bahan baku yang sudah diketahui kandungan gizinya (Lampiran 9) dan sesuai dengan formulasi pakan yang telah ditentukan menggunakan percent square method isoprotein 30% (Lampiran 10). Tabel 3. Komposisi Pakan Perlakuan (%) Perlakuan (%) Bahan A B C D E 0 5 10 15 20 Tepung Ikan 33,00 31,91 30,77 29,63 28,48 Tepung Kedelai 33,00 31,91 30,77 29,63 28,48 Tepung Daun Apu-apu Fermentasi 0 5 10 15 20 Tepung Jagung Kuning 12,00 10,59 9,23 7,87 6,52 Dedak Halus 12,00 10,59 9,23 7,87 6,52 Tepung Tapioka 7 7 7 7 7 Minyak Ikan 1 1 1 1 1 Top Mix 2 2 2 2 2 Total 100 100 100 100 100

30 Pakan yang sudah jadi kemudian dianalisis proksimat sebanyak 5 g 10 g yang meliputi kadar protein kasar, serat kasar dan energi bruto. Hasil analisis proksimat pakan uji tiap perlakuan dapat dilihat pada (Lampiran 11) dan bagan alur proses pembuatan pakan pada (Lampiran 6). 3.3.4 Persiapan Wadah Pemeliharaan Wadah yang akan digunakan, selang dan batu aerasi sebelumnya, dicuci bersih dan didisinfeksi menggunakan larutan Kalium Permanganat (PK), kemudian dibilas dengan air tawar lalu keringkan. Akuarium setelah kering, dipasangkan selang dan batu aerasi pada setiap wadah pemeliharaan kemudian, akuarium diisi dengan air tawar sebanyak 20 L per akuarium, diberi aerasi selama 24 jam dan air tersebut ditreatment selama tiga hari serta diberi larutan garam krosok (sodium thiosulfat) sebanyak 10 mg/ L (Nurfadhilah 2011). Tahap selanjutnya yaitu pemasangan lampu bohlam agar kondisi suhu air tetap stabil. Penentuan letak perlakuan penelitian dilakukan secara random (Lampiran 7). 3.3.5 Persiapan Ikan Uji Ikan uji yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan nilem dengan padat penebaran 1 ekor/ 2 L air (Ferdiana 2012). Benih ikan nilem yang diperoleh diaklimatisasi selama tujuh hari. Selama masa tersebut, ikan uji diberi pakan berupa pelet remah dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari pada pagi, siang dan sore hari secara at satiation lalu, satu hari sebelum diberi perlakuan, ikan dipuasakan terlebih dahulu dengan tujuan untuk menghilangkan pengaruh sisa pakan dalam tubuh ikan. Sebelum ikan uji dimasukan ke dalam akuarium, terlebih dahulu ikan uji ditimbang bobotnya untuk mengetahui bobot awal ikan uji dan menentukan dosis pakan yang akan diberikan. Tahap selanjutnya, ikan ditebar ke akuarium pengamatan sebanyak 10 ekor per akuarium. 3.3.6 Tahap Pengamatan Selama pengamatan, pakan diberikan tiga kali sehari sebanyak 5% dari bobot biomassa ikan (Watanabe 1988) dengan waktu pemberian pakan pada pukul

31 08.00, 12.00 dan 16.00 WIB. Jika air terlihat kotor, dilakukan penyiponan menggunakan selang plastik berdiameter 1 cm yang dilakukan pagi hari atau sore hari sebelum pakan uji diberikan dan pergantian air sebanyak 1/ 3 dari total volume air dalam akuarium. Hal tersebut untuk menjaga kualitas air tetap baik. Penimbangan dan penghitungan bobot benih sebanyak 10 ekor yang dilakukan setiap tujuh hari sekali yang disertai pengukuran panjang tubuh benih untuk tiap perlakuan. Hal berikutnya, dilakukan penimbangan bobot dan pencatatan jumlah benih yang mati jika terdapat selama pemeliharaan lalu, menggantinya dengan benih ikan nilem yang baru. Adapun pengukuran kualitas air meliputi suhu, ph, dan oksigen terlarut yang dilakukan satu minggu sekali dari awal hingga akhir penelitian. Pengamatan dilakukan selama 42 hari. 3.4 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Setiap wadah perlakuan diisi benih nilem sebanyak 10 ekor. Perlakuan penelitian yang diberikan antara lain : Perlakuan A = tanpa tepung daun apu-apu fermentasi dalam campuran pakan. Perlakuan B = pakan dengan persentase tepung daun apu-apu fermentasi 5%. Perlakuan C = pakan dengan persentase tepung daun apu-apu fermentasi 10%. Perlakuan D = pakan dengan persentase tepung daun apu-apu fermentasi 15%. Perlakuan E = pakan dengan persentase tepung daun apu-apu fermentasi 20%. Pengaruh setiap perlakuan diuji dengan analisis sidik ragam (uji F) pada selang uji 5%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka pengujian dilakukan dengan uji jarak berganda Duncan dan regresi. 3.5 Parameter Pengamatan 3.5.1 Produk Fermentasi Hasil fermentasi daun apu-apu dianalisis secara deskriptif berdasarkan data proksimat dan dibandingkan dengan daun apu-apu sebelum fermentasi, meliputi perubahan kandungan gizi yang terjadi.

32 3.5.2 Laju Pertumbuhan Harian Laju pertumbuhan harian ikan dapat dihitung dengan menggunakan rumus (Effendie 1997) sebagai berikut : g = ln Wt ln Wo t x 100 % Keterangan : g = Laju pertumbuhan harian (% per hari) Wt = Rata-rata bobot harian ikan di akhir penelitian (g) Wo = Rata-rata bobot harian ikan di awal penelitian (g) t = Lama pengamatan (hari) 3.5.3 Efisiensi Pakan Penghitungan efisiensi pakan yaitu besarnya rasio perbandingan antara pertambahan bobot ikan yang didapatkan dengan jumlah pakan yang dikonsumsi ikan. Semakin besar nilai pertambahan bobot maka efisiensi pakan semakin besar (NRC 1993). EP = Wt + D Wo JKP x 100% Keterangan : EP = Efisiensi pakan (%) W t W o D JKP = Biomassa ikan pada akhir pemeliharaan (g) = Biomassa ikan pada awal pemeliharaan (g) = Bobot ikan yang mati selama penelitian (g) = Jumlah pakan yang dikonsumsi selama penelitian (g)

33 3.6 Analisis Data Pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap laju pertumbuhan harian pada ikan uji dan efisiensi pakan dianalisis secara statistika menggunakan analisis sidik ragam dengan uji F pada selang uji 5%. Jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf kepercayaan 95% dan untuk menentukan tingkat proporsi tepung daun apu-apu fermentasi optimal yang dapat menghasilkan laju pertumbuhan terbaik bagi benih ikan nilem dilakukan analisis regresi (Gaspersz 1991). Produk hasil fermentasi dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil pengukuran kualitas air, kelangsungan hidup dan panjang tubuh ikan dijadikan sebagai data penunjang (Lampiran 20, 21, 22).