Kata kunci : Lean Manufacturing, Cover buku, Waste Defect, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Pokayoke.

dokumen-dokumen yang mirip
Maya Anestasia, 2 Pratya Poeri, 3 Mira Rahayu 1, 2,3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 4630

BAB I PENDAHULUAN I.1

Qolli Kusuma, 2 Pratya Poeri Suryadhini, 3 Mira Rahayu 1, 2, 3

Usulan Lean Manufacturing Pada Produksi Closet Tipe CW 660J Untuk Meningkatkan Produktivitas

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang dapat meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang dan

PERANCANGAN VALUE STREAM MAPPING PROSES PRODUKSI MAINAN KAYU PADA CV. MK

Implementasi Lean Manufacturing untuk Identifikasi Waste pada Bagian Wrapping di PT. X Medan

RANCANGAN USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI WAITING TIME

BAB I PENDAHULUAN. Dasar pemikiran dari lean thinking adalah berusaha menghilangkan waste

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

RANCANGAN PROSES PRODUKSI UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN DENGAN PENGGUNAAN KONSEP LEAN MANUFACTURING DI PT. MIZAN GRAFIKA SARANA*

41 Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Volume 1, Nomor 2, Oktober 2014

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2689

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Mulai. Studi Pendahuluan. Perumusan Masalah. Penetapan Tujuan. Pemilihan Variable. Pengumpulan Data. Menggambarkan Process Activity Mapping

BAB I PENDAHULUAN. performansinya secara terus menerus melalui peningkatan produktivitas. Lean

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

USULAN PENERAPAN METODE LEAN MANUFACTURING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Lemlit USAKTI 01 (01), 2016

Permasalahan yang akan dijadikan objek penelitian ini adalah keterlambatan pengerjan proyek pembuatan High Pressure Heater (HPH) di PT.

USULAN MEMINIMASI WASTE PADA PROSES PRODUKSI DENGAN KONSEP LEAN MANUFACTURING DI CV.X*

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

MINIMASI WASTE DEFECT DI PT EKSONINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA

ANALISIS PENERAPAN LEAN THINKING UNTUK MENGURANGI WASTE PADA LANTAI PRODUKSI DI PT. SIERAD PRODUCE SIDOARJO SKRIPSI

IMPROVEMENT PLAN TO MINIMIZE MOTION WASTE ON PRODUCTION PROCESS OF BOLT-ON TYPE GUITARS USING LEAN MANUFACTURING APPROACH IN PT GENTA TRIKARYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

OPTIMASI LINI PRODUKSI DENGAN VALUE STREAM MAPPING DAN VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS

BAB I PENDAHULUAN I.1

Analisis Pemborosan pada Unit Pelayanan Kesehatan Poliklinik dengan Pendekatan Lean Service

KATA PENGANTAR. berkenan memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat ANALISA PENERAPAN KONSEP LEAN THINKING

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KAJIAN WASTE PADA PRODUKSI BENANG DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING DI PT. XYZ SURABAYA

B A B 5. Ir.Bb.INDRAYADI,M.T. JUR TEK INDUSTRI FT UB MALANG 1

Perbaikan Kualitas Proses Produksi Dengan Pendekatan Lean Sigma Pada Divisi Produksi Di Hollywood Plastik, Sidoarjo. Michael Hartanto.

BAB I PENDAHULUAN. Pada umumnya, tujuan akhir suatu perusahaan adalah untuk memperoleh

Gambar I.1 Part utama Penyusun meter air

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Standarisasi Aliran Proses dan Informasi Pada Departemen Transport di PT A

SIMULASI VALUE STREAM UNTUK PERBAIKAN PADA PROSES PRODUKSI PELUMAS (Studi Kasus LOBP PT. PERTAMINA UPMS V)

USULAN RANCANGAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI DOOR FS ROOT A320 UNTUK MEMINIMASI WASTE WAITING PADA WORKSTATION CMM INSPECTION

BAB I PENDAHULUAN. Sumber: (Dokumentasi CV. ASJ)

DEVIS ZENDY NPM :

PENERAPAN METODE 5S UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION PADA PROSES PRODUKSI RUBBER BELLOW DI PT AGRONESIA (DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET)

IMPROVEMENT PROPOSAL OF MOTIFS PRINTING PROCESSING AT PT KHARISMA PRINTEX FOR MINIMIZING WASTE TRANSPORTATION USING LEAN MANUFACTURING APPROACH

: Lean Six Sigma, DMAIC, waste defect, fishbone chart, five whys, visual control

BAB I PENDAHULUAN. Toyota production system (TPS) sangat populer di dunia perindustrian.

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERANCANGAN PERBAIKAN SISTEM SUPPLY CHAIN DENGAN LEAN MANUFACTURING PADA PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIAL TUGAS SARJANA.

BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan konsumen merupakan faktor yang sangat penting untuk

USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KEMEJA UNTUK MEMINIMASI WASTE DEFECT DI PT. PRONESIA DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA

UPAYA PENGURANGAN PEMBOROSAN DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING

BAB I PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman merupakan sektor strategis yang akan

Penurunan Waste Intra pada Transportation Process Menggunakan Value Stream Mapping: A Case Study

IMPLEMENTASI LEAN MANUFACTURING UNTUK MENGURANGI LEAD TIME SHOULDER Studi Kasus PT.Barata Indonesia (Persero)

PENGURANGAN WASTE OF MOTION PADA PROSES LAYANAN MATERIAL SHEET DI GUDANG METAL PT DIRGANTARA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN WAREHOUSING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

STUDI PENGENDALIAN KUALITAS PINTU KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V ANALISA. Value added time Leadtime. = 3,22jam. 30,97 jam x 100% = 10,4%

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

USULAN PERBAIKAN UNTUK MENGURANGI LEAD TIME PADA PLASTIC INJECTION MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA DI PT X

BAB V HASIL DAN ANALISA

PENERAPAN KONSEP LEAN SERVICE DAN DMAIC UNTUK MENGURANGI WAKTU TUNGGU PELAYANAN *

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2858

PENDEKATAN LEAN THINKING UNTUK PENGURANGAN WASTE PADA PROSES PRODUKSI PLASTIK PE

BAB I PENDAHULUAN. menjadi jasa atau barang. Manufacturing adalah proses produksi untuk

KATA PENGANTAR. persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana Teknik Industri pada Fakultas

Lean Thinking dan Lean Manufacturing

Avissa Bonita, Rispianda Gita Permata Liansari. Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI

USULAN PERBAIKAN PROSES PRODUKSI KEMEJA UNTUK MEMINIMASI WASTE MOTION DI PT. PRONESIA DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING

Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Rancangan Lean Manufacturing System Dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja Di Perusahaan Komponen Otomotif (Studi Kasus Di PT.

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO...

BAB I PENDAHULUAN I.1

IDENTIFIKASI WASTE DILANTAI PRODUKSI DENGAN PENERAPAN LEAN MANUFACTURING DI PT ISTANA TIARA SURABAYA SKRIPSI

BAB I Pendahuluan. Tabel I. 1 Target dan Realisasi Produksi pada Masing-masing Komponen Pesawat A320 Periode Januari-September 2015

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan yang sangat pesat di sektor industri pada saat ini menuntut setiap

Analisis Perbaikan UKM X dengan Pendekatan Lean Manufacture Guna Mereduksi Waste di Lantai Produksi Aluminum

BAB I PENDAHULUAN. berperan sebagai penghasil nilai (value creator), baik industri manufaktur maupun

Analisis Waste dalam Produksi Pasta Gigi Menggunakan Lean Thinking

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

USULAN PENGURANGAN WASTE PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN WASTE ASESSMENT MODEL DAN VALUE STREAM MAPPING DI PT. X

TUGAS AKHIR PENERAPAN METODE LEAN SIGMA UNTUK MEMPERBAIKI KINERJA QUALITY, COST DAN DELIVERY PRODUK SUNVISOR ASSY DI PT. APM ARMADA AUTOPARTS

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. produktif yang cukup kuat, sekalipun terjadi gejolak atau krisis ekonomi.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XV Program Studi MMT-ITS, Surabaya 4 Pebruari 2012

Transkripsi:

PENERAPAN KONSEP LEAN MANUFACTURING UNTUK RANCANGAN USULAN PERBAIKAN MEMINIMASI WASTE DEFECT PADA PRODUKSI COVER BUKU PROYEK GRAFINDO MEDIA PRATAMA DI PT. KARYA KITA APPLICATION OF LEAN MANUFACTURING CONCEPTS FOR DRAFT PROPOSED IMPROVEMENT TO MINIMIZE WASTE DEFECT ON PRODUCTION BOOK COVER IN GRAFINDO MEDIA PRTAMA AT PT. KARYA KITA 1 Ario Dwi W, 2 Pratya Poeri S, 3 Muhammad Iqbal 1,2,3 Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom, Bandung-Indonesia 1 ariodwiw@gmail.com, 2 Pratya@telkomuniversity.ac.id 3 muhiqbal@telkomuniversity.ac.id Abstrak - PT. Karya Kita merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi buku, bulletin,majalah,dan tabloid. Dalam memenuhi permintaan konsumen, perusahaan ini harus menjaga kualitas produk yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Berdasarkan data perusahaan, defect rate pada bulan April sampai Desember tahun 2013 berada diatas batas target yang diperbolehkan oleh perusahaan yaitu diatas 3%. Oleh karena itu, perlu dirancang suatu perbaikan terhadap proses produksi dalam upaya meminimasi waste defect. Tahap penelitian diawali dengan melakukan identifikasi penyebab dominan terjadinya waste defect pada proses produksi cover buku GMP. Analisis awal dilakukan dengan melakukan penggambaran diagram Value Stream Mapping (VSM) current state dalam mendefinisikan masalah yang terjadi, fishbone diagram dan 5W. Akar penyebab masalah timbulnya waste defect yang telah teridentifikasi akan dijabarkan dengan menggunakan fishbone diagram dan 5W. Penyelesaian permasalahan dilakukan untuk setiap akar penyebab timbulnya waste dengan menggunakan metode lean manufacturing dan menghasilkan usulan untuk meminimasi waste defect scumming dengan batas toleransi 3%, diantaranya pembuatan diagram value stream mapping future state, dan penambahan visual control. Kata kunci : Lean Manufacturing, Cover buku, Waste Defect, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Pokayoke. Abstract - PT. Karya Kita is one of companies engaged in manufacturing which produces newsletters, magazines, and tabloids. In meeting consumer demand, the company must maintain the quality of the product to enhance the productivity and efficiency. Based on company data, defect rate from April to December in 2013 is above the tolerance limits allowed by the company, that is above 3 %. Therefore, it is necessary to design an improvement to the production process in an effort to minimize waste defect. First step research begins with identifying the dominant cause of waste defect on the book cover production in process GMP. Preliminary analysis done by the drawing diagram Value Stream Mapping ( VSM ) current state to defines on the problem that occurred, fishbone diagrams and 5W. The root causes of the problem of generation of waste defect that has been identified to be translated using the fishbone diagram and 5W. Solution of the problem for every root causes of waste by using lean manufacturing methods and produce the implementation plan for minimize waste defect such as : diagram Value Stream Mapping Future State, and Visual Control. Key Word : Lean Manufacturing, Cover buku, Waste Defect, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Pokayoke. 1. PENDAHULUAN Selama proses produksi buku, ditemukan waste yang mempengaruhi proses produksi di PT. Karya Kita. Analisis awal terhadap penemuan waste dibuat dalam kuisioner yang disebarkan kepada staff dan kepala Departemen Produksi untuk mengidentifikasi waste yang terdapat pada proses produksi cover buku dan isi

buku. Waste yang diidentifik asi adalah defect, inventory, transportation, waiting time, overproduction, motion, serta over processing. Hasil dari pengolahan kuisioner identifikasi waste adalah sebagai berikut : Gambar 1 Hasil Rekapitulasi Identifikasi Total Waste Gambar 2 Jumlah defect Isi dan cover buku periode April- Desember 2013 Berdasarkan hasil gambar 1 dan 2 menunjukan hasil persentase tiap waste yang menyebabkan pemborosan pada lantai produksi PT. Karya Kita. Pada gambar 1 dan 2 menunjukan waste yang paling besar adalah defect dan didukung dari data jumlah defect yang tinggi pada cover buku. Maka, waste defect akan dijadikan objek penelitian penulis dengan objek cover buku di PT. Karya Kita. 2. Dasar Teori 2.1. Model Konseptual Pola pikir untuk menyelesaikan permasalahan ini dapat dilihat melalui model kondeptual pada gambar 3

INPUT Data Sekunder Data Priemer Jumlah Produksi Jumlah Defect Jumlah Operator Identifikasi waste cover buku Tahun Cover Buku Tahun dan Jumlah Mesin Waktu Siklus pada lantai 2013 2013 Bekerja produksi PROSES Current State Mapping Value Stream Mapping Process Activity Mapping 7 Waste Fishbone Diagram Faktor Penyebab Dominan Waste Defect 5 Why Hasil Analisis Fator Penyebab Waste Defect Reduksi Defect Rate Pokayoke Future State Mapping Value Stream Mapping Process Activity Mapping OUTPUT Usulan Perbaikan Untuk Meminimasi Waste Defect Gambar 3 Model Konseptual Berdasarkan model konseptual, dapat diketahui bahwa data masukan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah produksi cover tahun 2013, jumlah defect cover buku tahun 2013, jumlah operator dan jumlah mesin yang bekerja, waktu siklus dan identifikasi waste pada lantai produksi. Semua data masukan ini merupakan informasi-informasi yang akan digunakan untuk mengetahui keadaan proses produksi cover buku di PT. Karya Kita. Waste defect yang timbul selama proses produksi akan diidentifikasi terlebih dahulu. Identifikasi timbulnya waste defect dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner waste checklist dan wawancara dengan beberapa kepala departemen produksi untuk mengetahui faktor penyebab dominan waste defect nya. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, maka penulis mencari akar masalahnya dan melakukan analisis dengan menggunakan tools lean manufacturing. Hal ini diharapkan mampu memberikan usulan bagi perusahaan agar dapat meminimasi waste yang terjadi dalam proses produksi cover buku. 2.2. Lean Lean Manufacturing, Lean adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk (barang atau jasa) agar memberikan nilai kepada pelanggan (customer). Lean yang diterapkan pada manufacturing disebut sebagai lean manufacturing [4 ]. 2.3. Value Stream Mapping (VSM) Value Stream Mapping adalah sebuah alat yang secara visual menyajikan aliran material dan informasi [9]. Dengan adanya pemetaan keseluruhan proses menggunakan VSM dapat diketahui berapa besar total waktu proses keseluruhan serta berapa besar aktivitas nilai tambah (value added) dan berapa besar aktivitas tidak bernilai tambah (non-value added) yang dihasilkan dari suatu proses produksi existing dan usulan dalam manufaktur.

2.4. Process Activity Mapping (PAM) Process Activity Mapping atau Peta Aliran Proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung [6]. 2.5. Fishbone Diagram Fishbone diagram atau biasa disebut Ishikawa diagram diagram untuk mengidentifikasi kemungkinan kemungkinan penyebab dari suatu efek atau masalah. Fishbone diagram bisa digunakan melakukan sesi brainstorming. Fishbone diagram menyortir ide-ide dan pemikiran menjadi sebuah kategori. Prosedur untuk membuat fishbone diagram tentukan masalah yang akan dibahas, kemudian tentukan kategori penyebab yang mungkin terjadi, umumnya: metode, mesin, manusia, material, pengukuran, dan lingkungan, dari setiap kategori tentukan apa saja penyebabnya [5] 2.6. 5 Whys Metode 5 Whys digunakan untuk mencari sumber permasalahan. Metode ini dilakukan dengan mengulang-ulang pertanyaan mengapa, sampai ditemukan akar penyebab masalah yang dapat diperbaiki. Masalah yang dianalisis merupakan masalah yang diprioritaskan [5]. 2.7. Pokayoke Poka-Yoke adalah sistem yang dibuat oleh Shiego Shingo yang berguna untuk mengeliminasi atau mencegah kesalahan yang terjadi dengan menggunakan suatu alat atau instrument [8]. 3. Pembahasaan Identifikasi Defect Melalui Value Stream Mapping dan Process Activity Mapping melalui Value stream mapping yang telah dibuat didapatkan waktu dari setiap departemen dan total defect pada proyek GMP. Waktu proses pada departemen pracetak adalah selama 27522,75 detik dan produk cacat sebesar 65195. Pada departemen cetak membutuhkan waktu proses sebesar 31843,83 detik dengan menghasilkan produk cacat selama 65195. Pada departemen finshing membutuhkan waktu selama 51245,75 detik. Berdasarkan statement dan hasil yang didapat. Maka penelitian ini akan difokuskan pada departemen cetak yang memiliki jumlah produksi terbesar dari departemen lainnya. Setelah mengetahui aliran proses di lantai produksi PT. Karya Kita maka dibuat tabel PAM yang menjelaskan aktivitas rinci dan total sekali produksi pada lantai produksi PT. Karya Kita di dalam tabel PAM terdapat 4 kegiatan (Operation, Transportation, inspection, storage, dan delay). erdasarkan hasil process activity mapping current state, diketahui bahwa lead time untuk proses produksi proyek GMP sebesar 132201,26 detik. Proses tersebut terdiri dari lima aliran kegiatan, yaitu operasi (operation), transportasi (transportation), inspeksi (inspection), penyimpanan (storage), dan penundaan (delay). A. Identifikasi Waste Defect melalui Pareto Diagram Pareto diagram digunakan untuk mengetahui jenis waste defect mana yang paling dominan terjadi pada proses produksi cover buku, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki dalam upaya meminimasi waste defect. Pada diagram pareto banyaknya waste defect terbanyak di PT. Karya Kita adalah : 1. Scumming (49,32) 2. Not Register (29,76) 3. Bad Image (20,92). Berdasarkan diagram pareto tersebut. Maka, peneliti hanya berfokus pada waste defect scumming dalam penelitian ini. B. Identifikasi waste defect melalui fishbone chart dan analisis 5 Why

Manusia Lingkungan Tidak memahami standard tentang pencampuran air dengan fountain Tempat penampungan air dan fountain tidak ada alat ukur Scumming Mesin cetak memutarkan plate tidak stabil Mesin Rotor penggerak pompa airtidak bekerja secara konstan Gambar 4 Fishbone Chart Berdasarkan gambar 5 mengenai fishbone chart terdapat faktor faktor penyebab terjadinya defect scumming diantaranya (Faktor mesin, Manusia dan lingkungan). Berdasarkan ketiga faktor tersebut nantinya akan dijabarkan secara rinci melalui analisis 5 why. Analisis 5 why sangat berguna untuk menemukan suatu usulan agar defect scumming dapat berkurang pada lantai produksi di PT. Karya Kita. Berikut adalah analisis 5 Why Tabel 1 Tabel Analisis 5 Whys Cause Sub Cause Why Why Why Why Mesin Mesin pompa air tidak mengelu arkan air tidak konstan Penggerak pompa air tidak bekerja secara kecepatan konstan Kondisi dari rotor sudah tidak layak atau berkarat atau kurangnya pelumas. Operator mendetek terjadinya kerusakan memakai perasaan Perusahaan tidak memiliki jadwal pergantian part pada waktu tertentu Mesin Mesin cetak menghasilkan cetakan yang kotor pada permukaan cover buku Penggerak plate tidak bekerja dengan baik Kondisi bearing menipis aus. dari sudah atau sering digunakan tanpa adanya pergantian atau perwatan Perusahaan tidak memiliki jadwal pergantian part pada waktu tertentu Manusia Operator tidak mengetahui ketentuan pencampuran air dengan fountain Operator tidak memahami petunjuk standar yang digunakan selama proses produksi Kurangnya sosialisasi petunjuk standar yang digunakan selama proses produksi Sosialisasi petunjuk standar hanya dilakukan diawal rekrutmen operator/ karyawan

Manusia Kadar air dan fountain tidak pas Operator menggunakan perasaan pada saat pencampuran Operator tidak mengetahui kadar pencampuran antara fountain dan air Tidak ada fasilitas alat ukur pada wadah pencampuran air dan fountain C. Identifikasi Waste Defect Melalui Pokayoke dan usulan Poka-Yoke adalah sistem yang dibuat oleh Shiego Shingo yang berguna untuk mengeliminasi atau mencegah kesalahan yang terjadi dengan menggunakan suatu alat atau instrument. Berdasarkan Tabel 5 faktor manusia dan lingkungan menyebabkan defect scumming terjadi, mereka tidak mengetahui bagaimana cara mencampurkan air dan fountain yang tepat begitu juga dengan faktor lingkungan tidak adanya fasilitas yang mendukung untuk menunjang kelancaraan produksi. Pada faktor lingkungan ini tidak adanya fasilitas berupa wadah air yang mumpuni untuk menampung air secara banyak dan juga alat ukurnya sehingga operator asal dalam melakukan pencampuran air dan fountain. berdasarkan permasalahan tersebut penulis akan membuat suatu alat untuk menunjang kelancaran produksi dan peringatan agar kesalahan tidak terulang kembali. 1. Visual Control Gambar 5 Visual Control

2. Fasilitas wadah penampngan air Gambar 4 Tempat penampungan wadah air 4. Kesimpulan Penyebab waste defect dominan yang terjadi pada proses produksi cover buku GMP April-Desember 2013 yaitu Scumming (49,32%), Not Register (29,76%), Bad Image (20,92%). Namun, pada penelitian kali ini hanya meneliti defect jenis scumming saja. Akar penyebab dari scumming antara lain: a. Faktor Mesin( Kondisi rotor pada mesin pompa air sudah berkarat dan kondisi bearing Ipada silinder blanket sudah berkarat), b. Faktor Manusia (kurangnya sosialisasi mengenai petunjuk standard cara pencampuran air dan fountain, operator menggunakan perasaan dan tidak mematuhi standard kerja dan pencampuran air dengan fountain, c. Faktor Lingkungan (Tidak adanya fasilitas alat ukur untuk proses pencampuran air dengan fountain). DAFTAR PUSTAKA [1] Akbar, Resha.(2011).Penerapan Konsep Lean Manufacturing untuk Mengurangi Waste Divisi Converting pada Proses Produksi Corrugated Karton Box di PT Purinusa Eka Persada Bandung. Tugas Akhir Institut Teknologi Telkom. [2] Murendra, Ahmad (2014). Minimasi Waste Defect Pada Proses Produksi Kain Grey 6200L Departemen Weaving II Di PT. Mahameru Centratama Spinning Mills. Tugas Akhir Institut Telkom University. [3] Aziz, Fariz Muhammad. Usulan Perbaaikan produksi Rubber Joint Strip untuk Mengurangi Waste Defect dengan Penerapan Konsep Lean Manufacturing. Tugas Akhir. [4] Gasperz, Vincent dan Avanti Fontana., 2011. Lean Six Sigma for Manufacturing and Service Industries. Bogor: Vinchristo Publication. [5] Liker, J. K. 2011. The Toyota Way. Jakarta: Penerbit Erlangga.

[6] Sutalaksana, Iftikar, 2006. Teknik Perancangan Sistem Kerja. Banding: penerbit ITB [7] http://www.leanindonesia.com. [8] http://www.leanmanufacturingtools.org [9] Rother, M., & Shook, J. (2003). Learning to See: value-stream mapping to create value and eliminate muda. Lean Enterprise Institute.