2.2 Statistik Nonparametrik

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 LANDASAN TEORI

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

STATISTIKA UJI NON-PARAMETRIK

Statistik Non Parameter

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Metode statistik non parametrik atau sering juga disebut metode bebas sebaran

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 7 STATISTIK NON-PARAMETRIK

BAB I PENDAHULUAN. Analisis regresi merupakan suatu metode yang digunakan untuk

BAB 9 PENGGUNAAN STATISTIK NON-PARAMETRIK DALAM PENELITIAN

Uji Z atau t Uji Z Chi- square

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nonparametrik, pengujian hipotesis, One-Way Layout, dan pengujian untuk lebih dari

METODE PENELITIAN Pertemuan ke-4 PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH STATISTIKA dan PROBABILITAS (MI) KODE / SKS : KK /2 SKS

STATISTIKA NONPARAMETRIK

STATISTIK NON PARAMETRIK (1)

BAB III METODE THEIL. menganalisis hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang dinyatakan

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Tes Statistik Non Parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapkan syaratsyaratnya

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan induk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

FUNGSI STATISTIKA. Oleh Jarnawi Afgani Dahlan

Prana Ugiana Gio 1 ABSTRAK

STATISTIK NON PARAMTERIK

SILABUS. URAIAN MATERI PEMBELAJARAN Estimasi parameter: 1. Pengenalan pendugaan titik (estimasi point) pada pendugaan selang (estimasi interval)

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ditujukan untuk meneliti objek-objek yang terlibat dalam

STATISTIKA NONPARAMETRIK (3)

STATISTIKA DASAR MAF Dosen: Dr. Lutfi Rohman Wenny Maulina, M.Si

Pengujian Hipotesis Komperatif 2 sampel Independen ( UJI Mann-Whitney )

ANALISIS DATA KUANTITATIF

BAB 3 METODE PENELITIAN

Utriweni Mukhaiyar MA2281 Statistika Nonparametrik Kamis, 5 Februari 2015

Kegiatan Belajar 1 menerangkan konsep chi square. Kegiatan Belajar 2 menerangkan uji kepatutan (goodness of fit). Kegiatan Belajar 3 menerangkan tes

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

STATISTIKA NONPARAMETRIK (3)

UJI STATISTIK NON PARAMETRIK. Widha Kusumaningdyah, ST., MT

Statistika Bisnis. Chi Square. Yusuf Elmande., S.Si., M.Kom. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi. Program Studi Humas.

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)

Analisis Data kategorik tidak berpasangan skala pengukuran numerik

BAB 1 PENDAHULUAN Pengertian dan Kegunaan Statistika

ANALISIS DATA DAN INTERPRETASI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga

CAPAIAN PEMBELAJARAN (Learning outcome) : Mampu menganalisis data dengan metode statistika yang sesuai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN

Statistik Non Parametrik-2

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode True Eksperimental

BAB III METODE PENELITIAN

Nonparametrik_uji k sampel_m. Jainuri, M.Pd

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan XL Center Gorontalo, jln Nani Wartabone No 143B, kota

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini, yaitu seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Bandar

ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA DENGAN METODE THEIL

PERBANDINGAN BERGANDA SESUDAH UJI KRUSKAL-WALLIS

Statistika Dasar. Hansiswany Kamarga

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

REGRESI LINIER NONPARAMETRIK DENGAN METODE THEIL

STATISTIKA INFERENSIAL RASIONAL

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA


BAB III METODE PENELITIAN

Probability and Random Process

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Metro pada

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Secara garis besar ilmu statistik dibagi menjadi dua bagian yaitu:

SILABUS MATA KULIAH. Pengalaman Pembelajaran

BAB III METODA PENELITIAN. penelitian eksperimen adalah penelitian deskriptif yang ingin mencari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

Skala pengukuran dan Ukuran Pemusatan. Ukuran Pemusatan

STATISTIKA. Statistika pengkuantifikasian (pengkuantitatifan) hasil-hasil pengamatan terhadap kejadian, keberadaan, sifat/karakterisitik, tempat, dll.

MATRIKS SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PROBABILITA TERAPAN (SI) KODE / SKS: KD / 3 SKS

BAB III METODE PENELITIAN. metode eksperimen. Dalam penelitian ini, peneliti membagi subjek yang diteliti

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. antara dua atau beberapa variabel. (Arikunto, 2000:326) Raja Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian

Uji chi-kuadrat merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sampel yang benar-benar terjadi (selanjutnya disebut dengan

APLIKASI MANN-WHITNEY UNTUK MENENTUKAN ADA TIDAKNYA PERBEDAAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA YANG BERASAL DARI KOTA MEDAN DENGAN LUAR KOTA MEDAN

Mengolah dan Menganalisis Data

KULIAH 2 : UJI NON PARAMETRIK 1 SAMPEL. Tim Pengajar STATSOS Lanjutan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda. Menurut. menguji hipotesis yang akan ditetapkan.

ANALISIS DATA KUANTITATIF Disusun oleh: Ressy Rustanuarsi ( ) Bertu Rianto Takaendengan ( ) Mega Puspita Sari ( )

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Mu amalat Indonesia yang berlokasi di Jl.Letjend S Parman no.54 Slipi

Penggolongan Uji Hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN

LANGKAH-LANGKAH PENGOLAHAN DATA PENELITIAN. Oleh: Bambang Avip Priatna Martadiputra

Ilmu Komunikasi Humas

STATISTIK NON PARAMETRIK (2)

KORELASI DAN REGRESI. dr. Hadi Sarosa, M.Kes Bagian Fisiologi F.K Unissula Semarang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode analitik-komparatif dengan pendekatan

UJI ASUMSI KLASIK (Uji Normalitas)

Statistika Nonparametrik dengan SPSS, Minitab, dan R

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian berisi metode yang digunakan beserta alasan alasannya

Prospek Statistik Nonparametrik Metode Brown-Mood dalam Pendidikan Tinggi:

OUTLINE. BAGIAN I Statistik Deskriptif. Pengertian dan Penggunaan Statistika Jenis-jenis Statistika. Pengertian Statistika.

: Perlakuan (Pembelajaran dengan model pembelajaran M-APOS),

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian, yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Dalam

Transkripsi:

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Statistik Parametrik Parametrik berarti parameter.parameter adalah indikator dari suatu distribusi hasil pengukuran.indikator dari distribusi pengukuran berdasarkan statistik parametrik digunakan untuk parameter dari distribusi normal.apa yang dimaksud dengan distribusi normal? Bagaimana mengetahui sebuah data berdistribusi normal atau tidak?hal ini penting sekali untuk diketahui karena berdasarkan normal atau tidaknya distribusi ini baru dapat ditentukan apakah uji statistik parametrik atau nonparametrik yang digunakan (Tavi & Riantri, 2010:9). Suatu tes statistik parametrik adalah suatu tes yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber sampel penelitiannya.syarat-syarat itu biasanya tidak diuji dan dianggap sudah dipenuhi. Seberapa jauh makna hasil suatu tes parametrik bergantung pada validitas anggapan-anggapan tadi (Siegel,Sidney,1986:38). 2.2 Statistik Nonparametrik Istilah nonparametrik pertama kali digunakan oleh Wolfowitz, pada tahun 1942.Metode statistik nonparametrik merupakan metode statistik yang dapat digunakan dengan mengabaikan asumsi-asumsi yang melandasi penggunaan metode statistik parametrik, terutama yang berkaitan dengan distribusi normal. Istilah lain yang sering digunakan untuk statistik nonparametrik adalah statistik bebas distribusi (distribution-free statistics) dan uji bebas asumsi (assumption-free test). Statistik

nonparametrik banyak digunakan pada penelitian-penelitian sosial.data yang diperoleh dalam penelitian sosial pada umumnya berbentuk kategori atau berbentuk ranking (Tavi & Riantri, 2010:10). Menurut Suharyadi dan Purwanto dalam bukunya Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern (2009:262) mengemukakan bahwa beberapa kalangan mempunyai pandangan yang skeptis terhadap statistik parametrik tersebut.hal ini terjadi apabila asumsinya dipandang tidak relevan, seperti distribusi yang bersifat normal, mungkin saja tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata. Siegel,Sidney dalam bukunya Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial (1986:39) mengemukakan bahwa tes statistik parametrik adalah paling kuat apabila semua anggapan model statistiknya dipenuhi dan bila variabel-variabel yang dianalisis diukur setidaknya dalam suatu skala interval. Tetapi, meskipun semua anggapan tes parametrik mengenai populasi dan syarat-syarat mengenai kekuatan pengukuran dipenuhi, kita ketahui dari konsep kekuatan efisiensi bahwa dengan memperbesar ukuran sampel dengan banyak elemen yang sesuai kita dapat menggunakan suatu tes nonparametrik sebagai ganti tes parametrik dengan masih mempertahankan kekuatan yang sama untuk menolak H 0. Terlebih lagi, anggapan-anggapan yang harus dibuat untuk memberikan pembenaran terhadap penggunaan tes parametrik biasanya hanya didasarkan atas dugaan dan anggapan, sebab pengetahuan tentang parameter-parameter populasinya hampir selalu tidak ada. Akhirnya untuk beberapan distribusi populasi, tes statistik nonparametrik jelas lebih unggul dalam kekuatan dibandingkan dengan tes parametrik (Siegel,Sidney, 1986:40). 2.3Uji Mann-Whitney Siegel,Sidney dalam bukunya Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-Ilmu Sosial (1986:145) mengemukakan bahwa jika tercapai setidak-tidaknya pengukuran ordinal, tes U Mann-Whitney dapat dipakai untuk menguji apakah dua kelompok independen

telah ditarik dari populasi yang sama. Tes ini termasuk dalam tes-tes paling kuat di antara tes-tes nonparametrik. Tes ini merupakan alternatif lain untuk tes t parametrik yang paling berguna apabila peneliti ingin menghindari anggapan-anggapan tes t itu, atau manakala pengukuran dalam penelitiannya lebih lemah dari skala interval. Kalau tes Mann-Whitney diterapkan untuk data yang dapat dianalisis secara layak dengan tes parametrik yang paling kuat, yaitu, tes t, maka kekuatan efisiensinya mendekati 3/n = 95,5% seiring dengan meningkatnya N (Mood, 1954), dan mendekati 95% meskipun untuk sampel berukuran sedang. Karena itu, tes ini merupakan pengganti yang sangat baik untuk tes t, dan tentu saja tes ini tidak memiliki anggapan-anggapan yang membatasi, serta persyaratan-persyaratan, yang semuanya itu diperlukan dalam tes t (Siegel,Sidney, 1986:159). Whitney (1948: 51-56) memberikan contoh-contoh distribusi dimana tes U ini lebih unggul dibandingkan dengan tes parametrik lain yang dapat dipakai sebagai pengganti tes ini. Uji Mann-Whitney dikembangkan oleh Henry Mann dan Donald Ransom Whitney pada tahun 1947. Uji Mann-Whitney merupakan uji nonparametrik yang digunakan untuk menguji apakah dua buah sampel independen berasal dari populasi yang sama. Populasi dari sampel pertama berbeda dengan populasi dari sampel kedua sehingga kedua sampel tersebut bersifat independen. Uji Mann-Whitney menguji parameter populasi dari masing-masing sampel.pada dasarnya, parameter yang di uji adalah median populasi. Jika nilai median dari populasi pertama sama dengan nilai median dari populasi kedua, maka kedua sampel tersebut berasal dari populasi yang sama. Namun jika nilai median dari populasi pertama tidak sama dengan nilai median dari populasi kedua, maka kedua sampel tersebut berasal dari populasi yang berbeda. Data yang dianalisis pada uji Mann-Whitney berupa ranking dari hasil pemeringkatan seluruh nilai dari dua sampel.karena data yang dianalisis berupa ranking, maka data tersebut termasuk data ordinal.setelah elemen dari masing-masing

diberi ranking, kemudian menjumlahkan ranking berdasarkan masing-masing sampel.setelah menjumlahkan ranking untuk masing-masing sampel, kemudian menentukan nilai dari statistik uji Mann-Whitney. U 1 = n 1 n 2 + (n 1)(n 1 + 1) 2 U 2 = n 1 n 2 + (n 2)(n 2 + 1) 2 R 1 R 2 Keterangan :n 1 adalah jumlah elemen pada sampel pertama. n 2 adalah jumlah elemen pada sampel kedua. R 1 adalah jumlah ranking pada sampel pertama. R 2 adalah jumlah ranking pada sampel kedua. Nilai U yang terkecil adalah nilai dari uji statistik Mann-Whitney. Nilai dari uji statistik Mann-Whitney digunakan untuk menentukan apakah hipotesis akan diterima atau ditolak. Nilai dari uji statistik Mann-Whitney dibandingkan dengan nilai kritis Mann-Whitney berdasarkan tabel nilai kritis Mann-Whitney.Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji statistik Mann-Whitney. Jika nilai uji statistik Mann Whitney > nilai kritis, hipotesis nol diterima. Jika nilai uji statistik Mann Whitney < nilai kritis, hipotesis nol ditolak. Untuk masing-masing sampel berukuran besar, yakni lebih dari 20, maka pendekatan normal atau uji statistik Z dapat digunakan. Nilai dari uji statistik Mann- Whitney terlebih dahulu ditransformasi ke dalam bentuk nilai peubah acak normal Z. Berikut rumus untuk mentransformasi nilai dari uji statistik Mann-Whitney ke bentuk nilai peubah acak normal Z. z = u n 1n 2 2 (n 1)(n 2 )(n 1 + n 2 + 1) 12

Keterangan :u adalah nilai dari uji statistik Mann-Whitney. n 1 adalah jumlah elemen pada sampel pertama. n 2 adalah jumlah elemen pada sampel kedua. zadalah nilai peubah acak normal Z. Setelah memperoleh nilai peubah acak normal Z, kemudian pengambilan keputusan terhadap hipotesis dapat dilakukan dengan cara membandingkan nilai peubah acak normal Z dengan nilai krits yang diperoleh berdasarkan tabel distribusi normal. Cara lain dengan menentukan nilai probabilitas kumulatif dari nilai peubah acak normal Z berdasarkan tabel distribusi kumulatif normal. Nilai probabilitas kumulatif dari nilai peubah acak normal Z kemudian dibandingkan dengan nilai tingkat signifikansi. Berikut aturan dalam pengambilan keputusan berdasarkan uji statistik Z. Jika nilai probabilitas kumulatif > tingkat signifikansi, hipotesis nol diterima. Jika nilai probabilitas kumulatif < tingkat signifikansi, hipotesis nol ditolak. 2.4 Uji Chi Kuadrat Uji chi kuadrat goodness of fit merupakan uji statistik yang dikembangkan oleh Karl Pearson pada tahun 1900.Uji chi kuadrat goodness of fit digunakan untuk menguji keselarasan antara frekuensi harapan atau teori dan frekuensi pengamatan.data yang dianalisis pada uji chi kuadrat dapat berupa data nominal atau data ordinal.hipotesis nol pada uji chi kuadrat menyatakan terjadi keselarasan antara frekuensi harapan dan ferkuensi pengamatan. Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik chi kuadrat.nilai dari uji statistik chi kuadrat digunakan untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak.berikut rumus untuk menghitung nilai uji statistik chi kuadrat.

X 2 = f p f h 2 f h Keterangan :f p merupakan frekuensi pengamatan. f h merupakan frekuensi harapan atau teori. X 2 merupakan nilai uji statistik chi kuadrat. Nilai uji statistik chi kuadrat kemudian dibandingkan dengan dengan nilai kritis berdasarkan tabel nilai kritis chi kuadrat.berikut aturan keputusan berdasarkan uji statistik chi kuadrat. jika X 2 < nilai kritis, hipotesis nol diterima. jika X 2 > nilai kritis, hipotesis nol ditolak. 2.5 Teknik Quota Sampling Sugiarto, dkk (2001:42) menyatakan Quota sampling bahwa sampel yang diambil harus sejumlah tertentu yang dijatah (quotum) dari setiap subgroup yang telah ditentukan dari suatu populasi. Menurut Sugiarto,dkk (2001) kelebihan dari teknik sampling ini adalah pada rendahnya biaya penelitian. Kelebihan lainnya adalah dengan keleluasaan peneliti untuk menentukan elemen-elemen untuk setiap quotanya.bahkan pada kondisi-kondisi tertentu, hasil penelitian dengan teknik quota sampling dapat menyamai hasil penelitian yang dilakukan dengan salah satu teknik sampling yang termasuk rumpun probability sampling. Kekurangan dari teknik Quota sampling menurut Sugiarto,dkk (2001) adalah permasalahan bertambah lagi dengan kenyataan dilapangan bahwa pewawancara cenderung mencari lokasi/tempat-tempat dimana sampel dapat ditemukan dan kadang pewawancara memilih-milih responden untuk diwawancarai berdasarkan kriteria yang

tidak dapat diterima seperti penampilan (gaya berpakaian, sikap), jenis kelamin, ras, dan lain sebagainya. 2.6 Menentukan Besar Sampel Menurut Roscoe dalam buku Research Methods For Bussines (1992:253) memberikan saran-saran tentang ukuran sampel sebagai berikut : 1. Ukuran sampel yang layak digunakan dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500. 2. Bila sampel dibagi dalam kategori (pria-wanita, pegawai negeri-swasta) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30. 3. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariat (korelasi atau regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah variabel yang diteliti. Misalnya variabel penelitiannya ada 5 (independen + dependen) maka jumlah anggota sampel = 10 x 5 = 50. 4. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maka jumlah anggota sampel masingmasing 10 s/d 20.