Marisi P. Purba

dokumen-dokumen yang mirip
ASET TETAP DAN ASET TAK BERWUJUD Isi-isu Kontemporer Terkait Pelaporan Keuangan Aset Tetap, Aset Tak Berwujud, Aset Sewa dan Hak atas Tanah

Pengadaan Barang dan Jasa BUMN; Suatu Kajian Terhadap Urgensi Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Pengadaan Barang dan Jasa BUMN, oleh

AKUNTANSI PENGGABUNGAN USAHA

AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN IMBALAN KERJA. Panduan Penerapan PSAK 24 (Revisi 2010) Tentang Imbalan Kerja

SERI PERPAJAKAN INDONESIA-6 PPnBM, Revaluasi Aktiva Tetap dan Fasilitas PPh

Akuntansi untuk Perusahaan Jasa dan Dagang/Sigit Hermawan;

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 5 TAHUN 2011 TENTANG AKUNTAN PUBLIK

PROFESI AKUNTAN PUBLIK DI INDONESIA Suatu Pembahasan Kritis Terhadap UU No. 5 Tahun 2011 Tentang Akuntan Publik Oleh : Marisi P. Purba, S.E., Ak, M.H.

ii Pengantar Bisnis

Penerbit GRAHA ILMU & KEUANGAN AKUNTANSI (Untuk Manajer Non Keuangan) Budi Rahardjo

AKUNTANSI KOPERASI Pendekatan Praktis Penyusunan Laporan Keuangan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Drs. Sonny Sumarsono, MM

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI BISNIS Kajian dari Aspek Keuangan

Sistem Akuntansi Pemerintahan Basis Akrual dengan Entri Berpasangan


Perilaku Keorganisasian

Manajemen Sumber Daya Manusia Masa Kini

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

AKUNTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

KEPRIBADIAN DAN ETIKA PROFESI

Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2009

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERKAWINAN BEDA WANGSA DALAM MASYARAKAT BALI

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR... TAHUN... TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH

Akuntansi Sumberdaya Manusia: Suatu Tinjauan Penilaian Modal Manusia

PENGANTAR AKUNTANSI BERBASIS IFRS

GRAHA ILMU Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

MANAJEMEN TEKNOLOGI NAZARUDDIN


ILMU KOMUNIKASI: TEORI & PRAKTIK

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH

ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia

EKOLOGI ENERGI. Mengenali Dampak Lingkungan dalam Pemanfaatan Sumber-sumber Energi

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Drs. Sonny Sumarsono, MM

Pengertian PPh. Pasal 23

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 34 /POJK.05/2015 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA

ii Penyusunan Anggaran Perusahaan

ii Pengendalian Hayati

PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 11 TAHUN 2012

Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013

EKOLOGI ENERGI. MENGENALI DAMPAK LINGKUNGAN DALAM PEMANFAATAN SUMBER-SUMBER ENERGI

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5 /POJK.03/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM

- 1 - BUPATI ACEH TAMIANG. Draf Rancangan QANUN KABUPATEN ACEH TAMIANG NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERSEROAN TERBATAS (PT) REBONG PERMAI

KRISTIAN WIDYA WICAKSONO

PSAK 21 Akuntansi Ekuitas (Accounting for Equity)

Wesli Drainase Perkotaan/Wesli - Edisi Pertama Yogyakarta; Graha Ilmu, 2008 viii hlm, 1 Jil. : 21 cm. ISBN:

SISTEM AKUNTANSI PERHOTELAN

TEORI DAN PRAKTEK PEMROGRAMAN TURBO PASCAL/Edhy

ii Akuntansi Biaya: Kajian Teori dan Aplikasi

Analisis Pembentukan Harga Pasar

METODE RISET SUMBER DAYA MANUSIA

KESEHATAN LINGKUNGAN UIEU - University Press

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

- 2 - Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 31, Tambahan Lembaran Nega

Ruko Jambusari No. 7A Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2009

2017, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERA

PRAKTEK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN MODAL VENTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 28/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Perusahaan adalah perusahan pembiayaan dan perusaha

SIMULASI SISTEM INDUSTRI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2017 TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

Pengantar Teknologi Informasi

PERATURAN DAERAH PROPINSI LAMPUNG NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) PERSEROAN TERBATAS (PT) LAMPUNG JASA UTAMA

Untuk Sekretaris dan Calon Sekretaris

HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

Dosen Akuntansi Keuangan Atma Jaya Catholic University Jakarta

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Etika Oleh: Magdalena Pranata Santoso Ilustrator: Yessi Mutiara

Manajemen Koperasi; Teknik Penyusunan Laporan Keuangan, Pelayanan Prima dan Pengelolaan SDM GRAHA ILMU

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KALKULUS LANJUT. Oleh: Prayudi. Edisi Pertama Cetakan pertama, 2009

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

TEORI EKONOMI. Penulis : Dr. Nur Laily, M.Si. Drs. Ec. Budiyono Pristyadi, M.M. Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013

BISNIS INTERNASIONAL; Sebuah Perspektif Kewirausahaan/

GRAHA ILMU Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

ii Ekonomi Mikro: Teori dan Soal Latihan

Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BANGKA TENGAH

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

Marisi P. Purba

ASPEK AKUNTANSI UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS Oleh : Marisi P. Purba Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit. GRAHA ILMU Candi Gebang Permai Blok R/6 Yogyakarta 55511 Telp. : 0274-882262; 0274-4462135 Fax. : 0274-4462136 E-mail : info@grahailmu.co.id P. Purba, Marisi ASPEK AKUNTANSI UNDANG-UNDANG PERSEROAN TERBATAS/ Marisi P. Purba - Edisi Pertama - Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008 x + 274 hlm, 1 Jil : 23 cm. ISBN: 978-979-756-304-2 1. Akuntansi 1. Judul

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Dia, Sang Gembala yang Agung, sumber air kehidupan dan pengetahuan. Penulis bersyukur dapat menikmati alam demokrasi yang memberikan hak dan kebebasan bagi setiap warga negara Indonesia untuk mengeluarkan pendapat dan mengekspresikan setiap ide. Buku ini adalah buku yang mencoba membahas dan mengkritisi Undang-Undang No.40 tahun 2007 tentang, Perseroan Terbatas yang baru diberlakukan sejak 16 Agustus 2007 menggantikan Undang-Undang No.1 tahun 1995. Buku ini mengangkat wacana aspek akuntansi keuangan undang-undang perseroan terbatas serta mengungkapkan potensi-potensi masalah yang mungkin muncul. Isu-isu yang diangkat dan dibahas pada buku ini adalah sebagai berikut: n Aspek-aspek penyusunan dan penyajian laporan keuangan sebagai komponen laporan tahunan, n Asas perlindungan modal pada pasal-pasal Undang-Undang No.40 tahun 2007,

vi Aspek Akuntansi Undang-Undang Perseroan Terbatas n n Konsep modal saham, ekuitas dan aktiva bersih yang digunakan Standar Akuntansi Keuangan dan Undang- Undang No.40 tahun 2007, Pemeriksaan atas perseroan terbatas oleh akuntan publik dan auditor pemerintah. Besar harapan penulis, buku ini dapat memberikan masukan bagi para akademisi, praktisi dan regulator dalam memikirkan halhal apa yang harus dibenahi terkait dengan regulasi atas Perseroan Terbatas pada masa yang akan datang. Regulasi Perseroan Terbatas yang baik tentunya akan memberikan dampak yang positif bagi iklim investasi di Republik ini. Penulis sadar betul buku ini masih memiliki kekurangan dan kelemahan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis. Kritik dan saran yang konstruktif akan sangat bermanfaat bagi penyempurnaan buku ini pada masa yang akan datang. Kritik dan saran dapat dikirim melalui email: marisi_ap@yahoo.com. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada istri dan ananda yang tercinta, Ciceu Tri Cahyati dan Cecilia Putri Cahyati Purba yang telah memberikan dukungan moral dan kasih sayang kepada penulis selama penulisan buku ini. Penulis sangat berterima kasih atas masukan-masukan yang diberikan atasan dan rekanrekan di kantor pusat PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk serta rekan-rekan di Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Barat yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu namanya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Graha Ilmu yang bersedia menerbitkan buku ini. Bandung, Desember 2007 Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR v DAFTAR ISI vii BAB 1 REGULASI PERSEROAN 1 1.1 Perkembangan Regulasi Perseroan Terbatas 2 1.2 Regulasi Sistem Pelaporan Keuangan Perseroan Terbatas 8 1.2.1 Substance Over Form 10 1.2.2. Prinsip Akuntansi sebagai Norma 11 BAB 2 LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 15 2.1 Penyusunan Laporan Keuangan 16 2.1.1 Elemen Laporan Keuangan 17 2.1.2 Standar Akuntansi Keuangan 18 2.1.3 Laporan Keuangan yang Benar atau Wajar? 23 2.2 Pengesahan Laporan Keuangan 24 BAB 3 KONSEP EKUITAS PERSEROAN 27 3.1 Teori Ekuitas 28 3.1.1 Teori Kepemilikan 28 3.1.2 Teori Entitas 29

viii Aspek Akuntansi Undang-Undang Perseroan Terbatas 3.1.3 Teori Dana 29 3.1.3 Teori Ekuitas Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan 30 3.2 Konsep Ekuitas Perseroan 31 BAB 4 SAHAM 33 4.1 Sejarah Modal Saham 34 4.2 Nilai Nominal Saham 36 4.3 Kapan Tanggung Jawab Terbatas Efektif? 38 4.4 Hak yang Melekat Pada Saham 40 BAB 5 PENAMBAHAN MODAL SAHAM 45 5.1 Penyetoran Tunai 46 5.2 Penyetoran Non Tunai 47 5.3 Kompensasi Hak Tagih 48 5.4 Konversi Selisih Revaluasi Aktiva Tetap 49 5.5 Saham Bonus 54 BAB 6 PERLINDUNGAN MODAL 57 6.1 Pembelian Kembali Saham 58 6.2 Pengurangan Modal 62 6.3 Pembagian Deviden 63 6.4 Peristiwa Setelah Tanggal Neraca 66 BAB 7 MEKANISME PEMBAGIAN DEVIDEN 67 7.1 Deviden Interim 68 7.2 Deviden Tahunan 70 BAB 8 TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERSEROAN 75 8.1 Laporan Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 76 8.2 Biaya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan 77 8.2.1 Beban Usaha 79 8.2.2 Kapitalisasi 79

Daftar Isi ix BAB 9 PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI PERSEROAN 81 9.1 Pembubaran Perseroan 82 9.2 Likuidasi Perseroan 84 BAB 10 PEMERIKSAAN TERHADAP PERSEROAN 87 10.1 Pemeriksaan Laporan Keuangan 88 10.2 Pemeriksaan Khusus 91 10.3 Pemeriksaan BUMN 93 DAFTAR PUSTAKA 95 LAMPIRAN 1 97 LAMPIRAN 2 191 TENTANG PENULIS 273

1 REGULASI PERSEROAN Tidak bisa dipungkiri, entitas-entitas bisnis yang ada di Indonesia memiliki andil dalam menggerakkan perekonomian nasional. Entitas-entitas bisnis tersebut bergerak di berbagai sektor industri seperti sektor riil, perbankan, properti, telekomunikasi, jasa, pariwisata dan lain-lain. Entitasentitas tersebut memiliki berbagai bentuk badan hukum seperti Perseorangan, Firma, Koperasi dan Perseroan Terbatas. Pemilik setiap bentuk badan hukum memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda terhadap setiap kemungkinan risiko bisnis. Dari bentuk-bentuk badan hukum yang disebutkan di atas, yang paling lazim ditemukan adalah Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal yang didirikan berdasarkan perjanjian dan melakukan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham. Keunikan dari Perseroan Terbatas adalah tanggung jawab pemilik usaha yang hanya terbatas pada nilai nominal saham yang telah ditempatkan. Hal ini menjadi perbedaan yang mendasar antara Perseroan Terbatas dengan Firma dan Perseorangan. Pada Firma dan Perseorangan, tanggung jawab

xii Aspek Akuntansi Undang-Undang Perseroan Terbatas pemilik usaha tidak terbatas terhadap kewajiban-kewajiban perusahaan. Keunikan lain yang dimiliki Perseroan Terbatas adalah adanya pemisahan antara pemilik dan pengelola usaha. Pemisahan ini memicu pengelola untuk bekerja secara profesional, karena kinerja mereka akan diukur oleh Rapat Umum Penegang Saham (RUPS). Pengelola atau Direksi akan diberikan imbalan berupa insentif dan honorarium yang besarnya ditetapkan oleh RUPS sebagai organ Perseroan Terbatas yang memegang kekuasaan tertinggi. Karena keunikan-keunikan yang dimilikinya, bentuk badan hukum Perseroan Terbatas menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjalankan bisnis. Perseroan Terbatas memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian nasional jika dibandingkan dengan badan-badan hukum lain. Hal ini menyebabkan Perseroan Terbatas selalu menjadi isu sentral dalam setiap pembahasan berbagai permasalahan seperti white colar crime, good corporate governance, moneter, ketenagakerjaan, perpajakan, ekonomi makro, pelestarian lingkungan dan lain-lain. Keberadaan Perseroan Terbatas juga telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perkembangan ilmu akuntansi keuangan, keuangan korporasi, hukum perdata dan pidana, hukum bisnis, ekonomi dan lain-lain. 1.1 PERKEMBANGAN REGULASI PERSEROAN TERBATAS Perseroan Terbatas sering disalahgunakan oleh para pelaku kejahatan kerah putih sebagai alat untuk mengeruk dana dari pihakpihak yang dirugikan. Biasanya yang paling dikorbankan adalah kreditur dan pemegang saham minoritas. Para pelaku kejahatan kerah putih mengambil peran yang bervariasi pada Perseroan Terbatas. Mereka bisa saja anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau bahkan pemegang saham mayoritas Perseroan Terbatas.