III. MATERI DAN METODE

dokumen-dokumen yang mirip
METODOLOGI PENELITIAN. sampel dilakukan di satu blok (25 ha) dari lahan pe rkebunan kelapa sawit usia

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2013.

Lampiran 1. Kriteria penilaian beberapa sifat kimia tanah

III. MATERI DAN METODE

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November Februari 2014.

Lampiran 1 Prosedur Analisis ph H2O dengan ph Meter Lampiran 2. Prosedur Penetapan NH + 4 dengan Metode Destilasi-Titrasi (ppm)=

Lampiran 1. Laporan Hasil Pengujian Residu Pestisida

LAMPIRAN 1. PROSEDUR ANALISIS CONTOH TANAH. Pertanian Bogor (1997) yang meliputi analisis ph, C-organik dan P-tersedia.

Tabel klasifikasi United State Department of Agriculture (USDA) fraksi tanah (Notohadiprawiro, 1990).

III. BAHAN DAN METODE

METODE ANALISIS. ph H 2 O (1:5) Kemampuan Memegang Air (Water Holding Capacity)

MATERI DAN METODE Tempat dan Waktu

III. MATERI DAN METODE

Lampiran 1. Prosedur penetapan kemasaman tanah (ph) H 2 O

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Ilmu Tanah Jurusan Agroteknologi

III. METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Maret hingga Juli

INSTRUKSI KERJA PENGUKURAN PH, BAHAN ORGANIK, KTK DAN KB

BAB III METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Analisis kimia dilakukan di Laboratorium Tanah, dan Laboratorium Teknologi Hasil

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Jurusan Agroteknologi

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah dan di Laboratorium Limbah

LAMPIRAN. Lampiran 1 Kandungan dan Dosis Pupuk

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta serta. B.

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel dan Tempat Penenlitian. Sampel yang diambil berupa tanaman MHR dan lokasi pengambilan

III. BAHAN DAN METODE

Lampiran 1. Prosedur Analisis

mesh, kemudian dimasukkan kedalam erlenmeyer 500 ml selanjutnya diamkan selama 30 menit

HASIL DAN PEMBAHASAN Sifat Fisikokimia Tanah Percobaan dan Sifat Kimia Kotoran Sapi

METODE PENELITIAN. pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas

Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan bagan alir yang ditunjukkan pada gambar 3.1

MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015 dari survei sampai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. waterbath, set alat sentrifugase, set alat Kjedalh, AAS, oven dan autoklap, ph

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Maret Mei Sampel Salvinia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Lampiran 1 Lay out penelitian I

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015

III. BAHAN DAN METODE

PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN A

III. BAHAN DAN METODE

A = berat cawan dan sampel awal (g) B = berat cawan dan sampel yang telah dikeringkan (g) C = berat sampel (g)

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. Ubi jalar ± 5 Kg Dikupas dan dicuci bersih Diparut dan disaring Dikeringkan dan dihaluskan Tepung Ubi Jalar ± 500 g

Lampiran 2. Metode Analisa Sifat Fisika Tanah

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2010 hingga Oktober 2011.

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Ilmu Tanah, Laboratorium Ilmu Tanah dan

III BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) Penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam pembuatan dan analisis kualitas keju cottage digunakan peralatan

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

BAHAN DAN METODE. (Gambar 1. Wilayah Penelitian) penelitian dan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk analisis di laboratorium.

Ektrak KCl 1 N : Sebanyak 74,55 g kristal KCl dilarutkan ke dalam labu takar 1000 ml dengan akuades.

Bahan kimia : * Asam sulfat pekat 98%, Asam borat 2 % Natrium salisilat, Natrium nitroprusida, Natrium hypokhlorida, Natrium hidroksida, Kalium hidrog

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian Materi Prosedur Pembuatan MOL Tapai dan Tempe Pencampuran, Homogenisasi, dan Pemberian Aktivator

Bab III Bahan dan Metode

III. MATERI DAN METODE

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Percobaan

METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Materi Prosedur Persiapan Bahan Baku

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian. Lokasi pengambilan sampel bertempat di sepanjang jalan Pacet-

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 Juli Penelitian

BAHAN DAN METODE. Prosedur Penelitian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret Juni 2012 bertempat di Bendungan Batu

LAMPIRAN 1: Dokumentasi Penelitian. 1 Bulan. Mulsa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2013 dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari Maret 2017 di

Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI )

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan

LAPORAN PRAKTIKUM 03 ph METER DAN PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA

BAB III. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

Lampiran 1. Prosedur Analisis Karakteristik Pati Sagu. Kadar Abu (%) = (C A) x 100 % B

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian kali ini adalah penetapan kadar air dan protein dengan bahan

Instruksi Kerja Laboratorium Kimia Tanah FP UB INSTRUKSI KERJA LABORATORIUM KIMIA TANAH

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2010 sampai dengan bulan

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Juni 2015 di

Desikator Neraca analitik 4 desimal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MATERI DAN METODE. Materi

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB III METODE PENELITIAN. penelitian Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Termasuk

MATERI DAN METODE. Prosedur Penelitian

III MATERI DAN METODE PENELITIAN. 1. Feses sapi potong segar sebanyak 5 gram/sampel. 2. Sludge biogas sebanyak 5 gram/sampel.

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian Pengaruh Penambahan Urease pada Inkubasi Zeolit dan Urea

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian 3.2 Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan berbagai jenis alat antara lain berbagai

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian tentang efek pemanasan pada molases yang ditambahkan urea

IV. METODOLOGI PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian,

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. 4. Cacing tanah jenis Eisenia fetida berumur 1 bulan sebanyak 2 kg. a. 1 ml larutan sampel vermicompost

Transkripsi:

III. MATERI DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2015 sampai Juni 2015. Lokasi pengambilan sampel tanah dilakukan di kawasan hutan konservasi Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau dimana hutan yang tidak terbakar merupakan hutan konservasi milik PT. Sari Lembah Subur sedangkan hutan satu tahun pasca kebakaran merupakan hutan konservasi milik Kelurahan Kerumutan dimana kedua lokasi tersebut terletak bersebelahan. Persiapan sampel tanah untuk analisis dilakukan di Laboratorium Atrostologi, Industri Pakan dan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau dan analisis ph, N-Total, P- tersedia, C-Organik, KTK dan kation basa (K, Ca, Mg) dilakukan di Laboratorium PT. Central Alam Resources Lestari JL. HR. Soebrantas. Panam. Pekanbaru. 3.2. Bahan dan Alat Penelitian Bahan yang digunakan adalah sampel tanah gambut komposit, kantong plastik, kertas label dan bahan-bahan kimia untuk analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Alat yang digunakan adalah Global Posison System (GPS), parang, penggaris, alat tulis, alat dokumentasi, dan peralatan untuk analisis sifat kimia tanah di laboratorium misalnya kjeldahlterm digestor, spektrometer, atomic absorption spectrophotometry (aas), flamefotometer, ph meter, oven, shaker, timbangan analitik, erlenmeyer, labu ukur, gelas beaker, buret, pipet volumetric dan alat- alat ukur lainnya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. 3.3. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan ialah penelitian deskriftif kualitatif dengan cara pengamatan langsung dilapangan dan analisis di laboratorium. Data yang dikumpulkan berupa data primer yaitu hasil analisis sifat kimia tanah gambut meliputi: ph, KTK, C-organik, N-total, P-tersedia dan kation basa (K, Ca, Mg) 13

selain itu dikumpulkan pula data sekunder berupa peta wilayah, peta lokasi, sejarah lahan, data cuaca, ketinggian tempat, ketebalan gambut, kematangan gambut, C/N tanah, vegetasi dominan, curah hujan, kedalaman muka air tanah, lama waktu terjadinya kebakaran di tempat pengambilan sampel tanah. Analisis kandungan ph tanah dengan metode elektrometrik (H 2 O dan KCL 1 M), KTK menggunakan metode pencucian, analisis N-total dengan metode Kjedahl, C-organik dengan metode Walkley and Black, P-tersedia tanah metode Bray II dan kation basa (K, Ca, Mg) dengan metode ekstraksi penjenuhan Ammonium acetatei M (NH 4 OAc) ph 7,0. Tanah yang digunakan untuk analisis merupakan tanah gambut yang telah dikompositkan dari beberapa subsampel yang mewakili hutan yang tidak terbakar seluas 3 Ha dan hutan satu tahun pasca kebakaran seluas 20Ha dan pada kedalaman 0-50 cm. 3.4. Pelaksanaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan dijelaskan pada uraian dibawah ini. 3.4.1. Persiapan Sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan terlebih dahulu dilakukan pengurusan legalitas tempat penelitian, pengadaan peralatan seperti parang, GPS, peta lokasi. 3.4.2. Observasi Pendahuluan Survei pendahuluan yang dilakukan meliputi penentuan lokasi penelitian (setelah legalitas didapatkan), penggalian informasi dan pengumpulan data lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung bersama masyarakat, petani dan instasi terkait dan pengamatan vegetasi dominan yang tumbuh pada lokasi tempat penelitian. 14

3.4.3. Pengambilan Sampel Tanah dari lokasi hutan yang tidak terbakar dan hutan satu tahun pasca kebakaran diambil dengan metode Purposive Sampling dengan sistem diagonal (Setyorini et al. 2003). Sampel tanah diambil dan dikompositkan dari hutan yang tidak terbakar sebanyak 1 sampel tanah dengan luas lahan 3 Ha terdapat 5 titik subsampel dan tanah hutan satu tahun pasca kebakaran sebanyak 2 sampel dengan luas lahan 20 Ha dimana tiap 1 sampel tanah dengan luas lahan 10 Ha (Deptan, 2007) terdapat 10 titik subsample sehingga dalam 20 Ha lahan terdapat 20 titik subsampel. Jarak antara titik subsampel satu ke titik subsampel lainya 100 m. Penentuan titik subsampel menggunakan Global Posison System (GPS). Peta pengambilan sampel dapat dilihat pada Gambar 3.1. 10 ha 100 m Gambar 3.1. Peta pengambilan sampel Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara menggali tanah menggunakan parang dari permukaan tanah sampai kedalaman 50 cm pada setiap titik subsampel. Tanah pada sisi tepi lubang galian dikikis lalu tanah hasil kikisan tersebut di kumpulkan dan dimasukan ke dalam kantong plastik yang telah di beri label dengan informasi tanggal, nomor titik subsampel dan lokasi pengambilan sampel. Sampel tanah dari hutan yang tidak terbakar yang diambil dari 5 titik subsampel dikompositkan secara merata dan dimasukan dalam kantong plastik yang telah di beri label. Lakukan hal yang sama pada sampel dari hutan satu tahun pasca kebakaran dengan jumlah 20 titik subsampel. Perlakuan selanjutnya adalah mengering-anginkan tanah-tanah tersebut sebelum dilakukan analisa tanah di laboratorium. 15

3.4.4. Analisis Labolatorium Analisis dilaboratorium adalah tahap penelitian setelah pengambilan sampel tanah dilapangan. Analisis ini merupakan analisis sifat kimia tanah yang meliputi analisis ph, C-organik, KTK, N-total, P-tersedia dan kation basa (K, Ca, Mg). a. Analisis ph (Metode Elektrometrik) Metode analisis ph tanah menggunakan metode elektrometrik (H 2 O dan KCL 1 M) (Nurdin, 2012). Nilai ph menunjukkan konsentrasi ion H + dalam larutan tanah, yang dinyatakan sebagai log[h + ]. Peningkatan konsentrasi H + menaikkan potensial larutan yang diukur oleh alat dan dikonversi dalam skala ph. Elektrode gelas merupakan elektrode selektif khusus H +, hingga memungkinkan untuk hanya mengukur potensial yang disebabkan kenaikan konsentrasi H +. Potensial yang timbul diukur berdasarkan potensial elektrode pembanding (kalomel atau AgCl). Biasanya digunakan satu elektrode yang sudah terdiri atas elektrode pembanding dan elektrode gelas (elektrode kombinasi). Konsentrasi H + yang diekstrak dengan air menyatakan kemasaman aktif (aktual) sedangkan pengekstrak KCl 1 M menyatakan kemasaman cadangan (potensial) (Sulaeman et al., 2005). Cara kerja analisis ph tanah timbang 10 g contoh tanah sebanyak dua kali, masing-masing dimasukkan ke dalam botol kocok. Tambahkan 25 ml H 2 O ke botol yang satu untuk analisis ph H 2 O dan 25 ml KCl 1 M ke dalam botol lainnya untuk analisis ph KCl. Kocok sampel dengan mesin shaker selama 30 menit dengan kecepatan 250 rpm. Ukur larutan tanah dengan ph meter yang telah dikalibrasi menggunakan larutan buffer ph 7,0 dan ph 4,0. Catat angka yang tampil pada layar ph meter. b. Analisis N-Total (Metode Kjedhal) Analisis N-total untuk mengetahui jumlah Nitrogen keseluruhan dalam tanah. Penentuan N-total di dalam tanah di Laboratorium ini dilakukan dengan menggunakan metode Kjedhal (Krisdianto, 2011). Analisis N total tanah didasari oleh prinsip mengubah N-organik menjadi ammonium oleh asam sulfat 16

yang dipanaskan sekitar 380 o C dan dengan menggunakan CuSO 4 + Selenium Black + N 2 S0 4 sebagai katalisator. Proses ini disebut digestasi dan hasilnya disebut digest; secara keseluruhan disebut Kjehdal Digestasi. Asam digest yang mengandung amonium dibasakan dengan NaOH sehingga ion ammonium dikonversi menjadi ammoniak, lalu didestilasi menjadi amonium hidroksida. NH 4 OH ditentukan jumlahnya dengan mentitrasi dengan H 2 SO 4 (Sulaeman et al., 2005). Langkah kerja analisis N-total adalah timbang 1 g sampel tanah, 0,1 g Selenium black, 0,1 g Cupry sulfate (CuSO 4 ) dan 2 g Natrium sulfate (Na 2 SO 4 ) dalam cawan porselen. Lalu masukan dalam tabung digester, tambahkan 6 ml asam sulfat (H 2 SO 4 ) dan destruksi sampel tanah dalam heating block selama 270 menit dengan suhu 380 0 C setelah selesai proses destruksi tambahkan 10 ml aquades, larutan hasil destruksi dalam tabung digester di masukan dalam kjeltec destilasi untuk proses destilasi. Larutan hasil destilasi berwarna biru yang tertampung dalam erlenmayer 250 ml dititrasi menggunakan larutan asam sulfat (H 2 SO 4 ) 0,02 N. Catat volume larutan asam sulfat (H 2 SO 4 ) 0,02 N yang digunakan. Rumus mencari N-total tanah N = Keterangan:. X 100% Hasil titrasi : Banyaknya larutan H 2 SO 4 yang digunakan pada saat titrasi Konsentrasi H 2 SO 4 : 0,0199 Berat sampel : 3 0.014 : Berat atom N/100 c. Analisis P-Tersedia (Metode P-Bray II) Analisis P-tersedia dalam tanah di Laboratorium diukur menggunakan metode P-Bray II. Fosfat dalam suasana asam akan diikat sebagai senyawa Fe, Alfosfat yang sukar larut. NH 4 F yang terkandung dalam pengekstrak Bray akan membentuk senyawa rangkai dengan Fe & Al dan membebaskan ion PO 3-4. Pengekstrak ini biasanya digunakan pada tanah dengan ph <5,5 (Sulaeman et al., 2005). 17

Cara kerja untuk analisis P-tersedia dengan metode P-Bray II langkah pertama yang dilakukan adalah Timbang 1 g sampel tanah tambahkan exstraktan (NH 4 F 2 N + HCL 0,5 N + aquades) sebanyak 10 ml, kemudian kocok menggunakan mesin shaker selama 1 menit dengan kecepatan 250 rpm. Saring larutan ke dalam botol kocok dengan kertas whatman nomor 42. Hasil saringan dipipet sebanyak 1 ml ke dalam labu ukur 25 ml lalu beri 4 ml reagent B (ascorbic acetate + reagen A ( amonium heptamoildate + aquades + H 2 SO 4 + potasium antimoni)) kemudian tambahkan aquades sampai batas tanda garis miniskus. Sebagai pembanding dibuat standar P-Bray II dengan deret 0 ml, 0.5 ml, 1 ml, 1.5 ml, 2 ml dan 2.5 ml. Cara membuat larutan standar, pipet larutan standar P-Bray II 10 ppm ke dalam labu ukur 25 ml dengan jumlah sesuai dengan deret nya, tambahkan 4 ml larutan reagen B dan aquades sampai batas tanda garis miniscus. Bila warna sampel lebih pekat dengan larutan standar P-Bray II tertinggi maka larutan sampel tersebut diencerkan kembali. Hitung menggunakan spektrophotometer dengan panjang gelombang 882 nm. d. C-Organik (Metode Walkley & Black) Penentuan nilai C-organik (%) menggunakan metode Walkley & Black (Barus, et al., 2013). Karbon sebagai senyawa organik akan mereduksi Cr 6+ yang berwarna jingga menjadi Cr 3+ yang berwarna hijau dalam suasana asam. Intensitas warna hijau yang terbentuk setara dengan kadar karbon dan dapat diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 561 nm (Sulaeman et al., 2005). Langkah kerja analisis C-Organik timbang sampel tanah sebanyak 0,5 g untuk tanah mineral, untuk tanah gambut timbang 0,05 g kedalam labu ukur 100 ml. Beri 5 ml sodium dicromate tambahkan 7,5 ml asam sulfat goncang atau kocok larutan sebentar agar larutan homogen tunggu 10 menit tambahkan aquades sampai batas tanda garis lalu goncang larutan. Diamkan larutan selama 18 jam. Analisis menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 561 nm. 18

e. Kation Basa (K, Ca, Mg) (Metode Penjenuhan) Metode analisis kation basa (K,Ca, Mg) dalam tanah di Laboratorium menggunakan metode ekstraksi dengan penjenuhan amonium acetat I M NH 4 OAc ph 7,0 (Nugroho, 2009). Koloid tanah mempunyai muatan negative sehingga dapat menjerap kation dan ditukar dengan kation NH 4. Kation Ca 2+, Mg 2+ ditetapkan dengan menggunakan AAS dan K + ditetapkan dengan menggunakan flamephotometer (Sulaeman et al., 2005). Prosedur kerja analisis basa-basa tukar (K,Ca, Mg) yaitu menimbang 1 g sampel tanah dalam botol kocok, lalu beri amonium acetat 1 M sebanyak 50 ml. Kocok menggunakan mesin shaker selama 2 jam dengan kecepatan 250 Rpm. Saring kedalam botol plastik dengan kertas whatman nomor 1. Larutan hasil saring dapat digunakan untuk analisis K, Ca, Mg. Analisis Mg dilakukan dengan memipet larutan hasil saring sebanyak 5 ml masukan kedalam labu ukur 25 ml. Lalu ditambahkan 4 ml larutan S r C l dan aquades sampai tanda garis. Analisis menggunakan AAS. Analisis Ca dilakukan dengan memipet larutan hasil saring sebanyak 5 ml masukan dalam tabung reaksi tambahkan 1 ml larutan S r C l lalu kocok menggunakan vortek selama 30 detik. Analisis menggunakan AAS. Analisis K larutan hasil saring dalam botol kocok dapat langsung di analisa menggunakan flamephotometer. f. Analisis Kapasitas Tukar Kation (Metode Pencucian) Penetapan nilai tukar kation menggunakan metode pencucian, yang bertujuan mengetahui tingkat kemampuan tanah dalam menjerab kation-kation yang nantinya dapat dilepaskan kembali sehingga tersedia bagi tanaman (Suastikaet al., 2006). Koloid tanah (mineral liat dan humus) bermuatan negatif, sehingga dapat menyerap kation-kation. Kation-kation dapat ditukar (dd) (Ca 2+, Mg 2+, K + dan Na + ) dalam kompleks jerapan tanah ditukar dengan kation NH4 + dari pengekstrak dan dapat diukur dan untuk penetapan KTK tanah, kelebihan kation penukar dicuci dengan alkohol 76% NH4 + yang terjerap diganti dengan kation K + dari larutan KCl, sehingga dapat diukur sebagai KTK (Sulaeman et al., 2005). 19

Timbang sampel tanah 2,5 g dalam tabung kocok, beri 50 ml ammonium acetate 1 M, kocok menggunakan mesin shaker selama 2 jam lalu saring kedalam tabung kocok menggunakan kertas whatman nomor 42. Tanah yang tertinggal di kertas saring dibilas menggunakan alkohol 76% sebanyak 150 ml ke dalam erlemeyer 125 ml. Tanah yang tertinggal di kertas saring yang telah dibilas dengan alkohol 76% dikeringkan-anginkan lalu dibersihkan menggunakan KCl 0,1 M sebanyak 50 ml, kocok menggunakan mesin shaker selama 1 jam, saring kembali menggunakan kertas whatman nomor 42 ke dalam labu ukur 50 ml tambahkan KCl 0,1 M sampai batas tanda garis. Larutan dalam labu ukur 50 ml dimasukan dalam tabung digester untuk di destilasi mengggunakan alat kjeltec destilasi. Larutan hasil destilasi berwarna biru yang tertampung dalam erlenmayer 250 ml dititrasi menggunakan larutan asam sulfat (H 2 SO 4 ) 0,02 N. Catat volume larutan asam sulfat (H 2 SO 4 ) 0,02 N yang digunakan. Rumus mencari KTK tanah. N = Hasil Titrasi Blanko X 0.8 Keterangan: Hasil titrasi : Banyaknya larutan H 2 SO 4 yang digunakan pada saat titrasi Blanko : 0,77 3.4.5. Analisis Data Data primer yang diperoleh dari hasil analisis laboratorium disajikan dalam bentuk table, grafik dan diagram menggunakan software Microsoft excel 2010 serta dilengkapi juga dengan data sekunder. 3.4.6. Gambar Alur Pelaksanaaan Penelitian Alur pelaksanaan penelitian secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 3.2. 20

PERSIAPAN OBSERVASI PENENTUAN LOKASI ATAU TITIK SAMPEL PENGAMBILAN SAMPEL ANALISIS LABORATORIUM ANALISIS DATA Gambar 3.2 Tahapan Penelitian 21