Pertemuan 7-8 NORMALISASI

dokumen-dokumen yang mirip
C H A P T E R 5-8. Normalisasi Database. Arif Basofi, S.Kom, MT.

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi Database

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

Minggu ke - 5 Basis Data 1. ER-D mapping to Model Relasional dan 1NF Normalisasi Database

C H A P T E R. Normalisasi 1NF. Copyright 2005 PENS-ITS

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK

Normalisasi Data. Author : Minarni, S.Kom.,MM

Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF

Review Basis Data 1. by: Ahmad Syauqi Ahsan

BASIS DATA. Desain Database dan Normalisasi. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI

BASIS DATA (BS203) NORMALISASI. fb: NDoro Edi. Page 1

Normalisasi. Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.

Desain Sistem Basis Data. 1. Struktur Basis Data 2. Normalisasi Data 3. ERD (entity relationship diagram)

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ANALISA RANCANGAN DATABASE

NORMAL FORM. Normalisasi Table sendiri terbagi atas bentuk normal ke 1 sampai bentuk normal ke 5. lebih jelasnya

Tujuan Umum Tujuan Khusus Pokok Bahasan/Materi

Contents. Normalisasi. Bentuk Normalisasi. Dependency. Status Kunci (Key) Dekomposisi

Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya ketidakkonsistenan data karena adanya redudansi).

di definisikan hanya dengan memperhatikan functional dependencies dan key constrains

NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL

SISTEM BASIS DATA AUB SURAKARTA

PERANCANGAN BASIS DATA PERTEMUAN KE -3. Rauf Fauzan, S.Kom.,M.Kom

Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel

Database System 4 Normalization

Pertemuan 5 TEHNIK NORMALISASI

Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom

Basis Data 1 - TIS3333

Teknik dan Penerapan Normalisasi

Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

PERTEMUAN 6. Normalisasi Database (Conoly-chap 14) (Ramakisman -chap 15)

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

Kontrak Kuliah. Bentuk-Bentuk Normalisasi. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

2. First Normal Form (1NF) Suatu tabel dianggap normal ke satu (1NF) jika : - Tidak terdapat baris yang bernilai ganda atau duplikat.

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI

NORMALISASI DATA. Basis Data

Normalisasi Lanjut. I. Review Normalisasi

Perancangan Basis Data

NORMALISASI. Dr.Budi Setiyono, MT

ANOMALI. Terlihat ada ketidak konsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan di Bandung.

Bentuk normal pertama (1NF) untuk menghilangkan atribut bernilai jamak. Bentuk normal kedua (2NF) untuk menghilangkan kebergantungan parsial.

NORMALISASI (2) Beberapa Bentuk Normal yang penting: Bentuk Normal Pertama (1 st Normal Form) Bentuk Normal Ke-2 (2 nd Normal Form)

Rancangan Database. Database. File. Record. Data item atau field. Characters

Bagian 4 Normalisasi. Kuliah Basis Data Pra S2 Ilmu Komputer - FMIPA Drs. Agfianto Eko Putra, M.Si.

ANALISA RANCANGAN NORMALISASI & DATABASE

PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya 3.

NORMALISASI (1) E.F Codd,1970. Normalisasi dilakukan terhadap desain tabel yang sudah ada untuk: 1/28/2012 1/28/2012

MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE

Database desain juga termasuk diagram ER (Entity-hubungan model). Diagram ER adalah diagram yang membantu merancang database secara efektif dan

bergantung pada keberadaan entitas lainnya[9]. relasi yang merekatkan dua entitas adalah bersifat

Pertemuan 5 TEHNIK NORMALISASI

Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER.

PERANCANGAN BASIS DATA

BAGIAN 02 : [SISTEM BASIS DATA] Membahas: 1. Normalisasi 2. Latihan Normalisasi

NORMALISASI. Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

TEHNIK NORMALISASI LANJUTAN

DESAIN DATABASE. Pertemuan 06 3 SKS

Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional

Teknik Normalisasi. Normalisasi

SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 3. Nizar Rabbi Radliya 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi

02. Berfungsi sebagai perantara antara pemakai dengan database adalah a. Data d. Perangkat lunak b. Pemakai e. File c.

PERTEMUAN 6 TEKNIK NORMALISASI

NORMALISASI. Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel tabel

STK 572 Manajemen Data Statistik. Tim Dosen: Dr. Farit Muhammad Affendi Dr. Agus M Soleh

ANOMALI. Anomali ada 3 jenis yaitu: Anomali pengubahan Anomali penyisipan Anomali penghapusan

P9 Normalisasi. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

BAB II LANDASAN TEORI

FUNCTIONALLY DEPENDENT DAN FUNCTIONALLY DETERMINES

NORMALISASI PRAKTIKUM BERKAS DAN BASIS DATA 2010/2011. Rizki Arif Firdaus

Normalisasi Database

BAB 7 PENERAPAN BENTUK NORMALISASI

Demi Masa.. Sesungguhnya Manusia Berada Dalam Kerugian Bila Tidak Memanfaatkan Waktu Dengan Sebaiknya.. (sebuah renungan untuk diri )

Materi 3 BASIS DATA 3 SKS Semester 4 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2016 Nizar Rabbi Radliya

Teknik Perancangan Basis Data

2.1 Sistem Pendukung Keputusan

Normalisasi Bagian I

Tahapan Proses Normalisasi

Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

BAB III LANDASAN TEORI. Flippo (1984) mendefinisikan sebagai berikut: Penarikan calon pegawai

Mengotimalisasi redundansi Menghilangkan anomali

Bab 5 Data Control Language dan Teknik Normalisasi

Normalisasi. Didi Supriyadi, S.T., M.Kom Pertemuan ke-6

Database Design II. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi e-tp.ub.ac.id

Normalisasi. Normalisasi. Normalisasi. Tabel Universal. Tabel Universal 02/12/2010. (Pert. 8) Normalisasi

Pengertian Normalisasi, Jenis-jenis Normalisasi Dan Contoh Penerapannya.

PERANCANGAN DATABASE 04/07/ :53

3. File Laporan (Report file) File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan.

Normalisasi Basis Data

PERANCANGAN DATA BASE BY LILIS PUSPITAWATI, SE.,M.SI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar

NORMALISASI. 2 nf. 3 nf BCNF. 4 nf. 5 nf. Hal. 1 dari 11

Tahapan Proses Normalisasi

Transkripsi:

Pertemuan 7-8 NORMALISASI INDIKATOR 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi kedua (2NF). 4. Memahami aturan normalisasi ketiga (3NF). URAIAN MATERI PENTINGNYA NORMALISASI Suatu rancangan database disebut buruk jika : Data yang sama tersimpan di beberapa tempat (file atau record) Ketidakmampuan untuk menghasilkan informasi tertentu Terjadi kehilangan informasi Terjadi adanya redudansi (pengulangan) atau duplikasi data sehingga memboroskan ruang penyimpanan dan menyulitkan saat proses updating data Timbul adanya NULL VALUE. Kehilangan informasi bisa terjadi bila pada waktu merancang database (melakukan proses dekomposisi yang keliru). Tujuan normalisasi adalah menyempurnakan struktur table dengan: mengeliminasi adanya duplikasi informasi, memudahkan pengubahan struktur tabel, memperkecil pengaruh perubahan struktur database, dll. Bentuk normalisasi yang sering digunakan adalah 1 NF, 2 NF, 3 NF, dan BCNF. Modul Teori Database Aknela 2013 36

2NF adalah lebih baik dari 1NF; 3NF adalah lebih baik dari 2NF. Untuk kepentingan rancangan database bisnis, 3NF adalah bentuk terbaik dalam proses normalisasi (sudah mencukupi). Normalisasi dengan level paling tinggi tidak selalu diharapkan. Jadi normalisasi dilakukan, sepanjang dirasa sudah cukup normal (dgn mengikuti pra-syarat normalisasi diatas) FUNCTIONAL DEPENDENCY (FD) Untuk melakukan normalisasi, harus bisa menentukan terlebih dahulu Functional Dependency (FD) atau Ketergantungan Fungsional, khususnya dalam melakukan dekomposisi rancangan database. Functional Dependency (FD) dapat disimbolkan dengan: A B : artinya B memiliki ketergantungan dengan A Berarti A secara fungsional menentukan B atau B secara fungsional tergantung pada A. Dengan kondisi: jika dan hanya jika untuk setiap rows data pada tabel T, maka jk ada 2 rows di tabel T dengan nilai pd A yang sama, maka nilai pd B pasti juga sama. Jadi, diberikan 2 rows, yaitu: row r1 dan row r2 dalam tabel T, dimana A B, sehingga jika r1(a) = r2(a), maka r1(b)=r2(b) Contoh: Functional Dependency: Fd1: NRP Nama (nama bergantung pada NRP) Fd2: Mata_Kuliah, NRP Nilai (nilai bergantung pd MK & NRP) Non Functional Dependency: Mata_Kuliah NRP Modul Teori Database Aknela 2013 37

NRP Nilai 1 st Normal Form (1NF) NORMALISASI 1NF Merubah dari bentuk tabel tidak normal (unnormalized table) menjadi bentuk normal pertama (1NF). Suatu relation R disebut 1 st NF jika dan hanya jika semua attribute value-nya simple/atomic (tidak boleh ada attribute yang composit & multivalue) Tujuan 1NF adalah: Membuang adanya pengulangan (Redudansi) data, Menghindari adanya pencatatan Null Value, dan Menjaga setiap entry data dr relasi (perpotongan baris- kolom) memiliki maksimal satu nilai tunggal. Beberapa table dapat mengandung partial depedency Contoh-1: 1. Apakah bentuk relasi table Department sudah memenuhi normal 1 (1NF)? Jika belum normalisasikan. Modul Teori Database Aknela 2013 38

2. Apakah bentuk relasi table Emp_Proj sudah memenuhi normal 1 (1NF)? Jika belum normalisasikan. Contoh-1 (1) Sebuah bentuk relasi table Department dengan asumsi tiap department dapat memiliki sejumlah lokasi. (gambar (a) Department) Bentuk relasi table Department pd gambar tsb bukan merupakan bentuk normal 1NF, karena DLOCATIONS bukan atribut atomic, sehingga pada kasus ini DLOCATIONS tidak benar-benar Functional Dependent (FD) pada Primary Key DNUMBER. DNUMBER DLOCATIONS Atribut/kolom DLOCATIONS, dapat mengandung nilai lebih dari satu sehingga termasuk multivalue seperti ilustrasi gambar (a) Department. Terdapat 3 cara untuk mendapatkan bentuk normal 1 (1NF) dari skema relasi DEPARTMENT, yaitu: 1. Hapus atribut DLOCATIONS lalu pisahkan sehingga membentuk table baru Dept_Locations, atributnya terdiri atas Primary Key dari table Department Modul Teori Database Aknela 2013 39

dan atribut itu sendiri DLOCATIONS. Kedua atribut tersebut {DNO,DLOCATIONS} digabung membentuk Primary Key. 2. Sama seperti cara 1, dengan pengembangan atribut key yang masih dalam 1 relasi (PK kombinasi {DNO,DLOCATIONS}), akan tetapi solusi ini kurang menguntungkan karena menyebabkan terjadinya redudancy dengan penulisan DNAME & DMGRSSN berulang-ulang (seperti pada gambar (b)). 3. Dengan mencari nilai max atribut DLOCATIONS, misal terdapat 3 lokasi dalam 1 department, sehingga strukturnya dirubah menjadi DLOCATION1, DLOCATION2, DLOCATION3, maka dapat menyebabkan terjadinya adalah NULL VALUE pada salah satu atribut/kolom DLOCATION-n. Dari ketiga teknik diatas, yang lebih memenuhi adalah teknik yang pertama. Contoh-1 (2) Contoh-2 A. Unnormalized table (tabel tidak normal) Modul Teori Database Aknela 2013 40

Suatu tabel dikatakan unnormalized jika : a) Mempunyai penggandaan field yang sejenis Contoh : Tabel dibawah adalah tabel siswa mengambil mata kuliah (MK) SISWA Tabel siswa diatas mempunyai 3 field yang sejenis, yaitu MK1, MK2 dan MK3. Sehingga tabel diatas adalah termasuk unnormalized. Jika kita isikan nilai datanya, maka akan terjadi kemungkinan null value, atau data mata kuliah yang diambil bisa lebih dari satu atau multivalue. b) Elemen datanya memungkinkan untuk null value (tidak berisi) Contoh : Tabel yang mencatat No. SIM yang dimiliki siswa SISWA_SIM Tampak dalam tabel diatas bahwa elemen data dari no SIM si-amin dan si-bayu adalah null atau tidak berisi nilai. Sehingga tabel di atas adalah termasuk unnormalized. B. NORMAL I (1NF) Suatu tabel dikatakan berada pada bentuk normal I jika ia tidak berada pada bentuk unnormalized table. Unnormalized table SISWA disebabkan karena adanya multivalue column yaitu MK, sehingga dilakukan proses normalisasi I (1NF). Contoh : Modul Teori Database Aknela 2013 41

Kalau tabel pada contoh (a) diatas kita normalisasi 1, dengan melakukan decompose menjadi 2 table yaitu : Kalau pada contoh (b) diatas kita normalisasi I, maka hasilnya akan didapatkan seperti ini : Contoh-3 Contoh 1NF: Suatu format tabel yang dikenal sehari-hari : Bentuk UnNormalize : (redudancy pada alamat) Bentuk Normal 1NF & 2NF : Modul Teori Database Aknela 2013 42

NORMALISASI 2NF 2 st Normal Form (2NF) Sudah dalam bentuk / lolos 1NF. Dibuat berdasarkan FULL FUNCTIONAL DEPENDENCY (ketergantungan fungsional penuh) Normalisasi 2NF: jika tabel berada dalam bentuk normal pertama (1NF) dan setiap atribut bukan kunci (bukan PK) bergantung penuh (FULL DEPENDENT) pada kunci primer (PK). Sehingga tidak ada atribut bukan kunci yang bergantung pada sebagian (parsial) kunci primer. Contoh 2NF: Suatu format tabel Normal I (1NF) : (menghilangkan redudansi) Bentuk Normal II (2NF) : (decompose) Contoh 2NF: (Penjelasan) Suatu format tabel Normal I (1NF) : (menghilangkan redudansi) Modul Teori Database Aknela 2013 43

Bentuk Normal II (2NF) : (decompose) NORMALISASI 3NF 3 rd Normal Form (3NF) Suatu relasi R disebut normal ke tiga (3 rd NF) jika sudah memenuhi dalam bentuk normal ke dua (2 nd NF) dan tidak dijumpai adanya ketergantungan TRANSITIF (Transitive Dependency). Kebergantungan transitif (transitive dependency) adalah ketergantungan fungsional antara 2 (atau lebih) atribut bukan key (kunci/pk). Syarat 3NF: Harus berada dalam bentuk normal ke dua (2NF). Ketergantungan field-field yang bukan PK adalah harus secara mutlak (fulldependent). Artinya harus tidak ada transitive dependency (ketergantungan secara transitif). Contoh 3NF: Bentuk Normal ke Dua (2NF) : Tabel di samping sudah masuk dalam Normal 2. bentuk Modul Teori Database Aknela 2013 44

Akan tetapi kita lihat bahwa field Nama dan Nilai adalah full- dependent terhadap NRP yang bertindak sebagai PK. Berbeda dengan field dependent kepada NRP akan tetapi tidak mutlak. Ia lebih dekat ketergantungannya dengan field Nilai. Karena field Nilai dependent kepada NRP dan field Keterangan dependent kepada Nilai, maka field Keterangan juga dependant kepada NRP. Ketergantungan yang demikian ini yang dinamakan transitive-dependent (dependent secara transitif atau samar/tidak langsung). Untuk itu dilakukan normalisasi 3 (3NF) Contoh Lain 3NF: Keterangan di atas yang Tabel Bentuk Normal ke dua (2NF), dengan ketergantungan fungsional pada tanda panah: Pada tabel diatas, kita lihat terdapat ketergantungan transitif, yaitu wilayah yang secara fungsional bergantung pada Nama_Sales, sedang Nama_Sales bergantung pada No_Pelanggan. Sehingga terdapat beberapa anomali pembaharuan pada relasi Penjualan diatas: - Anomali Penyisipan (Insert): Pada saat memasukkan data nama sales baru, maka data No_Pelanggan dan data lain juga harus dimasukkan. - Anomali Penghapusan (Delete): Pada saat dilakukan penghapusan No_Pelanggan = 2522, maka informasi tentang nama sales juga akan ikut terhapus. Modul Teori Database Aknela 2013 45

- Anomali Modifikasi (Update): Pada saat dilakukan update data nama sales, maka harus dilakukan peng-update-an pada semua baris (row) pada tabel, hal ini sangat tidak efisien. Modul Teori Database Aknela 2013 46

NORMALISASI BCNF Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Secara praktis, tujuan rancangan database adalah cukup sampai pada level 3NF. Akan tetapi untuk kasus-kasus tertentu kita bisa mendapatkan rancangan yang lebih baik lagi apabila bisa mencapai ke BCNF. BCNF ditemukan oleh: R.F. Boyce dan E.F. Codd Suatu relasi R dikatakan dalam bentuk BCNF: jika dan hanya jika setiap atribut kunci (Key) pada suatu relasi adalah kunci kandidat (candidate key). Kunci kandidat (candidate key) adalah atribut-atribut dari entitas yang mungkin dapat digunakan sebagai kunci (key) atribut. BCNF hampir sama dengan 3NF, dengan kata lain setiap BCNF adalah 3NF. Contoh BCNF Dilakukan konversi sebagai berikut: Pembimbing bagian dari kunci primer yang bersifat komposit. Atribut Mata_kuliah secara fungsional bergantung pada Pembimbing menjadi atribut bukan kunci. Terdapat ketergantungan fungsional parsial antara Mata_Kuliah dengan Pembimbing, yang merupakan salah satu komponen dari kunci primer, sehingga relasi baru ini dalam bentuk normal pertama (1NF). Langkah kedua, decompose relasi untuk menghilangkan ketergantungan parsial. Hasilnya seperti dibawahnya yang berupa relasi bentuk normal ketiga (3NF). Fakta bahwa relasi tersebut juga BCNF sebab hanya satu kunci kandidat (yang Modul Teori Database Aknela 2013 47

selanjutnya disebut kunci primer), membuat kita mengambil kesimpulan bahwa untuk kasus ini bentuk normal ketiga (3NF) dan BCNF adalah sama/ ekivalen. TUGAS NORMALISASI 3NF Apakah skema table berikut sudah memenuhi normalisasi? Jika belum termasuk kategori normal keberapa? Dan Normalisasikan beserta Functional Dependency (FD) untuk tiap-tiap relasi normalisasi yang terjadi. Modul Teori Database Aknela 2013 48