Normalisasi Bagian I
|
|
|
- Lanny Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Normalisasi Bagian I
2 First Normal Form (1NF) Domain disebut atomic bila elemen yang ada di dalamnya tidak dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil (indivisible) Sebuah skema relasi R berada dalam kondisi 1NF jika domain seluruh atribut dalam R atomic Nilai non-atomic membuat penyimpanan data menjadi rumit dan dapat mendorong terjadinya redundansi data. Contoh : himpunan account yang disimpan untuk tiap customer, dan himpunan pemilik yang disimpan untuk tiap account
3 Pitfalls dalam Perancangan Basis Data Relasional Perancangan basis data relasional mensyaratkan penggunaan kumpulan relasi skema yang baik. Perancangan yang buruk dapat menyebabkan : Pengulangan informasi Ketidakmampuan dalam merepresentasikan informasi tertentu Tujuan perancangan : Menghindari redundansi data Memastikan keterhubungan antar atribut dapat direpresentasikan Memfasilitasi pengecekan update yang menyebabkan pelanggaran integritas constraint basis data Contoh : lending-schema = (branch-name, branch-city, assets, customer-name, loannumber, amount)
4 Pitfalls dalam Perancangan Basis Data Relasional (lanj.) Permasalahan dalam instan lending-schema : Redundansi Data untuk branch-name, branch-city, dan assets diulangi untuk tiap loan yang dibuat Tempat yang terbuang percuma Proses update yang rumit, dapat menyebabkan inkonsistensi nilai atribut, contohnya untuk atribut assets Nilai null Tidak dapat menyimpan informasi tentang sebuah branch apabila tidak ada loan Dapat diselesaikan dengan penggunaan nilai null, tetapi nilai null sulit ditangani
5 Decomposition Skema relasi lending-schema didekomposisi menjadi : Branch-schema = (branch-name, branch-city, assets) Loan-info-schema = (customer-name, loan-number, branchname, amount) Seluruh atribut dari skema asli (R) harus muncul di skema hasil dekomposisi (R 1, R 2 ) : R = R 1 U R 2 Lossless join decomposition untuk semua kemungkinan relasi r dalam skema R
6 Decomposition (lanj.) Contoh dekomposisi yang tidak memenuhi kondisi lossless join decomposition, R = (A,B) didekomposisi menjadi R 1 =(A) dan R 2 =(B)
7 Tujuan Normalisasi Menentukan apakah relasi tertentu berada dalam good form Dalam kasus di mana relasi R tidak berada dalam good form, maka relasi tersebut didekomposisi menjadi himpunan relasi {R 1, R 2,, R n } di mana : Setiap relasi berada dalam good form Dekomposisi memenuhi syarat lossless join decomposition Normalisasi dilakukan berdasarkan : Functional dependencies Multivalues dependencies
8 Lossless Join Decomposition Untuk setiap kemungkinan relasi r dalam skema R Sebuah dekomposisi R menjadi R 1 dan R 2 dikatakan lossless join jika dan hanya jika paling tidak satu dari dependency berikut berada dalam F + : R 1 R 2 R 1 R 1 R 2 R 2 Jika tidak, maka dekomposisi yang dihasilkan akan menjadi lossy
9 Normalisasi Menggunakan Functional Dependency Saat kita melakukan dekomposisi sebuah skema relasi R dengan himpunan functional dependency F menjadi R 1, R 2, R 3,, R n kita menginginkan : Lossless join decomposition : apabila kondisi ini tidak terpenuhi, dapat menyebabkan hilangnya informasi Tidak terdapat redundansi : relasi R i lebih disukai berada dalam kondisi Boyce-Codd Normal Form atau Third Normal Form Dependency preservation : misal F i adalah himpunan dependency F + yang hanya mengandung atribut dalam R i Lebih disukai dekomposisi memenuhi kondisi dependency preserving, yaitu : (F 1 U F 2 U F n ) + = F + Bila tidak memenuhi kondisi dependency preserving, untuk mencek pelanggaran functional dependency harus dilakukan join
10 Contoh R = (A,B,C) F = {A B, B C} dapat didekomposisi menggunakan dua cara : R 1 = (A,B), R 2 = (B,C) Lossless join decomposition R 1 R 2 = {B} dan B BC Dependency preserving R 1 = (A,B), R 2 = (A,C) Lossless join decomposition R 1 R 2 = {A} dan A AB Tidak dependency preserving (tidak dapat mencek B C tanpa menghitung R 1 R 2 )
11 Test untuk Dependency Preservation Untuk mencek apakah sebuah dependency α β preserved pada dekomposisi R menjadi R 1, R 2,, R n, dapat menggunakan prosedur berikut : result = α while (changes to result) do for each R i in decomposition t = (result R i ) + R i result = result U t Jika result mengandung semua atribut dalamβ, maka functional dependency α->β preserved Test tersebut diterapkan pada semua dependency di F untuk mencek apakakah sebuah dekomposisi memenuhi syarat dependency preserving Prosedur tersebut memerlukan polynomial time dalam pemrosesannya
12 Second Normal Form (2NF) Sebuah relasi berada dalam kondisi 2NF jika dan hanya jika relasi tersebut : Berada dalam kondisi 1NF Tidak ada atribut nonkey yang tergantung secara parsial dengan relasi dalam skema tersebut
13 Third Normal Form (3NF) Sebuah relasi berada dalam kondisi 3NF jika dan hanya jika : Berada dalam kondisi 2NF Setiap atribut nonkey bersifat nontransitively dependent pada primary key Functional dependency X A pada F + disebut transitive jika X Y dan Y A ada di F +, dan Y X tidak ada di F + 3NF mengasumsikan relasi hanya mempunyai satu candidate key 3NF tidak cukup memecahkan persoalan pada kasus di mana sebuah relasi : Mempunyai dua atau lebih candidate key, di mana Candidate key tersebut komposit Terdapat overlap
14 Definisi Formal 3NF Sebuah skema relasi R berada dalam kondisi 3NF jika untuk semuaα βdalam F + paling tidak satu kondisi berikut terpenuhi : α βtrivial (misal, βεα) α adalah superkey untuk R Setiap atribut A dalamβ-αterkandung dalam sebuah candidate key untuk R (tiap atribut dapat berada dalam candidate key yang berbeda) Contoh : R = (J,K,L), F = {JK L, L K} Dua candidate key : JK dan JL R berada dalam kondisi 3NF : JK L L K JK adalah superkey K terkandung dalam sebuah candidate key
15 Testing untuk 3NF Optimization : hanya perlu mencek functional dependency dalam F, tidak perlu mencek seluruh functional dependency dalam F + Menggunakan closure atribut untuk mencek setiap dependency α->β, apakah α superkey Jika α bukan superkey, harus dilakukan verifikasi untuk tiap atribut dalam β apakah terkandung dalam sebuah candidate key R
16 Tujuan Perancangan Tujuan dalam perancangan basis data relasional : Lossless join Dependency preservation Bila tujuan tersebut tidak dapat tercapai, akan terjadi : Tidak mempunyai dependency preservation redundansi SQL tidak menyediakan cara untuk menyatakan functional dependency selain penggunaan superkey. Bisa diterapkan menggunakan assertion, tetapi biayanya mahal. Bahkan jika hasil dekomposisi yang kita peroleh memenuhi syarat dependency preserving, penggunaan SQL tidak mampu untuk mentest secara efisien sebuah functional dependency yang sisi kirinya bukan merupakan key
17 Proses Perancangan Basis Data Secara Umum Kita mengasumsikan sebuah skema R yang tersedia : R dapat merupakan hasil saat mengubah diagram ER menjadi himpunan tabel R dapat merupakan sebuah relasi tunggal yang mengandung semua atribut yang terhubung (disebut sebagai relasi universal) Normalisasi memecah R menjadi beberapa relasi yang lebih kecil R dapat merupakan hasil dari beberapa perancangan ad hoc relasi, yang kemudian ditest/diubah menjadi bentuk normal
18 ER Model dan Normalisasi Saat sebuah diagram ER dirancang secara hati-hati, semua entitas didientifikasi secara benar, tabel yang digenerate dari diagram ER tersebut seharusnya tidak memerlukan proses normalisasi lagi Bagaimanapun, dalam kenyataannya perancangan dapat mengandung FD dari atribut nonkey ke atribut lainnya Contoh : entitas employee dengan atribut departmentnumber dan department-address, dan sebuah FD department-number -> department-address Perancangan yang baik akan membuat department sebagai sebuah entitas FD dari atribut nonkey dimungkinkan, tetapi jarang, sebagian besar relationship adalah binary
19 Denormalisasi untuk Performansi Dalam beberapa kondisi, kita mungkin menggunakan skema nonnormalized untuk meningkatkan performansi Contoh : untuk menampilkan customer-name bersama accountnumber dan balance membutuhkan join antara entitas account dan depositor Alternatif 1 : menggunakan denormalized relation yang mengandung atribut dari account dan juga dari depositor Lookup lebih cepat Membutuhkan tempat dan waktu ekstra pada update Membutuhkan coding ekstra serta kemungkinan munculnya error Alternatif 2 : menggunakan materialized view yang didefinisikan dengan Manfaat dan kekurangan sama dengan alternatif 1, selain tanpa ekstra coding dan menghindari error yang mungkin
20 Persoalan Perncangan Lainnya Beberapa aspek dalam perancangan basis data tidak ditangai dengan normalisasi Contoh : perancangan basis data yang buruk, yang harus dihindari : Daripada menggunakan earnings (company-id, year, amount), gunakanlah : Earnings-2000, earnings-2001, earnings-2002, etc, semuanya dalam skema (company-id, earnings) Seluruh relasi tersebut dalam BCNF, tetapi sulit membuat query yang meliputi beberapa year, dan jumlah tabel semakin bertambah sesuai dengan tahun Company-year(company-id, earnings-2000, earnings-2001, earnings- 2002) Dalam BCNF juga, tetapi query yang melibatkan tahun yang berbeda juga sulit, dan untuk setiap tahun diperlukan atribut tambahan baru Merupakan contoh dari crosstab, di mana nilai untuk sebuah atribut menjadi nama kolom Digunakan dalam spreadsheet, dan dalam tools analisis data
BASIS DATA. Desain Database dan Normalisasi. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS
BASIS DATA Desain Database dan Normalisasi Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Relasi (review) Kumpulan atribut yang nilainya : Setiap atribut harus berharga tunggal. Semua harga pada suatu atribut harus mempunyai
SISTEM BASIS DATA AUB SURAKARTA
SISTEM BASIS DATA STMIK AUB SURAKARTA Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF)
NORMALISASI (2) Beberapa Bentuk Normal yang penting: Bentuk Normal Pertama (1 st Normal Form) Bentuk Normal Ke-2 (2 nd Normal Form)
Bentuk Normal adalah sekumpulan kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah desain tabel untuk mencapai tingkat/level bentuk normal tertentu. Parameter yang biasanya digunakan dalam menentukan kriteria bentuk
Normalisasi Data. Author : Minarni, S.Kom.,MM
Normalisasi Data Author : Minarni, S.Kom.,MM Normalisasi Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur
NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL
NORMALISASI UNTUK BASIS DATA RELASIONAL Realitas(1) Realitas(2) Tabel Jadwal Normalisasi adalah pengembangan proses secara formal untuk membantu designer mendefinisikan/memilih skema relasional yang baik.
OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT
OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT Model Relasional Yang akan dibahas: Model relasional: struktur, karakteristik, key, representasi skema basis data Integritas relasional: integritas
Kontrak Kuliah. Bentuk-Bentuk Normalisasi. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Bentuk-Bentuk Normalisasi Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Normalisasi Merupakan teknik yang digunakan dalam membangun desain logis database relasional dengan tingkat ketergantungan fungsional
di definisikan hanya dengan memperhatikan functional dependencies dan key constrains
11. NORMALISASI Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atau mengelompokkan atribut-atribut data sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksibel. Normalisasi
PERTEMUAN 6. Normalisasi Database (Conoly-chap 14) (Ramakisman -chap 15)
PERTEMUAN 6 Normalisasi Database (Conoly-chap 14) (Ramakisman -chap 15) judul Normalisasi adalah teknik desain database yang dimulai dengan memeriksa hubungan antar atribut. Dimana atribut menjelaskan
BASIS DATA (BS203) NORMALISASI. fb: NDoro Edi. Page 1
BASIS DATA (BS203) NORMALISASI [email protected] fb: NDoro Edi Page 1 Outline Latar belakang Anomali dan jenisnya Dependensi dan jenisnya Dekomposisi Bentuk Normal 1 (1NF) Bentuk Normal 2 (2NF) Bentuk
C H A P T E R 5-8. Normalisasi Database. Arif Basofi, S.Kom, MT.
C H A P T E R 5-8 Normalisasi Database Arif Basofi, S.Kom, MT. Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi kedua
Pertemuan 7-8 NORMALISASI
Pertemuan 7-8 NORMALISASI INDIKATOR 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi kedua (2NF). 4. Memahami aturan normalisasi ketiga (3NF).
Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF
Modul 9 : Normalisasi 1st NF sampai dengan BCNF Tujuan Praktikum - Menguasai konsep normalisasi dan tujuan dilakukan normalisasi - Mampu mengidentifikasi kemungkinan adanya insert, update dan delete anomaly
BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS
BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)
NORMAL FORM. Normalisasi Table sendiri terbagi atas bentuk normal ke 1 sampai bentuk normal ke 5. lebih jelasnya
NORMAL FORM Adalah proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasi himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah
DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI
DESAIN DATABASE DAN NORMALISASI Relasi (review) Kumpulan atribut yang nilainya : Setiap atribut harus berharga tunggal. Semua harga pada suatu atribut harus mempunyai tipe yang sama. Setiap atribut harus
NORMALISASI. Dr.Budi Setiyono, MT
NORMALISASI Dr.Budi Setiyono, MT Perancangan basis data Entity Relation Diagram (ERD) Identifikasi entitas table Entitas table Normalisasi Identifikasi keterkaitan field dalam suatu table table Table table
Normalisasi Basis Data
Normalisasi Basis Data Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF)
PERTEMUAN 3 NORMALISASI
MANAJEMEN BASIS DATA PERTEMUAN 3 NORMALISASI Tujuan Mahasiswa dapat memahami definisi Normalisasi Mahasiswa dapat memahami manfaat penggunaan Normalisasi Mahasiswa dapat memahami langkah langkah pembuatan
MODEL RELASIONAL. Alif Finandhita, S.Kom
MODEL RELASIONAL Alif Finandhita, S.Kom E. F. Codd A Relational Model of Data for large shared data bank 1970 Model relasional merupakan teori formal yang mendasari sistem relasional, adalah suatu cara
Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom
Pertemuan 9 Normalisasi Donny Yulianto, S.Kom 1 Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Proses normalisasi merupakan proses
Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN
Perancangan Database Bagian II (Normalisasi( Normalisasi) TUJUAN PEMBELAJARAN Apa itu Normalisasi? Tujuan Normalisasi Proses Normalisasi Tahapan Normalisasi Bentuk Normal Pertama 1NF Bentuk Normal Kedua
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R 6 Objectives Tujuan: 1. Memahami normalisasi bentuk ketiga (3NF) 2. Memahami normalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Lessons 1. Bentuk Normal III (3NF) 2. Bentuk
Basis Data 1 - TIS3333
Basis Data 1 - TIS3333 3 SKS T.Informatika@2013 Normalisasi Anomali Dependensi Bentuk Normal 1 Normalisasi Proses normalisasi adalah proses menganalisa dan memperbaiki skema relasi menggunakan data atribut
PERANCANGAN BASIS DATA
PERANCANGAN BASIS DATA 3 SKS Semester 5 S1 Sistem Informasi Pertemuan 4 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2014 Tujuan perancangan basis data: tercipta basis data
NORMALISASI (1) E.F Codd,1970. Normalisasi dilakukan terhadap desain tabel yang sudah ada untuk: 1/28/2012 1/28/2012
NORMALIAI (1) Normalisasi adalah langkah-langkah sistematis untuk menjamin bahwa struktur database memungkinkan untuk general purpose query dan bebas dari insertion, update dan deletion anomalies yang
PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya 3.
PART 1: 1. Definisi Normalisasi 2. Tujuan Normalisasi 3. Konsep Konsep yang Mendasarinya The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key Functional Dependencies (FD) PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi
PERANCANGAN DATA BASE BY LILIS PUSPITAWATI, SE.,M.SI
PERANCANGAN DATA BASE BY LILIS PUSPITAWATI, SE.,M.SI SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA Keberhasilan suatu Sistem Informasi sangat dipengaruhi oleh manajemen data base yang merupakan salah satu eleman penyusunan
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
PERTEMUAN IV ADVANCED ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM FAK. TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca
PERTEMUAN 9. Penyempurnaan Skema dan Bentuk-bentuk Normal
PERTEMUAN 9 Penyempurnaan Skema dan Bentuk-bentuk Normal Pokok Bahasan Persoalan-persoalan apa yang dapat ditimbulkan oleh adanya redundansi penyimpanan informasi? Apa yang dimaksud dengan functional dependencies?
BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru
BAB V NORMALISASI 1. Pengertian Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara-cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan
Emp_Dept(EmpName, SSN, Bdate, Address, DeptNumber, DeptName, DeptMngSSN) Emp_Proj(SSN,ProjNumber, Hours, EmpName, ProjName, ProjLoc)
Update Anomaly (insert, delete,modification)?? Emp_Dept(EmpName, SSN, Bdate, Address, DeptNumber, DeptName, DeptMngSSN) Emp_Proj(SSN,ProjNumber, Hours, EmpName, ProjName, ProjLoc) Kedua tabel di tas bisa
Basis Data. Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan
Basis Data Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Deletion Yang dapat dihapus (delete) hanyalah tuple bukan nilai ada suatu atribut tertentu. Dalam SQL, deletion
Normalisasi Database
Normalisasi Database Pengantar Penyempurnaan Skema: Persoalan yang Ditimbulkan oleh Redundansi Redundansi ruang penyimpanan: beberapa data disimpan secara berulang Update anomaly: Jika satu copy data terulang
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS) Kode / Nama Mata Kuliah : 56401 / Basis Data Revisi 0 Satuan Kredit Semester : 3 sks Tgl revisi : - Jml Jam kuliah dalam seminggu : 150 Tgl mulai berlaku
Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel
Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel Daftar Isi Konsep Normalisasi dan Anomali Tabel Pengantar 11.1. Pengantar Konsep Normalisasi Tahapan Normalisasi Bentuk Normal Kesatu Bentuk Normal Kedua Bentuk Normal
ANALISA RANCANGAN DATABASE
Pertemuan 9 ANALISA RANCANGAN DATABASE Rancangan Database Database File Record Data item atau Field Characters 1 TEKNIK NORMALISASI Merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan
Teknik Normalisasi. Normalisasi
Teknik Normalisasi 1 Normalisasi Teknik/pendekatan yang digunakan dalam membangun disain lojik basis data relasional melalui organisasi himpunan data dengan tingkat ketergantungan fungsional dan keterkaitan
PERTIMBANGAN MELAKUKAN DENORMALISASI PADA MODEL BASIS DATA RELASI. Gandung Triyono
PERTIMBANGAN MELAKUKAN DENORMALISASI PADA MODEL BASIS DATA RELASI Gandung Triyono Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur [email protected], [email protected] ABSTRAK Pembentukan
Normalisasi. Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
SISTEM BASIS DATA Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika
Pertemuan IV Advanced Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Himpunan Entitas Lemah h(weak
Contents. Normalisasi. Bentuk Normalisasi. Dependency. Status Kunci (Key) Dekomposisi
(Normalize) merupakan salah satu cara pendekatan atau teknik yang digunakan dalam membangun disain logik basis data relation dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar. Tujuan : menghasilkan
Database Design II. TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi e-tp.ub.ac.id
Database Design II TPI4210 Sistem dan Teknologi Informasi e-tp.ub.ac.id Database Design Life Cycle Ex. ER Data Model Ex. Relational Model Requirements Definition Conceptual Design Logical Design Physical
NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK
NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Basis Data oleh : M. FAISAL IRWANDI 1083057 Jurusan Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia Bandung 2009 NORMALISASI Terdapat
NORMALISASI DATA. Basis Data
NORMALISASI DATA Basis Data Normalisasi Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang
NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK
NORMALISASI DAN TUGAS PRAKTEK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Basis Data oleh : Muslim Tagor Nababan 1083058 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK POS INDONESIA BANDUNG 2009 NORMALISASI Terdapat
Dibuat oleh: Tim Pengajar Basis Data
BASIS DATA JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA - ITS Dibuat oleh: Tim Pengajar Basis Data 8 t h w e e k Normalisasi BCNF, 4NF, 5NF Tahap Normalisasi dimulai dari tahap paling ringan (1NF) hingga paling ketat (5NF)
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti
PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti OUTLINE Modeling Entity, Relationship, Attributes Mapping Cardinality Constraints Key ER Diagram Design Issues Modeling (Entitas) Entitas adalah sesuatu
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi Database
C H A P T E R Normalisasi Database NORMALISASI Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami aturan normalisasi bentuk pertama (1NF). 3. Memahami aturan normalisasi bentuk kedua (2NF).
1 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN
1 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan hal awal (suatu permasalahan) yang harus ditentukan dalam kegiatan penelitian sehingga penelitian dapat dilakukan secara
SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 4. 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi Nizar Rabbi Radliya
SISTEM BASIS DATA Pertemuan 4 3 SKS Semester 2 S1 Sistem Informasi ------------------------- Nizar Rabbi Radliya [email protected] Universitas Komputer Indonesia 2017 Tujuan perancangan basis data:
Model Entity Relationship Bagian I
Model Entity Relationship Bagian I Sistem Basis Data WAN H. Manihuruk, S.kom Outline Entity Sets Relationship Sets Mapping Constraints Keys Entity Sets Database dapat dimodelkan sebagai : Kumpulan entitas
Kontrak Kuliah. Functional Dependencies. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Functional Dependencies Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Ketergantungan Fungsional Functional Dependencies(FD) / Ketergantungan Fungsional (KF) digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan
BAB IV PERANCANGAN BASIS DATA RELASIONAL
BAB IV PERANCANGAN BASIS DATA RELASIONAL 1.1 KETERGANTUNGAN FUNGSIONAL & MULTI NILAI 1.1.1 Ketergantungan Fungsional (Functional Dependency (FD)) Adalah ketergantungan nilai-nilai dari satu atau beberapa
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. menentukan dan mengungkapkan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem terbagi menjadi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3. Analisis Kebutuhan Sistem Hal pertama yang perlu dilakukan dalam analisis kebutuhan sistem adalah menentukan dan mengungkapkan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem terbagi
MATAKULIAH BASIS DATA
RPI(PS Basis Data RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS} MATAKULIAH BASIS DATA DISUSUN OLEH: Mulyono,S.Si, M.Kom. Agus Winarno, M.Kom, PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI. S1 FAKULTAS ILMU
Minggu ke - 5 Basis Data 1. ER-D mapping to Model Relasional dan 1NF Normalisasi Database
Minggu ke - 5 Basis Data 1 ER-D mapping to Model Relasional dan 1NF Normalisasi Database ER Data Model ER Data Model => Weak Entity Entitas Lemah (Weak Entity) adalah entitas yang keberadaannya sangat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Sistem Sistem seperti yang ditulis dalam buku analisis dan disain sistem informasi Jogianto HM didefinisikan sebagai kumpulan dari elemenelemen yang berinteraksi untuk
02. Berfungsi sebagai perantara antara pemakai dengan database adalah a. Data d. Perangkat lunak b. Pemakai e. File c.
01. Kumpulan data dari sebuah perusahaan yang terorganisir dan tersimpan secara terintegrasi adalah a. File Base d. DSS b. Field Base e. Expert System c. Data Base 02. Berfungsi sebagai perantara antara
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : DIII MANAJEMEN INFORMATIKA Semester : 2 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 390102023 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT : - DESKRIPSI
FUNCTIONALLY DEPENDENT DAN FUNCTIONALLY DETERMINES
A. MATERI NORMALISASI Dalam merancang database harus dapat dijawab apabila kita diberikan data, maka bagaimana kita menentukan struktur logik yang tepat untuk data tersebut, atau bagaimana kita menentukan
Perancangan Basis Data
NORMALISASI DATA Perancangan Basis Data Tujuan dilakukan perancangan suatu basis data yaitu supaya kita bisa memiliki basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam
MODUL II NORMALISASI DATA
MODUL II NORMALISASI DATA Tujuan : Mampu membangun desain logika basis data relasional untuk menghasilkan struktur tabel yang normal. PrePraktikum 1. Apakah yang anda ketahui tentang normalisasi? 2. Mengapa
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Aplikasi Perangkat lunak dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu sistem operasi, aplikasi dan utiliti. Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang berfungsi
BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS
BASIS DATA Model Data Relational Fakultas Ilmu Komputer UDINUS MODEL DATA RELATIONAL Data Model High Level Lower Level Model Data Relational Kumpulan tabel berdimensi dua dengan masing-masing relasi (relations)
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF
C H A P T E R Normalisasi 1NF NORMALISASI Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami normalisasi bentuk pertama (1NF). 3. Memahami aturan pembuatan normalisasi 1NF. NORMALISASI
Normalisasi Lanjut. I. Review Normalisasi
Normalisasi Lanjut I. Review Normalisasi Definisi Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasikan data ke dalam tabeltabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu ogranisasi. Tujuan dari
Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.
Pertemuan VII Normalization (1) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Normalisasi Proses normalisasi adalah proses
Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional
Normalisasi Tabel Pada Basisdata Relasional Dwi Puspitasari 1, Cahya Rahmad 2, Mungki Astiningrum 3 Politeknik Negeri Malang, Malang, Indonesia 1 [email protected] Abstrak Normalisasi tabel merupakan sebuah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem a. Sistem adalah merupakan suatu kumpulan atau himpunan dari unsurunsur atau variable-variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu
C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS
C H A P T E R 6 Objectives Tujuan: 1. Memahami normalisasi bentuk ketiga (3NF) 2. Memahami normalisasi Boyce-Codd Normal Form (BCNF) Lessons 1. Bentuk Normal Ke Tiga (3NF) 2. Bentuk Normal BCNF 3 rd Normal
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 KOMPUTERISASI AKUNTANSI Semester : 2 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 410113005 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT : - DESKRIPSI
Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER.
Normalisasi Database Normalisasi adalah salah satu pendekatan logical design dari suatu database relational, dan tampaknya sedikit memiliki kemiripan dengan model ER. Disain database relational dengan
P7 Perancangan Database
P7 Perancangan Database SQ http://sidiq.mercubuana-yogya.ac.id Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami konsep
BASISDATA. Basis Data Secara Umum
BASISDATA Basis Data Secara Umum Basis data merupakan kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Definisi ini merujuk pada perkembangan dunia hardware
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Basis Data 2.1.1 Pengertian Data Menurut Turban (2003, p2), data ialah fakta yang belum diolah atau gambaran dari transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan dan diklasifikasikan.
NORMALISASI BASISDATA 2
NORMALISASI BASISDATA 2 Oleh: Heru Prasetyo, M.kom Satu mesin dapat melakukan pekerjaan lima puluh orang biasa. Tidak ada mesin dapat melakukan pekerjaan dari satu orang yang luar biasa. (Elbert Hubbard)
Teknik dan Penerapan Normalisasi
System Technology Database 1 5 Teknik dan Penerapan Normalisasi Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Teknik Normalisasi Beberapa pengertian mengenai normalisasi
BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI
1 BAB III PERANCANGAN BASIS DATA DGN TEKNIK NORMALISASI 1.1. RDBM Terminologi Istilah formal Istilah non formal Keterangan Elemen data (data element), rinci data (data item), entri (entry) Nilai data pada
PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi 2. Bentuk Bentuk Normal 1 st NF, 2 nd NF, 3 rd NF, BCNF Dan bentuk-bentuk normal lainnya. 3.
PART 1: 1. Definisi Normalisasi 2. Tujuan Normalisasi 3. Konsep Konsep yang Mendasarinya The Three Keys: Super Key, Candidate Key & Primary Key Functional Dependencies (FD) PART 2: 1. Langkah Langkah Normalisasi
Model Relational. S# Nama Status Kota S1 Hanato 20 Bandung S2 Andi 10 Jakarta S3 Shy 25 Surabaya S4 Tina 20 Medan
Model elational Pendahuluan E. F. Codd A elational Model of Data for large shared data bank 1970 Model relasional terkait dengan 3 aspek : struktur data, integritas data dan manipulasi data. DBMS (Sistem
Model Entity Relationship Bagian II
Model Entity Relationship Bagian II Sistem Berkas dan Basis Data CS2323 ADE, HTT, KAL Outline Diagram ER Konstrain Kardinalitas Relasi Ternary Diagram ER Diagram ER merupakan model konseptual untuk menggambarkan
Desain Database. Dr. Khamami Herusantoso 1/107
Desain Database 1/107 Kompetensi Dasar 1. menjelaskan konsep dan pengertian desain database pada Microsoft Access dengan baik Menjelaskan konsep dan pengertian desain database dengan metode top down Menjelaskan
Pertemuan VI Functional Dependency Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.
Pertemuan VI Functional Dependency Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] id 2014 Konsep Dasar Sebuah batasan pada hukum hubungan
BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)
BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL) Tinjauan Desain Basis Data Desain Konseptual (Dengan menggunakan ER-Model) Informasi apa yang dikandung oleh suatu entity dan relasi yang harus disimpan dalam basis
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN PROGRAM STUDI : S1 SISTEM INFORMASI Semester : 2 Berlaku mulai: Genap/2010 MATA KULIAH : SISTEM BASIS DATA KODE MATA KULIAH / SKS : 410102050 / 3 SKS MATA KULIAH PRASYARAT
PERTEMUAN 4 Model Data Relational
PERTEMUAN 4 Model Data Relational (Chap. 4 Conoly) (Hal 51-83 Ramakrishnan) Tujuan Menjelaskan model data relasional Menjelaskan langkah-langkah pemetaan dari diagram ER ke model data relasional Topik
STK 572 Manajemen Data Statistik. Tim Dosen: Dr. Farit Muhammad Affendi Dr. Agus M Soleh
STK 572 Manajemen Data Statistik Tim Dosen: Dr. Farit Muhammad Affendi Dr. Agus M Soleh 2016 Menyiapkan Data untuk Statistik Dr. Agus M Soleh [email protected] 2 Sumber Data Asal Tipe File: Text File
PERANCANGAN BASIS DATA PERTEMUAN KE -3. Rauf Fauzan, S.Kom.,M.Kom
PERANCANGAN BASIS DATA PERTEMUAN KE -3 Rauf Fauzan, S.Kom.,M.Kom Outline Normalisasi Studi Kasus Normalisasi Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan
PERTEMUAN 6 TEKNIK NORMALISASI
PERTEMUAN 6 TEKNIK NORMALISASI TEKNIK NORMALISASI BEBERAPA PENGERTIAN NORMALISASI : Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel tabel yang menunjuk-kan entity dan relasinya. Normalisasi
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Data dan Informasi 2.1.1 Pengertian Data dan Informasi Menurut Elmasri dan Navathe (1994, p2), data merupakan fakta-fakta yang telah diketahui untuk dapat disimpan dan yang mempunyai
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Hal pertama yang perlu dilakukan dalam analisis kebutuhan sistem adalah menentukan dan mengungkapkan kebutuhan sistem. Kebutuhan sistem
SISTEM BASIS DATA. Pertemuan 9. Functional Dependencies. Copyright 2007 Ramez Elmasri and Shamkant B. Navathe.
Pertemuan 9 Functional Dependencies Copyright 2007 Ramez Elmasri and Shamkant B. Navathe Chapter Outline 1 Panduan Desain Informal untuk Relational Databases 1.1Semantics of the Relation Attributes 1.2
TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS NASIONAL 2008 DKNF 5NF 4NF BCNF 3NF 2NF 1NF
NORMALISASI Lanjut FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS NASIONAL 2008 DKNF 5NF 4NF BCNF 3NF 2NF 1NF All Relations 1 Contoh : Coleman College Grade Report Fall Semester 2000 Name :
Model Relational. Dian Dharmayanti
Model Relational Dian Dharmayanti Pendahuluan Relation Properti Relasi Basis Data Relasional Key Konversi Model E-R ke Relasional Transformasi kedalam skema relasi Pendahuluan Model relasional terkait
BAB 2 LANDASAN TEORI. sistem yang masih belum terintegrasi. Namun file-based system ini memiliki. Data menjadi terpecah-pecah dan terisolasi.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Basisdata Menurut Connolly (2002, p7), file-based system merupakan sekumpulan program aplikasi yang menampilkan pelayanan terhadap pengguna seperti laporan produksi.
Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R. Normalisasi 1NF
C H A P T E R 4 Normalisasi 1NF NORMALISASI Objectives Tujuan: 1. Memahami pentingnya normalisasi. 2. Memahami normalisasi bentuk pertama (1NF). 3. Memahami aturan pembuatan normalisasi 1NF. NORMALISASI
MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)
MODUL 1 SEPUTAR PERACAGA DATABASE TUJUA PRAKTIKUM 1. Praktikan mampu menggambarkan ERD dengan baik dan benar dengan ER Modeling. 2. Praktikan dapat memahami konsep Basis Data Relasional. 3. Praktikan mampu
Normalisasi. Didi Supriyadi, S.T., M.Kom Pertemuan ke-6
Normalisasi Didi Supriyadi, S.T., M.Kom Pertemuan ke-6 Normalisasi Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Proses normalisasi merupakan
