IV.C.5. Urusan Pilihan Kepariwisataan

dokumen-dokumen yang mirip
Adapun program dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel IV.C.5.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Kepariwisataan Tahun 2013

IV.C.5. Urusan Pilihan Kepariwisataan

IV.C.5. Urusan Pilihan Kepariwisataan

IV.C.6. Urusan Pilihan Perindustrian

Penjabaran dari urusan Kependudukan dan Catatan Sipil kami uraikan sebagai berikut :

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

Tabel IV.B.11.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun No. Program Alokasi (Rp) Realisasi (Rp)

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

6. URUSAN PERINDUSTRIAN

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN

,00 (Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung diluar belanja hibah. IV.B.11. Urusan Wajib Kependudukan dan Pencatatan Sipil

10. URUSAN KOPERASI DAN UKM

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

7. URUSAN PERDAGANGAN

IV.B.14. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

terealisasi sebesar Rp atau 97,36%. Adapun program dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tabel berikut :

RINGKASAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH PEMERINTAH ACEH TAHUN ANGGARAN 2016

17. URUSAN WAJIB KEBUDAYAAN

Evaluasi Hasil Renja SKPD Provinsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Triwulan IV

REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

Kode Rekening Program Kegiatan Anggaran Setelah Belanja Pegawai Belanja Barang Jasa Belanja Modal Penyerapan

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RENCANA STRATEGIS TAHUN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. 4.1 Kesimpulan. 1. Sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang (backward linkage) tertinggi

IV.B.25. Urusan Wajib Kearsipan 25. URUSAN KEARSIPAN

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2012 dan Capaian Renstra SKPD

11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BANGGAI TAHUN ANGGARAN 2014

Evaluasi Hasil Renja SKPD Perangkat Daerah : Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kota Bima Periode Pelaksanaan: 2016

RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2015 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2016 KABUPATEN PULANG PISAU. Target Capaian Kinerja

RENCANA UMUM PENGADAAN. Melalui Swakelola. Jasa Lainnya 3 unit roda empat, 5 unit roda dua Rp ,00 APBD awal: akhir:

IV.B.26. Urusan Wajib Perpustakaan

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

LAPORAN KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH,ORGANISASI, PENDAPATAN,BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2014

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SEKRETARIAT DPRD KAB. BLORA

LKPJ WALIKOTA SEMARANG AKHIR TAHUN ANGGARAN 2014

C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PERIKANAN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR, DAN PENDANAAN INDIKATIF

6. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

SKPD : DINAS PERHUBUNGAN, PARIWISATA,

REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN UNIT SATUAN KERJA PEMERINTAH DAERAH DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN MALANG BULAN MARET 2016

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG ANGGARAN KAS

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013

I. P E N D A H U L U A N. Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap

BAB I LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2014

penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

URAIAN PENDAPATAN , Pendapatan Asli Daerah ,00

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN DAN HASILNYA. Sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD Dinas Tenaga

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2017

Rincian Realisasi Pelaksanaan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2013

Tabel IV.B.12.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Ketenagakerjaan tahun 2010

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN ANGGARAN 2014

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

ALOKASI DAN REALISASI APBD TAHUN 2014

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI KEGIATAN TAHUN ANGGARAN Anggaran (Rp)

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF. Untuk mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan tersebut

RENCANA UMUM PENGADAAN. Melalui Swakelola. Jasa Lainnya 1 Kajian Rp ,00 APBD ( )

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

B A B 5 PROGRAM. BAB 5 Program Program SKPD

18,834,337,021 9,954,964, % % 5,397,317, % % 4,557,646, % %

Jumlah Anggaran , , , ,00 BELANJA BARANG DAN JASA

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Tahun Anggaran 2017

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

Tabel Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Prakiraan Maju Tahun 2016 Kota Ambon

RENCANA AKSI PENETAPAN KINERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 JADWAL TARGET TARGET KINERJA Musrenbang Tahun 2016

URUSAN PILIHAN PARIWISATA KONDISI UMUM

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN TAHUN 2015

LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEADAAN 31 JULI 2015 DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA ACEH

Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN KEUANGAN SEKRETARIAT DEWAN KOTA SALATIGA TAHUN 2017

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

Transkripsi:

5. URUSAN KEPARIWISATAAN Sektor pariwisata dipandang sebagai sektor andalan yang mempunyai andil yang besar dalam memacu pembangunan. Perkembangan sektor pariwisata akan membawa dampak terhadap perkembangan disektor lainnya seperti perdagangan, akomodasi, jasa-jasa bahkan sektor pertanian dan industri sehingga mampu memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain sektor ini juga diharapkan untuk dapat berfungsi sebagai wacana pemerataan melalui perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Untuk itu pembangunan kepariwisataan harus memberi perhatian pada pariwisata alternative, seperti pariwisata minat khusus dan pariwisata yang berbasis komunitas. Dengan demikian untuk mengembangkan sektor pariwisata dibutuhkan dukungan dari semua pihak, baik masyarakat, swasta dan pemerintah itu sendiri. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, serta informasi lokasi wisata, akses jalan, tempat penginapan yang mendukung pariwisata. Selain itu perlu diperhatikan juga faktor keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Sejalan dengan hal tersebut telah ditegaskan dalam RPJMD 2010-2015 bahwa arah kebijakan urusan kepariwisataan adalah pengembangan industry pariwisata yang berdaya saing, melalui pengembangan kemitraan, pengembangan pemasaran pariwisata dan pengembangan destinasi pariwisata. Hal ini sejalan dengan prioritas pembangunan berdasarkan RKPD Kabupaten Wonosobo Tahun 2012 yaitu meningkatnya kontribusi pariwisata pada perekonomian daerah. a. PROGRAM DAN KEGIATAN Untuk urusan Pariwisata ditangani SKPD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, sesuai dengan strategi tersebut pada tahun 2012 telah dilaksanakan beberapa program dan kegiatan dengan tujuan yang terfokus pada mengembangkan industri pariwisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mendapat dialokasi dana sebesar Rp 3.999.418.400,- atau 0,36 % dari total APBD Tahun 2012. Dari alokasi tersebut terealisasi sebesar Rp 3.858.094.367,- atau 96,47%. Adapun program dan alokasi anggaran dapat dilihat pada tabel berikut : LKPJ 2012 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 265

Tabel IV.C.5.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Kepariwisataan Tahun 2012 No. Program Alokasi (Rp) Realisasi (Rp) A Belanja Langsung 1.521.683.400 1.482.303.500 1 Pengembangan Pemasaran Pariwisata 645.000.000 641.089.000 2 Pengembangan Destinasi Pariwisata 450.000.000 442.037.500 3 Pelayanan Administrasi Perkantoran 207.767.000 184.696.000 4 Peningkatan Sarana Prasarana aparatur 218.916.400 214.481.000 B Belanja Tidak langsung 2.477.735.000 2.375.790.867 1 Belanja Pegawai 2.477.735.000 2.375.990.867 a Belanja Gaji dan Tunjangan 2.203.615.000 2.135.952.467 b Belanja Tambahan penghasilan 247.300.000 213.018.500 c Belanja Insentif Pajak/Retribusi Daerah 26.820.000 26.819.900 2 Belanja Hibah dan Bantuan Sosial - - 3 Belanja Tak Terduga - - Jumlah total 3.999.418.400 3.858.094.367 Sumber : APBD Kabupaten Wonosobo 2012 (diolah) b. REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Tujuan dan sasaran program ini adalah untuk mendorong terjadinya peningkatan jumlah wisatawan mancanegara dan peningkatan penerimaan devisa negara serta peningkatan perjalanan wisatawan nusantara. Dalam rangka meningkatkan akses pengembangan pemasaran pariwisata sehingga pariwisata Kabupaten Wonosobo bisa dikenal lebih luas, pada tahun 2012 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka promosi pariwisata dan meningkatkan pelayanan pada wisatawan. Kegiatan tersebut meliputi : 1) Pembuatan Brosur. 2) Pembuatan Buku Directory Pariwisata. 3) Promosi lewat Forum Java Promo, merupakan kegiatan promosi bersama 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan DIY yang dilaksanakan secara rutin. 4) Jateng Promo. 5) Pemilihan Duta Wisata. 6) Pengelolaan Obyek Wisata Dieng, berupa pembayaran tenaga outsorsing DPT. 7) Pengembangan Sarana dan Prasarana Obyek Wisata Dieng, berupa pengadaan tanah untuk tuk Bimo Lukar. 8) Pembinaan Pokdarwis dan Duta Wisata. 9) Pengadaan Peta Wisata Wonosobo. 10) Pengadaan Kalender Wisata. 11) Pengadaan Profil Desa Wisata Kabupaten Wonosobo. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Tujuan dan sasaran program ini adalah terlaksananya revitalisasi peraturan dan daya tarik wisata di destinasi pariwisata unggulan, berkembangnya destinasi pariwisata baru yang berbasis ekowisata dan desa wisata melalui peningkatan kapasitas dan pelayanan usaha pariwisata, serta peningkatan jaringan kerjasama antar pelaku pariwisata dan antara pelaku pariwisata dan pelaku ekonomi-potensial lainnya dalam pengembangan destinasi pariwisata baru. LKPJ 2012 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 266

Dalam rangka pengembangan pariwisata Kabupaten Wonosobo telah melaksanakan kegiatan yang terkait dengan studi perencanaan pariwisata dan peningkatan sarana prasarana maupun fasilitas obyek wisata sehingga akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan di Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut meliputi : 1) Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata. 2) Pembuatan DED Finishing Point Arung Jeram. 3) Rehab Anjungan TMII Maerokoco Jateng. 4) Pembenahan Kawasan Wisata Dieng. 5) Operasional Pekan Lebaran. 6) Pembuatan DED Wisata Telaga Menjer. 7) Pembuatan DED Starting Point Arung Jeram. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program ini ditetapkan untuk dapat tercapainya tujuan organisasi dalam jangka panjang yaitu terwujudnya kualitas administrasi perkantoran yang tertib dan lancar serta terlaksananya tugas kedinasan dengan cepat dan akurat yaitu melalui : Penyediaan Jasa Surat Menyurat, Penyediaan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dan Listrik, Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan, Penyediaan Alat Tulis Kantor, Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan, Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan, Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor, Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan, Penyediaan Makanan dan Minuman, Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah, Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam Daerah, Penyediaan Jasa Kebersihan dan Keamanan Kantor Kota dan Pasar, Penyelesaian Pekerjaan Kantor, Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Pemerintahan. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program ini ditetapkan untuk dapat tercapainya tujuan organisasi dalam jangka panjang yaitu terwujudnya kelancaran pelaksanaan tugas-tugas kedinasan yaitu dengan melalui : Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor, Pengadaan Mebelair, Pengadaan Komputer/Laptop Printer, Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional, Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-alat Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Kantor. Capaian Kinerja Urusan Pariwisata No. Tabel IV.C.5.2 Capaian Kinerja Urusan Kepariwisataan Tahun 2012 Berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Indikator Kinerja Berdasarkan EKPPD Capaian Kinerja 2011 2012 1 Kunjungan wisata (orang) 290.174 412.727 2 Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB tahun 2012 (Jumlah Kontribusi PDRB dari sektor Pariwisata/ Jumlah total PDRB x 100%) Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan BPS Rp 42.531,14 ------------------ x 100 Rp 3.927.280,91 =1,08% Rp 4.635.168 ----------------- x 100 Rp 432.325.488 =1,07% LKPJ 2012 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 267

Tabel IV.C.5.3 Data Indikator Kinerja Urusan Kepariwisataan berdasarkan RPJMD 2010-2015 No. Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Capaian Pembangunan 2011 2012 1 Lama tinggal wisatawan mancanegara dan 1,5 2 nusantara 2 Jumlah penerimaan obyek-obyek wisata (juta) 670.500 1.542,27 3 Jumlah wisman 17.632 19.089 4 Jumlah wisnu 272.542 393.638 5 Jumlah tenaga kerja yang diserap di industry pariwisata 151 803 Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Capaian kinerja urusan kepariwisataan di Kabupaten Wonosobo dapat dilihat dari kunjungan wisatawan, yang pada tahun 2012 sebesar 412.727 orang. Jika dibandingkan tahun 2011 meningkat 42,23%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata Wonosobo semakin dikenal masyarakat baik lokal maupun mancanegara. Apabila dilihat dari kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB, yang pada tahun 2012 rata-rata menyumbang 1,07%. Jika dibandingkan tahun 2011 mengalami penurunan 0,93%. Kemungkinan hal ini disebabkan karena masih rendahnya daya saing pariwisata salah satunya terkait dalam pengelolaan SDM. SDM yang dibutuhkan dalam hal pelayanan kegiatan kepariwisataa yang benar dan efektif masih kurang mendapat perhatian., sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan dalam industry pariwisata dan memungkinkan terhalangnya partisipasi masyarakat setempat dalam kegiatan ekonomi yang dikembangkan dari kegiatan kepariwisataan. Di samping itu bahwa industri pariwisata merupakan industri jasa yang tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi selalu berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan berbagai sektor lain. Jadi maju mundurnya industri pariwisata tidak hanya tergantung pada sektor pariwisata saja. Sementara apabila dilihat dari capaian kinerja berdasarkan RPJMD 2010-2015 sebagian indikator sudah melampaui target awal yang ditetapkan dalam RPJMD. Hanya indikator jumlah tenaga kerja yang diserap di industri pariwisata pada tahun 2012 sebanyak 803 orang atau 48,52% dari tenaga kerja yang ditargetkan. Hal ini terjadi karena data yang masuk hanya tenaga kerja dari penginapan/hotel dan rumah makan/restoran sementara tenaga kerja yang mendukung sektor pariwisata seperti industri kerajinan/souvenir dan industri makanan oleh-oleh belum terdata. Untuk indicator-indikator pariwisata tersebut tetap harus didorong untuk lebih ditingkatkan lagi, karena ke depannya urusan kepariwisataan diharapkan dapat menggerakan ekonomi rakyat, karena dianggap sektor yang paling siap dari segi fasilitas, sarana dan prasarana dibandingkan dengan sektor usaha lainnya. Diharapkan pariwisata menjadi leading sector dan berhasil mendatangkan investasi, sehingga pariwisata merupakan sektor dengan tingkat kecepatan pertumbuhan yang sangat dinamis dalam perekonomian dan mampu menjadi generator dalam memicu dinamika pembangunan. LKPJ 2012 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 268

Melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism developmen,. berupa adventure travel, cultural travel dan ecotourism, diharapkan melalui urusan kepariwisataan ini akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan sekitarnya sekaligus memelihara budaya, kesenian dan cara hidup masyarakat disekitarnya. Di samping itu juga dapat menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan membawa dampak positif terhadap pelestarian lingkungan dan budaya asli setempat yang pada akhirnya diharapkan akan mampu menumbuhkan jati diri dan rasa bangga dari penduduk setempat yang tumbuh akibat peningkatan kegiatan pariwisata. c. PERMASALAHAN DAN SOLUSI Permasalahan umum yang dihadapi dalam urusan kepariwisataan adalah: Belum terbangunnya kesadaran semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat akan manfaat pariwisata guna menunjang dan memacu pertumbuhan ekonomi yang berguna bagi pembangunan. Belum adanya promosi pariwisata melalui website. Kurangnya SDM di bidang pariwisata. Pengembangan sektor pertanian tanpa adanya kesadaran dari masyarakat terhadap lingkungan dan alam sehingga membawa akibat terhadap kegiatan kepariwisataan. Kurang kepeduliannya masyarakat untuk ikut serta memelihara dan menjaga lokasi pariwisata, Upaya yang perlu dilakukan ke depan : Perlu adanya pemahaman yang sama bahwa sektor pariwisata memberikan dampak yang sangat berarti bagi semua baik sektor pertanian, perdagangan, industri, bisnis jasa dan lain sebagainya Perlu adanya pembuatan website pariwisata. Perlu adanya sosialisasi dan pelatihan SDM industri pariwisata. Pengembangan kegiatan pariwisata harus memperhatikan arahan dalam rencana tata ruang wilayah serta memperhatikan daya dukung lingkungan Dalam menyelenggarakan kegiatan pariwisata harus melibatkan elemen masyarakat, swasta dan Pemerintah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh semua pihak. LKPJ 2012 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 269