MIKROSKOP Pertemuan ke-2 MIKROBIOLOGI Dasar

dokumen-dokumen yang mirip
Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

I. NAMA PERCOBAAN Nama percobaan : C4 Mikroskop

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik

CAHAYA. CERMIN. A. 5 CM B. 10 CM C. 20 CM D. 30 CM E. 40 CM

LEMBAR KERJA SISWA (LKS) /TUGAS TERSTRUKTUR - - GELOMBANG ELEKTROMAGNET - G ELO MB ANG ELEK TRO M AG NETIK

BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG SMA NEGERI 10 PADANG Cahaya

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

Apakah Gelombang Elektromagnetik?? Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium

KUMPULAN SOAL UJIAN NASIONAL DAN SPMB

BAB 4 Difraksi. Difraksi celah tunggal

biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias

fisika CAHAYA DAN OPTIK

ANTIREMED KELAS 10 FISIKA

15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN OPTIK GEOMETRI TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Bagan

Overview Microscope Optik v.s SEM Scanning Electron Microscopy (SEM)

spektrometer yang terbatas. Alat yang sulit untuk diperoleh membuat penelitian tentang spektrum cahaya jarang dilakukan. Padahal penelitian tentang

BAB II LANDASAN TEORI. pada permukaannya digoreskan garis-garis sejajar dengan jumlah sangat besar.

A. DISPERSI CAHAYA Dispersi Penguraian warna cahaya setelah melewati satu medium yang berbeda. Dispersi biasanya tejadi pada prisma.

MIKROSKOP A. PENDAHULUAN

Antiremed Kelas 08 Fisika

Xpedia Fisika. Optika Fisis - Soal

ALAT OPTIK. Bagian-bagian Mata

*cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan adalah: SETENGAH dari TINGGI benda itu.

Cahaya sebagai bentuk informasi dari langit Teleskop sebagai kolektor cahaya

3.1.3 menganalisis pembentukan bayangan pada lup,kacamata, mikroskop dan teropong

Kumpulan Soal Fisika Dasar II.

PENEMUAN RADIOAKTIVITAS. Sulistyani, M.Si.

D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J

SEJARAH PENEMUAN MIKROSKOP

MODUL FISIKA SMA Kelas 10

MODUL I MIKROSKOP. TUJUAN Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop optik, untuk pengamatan preparat biologi.

7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

1. Apabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup cahaya tersebut akan... a. dipantulkan botol

Cahaya. Bab. Peta Konsep. Gambar 17.1 Pensil yang dicelupkan ke dalam air. Cermin datar. pada. Pemantulan cahaya. Cermin lengkung.

PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN UJIAN SEKOLAH (USEK) KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SOAL BABAK PENYISIHAN OLIMPIADE FISIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

D. massa E. volume. D. mhv E. h/(mv) 3. Warna-warna yang tampak pada gelembung sabun menunjukkan gejala : A. diraksi B. refraksi C.

Antiremed Kelas 12 Fisika

PENDALAMAN MATERI CAHAYA

BAB II. Landasan Teori

BIMBEL ONLINE 2016 FISIKA

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun

BAB II TINJAUAN UMUM HUKUM-HUKUM OPTIK

LEMBARAN SOAL. Mata Pelajaran : FISIKA Sat. Pendidikan : SMA/MA Kelas / Program : XII ( DUA BELAS )

1. Jika periode gelombang 2 sekon maka persamaan gelombangnya adalah

STRUKTUR MATERI GELOMBANG CAHAYA. 2 Foton adalah paket-paket cahaya atau energy yang dibangkitkan oleh gerakan muatan-muatan listrik

SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP SELEKSI TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2007

Spektrofotometer UV /VIS

jendela ini didispersikan dalam bahan polimer sehingga teknologinya disebut Polymer Dispersed Liquid Crystal (PDLC). Saat kristal cair mendapat

ALAT-ALAT OPTIK. Adalah alat-alat yang ada hubungannya dengan cahaya. Created by Ius 201

Kata kunci : bayangan, jarak fokus, lensa tipis

D. 6,25 x 10 5 J E. 4,00 x 10 6 J

PAKET UJIAN NASIONAL Pelajaran : FISIKA Waktu : 120 Menit

ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP (UAS) TAHUN PELAJARAN Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Program : X Hari / Tanggal : Jumat / 1 Juni 2012

Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10 8 m/s.

MIKROSKOP. Pengarang Suparti Editor Sulistiono Layout Ferry Andriyan August Perwajahan Ferry Andriyan August Ilustrator Sugiatno Desain Sampul Gatot

BAB III OPTIK. 2. Pemantulan teratur : terjadi jika suatu berkas cahaya sejajar datang pada permukaan yang halus atau rata.

PAKET SOAL 1 TRY OUT UN 2014

PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN PRA UJIAN NASIONAL KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Antiremed Kelas 10 Fisika

BAB 24. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

(B) (C) A. A dan B B. B saja C. B dan D D. D saja E. D dan A (D) (E)

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

PEMERINTAH KOTA PADANG DINAS PENDIDIKAN PRA UJIAN NASIONAL KOTA PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK. PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Keju merupakan salah satu produk olahan susu dengan nilai gizi yang

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

A. 100 N B. 200 N C. 250 N D. 400 N E. 500 N

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KD Standar Kompetensi 1. Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

ALAT - ALAT OPTIK. Bintik Kuning. Pupil Lensa. Syaraf Optik

BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP DENGAN BAIK DAN BENAR. By :

SOAL SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1984

SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1

A. PENGERTIAN difraksi Difraksi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

2 A (C) - (D) - (E) -

g. Lensa Cembung Jadi kalau pada cermin pembahasan hanya pada pemantulan maka pada lensa pembahasan hanya pada pembiasan

SOAL SOAL TERPILIH 1 SOAL SOAL TERPILIH 2

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

A. SIFAT-SIFAT CAHAYA

BAB 23. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

ANTIREMED KELAS 10 FISIKA

13. Cahaya; Optika geometri

FIS 1 A. PENDAHULUAN C. PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN B. PEMANTULAN CAHAYA

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2004

Optika adalah ilmu fisika yang mempelajari cahaya.

TRY OUT I. Tahun Pelajaran 2011/2012 KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Kamis, 8 Pebruari Pukul. Kode Soal : Mata Pelajaran: FISIKA.

Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003

ALAT OPTIK ALAT OPTIK

Fisika II / II Page 1

1. Hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh alat ukur dibawah ini adalah.

CAHAYA. Kamu dapat menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. akibat. Tegak lurus.

2. MATA DAN KACAMATA A. Bagian Bagian Mata Diagram mata manusia ditunjukkan pada gambar berikut.

Transkripsi:

MIKROSKOP Pertemuan ke-2 MIKROBIOLOGI Dasar

MIKROSKOP Mikroskop..mikros = kecil dan scope = tujuan, sasaran. Mikroskop adalah alat untuk melihat benda dan mikroba berukuran kecil Mikroskop ditemukan oleh Antony van Leeuwenhoek 1765 jauh sebelumnya sudah ada yang mengamati benda/objek berukuran kecil Roger Bacon (1214-1294) pertama kali membuat lensa sederhana untuk melihat benda-benda berukuran kecil Zacharias Janssen membuat suatu sistem lensa ganda pertama kali pd 1590 Athanasius Kircher (1601-1680) mengembangkan instrumen pembesaran pertama dan diduga telah melihat bakteri dengan alat tersebut Penemu bakteri pertama mungkin Pierre Borrel (1620-1671), tetapi yang diakui adalah Leeuwenhoek

Mikroskop Van Leeuwenhoek

PerKembangan mikroskop

Bagian-Bagian Mikroskop

Jenis Jenis Mikroskop Mikroskop medan terang (bright-field) Mikroskop medan gelap (dark-field) Mikroskop fase-kontras Mikroskop ultraviolet Mikroskop Fluoresen Mikroskop Elektron

Mikroskop Medan Gelap Mikroskop yang digunakan untuk mengamati mikroba hidup yang tidak nampak bila menggunakan mikroskop medan terang, mikroba yang tidak dapat diwarnai dengan metode pewarnaan standar atau mikroba akan rusak oleh pewarnaan sehingga tidak bisa diidentifikasi Sebagai pengganti kondenser normal digunakan kondenser medan gelap (darkfield condenser) yang berisi piringan gelap (opaque disk). Piringan ini akan memblok sinar yang akan masuk lensa objectif secara langsung OKI, hanya sinar dipantulkan oleh spesimen (sampel) yang akan masuk lensa objektif. Akibat tidak ada sinar langsung pada latar belakang maka spesimen nampak bercahaya dan latar belakangnya gelap Mikroskop ini umum digunakan untuk mengamati selsel berukuran kecil seperti Treponema pallidum, penyebab sipilis

Mikroskop Fase-Kontras Mikroskop ini diciptakan oleh Fritz Zernike dan mendapat hadiah nobel 1953 Digunakan untuk mengamati mikroba hidup tanpa perlu fiksasi dan pewarnaan karena menyebabkan mikroba mati Pada mikroskop ini, sumber iluminasi berupa seberkas sinar yang datang melalui suatu cincin di dalam kondenser Pada lensa objektif dipasang cincin fase yang akan mengubah fase sinar yang melaluinya Sinar yang telah melewati sampel dan tidak dibelokkan akan menembus cincin fase dan terlihat oleh mata sebagai sinar putih Karena perbedaan indeks refraksi antara sel mikroba dengan medium disekelilingnya, maka bayangan dapat terlihat secara lebih kontras..objek/sampel terlihat gelap dengan latar belakang agak terang

Penampakan mikroba menggunakan mikroskop yang berbeda

Mikroskop Ultraviolet Mikroskop ini menggunakan sinar UV sebagai sumber cahaya Menghasilkan resolusi dan pembesaran yang lebih tinggi dibanding mikroskop biasa.karena sinar UV mempunyai panjang gelombang yang lebih pendek (180 400 nm) Karena sinar UV merupakan sinar tidak tampak, maka bayangan baru dapat dilihat setelah menghubungkan dengan layar televisi (ditangkap oleh tabung foto atau kamera TV yang sensitif terhadap sinar UV)

Mikroskop Fluoresen Fluorescen = senyawa yang dapat menyerap energi dari sinar UV (tak tampak) dan mengeluarkannya sebagai sinar tampak dengan panjang gelombang lebih tinggi Mikroskop fluorescen dapat melihat objek yang bersifat fluorescen yang disebabkan oleh senyawa fluorescen alami atau diberi zat warna fluorescen = fluorochromes (misalnya auramin O dan fluorescein isothiocyanate) Untuk mengamati Mycobacterium tuberculosis, penyebab TBC, yang akan nampak berwarna kuning cerah karena menyerap pewarna auramin O Untuk mengamati Bacillus anthracis, penyebab antrax, yang akan nampak berwarna hijau apel karena menyerap pewarna fluorescein isothiocyanate

Mikroskop Elektron Mikroskop elektron berbeda dengan mikroskop biasa karena digunakan elektron sebgai pengganti sinar dan elektromagnit sebagai pengganti lensa Mempunyai resolusi (revolving power) sangat tinggi yaitu 0,001 mikron Persiapan sampel: sel atau sampel yang tebal harus diiris tipis menggunakan ultramikrotom Diberi pewarna khusus: asam osmat, permanganat, uranium, lantanum atau plumbum (mempunyai berat atom tinggi sehingga dapat menyebarkan elektron dengan baik dan struktur selsampel menjadi lebih kontras dan mudah dilihat Cara lain untuk memperoleh kontras yang baik adalah dengan pewarnaan negatif menggunakan zat warna Nigrosin untuk mewarnai latar belakang, bukan sel atau sampelnya Cara pengamatan Objek/sampel diletakkan pada kisi logam yang dilapisi kolodion, lalu dimasukkan ke dalam intrumen kemudian dibuat vakum Berkas elektron akan menyala dan bayangan dapat dilihat pada layar kecil. Usahakan buat segera fotonya karena pengamatan yang terlalu lama objek menjadi rusak karena adanya berkas elektron

Beberapa bentuk mikroskop

Mikroskop elektron Model lama Model baru

Jenis-jenis Mikroskop Elektron Transmission Electron Microscope (TEM): suatu jenis mikroskop elektron dimana sinar elektron bervoltase tinggi diemisikan oleh katoda yang dihasilkan oleh lensa magnetik. Sinar elektron lalu ditransmisi melalui melalui spesimen (sampel) yang sangat tipis sehingga dapat membawa/menghasilkan informasi (image) tentang spesimen tersebut. Selanjutnya informasi ini ditangkap oleh sensor yang sangat sensitive misalnya CCD (charge-coupled device) dan didisplay melalui monitor atau komputer Scanning Electron Microscope (SEM): tidak seperti dengan TEM dimana elektron dideteksi melalui transmisi sinar, SEM menghasilkan image melalui elektron sekunder yang diemisikan oleh suatu permukaan sebagai akibat excitation (benturan) dengan elektron primer. Sinar elektron selanjutnya menghasilkan image 3 D dan diamati lewat komputer atau monitor.

Jenis-jenis Mikroskop Elektron Scanning Transmission Electron Microscope (STEM). Tipe mikroskop gabungan SEM & TEM. Pada mikroskop jenis ini, probe elektron kecil discan pada area yang akan diamati tanpa memberikan iluminasi/sinar secara kontinyu. Elektron yang ditransmisikan ditangkap bersama dengan spesimen. Selanjutnya signal yang terbentuk didisplay pada monitor atau komputer Reflection Electron Microscope (REM): Seperti halnya TEM, teknik ini melibatkan elektron pada permukaan spesimen, tapi sebagai pengganti transmisi (TEM) atau elektron sekunder (SEM), mikroskop ini menggunakan sinar yang direfleksikan/dibelokkan. Sinar ini selanjutnya melalui spesimen membentuk image yang akan diamati pada kompoter atau monitor Scanning Tunneling Microscope (STM): Mikroskop ini menggunakan prinsip-prinsip mekanik kuantum untuk menentukan besar/tinggi suatu permukaan. Sebuah probe tajam berukuran sangat kecil dipindahkan melalui permukaan spesimen yang akan diamati, selanjutnya dialirkan sinar elektron diantara probe dan permukaan tsb. Selanjutnya akan timbul tegangan listrik yang sangat tergantung pada jarak antara probe dan permukaan. Selanjutnya terbentuk image yang akan dilihat pada layar monitor atau komputer

Mekanisme Kerja Mikroskop Objek kecil & mikroba dapat dilihat karena 2 sistem yang bekerja pada mikroskop: 1. Sistem optik/pembesaran Pembesaran terjadi karena adanya lensa objektif yang terletak dekat objek dan lensa okuler (eyepiece lens) 2. Sistem Iluminasi Sinar/Cahaya (yang berasal dari sinar matahari atau lampu tungsten) dan kondenser mengatur iluminasi dari objek secara tepat

Cara Kerja Mikroskop Lensa objektif bekerja untuk mengatur fokus sinar lampu pada objek yg ditempatkan di belakang titik fokal (titik api) F1 dan memperbesar objek sehingga menghasilkan bayangan nyata yang selanjutnya diproyeksikan pada bidang fokal dari lensa okuler Bayangan nyata yang diproyeksikan pada bidang fokal F1 dari lensa objektif diperbesar oleh lensa okuler sehingga membentuk bayangan maya (semu) yang dapat dilihat oleh mata Total pembesaran merupakan hasil pembesaran lensa objektif dan lensa okuler Contoh: lensa objektif 40 x lensa okuler 10 x Total pembesaran = 40 x 10 = 400 kali

Resolving Power Karena total pembesaran merupakan hasil dari pembesaran 2 buah lensa, maka seharusnya total pembesaran dapat dinaikkan dengan cara menambah lebih banyak lensa! Kenyataannya tidak bisa karena suatu lensa dibatasi oleh sifatnya yang disebut Resolving Power Resolving Power = kemampuan suatu lensa untuk melihat 2 buah objek yang berdekatan sebagai objek yang terpisah secara jelas Resolving power dari mata manusia pada jarak 25 cm adalah 0,1 mm (100 mikron)

Resolving Power Sifat lensa tergantung pada panjang gelombang sinar dan numerical aperture (NA) dari lensa, dimana NA = n sin θ dan θ = ½ α, (n = indeks refraksi dan α = sudut apertur) sehingga Resolving power = diameter dari objek yang terlihat = panjang gelombang/na Salah satu cara menaikkan NA dari lensa adalah menggunakan kondenser kondenser yang baik menghasilkan persamaan: Resolving Power = panjang gelombang/2na

Mengapa perlu minyak imersi? Udara mempunyai indeks refraksi (n) = 1 sedangkan gelas n = 1,5 sehingga sinar lampu yang datang akan dibelokkan (direfraksi) karena n udara < n gelas Akibatnya NA dan resolusi lensa objektif menurun! Jika antara lensa objektif dan gelas objek diberi minyak imersi yang mempunyai n = 1,5, maka kehilangan sinar dapat dicegah.dampaknya resolusi lensa objektif menjaditinggidan bayangan nampak lebih jelas

Jenis-jenis lensa Lensa okuler: pembesaran yang umum 10x Lensa objektif (LO)ada 3 jenis: 1. LO berkekuatan rendah: 10x 2. LO berkekuatan tinggi: 40x, 43x, 45x 3. LO minyak imersi: 95x,97x dan 100x Misal menggunakan lensa okuler 10x dan lensa objektif 100x, maka pembesaran objek yang diamati = 1000 kali

Lensa

Lensa Positif (Konvex=Cembung)

Lensa Negatif Konkaf=Cekung Cekung)

ILUMINASI Selain lensa okuler dan lensa objektif, elemen lain yang penting dari mikroskop adalah sinar dan kondenser Lampu tungsten lebih baik digunakan sbg sumber sinar dibanding cahaya matahari karena warna, suhu dan intensitasnya bersifat stabil dan mudah dikontrol Sinar dan kondenser akan mengatur ILUMINASI dari objek/spesimen secara tepat Bertambahnya pembesaran lensa objektif..akan menurunkan jarak kerja lensa dan sudut aperture (α) dari lensa objektif bertambah besar Besarnya sinar yang masuk diatur oleh diafragma iris yang terletak antara kondenser dan lensa objektif Lensa berkekuatan rendah diafragma iris tidak membuka penuh, sebaliknya pada kekuatan tinggi, diagragma iris akan terbuka penuh (lihat gambar)!

Hubungan Lensa dan Diafragma Iris Semakin rendah kekuatan lensa, semakin kecil diameter diafragma iris dan sebaliknya

Sekian