MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA

dokumen-dokumen yang mirip
11.1 Pemrosesan Material Plastik

PROSES PRODUKSI I METALURGI SERBUK BY ASYARI DARYUS UNIVERSITAS DARMA PERSADA

III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI. Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan pembuatan pola dan inti pada proses pengecoran.

PROSES PEMBUATAN CUP PADA MACHINING THERMOFORMING MEAF KMS600 DI PT. PASIFIC ASIA PACKAGING.

TUGAS PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK II CETAKAN PERMANEN

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. semakin berkembang pesat, baik dalam dunia perekonomian, pendidikan, pembangunan, perindustrian, dan lain sebagainya.

Polimer terbentuk oleh satuan struktur secara berulang (terdiri dari susunan monomer) H H H H H

PROSES PENGERJAAN PANAS. Yefri Chan,ST.MT (Universitas Darma Persada)

BAB 2 LANDASAN TEORI

OPTIMASI CACAT SHRINKAGE PRODUK CHAMOMILE 120 ML PADA PROSES INJECTION MOLDING DENGAN METODE RESPON SURFACE

MODUL 7 PROSES PENGECORAN LOGAM

PROSES MANUFACTURING

14.1 Proses Pembuatan Komposit Material Plastik yang Diperkuat Serat Proses Pencetakan Terbuka (Open-Mold Processes)

MODUL PDTM PENGECORAN LOGAM

Merencanakan Pembuatan Pola

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. jaringan lunak dan juga sebagai tempat melekatnya anasir gigitiruan. 1 Pada dasarnya,

BAB I PENDAHULUAN. Plastik merupakan bahan baku yang berkembang saat ini. Penggunaan material plastik sebagai bahan dasar pembuatan

BAB 2 PROSES PENGECORAN

PEMBUATAN KOMPOSIT DARI SERAT SABUT KELAPA DAN POLIPROPILENA. Adriana *) ABSTRAK

BAB IV PENGERJAAN PANAS LOGAM

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan material plastik sebagai bahan komponen kendaraan. bermotor, peralatan listrik, peralatan rumah tangga, dan berbagai

Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan

Frekuensi yang digunakan berkisar antara 10 hingga 500 khz, dan elektrode dikontakkan dengan benda kerja sehingga dihasilkan sambungan la

BAB I PENDAHULUAN. Didalam proses pencetakan produk plastik dapat digambarkan adalah adanya sejumlah

Proses Manufaktur (TIN 105) M. Derajat A

Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. lunak dan merupakan tempat melekatnya anasir gigitiruan. 1 Berbagai macam bahan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. 2. Air yang berasal dari Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengetahui dan menjelaskan karakteristik suatu komposit beton-polimer agar dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

GYPSUM SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF UNTUK MEMBUAT CETAKAN PLASTIK INJEKSI

Gambar 7. Jenis-jenis serat alam.

1. Pengertian Perubahan Materi

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pokok masyarakat dalam bahan bangunan untuk perumahan, maka

PREDIKSI SHRINKAGE UNTUK MENGHINDARI CACAT PRODUK PADA PLASTIC INJECTION

BAB V PROSES PENGECORAN BAB V PROSES PENGECORAN

BAB III ZAT DAN WUJUDNYA

Sistem pengering pilihan

MESIN PENGGURDI DAN PENGEBOR

PROSES PEMBUATAN BOTOL MILKY DI PT. LURINA PLASTIK INDUSTRIES, CIKARANG

PROSES PEMBUATAN BOTOL OLI EVALUBE DENGAN EXTRUSION MOLDING DI PT.DYNAPLAST. NAMA : Ismul Hardiyansyah NPM : KELAS : 4IC04

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokoknya, serta. produksi berasnya merata di seluruh tanah air.

BAB III METODE PENELITIAN. 3 bulan. Tempat pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Program Teknik Mesin,

BAB I PROSES MANUFAKTUR

PROSES PEMBUATAN CAPS SUNSILK 60 ml MENGGUNAKAN INJECTION MOLDING PADA PT. DYNAPLAST.TBK : DWI CAHYO PRABOWO NPM :

Senyawa Polimer. 22 Maret 2013 Linda Windia Sundarti

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukan bahwa material rockwool yang berbahan dasar batuan vulkanik

BAB II DASAR-DASAR MANUFAKTUR PRODUK

TUGAS AKHIR PENGARUH SISTEM PENDINGINAN LURUS DAN CONFORMAL TERHADAP PENYUSUTAN DIMENSI HASIL PADA MESIN INJEKSI PLASTIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II ZAT DAN WUJUDNYA

BAB I PENDAHULUAN. dalam penunjang aktivitas di segala bidang. Berbagai aktivitas seperti

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Cara uji daktilitas aspal

TEKNIK PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN KEMASAN KERTAS DAN PLASTIK

Cara uji titik lembek aspal dengan alat cincin dan bola (ring and ball)

BAB IV PENGEMBANGAN MATERIAL PENYUSUN BLOK REM KOMPOSIT

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

STUDI MORPHOLOGY CAMPURAN PLASTIK PET DENGAN BAN BEKAS (RR), PLASTIK PET DENGAN KOMPON (NR) DAN BAN BEKAS (RR) DENGAN KOMPON (NR) DENGAN METODE HPHTS

TINJAUAN PUSTAKA. Tabel 1. Produksi Kayu Gergajian dan Perkiraan Jumlah Limbah. Produksi Limbah, 50 %

Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :

PENGANTAR ILMU KIMIA FISIK. Subtitle

MAKALAH MESIN PERALATAN PENGOLAHAN PANGAN (Ekstruder)

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Karet merupakan bahan atau material yang tidak bisa dipisahkan. dari kehidupan manusia, sebagai bahan yang sangat mudah didapat,

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL (RING AND BALL TEST) (PA ) (AASHTO-T53-74) (ASTM-D36-69)

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 3.1. Serat kenaf.

II. TINJAUAN PUSTAKA

III.METODOLOGI PENELITIAN. 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di

Minimalisasi Cacat dengan Pengaturan Tekanan Terhadap Kualitas Produk pada Proses Injection Molding dengan Menggunakan Simulasi

TINJAUAN PUSTAKA. Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa.

PROSES PEMBUATAN PRODUK BERBAHAN PLASTIK DENGAN JENIS MATERIAL HDPE UNTUK TUTUP GALON AIR MINERAL DI PT. DYNAPLAST

Hasil dari penelitian ini berupa hasil dari pembuatan gliserol hasil samping

XI. KEGIATAN BELAJAR 11 CACAT CORAN DAN PENCEGAHANNYA. Cacat coran dan pencegahannya dapat dijelaskan dengan benar

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALATIHAN SOAL BAB 11

BAB III METODE PENELITIAN. Alat yang digunakan untuk penelitian material komposit ini adalah:

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. 1. Sampel tanah yang digunakan merupakan tanah lempung lunak yang. diambil dari Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB III METODE PERANCANGAN. diagram alir pada proses perancangan alat :

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TUGAS AKHIR STUDI PENYUSUTAN DIMENSI HASIL PRES MOLD KARET ALAM UNTUK KOMPONEN SEPEDA MOTOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Di negeri kita yang tercinta ini, sampah menjadi masalah yang serius.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

METODE PENELITIAN. 3. Zat additif yaitu berupa larutan ISS 2500 (ionic soil stabilizer).

Pengerjaan dingin logam

SMP kelas 7 - KIMIA BAB 1. MATERI Latihan Soal Tokoh yang menemukan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama adalah...

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari

ANALISIS AKURASI DIMENSI HASIL PROSES VACUUM THERMOFORMING DENGAN VARIASI KETINGGIAN MOLD ALUMINUM

BAB III PROSES PENGECORAN LOGAM

SIFAT SIFAT FISIK ASPAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

Proses Produksi I MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA by Asyari Daryus Universitas Darma Persada

OBJECTIVES Mahasiswa dapat menerangkan sifat dan jenis bahan plastik Mahasiswa dapat menerangkan cara pengolahan plastik AGENDA Sifat Plastik Bahan Baku Plastik Jenis Plastik Cara Pemrosesan Bahan Proses Pencetakan Cetakan Untuk Plastik

SIFAT PLASTIK Ringan, berat jenis 1,1 1,6 (logam Mg=1,75) Tahan kelembaban dan tahan korosi Kekuatan dielektrik yang baik Transparan atau berwarna Daya redam getaran yang baik Lebih mudah dibentuk dibandingkan logam Kekuatan lebih rendah daripada logam Tidak tahan panas dan stabilitas dimensi rendah

BAHAN BAKU PLASTIK Berbagai produk pertanian Mineral Bahan organik: - batubara - batu kapur - gas alam - silika - minyak bumi - belerang Bahan tambahan: - zat pewarna - pelarut - plastiser - pelumas - pengisi (filler)

Bahan pengisi - bubuk kayu - serbuk logam - serat gelas - kapas - serat grafit - dan lainlain Fungsi bahan pengisi Mengurangi harga Menurunkan pengerutan Meningkatkan daya tahan panas Meningkatkan kuat impak & sifat mekanik lainnya.

JENIS PLASTIK Plastik termosetting Plastik termoplastik Plastik Termosetting yaitu plastik yang dalam proses pembentukannya memerlukan panas (untuk melunakkan bahan plastiknya) dan dengan menambahkan unsur kimia tertentu akan menimbulkan perubahan kimiawi (polimerisasi), sesudah itu plastik mengeras dan tidak akan menjadi lunak walaupun dipanaskan kembali. Contoh: - penolik - resin furan - silikon - resin amino - epoksida - dan lain-lain

Plastik Termoplastik yaitu plastik yang akan menjadi lunak bila menerima pemanasan, dan menjadi keras bila suhu turun kembali. Karena itu termoplastik mudah dibentuk dan dapat didaurulang beberapa kali dengan melakukan pemanasan setiap kali membentuknya. Contoh : - resin acrilic - nilon - polietilen - resin vinil

Perbedaan plastik termosetting dengan termoplastik : TERMOSET Tidak dapat didaur ulang Reaksi pengerasan cepat Dipasarkan dalam bentuk cairan atau campuran yang terpolimerasisasi sebagian. TERMOPLASTIK Dapat didaur ulang Reaksi pengerasan lambat Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.

CARA PEMROSESAN BAHAN Pencampuran : Untuk memperoleh sifat-sifat tertentu bahan plastik biasanya dicampur dengan bahan-bahan penambah (additive). Bahan campuran biasanya terdiri dari: Resin Stabiliser Pewarna Plastiser Pengisi

Prapembentukan : Sebelum dimasukkan ke dalam mesin cetak, bahan yang telah dicampur biasanya di cetak dahulu dalam bentuk awal (prapembentukan/preforming): Bahan termoplastik, prapembentukan dilakukan dengan mencetak bahan mendekati bentuk rongga cetakan, dengan berat jenis yang sama (berarti volumenya juga sama), sehingga dapat menghemat bahan baku dan mempercepat proses Bahan termosetting, prapembentukan dilakukan dengan mencetak dingin bahan dalam bentuk pelet tanpa pengolahan pendahuluan

PROSES PENCETAKAN Cetak Tekan : Cetakan logam dipanaskan (120 205 C) Bahan dalam bentuk serbuk atau prabentuk dimasukkan ke dalam cetakan, sehingga bahan menjadi lunak Cetakan ditutup dan plunyer ditekan (o,7 55 Mpa) Bahan mengalir mengisi rongga cetak Bahan mengeras, produk jadi

Cetak Transfer : Bahan dalam bentuk serbuk atau prabentuk di masukkan ke ruang pemanas di atas rongga cetakan dan ditekan Bahan mengalami plastisasi akibat panas dan tekanan Setelah menjadi cair, kemudian diinjeksikan ke dalam rongga cetakan Bahan mengalami pengerasan, produk jadi

Cetak Injeksi Bahan Termoplastik : Bahan cetak dimasukkan ke ruang pengumpan Dengan gaya gravitasi bahan masuk ke ruang pemanas, setelah melalui alat pengukur Akibat pemanasan (120-260C), bahan mengalami plastitisasi dan kemudian diinjeksikan ke dalam cetakan tertutup dengan tekanan cukup besar (sekitar 200 Mpa) Produk cetak mengeras di bawah pengaruh pendinginan air Penekan ditarik dan produk dikeluarkan

Diagram Tekanan-waktu Cetak Injeksi: Gambar 3. Pressure-time diagram of injection moulding. a. Cavity filling period; b. pressure rises; c. post pressure period; d. unloading; e. cooling till sealing; f. cooling till the mold is opened; g. residual pressure.

Cetak Injeksi Bahan Termosetting : Bahan cetak dimasukkan ke ruang pengumpan Dengan gaya gravitasi bahan masuk ke dalam tabung dan didorong ke depan oleh ulir yang berputar dan sekaligus dipanaskan Akibat pemanasan, bahan di depan ulir mengalami plastisisasi dan masih tertahan oleh plunyer sampai jumlah bahan tertentu Plunyer turun dan ulir memaksa bahan memasuki ruang transfer Bahan ditekan memasuki ruang cetakan Bahan mengalami pengerasan, produk jadi.

Ekstrusi : Bahan cetak dalam bentuk serbuk atau butiran dimasukkan ke ruang pengumpan Bahan digerakkan masuk ke ruang pemanas oleh sekrup spiral, hingga menjadi massa yang kental Bahan ditekan melalui cetakan (die) Produk yang dihasilkan didinginkan dengan udara, air, atau permukaan yang dingin Produk pengeras selama berada di atas ban berjalan

Pelapisan Ekstrusi : Lembaran kertas/kain atau logam digerakkan dengan beberapa rol Bahan termoplastik (vinil, polietilen, polipropilen) diekstrusi diantara rol penekan karet dan rol logam Lapisan ekstrusi yang masih lunak, melekat pada bagian dalam lembaran, kemudian ditekan oleh rol karet pada rol logam Sisa lapisan dipotong sebelum digulung dengan rol

Cetak Rotasi : Bahan termoplastik dimasukkan ke dalam cetakan Cetakan diputar dan dipanaskan sehingga partikel meleleh pada bagian dalam cetakan Akibat gaya sentrifugal partikel cair melekat pada dinding cetakan, membentuk lapisan Cetakan dibuka dan produk dikeluarkan Mesin disiapkan untuk produk berikutnya

Sistem Cetak dengan Lengan Putar : Gambar 10.12(a) biasanya dilengkapi dengan lengan putar Lengan dapat diputar 90 derjat dari dapur pemanas ke ruang pendingin Kadang-kadang ditambahkan ruang pendingin kedua, sehingga waktu siklus dapat dikurangi.

Bahan plastik (parison) dimasukkan melalui hopper, kemudian diekstrusi secara cepat hingga ke luar dari ruang mesin Pada waktu cetakan ditutup parison terpotong, dan akibat tekanan udara bahan tertekan ke permukaan cetakan Setelah produk cukup dingin, cetakan dibuka dan produk dikeluarkan. MATERIAL PLASTIK DAN PROSESNYA Cetak Tiup :

Mesin pembuat botol secara kontinyu : Pipa yang terbuat dari bahan termoplastik diekstrusi dalam cetakan yang terbuka Kedua ujung pipa dijepit dan cetakan ditutup Ketika cetakan ditutup, udara tekan dialirkan ke dalam pipa kosong tersebut melalui pipa pusat dalam cetakan

Mesin pembuat botol secara kontinyu : Udara tekan mengembangkan plastik sehingga melekat pada dinding cetakan Setelah didinginkan sebentar tekanan udara diturunkan dan cetakan dibuka Botol dikeluarkan dari cetakan dan mesin disiapkan untuk siklus berikutnya.

Pembuatan Film dan Lembaran dengan Proses Penggilingan : Bahan yang terdiri dari resin, plastisor, pengisi, dan pewarna diaduk dan dipanaskan, kemudian diumpankan ke dalam penggilingan Sela antara kedua rol mendesak bahan plastik tersebut sehingga menghasilkan ketebalan tertentu Plastik didinginkan melalui rol pendingin, kemudian lembaran digulung

Ekstrusi Lembaran Tipis dan Film : Bahan yang digunakan polipropilen, polietilen, polistiren, atau ABS. Bahan dicampur kemudian dimasukkan ke dalam pengumpan

Ekstrusi Lembaran Tipis dan Film : Bahan dipanaskan, kurang dari 315 C dan ditekan melalui suatu die oleh konveyor sekrup dengan tekanan 14 sampai 28 Mpa. Lembaran didinginkan melalui rol dengan minyak atau air Lembaran dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan

Pemberian Bentuk dengan Pemanasan : A. Pemberian bentuk bebas B. Pemberian bentuk vakum C. Pemberian bentuk dengan tekanan positif.

Cetakan Untuk Plastik : Bahan cetakan : - baja yang diberi perlakuan panas. Pembuatan Cetakan : - dengan pemesinan presisi. Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan cetakan: Diperlukan tirus dan sudut-sudut tertentu untuk memudahkan mengeluarkan benda dari cetakan Diperlukan pen ejector untuk mengeluarkan benda dari cetakan, dan harus diletakkan di tempat yang tidak mengganggu Harus diperhitungkan penyusutan bahan yang biasanya berkisar antara 0,003 hingga 0,009 mm per milimeter (0,3-0,9%)

Jenis Cetakan Cetakan Tekan Cetakan Injeksi Cetakan Tekan: Cetakan Tangan : Diisi dan dibongkar di atas bangku; Pada pres terdapat sarana pemanasan dan pendinginan Cetakan semi-automatis : Terpasang dengan kokoh pada mesin pres dan dipanaskan atau didinginkan oleh pelat; Pada waktu cetakan membuka, benda dikeluarkan secara automatik dari cetakan jenis ganda atau tunggal

Cetakan Injeksi : Terdiri dari dua bagian yaitu bagian terpasang (tetap) dan bagian yang dapat digerakkan; Permukaan kedua bagian diselesaikan dengan teliti dan saling menutupi dengan tepat; Ruang cetak harus sentral terhadap saluran turun pada cetakan tetap sehingga bahan dan tekanan diteruskan secara merata; Pen pemandu dilekatkan pada belahan cetakan tetap sehingga menjamin ketepatan gerak belahan yang satunya; Terdapat saluran pendingin pada kedua belahan cetakan dan setelah pendinginan bahan cendrung menyusut dan terlepas dari dinding cetakan sehingga mudah dikeluarkan; Produk yang masih melekat pada inti belahan cetakan yang dapat bergerak, dikeluarkan dengan mekanisme ejektor.

S E L E S A I