MEMPERBAIKI SISTIM STARTER DAN PENGISIAN OTO.KR

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM START SIRKUIT SISTEM START JENIS BIASA PENGETESAN KEMAMPUAN KERJA STARTER

SISTEM PENGISIAN SIRKUIT SISTEM PENGISIAN

MENGUJI, MEMELIHARA/ SERVIS DAN MENGGANTI BATTERY OTO.KR

MELAKUKAN PERBAIKAN RINGAN PADA RANGKAIAN/SISTEM KELISTRIKAN OTO.KR

BAB III ANALISIS MASALAH. 3.1 Cara Kerja Sisten Starter Pada Kijang Innova. yang diamati pada Toyota Kijang Innova Engine 1 TR-FE masih bekerja

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM A/C (AIR CONDITIONER) OTO.KR

BAB III ANALISIS MASALAH. ditemukan sistem pengisian tidak normal pada saat engine tidak dapat di start

Kelas pada Sistem Starter

UNIT FINAL DRIVE (GARDAN) KL.XII MO/JOB 01 TEKNIK KENDARAAN RINGAN

BAB III PEMBUATAN PERAGA KELISTRIKAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG 5 K. untuk menghasilkan mesin serta dipertahankan agar tetap hidup.

MEMPERBAIKI SISTEM PENGAPIAN OTO.KR

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3

PERAWATAN & PERBAIKAN SISTEM TRANSMISI MANUAL

BAB III ANALISIS KASUS. Table 3.1 Gangguan Pada Sistem Windshield Wiper. Gangguan Kemungkinan kerusakan Cara perbaikan. 2. Kontak logam ke logam

Gambar 7.1. Sistem starter pada kendaraan

Tabel 4.1. Komponen dan Simbol-Simbol dalam Kelistrikan. No Nama Simbol Keterangan Meter analog. 1 Baterai Sumber arus

BAB II LANDASAN TEORI. mobil seperti motor stater, lampu-lampu, wiper dan komponen lainnya yang

MEMERIKSA SISTEM KEMUDI OTO.KR

12/1/2012. Belitan medan. Sumber AC 1 Fasa. Sikat-sikat dihubungsingk atkan. Jangkar DC

SISTEM STATER ELEKTRIK

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Recirculating Ball

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

MEMPERBAIKI GANGGUAN MOTOR STARTER ELEKTRIK SEPEDA MOTOR HONDA ASTREA GRAND 100 CC TAHUN 1997

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktek Industri B. Tujuan Praktek Industri

Proses Memperbaiki Gangguan Motor Starter pada Sepeda Motor Honda Astrea Grand Tahun Suprihadi Agus

MEKANISME DAN TROUBLESHOOTING SERTA PENGUJIAN ARUS MOTOR STARTER PADA TOYOTA KIJANG SERI 5K

TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI SISTEM STATER TOYOTA KIJANG INOVA 1TR-FE. Disusun Dalam Rangka Penyelesaian Studi Diploma Tiga

OVERHOUL DAN PERAWATAN MOTOR STARTER TIPE KONVENSIONAL PADA TOYOTA KIJANG 4K DI UPTD BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KEBUMEN


BAB I V PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN Membongkar Dan Merakit Kembali Transmisi Manual

BAB V SISTEM PENGISIAN (CHARGING SYSTEM)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Troubleshooting Sistem Pengapian Dan Pengisian Sepeda Motor. 1. Cara Kerja Sistem Pengapian Sepeda Motor Yamaha Mio

: Memelihara/servis engine dan komponen-komponenya(engine. (Engine Tune Up)

GIGI KEMUDI TYPE RAK DAN PINION

Prosedur Pengetesan Injektor

TUNE UP MESIN TOYOTA SERI 4K dan 5K

SISTEM STARTER KONVENSIONAL PADA MITSUBISHI LANCER 4G-13 SOHC 12 VALVE

PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk

PENDAHULUAN. Information Book Perbaikan Sistem Starter

Petunjuk : Berilah Tanda Silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat


MELEPAS DAN MEMASANG MOTOR STARTER

BAB I MENGENAL SISTEM KEMUDI MANUAL PADA MOBIL

Keselamatan Kerja 1. Meletakkan alat dan bahan di tempat yang aman, gunakan alat yang sesuai. 2. Bekerja dengan teliti dan hati-hati

BAB III METODE PELAKSANAAN. Yamaha Mio di Laboratorium, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah

Membongkar Sistem Kemudi Tipe Rack And Pinion

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. 2.1 Konsep Dasar Sistem Pengisian Sepeda Motor

PANDUAN PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS

Gambar 3.1 : Kondisi motor baik

SISTIM PENGAPIAN. Jadi sistim pengapian berfungsi untuk campuran udara dan bensin di dalam ruang bakar pada.

PERAWATAN DAN PERBAIKAN GARDAN

GIGI KEMUDI TYPE BOLA BERSIRKULASI

BAB II LANDASAN TEORI

PERBAIKAN SISTIM STARTER DAN PENGISIAN OTO.KR

No. Nama Komponen Fungsi

KATA PENGANTAR. dengan rahmat, karunia dan hidayah-nya penulis dapat menyelesaikan

1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

3.2 Tempat Penelitian 1. Mototech Yogyakarta 2. Laboratorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

BAB 12 INSTRUMEN DAN SISTEM PERINGATAN

PENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS MELALUI PELATIHAN OTOMOTIF

ALTENATOR. Gambar 1. Altenator

Ring II mm. Ukuran standar Batas ukuran Hasil pengukuran Diameter journal

BAB III PROSES OVERHAUL ENGINE YAMAHA VIXION. Proses Overhoul Engine Yamaha Vixion ini dilakukan di Lab. Mesin,

Pembakaran. Dibutuhkan 3 unsur atau kompoenen agar terjadi proses pembakaran pada tipe motor pembakaran didalam yaitu:

LEMBAR KERJA SISWA TUNE UP MESIN 4 Tak 4 SILINDER

Rencana Kegiatan Pembelajaran Mingguan (RPKPM).

SILABUS DAN RPP MENGUASAI KONSEP DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA SMK NEGERI 56 JAKARTA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (3)

BAB III ANALISIS SISTEM POWER WINDOW. yang berhubungan dengan sistem power window yang terdapat pada kendaraan

TUGAS AKHIR TROUBLESHOOTING DAN PENGUJIAN SISTEM STARTER PADA TOYOTA KIJANG INNOVA ENGINE 1 TR-FE

BAB IV PERAWATAN REM CAKRAM TIPE ABS

TROUBLE SHOOTING DAN PENGUJIAN SISTEM PENGISIAN PADA TOYOTA KIJANG INNOVA 1TR-FE

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 9.1 Spesifikasi Komponen Kopling Mekanis mesin ATV 2 Tak Toyoco

PENINGKATAN KOMPETENSI PENGUKURAN SISTEM PENGISIAN DENGAN PENERAPAN ALAT PERAGA SISTEM PENGISIAN BERBASIS KERJA RANGKAIAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Fakultas Teknik UNY. Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif SISTEM STARTER. Penyusun : Beni Setya Nugraha, S.Pd.T.

Definisi. Oleh Maryono SMK Negeri 3 Yogyakarta

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI SISTEM PENGISIAN PADA MOBIL TOYOTA KIJANG INNOVA 1TR-FE. Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Program Diploma III

TROUBLE SHOOTING PADA SISTEM PENGAPIAN CDI - AC SEPEDA MOTOR HONDA ASTREA GRAND TAHUN Abstrak

Pemindah Gigi Belakang JALANAN

Engine Tune Up Engine Conventional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MESIN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

ANALISIS SISTEM STARTER PADA MESIN HONDA GRAND CIVIC

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR AC PADA TOYOTA FORTUNER

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB III METODE PELAKSANAAN. stater sepeda motor Yamaha Mio di kampus Universitas Muhammadiyah. 15 Februari 2016 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2016.

BAB III ANALISIS KASUS

1 BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Hasil pengukuran kelistrikan bodi Yamaha Mio. No. Pengukuran Hasil / Kondisi Standar

BAB IV PELAKSANAAN OVER HOUL TRANSMISI C50

Tune Up Mesin Bensin TUNE UP MOTOR BENSIN

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI. listrik dinamis. Listrik dinamis dapat dibagi lagi menjadi arus searah (DC)

ANALISIS SISTEM KERJA MOTOR STARTER TIPE PLANETARY PADA MESIN TOYOTA KIJANG SERI 5K

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder

Transkripsi:

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR OTOMOTIF SUB SEKTOR KENDARAAN RINGAN MEMPERBAIKI SISTIM STARTER DAN PENGISIAN BUKU KERJA DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 BAB I STANDAR KOMPETENSI... 2 1.1 Unit Kompetensi yang Dipelajari... 2 1.2 Judul Unit... 2 1.3 Kode Unit... 2 1.4 Deskripsi Unit... 2 1.5 Kemampuan Awal... 2 1.6 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja... 3 1.7 Batasan Variabel... 4 1.8 Panduan Penilaian... 5 1.9 Kompetensi Kunci... 6 BAB II TAHAPAN BELAJAR... 8 BAB III TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA... 10 Halaman: 1 dari 50

BAB I STANDAR KOMPETENSI 1.1. Unit Standar Kompetensi Kerja Yang dipelajari Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan atau siswa untuk dapat : mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan. mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan. memeriksa kemajuan peserta pelatihan. menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian. 1.2 Judul Unit Memperbaiki Sistim Starter dan Pengisian 1.3 Kode Unit OTO.KR 05-006.03 1.4 Deskripsi Unit Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan untuk memperbaikii. Dan atau komponen-komponennya sistim starter dan pengisian 1.5 Kemampuan Awal Peserta pelatihan harus telah memiliki kemampuan awal Pengetahuan fundamental pengenalan Sistim pemindah tenaga, alat ukur dan komponen-komponen. Halaman: 2 dari 50

1.6 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja Uraian Unit ini mengidentifikasikan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengujian dan perbaikan sistem starter dan sistem pengisian pada kendaraan ringan. Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja 50-006B/01 Menguji sistem/komponen dan mengidentifikasi kesalahan/kerusakan 1.1 Pengujian dilaksakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 1.2 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 1.3 Tes/pengujian dilakuakan untuk menentukan kesalahan/kerusakan dengan menggunakan peralatan dan tehnik yang sesuai. 1.4 Mengidentifikasi kesalahan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. 1.5 Seluruh kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Halaman: 3 dari 50

50-006B/02 Memperbaiki sistem starter, sistem pengisian dan komponenkomponennya 2.1 Sistem starter dan pengisian diperbaiki tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 2.2 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 2.3 Perbaikan yang diperlukan, penggantian komponen, penyetelan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan, tehnik dan bahan yang sesuai. 2.4 Perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. 1.7 Batasan Variabel : Batasan Konteks Standar kompetensi ini digunakan unyuk memelihara/menservis sistim suspensi yang terpasang pada kendaraan ringan. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk: spesifikasi pabrik kendaraan 2.1. SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan 2.3 kebutuhan pelanggan 2.4 persyaratan ditempat kerja/industri 2.4. undang-undang pemerintah Pelaksanaan K 3 harus memenuhi: 3.1. undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) 3.2. ketentuan di bidang industri. Halaman: 4 dari 50

Sumber sumber dapat termasuk: 4.1. peralatan tangan, perlengkapan penguji termasuk, alat ukur tekan. 4.2. perlengkapan pengangkat kendaraan, peralatan bertenaga, air tools, peralatan spesial untuk pembongkaran/penyetelan, sistem penguji khusus. Kegiatan: Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus meliputi: Memelihara/servis sistim suspensi dan atau komponennya Melepas, memeriksa, memelihara dan memasang kembali. Menguji kerja sistem. mengakses informasi dan menilai/menguji data Sistem kerja penggerak termasuk kode kesalahan/kerusakan. Halaman: 5 dari 50

Persyaratan khusus: Kelengkapan pemindah tenaga. Variabel terapan lainnya meliputi: - pengujian kerja sistim suspensi. - pembersih 1.8 Panduan Penilaian 1. Konteks: 1.1. Pengetahuan dan ketrampilan dasar dapat dinilai melalui pekerjaan dan tidak melalui pekerjaan. 1.2. Penilaian ketrampilan dapat dilakukan setelah periode pelatihan yang diawasi dan pengalaman melakukan sendiri pada tipe yang sama. Jika kondisi tempat kerja tidak memungkinkan, penilaian dapat dilakukan melalui simulasi. 1.3. Hasil yang telah ditentukan harus dapat tercapai tanpa pengawasan langsung. 1.4. Kemampuan dinilai sesuai dengan konteks dari kualifikasi yang telah diperlihatkan. 2. Aspek-aspek penting: Kompetensi penting diamati secara menyeluruh agar mampu menerapkan kompetensi pada keadaan yang berubah-ubah dan merespon situasi yang berbeda pada beberapa aspek-aspek berikut: 1) Menguji, mengecek pengoperasian komponen sistim suspensi dan mengidentifikasikan kesalahan/kerusakan. 2) Memelihara/servis sistim suspensi. 3. Pengetahuan dasar: 3.1 Undang-undang K 3 3.2 Prosedur melepas, membongkar dan perbaikan, penggantian dan penyetelan dari sistem pemindah tenaga 3.3 Prinsip-prinsip kerja komponensistim suspensi 3.4 Konstruksi dan cara kerja dari tiap-tiap jenis dan tipe suspensi dengan penggunaannya. 3.5 Persyaratan keselamatan diri 3.6 Persyaratan keamanan perlengkapan/kendaraan Halaman: 6 dari 50

4. Penilaian praktek: 4.1. mengakses, memahami dan menerapkan informasi teknik 4.2. menggunakan peralatan dan perlengkapan dengan benar dan aman 4.3. memelihara/servis atau memperbaiki, menyetel dan mengganti komponen sistem yang dibutuhkan. 4.4. menguji, memeriksa dan mengevaluasi kerja kopling dan komponen. 5. Unjuk Kerja dari ketrampilan yang diperlukan: 5.1. melaksanakan tugas rutin dengan prosedur yang ditetapkan dimana kemajuan ketrampilan seseorang diawasi secara berkala oleh pengawas. 5.2. melaksanakan tugas yang lebih luas dan sulit dengan peningkatan kemandirian dan tanggung jawab individu. Hasil pekerjaan diperiksa oleh pengawas. 5.3. melaksanakan tugas kompleks dan non rutin. 5.4 menjadi mandiri dan bertanggung jawab pada pekerjaan lain 1.9 Kompetensi Kunci No Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat 1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 1 2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 1 3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 1 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1 5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika 1 6 Memecahkan masalah 2 7 Menggunakan teknologi 1 Halaman: 7 dari 50

Tingkat Kemampuan yang harus ditunjukan dalam menguasai kompetensi ini adalah : Tingkat Karakteristik 1 Melakukan tugas-tugas rutin berdasarkan prosedur yang baku dan tunduk pada pemeriksaan kemajuannya oleh supervisor 2 Melakukan tugas-tugas yang lebih luas dan lebih kompleks dengan peningkatan kemampuan untuk pekerjaan yang dilakukan secara otonom supervisor melakukan pengecekan 3 Melakuakan aktifitas-aktifitas kompleks dan non rutin, yang diatur sendiri dan bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain. Halaman: 8 dari 50

BAB II TAHAPAN BELAJAR Langkah-langkah /tahapan bejar Penyajian bahan, pengajaran, peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi. Isi perencanaan merupakan kaitan antara criteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan. K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar Sumber 2.1 Sistem starter dan pengisian diperbaiki tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. Pemahaman jenis dan tipe suspensi sesuai penggunaannya Pengenalan komponen, cara kerja & fungsi Buku Informasi OTO.KR 05.006.03 2.2 Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 2.3 Perbaikan yang diperlukan, penggantian komponen, penyetelan dilaksanakan dengan menggunakan peralatan, tehnik dan bahan yang sesuai. Mengakses informasi didalam penilaian dan membanding kan dengan standar Mengiden tifikasi komponen dan cara kerja komponen Mengumpul kan data dan informasi mengenai spesifikasi pabrik Cara kerja dan fungsi suspensi dan kelengkapan Buku Manual servis Buku Informasi OTO.KR 05.006.03 Halaman: 9 dari 50

K U K Indikator Kerja Tahapan Belajar 2.4 Mengidentifikasi Memahami nilainilai Cara kesalahan dan standar ukuran menggunakan menentukan dan batas toleransi alat dan langkah yang diizinkan pengujian kerja perbaikan yang sesuai sfesifikasi sistim diperlukan. pabrik pengoperasian penggerak Cara Mendiagnosis gangguan pada tiap komponen Sumber Buku Informasi OTO.KR05. 006.03 2.5 Perbaikan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijaka n perusahaan. Dapat menjelaskan ketentuanketentuan yang berhubungan dengan kegiatan perbaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku Pengetahuan tentang peraturan bengkel Pengenalan tentang sistimatis perbaikan Pemahaman gangguan pada sistim starter dan pengisian Buku Informasi OTO.KR 05.006.03 Halaman: 10 dari 50

3.1. 1 Tugas Tertulis Isian esai BAB III TUGAS TEORI DAN PRAKTIK Tugas tertulis dapat digunankan oleh panitia untuk mengidentifikasi kesiapan Anda untuk melaksanakan penilaian unjuk kerja. Penilaian akan menggunakan satu atau lebih pertanyaan untuk setiap elemen, jika penilai kurang puas dengan kesiapan Anda dalam melakukan Penilaian Unjuk Kerja, maka rencana pelatihan atau Penilaian Unjuk Kerja ulang /remidial akan dibicarakan antara Anda dengan Penilai. TUGAS 1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini secara singkat dan jelas! Pertanyaan 1 Sebutkan fungsi sistim starter? Jawaban: 1.... Pertanyaan 2 Sebutkan fungsi sistim pengisian? Jawaban : 1... Pertanyaan 3 Sebutkan 4 ( empat ) bagian komponen sistim motor starter? Jawaban : 1...., 2...., 3...., 4.... Pertanyaan 4 Sebutkan 3 ( tiga ) bagian besar komponen sistim pengisian? Jawaban : 1...., 2...., dan 3.../... Pertanyaan 5 Sebutkan fungsi dioda/rectifier? Jawaban :...... Halaman: 11 dari 50

Pertanyaan 6 Subutkan fungsi selenoid starter? Jawaban :...... Pertanyaan 7 Sebutkan dua tipe rangkaian sistim pengisian? Jawaban : 1...., 2.... Pertanyaan 8 Sebutkan perbedaan regurator tipe ON dan regurator tipe OFF? Jawaban : 1...., sedangkan... Pertanyaan 9 Sebutkan hal yang menyebabkan tenaga putar motor sterter berkurang? Jawaban : 1...., 2.... 3.... Pertanyaan 10 Sebutkan penyebab gangguan sistim pengisian tidak sempurna? Jawaban : 1. 2. Halaman: 12 dari 50

Lembar Pemeriksaan Peserta untuk kegiatan Tugas 1 Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani. YA Apakah pertanyaan 1 sampai 10 telah dijawab dengan benar? Tanda tangan peserta... Tanda tangan penilai... Catatan Penilai :......... Halaman: 13 dari 50

3.1.2 Tugas tertulis pilihan ganda Pilihlah pernyataan yang benar dibawah ini dengan memberi tanda silang (X)! 1. Berikan tanda pada salah satu jawaban yang bukan komponen sterter? a. Distributor c. Armature b. Inti besi d. Kumparan startor 2. Yang berfungsi sebagai penghantar arus pada kumparan motor starter adalah? a. Brush ( sikat ) c. Rotor b. Dioda d. Stator 3. Arus dari bater dialirkan ke motor starter melaluli selenoid terminal? a. ST c. ST dan C b. B dan C d. A, b, dan c benar 4. Yang berfungsi mengatur besarkecilnya arus pengisian non IC adalah? a. Rectifier c. Kumparan b. Regurator d. a, b, dan c benar 5. Berapakah standar arus pengisian pada saat kendaraan berjalan di siang hari? a. 2 5 A c. 5 8 A b. 10 15 A d. A, b, dan c benar Halaman: 14 dari 50

3.1.3 Tugas tertulis mencantumkan nama-nama komponen 1) Sebutkan nama-nama komponen yang telah diberi nomor pada gambar dibawah ini : 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Halaman: 15 dari 50

2) Sebutkan nama-nama komponen yang telah diberi nomor pada gambar dibawah ini : 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Halaman: 16 dari 50

Lembar Pemeriksaan Peserta untuk kegiatan Tugas 3 Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani. YA Apakah pertanyaan 1 sampai 20 telah dijawab dengan benar? Tanda tangan peserta... Tanda tangan penilai... Catatan Penilai :......... Halaman: 17 dari 50

3.2 TEST UNJUK KERJA 1. Melepas komponen-komponen sistim suspensi depan 2. Lakukan berdasarkan prosedur 3. Lakukan pemeriksaan komponen-komponen yang rusak PENGTESAN KEMAMPUAN KERJA STARTER Pengetesan Kerja Tanpa Beban Jepitlah starter dengan catok untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan................... 1. Hubungkan terminal 50 Jika starter berputar dengan halus dan tetap dengan pinion meloncat keluar serta mempergunakan arus kurang dari spesifikasi, berarti dalam keadaan baik. Sfesifikasi arus :......... Halaman: 18 dari 50

PENGETESAN SWIT MAGNIT -Perhatian- 1. Setiap pengetesan dilakukan dalam waktu 3-5 detik agar koil tidak terbakar. 2. Lepaskan terminal C. 1. Pull in test Hubungan swit magnit dengan baterai seperti gambar. Bagian negative:...... jika pinion menonjol, pull in coil dalam keadaan baik. 2. Hold in test Lepaskan terminal C.Pinion harus masih dalam keadaan menonjol. 3. Periksa kembalinya plunyer Pada waktu melepaskan body swit, pinion harus kembali dengan segera. Halaman: 19 dari 50

4. Periksa celah pinion (1)...... (2)......... (3) Gerakan pinion ke bagian armature untuk menghilangkan kerenggangan lalu periksa celah antara ujung pinion dan cincin penahan. Celah STD :... mm Halaman: 20 dari 50

Halaman: 21 dari 50

Halaman: 22 dari 50

Periksa celah aksial poros armature. Limit celah aksial :... mm Pukul cincin penahan menggunakan obeng. Buka snap ring dengan obeng Hati-hati jika pinion sukar dikeluarkan, haluskan poros dengan batu pengasah (oil stone) Halaman: 23 dari 50

PEMERIKSAAAN DAN PERBAIKAN Poros armature dan bantalan (jenis 0,6 kw) 1. Periksa ujung poros armature, bos rumah penggerak dan bos ujung kemungkinan aus atau cacat. Celah oli : Limit... mm 2.Mengganti bos (1) Buka tutup dan keluarkan bos. (2) Cocokkan lubang bos dengan alur rumah lalu pasang bos yang baru (dengan jalan ditekan) (3) Haluskan bos untuk mendapatkan celah spesifikasi. Celah oli : STD... mm (4) Berikan lubang dan pasang tutup bos yang baru. Halaman: 24 dari 50

Komutator Periksa bagian-bagian berikut lalu lakukan perbaikan atau pergeseran. 1. Permukaan yang kotor dan terbakar, gosok dengan kertas atau kalau perlu dibubut. 2. Kedalaman sigmen mica Kedalaman mica : STD.Mesin 5K :... mm Selain 5K :... mm Limit... mm 2. Jika kedalaman mica di bawah limit, perbaiki dengan menggunakan mata gergaji besi. 3. Haluskan pinggirnya dengan mata gergaji. Halaman: 25 dari 50

1. Gunakan kertas amplas # 400 untuk membuang serpihan (brambram). 2. Kelonjongan (runout) : Perbaiki dengan bubut jika melebihi limit. Limit kelonjongan :... mm 3. Keausan permukaan : Jika di bawah limit, armature diganti. Diameter luar komutator. 0,6 Kw STD... mm Limit... mm 0,7 Kw STD... mm (5K) Limit... mm 0,8 Kw STD... mm Limit... mm Koil Armature 1. Ground test (tes kebocoran) Periksa komutator dan inti koil armature. Jika terdapat hubungan, armature kontak bodi harus diganti. Halaman: 26 dari 50

1. Pengetesan hubungan singkat. Letakkan armature di atas alat pengetes armature lalu tempelkan mata gergaji pada inti armature sementara armature diputar. Jika mata gergaji tertarik atau bergetar, berarti terdapat hubungan singkat pada armature; karena itu harus diganti. 3. Pengetesan sirkuit terbuka Periksa hubungan antara sigmensigmen. Jika tidak terdapat hubungan pada setiap pengetesan, berarti terdapat sirkuit terbuka dan armature harus diganti. Koil Medan (Field coil) 1. Pengetesan Terputus : Periksa koil medan terhadap hubungan antara kawat-kawat ujung. Jika tidak ada hubungan berarti ada yang terputus pada koil medan dan harus diganti. 2. Ground test (tes hubungan ke body) Periksa kemungkinan ada hubungan antara ujung koil medan dan frame medan. Jika ada hubungan, ganti koil medan. Halaman: 27 dari 50

Sikat Ukur panjang sikat dan ganti jika kurang dari limit. Pangjang sikat : 0,6 Kw STD :... mm Limit :... mm 0,7 Kw STD :... mm (5K) Limit :... mm 0,8 Kw STD :... mm Limit :... mm Pegas Sikat Ukur badan pegas sikat dengan alat yang disebut pull scale Jika pembacaan ternyata di bawah tandar, pegas harus diganti. Ketegangan pegas sikat : 0,6 Kw =... kg 0,8 Kw =... kg -Catatan- Pembacaan Pull scale dilakukan tepat pada saat pegas sikat terpisah dari sikat. Pemegang sikat Periksa isolasi antara pemegang sikat (-) dan pemegang sikat (+) Lkukan perbaikan atau penggantian jika terdapat petunjuk adanya hubungan. Tuas Penggerak Periksa tuas penggerak dan pegas kemungkinan aus. Kalau perlu diganti. Halaman: 28 dari 50

Kopling Starter dan Roda Gigi Pinion 1. Periksa ulir gigi kemungkinan aus atau cacat. Kalau perlu, diganti. 2. Periksa pinion apakah bergerak dengan lembut. 2. Periksa gigi dan alur dari roda gigi kemingkinan aus atau cacat. 4. Putar pinion. Pinion harus berputar dengan beban pada arah jarum jam tetapi terkunci pada arah berlawanan dengan jarum jam. Swit Magnit 1. Tekan plunyer lalu dilepas.plunyer harus berputar baik dengan segera dilepas ke posisi semula. Halaman: 29 dari 50

2. Periksa kebocoran pull-in coil. Periksa kemungkinan terdapat hubungan antara terminal 50 dan terminal C. 3. Pengetesan kebocoran hold in coil. Periksa kemungkinan terdapat hubungan antara terminal 50 dan bodi swit. Tekan snap ring dengan catok dan pastikan ia terpasang dengan baik. Pukulkan cincin penahan pada snap ring. Halaman: 30 dari 50

Rakit sikat-sikat dengan hati-hati jangan sampai ada yang rusak. Rakit tuas penggerak pada arah seperti pada gambar. Halaman: 31 dari 50

SISTEM PENGISIAN Halaman: 32 dari 50

Halaman: 33 dari 50

Ungkit drive dan frame (rangka ujung penggerak) dari stator lalu lepaskan. -Catatan- Hati-hati jangan mengungkit pada bagian koil stator. Lepaskan mur puli. Buka bantalan menggunakan SST (09286-46011) Lepaskan solderan dari masing-masing pemegang kabel stator pada rektifier. -Perhatian- Lindungi rektifier dengan tang lancip agar tidak terkena panas yang berlebihan. Halaman: 34 dari 50

PEMERIKSAAN DAN PERBAIKKAN Rotor 1. Pengetesan kebocoran Tahanan : Tanpa IC regulator... Ω Dengan IC regulator... Ω 2. Pengetesan hubungan dengan massa (Ground test). Tester baru menunjukkan tak terhingga. Bantalan Periksa bantalan kemungkinan aus atau kasar. Stator 1. Pengtesan sirkuit terbuka. Periksa bahwa terdapat hubungan antara tiap-tiapo ujung gulungan kabel (coil lead). Halaman: 35 dari 50

2. Pengetesan hubungan dengan massa. Periksa bahwa tidak terdapat hubungan antara masing-nmasing ujung dengan inti stator. Sikat dan Pemegang sikat 1. Ukur panjang sikat yang menonjol. Panjang bagian yang menonjol : Minimum... mm Mengganti sikat (1) Lepaskan solderan sikat kemudian lepaskan sikat berikut pegasnya. (2) Pasang dan solder kembali sikat dan pegas. Panjang bagian yang menonjol:... mm. Rektifier (Jenis 30,40, dan 45A) 1. Pemegang ujung positif ohmmeter dengan termianl rektifier. Jika tidak terdapat hubungan (arus), rektifier harus diganti. Halaman: 36 dari 50

2. Tukarkan penempatan ujung pengindera tester secara berbalikan kemudian lakukan pemeriksaan kembali. Jika ada hubungan rektifier harus diganti. 3. Pemegang rektifier bagian negatif. Hubungan ujung pengindera positif ohmmeter dengan terminal rektifier dan ujung negatif dengan terminal E.Jika tidak terdapat hubungan rektifier assy harus diganti. 4. Tukar kutub dari ujung-ujung alat uji lalu adakan pemeriksaan kembali. Jika terdapat hubungan, rektifier assy harus diganti. Diode (dengan IC regulator) 1. Hubungkan ujung pengindera positif tester (+) pada sisi resisitor, dan ujunhg negatif pada sisi lain diode.jika tidak ada hubungan, rakitan rektifier harus diganti. Halaman: 37 dari 50

2. Tukar trempat ujung-ujung pengindera tester berbalikan.kemudian periksa kembali.jika terdapat hubungan, takitan rektifier harus diganti. Resistor (dengan IC Regulator) Periksa tahanan kabel resistor dengan ohmmeter.jika tak ada hubungan, rakitan rektifier harus diganti. Tahanan :... Ω Field Diode (dengan IC Regulator) 1. Hubungkan ujung pengindera positif (+) tester pada terminal L dan ujung pengindera negatif (-) tester pada terminal rektifier. Jika terdapat hubungan, rakitan rektifier harus diganti. 2. Tukar penempatan ujung-ujung pengindera tester, berbalikan. Kemudian periksa kembali. Jika terdapat hubungan, rakitan rektifier harus diganti. Halaman: 38 dari 50

Rektifier (Jenis 50A) 1. Pemegang rektifier bagian positif. Hubungan ujung pengindera positif (+) ohmmeter dengan pemegang rektifier dan ujung pengindera negatif (-) dengan terminal rektifier.jika tidak ada hubungan, rakitan rektifier harus diganti. 2. Tukar tempat ujung-ujung pengindera dan lakukan pemeriksaan kembali.jika terdapat hubungan, rektifier assy harus diganti. Halaman: 39 dari 50

3. Pemegang rektifier bagian negatif.hubungkan ujung pengindera positif (+) ohmmeter dengan terminal rektifier dan ujung pengindera negatif (-) dengan pemegang rektifier.jika tidak terdapat hubungan assy rektifier harus diganti. 4. Tukar letak ujung-ujung pengindera kemudian lakukan pemeriksaan kembali.jika terdapat hubungan rakitan rektifier harus diganti. Halaman: 40 dari 50

Halaman: 41 dari 50

Halaman: 42 dari 50

Patrilah setiap pemegang ujung kawat pada rektifier atau terminal seperti tampak pada gambar. Rakit ujung belakang dan pemegang rektifier dengan isolatornya. Rakit tutup ujung belakang dengan insulator. Dengan menggunakan pengepres (aqlat penekan), tekanlah bantalan belakang pada poros rotor. Halaman: 43 dari 50

Dengan menggunakan SST, tekan dan putar rakitan rangka ujung pada poros rotor. SST [09612-22010] Pasang semua cincin (collar) seperti diperlihatkan oleh gambar. Kencangkan mur hingga momen spesifikasi. Momen spesifikasi :... kg-m Pasang poros rotor 1. Tekuklah ujung kawat-kawat penghubung rektifier ke belakang, menjauhi rotor. Halaman: 44 dari 50

2. Masukkan semua sikat dan untuk sementara tahan dengan kawat yang dimasukkan melalui lubang di rangka ujung belakang. 3. Periksa bahwa rotor berputar dengan halus. Berikan perapat pada lubang servis sikat. Halaman: 45 dari 50

PEMERIKSAAAN DAN PENYETELAN Periksa keadaan pemasang konektor sebelum melakukan pemeriksaan terhadap regulator (pengatur alternator) Jangan lupa melepas soket regulator pada waktu melakukan pemeriksaan dan penyetelan. Halaman: 46 dari 50

Periksa masing-masing titik kontak kemungkinan terbakar atau rusak berat.jika cacat gantilah. Penyetelan Tegangan Untuk menyetel tekuklah lengan penyetelan voltage regulatornya. Tegangan regulator :... V Pengukuran tahanan antar terminal. Tahanan IG F Voltage regulator (Pengatur tegangan) Terbuka 0 Ω Tertutup : kirakira... Ω L-E Relay tegangan Terbuka 0 Ω Tertutup : kirakira... Ω Halaman: 47 dari 50

B-E Relay tegangan Terbuka : tak terhi ngga Tertutup : kirakira...ω B-L Relay tegangan Terbuka : tak terhingga Tertutup :... Ω N-E Kira-kira... Ω Halaman: 48 dari 50

Lembar Pemeriksaan Peserta untuk kegiatan unjuk kerja Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani. Apakah tugas 1 sampai tugas 2 telah dilaksanakan dengan benar? YA Tanda tangan peserta... Tanda tangan penilai... Catatan Penilai :............ Halaman: 49 dari 50

3.3. Daftar Cek Unjuk Kerja Demonstrasikan validitas perencanaan berkaitan komponen standar kompetensi Kode Unit Judul Unit : : Memperbaiki Sistim Starter dan Pengisian Nomor Elemen Ya Tidak Kriteria Unjuk kerja Ya Tidak 1 1.1 1.2 1.3 2 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 Kondisi Unjuk Kerja Penunjang Keterampilan dan Pengetahuan Aspek-aspek Penting dalam pengujian Halaman: 50 dari 50