Pendidikan Bergelar Pengalaman Kerja

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Kanker kepala dan leher adalah penyebab kematian akibat kanker tersering

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum

BAB 2 RADIOTERAPI KARSINOMA TIROID. termasuk untuk penyakit kanker kepala dan leher seperti karsinoma tiroid.

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Health Organization, 2014). Data proyek Global Cancer (GLOBOCAN) dari

ABSTRAK GAMBARAN KOMPLIKASI PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER PASCA RADIOTERAPI/KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Limfoma. Lymphoma / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB I PENDAHULUAN. metode deteksi dini yang akurat. Sehingga hanya 20-30% penderita kanker

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker kepala dan leher merupakan salah satu tumor ganas yang banyak

BAB I PENDAHULUAN. Kanker payudara adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang terdapat

Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

BAB 1 PENDAHULUAN. lebih dari setengahnya terdapat di negara berkembang, sebagian besar dari

Kanker Payudara. Breast Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING SEBELUM dan SETELAH RADIOTERAPI (Studi Observasional di RSUP Dr Kariadi Semarang)

Kanker Prostat. Prostate Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

InfoDATIN SITUASI PENYAKIT KANKER. 4 Februari-Hari Kanker Sedunia PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTERIAN KESEHATAN RI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. siklus sel yang khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk tumbuh tidak

BAB I PENDAHULUAN. Kanker serviks adalah kanker tersering nomor tujuh secara. keseluruhan, namun merupakan kanker terbanyak ke-dua di dunia pada

Perbedaan Terapi Kemoradiasi dan Radiasi terhadap Kesembuhan Kanker Payudara Pasca Bedah

BAB I PENDAHULUAN. ganas hidung dan sinus paranasal (18 %), laring (16%), dan tumor ganas. rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam persentase rendah.

BAB I PENDAHULUAN. sel tubuh normal mengadakan mutasi menjadi sel kanker yang kemudian. Penyakit kanker saat ini sudah merupakan masalah kesehatan di

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel

Kanker Paru-Paru. (Terima kasih kepada Dr SH LO, Konsultan, Departemen Onkologi Klinis, Rumah Sakit Tuen Mun, Cluster Barat New Territories) 26/9

CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI : DR. HARLINDA HAROEN, SP PD, K-HOM. TEMPAT TANGGAL LAHIR : CIMAHI, 26 MARET 1957.

BAB 1 PENDAHULUAN. Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang berasal dari sel

BAB I PENDAHULUAN. terkendali. Kanker menyerang semua manusia tanpa mengenal umur, jenis

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Pada saat menjalani pengobatan, keadaan penderita dinilai untuk melihat respon kanker terhadap pengobatan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kanker ovarium merupakan keganasan yang paling. mematikan di bidang ginekologi. Setiap tahunnya 200.

Kanker Usus Besar. Bowel Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved

ANGKA HARAPAN HIDUP DUA TAHUN PENDERITA KARSINOMA NASOFARING PADA BERBAGAI STADIUM YANG DILAKUKAN TERAPI KEMORADIASI


Sartono, SKM, M.Kes, Terati, SKM, M.Si, Yunita Nazarena, S.Gz Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Palembang Kemenkes RI. Abstrak

Secondary Brain Tumor

PENGARUH RADIOTERAPI AREA KEPALA DAN LEHER TERHADAP ph SALIVA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menyebar pada organ tubuh yang lain (Savitri et al, 2015). Penyakit

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kanker adalah penyakit keganasan yang ditandai dengan pembelahan sel

BAB I PENDAHULUAN. penyakit ini. Sejarah kasus dari penyakit dan serangkaian treatment atau

PENGARUH RADIOTERAPI AREA KEPALA DAN LEHER TERHADAP CURAH SALIVA JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA KARYA TULIS ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Karsinoma ovarium adalah keganasan yang berasal. dari jaringan ovarium. Ovarian Cancer Report mencatat

BAB I PENDAHULUAN. Perbandingan rasio antara laki-laki dan perempuan berkisar 2:1 hingga 4:1.

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma kolorektal (KKR) merupakan masalah kesehatan serius yang

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Data Laboratorium

BAB I PENDAHULUAN. berbeda memiliki jenis histopatologi berbeda dan karsinoma sel skuamosa paling

BAB I PENDAHULUAN. akibat kanker setiap tahunnya antara lain disebabkan oleh kanker paru, hati, perut,

BAB I PENDAHULUAN. penyakit kanker. Paru, prostat, kolorektal, lambung, dan hati merupakan 5 organ

Pendahuluan. Etiologi dan Epedimiologi

ARTIKEL ASLI PENURUNAN STATUS GIZI PASIEN KARSINOMA NASOFARING SETELAH RADIOTERAPI DENGAN COBALT - 60 DI RSUP SANGLAH

BAB I PENDAHULUAN. kompleks, mencakup faktor genetik, infeksi Epstein-Barr Virus (EBV) dan

BAB III METODE PENELITIAN

Mengenal Lebih Dalam tentang Kanker

BAB I PENDAHULUAN. keganasan yang berasal dari sel epitel yang melapisi daerah nasofaring (bagian. atas tenggorok di belakang hidung) (KPKN, 2015).

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

UNIVERSITAS INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. dikalangan wanita sedunia, meliputi 16% dari semua jenis kanker yang diderita

GIZI DAN KANKER. Triawanti Bag. Biokimia/Gizi FK UNLAM

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dari semua kanker pada organ reproduksi. Diantara kanker yang ditemukan pada

BAB I PENDAHULUAN. yang tumbuh melampaui batas normal yang kemudian dapat menyerang semua

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisis Dosis Radiasi Pada Paru-paru Untuk Pasien Kanker Payudara Dengan Treatment Sinar-X 6 MV Sugianty Syam 1, Syamsir Dewang, Bualkar Abdullah

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. abnormal yang melibatkan kerusakan pada sel-sel DNA (Deoxyribonucleic Acid).

BAB I PENDAHULUAN. (Kementrian Kesehatan RI, 2010). Kanker payudara bisa terjadi pada perempuan

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. morbiditas dan mortalitas. Di negara-negara barat, kanker merupakan penyebab

BAB V ANALISIS KONSISTENSI PROTOKOL PENANGANAN RADIASI KANKER PROSTAT DENGAN EBRT PADA RS.X

BAB 1 PENDAHULUAN. berdampak pula pada peningkatan angka kematian dan kecacatan. World Health

BAB 6 PEMBAHASAN. tahun, usia termuda 18 tahun dan tertua 68 tahun. Hasil ini sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. Kanker ovarium merupakan keganasan ginekologi yang menempati urutan

Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar belakang. Karsinoma nasofarings (KNF) merupakan keganasan. yang jarang ditemukan di sebagian besar negara, namun

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Bedah Digestif. rekam medik RSUP Dr. Kariadi Semarang.

PERAN RADIOTERAPI EKSTERNA ADJUVAN TERHADAP PENDERITA KANKER PAYUDARA STADIUM LOKAL-LANJUT. Studi Angka Harapan Hidup Dua Tahun

SITOSTATIKA. Adalah: zat-zat yang dapat menghentikan pertumbuhan pesat dari sel-sel ganas.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Di dunia, 12%

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia.

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan untuk keselamatan klien (Soemitro & Aksan, 2012). mammae (Masdalina Pane, 2005).

Peranan Kedokteran Nuklir Pada Neoplasma. Aisyah Elliyanti RS. Dr.M.Djamil/ Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kortikosteroid adalah obat yang memiliki efek sangat luas sehingga banyak

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kanker adalah istilah umum untuk pertumbuhan sel tidak normal, yaitu tumbuh sangat cepat, tidak terkontrol, dan

Manfaat Terapi Ozon Manfaat Terapi Ozon Pengobatan / Terapi alternatif / komplementer diabetes, kanker, stroke, dll

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Pada tahun 2012, berdasarkan data GLOBOCAN, International

PETANDA TUMOR (Tumor marker) ELLYZA NASRUL Bagian Patologi Klinik FK Unand/RS.dr.M.Djamil Padang

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. : Ilmu penyakit kulit dan kelamin. : Bagian rekam medik Poliklinik kulit dan kelamin RSUP Dr.

BAB 6 PEMBAHASAN. Telah dilakukan penelitian pada 45 penderita karsinoma epidermoid serviks uteri

Transkripsi:

Curriculum Vitae Nama : dr. Christina Hari Nawangsih Prihharsanti Sp.Rad, (K)Onk.Rad Tempat, tgl lahir : Klaten, 24 April Tugas : Staff Pengajar FK Undip / RSUP dr. Kariadi Alamat rumah : Jl. Kyai Saleh atas No 94 Semarang Alamat e-mail : cnawangsih@yahoo.com Pendidikan Bergelar 2006 2009 Konsultan Onkologi Radiasi di RSUP Cipto Mangunkusumo 1999 2003 Spesialis Radiologi, FK Undip Semarang 1984 1992 Dokter, FK Undip Pengalaman Kerja Spesialis Radiologi, konsultan Onkologi Radiasi Staff Pengajar FK Undip / SMF Radiologi RSUP dr. Kariadi Spesialis Radiologi Dokter di RS. St. Elisabeth Semarang Dokter Puskesmas Cawas I Kab Klaten

Metabolic respons to radiation therapy in cancer patients Christina Hari Nawangsih P Onkologi Radiasi Radiologi FK Undip RSUP dr. Kariadi

Kanker: obesitas, diabetes dan dislipidemia Jenis Kanker Obesitas Obesitas dan DM tipe 2 Dislipidemi Gastro- Kolorektal intestinal Gaster, kardia Esofagus Adenokarsinoma Kolangiokarsinoma Pankreas Ginekologi Payudara Payudara Endometrium Adenokarsinoma leher rahim Hematologi Limfoma sel B Non Hogdkin- Multipel mieloma limfoma GinjalInt. J. Biol. Sci. 2011; 7(7):1003-1015 Renal cell Urologi Prostat Paru Paru Int. J. Biol. Sci. 2011; 7(7):1003-1015

Pengelolaan Kanker Kemoterapi Hormonal terapi Radioterapi Targeted terapi 60% - 70% memerlukan radioterapi

Apakah radioterapi? Apakah Radioterapi?? Pengelolaan penyakit tumor ganas (dan sebagian jinak) dengan menggunakan Radiasi Pengion.

Apakah radioterapi? Pengobatan menggunakan sinar pengion berenergi tinggi atau partikel untuk mematikan sel kanker dan penyebaran disekitarnya serta mencegah rekurensi apabila sudah dioperasi.

LATAR BELAKANG BIOLOGIK DAN FISIKA RADIASI Ionization Direct effect (DNA), G2/M Proliferation Indirect effect (H2O) Free radicals Angiogenesis SSB / DSB (SINGLE/DOUBLE STRAIN BREAK) P53 (G1 Block) Repair genes Apoptosis Therapeutic Ratio Proliferation BIOLOGIC TREATMENT

Tujuan Radioterapi: Mematikan jaringan kanker sebanyak banyaknya, tetapi cedera yang timbul pada jaringan sehat diusahakan seminimal mungkin (rasio terapeutik)

Radioterapi dapat diberikan sebagai pengobatan tunggal sebelum atau setelah operasi untuk mencegah rekurensi paska operasi. Target terapi radiasi pada lokal lesi atau lokoregional sesuai diagnosis, stadium dan hasil pemeriksaan histopatologi. Radiasi diberikan bersamaan dengan kemoterapi sebagai radiosensitizer meningkatkan respon terapi.

Jenis Radiasi Radiasi eksterna: Meliputi tumor dan kelenjar getah bening sekitarnya. Dosis terbagi. Brakiterapi Radiasi dosis tinggi pada tumor/tumor bed.

Tujuan Radioterapi Treated volume OAR Not more than a low specified dose CTV As much dose as possible GTV An adequate dose No dose (if possible) Indonesia 2011 PTV is a geometrical concept to make sure the objectives are met IAEA Training 2D to 3D CRT

Dosis Radiasi Total Dosis: 30 Gy 70 Gy. Radiosensitif Radioresisten. Dosis Terbagi, selama 3 7 minggu. Dosis Konvensional: 2 Gy / Fraksi / Hari Pemberian 5X/minggu.

KANKER TERBANYAK GLOBOCAN Laki-Laki Patologi, Laki-laki GLOBOCAN Perempuan Patologi, Perempuan Paru Nasofaring Payudara Leher rahim Kolorektal Prostat Kolorektal Payudara Nasofaring Kolorektal Leher rahim Ovarium Hati Limfoma Paru Kolorektal Prostat Kulit Ovarium Kulit

Kanker terbanyak yang dilakukan radioterapi di RSUP dr. Kariadi Tahun 2010-2015 1400 1200 Kanker 1000 800 KPD 600 400 KLR 200 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 KNF Data kunjungan pasien di Radioterapi RSDK

Gangguan Metabolik Pengobatan Kanker Operasi Malnutrisi pre operasi memperburuk pemulihan dan penyembuhan luka atau komplikasi infeksi.

Keberhasilan terapi Interval operasi dan radioterapi

Pengelolaan penyakit keganasan atau kanker saat ini tidak hanya dituntut kurabilitas, terapi kualitas hidup pasien juga menjadi pertimbangan, baik selama pengobatan maupun setelah usai pengobatan. Kemoradiasi dapat meningkatkan lokal kontrol, namun demikian toksisitasnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan radiasi saja. Kemoradiasi merupakan terapi standar keganasan kepala-leher, gastrointestinal, paru dan leher rahim.

Efek Samping Radioterapi Dehidrasi sering terjadi pada pasien yang dilakukan radioterapi, terutama pasien kanker kepala leher xerostomia, mukositis, dysgeusia, dysphag ia dan odynophagia kesulitan mendapatkan kecukupan asupan cairan oral. Radioterapi kanker leher rahim, rektum, gaster dan pankreas dapat menimbulkan efek samping mual, muntah

Efek samping radiasi dibandingkan kemoradiasi kanker kepala leher

Gangguan Metabolik Pengobatan Kanker Efek samping tergantung Dosis total, total lama waktu pemberian radiasi dan lokasi/area. Orofaringeal: Gangguan rasa dan kecap, xerostomia, mukositis, odynophagia, d ysphagia, fatigue, osteoradionekrosis dan trismus.

Ikram dkk meneliti 145 pasien kanker nasofaring yang terhenti sementara waktu radiasi 21 hari dibandingkan yang radiasinya tidak tertunda, lokal kontrolnya lebih buruk dari pada pasien yang tidak tertunda (34% vs. 67%). Halperin, Edward C. Perez & Brady's Principles and Practice of Radiation Oncology. ibooks.

.Gangguan Metabolik Pengobatan Kanker Leher bagian bawah dan mediastinum: Esophagitis, odynophagia, esophageal reflux, nausea atau vomitus. Long-term side effect: esophageal fibosis, stenosis, nekrosis, pneumonitis dan fibrosis paru.

Gangguan Metabolik Pengobatan Kanker Pelvis: Diare, maldigesti, malabsorbsi, obstruksi, colitis, strikture, sistitis, hematuris, fistula atau ulkus.

Enteritis radiasi dapat timbul dalam 2 3 minggu saat menjalani radioterapi atau efek samping kronis setelah beberapa minggu, bulan atau tahun selesai menjalani radioterapi. Pada kasus yang berat, dapat terjadi gangguan malabsorbsi nutrient, defisiensi vitamin/mineral, kehilangan cairan dan penurunan berat badan.

Radiasi dapat memicu pelepasan sitokin tumor Irradiation Aktivasi tumor-infiltrating T cells sehingga interferon-g dan tumor necrosis factor-α (TNF-α) memicu antitumor respon imun. Halperin, Edward C. Perez & Brady's Principles and Practice of Radiation Oncology. ibooks.

Radioterapi susunan saraf pusat, baik primer atau metastase, diperlukan kortikosteroid untuk mengurangi dampak edema susunan saraf pusat. Penggunaan kortikosteroid dosis tinggi dan jangka panjang untuk mengurangi efek samping radioterapi hiperglikemia.

Pengelolaan secara multidisiplin dan komprehensif pada pasien-pasien kanker: Penetapan diagnosis penatalaksanaan evaluasi paska pengobatan untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal serta mencegah efek samping. Menajemen nutrisi sehubungan dengan dampak pengelolaan kanker juga menjadi salah satu penentu keberhasilan pengelolaan kanker. Hasil akhir pengelolaan kanker: Peningkatan harapan hidup & kualitas hidup.