Buku Saku Pembina PMR

dokumen-dokumen yang mirip
PANDUAN TANDA KECAKAPAN PMR UNTUK MARKAS CABANG PMI

TANDA KECAKAPAN PALANG MERAH REMAJA. (buku saku untuk PMR)

Setelah proses pembelajaran Pokok Bahasan ini, peserta diharapkan dapat:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014

DRAFT PANDUAN UMUM JUMBARA DAN TEMU KARYA SUKARELAWAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017

PELAKSANA TUGAS BUPATI SEMARANG

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih

1. NAMA KEGIATAN Kegiatan lomba kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira se-kabupaten Blitar ini kami sebut Satgana Cup III 2014.

BAB I PENDAHULUAN. manusia meskipun dalam kadar yang berbeda. Manusia dimotivasi oleh dorongan

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kecerdasan, kepribadian, pengendalian diri serta keterampilan yang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Venty Fatimah, 2013

JUMBARA DAN TEMU KARYA

ISBN : Disusun atas dukungan: International Federation Red Cross and Red Crescent Societies

PROFIL Kelompok Penggagas Kasih Plus Jaringan Orang Dengan HIV dan AIDS Kediri - Jawa Timur

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG TARUNA SIAGA BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PELATIHAN VCA DAN PRA UNTUK KSR

BAB I PENDAHULUAN. terhadap tugas yang dikerjakan sehingga tujuan organisasi tercapai.

PEDOMAN UMUM KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA KOTA YOGYAKARTA. Ditetapkan oleh:

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

I SBN >

PALANG MERAH INDONESIA. BUDI PURWANTO, SSi, MSi

PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 0059 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN PEMUDA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABANAN,

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

BAB I PENDAHULUAN. penyampaian informasi dari pengirim ke penerima, sehingga informasi dapat

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 177, Tambahan Lembaran

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

Ditetapkan oleh: Musyawarah Nasional XIX Palang Merah Indonesia di Jakarta tanggal Desember 2009

PENJABAT BUPATI SEMARANG SAMBUTAN PENJABAT BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENCANANGAN BULAN DANA PMI KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2015

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

JUMBARA PMR DAN TEMU KARYA RELAWAN PALANG MERAH INDONESIA TINGKAT DAERAH KALIMANTAN BARAT (JUMTEK 2010 PMI KALBAR) Sungai Ambawang, 5 10 Oktober 2010

PELAKSANAAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PALANG MERAH REMAJA (PMR) DALAM MENUMBUHKAN KEPEDULIAN SOSIAL SISWA SMA NEGERI 1 MALANG

BUKU PEGANGAN PELATIH MASYARAKAT PENINGKATAN KUALITAS KEGIATAN KESEHATAN DALAM PNPM MANDIRI PERDESAAN

LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT

PROGRAM BEASISWA BIDIK MISI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2000 TENTANG DINAS KEPENDUDUKAN PROPINSI JAWA TIMUR

Bansos Peningkatan Kapasitas Lembaga Sertifikasi Kompetensi

5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN,

PELATIHAN VCA dan PRA

BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN BUPATI MUARA ENIM NOMOR 41 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN

PANDUAN KELAS INSPIRASI. Cerita tentang bagaimana cara membuat Kelas Inspirasi di daerah kamu

PETUNJUK TEKNIS PETUNJUK TEKNIS JAVAMERA VI TINGKAT MADYA SE-MALANG TERBUKA TAHUN 2018

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG

BAB III NAMA, WAKTU DAN TEMPAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

Jakarta, Januari 2016 Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Hamid Muhammad, Ph.D. NIP iii

SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana

INSTRUMEN PENILAIAN LOMBA SEKOLAH BERKARAKTER KEBANGSAAN TINGKAT TK, SD, SMP DAN SMA/SMK

Program Optimalisasi Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Kota Depok

-1- BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA PEMBUKAAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI BALI

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA,

Program Kerja Kesiswaan MTs. Wachid Hasyim Surabaya Tahun Pelajaran 2017/2018

PANDUAN PELAKSANAAN BANTUAN BEASISWA UNTUK MAHASISWA BERPRESTASI PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2009

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

BAB II GAMBARAN UMUM BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MAGELANG

BUPATI BIMA PERATURAN BUPATI BIMA NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DI KABUPATEN BIMA

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 15 TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN PANDEGLANG

SUSUNAN ANGGARAN DASAR K O B R A KOMANDO BERSAMA RAKYAT MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA

KUESIONER PEMANTAUAN DAN EVALUASIPROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

TEMU BAKTI AJANG LATIHAN KETERAMPILAN PALANG MERAH REMAJA TAHUN 2014 ( A L T A R A 1 4 )

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, dan analisis data dan pembahasan hasil

Himpunan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Tahun

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SERANG,

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI UNIT KERJA DI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UB. Tugas Fakultas ORGANISASI FAKULTAS

BSM BB PEDOMAN ORGANISASI BADAN OTONOM BULAN SABIT MERAH BULAN BINTANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG

BAB I DASAR PEMIKIRAN

I. PENDAHULUAN. bukan hanya dari potensi akademik melainkan juga dari segi karakter

Paragraf 1 Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG

STANDAR PELAYANAN MINIMUM

KUESIONER UNTUK STAKEHOLDERS

PRAKTIK KERJA LAPANG PEMBIMBING

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 87 TAHUN 2008

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi

Bansos Peningkatan Kapasitas Tempat Uji Kompetensi

Kisi-kisi Panduan Wawancara Kebutuhan Pembinaan Sekolah Imbas Adiwiyata

Transkripsi:

Buku Saku Pembina PMR

Buku Saku Pembina PMR 2009

Buku Saku Pembina PMR Edisi I. Jakarta: Mei 2009 Hak Cipta Palang Merah Indonesia Pusat http://www.pmi.or.id Pengarah : Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan Penyusun :???????????? Kontributor :???????????? Editor :???????????? Desain & Layout : Fajar Bakri (PMI Cabang Makassar) Disusun atas dukungan :

D A T A D I R I No. Anggota TSR. Nama. Tempat, Tanggal Lahir. Jenis Kelamin. Golongan Darah. Alamat Rumah. Telp/HP. E-mail. Alamat Kantor. Telp. Markas Daerah. Markas Cabang. Info lainnya.

Agenda Pembinaan dan Pengembangan Unit PMR J A N U A R I F E B R U A R I M A R E T A P R I L M E I J U N I J U L I A G U S T U S S E P T E M B E R O K TO B E R N O V E M B E R D E S E M B E R 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Ta h u n 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 J A N U A R I F E B R U A R I M A R E T A P R I L M E I J U N I J U L I A G U S T U S S E P T E M B E R O K TO B E R N O V E M B E R D E S E M B E R

KATA PENGANTAR embinaan PMR di sekolah dan luar sekolah tidak akan berhenti. Setiap saat, setiap tahun diadakan perekrutan dan akan bermunculan anggota PMR Pbaru, sedangkan yang sudah melewati masa keanggotaan remaja, akan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Berhasilnya pembinaan dan pengembangan anggota PMR secara berkesinambungan tidka terlepas dari peran Pembina PMR karena mereka adalah SDM yang terdekat dengan anggota PMR dalam kesehariannya. Pengembangan karakter melalui wadah PMR perlu dipahami seutuhnya oleh para Pembina PMR, sehingga kegiatan PMR tidak hanya terbatas pada perekrutan, pelatihan, dan lomba, namun lebih kepada peran PMR untuk diri sendiri, teman sebaya, dan lingkungannya. Buku ini diharapkan memberi pemahaman kepada Pembina PMR dalam melaksanakan tugas pembinaan dan pengembangan unit PMR di sekolah dan luar sekolah. i

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar isi 01 TENTANG PEMBINA PMR 02 PEMBINA PMR DALAM SIKLUS MANAJEMEN PMR 03 LAMPIRAN iii

03 TENTANG PEMBINA PMR Siapakah Pembina PMR? Adalah Wakil Kepala Sekolah, atau Guru, atau seseorang yang ditunjuk oleh penanggung jawab Unit PMR (Kepala Sekolah, Kepala Lembaga/Pendidikan Luar Sekolah) untuk melakukan pembinaan dan pengembangan unit dan anggota PMR. Secara keanggotaan PMI, Pembina PMR termasuk anggota biasa yang tergabung dalam wadah TSR, sehingga pembinaan terhadap Pembina PMR sesuai dengan pembinaan relawan. Yang dilakukan: 1. Melapor ke markas cabang bidang PMR dan Relawan (selanjutnya disebut markas cabang) bahwa anda telah menjadi Pembina PMR 2. Daftarkan diri anda menjadi anggota Tenaga Sukarela (TSR) 3. Mengikuti orientasi PMI 4. Mengikuti orientasi Pembina PMR 5. Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota TSR PMI 6. Jika berminat terlibat di kegiatan selain pembinaan PMR, maka dapat mengikuti pelatihan-pelatihan teknis atau menejemen PMI, dan kegiatan kepalangmerahan lainnya 7. Membaca buku-buku tentang Pembinaan Palang Merah Remaja dan Relawan (KSR-TSR) Dinas Pendidikan, sekolah, dan lembaga luar sekolah mempunyai kebijakan masa tugas pembina extra kurikuler, termasuk PMR. Seorang Pembina PMR yang telah berakhir masa tugasnya dapat tetap melanjutkan keanggotaan PMI dalam wadah TSR. 1

Tentang Pembina PMR Tugas Pembina PMR: 1. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR di unit PMR masing-masing sesuai siklus manajemen PMR, yang dibantu oleh anggota KSR atau TSR lainnya 2. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara unit PMR, markas cabang, dan pihak terkait (misal: diknas, depag, yang selanjutnya disebut pihak terkait) 3. Membantu markas cabang memfasilitasi perekrutan anggota PMR, atau pembentukan unit PMR baru 4. Memfasilitasi anggota PMR merancang program kerja unit PMR, yang terintegrasi dengan program kerja pembinaan dan pengembangan PMR markas cabang 5. Memberikan masukan kepada markas cabang dan pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR, kualitas pelatih, metode, dan media pelatihan 6. Memfasilitasi proses pelatihan anggota PMR 7. Memfasilitasi anggota PMR merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan Tri Bakti 8. Memfasilitasi anggota PMR untuk terlibat aktif dalam proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan 9. Melakukan pemantauan dan evaluasi pada setiap tahap manajemen PMR 2 Apa saja bukunya? 1. Manajemen PMR 2. Pedoman Manajemen Relawan 3. Pe n d e k a t a n Yo u t h Centre 4. Panduan Fasilitator 5. Modul Pelatihan PMR (7 materi) 6. Pengurangan Resiko Berbasis Remaja 7. Tanda Kecakapan PMR

02 PEMBINA PMR DALAM SIKLUS MANAJEMEN PMR Manajemen PMR: Proses pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI agar dapat mendukung peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan PMI. Tujuan manajemen PMR : Membangun dan mengembangkan karakter PMR yang berpedoman pada Prinsip Kepalangmerahan untuk menjadi relawan masa depan. 3

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Perekrutan Memfasilitasi anggota PMR merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan perekrutan anggota PMR baru di unit PMR masing-masing. Selain itu Pembina PMR juga dapat membantu Markas cabang dalam pembentukan unit PMR baru. Yang dilakukan: 1. Jika unit PMR baru, daftarkan ke markas cabang 2. Berkoordinasi dengan markas cabang, kepala sekolah/pimpinan lembaga, dan relawan PMI yang berminat dalam hal promosi, publikasi dan perekrutan 3. Memfasilitasi anggota PMR merancang dan melaksanakan promosi 4. Bersama dengan anggota PMR menyediakan formulir pendaftaran dan kelengkapan administrasi 5. Melakukan sosialisasi dan advokasi kepada kepala sekolah/pimpinan lembaga, instansi terkait, sesama guru, dan orang tua Pembina PMR dalam Orientasi PMI Orientasi PMI bagi calon anggota PMR dilakukan setelah mendaftar dan melengkapi administrasi. Tahapan: 1. Hubungi Markas cabang bahwa unit PMR memerlukan orientasi bagi calon anggota PMR. 2. Jika Pembina PMR tersebut mempunyai kompetensi sebagai fasilitator atau nara sumber orientasi PMI (dibuktikan dengan sertifikat lulus pelatihan terkait), maka orientasi dapat dilakukan oleh Pembina PMR di unit masing-masing. 3. Berkoordinasi dengan markas cabang dan pihak terkait untuk pelaksanaan orientasi. 4

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Materi orientasi PMI Gerakan Kepalangmerahan, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah/luar sekolah Pembina PMR dalam Pelantikan Pelantikan merupakan salah satu pengakuan sebagai anggota remaja PMI, yang tergabung dalam wadah PMR. Tahapan yang dilakukan Pembina PMR: 1. Memantau pendataan yang dilakukan oleh anggota PMR 2. Melaporkan kepada markas cabang data terbaru anggota 3. Berkoordinasi dengan markas cabang untuk pengadaan Kartu Tanda Anggota, atribut, dan perlengkapan lainnya (misal: buku pelatihan) 4. Memberikan masukan kepada markas cabang siapa yang akan melantik (misal: Markas cabang bersama dengan Bupati atau Kepala Dinas Pendidikan), karena akan mempengaruhi tingkat dukungan para pihak terhadap pembinaan dan pengembangan PMR 5. Berkoordinasi dengan markas cabang dan pihak terkait untuk pelantikan unit atau anggota PMR. Dok. SMKN 1 Tasikmalaya 5

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Penyusunan Program Kerja Unit PMR Program kerja unit PMR dibuat setiap tahun agar kegiatan terencana dan dapat diukur Yang dilakukan: 1. Pembentukan pengurus PMR 2. Memfasilitasi pengurus dan anggota PMR menyusun program kerja tahunan unit PMR yang mengacu pada program kerja tahunan atau rencana strategi 5 tahunan markas cabang 3. Melakukan advokasi kepada kepala sekolah atau pihak terkait untuk pendanaan, perlengkapan, dan SDM 4. Mengkoordinasikan dengan markas cabang agar program kerja unit PMR menjadi bagian dari program kerja markas cabang No. Kegiatan Tujuan Anggaran Perlengkapan Pihak yang terlibat Waktu pelaksanaan A. Perekrutan B. Pelatihan C. Tri Bakti D. P e n g a k u a n d a n penghargaan 6

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Pelatihan Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan perilaku baik untuk Pembina PMR maupun anggota PMR. Apa yang dilakukan? 1. Sebagai Pembina PMR, mengikuti orientasi Pembina PMR 2. Sebagai anggota TSR PMI, mengikuti orientasi PMI dan pelatihan-pelatihan yang ada di PMI sesuai bakat dan minat. Dengan demikian keterlibatan di kegiatan PMI, tidak terbatas melakukan pembinaan dan pengembangan PMR, namun sesuai kompetensi yang dimiliki dapat berperan dalam kegiatan tanggap bencana, pertolongan pertama, sebagai pelatih, penyusunan standarisasi kurikulum pelatihan PMI, dan kegiatan lainnya. 3. Dalam proses pelatihan PMR, langkah-langkah yang diambil: Memfasilitasi anggota PMR menyusun jadwal pelatihan Menghubungi markas cabang agar mengirimkan pelatih/nara sumber/fasilitator ke unit PMR Menghubungi pihak-pihak terkait untuk bekerja sama sebagai nara sumber atau pelatih (misal: puskesmas, LIPI) Melakukan advokasi kepada kepala sekolah terkait ketersediaan dana dan perlengkapan pelatihan Memantau dan mengevaluasi proses pelatihan Memberikan rekomendasi kepada markas cabang berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi standarisasi pelatihan PMI 7

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Contoh jadwal pelatihan No. Tanggal Waktu Materi Pelatih/Fasilitator/Nara Sumber Hasil yang dicapai 8

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Pembina PMR dalam Tri Bakti PMR Peran Pembina PMR memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan ide, saran-saran praktis, motivator, pendamping, serta dapat pula terlibat langsung atau menjadi bagian kegiatan mereka. Tri Bakti PMR itu 1. Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat Penerapannya lebih mengarah kepada individu anggota PMR yang bersangkutan (personal) 2. Berkarya dan berbakti di masyarakat Penerapannya lebih mengarahkan kepada peran serta anggota PMR kepada masyarakat khususnya di kalangan remaja (komunitas) 3. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional Penerapannya lebih mengarahkan pada proses anggota PMR menjalin persahabatan terhadap sesamanya (persahabatan) 1 Yang dilakukan: 1. Penilaian dan Pemetaan Fasilitasi anggota PMR untuk menentukan metode dan media penilaian dan pemetaan masalah. Diskusikan dengan anggota PMR hasil penilaian dan pemetaan masalah. Gali ide yang mungkin akan muncul dari harapan, kemauan, atau kebiasaan anggota PMR untuk memecahkan masalah tersebut. 1 Lihat buku Pengurangan Resiko Berbasis Remaja 9

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR 1. Perencanaan: Sampaikan informasi yang berkaitan dengan program kerja unit PMR Paparkan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan tahapan dan cara melaksanakan ide Ajak mereka untuk menuangkan ide-idenya dalam sebuah proposal kegiatan Bentuklah kelompok yang bertugas melaksanakan kegiatan 2. Advokasi dan Diseminasi Dampingi anggota PMR saat melakukan presentasi program kerja atau proposal untuk mendapatkan dukungan Koordinasikan dengan pihak-pihak terkait 3. Pelaksanaan: Informasikan siapa saja (teman, saudara, orang tua atau orang lain) yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut Memilah-milah material (peralatan/ sarana dan prasarana) yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Sepakati bersama untuk melaksanakan kegiatan tersebut bersama-sama sesuai dengan pembagian tugas 4. Monitoring dan Evaluasi: Lakukanlah pemantauan atas jalannya pelaksanaan kegiatan Nilai tingkat keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan Dampingi angota PMR saat menyusun laporan kegiatan Ambil nilai positif dari kegiatan tersebut, termasuk kendala yang mungkin terjadi selama proses kegiatan berlangsung 10

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Keterlibatan Pembina PMR dapat menyesuaikan dengan Jenjang PMR (Mula, Madya, Wira) dalam kegiatan Pada PMR Mula, Pembina PMR dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini Pada PMR Madya, Pembina PMR lebih banyak mengarahkan dan mendampingi Pada PMR Wira, Pembina PMR lebih banyak memberikan kesempatan untuk lebih mandiri Yang telah saya lakukan selama kegiatan Tri Bakti PMR: No. Yang saya lakukan Keterangan 11

Tentang Pembina PMR Pembina PMR dalam Pengakuan dan Penghargaan Peran Pembina PMR adalah memotivasi mereka agar tetap bersama dengan PMI, memberikan rasa bangga dan kesadaran akan kualitasnya serta meningkatkan kepercayaan diri dan komitmen dalam peningkatan kualitas kepalangmerahan Yang dilakukan: 1. Ucapan terima kasih kepada mereka setelah melakukan kegiatan 2. Mengunjungi mereka saat mengadakan kegiatan, seperti pencarian dana 3. Mengumumkan prestasi unit dan anggota PMR pada saat upacara di sekolah atau rapat guru 4. Mengusulkan unit PMR untuk mendapatkan penghargaan dari markas cabang, Daerah hingga Nasional 5. Mendaftarkan anggota PMR untuk mengikuti ujian Kecakapan PMR ke markas cabang 6. Memberikan kesempatan kepada anggota PMR untuk terlibat dalam kepemimpinan dan proses pengambilan keputusan melalui Forpis Peran Pembina PMR dalam Pelaporan, Pemantauan dan Evaluasi Pelaporan Setelah melaksanakan kegiatan, Pembina PMR membimbing anggota PMR untuk menyusun laporan kegiatan secara singkat dan dilampiri dokumentasi kegiatan. Hal ini sangat perlu karena menjadi bahan bagi pimpinan sekolah/luar sekolah dan Markas cabang, bahwa unit PMR telah melaksanakan suatu kegiatan dan menjadi acuan pengembangan ke depan. 12

Tentang Pembina PMR Contoh Laporan Narasi : Nama kegiatan: Tanggal laporan: Tanggal pelaksanaan proyek: Laporan dikirimkan kepada: Proses Pelaksanaan proyek: Hasil yang telah dicapai: Permasalahan yang muncul: Solusi: Rencana selanjutnya: Laporan disahkan oleh: 13

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Contoh Laporan Keuangan : No Kegiatan Jumlah Pengeluaran Sub total Sumber dana Total Rincian pengeluaran setiap kegiatan dan bukti pembayaran dilampirkan Pemantauan Memantau kegiatan secara berkala terhadap segala aktivitas anggota PMR yang telah melaksanakan tugas. Salah satu pendekatan yang dianjurkan untuk melakukan pemantauan adalah dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anggota PMR dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatannya. Alat pemantauan a. Kerangka acuan/program kerja b. Laporan kegiatan c. Laporan keuangan d. Dokumetasi kegiatan e. Data keanggotaan 14

Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Evaluasi untuk mengetahui : Apakah kegiatan yang dilaksanakan sudah mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak? Apakah kendala-kendala yang didapat selama proses kegiatan berlangsung? Apakah semua anggota PMR terlibat secara maksimal? Kemudian dicarikan solusi untuk pengembangan kegiatan selanjutnya Yang dilakukan: 1. Bersama dengan markas cabang dan pembina PMR dari unit lain membuat alat dan menentukan metode evaluasi 2. Membuat jadwal evaluasi 3. Menyusun rekomendasi pembinaan dan pengembangan PMR kedepan 4. Mengirimkan hasil pemantauan,evaluasi, dan pelaporan kepada markas cabang, penanggung jawab unit PMR sekolah/luar sekolah, dan pihak terkait 15

Dok. SMKN 1 Tasikmalaya Pembina PMR dalam Siklus Manajemen PMR Kiat dan Motivasi bagi para Pembina PMR î Selalu koordinasikan sebelum melaksanakan kegiatan dengan semua pihak termasuk orang tua anggota PMR, pihak sekolah, markas cabang dan komponen lain. î Dampingi mereka (anggota PMR) dalam setiap melakukan aktifitas. î Dengarkan mereka. î Jadilah Pembina PMR dengan sepenuh hati, bukan karena semata-mata melaksanakan perintah dari pimpinan. Ingat!!!, membina dengan keikhlasan dan ketulusan hati adalah suatu ibadah. 16

Tentang Pembina PMR 03 LAMPIRAN MARS PMI HYMNE PMI Syair : Djemalul AS Lagu : Iskandar Lagu & Syair : A. Zurith Adjie Ide dasar : Drs. H. Soetedjo, M.Si Palang Merah Indonesia Sumber Kasih Umat Manusia Warisan Luhur Nusa dan Bangsa Wujud Nyata Pengayom Pancasila Palang Merah Indonesia, Wujud kepedulian nyata Nurani yang suci, untuk mengabdi Untuk Membantu Menolong Sesama Gerak Juangnya Keseluruh Dunia Mendarmakan Bakti Bagi Ampera Tunaikan Tugas Suci, Tujuan PMI Dipersada Bunda Pertiwi P M I Siaga Setiap Waktu Berbhakti dan Mengabdi Bagi Umat Manusia Agar Sehat Sejahtera di Seluruh Dunia Untuk Umat Manusia Diseluruh Dunia PMI Mengantarkan Jasa 17

Lampiran BAKTI REMAJA Palang Merah Remaja Indonesia Warga Palang Merah Sedunia Berjuang Berbakti Penuh Kasih Sayang Untuk Rakyat Semua Bekerja Dengan Rela Tulus Ikhlas Untuk Yang Tertimpa Sengsara Puji dan Puja Tidak Dikejar Mengabdi Untuk Sesama Putra Putri Palang Merah, Remaja Indonesia Abdi Rakyat Sedunia, Luhur Budinya Abdi Rakyat Sedunia, Mulia Citanya 2x 18

Lampiran Daftar nama lembaga atau perorangan yang berkaitan dengan pembinaan PMR Sekolah/ Luar Sekolah. Lembaga/Instansi Alamat Telp Ket Markas Pusat PMI Jl. Gatot Subroto Kav 96 Jakarta 021 7992325 Markas Daerah PMI... Markas Cabang PMI... Dinas Pendidikan 19

20

C a t a t a n

C a t a t a n

C a t a t a n

C a t a t a n

C a t a t a n

C a t a t a n

Pembina Palang Merah Remaja (PMR) adalah Wakil Kepala Sekolah, atau Guru, atau seseorang yang ditunjuk oleh penanggung jawab Unit PMR (Kepala Sekolah, Kepala Lembaga/Pendidikan Luar Sekolah) untuk melakukan pembinaan dan pengembangan unit dan anggota PMR. Secara keanggotaan PMI, Pembina PMR termasuk anggota biasa yang tergabung dalam wadah TSR, sehingga pembinaan terhadap Pembina PMR sesuai dengan pembinaan relawan.