BAB IV KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG

dokumen-dokumen yang mirip
Keseimbangan benda terapung

Hidrostatika. Civil Engineering Department University of Brawijaya. Kesetimbangan Benda Terapung. TKS 4005 HIDROLIKA DASAR / 2 sks

Soal :Stabilitas Benda Terapung

Keseimbangan benda terapung

Mempelajari masalah : Prinsip hukum Archimedes Prinsip keseimbangan dan kestabilan Menghitung besar gaya apung dan letak pusat apung Mengevaluasi

Kuliah Mekanika Fluida 21/03/2005. Kuliah Mekanika Fluida Keseimbangan Benda Terapung

BAB IV BUOYANCY DAN STABILITAS BENDA MENGAPUNG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Kapal juga harus memenuhi kondisi keseimbangan statis (static equilibrium condition) selain gaya apung oleh air.

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

BAB 9 FLUIDA STATIS. Gaya kohesi antar molekul gas sangat kecil jika dibandingkan gaya kohesi antar

MEKANIKA FLUIDA A. Statika Fluida

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PENERAPAN KESETIMBANGAN BENDA TERAPUNG

Kelompok:. Kelas :. Nama anggota:

KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

SET 04 MEKANIKA FLUIDA. Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan.

MENGUKUR MASSA JENIS AIR DAN MINYAK TANAH DENGAN MENGGUNAKAN HUKUM ARCHIMEDES

HUKUM ARCHIMEDES KEGIATAN BELAJAR 2 A. LANDASAN TEORI

Fluida adalah suatu zat yang dapat berubah bentuk sesuai dengan wadahnya dan dapat mengalir (cair dan gas).

MEKANIKA FLUIDA. Ferianto Raharjo - Fisika Dasar - Mekanika Fluida

I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.Eng. MEKANIKA FLUIDA

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida. Karena jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap.

Fisika Dasar I (FI-321) Mekanika Zat Padat dan Fluida

Gaya Hidrostatika. Gaya hidrostatika pada permukaan bidang datar: (1) Bidang horizontal (2) Bidang vertikal (3) Bidang miring (dengan kemiringan θ)

Panduan Praktikum Mekanika Fluida 2013

Hukum Archimedes. Tenggelam

F L U I D A TIM FISIKA

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

I. PENDAHULUAN. Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan di atas

Fisika Dasar I (FI-321)

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

F L U I D A. Besaran MKS CGS W Newton Dyne. D n/m 3 dyne/cm 3 g m/det 2 cm/det 2

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

PENGARUH BENTUK BENDA DAN KEDALAMAN TERHADAP GAYA ANGKAT KE ATAS (F A ) PADA FLUIDA STATIS

BAB 5 STABILITAS BENDA TERAPUNG

MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA

Archimedes (Massa Jenis dan Gaya Angkat)

ANALISIS KELAYAKAN-PAKAI MINYAK PELUMAS SAE 10W-30 PADA SEPEDA MOTOR (4TAK) BERDASARKAN VISKOSITAS DENGAN METODE VISKOMETER BOLA JATUH

Dinamika Rotasi 1. Dua bola bermassa m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar.

FLUIDA. Alfiah indriastuti

SILABUS : : : : o Memformulasikan pengaruh torsi pada sebuah benda dalam kaitannya dengan gerak rotasi benda tersebut. o Mengungkap analogi +...

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

MEKANIKA FLUIDA. Nastain, ST., MT. Suroso, ST.

SOAL MID SEMESTER GENAP TP. 2011/2012 : Fisika : Rabu/7 Maret 2012 : 90 menit

MEKANIKA FLUIDA DAN HIDROLIKA

GAYA HIDROSTATIK DALAM FLUIDA BERLAPIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Fisika Umum (MA101) Zat Padat dan Fluida Kerapatan dan Tekanan Gaya Apung Prinsip Archimedes Gerak Fluida

3. besarnya gaya yang bekerja pada benda untuk tiap satuan luas, disebut... A. Elastis D. Gaya tekan B. Tegangan E. Gaya C.

BAB FLUIDA A. 150 N.

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

POTENSIAL LISTRIK. Mengingat integral garis dari medan listrik tidak bergantung pada bentuk lintasan, maka didefinisikan suatu besaran baru, yaitu

FISIKA STATIKA FLUIDA SMK PERGURUAN CIKINI

K13 Antiremed Kelas 11 Fisika

Integral yang berhubungan dengan kepentingan fisika

Modul Sifat dan Operasi Gaya. Ir.Yoke Lestyowati, MT

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG MKKS KOTA PADANG KISI-KISI PENULISAN SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP

Eksperimen 1 dari 3 MENENTUKAN MASSA JENIS BENDA PADAT DENGAN PRINSIP GAYA KE ATAS

ρ =, (1) MEKANIKA FLUIDA

FLUIDA STATIS 15B08001 ALFIAH INDRIASTUTI

HUKUM NEWTON TENTANG GERAK DINAMIKA PARTIKEL 1. PENDAHULUAN

B. FLUIDA DINAMIS. Fluida 149

9. Dari gambar berikut, turunkan suatu rumus yang dikenal dengan rumus Darcy.

FLUIDA. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia

MODUL PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

BAB 1 Keseimban gan dan Dinamika Rotasi

STANDAR KOMPETENSI :

Panduan Praktikum 2009

2. FLUIDA STATIS (FLUID AT REST)

Fisika Umum (MA-301) Sifat-sifat Zat Padat Gas Cair Plasma

X. GEJALA GELOMBANG. Buku Ajar Fisika Dasar II Pendahuluan X - 1

1. Tujuan Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair berdasarkan hukum Archimedes.

Laporan Praktikum Fisika Dasar 1 Pengukuran Pada Benda Padat

FISIKA IPA SMA/MA 1 D Suatu pipa diukur diameter dalamnya menggunakan jangka sorong diperlihatkan pada gambar di bawah.

PERTEMUAN III HIDROSTATISTIKA

MEKANIKA TEKNIK. Sitti Nur Faridah

Bentuk Volumetric Irisan Kerucut (Persiapan Modul Cara Menghitung Volume Irisan Kerucut)

BAB V KINEMATIKA FLUIDA

PEMETAAN KONSEPSI MAHASISWA TENTANG HUKUM ARCHIMEDES

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

BAB DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

BAB V FLUIDA TAK BERGERAK

UJIAN AKHIR SEMESTER TAHUN AJARAN 2011/2012

III. TUJUAN Miniatur Jembatan Ponton 1

Rumus Minimal. Debit Q = V/t Q = Av

SMP kelas 8 - FISIKA BAB 5. TEKANANLatihan Soal 5.2

MEKANIKA FLUIDA BAB I

F A. Soal dan Pembahasan UAS Fisika X T.P.2014/2015

BAB III STATIKA FLUIDA

Rotameter adalah suatu alat ukur yang mengukur laju aliran berupa cairan atau gas dalam tabung tertutup.

5 Archimedes Bergelut dengan Lingkaran

ANTIREMED KELAS 10 FISIKA Fluida Statis - Latihan Soal

TEST KEMAMPUAN DASAR FISIKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Soal No. 2 Seorang anak hendak menaikkan batu bermassa 1 ton dengan alat seperti gambar berikut!

Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)

MODUL FISIKA SMA Kelas 10

Transkripsi:

BAB I KESEIMBANGAN BENDA TERAPUNG Tujuan Intruksinal Umum (TIU) Mahasiswa diharapkan dapat merencanakan suatu bangunan air berdasarkan knsep mekanika fluida, teri hidrstatika dan hidrdinamika. Tujuan Intruksinal Khusus (TIK) 1. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip hukum Archimedes 2. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip keseimbangan dan kestabilan 3. Mahasiswa dapat menghitung besar gaya apung dan pusat apung Mahasiswa dapat mengevaluasi kestabilan benda terendam atau terapung 4.1. Pendahuluan Benda yang terendam di dalam air akan mengalami gaya berat sendiri benda ( ) dengan arah vertikal ke bawah dan gaya tekanan air dengan arah vertikal ke atas. Gaya ke atas ini disebut dengan gaya apung atau gaya Buyancy (F B ). Ilustrasi gaya-gaya yang bekerja pada benda yang terendam dalam air dapat dilihat pada Gambar 4.1. F B Gambar 4.1. Gaya-gaya yang bekerja pada benda yang terendam dalam air

Jika : > F B maka benda pada kndisi tenggelam (4.1) = F B maka benda pada kndisi melayang (terendam) (4.2) < F B maka benda pada kndisi terapung (4.3) 4.2. Hukum Archimedes Hukum Archimedes (285-212 SM) menyatakan bahwa benda yang terapung atau terendam dalam zat cair akan mengalami gaya apung sebesar berat zat cair yang dipindahkan leh benda tersebut. Hukum Archimedes dapat diterangkan dengan memandang suatu benda sembarang yang terendam dalam zat cair diam (Gambar 4.2). B -z H h +x p F B Gambar 4.2. Gaya-gaya yang bekerja pada benda sembarang yang terendam Gaya-gaya yang bekerja adalah berat sendiri benda ( ) dan gaya hidrstatik yang bekerja pada seluruh permukaan yang terendam. Karena benda diam, maka gaya 40

hidrstatik pada arah hrizntal akan sama besar dan saling meniadakan, sedangkan gaya hidrstatik yang bekerja pada permukaan dasar benda merupakan gaya apung atau gaya Buyancy (F B ). Jika perhitungan dinyatakan dalam persatuan lebar maka: F = BH b (4.4) G F B = p. B, dimana p = air. h (4.5) Bila benda dalam keadaan diam, maka resultan gaya arah vertikal maupun hrisntal sama dengan nl. a. F x = 0 (4.6) F F B = FG b. = 0 z p. B = F F G = air.. h B = A (4.7) G air. dengan A adalah vlume persatuan lebar benda yang terndam. 4.3. Kestabilan Benda Terapung Suatu benda dikatakan stabil bila benda tersebut tidak terpengaruh leh ganguan kecil (gaya) yang mencba membuatnya tidak seimbang. Bila sebaliknya benda itu dikatakan dalam keadaan tidak stabil atau labil. Suatu benda terapung dalam keseimbangan stabil apabila titik pusat berat benda (B ) berada di bawah titik pusat apung benda (A ) dan jika sebaliknya maka benda dalam keseimbangan 41

tidak stabil. Apabila titik pusat berat benda (B ) berimpit dengan titik pusat apung benda (A ) maka benda dikatakan dalam keseimbangan sembarang (indifferent) B B A A A = B Stabil A < B Labil A > B Indifferent A = B Gambar 4.3. Kestabilan benda yang terapung Kndisi stabilitas benda terendam maupun terapung dapat diketahui berdasarkan tinggi metasentrumnya (m). Titik metasentrum adalah titik ptng antara garis vertikal melalui pusat apung benda setelah digyangkan dengan garis vertikal melalui berat benda sebelum digyangkan (Gambar 4.4). B m H h F B p F B Gambar 4.4. Tinggi metasentrum 42

Tinggi metasentrum ditentukan dengan rumus : dimana : m I = A B (4.8) I = mmen inersia tampang benda yang terptng permukaan zat cair = vlume zat cair yang dipindahkan benda A B = jarak antara pusat apung dan pusat benda Berdasarkan nilai tinggi metasentrum (m) maka dapat ditentukan bahwa, jika m > 0 maka benda dikatakan stabil, m = 0 maka benda dikatakan dalam stabilitas netral (indifferent), dan jika m < 0 benda dikatakan labil. 4.4. Perlatihan 1). Diketahui silinder berdiameter D=3 3 meter dan tinggi 3 meter terbuat dari bahan dengan rapat relatif 0,8. Benda tersebut mengapung di dalam air dengan sumbunya vertikal. Hitung tinggi metasentrum dan selidiki stabilitas benda tersebut. H=3m h 43

Penyelesaian D=3 S = benda air = 0.8 H=3m A O B h benda = 0.8 x air = 0,8 x 1 = 0,8 t/m 3 Berat benda, = ¼.π. D 2 x H x benda Berat air yang dipindahkan, F B = ¼.π. D 2 x h x air Dalam keadaan mengapung, maka : = F B ¼.π. D 2 x H x benda = ¼.π. D 2 x h x air Kedalaman benda terendam : benda h = xh = 0,8x3 = 2,4 air meter Dari Gambar terlihat bahwa : B = ½ H = ½ x 3 = 1,5 meter A = ½ h = ½ x 2,4 = 1,2 meter A B = 1,5 1,2 = 0,3 meter Mmen inersia tampang yang terendam (lingkaran) I = 1/64 x π x D 4 = 1/64 x 3,14 x 3 4 = 3,9761 m 4 44

lume air yang dipindahkan = ¼ π x D 2 x h = ¼ x 3,14 x 3 2 x 2,4 = 16, 965 m 3 Tinggi metasentrum I m = A B 3,9761 = 0,3 16,965 = -0,066 meter Karena m < 0, menunjukan bahwa m berada di bawah B, sehingga benda tidak stabil 2). Diketahui serang dengan berat 100 kg, berdiri di tengah papan yang yang ada di air. Ukuran papan : p x l x t adalah 6 m x 0,4 m x 0,3 m. Letak titik pusat berat rang 0,5 meter di atas papan. Bila kayu = 0,8 t/m 3 dan air = 1,0 t/m 3, selidikilah kestabilan pengapungannya. 0,5 m 0,3 m 0,4 m 6,0 m 45

Penyelesaian Berat papan = 0,3 x 0,4 x 6 x 0,8 = 0,576 tn Berat rang = 0,1 tn Berat ttal, = 0,676 tn Titik berat seluruh benda ( dari dasar papan). B = 0,1 (0,5 + 0,3) + 0,576 x ½ x 0,3 0,1x 0,8 + 0,576x0,15 B = 0,676 = 0,268 meter ( dari dasar papan) Misalkan papan tenggelam sedalam h meter, maka : lume yang dipindahkan adalah = air 6 x 0,4 x h x air = 2,4 x h = 0,676 h = 0,282 meter Letak pusat apung A = ½ h = ½ x 0,282 = 0,141 meter Maka : A B = 0,268 0,141 = 0, 127 meter Mmen inersia tampang yang terendam (persegi panjang) I = 1/12 BH 3 = 1/12 x 6 x 0,4 3 = 0,032 m 4 46

lume air yang dipindahkan = 6 x 0,4 x h x air = 6 x 0,4 x 0,282 x1 = 0,676 m 3 Tinggi metasentrum I m = A B = 0,032 0,127 0,676 = -0,0797 meter Karena m < 0, menunjukan bahwa m berada di bawah B, sehingga benda tidak stabil 47