MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA KIT LISTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII.1 SMPN 7 Kubung dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II KAJIAN TEORI. 2.1 Kajian Teori Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran matematika di sd

BAB I PENDAHULUAN. menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENINGKATAN KETERLIBATAN DAN MINAT BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERMODIFIKASI PERMAINAN ULAR TANGGA

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah tempat berlangsungnya penelitian terletak di Jalan Basuki

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Kata Kunci: Model Kooperatif Tipe STAD, PowerPoint 2007, Hasil Belajar.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari

BAB I PENDAHULUAN. mahasiswa kurang berkembang akan berdampak pada sikap mahasiswa yang apatis,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelajaran fisika adalah salah satu mata pelajaran yang sampai saat ini masih dianggap sulit oleh siswa,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengalaman dan latihan terjadi melalui interaksi antara individual dan

BAB I PENDAHULUAN. Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan oleh

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS

Abas. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan PMIPA FKIP UNIB ABSTRAK

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari

IRAWATI (Mahasiswa Jurusan S1 PGSD FIP UNG) Pembimbing Drs. Djotin Mokoginta, M.Pd Irvin Novita Arifin, S.Pd, M.Pd ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. Pembelajaran IPA di sekolah saat ini menuntut para guru harus selalu. kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan melalui

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PADA MATERI POKOK GERAK LURUS DI KELAS X SMA SWASTA UISU MEDAN

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Oleh. Sarlin K. Dai Meyko Panigoro La Ode Rasuli Pendidikan Ekonomi

Suherman Guru Fisika SMA Negeri 1 Stabat dan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Pascasarjana Unimed

DEIKSIS - JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah suatu kompleks perbuatan yang sistematis untuk

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

BAB I PENDAHULUAN. Kelas merupakan bagian terkecil dalam suatu sistem pembelajaran di

I. PENDAHULUAN. hasil belajar siswa disekolah. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori Pembelajaran IPA di SD Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dengan menggunakan sumber belajar dapat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih

QUANTUM, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, Vol.3, No.2, Oktober 2012, hlm

BAB II KAJIAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

Oleh: Akhmad Mustangin ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. Cindy Noor Indah putri, 2014

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Lingkungan di Kelas 1 SD Negeri 10 Tolitoli

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARANSTADPADA PEMBELAJARAN IPA DI MADRASAH TSANAWIYAH

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran digunakan guru sebagai

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MICROSOFT POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 5 KOTA BENGKULU

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Oleh: Mulyani SD Negeri 3 Karanggandu, Watulimo, Trenggalek

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVELOPMENT

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI HIMPUNAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS VI

BAB II KAJIAN TEORITIK. 1. Pengertian Kemampuan Pemahaman Konsep. konsep. Menurut Sudjiono (2013) pemahaman atau comprehension dapat

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS

Jurnal Publikasi Pendidikan Volume VI Nomor 2 Juni 2016 ISSN

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGHITUNG ARITMATIKA SOSIAL MELALUI PENERAPAN MODEL STAD. Kasurip

Oleh Lilik Sujayanti SD Negeri 1 Sawahan Kabupaten Tranggalek

Peningkatan Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Team Assisted Individualization

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi Vo. 3, No. 1, September 2016, Hal ISSN : Copyright 2016 by LPPM UPI YPTK Padang

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions. Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang

TINJAUAN PUSTAKA. A. Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X

BAB III METODE PENELITIAN. Sukarame Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Sedangkan waktu

Lasyuri, Peningkatan Hasil Belajar...

LENTERA Jurnal Ilmiah Kependidikan ISSN : Vol. 10 No 2 (2015) 33-42

BAB I PENDAHULUAN. Kurikulum 2013 akhirnya resmi diterapkan meskipun belum dilakukan di

Antonius Girsang Guru SMP Negeri 3 Berastagi Surel :

Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 02/Tahun XVIII/November 2014

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA PADA MATA KULIAH MENGGAMBAR CAD

P 39 Desain Pembelajaran Statistika Deskriptif Untuk Siswa SMA Dengan Pendekatan Kooperatif Learning Sebagai Upaya Penanaman Pendidikan Karakter

BAB I PENDAHULUAN. matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari sejak SD. sampai SMA bahkan perguruan tinggi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik, 2002: 57) dalam

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BILANGAN BULAT UNTUK SISWA KELAS IV SD MELALUI KOOPERATIF TIPE STAD

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan aktifitas yang berupaya untuk mengembangkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. sehingga siswa dapat berhasil dengan baik dalam belajarnya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Oleh: Sri Wahyuni SDN 3 Malasan, Durenan, Trenggalek

BAB II KAJIAN PUSTAKA. sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang lebih silih asah, silih asih dan

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6

Syifa ur Rokhmah. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Negeri Malang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Dasar 1945 alinea ke-4 yang berbunyi...untuk membentuk suatu Pemerintah

Seminar Nasional Fisika 2012 Jakarta, 9 Juni Intan Irawati. 1. Pendahuluan

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa pada Pra Siklus No Aspek yang Diamati Kategori Kemunculan Jumlah Siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

17 Media Bina Ilmiah ISSN No

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DITINJAU DARI HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS 4 SD

2013 IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG SIFAT BAHAN DAN KEGUNAANNYA

ILHAMSYAH. Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Jurusan Pendidikan Islam Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan

METODE PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION)

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas V Melalui Model Kooperatif Tipe STAD di SD Inpres 1 Ongka

Transkripsi:

USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI METODE KOOPERATIF STAD DENGAN MEDIA KIT LISTRIK Oleh : ARDINANSYAH DEPARTEMEN AGAMA M Ts NEGERI TENGGARONG KUTA KERTANEGARA 2008 1

A. Judul Penelitian Meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Fisika melalui metode kooperatif STAD dengan media kit listrik. B. Bidang Kajian Pembelajaran fisika, metode kooperatif STAD dan media kit listrik C. Pendahuluan Dewasa ini timbul kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran fisika terutama dalam memahamai materi pembelajaran rangkaian listrik seri dan paralel. Hal ini disebabkan oleh suatu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Para siswa lebih tertarik untuk menggunakan teknologi modern seperti handphone (HP) dan internet. Secara umum siswa menampilkan sikap kurang semangat bersemangat, bergairah dan tidak siap dalam pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar siswa kurang aktif beinteraksi antara siswa dengan guru maupun siswa dengan siswa. Mereka cenderung lebih menunggu apa yang disajikan oleh guru. Oleh karena itu perlu dicari cara-cara yang praktis dan mengena untuk membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Melalui pemikiran bersama teman sejawat maka penulis mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk menongkatkan pembelajaran Fisika agar siswa dapat beminat dan termotivasi untuk belajar. Salah satu metode mengajar yang dipakai dalam meningkatan minat dan motivasi belajar Fisika untuk materi rangkaian listrik seri dan 2

paralel adalah melalui model kooperatif STAD. Selajutnya untuk memudahkan pemahaman siswa penulis menggunakan media pembelajaran beupa kit listrik. D. Perumusan dan Pemecahan Masalah 1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui metode kooperatif STAD dengan media kit listrik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika? 2. Pemecahan Masalah Mata pelajaran IPA berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam, mengembangkan keterampilan, wawasan, dan kesadaran teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari dan prasyarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah serta peningkatan kesadaran terhadap kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Mata pelajaran Fisika SLTP, konsep dan sub konsep dipelajari melalui penelitian sederhana, percobaan dan sejumlah kegiatan praktis dengan fokus pada pengembangan keterampilan proses. Pada siswa kelas IX untuk mata pelajaran IPA-fisika di semester V diperkenalkan dengan materi rangkaian listrik, tujuan pelajaran ini siswa mampu menyusun rangkaian listrik tertutup tentang adanya arus listrik 3

pada rangkaian itu dan mampu berhipotesis setelah mengenal ciri-ciri beberapa komponen listrik. Salah satu materi yang dibahas adalah konsep rangkain seri dan paralel. Hambatan aliran muatan listrik disebut juga resistor. Dalam rangkaian listrik, resistor dapat disambung dengan dua cara, yaitu seri dan paralel. Tapi bisa juga disambung dengan cara campuran yaitu paralel dan seri secara bersama-sama. Materi ini layak diajarkan menggunakan metode kooperatif STAD, karena siswa dapat saling bekerjasama untuk mempelajari, mempraktikan, menganalisa dengan diskusi. Sealin itu dengan dibantu dengan media pembelajaran kit listrik siswa dapat melihat secara langsung demonstrasi penyambungan seri dan paralel secara mudah. E. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar. 2. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui etektifitas metode kooepratif STAD dengan dibantu media pembelajaran berupa kit listrik dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa kelas IX M Ts Negeri Tenggarong 4

F. Kontribusi Hasil Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Guru Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pengajaran di kelasnya 2. Peserta didik Sebagai bahan masukan bagi peserta didik untuk memanfaatkan metode koopeatif STAD dan media kit listrik dalam rangka meningkatkan minat dan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan pula prestasi belajar. G. Kajian Pustaka Minat peserta didik terhadap suatu pelajaran bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan prestasi belajar peserta didik. Minat peserta didik menurut Winkel (1987) termasuk faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar yang termasuk faktor ekstern. Minat inilah yang dapat menimbulkan motivasi siswa untuk belajar. Mata Pelajaran Fisika di SLTP merupakan perluasan dan pendalaman IPA di Sekolah Dasar (SD) dan sebagai dasar untuk mempelajari perilaku benda dan energi serta keterkaitan antara konsep dan penerapannya dalam kehidupan nyata. Pembelajaran IPA di SLTP menurut kurikulum bertujuan agar siswa dapat: 1) Meningkatkan kesadaran akan kelestarian lingkungan kebanggaan nasional, dan kebesaran serta kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, 2) Memahami konsep-konsep IPA dan saling keterkaitannya, 3) Mengembangkan daya 5

penalaran untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, 4) Mengembangkan keterampilan proses untuk memperoleh konsep-konsep IPA dan menumbuhkan nilai dan sikap ilmiah, 5) Menerapkan konsep dan prinsip IPA untuk menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, dan 6) Memberikan bekal pengetahuan dasar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Salah satu upaya yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar Fisika pada materi arus listrik rangkaian seri dan paralel adalah model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) dengan pendekatan Student Team Achievement Devisions (STAD). Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Menurut Slavin (1995) Pada pembelajaran kooperatif diajarkan keterampilan-keterampilan khusus agar dapat bekerja sama dengan baik di dalam kelompoknya, seperti menjadi pendengar yang baik, siswa diberi lembar kegiatan yang berisi pertanyaan atau tugas yang direncanakan 6

untuk diajarkan. Selama kerja kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan. Menurut Carin (1993) Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif adalah; (a) setiap anggota memiliki peran, (b) terjadi hubungan interaksi langsung di antara siswa, (c) setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, (d) guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, (e) guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok tradisional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Menurut Slavin (1994) tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Ada empat pendekatan pembelajaran kooperatif salah satu satu pendekatan adalah Student Team Achievement Devisions (STAD) dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru yang menggunakan STAD, juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki dan 7

perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial, kuis, satu sama lain dan atau melakukan diskusi. Secara individual setiap minggu atau setiap dua minggu siswa diberi kuis. Kuis itu diskor, dan tiap individu diberi skor perkembangan. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa, tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampaui rata-rata skor yang lalu. Setiap minggu pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain, diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi, siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi, atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. H. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. Rencana Penelitian a. Subjek penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX M Ts Negeri Tenggarong sebanyak 40 siswa. b. Tempat Penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di M Ts Negeri Tenggarong. 8

c. Waktu Penelitian Waktu penelitian selama 2 bulan Agustus hingga September disesuikan dengan kalender pendidikan dan program tahunan PBM. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester V Tahun pelajaran 2008/2009. d. Lama Tindakan Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Agustus hingga September dengan menggunakan 2 (dua) siklus yang masing-masing siklus terdiri 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan waktunya 2 x 45 menit. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan pokok bahasan yang ada di kelas IX. Masing-masing siklus dilaksanakan dengan dilengkapi instrumen/alat observasi. Siklus pertama dirancang dengan dasar refleksi awal, selanjutnya siklus kedua didasarkan atas refleksi siklus pertama. 2. Prosedur Penelitian Dalam penelitian tindakan kelas ini instrumen yang digunakan adalah observasi/pengamatan untuk guru, angket dan catatan lapangan. Angket diberikan kepada peserta didik setelah penelitian tindakan pada siklus I dan siklus II untuk mengukur motivasi siswa terhadap pelajaran Fisika. Catatan dilapangan dilaksanakan pada saat PBM sedang berlangsung untuk memperoleh beberapa temuan tentang kegiatan guru dan siswa dalam PBM. Siklus Pertama Fase 1: 9

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Fase 2: Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Fase 3: Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Fase 4: Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Fase 5: Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Fase 6: Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. Siklus Kedua Refleksi dari sklus pertama guru melaksanakan prosedur sama seperti siklus pertama : Fase 1: Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka. Fase 2: Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. 10

Fase 6: Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok. I. Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan Minggu ke 1 2 3 4 5 1 Perencanaan Agustus 2008 X 2 Proses Belajar Mengajar X X X 3 Evaluasi X 4 Pengumpulan Data X 5 Analisis Data X 6 Penyusunan Hasil PTK September 2008 X X 7 Pelaporan X X J. Biaya Penelitian Rincian biaya dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : 1. Fotocopy : Rp 20.000,00 2. Kertas Kwarto 1 rim : Rp 27.000,00 3. Menjilid Laporan : Rp 5.000,00 4. Rental Komputer :Rp 100.000,00 JUMLAH : Rp 147.000,00 K. Personalia Peneliti Nama : Ardinansyah NIP : 131 849 131 Uni Kerja : M Ts Negeri Tenggarong, Kutai Kertanegara Tugas dalam penelitian : Untuk memenuhi persyaratan sertifikasi guru L. Sumber Rujukan Slavin, R. (1993) Cooperative Learning : Theory, Research ang Practice. Englewood Cliff, NJ: Prentice Hall. 11