BAB I PENDAHULUAN (1-1)

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PENELITIAN KAJIAN KOMPUTASI KUANTISASI SEMIKLASIK VIBRASI MOLEKULER SISTEM DIBAWAH PENGARUH POTENSIAL LENNARD-JONES (POTENSIAL 12-6)

BAB I PENDAHULUAN. keadaan energi (energy state) dari sebuah sistem potensial sumur berhingga. Diantara

PROJEK 2 PENCARIAN ENERGI TERIKAT SISTEM DI BAWAH PENGARUH POTENSIAL SUMUR BERHINGGA

POK O O K K O - K P - OK O O K K O K MAT A ERI R FISIKA KUANTUM

Wacana, Salatiga, Jawa Tengah. Salatiga, Jawa Tengah Abstrak

HAND OUT FISIKA KUANTUM MEKANISME TRANSISI DAN KAIDAH SELEKSI

Getaran Dalam Zat Padat BAB I PENDAHULUAN

BAB IV OSILATOR HARMONIS

PROBABILITAS PARTIKEL DALAM KOTAK TIGA DIMENSI PADA BILANGAN KUANTUM n 5. Indah Kharismawati, Bambang Supriadi, Rif ati Dina Handayani

BAB FISIKA ATOM. Model ini gagal karena tidak sesuai dengan hasil percobaan hamburan patikel oleh Rutherford.

Jurnal MIPA 39 (1)(2016): Jurnal MIPA.

Mengenal Sifat Material. Teori Pita Energi

Mekanika Kuantum. Orbital dan Bilangan Kuantum

MATERI PERKULIAHAN. Gambar 1. Potensial tangga

PERKEMBANGAN TEORI ATOM

FISIKA MODERN. Pertemuan Ke-7. Nurun Nayiroh, M.Si.

BAGIAN 1 PITA ENERGI DALAM ZAT PADAT

Apa itu Atom? Miftachul Hadi. Applied Mathematics for Biophysics Group. Physics Research Centre, Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Chap 7a Aplikasi Distribusi. Fermi Dirac (part-1)

KB.2 Fisika Molekul. Hal ini berarti bahwa rapat peluang untuk menemukan kedua konfigurasi tersebut di atas adalah sama, yaitu:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penyusun bagian-bagian atom sangat menentukan sifat benda/materi. Untuk mengetahui bagaimana atom bergabung sehingga dapat mengubah bahan sesuai

SIFAT GELOMBANG PARTIKEL DAN PRINSIP KETIDAKPASTIAN. 39. Elektron, proton, dan elektron mempunyai sifat gelombang yang bisa

FUNGSI GELOMBANG DAN RAPAT PROBABILITAS PARTIKEL BEBAS 1D DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRANK-NICOLSON

BAB III OPERATOR 3.1 Pengertian Operator Dan Sifat-sifatnya

= (2) Persamaan (2) adalah persamaan diferensial orde dua dengan akar-akar bilangan kompleks yang berlainan, solusinya adalah () =sin+cos (3)

SOAL LATIHAN PEMBINAAN JARAK JAUH IPhO 2017 PEKAN VIII

koefisien a n dan b n pada persamaan (36) dan (37), yaitu

FUNGSI GELOMBANG. Persamaan Schrödinger

BAB I PENDAHULUAN. akibat dari interaksi di antara penyusun inti tersebut. Penyusun inti meliputi

Batasan KIMIA FISIKA DALTON BOHR M. KUANTUM

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MODUL -1. STRUKTUR ATOM dan SISTEM PERIODIK UNSUR- UNSUR

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

Struktur Molekul:Teori Orbital Molekul

PARTIKEL DALAM SUATU KOTAK SATU DIMENSI

FONON I : GETARAN KRISTAL

Apa yang dimaksud dengan atom? Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Alamat: Karangmalang, Yogyakarta 55281

MATERI II TINGKAT TENAGA DAN PITA TENAGA

Antiremed Kelas 12 Fisika

FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB

Bunyi Teori Atom Dalton:

STRUKTUR ATOM DAN PERKEMBANGAN TEORI ATOM 0leh: Ramadani. sinar bermuatan negatif. kecil pembentuk atom tersebut yaitu

U = Energi potensial. R = Jarak antara atom

PERSAMAAN SCHRÖDINGER TAK BERGANTUNG WAKTU DAN APLIKASINYA PADA SISTEM POTENSIAL 1 D

Atom menyusun elemen dengan bilangan sederhana. Setiap atom dari elemen yang berbeda memiliki massa yang berbeda.

APLIKASI TEORI THOMAS-FERMI UNTUK MENENTUKAN PROFIL KERAPATAN DAN ENERGI ATOM HIDROGEN, ATOM LITIUM, DAN MOLEKUL!!

PENDAHULUAN FISIKA KUANTUM. Asep Sutiadi (1974)/( )

Teori Atom Mekanika Klasik

KONTRAK PERKULIAHAN. Kode Mata Kuliah/SKS : FI 3412/3 (tiga) Semester/Tahun Akademi : Genap/2016/2017 : Telah mengikuti kuliah Fisika Modern

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari Gas elektron bebas yang mencakup: Elektron

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

model atom mekanika kuantum

BAB 2 STRUKTUR ATOM PERKEMBANGAN TEORI ATOM

PERKEMBANGAN MODEL ATOM DI SUSUN OLEH YOSI APRIYANTI A1F012044

BA B B B 2 Ka K ra r kt k eri r s i tik i k S is i tem Ma M kr k o r s o ko k p o i p k i Oleh Endi Suhendi

PARTIKEL DALAM BOX. Bentuk umum persamaan orde dua adalah: ay" + b Y' + cy = 0

2. Deskripsi Statistik Sistem Partikel

Fungsi Gelombang Radial dan Tingkat Energi Atom Hidrogen

ANALISIS SOAL UJIAN HARIAN KELAS XI BAB: TEORI ATOM MEKANIKA KUANTUM, BENTUK MOLEKUL, DAN GAYA ANTARMOLEKUL

Elektron Bebas. 1. Teori Drude Tentang Elektron Dalam Logam

PENDAHULUAN. Atom berasal dari bahasa Yunani atomos yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.

XV. PENDAHULUAN FISIKA MODERN

16 Mei 2017 Waktu: 120 menit

BAB II DASAR TEORI. A. Kemagnetan Bahan. Secara garis besar, semua bahan dapat dikelompokkan ke dalam bahan magnet. seperti terlihat pada Gambar 2.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

STRUKTUR ATOM. Perkembangan Teori Atom

Simulasi Sifat Fisis Model Molekuler Dinamik Gas Argon dengan Potensial Lennard-Jones

SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu. Sumber Belajar. Penilaian kinerja sikap, tugas dan tes tertulis

Hukum Termodinamika 1. Adhi Harmoko S,M.Kom

BAB FISIKA ATOM I. SOAL PILIHAN GANDA

Statistik + konsep mekanika. Hal-hal yang diperlukan dalam menggambarkan keadaan sistem partikel adalah:

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Momentum Linier. Hoga saragih. hogasaragih.wordpress.com

Struktur dan Ikatan Kimia. Muhamad A. Martoprawiro

BAB V MOMENTUM ANGULAR Pengukuran Simultan Beberapa Properti Dalam keadaan stasioner, momentum angular untuk elektron hidrogen adalah konstan.

FISIKA SET 9 RELATIVITAS EINSTEIN DAN INTI ATOM DAN LATIHAN SOAL SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA A. RELATIVITAS KHUSUS. a. Relativitas kecepatan

Struktur atom. Bagian terkecil dari materi disebut partikel. Beberapa pendapat tentang partikel materi :

2 A (C) - (D) - (E) -

jadi olahragawan, jadi wartawan, jadi pengusaha, jadi anggota DPR, jadi menteri, atau mungkin juga jadi presiden. Bagi mereka itu pemahaman ilmu

Bab 6. Elektron Dalam Zat Padat (Teori Pita Energi)

FISIKA. Sesi TEORI ATOM A. TEORI ATOM DALTON B. TEORI ATOM THOMSON

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Dapat menambah informasi dan referensi mengenai interaksi nukleon-nukleon

IX. Aplikasi Mekanika Statistik

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Teori Relativitas Umum Einstein

BAB VIII STRUKTUR ATOM

BAB 19 A T O M. A. Pendahuluan

Setelah Anda mempelajari KB-1 di atas, simaklah dan hafalkan beberapa hal penting di. dapat dihitung sebagai beriktut: h δl l'

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sanden Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/1 Alokasi Waktu : 3 JP

FISIKA MODERN DAN FISIKA ATOM

Momen Inersia. distribusinya. momen inersia. (karena. pengaruh. pengaruh torsi)

BAB FISIKA ATOM. a) Tetes minyak diam di antara pasangan keping sejajar karena berat minyak mg seimbang dengan gaya listrik qe.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Chap 7. Gas Fermi Ideal

PERTEMUAN KEEMPAT FISIKA MODERN TEORI KUANTUM TENTANG RADIASI ELEKTROMAGNET TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS MULAWARMAN

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN Penelitian tentang analisis system fisis vibrasi molekuler yang berada dalam pengaruh medan potensial Lenard-Jones atau dikenal pula dengan potensial 6-2 sudah dilakukan. Kajian tentang masalah ini menjadi sangat menarik untuk dikaji mengingat medan potensial yang mempengaruhi sistem gayut terhadap letak dan tidak simetri, sehingga penyelesaiannya menjadi tidak sederhana. Kegayutan terhadap letak ini mengandung konsekuensi logis pada keadaankeadaan energi yang tekuantisasi tersebut menjadi unik dan menarik. Dalam mekanika kuantum dikenal berbagai model potensial V yang mana kehadirannya berpengaruh terhadap karakteristik sistem zarah yang pengaruhinya, diantaranya potensial sumur tak hingga, potensial sumur berhingga, potensial sumur bertangga, potensial Lennard_Jones dan lain-lain. Model-model tersebut didesain dengan tujuan untuk mendekati bagaimana perilaku zarah yang berada di bawah pengaruh potensial tersebut. Disamping model-model potensial tersebut, ada satu bentuk potensial unik yang selanjutnya akan dikaji oleh peneliti dalam penelitian ini, yaitu potensial Lennard-Jones. Potensial ini juga dikenal dengan potensial 2-6 oleh karena bentuknya yang melibatkan pangkat 2 dan 6 pada suku-sukunya. Secara eksplisit potensila ni dapat dituliskan sebagai 2 6 a a V(r) = 4Vo (-) r r Kalau bentuk-bentuk potensial yang disebut di atas didesain untuk mengetahui perilaku zarah tunggal, maka bentuk potensial Lennard-Jones dimodelkan untuk mengetahui bagaimana perilaku

molekul diatomik (misalnya O 2 ) yang terdiri atas dua inti yang terikat bersama-sama oleh elektron-elektron yang mengitarinya. Secara analitis zarah tunggal yang berada di bawah pengaruh potensial sumur tak berhingga, potensial sumur berhingga atau potensial sumur bertangga dapat diselesaikan dengan kecakapan matematis biasa. Dilain pihak, kecakapan matematis tidak cukup untuk menyelesaikan persamaan yang melibatkan potensial Lennard- Jones. Penyelesaian yang rumit tersebut akan dapat diatasi dengan pendekatan numerik melalui komputasi numerik berbantuan komputer. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut,. Bagaimana membuat algoritma yang sesuai untuk memecahkan persamaan Schroedinger bebas waktu sistem zarah yang berada dalam pengaruh medan potensial Lennard-Jones. 2. Bagaimana menentukan posisi dan kecepatan partikel diatomik tersebut melalui pendekatan numerik. 3. Bagaimana memperoleh harga-harga energi terikat pada sistem molekul diatomik yang berada dalam pengaruh medan potensial Lennard Jones. 4. Bagaimana menentukan trayektori partikel pada setiap keadaan energi terikat. TUJUAN PENELITIAN Berdasar pada perumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini antara lain 2

. Menentukan posisi dan kecepatan partikel yang berada dalam pengaruh medan potensial Lennard-Jones 2. Menentukan posisi dan kecepatan partikel diatomik tersebut melalui pendekatan numerik. 3. Memperoleh harga-harga energi terikat pada sistem molekul diatomik yang berada dalam pengaruh medan potensial Lennard Jones. 4. Menentukan trayektori partikel pada setiap keadaan energi terikat. MANFAAT PENELITIAN Sumbangan yang dapat diberikan melalui hasil dari penelitian ini antara lain adalah :. Dengan bantuan komputer, permasalahan mencari energi untuk setiap state pada sistem di bawah pengaruh potensial Lennard- Jones dapat diatasi. 2. Diperoleh informasi yang jelas tentang karakteristik dari sistem molekul diatomik yang berada di bawah pengaruh potensial Lennard-Jones. 3. Mendukung penelitian di bidang ilmu atomik. 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ditinjau sebuah molekul diatomik (misalnya O 2 ) yang terdiri atas dua inti yang terikat bersama-sama oleh elektron-elektron yang mengitarinya. Karena massa inti jauh lebih besar dibandingkan dengan elektron, maka dapat dipahami bahwa elektron memiliki gerakan yang lebih gesit dibandingkan dengan inti atom. Ini berarti bahwa elektron dapat dengan mudah menyesuaikan terhadap perubahan posisi inti. Masalahnya adalah, bagaimana apabila gerakan inti dipengaruhi oleh potensial V yang hanya gayut terhadap r yang merupakan jarak antara kedua inti. Secara umum V adalah penarikan pada jarak yang jauh (interaksi Vanderwaals) dan penolakan pada jarak yang dekat (interaksi Coulomb pada inti dan larangan Pauli pada elektron). Bentuk umum potensial yang dapat menghandle permasalahan ini adalah potensial Lennard-Jones atau potensial 2-6 seperti pada (-). Secara grafis, potensial Lennaard Jones dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar 2-. V r in r min r out r - V o p r Gambar 2-. Potensial Lennard-Jonnes (atas) dan Trayektori dalam ruang fase (bawah) 4

Potensial berada pada posisi minimum pada r =2 6 a dengan kedalaman V o. Inti yang memiliki massa yang besar melakukan dua bentuk gerakan yaitu gerak rotasi dan gerak vibrasi. Dalam penelitian ini, yang ditinjau adalah gerak vibrasi yang menyebabkan terbentuknya keadaan-keadaan dengan energi tertentu. Penyelesaian untuk keadaan terikat akan melibatkan persamaan Scroedinger yang mengambil bentuk dengan ħ2 d 2 n 2 dx V r =E 2 n n n (2-) V r adalah potensial Lennard-Jones dan massa tereduksi dari kedua inti. μ = mm m+ M adalah Massa inti yang besar memberi implikasi pada gerakan yang mendekati gerak klasik. Oleh karena itu, nilai aproksimasi dari energi vibrasi E n dapat diperoleh dengan meninjau gerak klasik inti dalam potensial V dan menggunakan aturan kuantisasi untuk menentukan energinya. Kuantisasi ini untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Bohr- Somerfeld dan selanjutnya oleh Wilson, yang kelak menjadi cikal bakal dari teori kuantum modern. V o Gerak klasik intermolekuler pada sistem terjadi pada daerah < E < 0. Jarak antara inti-inti yang berosilasi secara periodik (tetapi tidak wajib harmonis) antara titik balik dalam r in dan titik balik luar r out. Selama melakukan osilasi tersebut, terjadi pertukaran energi dari energi kinetik dari gerak relativnya dengan energi potensial. Oleh karena itu total energi mengambil bentuk 2 p E = 2m +V(r) (2-2) 5

dengan E adalah konstan dan p adalah momentum relatif inti. Selanjutnya dapat difikirkan tentang osilasi pada energi tertentu. Secara eksplisit persamaan trayektori dapat diperoleh dengan memecahkan persamaan (2-2) untuk p [ 2m( E V(r) )] 2 p(r) = ± (2-3) gerak klasik yang digambarkan di atas terjadi pada setiap energi diantara Vo dan 0. Untuk mengkuantisasikan gerak di atas, dan memperoleh harga aproksimasi pada niai eigen E n yang muncul pada pada persamaan Scroedinger (2-). Apabila ditinjau untuk usaha (tak berdimensi) pada suatu energi tertentu S(E) = k(r) dr (2-4) dengan k r = ħ p r adalah bilangan gelombang de Broglie. Integral (5) merupakan integral satu sikel osilasi penuh. Sedangkan usaha yang dilakukan ditunjukkan oleh daerah (dengan satuan ħ ) yang dilingkupi oleh trayektori ruang fase. Aturan kuantisasi menegaskan bahwa pada energi-energi yang diijinkan E n, usaha yang dilakukan adalah setengah integral dikalikan 2π. Jadi dengan menggunakan pernyataan (2-3) dan dengan mengingat kembali bahwa osilasi yang terjadi selalu melalui nilai r dua kali ( sekali dengan p positiv dan sekali dengan p negativ, maka kita memiliki S E n =2 2m ħ 2 r out [ E n V r ] r 2 dr= n 2 (2-5) 2 6

7