BAB 5 KOMPONEN DASAR SISTEM KONTROL



dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN TEORITIS

pengendali Konvensional Time invariant P Proportional Kp

BAB III DINAMIKA PROSES

BAB II TEORI. 2.1 Pengertian Sistem Pengaturan

BAB II LANDASAN TEORI. berefisiensi tinggi agar menghasilkan produk dengan kualitas baik dalam jumlah

UJI PERFORMANSI PADA SISTEM KONTROL LEVEL AIR DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN KONTROLER PID

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PEMBAKARAN PADA DUCTBURNER WASTE HEAT BOILER (WHB) BERBASIS LOGIC SOLVER

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI

X Sistem Pengendalian Advance

BAB 1 FILOSOFI DASAR SISTEM KONTROL

SISTEM PENGATURAN MOTOR DC MENGGUNAKAN PROPOTIONAL IINTEGRAL DEREVATIVE (PID) KONTROLER

Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA SISTEM FLOW CONTROL amdea DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

Instrument adalah alat-alat atau perkakas. Instrumentation adalah suatu sistem peralatan yang digunakan dalam suatu sistem aplikasi proses.

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem kontrol adalah proses pengaturan ataupun pengendalian

Makalah Seminar Kerja Praktek KONTROL TEMPERATUR PADA RICH SOLUTION HEATER (101-E) DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG

BAB II LANDASAN TEORI. membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur.

Strategi Pengendalian

Makalah Seminar Kerja Praktek Analisis Pressure Control Pada Absorber (101-C1) di CO 2 Removal Field Subang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menunjukkan tinggi dari permukaan cairan disebut sebagai alat ukur level.

TUGAS AKHIR RESUME PID. Oleh: Nanda Perdana Putra MN / 2010 Teknik Elektro Industri Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang

VIII Sistem Kendali Proses 7.1

Desain Kendali pada Sistem Steam Drum Boiler dengan Memperhitungkan Control Valve

BAB II DASAR TEORI. kontrol, diantaranya yaitu aksi kontrol proporsional, aksi kontrol integral dan aksi

Sistem pengukuran Sistem pengukuran merupakan bagian pertama dalam suatu sistem pengendalian Jika input sistem pengendalian salah, maka output salah

BAB VIII SISTEM KENDALI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI

RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC

PERANCANGAN PENGENDALI POSISI LINIER UNTUK MOTOR DC DENGAN MENGGUNAKAN PID

IDENTIFIKASI DAN DESAIN CONTROLLER PADA TRAINER FEEDBACK PRESSURE PROCESS RIG Satryo Budi Utomo, Universitas Jember

Pertemuan ke-14 Pengontrolan l var iabel ll l ana og menggunakan PLC: Algoritma PID

REDESAIN GAS METERING STATION

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI & PENGENDALIAN PROSES

Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol

PENGENDALI PID. Teori kendali PID. Nama Pengendali PID berasal dari tiga parameter yg secara matematis dinyatakan sebagai berikut : dengan

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor Ultrasonik HCSR04. Gambar 2.2 Cara Kerja Sensor Ultrasonik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian sebelumnya berjudul Feedforward Feedback Kontrol Sebagai

IX Strategi Kendali Proses

MAKALAH. Sistem Kendali. Implementasi Sistim Navigasi Wall Following. Mengguakan Kontrol PID. Dengan Metode Tuning Pada Robot Beroda

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA HASIL SIMULASI. III, aspek keseluruhan dimulai dari Bab I hingga Bab III, maka dapat ditarik

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

SISTEM KENDALI DIGITAL

PENGENDALIAN PROSES EVAPORASI PADA PABRIK UREA MENGGUNAKAN KENDALI JARINGAN SARAF TIRUAN

Gambar 2. front panel dan block diagram

1.1 DEFINISI PROSES KONTROL

FUZZY LOGIC UNTUK KONTROL MODUL PROSES KONTROL DAN TRANSDUSER TIPE DL2314 BERBASIS PLC

Perancangan Sistem Pengendalian Tekanan dan Laju Aliran Untuk Kebutuhan Refueling System Pada DPPU Juanda-Surabaya

BAB II DASAR SISTEM KONTROL. satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu

Presentasi Tugas Akhir Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - ITS

BAB V KALIBRASI DAN PENGUJIAN SISTEM 72 BAB V KALIBRASI DAN PENGUJIAN SISTEM

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

Rancang Bangun Sistem Pengendalian Level pada Knock Out Gas Drum Menggunakan Pengendali PID di Plant LNG

SIMULATOR RESPON SISTEM UNTUK MENENTUKAN KONSTANTA KONTROLER PID PADA MEKANISME PENGENDALIAN TEKANAN

SISTEM KENDALI POSISI MOTOR DC Oleh: Ahmad Riyad Firdaus Politeknik Batam

PERANCANGAN PID SEBAGAI PENGENDALI ph PADA CONTINUOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR)

Studi Pemodelan Bond Graph dan Perancangan Pengontrol Proportional + Integral untuk Level Boiler dan Temperatur Penukar Kalor pada Sistem Miniplant

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN LEVEL DAN INTERLOCK STEAM DRUM DENGAN DUA ELEMEN KONTROL DI PT. INDONESIA POWER UBP SUB UNIT PERAK.

Syahrir Abdussamad, Simulasi Kendalian Flow Control Unit G.U.N.T Tipe 020 dengan Pengendali PID

Implementasi Modul Kontrol Temperatur Nano-Material ThSrO Menggunakan Mikrokontroler Digital PIC18F452

BAB VII METODE OPTIMASI PROSES

BAB VI PENGUJIAN SISTEM. Beberapa skenario pengujian akan dilakukan untuk memperlihatkan

Mengacu kepada materi kuliah Ir,Abdul Wahid DTK-FTUI

+ - KONTROLER. Σ Kontroler Plant. Aktuator C(s) R(s) Sensor / Elemen ukur

TI-3222: Otomasi Sistem Produksi

PERANCANGAN KONTROLER KASKADE FUZZY UNTUK PENGATURAN TEKANAN PADA PRESSURE CONTROL TRAINER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI KONTROLER PID DALAM PENGENDALIAN POSISI STAMPING ROD BERBASIS PNEUMATIC MENGGUNAKAN ARDUINO UNO

ANALISIS PENERAPAN PID CONTROLLER PADA AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR)

2. Pengendalian otomat dengan tenaga hydroulic

PENGENDALI P - Proporsional. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Ir.Muchammad Ilyas Hs DONY PRASETYA ( ) DOSEN PEMBIMBING :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

SIMULASI KONTROL PID UNTUK MENGATUR PUTARAN MOTOR AC

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. menggerakan belt conveyor, pengangkat beban, ataupun sebagai mesin

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

BAB 3 SISTEM DINAMIK ORDE SATU

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

Supervisory Control and Data Acquisition. Karakteristik Dasar Sensor

LAPORAN PROJECT MATA KULIAH TEKNOLOGI KENDALI PROSES. Project Water Level Contol dan Project Silo to Silo Menggunakan Conveyor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengukuran level adalah yang berkaitan dengan keterpasangan terhadap

PENGENDALIAN LINGKUNGAN PERTANIAN

Makalah Seminar Kerja Praktek CONTROL SYSTEM PADA FURNACE 12F1(FOC I) PT. PERTAMINA RU IV CILACAP

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

PERANCANGAN SISTEM KONTROL ph BERBASIS SINTESA REAKSI INVARIAN DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA STUDI KASUS TITRASI ASAM HCl DAN BASA NaOH

Desain PI Controller menggunakan Ziegler Nichols Tuning pada Proses Nonlinier Multivariabel

BAB 1 PENDAHULUAN. poros yang cukup besar sehingga sangat banyak digunakan. Dalam mengatasi sesuatu

Oleh : Heldi Usman

BAB I PENDAHULUAN. Analisis penerapan Kontroler PID Pada AVR Untuk Menjaga Kestabilan Tegangan di PLTP Wayang Windu

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo,Surabaya

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Transkripsi:

BAB 5 KOMPONEN ASAR SISTEM KONTROL 5. SENSOR AN TRANSMITER Sensor: menghasilkan fenomena, mekanik, listrik, atau sejenisnya yang berhubungan dengan variabel proses yang diukur. Trasmiter: mengubah fenomena ini ke dalam sinyal yang dapat ditransmisikan. Ada 3 hal penting: ) Range of the instrument: harga yang rendah dan tinggi Misal: sensor/transmiter tekanan yang telah dikalibrasi untuk mengukur tekanan proses antara 20 psig dan 50 psig 2) Span of the instrument: beda antara harga tinggi dan rendah; dari contoh berarti spannya 30 psi. 3) Zero of the instrument: harga range yang rendah; dari contoh berarti zeronya 20 psig. Untuk menggambarkan perilaku sensor/transmiter: Gain of a sensor/transmitter (rasio antara span keluaran dan span masukan). Ada 2 jenis gain: ) Gain yang konstan Contoh: sensor/transmiter tekanan elektronik yang memiliki range 0-200 psig dengan sinyal keluarannya 4-20 ma, maka: K T 20 ma 4 ma 200 psig 0 psig 0,08 ma psi Komponen asar Sistem Kontrol 56

2) Gain sebagai sebuah fungsi Contoh: sensor tekanan differensial yang digunakan untuk mengukur tekanan differensial (h) yang melalui orifis. Persamaan sinyal keluaran dari transmiter tekanan differensial elektronik: 6 M F 4 + ( F F ) 2 max 2 M F sinyal keluaran (ma) dan F aliran volumetrik Gainnya: K dm df 2(6) ( F F T ) 2 max F (Gain sebagai fungsi aliran). Respon dinamik dari sensor/transmiter lebih cepat dari pada proses, sehingga konstanta waktu dan dead time diabaikan. Fungsi alihnya hanya berisi gain yang murni. Karena sifatnya dinamik, maka fungsi alih instrument dinyatakan dalam sistem orde-satu atau orde-dua: K T G ( s) τ s + atau K T G ( s) 2 2 τ s + 2τξs + 5. 2 CONTROL VALVE Control valve merupakan elemen kontrol akhir yang umum. Ia bekerja sebagai sebuah pembatasan yang berubah-ubah (variable restricton) dalam pipa proses. Aksi control valve Pertanyaan Tindakan apa yang kita inginkan terhadap valve saat suplai energinya gagal Jawabannya berkaitan dengan posisi gagal (fail position) dari valve. Pertimbangan utama: safety. Komponen asar Sistem Kontrol 57

Ada 2 jenis control valve berdasarkan suplai udara, yaitu: ) Fail-open (FO) atau air-to-close (AC) Udara instrumen Gambar 5. Control valve jenis FO/AC Gambar 5. menunjukkan bahwa posisi awal katup jenis ini adalah terbuka atau dengan kata lain, bila tidak ada suplai udara (fail) maka katup terbuka (open). Untuk menutupnya (close) diperlukan suplai udara (air). 2) Fail-closed (FC) atau air-to-open (AO) Udara instrumen Gambar 5.2 Control valve jenis FC/AO Gambar 5.2 menunjukkan bahwa posisi awal katup jenis ini adalah tertutup atau dengan kata lain, bila tidak ada suplai udara (fail) maka katup tertutup (close). Untuk membukanya (open) diperlukan suplai udara (air). Pemilihannya tergantung prosesnya, bahkan proses secara keseluruhan. Contoh: Proses pemanasan yang baik adalah menggunakan FC valve; tetapi kalau fluida yang dipanasi itu berupa polimer yang kalau pemanasnya mati bisa terjadi solidasi maka yang aman adalah menggunakan FO valve. Komponen asar Sistem Kontrol 58

Control valve sizing adalah prosedur perhitungan koefisien aliran valve (C V ); disebut juga metode C V. Koefisien C V : jumlah US gallon per menit air yang mengalir melalui valve yang terbuka lebar dengan pressure drop psi yang melewati valve. Masing-masing manufaktur berbeda-beda dalam menghitung C V. Seleksi pressure drop disain Control valve dapat mengubah laju alir hanya dengan menghasilkan atau menyerap pressure drop (P) dari sistem. Secara ekonomi P berarti rugi karena tekanan biasanya berasal dari pompa atau kompresor. Sehingga P harus rendah. Tapi: P rendah ukuran valve besar initial cost besar, dan sebaliknya. Kompromi: P 20-50% dari total P dinamik keseluruhan sistem pipa Aturan yang umum P 25% atau 0 psi Aktual: tergantung situasi dan kebijakan perusahaan Karakteristik aliran control valve Agar mencapai pengontrolan yang baik lup kontrol seharusnya mempunyai personalitas tetap Ini berarti seluruh proses (didefinisikan sebagai kombinasi dari sensor/transmiter/unit proses/valve) seharusnya mempunyai gain, konstanta waktu, dan dead time sekonstan mungkin. Sistem yang mempunyai personalitas tetap disebut sistem linear. Sifat alamiah kebanyakan proses adalah nonlinear, maka sensor/transmiter/unit proses juga nonlinear. Karakteristik aliran vontrol valve: hubungan antara aliran melalui valve dan posisi valve yang divariasikan dari 0-00%. Ada 2 tinjauan: karakteristik aliran inheren (inherent flow characteristic): berhubungan dengan pressure drop (P) yang melewati katup tetap karakteristik aliran terpasang (installed flow characteristics): karakteristik yang diobservasi saat katup berada dalam berbagai P dan perubahan lain dalam sistem. Komponen asar Sistem Kontrol 59

Gambar 5.3 menunjukkan tiga kurva karakteristik aliran inheren yang umum. Bentuk kurva diperoleh dengan kontur permukaan sumbat katup kemudian ke dudukan (seat) katup. Ketiga kurva karakteristik itu adalah: karakteristik aliran linear: aliran secara langsung proporsional dengan jumlah lintasan katup (valve travel) atau posisi katup. Lintasan katup 50%, aliran yang melalui katup adalah 50% dari aliran maksimum. karakteristik aliran persentase sama: aliran sangat kecil saat memulai posisi katup, tapi terbuka mendekati posisi buka penuh aliran naik (rangeability besar) karakteristik aliran bukaan cepat (quick opening): aliran besar pada posisi katup rendah (rangeability kecil) Gambar 5.3 Kurva karakteristik aliran inheren Control valve gain Installed gain dan inherent gain berbeda. Inherent gain untuk valve persentase equal bervariasi terhadap posisi valve, sedangkan untuk valve linear konstan. Installed gain untuk valve persentase equal lebih kontan dari pada valve linear. Komponen asar Sistem Kontrol 60

5. 3 KONTROLER Kontroler adalah otak lup kontrol. Ia membuat keputusan dalam sistem kontrol dengan melakukan:. Membandingkan sinyal proses dari transmiter, variabel yang dikontrol, dengan setpointnya. 2. Mengirim sinyal yang cocok ke control valve; atau elemen kontrol akhir lainnya dalam rangka menjaga variabel yang dikontrol pada setpoint-nya. Aksi Kontroler Ada 2 jenis aksi kontroler:. Aksi berlawanan (reverse action) atau turun: bila harga output naik maka kontroler mengurangi sinyal output (udara tekan atau arus)-nya. 2. Aksi searah (direct action) atau naik: sebaliknya. Pada Gambar 5.4 di bawah ini: Pada HE bila digunakan jenis valve AO: aksi berlawanan Pada pengontrolan level bila menggunakan valve AO: aksi searah; bila AC atau inputnya yang dikontrol aksinya berlawanan. Gambar 5.4 Aksi kontroller pada HE dan pengontrolan level Komponen asar Sistem Kontrol 6

Jenis Kontroler. Kontroler Proporsional (P). 2. Kontroler Proporsional Integral (PI). 3. Kontroler Proporsional eravatif (P). 4. Kontroler Proporsional Integral eravatif (PI). Gambar 5.5 Grafik berbagai jenis kontroler. Kontroler Proporsional (P). Karakteristiknya: overshoot tinggi waktu penetapan besar periode osilasi sedang adanya offset/droop/steady-state error: beda antara setpoint dan control point (harga controlled variable pada kesetimbangan baru); offset terjadi karena aksi kontrol proporsional dengan error. gainnya: Kc sangat mempengaruhi error, makin besar Kc makin kecil offsetnya, meski ada harga Kc maksimum. istilah lain gain: proportional band (PB); PB PB yang kecil atau tipis 00 Kc yang besar sama dengan Kc definisi lain PB: error yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran tambahan dari kontroler ke control valve Komponen asar Sistem Kontrol 62

2. Kontroler Proporsional Integral (PI) aksi integral bukan untuk mengembalikan ke error nol, tapi menjaga pada harga yang ia meuncul di sepanjang waktu, sehingga ada output yang cukup untuk membuka control valve tidak ada offset respon lebih lambat, karena error tidak dapat dihilang-kan dengan cepat harga overshoot paling tinggi dipakai bila kelemahan di atas ditoleransi sementara offset tidak disebut pula reset action gainnya: Kc + dengan τ I waktu reset/integral τ I s 3. Kontroler Proporsional erivatif (P) disebut juga anticipatory/rate control aksi kontrol didasarkan pada mode derivatif yang terjadi hanya saat error berubah efeknya mirip dengan proporsional dengan gain yang tinggi respon sangat cepat overshoot sangat rendah ada offset tapi lebih kecil gainnya: Kcε + τ dε dt dengan τ waktu derivatif 4. Kontroler Proporsional Integral erivatif (PI) paling baik, tapi paling mahal mengkompromi antara keuntungan dan kerugian kontroler di atas offset dihilangkan dengan aksi integral, sedangkan aksi derivatif menurunkan overshoot dan waktu osilasi digunakan pada sistem yang agak lamban/melempem kontroler sering dipasang karena berbagai kepandaian yang dimilikinya dan bukan karena analisis sistem mengindikasikan kebutuhan akan ketiga mode kontrol di atas gainnya: Komponen asar Sistem Kontrol 63

Komponen asar Sistem Kontrol 64 bentuk asal: + + s s Kc I τ τ bentuk aktual (menggunakan lead/lag): + + + s s s Kc I ατ τ τ dengan α 0,05-0,