Formulir Permohonan Paten

dokumen-dokumen yang mirip
Formulir Permohonan Paten

Formulir Permohonan Paten

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI

Nomor HK.3-H P Jakarta, 03 Desember Hal : Pemberitahuan Persyaratan Formalitas Telah Dipenuhi

PATEN. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Apakah Paten itu?

Operasional Pendafataran Paten, Merek dan Hak Cipta. Sofyan Arief Konsultan HKI RI

Y. PEMBERITAHUAN PERPANJANGAN JANGKA WAKTU PENYAMPAIAN SPT TAHUNAN PPh WP ORANG PRIBADI FORMULIR TAHUN PAJAK

PERANCANGAN MESIN PENCACAH SAMPAH TYPE CRUSHER

Operasional Pendafataran Paten, Merek dan Hak Cipta

DRAFT PATENT ALAT PEMBANGKIT ENERGI MEKANIK DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI POTENSIAL AIR

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI

DESAIN MESIN KOMPOSTER SKALA INDUSTRI KECIL

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

III. Kuasa Pendaftaran : 1. N a m a :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sampah dan Jenis Sampah Sampah merupakan sesuatu yang dianggap tidak berharga oleh masyarakat. Menurut Hadiwiyoto

LEMBAR PERTAMA UNTUK PERUSAHAAN

ANALISIS MESIN PEMOTONG BAGIAN ATAS GELAS PLASTIK

TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH GELAS PLASTIK. Oleh : RAHMA GRESYANANTA FABIAN SURYO S Pembimbing

Dengan ini mengajukan permohonan Izin Praktik untuk dapat melakukan pekerjaan sebagai Konsultan Pajak.

A. CONTOH FORMULIR PERMOHONAN NOTARIS UNTUK DITUNJUK DALAM PENDAFTARAN WAJIB PAJAK BADAN SECARA ELEKTRONIK

PERAKITAN ALAT PENGAYAK PASIR SEMI OTOMATIK

Paten Pengertian Paten Prosedur Permohonan Dan Pendaftaran Paten

DRAF PATEN. 10 Judul Usulan Invensi: BILAH TURBIN ANGIN DENGAN PENGENDALIAN SUDUT PITCH BILAH. Oleh: Dr. Ramadoni Syahputra, S.T., M.T.

BAB IV ANALISA PERBANDINGAN DAN PERHITUNGAN DAYA

Laporan Tugas Akhir BAB IV MODIFIKASI

PERMOHONAN IZIN USAHA INDUSTRI (IUI) KECIL, MENENGAH, BESAR

LAMPIRAN I PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER-5/PJ/2011 TENTANG : TATA CARA PENGAJUAN DAN PENELITIAN ATAS PERMOHONAN

FORMULIR ISIAN SURAT PERMOHONAN IZIN LOKASI PERPANJAGAN II

METODE PENGUJIAN KEPADATAN RINGAN UNTUK TANAH

DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

MENGOPTIMALKAN EFISIENSI MESIN PELEMBUT SEBAGAI PENGOLAH AWAL PROSES DAUR ULANG SAMPAH RUMAH TANGGA BERKAPASITAS 3 m³ PER JAM

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 242, Tam

TRANSMISI RANTAI ROL

Bentuk Laporan Kegiatan Penanaman Modal Tahap Pembangunan LAPORAN KEGIATAN PENANAMAN MODAL TAHAP PEMBANGUNAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENCATATAN PENGALIHAN PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SURAT EDARAN SEKRETARIS UTAMA LEMBAGA ILMU PENGETAHUN INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011

Intellectual Property Right (IPR) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sumber: Ditjen HKI - Republik Indonesia. Latar Belakang

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENCATATAN PENGALIHAN PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

FORMULIR PERMOHONAN IJIN LOKASI

FORM PROFIL PERUSAHAAN PENYEDIA TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Nomor :... (3) : Permohonan untuk Penetapan Kelompok Harta Berwujud Bukan Bangunan Untuk Keperluan Penyusutan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 2000 TENTANG DESAIN INDUSTRI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR 446/Kpts/HK.310/7/2004 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENDAFTARAN KONSULTAN PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN R.I. NOMOR : 14/M-DAG/PER/3/2007 TANGGAL : 7 Maret 2007 DAFTAR LAMPIRAN

BAB III PERENCAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

PANDUAN PENGUSULAN PROGRAM UNGGULAN BERPOTENSI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (UBER-HKI)

CHEK LIST PERSYARATAN DAN ALUR PELAYANAN PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA RESTORAN

Buku Panduan Permohonan Paten bagi Sivitas Akademika IPB

KOP SURAT PERUSAHAAN

IJIN GANGGUAN (HO) BARU/PERLUASAN DAN PERUBAHAN IJIN / GANTI NAMA

Nomor : 199/E5.1/LL/III/ Maret 2016 Lampiran : satu set Perihal : Program Unggulan Berpotensi HKI (UBER HKI) Tahun 2016

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWASAN PANGAN IRADIASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2013 TENTANG

(dibuat diatas kertas kop perusahaan) Perihal : Permohonan Penetapan sebagai Pialang Berjangka yang melaksanakan kegiatan penerimaan Nasabah secara

Nomor :..., Lampiran : Perihal : Permohonan Persetujuan sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam Sistem Resi Gudang

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENCATATAN PENGALIHAN PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERMOHONAN TANDA DAFTAR INDUSTRI (TDI)

BAB III PERANCANGAN DAN PERHITUNGAN

FORMULIR PENGUNGKAPAN HKI FRM/DRI/HKI/002 02; 4 Oktober 2013

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1991 TENTANG TATA CARA PERMINTAAN PATEN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PROSES PEMBUATAN CONUS 6 DENGAN FORGING PRESS DI PT. BAKRIE AUTOPARTS BALARAJA

PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL. Oleh: Chandra Dewi Puspitasari

Nama Perusahaan :... A l a m a t. Sebagai produsen atau pembuat pakan dengan bahan pakan :...

TATA CARA DAN PERSYARATAN PENGAJUAN IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) (Dasar Hukum : Perda No. 7 Tahun 2002)

Diskripsi MESIN PEMBUBUR DAGING BUAH-BUAHAN

Tugas Akhir RM 0504 RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK PADA RUMAH TANGGA. Oleh : Ellza Gita Wardhany ( )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

(dibuat di atas kertas kop perusahaan)

BAB II LANDASAN TEORI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG SYARAT DAN TATA CARA PENCATATAN PENGALIHAN PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

(menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), Replace (mengganti barang berpotensi sampah ke arah bahan recycle). Untuk menunjang langkah tersebut m

-1- PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 2 /BC/2011 TENTANG PENGELOLAAN JAMINAN DALAM RANGKA KEPABEANAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER-41/PJ/2015 TENTANG

E M. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Apakah Merek itu?

MENGGAMBAR TEKNIK I. Jl. Letjend Suprapto No.73 Kebumen - Jawa Tengah 54311

PERATURAN BUPATI KARANGANYAR NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG IZIN USAHA ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGANYAR,

LAMPIRAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR:../POJK.04/2016 TENTANG NOTARIS YANG MELAKUKAN KEGIATAN DI PASAR MODAL OTORITAS JASA KEUANGAN

PERENCANAAN MESIN PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK DENGAN KAPASITAS SAMPAI 30 KG/JAM SKRIPSI

FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI IMPOR LIMBAH NON BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

PERMOHONAN IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (IUJK)

PERMOHONAN IJIN USAHA INDUSTRI ( IUI ) Nomor:

Transkripsi:

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA RJ DKEKTORAT JENDERAL HAK KlKAYAAN INTELEKTUAL dibuat langkap 4 Formulir Permohonan Paten DUsi oleh petu2as Tanggal Pengajuan : Nomor pennohonan; I Dengan ini saya/kami *) (71) Nama Alamat^) Warga Negara Telepon NPWP Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Inovasi Gedung Inovasi - LIPI Jl. Raya Jakarta Bogor KM. 47 Cibinong, Bogor - 16912 Mengajukan permohonan paten/pait?9%^ei$9^i^qxx [ 1 Yang merupakan pennohonan paten Intemasional/PCT dengan nomor : (74) melalui/tidak melalui ) Konsultan Paten Nama Badan Hukimi') Alamat Badan Hukum ^) : [ ] Nama Konsultan Paten Alamat^) Nomor Konsultan Paten Telepon / fax (54) dengan judul invensi : PISAU PENGHANCUR SAMPAH [ ] Permohonan Paten ini merupakan pecahan dari permohonsuj pat6n nonk>r :

I (72) Nama dan kewarganegaraan i^tra invent<»:: Diisi oleh pemeas [ ] 1. Fahriansyah, S.T., M.T. waiga negara Indonesia 2. Kioeso Andrianto, S.T., M.Eng. ^varga negara Indonesia (30) Pennohonan paten ini diajukan dengan/tidak dengan *) hakprioritas *) [ ] Negara: Tgl. Penerimaan permohoimn Nomor imotitas Bersama ini saya lampirkan ^ : 1 (satu) rangk^: [ ] suratkuasa [ X ] sural pengalihan hak atas penemuan [ ] bukti pemilikan hak atas penemuan [ ] bukti penunjukan negara tujuan ( >0/E0) [ ] dokumen prioritas dan terjemahannya [ ] dokumen permohonan paten Intemasional/PCT [ ] sertifikat penyimpanan jasad renik dan terjemahannya Ix) dokumen lain (sebutkan) : Surat Pemyataan Invensi dari Kepala Pusat Inovasi LIPI 1 i dan 3 (tiga) rangkap invensi yang terdiri dari: [ X ] uraian halaman [X] klaim I buah tx] abstrak [x] gambar buah menyertai ^strak pada saat dilakukan pengumuman atas permohonan paten (UU No. 14 Tahun 2001)

DemiMan permohonan pated ini saya/kami ajukan untuk dapat diproses lebih lanjut Pemohon, NIP. 197008051989121001 ( ) Ketenmgan : 1) Jika lebih dari satu orang maka cukup satu saja yang dicantumkan dalam formulir ini sedangkan lainnya harap ditulis pada lampiran tambahan. 2) Adalah alamat kedinasan/siirat-menyurat. 3) Jika Konsultan Paten yang ditunjuk bekerja pada Badan Hukum tertentu yang bergerak dibidang konsultan paten maka sebutkan nama Badan Hukum yang bersangkutan. 4) Jika lebih dari ruang yang disediakan agar ditalis pada lampiran tambahan. 5) Berilahtandasilang pada jenis dokumen yang saudaralampirican. 6) Jika permohonan paten diajukan oleh: I - Lebih dari satu orang, maka setiap orang ditunjiik oleh kelompok/group - Konsultan Paten maka beihak menandatangani adalah konsultan yang terdaftar di Kantor Paten. *) Coret yang tidak sesuai. j i Form No. OOl/P/HKI/2000 Tidak boleh diperbanyak dengan foto copy.

LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (INDONESIAN INSTITUTE OF SCIENCES) LIPI PUSAT INOVASI Komlte Akreditasi Nasional (CENTER FOR INNOVATION) International Certification Lembaga Sertifikasi SJstem Mutu Gedung Inovasi LIPI I Jl. Raya Bogor KM. 47, Clbinong 16912, Bogor, Jawa Services Barat, Indonesia LSSM 039 IDN Telp. 021-8791 7216, 7219 Fax. 021-8791 7221 www.inovasi.lipi.go.id I www.lipi.go.id I email : info.inovasi@mail.lipi.go.id Cibinong, 20 Oktober 2016 Nomor Lampiran Hal 6-2';35/JI.4/HK.06/X/2016 Permohonan Percepatan Publikasi Paten Kepada Yth. Direktur Paten DirektoratJenderai KI Kementerian Hukum & HAM RI di Jakarta Dengan hormat, Bersama ini kami sampaikan bahwa kami telah melakukan pendaftaran paten atas invensi NomorPendaftaran Judul TanggalPendaftaran Inventor Pisau Penghancur Sampah Fahriansyah, ST., M.T., Moeso Andrianto, ST., M.Eng Mengingat invensi tersebut sangat penting bagi kami maka dengan ini kami mengajukan permohonan percepatan publikasi atas invensi yang kami daftarkan tersebut. Segala prosedur dan administrasi untuk memperoleh percepatan tersebut telah kami penuhi. Demikian permohonan ini kami sampaikan. Sekiranya ada hal-hal yang masih diperlukan, akan kami segera lengkapi. Atas perhatian Ibu/Bapak Direktur, kami ucapkan terima kasih..,.xipi// Dr. Nurul Taufiqii Rbchman M.Eng. NIP. 19700805 198912 1 001 ^wssozosmsood -^.suebuap }!B>tJ919102/0...00000'002,..VNVAdnS...85:t'2:609102/01/02,UB na (oibua) 9 L B 8}8S BjaBeg ub>jbubs>)b!a 6UBA ublunmnbuad UB)Bd80J9cj W»»»9l02/09 99' l>ih

5 Bidang Teknik Invensi Invensi ini berkenaan dengan pisau penghancur sampah yang digunakan untuk mencacah, menghaluskan, cacahan dari sampah. dan menghasilkan serbuk 10 Latar Belakang Invensi Sampah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, disebutkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia 15 atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat, berupa zat organik atau anorganik, bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna ke lingkungan. lagi dan dibuang Permasalahan sampah yang tidak tertangani dengan baik bisa 20 mengakibatkan terganggunya kualitas lingkungan sebagai penopang kehidupan. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang cocok bagi tumbuh kembangnya organisme penyebab penyakit. Potensi penyakit yang ditimbulkan antara lain diare, kolera, tifus, jamur, cacingan, dan lain sebagainya. 25 Disamping itu sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air dan menghambat laju air yang bisa mengakibatkan banjir di musim penghujan. Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam rangka menangani sampah sejak ditimbulkan sampai dengan 30 pembuangan akhir. Permasalahan pengelolaan sampah telah melahirkan ide-ide dalam penciptaan mesin penghancur sampah. Salah satu bagian terpenting dalam mesin penghancur sampah adalah pisau sebagai pencacah agar sampah yang dihancurkan bisa memiliki ukuran-ukuran yang lebih halus sehingga bisa ditampung 35 oleh lingkungan dan/atau bahkan bisa didaur ulang.

2 Pisau pada mesin penghancur telah disajikan dalam paten Amerika Serikat nomor US 2005/0109866 Al yang dipublikasikan pada 26 Mei 2005 dengan judul "Shredder Blade Made By Punching And Bending". Dalam paten tersebut dijelaskan mengenai pisau 5 bermata dua yang pembuatan pisau ini dilakukan dengan cara menekan dan menekuk lembaran logam menjadi sebuah pisau dengan menggunakan mesin. Pisau penghancur ini hanya bisa menghancurkan lembaran kertas menjadi potongan-potongan kertas berukuran sekitar 4 mm x 40 mm. 10 Invensi lain yang berkaitan dengan pisau pada mesin penghancur sampah adalah paten Amerika Serikat nomor publikasi US 2009/0256020 Al yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2009 dengan judul "Shredder Blades And Methods For Producing Shredder Blades And/Or Shredder Blade Pairs". Dalam paten tersebut 15 dijelaskan mengenai pisau bermata tiga yang pembuatannya menggunakan metode menekan lembaran logam sampai terpotong membentuk pisau penghancur. Metode ini hanya bisa dilakukan pada lembaran logam dengan ketebalan sekitar 1 sampai 1,5 mm. Kelemahan-kelemahan invensi pisau penghancur terdahulu 20 tersebut dapat diatasi dengan invensi pisau penghancur pada invensi i n i yang memiliki 3 sampai 20 mata pisau dan proses pembuatannya dengan cara dicetak dan bahannya menggunakan baja karbon standar Japanese Industrial Standard (JIS) G 4051 tahun 1979 dengan kode S4 5C. Pisau penghancur sampah pada invensi ini 25 dapat menghasilkan cacahan sampah dengan tingkat kehalusan yang tinggi berkisar 60 sampai 80 mesh. Uraian Singkat Invensi Tujuan dari invensi ini adalah mendapatkan bentuk dan 30 disain pisau penghancur yang dapat mencacah dan menghancurkan sampah sampai tingkat kehalusan yang tinggi. Tujuan lainnya dari invensi ini adalah untuk mendapatkan faktor keamanan yang diizinkan pada material atau bahan logam pisau penghancur. Oleh karenanya pisau penghancur ini didesain 35 berbentuk lingkaran yang memiliki 3 sampai 20 mata pisau berbentuk cakar dengan sudut runcing yang mempunyai ketebalan 8

sampai 15 mm. Lubang poros pisau berada di tengah pisau berbentuk bulat dan/atau heksagonal. Pisau penghancur sampah dibuat dengan cara dicetak pada dapur cetakan dengan material baja karbon yang komposisi kimianya sesuai standar JIS G 4051 5 dengan kode S4 5C Uraian Singkat Gambar Gambar 1 menunjukkan gambar perspektif suatu pisau penghancur sampah menurut invensi i n i ; 10 Gambar 2 menunjukkan gambar tampak depan satu rangkaian pisau penghancur sampah dengan porosnya yang telah dirakit menurut invensi i n i ; Gambar 3 menunjukkan suatu gambar perspektif dari Gambar 2 menurut invensi i n i. 15 Uraian Lengkap Invensi Invensi ini bertujuan untuk menyediakan pisau penghancur sampah yang memiliki 3 sampai 20 mata pisau dengan lubang poros bulat dan/atau heksagonal yang berfungsi untuk mencacah dan 20 menghasilkan serbuk cacahan dari sampah dengan tingkat kehalusan yang tinggi berkisar 60 sampai 80 mesh. Bahan pisau ini menggunakan baja karbon tipe S45C(JIS) dengan nilai Young Modulus E = 206843 N/mm^. Mengacu pada Gambar 1 sampai 3, suatu pisau penghancur 25 sampah dibuat dengan dicetak di dapur tinggi dengan material baja karbon dengan standar JIS G 4051 dengan kode S45C. Pisau penghancur sampah mem^punyai 3 sampai 20 mata pisau (3), yang memiliki lima sudut runcing seperti cakar, dua buah sudut cakar ujung bagian bawah (9) dan sudut cakar ujung bagian atas (5), 30 dua buah sudut cakar atas pertama (6) dan sudut cakar atas kedua (8), dan sebuah sudut cakar belakang (8). Sebuah kurva cakar (10) dibawah ujung bagian bawah (9) dan sudut cakar ujung bagian atas (5). Sebuah lubang poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) berada di tengah pisau penghancur sampah (1). 35 Pisau penghancur sampah (1) dirangkai menjadi satu rangkaian sebanyak 3 sampai 30 pisau yang dihubungkan dengan poros (11)

4 yang memiliki dua bentuk bagian poros bulat dan/atau heksagonal (13) dan bagian poros silindris (12). Bagian poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (13) berada dilubang poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) bersinggungan langsung dengan 5 badan pisau penghancur sampah (2) dengan diameter 100 sampai 200 mm dan dengan ketebalan 8 sampai 15 mm. Bagian poros silindris (12) sebagai poros penerus putaran ke rangkaian pisau penghancur sampah ke puli. Pisau penghancur sampah yang disesain memiliki 3 sampai 20 10 mata pisau dapat menghancurkan sampah lebih halus, dimana pisau penghancur sampah yang sudah ada di pasaran secara umum menyediakan mata pisau sejumlah 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10' mata pisau. Semakin banyak mata pisau maka semakin tinggi tingkat kehalusan cacahan pisau penghancur sampah tersebut. 15 Proses pencacahan akan terjadi jika gaya pemotongan pada setiap pisau penghancur sampah melebihi kekuatan sobekan sampah. Gaya pemotongan yang diperlukan pada setiap pisau penghancur sampah adalah : 20 ~ luoo.g Keterangan : Fi = Gaya pemotongan tiap pisau (Kg) Ks = Kekuatan sobek sampah (ran) 25 S = Beban sampah maksimum (Lembar) g = Gravitasi (m/s^) Gaya pemotongan yang diperlukan untuk menghancurkan sampah dipengaruhi oleh banyaknya pisau dan jumlah mata pisau. Jadi, kekuatan pemotongan untuk arah vertikal dan horizontal dapat 30 dirumuskan sebagai berikut : Fi = Fi. i. k F2 = Fi.i.k Keterangan : Fi = Gaya potongan untuk arah vertikal (Kg) 35 Fa = Gaya potongan untuk arah horizontal (Kg)

5 Fi = Gaya potongan tiap pisau (Kg) 1 = Jumlah pisau k = Jumlah mata potongan pisau Dibawah ini juga disertakan tabel simulasi perbedaan desain 5 jumlah mata pisau terhadap efisiensi gaya potong tiap pisau yang tersaji pada tabel 1 sebagai berikut : Tabel 1. Simulasi perbedaan desain jumlah mata pisau terhadap efisiensi gaya potong pisau. Jumlah No Jumlah Pisau Mata Potongan Efisiensi (r)/%) Fi Fi F2 Pisau 1 3-30 3 72, 59 2 150 150 2 3-30 4 73,55 2 200 200 3 3-30 5 73,89 2 250 250 4 3-30 6 74, 63 2 300 300 5 3-30 7 75, 66 2 350 350 6 3-30 8 75, 86 2 400 400 7 3-30 9 76,30 2 450 450 8 3-30 10 77,16 2 500 500 9 3-30 16 78,23 2 800 800 10 3-30 17 78,23 2 800 800 11 3-30 18 78,23 2 800 800 12 3-30 19 78,23 2 800 800 13 3-30 20 78, 23 2 800 800 Invensi ini tidak dibatasi pada perwujudan di atas oleh karenanya dapat dibuat berbagai modifikasi. Selanjutnya berbagai perubahan bentuk dan detailnya dapat dibuat tanpa meninggalkan invensi i n i. 15

6 Klaim 1. Suatu pisau penghancur sampah (1) dengan bagian-bagian pisau yang terdiri dari : 3 sampai 20 mata pisau lebih disukai 16 mata pisau (3), yang 5 memiliki lima sudut runcing seperti cakar, dua buah sudut cakar ujung bagian bawah (9) dan sudut cakar ujung bagian atas (5), dua buah sudut cakar atas pertama (6) dan sudut cakar atas kedua (8), dan sebuah sudut cakar belakang (8); sebuah kurva cakar (10) di bawah ujung bagian bawah (9) dan sudut 10 cakar ujung bagian atas (5); sebuah lubang poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) berada di tengah pisau penghancur sampah (1); pisau penghancur sampah (1) dirangkai menjadi satu rangkaian sebanyak 3 sampai 30 pisau lebih disukai 25 pisau yang dihubungkan dengan poros (11) yang 15 memiliki dua bentuk bagian poros bulat dan/atau heksagonal (13) dan bagian poros silindris (12). 2. Pisau penghancur sampah (1) sebagaimana klaim 1 dimana bagian poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (13) berada dilubang 20 poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) bersinggungan langsung dengan badan pisau penghancur sampah (2) dengan diameter 100 sampai 200 mm lebih disukai 150 mm dan dengan ketebalan 8 sampai 15 mm lebih disukai 10 mm. 25 3. Suatu pisau penghancur sampah sebagaimana klaim 1 dimana bagian poros silindris (12) sebagai poros penerus putaran ke rangkaian pisau penghancur sampah ke puli. 30 35

7 Abstrak PISAU PENGHANCUR SAMPAH Invensi ini berhubungan dengan suatu pisau penghancur 5 sampah yang berfungsi untuk mencacah dan menghasilkan serbuk cacahan dari sampah dengan tingkat kehalusan yang tinggi berkisar 60 sampai 80 mesh. Pisau penghancur sampah dibuat dengan dicetak di dapur tinggi menggunakan material baja karbon dengan standar JIS G 4051 dengan kode S45C dengan nilai Young 10 Modulus E = 206843 N/mm^. Pisau penghancur sampah mempunyai 3 sampai 20 mata pisau (3), yang memiliki lima sudut runcing seperti cakar, dua buah sudut cakar ujung bagian bawah (9) dan sudut cakar ujung bagian atas (5), dua buah sudut cakar atas pertama (6) dan sudut cakar atas kedua (8), dan sebuah sudut 15 cakar belakang (8). Sebuah kurva cakar (10) dibawah ujung bagian bawah (9) dan sudut cakar ujung bagian atas (5). Sebuah lubang poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) berada di tengah pisau penghancur sampah (1). Pisau penghancur sampah (1) dirangkai menjadi satu rangkaian sebanyak 3 sampai 30 pisau yang 20 dihubungkan dengan poros (11) yang memiliki dua bentuk bagian poros bulat dan/atau heksagonal (13) dan bagian poros silindris (12). Bagian poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (13) berada dilubang poros berbentuk bulat dan/atau heksagonal (4) bersinggungan langsung dengan badan pisau penghancur sampah (2) 25 dengan diameter 100 sampai 200mm dan dengan ketebalan 8 sampai 15 mm. Bagian poros silindris (12) sebagai poros penerus putaran ke rangkaian pisau penghancur sampah ke puli. 30 (Gambar 1) 35

35 Gambar 1

2/3 35 Gambar 2

35