PENGATUR BUKA DAN TUTUP JENDELA SECARA OTOMATIS Nama : Chesar Rahmadi NPM : 21110565 Jurusan : Sistem Komputer Pembimbing : Jalinas, SKom, MM UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI 2013
Latar Belakang Saat hari libur kita sering menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dan ada sebagian keluarga yang memilih untuk berekreasi bersama. Jika di rumah kita biasa menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga atau menonton televisi, dan bermain game. Berbeda jika kita memilih liburan untuk berekreasi pasti akan lebih banyak hal yang akan kita jumpai di alam dan lebih banyak pengalaman yang kita dapatkan. Sangat menyenangkan jika libur telah tiba karena banyak hal yang dapat kita lakukan. Ada beberapa hal yang terkadang kita lupakan saat sedang berlibur di rumah maupun di luar rumah. Salah satu di antaranya yaitu lupa untuk menutup jendela. Kelihatannya memang seperti hal kecil tetapi akibatnya bisa sangat buruk, contohnya jika saat terjadi hujan dan kita lupa untuk menutup jendela maka hal yang akan terjadi adalah air hujan akan masuk melalui jendela, air hujannya juga dapat membasahi benda yang di letakkan di dekat jendela bahkan jika hujannya sangat lebat bisa berakibat tergenagnya air di lantai rumah sama halnya pada gedunggedung dengan langit-langit yang tinggi seperti pada rumah ibadah Masjid atau pabrik-pabrik sangat sulit untuk membuka dan menutup jendela yang berada di bagian atas secara langsung oleh manusia. Setelah melihat penjelasan di atas penulis akan menuliskan makalah tentang Pengatur Buka Dan Tutup Jendela Secara Otomatis.
Rumusan Masalah Berdasarkan dari kondisi yang ada, maka dibuatlah alat yang berguna untuk mempermudah pekerjaan manusia dengan adanya jendela otomatis ini. Jika suatu saat keadaan rumah di tinggal oleh penghuninya dan lupa untuk menutup jendela rumah jika suatu saat turun hujan jendela secara otomatis akan tertutup, begitupun sebaliknya bila keadaan cuaca sudah kembali cerah maka jendela secara otomatis akan kembali terbuka. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah merancang dan membuat alat yang berfungsi secara otomatis untuk menutup jendela secara otomatis sehingga mempermudah pekerjaan manusia yang jika sewaktu-waktu rumah di tinggalkan pemiliknya dan lupa menutup jendela saat hujan maka jendela akan tertutup secara otomatis yang di aplikasikan pada jendela otomatis berbasis mikrokontroler AT89S51.
Analisa Rangkaian Secara Blok Diagram Pada rangkaian Jendela Otomatis mempunyai beberapa blok rangkaian, dimana pada setiap blok diagram saling berkaitan untuk membentuk sebuah rangkaian Jendela Otomatis. Rangkaian Jendela Otomatis secara blok diagram dibagi menjadi beberapa blok, diantaranya :
Blok Aktivator Aktivator merupakan tegangan awal untuk mengaktifkan rangkaian yang diberikan pada seluruh rangkaian. Jika telah diberi aktivator, maka rangkaian aktif. Aktivator pada rangkaian ini adalah power atau daya 12V, Power memberikan tegangan pada seluruh blok. Blok Input Di blok input ini terdapat sensor air dan sensor cahaya (LDR). Kedua sensor ini berfungsi sebagai sumber inputan logika untuk AT89S51. Pada sensor cahaya, Jika LDR menerima cahaya maka LDR akan menghasilkan logika HIGH untuk inputan AT89S51, dan logika LOW jika LDR tidak menerima cahaya. Pada sensor air, jika sensor air terkena air, maka sensor air akan menghasilkan logika LOW untuk inputan AT89S51, dan logika HIGH jika sensor tidak terkena air. IC LM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-amp yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyai tegangan kerja antara +5 V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc.
Blok Proses IC AT89S51 Mikrokontroller AT89S51 disini berfungsi sebagai kontrol pusat dari seluruh kegiatan jendela otomatis. Seluruh inputan logika yang masuk ke AT89S51, diproses, dan kemudian ditentukan output yang tepat berdasarkan pemrograman yang ditanamkan dalam mikrokontroller AT89S51 ini. Blok Output Output berasal dari Motor DC. Pada rangkaian ini memiliki 2 buah sensor, yaitu sensor air dan sensor cahaya (LDR). Saat kondisi lingkungan panas dan tidak hujan, maka jendela akan terbuka (motor DC berputar searah jarum jam sampai saklar S1 tertekan). Dan apabila turun hujan maka jendela akan tertutup (motor DC berputar berlawanan jarum jam sampai saklar S2 tertekan). Jendela juga akan tertutup apabila dalam kondisi gelap. IC L293D berfungsi sebagai penggerak motor dc atau dapat dikatakan sebagai driver motor dc. IC inilah yang nantinya akan menggerakkan motor dc yang sebelumnya menerima perintah dari IC AT89S51. IC ini terdiri dari 16 pin kaki, setiap pin kaki IC ini berfungsi berbeda-beda.
Analisa Rangkaian Secara Algoritma Program menggunakan aktif low yang berarti bila sensor mendapatkan logika 0 adalah sensor akan aktif. Kondisi awal adalah sensor 1 dan sensor 2 diberi logika 1 yang menandakan sensor 1 dan sensor 2 tidak aktif. Kemudian sensor 1 dan sensor 2 menunggu inputan berupa logika 1 atau logika 0, bila sensor mendapatkan logika 0 menandakan bahwa sensor aktif dan bila sensor mendapat logika 1 menandakan bahwa sensor tidak aktif. Lalu masuk pada kondisi percabangan, sensor 1 mendapatkan logika 0 dan sensor 2 mendapatkan logika 1 maka jendela akan tertutup. Jika sensor 1 mendapatkan logika 0 dan sensor 2 mendapatkan logika 0 maka jendela akan terbuka. Ketika sensor 1 mendapatkan logika 1 dan sensor 2 mendapatkan logika 1 maka jendela tertutup. Bila sensor 1 mendapatkan logika 0 dan sensor 2 mendapatkan logika 0 maka jendela tertutup.
Analisa Rangakaian Secara Program Dari rancangan algoritma di atas maka dibuatlah program untuk mengendalikan alat ini yang sesuai dengan rangan algoritma diatas. Port yang dipakai adalah PORT.0 untuk input dari sensor air dan sensor cahya. Port untuk output motor dc adalah PORT.1 dan untuk switch yang berfungsi untuk perputaran motor dc adalah PORT.2. Program yang telah dibuat dan digunakan adalah sebagai berikut : $mod 51 org 00h mov p0,#0ffh mov p1,#0ffh mov p2,#0ffh mov p3,#0ffh pil :mov a,p0 buka :cjne a,#0ffh,tutup1 jnb p2.6,henti mov p1,#0dfh sjmppil tutup1 :cjne a,#0fdh,tutup2 jnb p2.7,henti mov p1,#0efh sjmppil tutup2 :cjne a,#0fch,tutup3 jnb p2.7,henti mov p1,#0efh sjmppil tutup3 :cjne a,#0feh,henti jnb p2.7,henti mov p1,#0efh sjmppil henti :mov p1,#0ffh sjmppil end
Tabel Pengamatan Berikut ini adalah tabel tentang output alat Jendela Otomatis, berupa pergerakan menutup atau mebuka jendela, berdasarkan 2 kondisi sensor, yaitu sensor air dan sensor cahaya.
Penjelasan Table : Nomor 1: Nomor 2: Nomor 3: Nomor 4 : Apabila sensor air terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang turun hujan dan sensor cahaya sedang gelap karna mendung maka outputnya adalah jendela akan tertutup. Apabila sensor air tidak terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang cerah dan sensor cahaya terkena cahaya karna kondisi cuaca sedang terang maka outputnya jendela akan terbuka. Apabila sensor air tidak terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang cerah dan sensor cahaya terkena cahaya gelap karna cuaca sedang mendung maka outputnya adalah jendela akan tertutup. Apabila sensor air terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang turun hujan dan sensor cahaya terkena cahaya karna kondisi cuaca sedang terang maka outputnya adalah jendela akan tertutup.
Kesimpulan Jendela Otomatis merupakan sebuah alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan dimana output atau keluaran dari alat Jendela Otomatis ini berupa pergerakan motor DC untuk membuka dan menutup jendela. Berikut ini adalah output dari alat Jendela Otomatis ini: 1. Apabila sensor air terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang turun hujan dan sensor cahaya terkena cahaya karna kondisi cuaca sedang terang atau kondisi cuaca sedang gelap karna mendung maka outputnya adalah jendela akan tertutup. 2. Apabila sensor air tidak terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang cerah dan sensor cahaya terkena cahaya karna kondisi cuaca sedang terang maka outputnya jendela akan terbuka. 3. Apabila sensor air tidak terkena air hujan karna kondisi cuaca sedang cerah dan sensor cahaya terkena cahaya gelap karna cuaca sedang mendung maka outputnya adalah jendela akan tertutup.
Saran Dari perancangan alat tersebut masih memiliki kekurangan yang dapat diperbaiki dengan mengembangkan alat tersebut di masa yang akan mendatang. Pengembangan alat taersebut dapat dirancang dan dibentuk supaya lebih interaktif serta di sesuaikan dengan kondisi dan situasi dalam penempatan perangkatnya. Perancangan yang lebih menunjukan keakuratan terhadap cahaya dan air sehingga dapat menghasilkan berbagai jenis keluaran yang lain, dengan menambahkan suara menggunaka buzzer sebagai penanda saat jendela terbuka atau tertutup dan bisa juga menambahkan LCD sebagai keluaran tampilan di layar LCD berupa tulisan seperti Saat ini jendela tebuka atau Saat ini jendela tertutup.
Jalur Rangkaian Pengatur Buka Dan Tutup Jendela Secara Otomatis
Bentuk Fisik Pengatur Buka Dan Tutup Jendela Secara Otomatis