18/06/2015. Dispersi KOLOID. Dhadhang Wahyu

dokumen-dokumen yang mirip
kimia KTSP & K-13 KOLOID K e l a s A. Sistem Dispersi dan Koloid Tujuan Pembelajaran

Buku Saku. Sistem Koloid. Nungki Shahna Ashari

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR

KOMPETENSI DASAR PETA KONSEP

Sistem Koloid. A. Pengertian Sistem Koloid. Lampiran A.7

Kimia Koloid KIM 3 A. PENDAHULUAN B. JENIS-JENIS KOLOID KIMIA KOLOID. materi78.co.nr

Menu Utama SK/KD SK/KD. Komponen utama minyak bumi INDIKATOR SIFAT LARUTAN KOLOID. Fraksi fraksi minyak bumi PENJERNIHAN AIR MINUM

Jenis Nama Contoh. padat sol padat sol padat kaca berwarna, intan hitam. gas sol gas aerosol padat asap, udara berdebu

Kimia Koloid. Oleh: Ilzamha Hadijah Rusdan, S.TP., M.Sc. Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

SISTEM KOLOID. Sulistyani, M.Si.

KOLOID. 26 April 2013 Linda Windia Sundarti

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I. Standar Kompetensi Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Purwanti Widhy H, M.Pd

BAB PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Campuran koloid, suspensi, dan larutan sejati dijelaskan berdasarkan komponen-komponen pembentuknya

Materi Koloid. No Larutan sejati Koloid Suspensi. Antara homogen dan. 5 Tidak dapat disaring Tidak dapat disaring Dapat disaring

Pembuatan Koloid, Denaturasi Protein dan Lem Alami

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI PATIKRAJA Jalan Adipura 3 Patikraja Telp (0281) Banyumas 53171

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KOLOID

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Jenis larutan : elektrolit dan non elektrolit

BAB VII SISTEM KOLOID

Koloid. Bab. Peta Konsep. Kompetensi Dasar OLOID 153. Kimiaia untukk SMA dan MA kelas XIII

KISI-KISI TES KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISTEM KOLOID. Prediksi Andre jika filtrasi dikenakan cahaya

Sistem Koloid 11/10/2017. Sifat sifat koloid. Pembuatannya. Penerapannya. Soal Tentang Dispersi. Perbandingan sifat Macam macam koloid

LAPORAN KIMIA FISIK KI-3141

Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : WIB

MODUL 5 KIMIA KOLOID

BAB.4 LAJU REAKSI. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi :

Pembersih Kaca PEMBERSIH KACA

Download Soal dan Pembahasan Lainnya di: SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN..

XI IA 4 SMA Negeri 1 Tanjungpinang

PEMETAAN / ANALISIS SK-KD (Kelas Eksperimen)

Bab XII TUJUAN PEMBELAJARAN. Koloid. Koloid 251. Demonstrasi efek Tyndall oleh koloid. Berkas cahaya yang melewati koloid akan terlihat nyata.

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk memecahkan masalah baik secara individu maupun kelompok. Oleh karena

Pengendapan Timbal Balik Sol Hidrofob

MODUL KIMIA SMA IPA Kelas 11

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. PEMBUATAN SISTEM KOLOID B. DISPERSI KOLOID C. JENIS-JENIS KOLOID D. SIFAT-SIFAT KOLOID E. KOLOID LIOFIL DAN KOLOID LIOFOB F

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam menghadapi tuntutan masa depan yang penuh tantangan dan

MODUL KIMIA sma XII MIPA SISTEM KOLOID. Yovita Emiliana Irmayanti

SMA UNGGULAN BPPT DARUS SHOLAH JEMBER UJIAN SEMESTER GENAP T.P 2012/2013 LEMBAR SOAL. Waktu : 90 menit Kelas : XII IPA T.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) (KELAS EKSPERIMEN / PERTEMUAN I )

BAB 9 SISTEM KOLOID. Gambar 9.1 Sistem koloid Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK PERCOBAAN H-3 SOL LIOFIL

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KOLOID DAN PROSES PEMBUATANNYA : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA. KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua)

BAB II LANDASAN TEORI

Percobaan H-1 dan H-2 Pengendapan Sol Hidrofob oleh Elektrolit dan Pengendapan Timbal Balik Sol Hidrofob

BAB 10 SISTEM KOLOID. Tujuan Pembelajaran

LAPORAN PRATIKUM FISIKA FARMASI DISPERSI KOLOIDAL DAN SIFAT-SIFATNYA. Di susun oleh: : Linus Seta Adi Nugraha No. Mahasiswa : 09.

SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 SMK NEGERI 1 WONOSOBO Jalan Bhayangkara No. 12 (0286) Wonosobo

II. TINJAUAN PUSTAKA. melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tiba-tiba. Pengetahuan bukanlah

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bab 9. Sistem Koloid. A. Penggolongan dan Sifat-Sifat Koloid B. Kestabilan Koloid C. Pembuatan Koloid

II. TINJAUAN PUSTAKA. Belajar merupakan hal pokok dalam proses pendidikan. Pengertian belajar sudah

II. TINJAUAN PUSTAKA. Konstruktivisme merupakan landasan berpikir pendekatan kontekstual, bahwa

II. TINJAUAN PUSTAKA. sendiri. Pengetahuan bukanlah suatu imitasi dari kenyataan (realitas). Von

BAB II KAJIAN TEORI. memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, dan perubahan itu sendiri karena usaha yang disengaja.

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Learning Cycle merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Teori konstruktivistik dikembangkan oleh Piaget pada pertengahan abad 20.

2013 LEMBAR SOAL. WAKTU : 90 MENIT KELAS : XII IPA T

mengajar yang bervariasi merupakan manifestasi dari kreativitas seorang guru agar siswa tidak jenuh atau bosan dalam menerima pelajaran.

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

SEMESTER PROGRAM. School : Semester : 2 Academic Year :

BAB V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

BAB II KAJIAN TEORI. seseorang untuk memperoleh perubahan suatu tingkah laku yang baru

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Von Glasersfeld (Sardiman, 2007) konstruktivisme adalah salah satu

Kegiatan Belajar 2: Larutan dan sifatnya

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. para ahli pendidikan di Jepang, kegiatan studi pembelajaran (lesson study) atau

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI FISIKA II PERCOBAAN V DISPERSI KOLOID DAN SIFAT-SIFATNYA OLEH : NAMA : WD. INDAH WULAN H. H.

Persiapan UN 2018 KIMIA

PENGARUH PEMBELAJARAN MAKE A-MATCH PADAA MATERI SISTEM KOLOID TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XISMAN 5 BANDA ACEH S K R I P S I.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam proses pembelajaran IPA

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

BAB II KAJIAN TEORI. Penerapan juga bisa diartikan sebagai kemampuan siswa untuk mengggunakan

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP FAX KODE POS 60299

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

SIFAT PERMUKAAN SISTEM KOLOID PANGAN AKTIVITAS PERMUKAAN

GLOSARIUM. A : penyerapan pada permukaan. Aerosol : sistem koloid yang medium pendispersinya gas (8, B)

D. Tinjauan Pustaka. Menurut Farmakope Indonesia (Anonim, 1995) pernyataan kelarutan adalah zat dalam

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA (Peminatan Bidang MIPA)

BAB II KAJIAN TEORI. pengajaran secara tepat dan penuh arti. 19 Hasil belajar adalah pola-pola

MODUL PEMBELAJARAN. Standart Kompetensi. Memahami konsep Kesetimbangan reaksi

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. A. Kajian Pustaka

PEMISAHAN CAMPURAN proses pemisahan

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Lampiran 8. Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka

Lampiran 1.4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Transkripsi:

Dispersi KOLOID Dhadhang Wahyu Kurniawan @Dhadhang_WK 1

SISTEM DISPERSI Klasifikasi sistem dispersi berdasarkan keadaan fisik medium pendispersi dan partikel terdispersi Fasa terdispersi Solid Solid dalam basis salep Medium Pendispersi Solid Likuid Gas Solid dalam lapis tipis polimer Suspensi Koloid Larutan Likuid Cairan dalam basis salep Emulsi Gas Udara dalam busa plastik padat Busa (foam) Aerosol solid Aerosol cairan 2

3 1. Pengertian Larutan, Koloid, dan Suspensi a. Larutan Larutan merupakan campuran homogen yang memiliki dimensi berupa molekul kecil atau ion yang berdiri sendiri. Partikel ini tersebar merata dalam komponen lainnya sehingga tercipta satu fase homogen. Larutan terdiri dari satu fase sehingga ketika disaring tidak terdapat residu. Contoh: Larutan NaCl yang dibuat dari padatan NaCl yang dilarutkan dalam air. Natrium klorida sebagai zat terlarut terdistribusi secara merata ke dalam air sehingga kita tidak dapat melihat partikel NaCl.

4 b. Koloid Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dengan ukuran tertentu dengan medium pendispersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersi disebut medium pendispersi. Koloid juga dinamakan dispersi koloid atau suspensi koloid, adalah campuran pertengahan antara larutan sejati dan suspensi. Contoh koloid: susu segar, yang terdiri dari butiran lemak sangat kecil yang tersebar dalam fase berair yang juga mengandung kasein (suatu protein) dan beberapa bahan lain.

5 c. Suspensi Suspensi adalah sistem yang sekurangkurangnya terdapat satu komponen partikel yang relatif besar tersebut merata dalam komponen lainnya. Contoh suspensi: jika kita mencampurkan tepung terigu dengan air maka tepung terigu tersebut tidak bisa larut. Tepung terigu akan memisah (mengendap) jika didiamkan beberapa saat. Partikel tepung dalam suspensi akan mengendap akibat pengaruh gravitasi.

Perbandingan sifat antara larutan, koloid, dan suspensi 6 Sifat Sistem Larutan Koloid Suspensi Bentuk Campuran homogen Homogen, tetapi bersifat heterogen dg ultramikroskop Bentuk Dispersi Ukuran diameter partikel Pengamatan fase terdispersi dan medium pendispersi Cara pemisahan Dispersi molekular Dispersi padatan (dispersi koloid) Heterogen Dispersi kasar < 10-7 cm 10-7 10-5 cm > 10-5 cm Tak tampak dengan ultramikroskop Tidak dapat disaring Tampak pada ultramikroskop Tidak dapat disaring, kecuali dg penyaring ultra Mikroskop biasa Dapat disaring Contoh Larutan gula Tinta, susu Campuran tepung & air

Sistem Koloid 7 Semua jenis fase terdispersi dapat membentuk koloid dalam segala jenis media yang memungkinkan, kecuali untuk kombinasi gas-gas. Karena semua jenis gas bercampur dengan merata pada tingkat molekuler, gas hanya membentuk larutan dengan sesama gas. Medium Pendispersi Fase terdispersi Tipe Koloid Contoh Padatan Padatan Sol padat Mutiara, opal (baiduri) Padatan Cairan Emulsi Padat Keju, mentega Padatan Gas Busa Padat Batu apung, marshmallow Cairan Padatan Sol, gel Jeli, Cat Cairan Cairan Emulsi Susu, mayonaise Cairan Gas Buih / busa Whipped cream, krim cukur Gas Padatan Aerosol Padat Debu, asap Gas Cairan Aerosol Cairan Awan, kabut, halimun

8 Koloid Liofil dan Koloid Liofob Koloid dalam medium sol dibedakan menjadi koloid liofil dan koloid liofob. a. Koloid Liofil adalah koloid yang partikel terdispersinya menyukai mediumnya sehingga gaya tarik-menarik antara zat terdispersi dan mediumnya besar. Jika mediumnya cair disebut koloid hidrofil. Koloid hidrofil adalah koloid dengan air sebagai medium penyebar (pendispersi), sedangkan zat yang tersebar cenderung menarik molekul air sehingga diperoleh sistem koloid yang kental, bahkan kadang-kadang setengah padat. Koloid hidrofil juga bisa disebut sebagai sol hidrofil. Contoh: protein, sabun, detergen, dan agaragar.

9 b. Koloid liofob adalah koloid yang partikel terdispersinya tidak disukai mediumnya karena gaya tarikmenariknya sangat lemah atau tidk ada. Jika mediumnya air disebut koloid hidrofob, yaitu koloid dengan medium terdispersi berupa air, sedangkan zat-zat yang tersebar cenderung menolak molekul-molekul air sehingga diperoleh sistem koloid yang encer. Koloid hidrofob juga bisa disebut sebagai sol hidrofob. Contoh : susu, mayonaise, dan sol-sol logam.

Koloid Liofilik dan Koloid Liofobik 10 Keberagaman sifat koloid ini disebabkan oleh gaya tarik menarik antara fase terdispersi dan mendium pendispersi, yang mengakibatkan solvasi, yaitu penempelan molekul-molekul pelarut dengan molekul-molekul fase terdispersi. Untuk koloid hidrofilik yang menggunakan air sebagai medium pendispersi, peristiwa solvasi ini disebut hidrasi. Sebagian besar koloid liofilik merupakan molekul organik, misalnya gelatin, akasia, insulin, albumin, karet, dan polistiren.

Perbedaan sifat sol hidrofil dengan sol hidrofob No. Sol Hidrofil Sol Hidrofob 1. Mengadsorpsi mediumnya Tidak mengadsorpsi mediumnya 2. Dapat dibuat dengan konsentrasi besar 3. Tidak mudah digumpalkan dengan penambahan elektrolit Hanya stabil pada konsentrasi rendah Mudah digumpalkan dengan penambahan elektrolit 4. Lebih kental dari mediumnya Kekentalannya hampir sama dengan mediumnya 5. Efek Tyndall lemah Efek Tyndall jelas 6. Reversibel Irreversibel 7. Kurang menunjukkan gerak Brown Gerak Brown sangat jelas 8. Dapat dibuat gel Hanya sebagian yang dapat dibuat gel 9. Umumya dibuat dengan cara dispersi 11 Hanya dibuat dengan cara kondensasi

12 Koloid Gabungan: Misel dan Konsentrasi Misel Kritis (KMK) Koloid gabungan atau amfifilik merupakan golongan ketiga dalam penggolongan koloid. Jika terdapat dalam suatu medium cair dengan konsentrasi rendah, amfifil berada dalam keadaan terpisah-pisah dan berukuran subkoloid. Jika konsentrasi ditingkatkan, terjadi agregasi pada suatu kisaran konsentrasi yang sempit. Agregat ini, yang mungkin mengandung 50 monomer atau lebih, disebut misel. Karena diameter tiap misel kurang lebih 50 Å, misel berada dalam kisaran ukuran yang ditetapkan sebagai koloid.

Misel dan KMK 13 Konsentrasi monomer saat mulai membentuk misel disebut konsentrasi misel kritis (KMK). Jumlah monomer yang beragregasi membentuk suatu misel dikenal sebagai bilangan agregasi misel. Di bawah KMK, konsentrasi amfifil yang mengalami adsorbsi pada antarmuka udara-air meningkat jika konsentrasi total amfifil dinaikkan. Kenaikan konsentrasi akhirnya mencapai satu titik ketika antarmuka dan fase bulk jenuh oleh monomer. Titik inilah yang disebut KMK. Amfifil yang terus ditambahkan melebihi konsentrasi ini akan beragregasi membentuk misel dalam fase bulk, dan dengan cara ini, energi bebas sistem dikurangi.

Misel dan KMK 14 Efek miselisasi pada beberapa sifat fisika larutan yang mengandung bahan aktif permukaan dapat dilihat pada Gambar 17-3. Perhatikan bahwa tegangan permukaan menurun hingga nilai KMK. Sesuai dengan persamaan Gibbs, hal ini berarti terjadi peningkatan adsorpsi antarmuka. Di atas nilai KMK, tegangan permukaan pada dasarnya konstan; hal ini menunjukkan bahwa antarmuka menjadi jenuh dan terjadi pembentukan misel di dalam fase bulk.

15

16 Aerosol Aerosol adalah butiran zat cair atau zat padat yang sangat ringan, sehingga dapat mengambang di udara atau gas lain. Contoh aerosol antara lain kabut, asap, awan, dan kabut semprotan pembasmi serangga.

Gel 17 Gel merupakan fase padat suatu larutan koloid yang dapat di ubah kembali menjadi cair dengan cara pemanasan. Contoh gel: gelatin, agar-agar, selai.

Buih atau busa 18 Buih adalah sistem koloid dengan fase terdispersi gas dalam zat cair yang cukup stabil. Buih atau busa dapat dihasilkan oleh kocokan atau dengan bantuan zat kimia.

19 B. Sifat Koloid Koloid mempunyai sifat berbeda dengan larutan dan suspensi. Sifat fisika koloid yang akan dibahas antara lain 1. Efek Tyndall 2. Gerak Brown 3. Adsorpsi 4. Elektroforesis 5. Koagulasi 6. Dialisis, dan 7. Koloid pelindung

20 1. Efek Tyndall dan Gerak Brown a. Efek Tyndall Efek Tyndall adalah gejala penghamburan berkas cahaya oleh partikel koloid. Efek Tyndall digunakan untuk membedakan larutan sejati dengan koloid. Penerapan Efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut. 1. Sorot cahaya mobil tampak jelas pada daerah yang berkabut. 2. Berkas cahaya matahari terlihat jelas di sela-sela pohon yang sekitarnya berkabut. 3. Berkas cahaya proyektor tampak jelas di gedung bioskop yang berasap.

b. Gerak Brown Gerak partikel koloid yang bergerak secara acak (zig-zag) dan berlangsung terus-menerus ini disebut Gerak Brown. Gerak Brown merupakan faktor penyebab stabilnya partikel koloid dalam medium pendispersinya dan partikel koloid dapat terhindar dari pengendapan karena adannya gerakan acak yang berlangsung terus-menerus dapat mengimbangi gaya gravitasi. 21

22 2. Muatan Listrik Partikel Koloid Partikel sol bersifat menyerap ion-ion yang terdapat dipermukaannya. Partikel koloid dapat bermuatan listrik yang disebabkan oleh sifat-sifat partikel koloid berikut: a. Adsorpsi b. Elektroforesis c. Koagulasi

a. Adsorbsi 23 Partikel koloid mempunyai kemampuan menyerap ion pada permukaannya sehingga partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Peristiwa penyerapan pada permukaan disebut adsorpsi. Misalnya sol As 2 S 3 mengadsorpsi ion S 2- sehingga bermuatan negatif.

b. Elektroforesis Elektroforesis adalah suatu proses berpindahnya partikel sol karena pengaruh medan listrik. Pada elektroforesis, terjadi partikel-partikel koloid bermuatan sehingga jika dalam sistem koloid dimasukkan dua elektrode yang dihubungkan dengan sumber arus listrik, maka partikel koloid yang bermuatan positif bergerak ke katode (elektrode negatif) dan partikel koloid negatif bergerak ke anode (elektrode positif). 24

c. Koagulasi Koagulasi merupakan proses yang dapat menyebabkan partikel halus bergabung untuk menghasilkan partikel yang dapat mengendap. Biasanya digunakan koagulan, yakni bahan yang menyebabkan penggumpalan sol. Koagulasi disebabkan oleh terlepasnya muatan listrik dari partikel-partikel koloid, sehingga antarpartikel koloid akan mudah bergabung. 25

3. Dialisis 26 Dialisis merupakan proses pemisahan makromolekul dari ion-ion dan senyawa yang mempunyai berat molekul rendah dengan menggunakan selaput (membran) semipermeabel yang tidak dapat ditembus oleh makromolekul itu tetapi dapat ditembus oleh molekul air atau ion-ion. Makromolekul tersebut dapat berupa partikel koloid. Proses pemisahan hasil metabolisme dari darah oleh ginjal merupakan proses dialisis.

4. Koloid Pelindung 27 Koloid pelindung adalah koloid yang berfungsi untuk menstabilkan koloid lain. Cara kerja koloid pelindung dengan menyelubungi partikel-partikel koloid lain sehingga mencegah bergabungnya partikel-partikel ini. Contoh: 1. Sabun sebagai koloid pelindung air dan minyak 2. Kasein sebagai koloid pelindung pada susu 3. Koloid pelindung juga dgunakan dalam pembuatan bahan-bahan seperti cat, tinta, dan krim rambut agar dapat bertahan lama.

28 D. Pembuatan Koloid 1. Cara kondensasi a. Reaksi Redoks b. Reaksi hidrolisis c. Dekomposisi rangkap d. Penggantian pelarut 2. Cara dispersi a. Disintegrasi mekanis b. Disintegrasi listrik c. Peptisasi

1. Cara kondensasi, dengan cara ini, ion-ion atau molekul-molekul digabungkan menjadi partikel dengan ukuran koloid. a. Reaksi Redoks, merupakan reaksi yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Contoh: reduksi SO 2 terlarut dalam air dialiri gas H 2 S dapat menghasilkan sol belerang. Reaksi : 2 H 2 S(g) + SO 2 (aq) 29 3 S(s) + 2 H 2 O(l) koloid

30 b. Reaksi hidrolisis, adalah reaksi kimia antara air dengan zat lain yang menghasilkan zat baru. Contoh : hidrolisis larutan FeCl 3 dengan air yang mendidih akan dihasilkansol Fe(OH) 3. Reaksi : FeCl 3 (aq) + 3 H 2 O(l) Fe(OH) 3 (s) + 3 HCl(aq) koloid

c. Dekomposisi rangkap, adalah proses terurainya zat menjadi penyusunnya. 31 Contoh : Gas H 2 S dialirkan pada larutan arsen (III) oksida akan terbentuk sol As 2 O 3. Reaksi: 2 H 3 AsO 3 (aq) + 3 H 2 S(g) As 2 S 3 (s) + 6 H 2 O(l)

32 d. Penggantian Pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fase terdispersi yang semula larut setelah diganti pelarutnya menjadi partikel yang berukuran koloid. Contoh: Larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkhohol akan terjadi kondensasi dan terbentuk koloid kalsium asetat yang berupa gel.

33 2. Cara Dispersi, dengan cara dispersi, partikel-partikel dipecah menjadi ukuran koloid. a. Desintegrasi mekanis merupakan cara dimana zat ditumbuk dan dihaluskan dengan penumbuk koloid. Misalnya: pembuatan semen, pigmen cat.

34 b. Desintegrasi listrik, merupakan cara yang menggunakan sel-sel elektrolit yang dielektrolisis. Misalnya: elektrolisis larutan NaOH dengan katoda logam yang akan dibuat koloid dan dialiri arus yang rapatnya besar. Akibatnya, Na diendapkan di katoda dan membentuk aliase dengan logam yang ada. Aliase ini bereaksi dengan air sehingga terjadi koloid.

35 c. Peptisasi, disini endapan yang terjadi dilarutkan kembali sehingga terjadi koloid, dengan menambahkan elektrolit tertentu. Misalnya: endapan Fe(OH)3 akan larut dalam bentuk koloid bila ditambahkan larutan HCl encer.

36 Manfaat Sistem Koloid Jenis industri Industri makanan Industri kosmetika dan perawatan tubuh Industri cat Industri kebutuhan rumah tangga Industri pertanian Industri farmasi Contoh aplikasi Keju, mentega, susu, saus salad Krim, pasta gigi, sabun Cat Sabun, deterjen Peptisida dan insektisida Minyak ikan, pensilin untuk suntikan

37 Penjelasan mengenai aplikasi koloid 1. Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.

38 2. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al 3+ dan Fe 3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

39 3. Penjernihan Air Air keran (PDAM) yang ada saat ini mengandung partikelpartikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif. Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dilakukan beberapa langkah agar partikel koloid tersebut dapat dipisahkan. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al 2 SO 4 ) 3.Ion Al 3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH) 3 yang bermuatan positif melalui reaksi: Al 3+ + 3H 2 O à Al(OH) 3 + 3H + Setelah itu, Al(OH) 3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang juga mengendap karena pengaruh gravitasi. Berikut ini adalah skema proses penjernihan air secara lengkap:

Aplikasi Koloid dalam Bidang Farmasetika 40 Koloid digunakan secara luas untuk memodifikasi sifat obat. Sifat yang paling sering dipengaruhi adalah kelarutan suatu obat. Bentuk koloid obat banyak memperlihatkan sifat yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan bentuk biasa dari obat tersebut. Aplikasi penting lain dari koloid dalam bidang farmasetika adalah penggunaan koloid sebagai sistem penghantaran obat. Sistem penghantaran obat berbentuk koloid yang paling sering digunakan mencakup hidrogel, mikrosfer, mikroemulsi, liposom, misel, nanopartikel, dan nanokristal.

Aplikasi Koloid dalam Bidang Farmasetika 41

42 Pencemaran Lingkungan Oleh Koloid Pencemaran Udara, partikulat yang ada di udara dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Partikulat adalah zat yang mempunyai fase terdispersi berupa padat atau cair dengan medium pendispersinya gas. Partikulat yang berbahaya untuk kesehatan manusia, misalnya timbal akibat pembakaran kendaraan bermotor yang berasal dari TEL. Jika uapnya terhirup dalam jumlah cukup akan menimbulkan keracunan dan gejala kejang, sesak napas, batuk, pendarahan pada sumsum tulang bahkan kematian.

43

44 Pencemaran Air Sabun dan detergen larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan melainkan koloid. Buih sabun atau detergen merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair sehingga disebut buih. Limbah akibat detergen sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Buih detergen yang berasal dari rumah tangga biasanya menutupi permukaan air dan merangsang pertumbuhan ganggang maupun enceng gondok sehingga dapat mengganggu ekosistem air.

45

Sekian... TERIMA KASIH... 46