HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH KELAS VII SMP NEGERI 03 MUKOMUKO

dokumen-dokumen yang mirip
HUBUNGAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PAINAN.,, dan

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN SIKAP SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD SE-GUGUS II DEPOK SLEMAN ARTIKEL JURNAL

HUBUNGAN ANTARA PERGAULAN KELOMPOK SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI SMK NEGERI 1 TANJUNGANOM TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI LOSARI NO.153 PASAR KLIWON SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 PANTI KAB. PASAMAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa MA Boarding School Amanatul

HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI DIPREDIKSI DARI EMOTIONAL QUOTIENT

JURNAL PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Kontribusi Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas XI di SMA PGRI 1 Padang

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Doplang, yang beralamat di jalan Bangklean


BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN` Pada bab ini, akan dipaparkan mengenai hasil penelitian mengenai hubungan

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KONTROL DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG JURNAL FIRDILA ARIESTA NPM:

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMPN I PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT ABSTRACT

PENGARUH SUMBER BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS VII DI MTSN NGAWI SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015

JURNAL PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2016/2017

DAFTAR ISI. PERNYATAAN i ABSTRAK. ii KATA PENGANTAR. iv UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI. viii

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK DI SMA N 16 PADANG JURNAL

BAB IV PEMBAHASAN. penelitian. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru tahun

HUBUNGAN BUDAYA SEKOLAH DAN PEMBENTUKAN SEKOLAH EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR JURNAL. Oleh CITRA PUSPITA SARI RISWANDI RISWANTI RINI

ANALISIS LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS MAN 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017

JURNAL PENGARUH PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSI SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 PAPAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PERSEPSI SISWA KELAS X SMA N 10 YOGYAKARTATERHADAP MODIFIKASI PERMAINAN BOLABASKET

PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X MIA 4 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 23 PADANG Oleh:

Dhoni Aprianto, A , Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2012.

HUBUNGAN ANTARA LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN SIKAP SOSIAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 SKRIPSI

PENGARUH PERSIAPAN MATERI SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 19 PALU

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI I NATAR

HUBUNGAN INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP

Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3 no.2, Juni

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

ARTIKEL PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Akuntansi. Oleh

E-JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1) Oleh : WENI YUNIARTI

Keywords: Interest in learning, Learning, Discipline and readiness Study

ARTIKEL SKRIPSI OLEH : WIKANINGSIH NPM P

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh RIZKI RAMADHANI ERNI MUSTAKIM CUT ROHANI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1. Oleh

PENGARUH INTERAKSI ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sebagaimana adanya secara sistematis, akurat, aktual dan kemudian ditentukan

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU PRO-SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 GONDANGREJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA N 5 PADANG E-JURNAL

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN SOSIAL KELOMPOK KELAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KELAS I SLTP XXX JAKARTA

89 HUBUNGAN KEMAMPUAN NUMERIK DENGAN HASIL BELAJARMATEMATIKA SISWA SMP YLPI PERHENTIAN MARPOYAN PEKANBARU

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KORELASI ANTARA KONSEP DIRI SOSIAL DENGAN HUBUNGAN SOSIAL (Studi Korelasional terhadap Siswa SMP Negeri 2 Padang Panjang)


Korelasi antara Konsep Diri Sosial dengan Hubungan Sosial (Studi Korelasional Terhadap Siswa SMP Negeri 2 Padang Panjang)

dalam belajar tidak nyaman. Oleh karena itu kelestarian lingkungan sekolah perlu mendapat perhatian dari semua pihak, terutama pihak sekolah yang

HUBUNGAN PERANAN GURU SEKOLAH DASAR DENGAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA (JURNAL) Oleh DEDI SUPARMAN ROCHMIYATI SUGIYANTO

Keywords : Learning Implementation of Construction Engineering and Student Perceptions

HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh NIO WICAK KUNCORO BAHARUDDIN RISYAK RIYANTO M.

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU MENCONTEK PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI BADRAN NO. 123 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI PESERTA DIDIK DI SMKN 4 PADANG

HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI HIDUP BERSIH DENGAN PERILAKU DALAM MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH

PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTS AL-HAMID

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XII AKUNTANSI SMK NEGERI 6 SURAKARTA TAHUN 2013

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

ISSN: Vol. 4, No. 1, Maret 2017

I. PENDAHULUAN. teratur, dan berencana yang berfungsi untuk mengubah atau mengembangkan

Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1. No 1. Januari - Juni 2017 Halaman ISSN

BAB IV PEMBAHASAN. Tabel 8 Distribusi sampel penelitian berdasarkan Usia Usia Jumlah (N) Persentase (%) TOTAL

Economic Education Analysis Journal

Oleh. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumbar 2,3

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. Berikut ini akan dipaparkan hasil pengolahan data dari penelitian

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD KELAS V ARTIKEL JURNAL

ABSTRACT HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG NILAI ANAK PROGRAM KELUARGA BERENCANA DENGAN JUMLAH ANAK

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN MINAT DENGAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PEMESINAN

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus

PENGARUH MOTIVASI PRAKTIK DAN KELAYAKAN FASILITAS BENGKEL PEMESINAN TERHADAP PRESTASI PRAKTIK PEMBUBUTAN

JURNAL PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi.

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK DI SEKOLAH KELOMPOK A TK ISLAM ORBIT 2 PRAON NUSUKAN SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013/2014

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Eka Fitriyanti Universitas Aisyiyah Yogyakarta Kata kunci: Persepsi profesi bidan, prestasi belajar Asuhan Kebidanan II

KONTRIBUSI MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI I KUOK KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. kepimpinan. Peneliti mendeskripsikan skor kepemimpinan dan kinerja

HUBUNGAN SIKAP SISWA DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS VII MTSN PARAK LAWAS PADANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung. Dalam penelitian ini seluruh

EFFECTIVENESS OF GROUP COUNSELING SERVICES TO IMPROVE EMOTIONAL INTELLIGENCE

HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANGTUA DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SISWA KELAS IV SD NEGERI KEMBANGARUM 2 MRANGGEN DEMAK

ARTIKEL SKRIPSI OLEH : RITA BUDIANTO NPM:

E-JURNAL. Oleh : AFIFATUL MUSRIFA

PENGARUH KONSENTRASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan Disiplin lalu lintas. Peneliti mendeskripsikan skor Kontrol diri dan

SKRIPSI. Oleh : SITI FATIMAH NIM K

STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, KEMAMPUAN AWAL, DENGAN HASIL BELAJAR. Oleh :

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DENGAN MOTIF AFILIASI PADA SISWA KELAS X TEKNIK ELEKTONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 1 WONOSEGORO TAHUN PELAJARAN

STUDI PERBANDINGAN KOMPETENSI PRAKTIK KELISTRIKAN OTOMOTIF MAHASISWA LULUSAN SMA DAN SMK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JPTK FKIP UNS

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN F ASILITAS PEMBELAJARAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)

Abstract

PENGARUH PENDAPATAN ORANG TUA SISWA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA, KELAS VIII SMP NEGERI 2 BANYUDONO. (Tahun Pelajaran 2012/2013) SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 2 CAMPURDARAT TULUNGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 53 BATAM

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII MTs AL IRSYAD NGAWI TAHUN AJARAN 2011/2012

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SD NEGERI SE-KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG

JURNAL HUBUNGAN LINGKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN PERILAKU ADAPTIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PAPAR KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Transkripsi:

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN KEMAMPUAN BERSOSIALISASI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH KELAS VII SMP NEGERI 03 MUKOMUKO Deska Herlinda, Wasidi, Illawaty Sulian Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu deska.herlinda0123@gmail.com,wasidirma@unib.ac.id,illawaty@unib.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankecerdasan emosi dengan kemampuan siswa dalam bersosialisasi di lingkungan sekolah kelas VII SMP NEGERI 03 Mukomuko. Sampel penelitian berjumlah 99 orang siswa yang diambil dengan teknik clusters random sampling dari seluruh kelas VII. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik korelasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kecerdasan emosi dan bersosialisasi. Data dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosi yang dimiliki siswa termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 60% dan bersosialisasi yang dimiliki juga termasuk ke dalam kategori sedang dengan presentase 50%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi dengan rxy sebesar 0,426. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kata kunci: kecerdasan emosi, kemampuan bersosialisasi THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS EMOTIONAL INTELLIGENCE AND THEIR SOCIALIZATION ABILITY IN SCHOOL ENVIRONMENT ONE FIRST GRADE SMPN 03 MUKOMUKO ABSTRACT This research aimed to know the relation of the correlation between students emotional intelligence and their socialization ability in School environment one first grade SMPN 03 mukomuko. These samples are 99 students were taken using clusters random sampling technique. The research of this study was under the term of descriptive quantitative method with correlation technique. The instrument used in this research was questionnaire of emotional intelligence and socialization ability. The data was analyzed by using product moment correlation of pearson. The result of this research has shown that the students with moderate emotional intelligence were 60% and socialization ability that they have in moderate category were 50%. The result showed that a significant positive correlation between emotional intelligence and socialization ability with rxy of 0,426. This showed that H0 is rejected and Ha received. Keywords : emotional intelligence, socialization ability Volume 1 No 3 2018 : hal 50-58 50

Herlinda, Wasidi, Sulian Pendahuluan Menurut Munandar (2009:6), pendidikan mempunyai peranan yang sangat menetukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu kebudayaan bergantung kepada cara seseorang tersebut mengenali, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat maupun peserta didik. Menurut Danim (2010:5-6), guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Seha (2013), menjelaskan bahwa untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, tentunya tak mudah karena tantangan dan permasalahan di segala bidang pendidikan selalu timbul dengan adanya globalisasi, informasi, dan teknologi, padahal tidak mudah untuk menghentikan gelombang perubahan yang diakibatkan oleh semangat globalisasi dan derasnya arus informasi yang melanda dunia itu dan bahkan tidak ada alasan untuk mencegahnya. Era globalisasi sudah berada di hadapan kita, gelombang perubahan telah mulai, perubahan semakin besar akan segera datang. Mutamminah (2014), menjelaskan bahwa manusia disebut sebagai makhluk monodualisme. Hal ini karena selain berperan sebagai makhluk individual, manusia juga merupakan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia dituntut untuk mengatasi permasalahan yang timbul sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Oleh karena itu setiap manusia dituntut untuk menguasai keterampilan sosial untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. 51 Jurnal Consilia

Menurut Goleman (1995: 44), IQ hanya menyumbang sebesar 20% dalam mencapai kesuksesan seseorang, sedangkan 80% lainnya adalah sumbangan faktor-faktor kekuatan lain, yaitu bakat, kecerdasan emosional, faktor biologis, dan faktor sosial lingkungan. Sedangkan Susiani (2013) menjelaskan bahwa kecerdasan sosio-emosional merupakan kemampuan individu untuk memahami, mengenali dan mengendalikan kondisi emosi dirinya dan orang lain agar mampu berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan sosialnya. Kenyataan di lapangan menunjukkan banyak siswa kita menunjukkan rendahnya kecerdasan sosioemosional, diantaranya adalah sikap egois, suka menang sendiri, tidak menghargai orang lain, dan tidak peduli kesusahan orang lain. Nasution (2003),menyatakan bahwa di dalam diri manusia banyak emosi dengan berbagai bentuk ungkapan seperti: marah, sedih, senang, cinta, bahagia, dan sebagainya. Emosi tersebut turut mempengaruhi sikap, tindakan dan seluruh perbuatan seseorang. Sebagai gejala kejiwaan, emosi memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positif di antaranya senang, bahagia, cinta, kasih,dan sebagainya. Sedangkan sisi negatif misalnya marah, dengki, iri, cemburu, dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan peneliti sebelum menentukan judul Skripsi, dilakukan observasi dan wawancara dengan guru di SMPN 03 Mukomuko. Didapatkan hasil, adanya sikap siswa yang suka menyendiri, pendiam, dan dikucilkan teman serta kurang aktif didalam kelas. Hal itu disebabkan karena ketidakmampuan siswa dalam berinteraksi dan kurang mampunya mengembangkan kecerdasan emosi mereka. Ini terlihat ketika temannya asyik mengobrol di luar kelas pada saat istirahat, siswa tersebut memilih menyendiri di dalam kelas. Ada siswa yang suka marah jika ditegur. Apabila siswa tidak bisa mengenali emosi orang lain, diantaranya dia tidak mampu berempati terhadap orang lain. Pada siswa yang menyendiri karena kurang mampu mengikuti pembicaraan teman lainnya, dianataranya karena status ekonominya yang rendah atau karena tidak Gaul. Ada siswa yang menyendiri karena sering diejek karena wujud fisiknya. Ada yang menyendiri karena memiliki kecerdasan di bawah ratarata teman lainnya. Volume 1 No 3 2018 : hal 50-58 52

Herlinda, Wasidi, Sulian Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana kecerdasan emosi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko? 2. Bagaimana kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko? 3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko? Metode Penelitian Metode penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan cara-cara ilmiah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian adalah metode yang digunakan harus disesuaikan dengan objek dan tujuan yang akan dicapai sehingga penelitian akan berjalan dengan sistematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis korelasi product moment. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 131 siswa dan sampel penelitian sebanyak 99 siswa, alat pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen angket. Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu satu variabel bebas kecerdasan emosi(x), serta satu variabel terikat yaitu bersosialisasi (Y), dilakukan pada kelas VII SMPN 03 Mukomuko. Pada pembahasan berikut akan dideskripsikan data dari masing-masing variabel, di antaranya mean, median, modus dan standar deviasi, selain itu, akan dipaparkan juga tentang tabel deskripsi data. Berikut ini merupakan rincian dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 17. Kuesioner kecerdasan emosi terdiri dari 40 item dengan 4 pilihan jawaban yaitu 1 sampai 4 diperoleh nilai minimum 40x1=40, nilai maksimum 40x4=160, dan luas jarak sebarannya 160-40=120 dengan standar deviasi 120:6=20, nilai rata-rata 120-20=100, median=109, modus= 100. 53 Jurnal Consilia

Kategori Rentang Skor Frekuensi Sangat rendah40-64 0 0 Rendah 65-88 1 1% Sedang 89-112 5960% Tinggi 113-136 39 39% Sangat tinggi 137-160 0 0 Persentase Berdasarkan perhitungan tersebut maka dapat dibuat kategorisasi data kecerdasan emosi.subjek yang memiliki kecerdasan emosi rendah sebanyak 1 orang (1%), subjek yang memiliki kecerdasan emosi sedang sebanyak 59 orang (60%), subjek yang memiliki kecerdasan emosi tinggi sebanyak 39 orang (39%). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko memiliki kategorisasi kecerdasan emosi sedang. Kuesioner bersosialisasi yang terdiri atas 32 item dengan 4 pilihan jawaban yang bergerak dari 1 sampai 4 diperoleh rentang minium adalah 32x1=32 sampai maksimum dengan 32x4=128, sehingga luas jarak sebarannya adalah 128-32=96 dengan nilai standar deviasi 96:6=16, nilai rata-rata 96-16=80, median= 87, modus= 95. Kategori Rentang Skor Frekuensi Persentase Sangat rendah 32-51,20 0 Rendah 51,3-70,4 9 9% Sedang 70,5-89,6 4950% Tinggi 89,7-108,8 4 41% Sangat tinggi 108,9-128 0 0 Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dibuat kategorisasi data bersosialisasi. subjek yang memiliki bersosialisasi rendah sebanyak 9 orang (9%) subjek yang memiliki bersosialisasi sedang sebanyak 49 orang (50%) dan subjek yang memiliki bersosialisasi tinggi sebanyak 41 orang (41%). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko memiliki kategorisasi bersosialisasi sedang. Volume 1 No 3 2018 : hal 50-58 54

Herlinda, Wasidi, Sulian Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample Kolomogrov-Smirnov Test. Dalam penelitian ini apabila signifikansi p < 0,05 atau 5% maka data-data tidak berdistribusi normal, dan sebaliknya apabila signifikasi p > 0,05 atau 5% maka data berdistribusi normal. hasil data pada variabel kecerdasan emosi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko mempunyai nilai sebesar 1.400 dengan p > 0,05, dari hasil tersebut dinyatakan bahwa sebaran kuisioner kecerdasan emosi berdistribusi normal. Variabel bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko mempunyai nilai sebesar 1.036 dengan p > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dinyatakan bahwa sebaran kuesioner bersosialisasi berdistribusi normal. Uji korelasi dengan menggunakan korelasi product moment dari Pearson dengan Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 17. Hal ini dikarenakan data yang dihasilkan adalah data normal. hasil perhitungan korelasi antara kecerdasan emosi dan bersosialisasi, dapat dinyatakan bahwa korelasi person (r xy ) sebesar 0,426 dengan tingkat signifikansi 0.000 (p<0,05). Jika nilai p<0,05 maka H0 ditolak, yang berarti Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi dengan tingkat hubungan kuat yang artinya semakin tinggi kecerdasan emosi seseorang maka akan semakin tinggi pula kemampuan bersosialisasi, demikian juga sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosi siswa maka semakin rendah pula kemampuan bersosialisasinya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko tergolong sedang. Adapun faktor yang mempengaruhi kemampuan bersosialisasi yaitu: 1) Keluarga, 2) Kematangan, 3) Status sosial ekonomi, 4) Pendidikan, 5) Kapasitas mental. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Susanto (1997:12), menjelaskan sosialisasi adalah proses yang membantu individu belajar dan menyesuaikan diri. Mereka perlu mengenal bagaimana cara hidup dan melakukan bagaimana cara 55 Jurnal Consilia

berpikir kekelompoknya, agar dia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Proses ini dapat berjalan serasi, dapat pula terjadi melalui peretentangan. Akan tetapi selama individu merasa memerlukan kelompoknya maka dia bersedia untuk mengadakan beberapa kompromi terhadap tuntutan kelompok. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko tergolong sedang. Adapun faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi yaitu: 1) Faktor psikologis, 2) Faktor pelatihan emosi, 3) Faktor pendidikan. Hasil penelitian sejalan dengan teori yang diungkapkan Goleman (1995: 25), menjelaskan bahwa intelegensi emosional jauh lebih penting daripada kemampuan intelektual seseorang dalam mempengaruhi sukses hidupnya. Salah satu hal yang mendasari pandangan ini adalah bahwa gejolak perasaan sangat mempengaruhi proses berpikir. Misalnya, ketika individu tengah berada dalam kemarahan, konsentrasinya mudah terganggu sehingga pengambilan keputusannya pun mengalami hambatan. Jadi, sekalipun seseorang memiliki tingkat pendidikan tinggi namun jika tidak mampu mengendalikan emosinya dengan baik, cenderung mudah mengalami hambatan dalam berinteraksi sosial. Akibatnya, dia akan mengalami banyak kesulitan dalam pekerjaannya. Berdasarkan hasil uji korelasi antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi siswa menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko. Pada hasil korelasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi memiliki hubungan atau korelasi dengan kemampuan bersosialisasi, dan hubungan tersebut dalam tingkat hubungan yang sedang dengan rxy= 0,426. Hal tersebut dapat diketahui bahwa kecerdasan emosi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan mempunyai hubungan dalam memiliki kemampuan bersosialisasi siswa. Maka dari itu kecerdasan emosi Volume 1 No 3 2018 : hal 50-58 56

Herlinda, Wasidi, Sulian merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan bersosialisasi siswa, dengan memiliki kecerdasan emosi yang baik maka akan meningkatkan kemampuan bersosialisasi siswa dan mampu menjalin hubungan yang baik dengan siswa lain. Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Mawarti (2015), yang menyatakan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional siswa semakin tinggi interaksi sosialnya. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wardani (2012), yang menyatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdaan emosional dengan penerimaan teman sebaya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi siswa. Semakin tinggi kecerdasan emosi siswa akan diikuti oleh semakin tinggi pula kemampuan bersosialisasi siswa. Demikian sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi siswa maka akan semakin rendah pula kemampuan bersosialisasinya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. Tingkat kecerdasan emosi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko tergolong sedang. 2. Tingkat kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko tergolong sedang. 3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan bersosialisasi siswa kelas VII SMPN 03 Mukomuko diperoleh r xy = 0,426 dengan tingkat hubungan sedang dan taraf signifikan 0,000 (p<0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. 57 Jurnal Consilia

Daftar Pustaka Susanto, A. S.(1997). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Jakarta : Bina Cipta. Danim, S. (2010). Profesi Kependudukan. Bandung:Alfabeta. Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. Jakarta: Pustaka Utama. Mawarti, F. (2015). Hubungan kecerdasan emosional dengan interaksi sosial siswa. (Skripsi tidak dipublikasikan). Program studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri. Diunduhdari http://simki.ip2m.unpkediri.ac.id/mahasiswa/file_artikel/2015/11.1.01.01.01 29.Pdf. Tanggal 10 Januari 2018. Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta :Rineka Cipta. Mutammimah. (2014). Hubungan Konsep Diri dan Kecerdasan Emosi dengan Kemampuan Penyesuaian Diri Remaja. Jurnal Psikologi Indonesia. 3 (1). Hal 42-51. Nasution, F. (2003). Pengaruh Persepsi Agama dan Kecerdasan Emosional terhadap Konsep Diri Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan. 10(2). Hal 1-8. Seha, K. N. (2013). Perbedaan Kemampuan Bersosialisasi ditinjau dari mata pencaharian orang tua siswa. Jurnal Ekonomi IKIP Veteran Semarang. 1 (1). Hal 29-37. Sukardi. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara. Wardani, F. E. (2012). Hubungan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan teman sebaya pada siswa Akselerasi. (Skripsi tidak dipublikasikan).fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim Riau, Pekanbaru. Diunduhdarihttp://repository.uinsuska.ac.id/3913/1/2013_201301PSI.pdf. Tanggal 10 Januari 2018. Volume 1 No 3 2018 : hal 50-58 58