B. DASAR TEORI Konsep, konsepsi dan miskonsepsi Udara

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "B. DASAR TEORI Konsep, konsepsi dan miskonsepsi Udara"

Transkripsi

1

2 . DSR TEORI Konsep, konsepsi dan miskonsepsi Konsep merupakan abstrak dari ciri-ciri sesuatu yang mempermudah komunikasi antara manusia dan yang memungkinkan manusia berfikir []. Pengertian atau penafsiran terhadap suatu konsep tertentu, dalam pikiran seseorang disebut sebagai konsepsi []. Konsepsi seseorang berbeda satu dengan yang lain, karena tiap orang memiliki pemahaman awal yang berbeda berdasarkan pengalamannya sehari-hari. Sejak lahir manusia telah mengenal dan berhubungan erat dengan lingkungannya. Melalui proses similasi dan komodasi [4], anak mempunyai prakonsepsi atau teori siswa tentang sesuatu. Prakonsepsi seorang siswa ada yang benar dan ada yang salah sehingga dapat menyebabkan siswa tersebut mengalami miskonsepsi yang berarti kesalahpahaman tentang suatu konsep ilmu. Miskonsepsi di gunakan secara konsisten oleh siswa dalam pemecahan soal-soal fisika yang berhubungan dengan konsep-konsep sehingga mempengaruhi proses belajar siswa. pabila seorang siswa mengalami miskonsepsi, biasanya cukup sulit untuk membangun kembali konsep-konsep yang benar dalam pemikirannya []. Miskonsepsi tidak hanya terjadi pada satu konsep dalam bidang fisika, tetapi banyak sekali dan ada pola tertentu dalam kekeliruannya. Kebanyakan siswa secara konsisten mengembangkan konsep fisika yang salah secara tidak sengaja dan terus-menerus. Miskonsepsi bersifat universal, sehingga ada disetiap negara dan tidak mengenal usia, kultur maupun budaya. Miskonsepsi merupakan salah satu penyebab rendahnya prestasi hasil belajar siswa dalam bidang fisika. Sebagian besar siswa seringkali hanya mengerti pada saat dijelaskan, tetapi miskonsepsi akan muncul kembali jika soal diubah atau diberikan pada waktu yang berbeda []. Penelitian tentang miskonsepsi banyak dilakukan. Salah satu penelitian miskonsepsi pernah dilakukan oleh Novick dan Nussbaum, yaitu tentang konsep volume udara. Hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa banyak siswa yang mengalami miskonsepsi []. Udara Udara merupakan benda gas. Udara merupakan campuran berbagai macam benda gas. Sebagian besar, udara terdiri atas nitrogen (zat lemas) dan oksigen (zat asam). Sebagian kecil, udara terdiri atas campuran karbondioksida, argon, helium, kripton dan xenon [3]. Udara juga mengandung partikel-partikel zat berukuran sangat kecil (debu). Komposisinya dapat dilihat pada tabel.:

3 Macam Gas Tabel.. Perbandingan gas-gas dalam udara Nitrogen (N ) Oksigen (O ) rgon (r) Karbondioksida (CO ) Neon (Ne), Helium (He), Metana (CH 4 ), Kripton (Kr), Xenon (Xe), Ozon (O 3 ), Hidrogen (H ), dan dinitrooksida (N O) Persen Volume 78,08 0,9 0,93 0,03 0,008 Udara ada dimana-mana dan menempati ruang Tiap kali bernafas paru-paru kita dipenuhi udara. Meskipun demikian kita tidak dapat melihat udara dan tidak dapat mencicipinya. agaimana bentuk dari udara? erdasarkan teori kinetik gas dijelaskan bahwa gas memiliki enegi kinetik karena gerakannya. Hal ini didasarkan pada ide bahwa gas terdiri dari atom-atom atau molekulmolekul yang saling berjauhan dan bergerak cepat/acak di segala arah. Ketika dua molekul gas bertabrakan/bertumbukan karena lajunya yang tinggi maka gaya tarik antar molekul sangat kecil sehingga tidak cukup kuat untuk menjaga molekul-molekul tersebut tetap berada dalam satu kesatuan akibatnya molekul-molekul gas bergerak bebas kesana-kemari memenuhi tempatnya. Sehingga bentuk dan isi udara dalam gelas sama dengan bentuk dan isi ruangan dalam gelas, bentuk dan isi udara dalam botol kosong sama dengan bentuk dan isi ruangan dalam botol kosong. Jadi, bentuk dan isi udara berubah-ubah sesuai dengan ruangan yang ditempatinya [3]. C. METODE PENELITIN Jenis metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif [7] yang bertujuan memberikan penjelasan dan mendeskripsikan tentang sesuatu serta mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan, dan dianalisis tanpa menggunakan angka dan statistik. Soal disajikan dalam bentuk pilihan ganda dan lembar jawaban dari soal-soal membentuk pola yang menunjukkan pola tertentu untuk mempermudah mengetahui miskonsepsi yang dialami oleh siswa tentang volume udara. Data hasil penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif [8]. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP kristen Satya Wacana Salatiga yang sudah mempelajari konsep volume udara. Dalam penelitian ini, alat pengumpul data yang digunakan berupa tes diagnostik. Soal diambil dan dikembangkan dari penelitian Novick dan Nussbaum. Soal-soal ini menjadi panduan bagi peneliti untuk mendeteksi miskonsepsi siswa mengenai volume udara. Soal dalam bentuk pilihan berganda, letaknya ditata dengan baik dan kunci lembar jawaban yang dimodel untuk mempermudah mengidentifikasi apakah siswa tersebut mengalami miskonsepsi tentang volume udara.

4 Teknik pengumpulan data yakni memberikan tes tertulis dalam bentuk soal pilihan ganda dan lembar jawaban kepada sampel yang terdiri dari orang siswa kelas VII SMP kristen Satya Wacana Salatiga. Data hasil tes dikumpulkan, lembar jawaban yang diisi oleh siswa akan dicocokkan dengan kunci lembar jawaban yang telah dimodel membentuk sebuah pola tertentu [8]. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yakni: Persiapan a. Mengumpulkan soa-soal tes diagnostik yang digunakan oleh Novick dan Nussbaum dan dikembangkan. b. Membuat kunci jawaban. Kunci jawaban ditata untuk mempermudah mengidentifikasi miskonsepsi siswa dengan cepat. Model kunci jawaban tersebut mendeskripsikan tentang konsep pikir siswa tentang volume udara. Pelaksanaan a. Pengambilan Data Instrumen soal dan lembar jawaban diberikan kepada siswa untuk dikerjakan. Siswa diberikan waktu kurang lebih 90 menit untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, soal dan lembar jawaban dikumpulkan. b. Tahap analisa Jawaban siswa dicocokkan dengan kunci jawaban yang dibuat, dilihat apakah siswa mengalami miskonsepsi atau tidak. Setelah terlihat siswa mengalami miskonsepsi lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Pilihan jawaban dibuat empat macam model jawaban berdasarkan bentuk partikel udara yaitu model a berisi option dengan konsep bahwa udara adalah partikel, model b berisi option dengan konsep bahwa udara adalah gerombolan partikel, model c berisi option dengan konsep bahwa udara seperti asap merata, model d berisi option dengan konsep udara berbentuk asap yang distribusinya tidak merata dimana pada bagian bawah pekat semakin keatas makin kabur. Dari pilihan pada masingmasing model ada satu jawaban benar dan 4 jawaban salah. Empat jawaban yang salah digunakan untuk menunjukkan jenis miskonsepsi siswa tentang ditribusi udara dalam suatu wadah. Pilihan jawaban tersebut diberi warna berbeda sesuai dengan miskonsepsi tertentu, sehingga jika jawaban berwarna sama menunjukkan pola miskonsepsi yang sama. Gambar pola lihat gambar 3.. Pola jawaban yang telah dibuat dikelompokkan berdasarkan model soal. Model soal tersebut dikelompokkan model yaitu: nomor soal -4 model udara dalam sebuah wadah, nomor soal -9 model udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah, nomor soal 0-3 model udara dipindahkan, nomor soal 4-6 model udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah atau bejana berhubungan dan nomor soal 7-30 model udara jika dimampatkan. Dalam kelompok soal jawaban siswa akan menunjukkan pola warna tertentu sesuai pola miskonsepsi tertentu.

5 Miskonsepsi tentang bentuk partikel udara yang dialami siswa dapat ditentukan dari pilihan jawabannya terhadap model a, model b, model c atau model d. Setelah itu miskonsepsi tentang konsep volume udara ditentukan dari prosentase jawaban benar siswa. Jika siswa menjawab 80% atau lebih benar, maka siswa tersebut tidak mengalami miskonsepsi. erikut adalah contoh kunci jawaban yang sudah di model: No Model a Model b Model c Model d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 3 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 4 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 6 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 7 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 8 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 9 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 0 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 3 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 4 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 6 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 7 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 8 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 9 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 0 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 3 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 4 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 6 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 7 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 8 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 9 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d 30 a a a3 a4 a b b b3 b4 b c c c3 c4 c d d d3 d4 d Gambar 3.. contoh pola kunci jawaban

6 Keterangan: Kelompok nomor -4: model udara dalam sebuah wadah (terdiri dari pilihan jawaban, masing-masing nomor 0ption) a kunci jawaban a udara memenuhi / bagian dasar wadah a3 udara memenuhi / bagian atas wadah a4 udara mengumpul dibagian tengah wadah a udara memenuhi / wadah bagian kiri Kelompok nomor -9: udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah (terdiri dari pilihan jawaban, masing-masing nomor 0ption) a udara memenuhi / wadah bagian kiri a udara memenuhi / wadah bagian kanan a3 udara memenuhi / bagian atas wadah a4 udara memenuhi / bagian dasar wadah a kunci jawaban Kelompok nomor 0-3: udara dipindahkan (terdiri dari pilihan jawaban, masing-masing nomor 0ption) a kunci jawaban a udara mengumpul dibagian tengah dasar wadah a3 udara mengumpul dibagian tengah atas wadah a4 udara mengumpul dibagaian tengah wadah a udara memenuhi wadah, partikel rapat Kelompok nomor 4-6: udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah/bejana berhubungan (terdiri dari pilihan jawaban, masing-masing nomor 0ption) a udara memenuhi / wadah bagian atas wadah a udara memenuhi / wadah bagian dasar wadah a3 udara memenuhi / wadah bagian kiri a4 udara memenuhi / wadah bagian kanan a kunci jawaban Kelompok nomor 7-30: udara dimampatkan (terdiri dari pilihan jawaban, masing-masing nomor 0ption) a kunci jawaban a udara memenuhi bagian atas wadah a3 udara mengumpul dibagian tengah wadah a4 udara mengumpul dibagian atas dan dasar wadah, bagian tengah kosong a udara memenuhi bagian dasar wadah

7 D. HSIL DN NLIS Soal miskonsepsi untuk setiap nomor soalnya terdapat empat pilihan jawaban berdasarkan model udara. erdasarkan jawaban siswa ditemukan 4 siswa yang konsisten memilih model udara berbentuk gerombolan partikel (model jawaban b). erikut akan dipaparkan hasil dan analisa yang ditemukan berdasarkan miskonsepsi yang dialami siswa sesuai pengelompokan soal.. Kelompok soal nomor -4: model udara dalam sebuah wadah Untuk soal miskonsepsi nomor -4 tentang model udara dalam sebuah wadah dari siswa menjawab benar yaitu udara memenuhi ruang.. Kelompok soal nomor -9: udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah Tabel 4.. sebaran jawaban miskonsepsi udara dikeluarkan 6 udara dimasukkan 7 a Udara dikeluarkan 8 a Udara dimasukkan erdasarkan hasil pada tabel 4, untuk soal nomor, 6, 7, 8 sebanyak 6 siswa menjawab benar. 6 siswa menjawab salah tapi tidak konsisten, data ini tidak dianalisis. 3 siswa menjawab salah dan konsisten, berarti ini mengalami miskonsepsi. Ditemukan model miskonsepsi yaitu: anak berpikir jika udara disedot disalah satu bagian wadah (nomor,7), udara akan mengikuti aliran sedotan dan tempat yang ditinggalkan tidak ada partikel udara. Padahal jika udara disedot /nya distibusinya tetap merata memenuhi ruang, namun partikelnya lebih renggang. Demikian juga, jika udara dimasukkan dari salah satu bagian wadah (nomor 6,8), maka udara hanya mengisi bagian yang dekat lubang sedangkan bagian yang jauh dari lubang tidak ada partikel udara. nak berpikir bahwa partikel udara tidak bergerak. Padahal jika wadah hampa udara disi udara, distribusinya tetap merata memenuhi ruang. anak berpikir baik udara disedot maupun dimasukkan melalui salah satu bagian wadah, udara selalu memenuhi bagian dasar wadah sedangkan yang bagian atas tidak ada partikel udara. nak tersebut menyamakan udara seperti zat cair yang selalu memenuhi bagian dasar wadah terlebih dahulu. Padahal, bila udara dimasukkan maupun dikeluarkan dari bagian wadah manapun, udara akan terdistribusi merata memenuhi ruang.

8 3. Kelompok soal nomor 0-3: udara dipindahkan Tabel 4.. sebaran jawaban miskonsepsi 0 Udara Dipindahkan a.3. a.3. Udara Dipindahkan 3 Udara Dipindahkan Udara Dipindahkan a.3. a.3. erdasarkan hasil pada tabel 4.. untuk soal nomor 0,, dan 3 sebanyak 8 siswa menjawab benar. 3 siswa menjawab salah tapi tidak konsisten, data ini tidak dianalisis. 4 siswa menjawab salah dan konsisten, ini berarti mengalami miskonsepsi. Ditemukan 3 model miskonsepsi yaitu: anak berpikir jika udara semula berada di wadah dipindahkan ke wadah (ukuran wadah lebih besar dari wadah dan bentuknya ada yang sama dan berbeda), udara di wadah tetap mengikuti bentuk wadah dan berada ditengah dasar wadah. nak menyamakan sifat udara seperti sifat zat padat. Padahal yang benar, jika udara dari wadah dipindahkan ke wadah, maka udara dalam wadah akan tetap terdistribusi merata memenuhi ruang, namun partikelnya lebih renggang. anak berpikir jika udara dipindahkan dari wadah ke wadah, maka udara dalam wadah berbentuk seperti wadah dan berada dibagian tengah atas wadah. nak berpikir udara seperti zat padat tetapi karena ringan mengumpul pada bagian atas dalam wadah. Padahal yang benar, jika udara dari wadah dipindahkan ke wadah, maka udara dalam wadah akan tetap terdistribusi merata memenuhi ruang namun partikelnya lebih renggang. anak lagi berpikir jika udara dipindahkan dari wadah ke wadah, maka udara dalam wadah tetap mengikuti bentuk dan ukuran wadah yang selalu berada dibagian tengah wadah. nak berpikir bahwa udara seperti zat padat tetapi karena ringan maka melayang. Padahal yang benar, jika udara dari wadah dipindahkan ke wadah, maka udara dalam wadah akan tetap terdistribusi merata memenuhi ruang namun partikelnya lebih renggang.

9 4. Kelompok soal nomor 4-6: udara dikeluarkan dan dimasukkan ke wadah/bejana berhubungan 4 udara dikeluarkan ½ nya dari wadah/bejana berhubungan Tabel sebaran jawaban miskonsepsi Udara diisi melalui lubang a.3. 8 Udara diisi melalui Lubang Yang Salah 9 Udara diisi melalui lubang Udara diisi melalui lubang a ejana berisi udara 7 Udara dikeluarkan melalui lubang Udara diisi melalui Lubang a.3.

10 udara dimasukkan ke wadah/bejana berhubungan Tabel sebaran jawaban miskonsepsi 4 Udara dikeluarkan melalui lubang Udara dikeluarkan melalui lubang Udara dikeluarkan melalui Lubang a.3. Udara dikeluarkan melalui lubang 3 6 Udara dikeluarkan melalui Lubang Udara dikeluarkan melalui lubang a.3. erdasarkan hasil pada tabel 4.3. untuk soal no 4,,7-6, sebanyak 9 siswa menjawab benar dan soal nomor 6, siswa menjawab benar. 8 siswa menjawab salah tapi tidak konsisten, data ini tidak dianalisa. 8 siswa menjawab salah dan konsisten, ini berarti mengalami miskonsepsi. Ditemukan tiga model miskonsepsi yaitu: anak berpikir jika udara dimasukkan melalui salah satu lubang, maka udara hanya mengisi ½ bagian atas wadah. nak berpikir bahwa udara sangat ringan sehingga selalu memenuhi bagian atas tidak peduli udara diisi dari lubang wadah bagian manapun. Padahal jika udara dimasukkan distribusinya selalu merata memenuhi ruang. Demikian juga jika udara disedot ½nya melalui salah satu lubang, maka udara mengikuti aliran sedotan yaitu mengisi bagian atas wadah dan tempat yang ditinggalkan tidak ada partikel udara. Padahal jika udara dikeluarkan ½nya maka udara tetap terdistribusi merata memenuhi ruang namun partikelnya lebih renggang. anak berpikir baik udara disedot maupun dimasukkan melalui salah satu lubang, maka udara selalu memenuhi bagian dasar wadah sedangkan atas tidak ada

11 partikel udara. nak tersebut menyamakan udara seperti zat cair yang selalu memenuhi bagian dasar wadah terlebih dahulu. Padahal jika udara dimasukkan maupun dikeluarkan dari salah satu lubang bagian manapun, distribusinya tetap merata memenuhi ruang. anak lagi berpikir jika udara dimasukkan melalui salah satu lubang, maka udara yang terisi hanya memenuhi bagian lubang tempat udara diisi. nak berpikir partikel udara tidak bergerak, tidak ada tekanan dari segala arah. Padahal jika wadah hampa udara diisi udara melalui lubang manapun distribusinya tetap merata memenuhi ruang. Demikian juga jika udara disedot ½nya melalui salah satu lubang, maka udara yang tersedot hanya bagian lubang tempat udara disedot. nak berpikir udara tidak bergerak.padahal jika udara dikeluarkan ½ nya, udara tetap memenuhi ruang namun partikelnya lebih renggang.. Kelompok soal nomor 7-30: udara dimampatkan Tabel 4.4. sebaran jawaban miskonsepsi 7 9 Udara dimampatkan 6 Udara Dimampatkan Dilepas 6 diikat 6 erdasarkan hasil pada tabel 4.4. untuk soal nomor 7-30 sebanyak siswa menjawab benar. 7 siswa menjawab salah tapi tidak konsisten, data ini tidak dianalisa. 6 siswa menjawab salah dan konsisten, ini berarti mengalami miskonsepsi. Ditemukan model miskonsepsi yaitu: 6 anak berpikir jika udara dimampatkan maka bagian tersebut tidak ada partikel udara, udara mengumpul dibagian atas dan dasar wadah, tidak peduli pada bagian mana yang dimampatkan. nak berpikir udara dibagian tengah didesak sehingga tidak ada udara dibagian tengah, hanya memenuhi bagian atas dan bawah wadah. Padahal yang benar jika udara dimampatkan maka udara tetap terdistribusi merata memenuhi ruang namun bagian wadah yang dimampatkan partikel udaranya lebih renggang dari semula. Saat wadah kembali ke bentuk semula anak tetap berpikir bagian yang sebelumnya dimampatkan tidak ada partikel udara, udara tetap mengumpul dibagian atas dan dasar wadah. nak berpikir udara tidak bergerak. Padahal yang benar jika wadah kembali ke bentuk semula partikel udara terdistribusi secara merata memenuhi ruang.

12 E. KESIMPULN Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ditemukan miskonsepsi tentang volume udara, yaitu: ) Siswa menyamakan sifat udara seperti sifat zat cair, hasil ini sama seperti hasil yang ditemukan oleh Novick dan Nussbaum; ditemukan lagi ) Siswa menyamakan sifat udara seperti sifat zat padat, dimana partikel udara tidak bergerak. Dapat disarankan kepada guru untuk menggunakan alat-alat percobaan sederhana (media animasi) saat proses pembelajaran. Sehingga siswa turut serta dalam suatu pengamatan. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menyertakan tes wawancara sebagai bagian proses penelitian, mengingat masih banyak ditemukan jawaban tidak logis dari siswa tentang konsep volume udara. DFTR CUN [] erg, Ewe Van Den, 99. Miskonsepsi Fisika Dan Remidiasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. [] Suparno Paul, 997. Filsafat Konstruktivisme Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius [3] Douglas C Giancoli,00,Fisika Jilid,Penerbit Erlangga,Jakarta. [4] usubel, D.P., Novak, J.D., dan Hanesia, H Educational Psychology; Cognitive View,New York: Holt, Rinehart and Wiston [] Ed van den erg, Dick Hoekzema. Teaching, Learning, and Quick Feedback Methods in classical and modern Physics. MSTEL INSTITUTE University of mterdam, Netherlands. [6] Winkel,W S.004. Psikologi Pengajaran. Yoyakarta: Media badi [7] Suparno Paul, 007. Metode Penelitian Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. [8] Theresina Elisa,009. Identifikasi Miskonsepsi Siswa Tentang Suhu dengan Metode nalisis Pola jawaban. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. [9] Miskonsepsi dalam Fisika, [0] Novick, S., & J. Nussbaum. (98). rainstorming in the classroom to invent a model: a case study.school Science Review, 6,

2. DASAR TEORI Pengertian Konsep, Konsepsi, dan Perkembangan konsep

2. DASAR TEORI Pengertian Konsep, Konsepsi, dan Perkembangan konsep menginformasikan teori-teori yang ada di buku tanpa menunjukkan bagaimana teori itu diperoleh. nak tidak menerima begitu saja informasi-informasi atau istilah-istilah yang diajarkan guru atau yang dipaparkan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL CLOSED EYES PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG SIFAT SUSUNAN PARTIKEL ZAT PADAT, ZAT CAIR, ZAT GAS

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL CLOSED EYES PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG SIFAT SUSUNAN PARTIKEL ZAT PADAT, ZAT CAIR, ZAT GAS PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL CLOSED EYES PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG SIFAT SUSUNAN PARTIKEL ZAT PADAT, ZAT CAIR, ZAT GAS Meylani Aljeinie Tijow 1, Marmi Sudarmi 1 Ferdy S. Rondonuwu 1, 1

Lebih terperinci

diketahui. Jika hasil belajar siswa jelek maka guru memberikan umpan balik yang sesuai dengan masalah yang ditemukan pada siswa.

diketahui. Jika hasil belajar siswa jelek maka guru memberikan umpan balik yang sesuai dengan masalah yang ditemukan pada siswa. 2 diketahui. Jika hasil belajar siswa jelek maka guru memberikan umpan balik yang sesuai dengan masalah yang ditemukan pada siswa. Berdasarkan pengalaman peneliti pada Program Pengalaman Lapangan (PPL)

Lebih terperinci

SMP kelas 7 - FISIKA BAB 2. Klasifikasi BendaLatihan Soal 2.1

SMP kelas 7 - FISIKA BAB 2. Klasifikasi BendaLatihan Soal 2.1 1. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1) Jarak antar partikel sangat rapat 2) Tarik menarik antar molekul kuat 3) Susunan partikel kurang teratur 4) Jarak antar partikel kurang rapat 5) Jarak antar partikel

Lebih terperinci

KONSEPSI SISWA TENTANG SIFAT-SIFAT KUTUB MAGNET

KONSEPSI SISWA TENTANG SIFAT-SIFAT KUTUB MAGNET KONSEPSI SISWA TENTANG SIFAT-SIFAT KUTUB MAGNET Rien S. D. Premawoli, Marmi Sudarmi, Alvama pattiserlihun Program studi pendidikan fisika Fakultas sains dan matematika Universitas Kristen Satya Wacana

Lebih terperinci

PEMETAAN KONSEPSI MAHASISWA TENTANG HUKUM ARCHIMEDES

PEMETAAN KONSEPSI MAHASISWA TENTANG HUKUM ARCHIMEDES PEMETN KONSEPSI MHSISW TENTNG HUKUM RCHIMEDES Meylan Siskawati, Dra. Marmi Sudarmi, M.Si., Made Rai Suci Shanti Nurani, S.Si. Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL PENGAKUAN KESALAHAN PADA MATERI PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG TERAPUNG, TENGGELAM DAN MELAYANG

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL PENGAKUAN KESALAHAN PADA MATERI PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG TERAPUNG, TENGGELAM DAN MELAYANG PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL PENGAKUAN KESALAHAN PADA MATERI PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG TERAPUNG, TENGGELAM DAN MELAYANG Umbu Rangga Landu Aang 1, Marmi Sudarmi 1, Diane Noviandini 1 1 Program

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALatihan Soal 11.1

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALatihan Soal 11.1 1. Perhatikan sifat-sifat zat berikut! (1) Volume tetap (2) Susunan partikel sangat teratur (3) Bentuk berubah sesuai wadahnya (4) Jarak antar partikelnya sangat berjauhan (5) Gaya tarik antar partikelnya

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI POKOK WUJUD ZAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BAWANG TAHUN AJARAN 2009/2010

IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI POKOK WUJUD ZAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BAWANG TAHUN AJARAN 2009/2010 Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 1 No. 1 Tahun 2012 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 8-13 IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA MATERI POKOK WUJUD ZAT SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BAWANG TAHUN

Lebih terperinci

KONSEPSI MAHASISWA TENTANG TEKANAN HIDROSTATIS

KONSEPSI MAHASISWA TENTANG TEKANAN HIDROSTATIS KONSEPSI MAHASISWA TENTANG TEKANAN HIDROSTATIS Petrus Ongga *), Yani Sanwaty *), Ferdy Semuel Rondonuwu **), Wahyu Hari Kristiyanto ***) Email : [email protected], [email protected] *) Mahasiswa

Lebih terperinci

PENGGUNAAN STRATEGI POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MEMPERBAIKI MISKONSEPSI FISIKA. Rina Ning Tyas 1, Sukisno 2, Mosik 3

PENGGUNAAN STRATEGI POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MEMPERBAIKI MISKONSEPSI FISIKA. Rina Ning Tyas 1, Sukisno 2, Mosik 3 PENGGUNAAN STRATEGI POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) UNTUK MEMPERBAIKI MISKONSEPSI FISIKA Rina Ning Tyas 1, Sukisno 2, Mosik 3 123 Pendidikan Fakultas MIPA, Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Semarang

Lebih terperinci

KONSEPSI SISWA TENTANG USAHA DAN ENERGI. Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

KONSEPSI SISWA TENTANG USAHA DAN ENERGI. Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia KONSEPSI SISWA TENTANG USAHA DAN ENERGI Ignasia Evi Susanti 1, Diane Noviandini 1, Marmi Sudarmi 1 1 Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana, Jl.

Lebih terperinci

WUJUD ZAT LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK. Wujud apakah aku? Kalau aku? Gambar (a) es batu, (b) air mendidih, (c) air Sumber : arifkristanta wordpress.

WUJUD ZAT LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK. Wujud apakah aku? Kalau aku? Gambar (a) es batu, (b) air mendidih, (c) air Sumber : arifkristanta wordpress. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK WUJUD ZAT Wujud apakah aku? Kalau aku? Gambar (a) es batu, (b) air mendidih, (c) air Sumber : arifkristanta wordpress.com Kalau aku apa?, samakah dengan gambar Kelompok :. 1...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hukum, prinsip dan teori. Materi kimia yang sangat luas menyebabkan kimia

BAB I PENDAHULUAN. hukum, prinsip dan teori. Materi kimia yang sangat luas menyebabkan kimia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam (IPA) yang mencakup materi yang sangat luas meliputi fakta, konsep, aturan, hukum, prinsip dan teori.

Lebih terperinci

MISKONSEPSI SISWA TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN

MISKONSEPSI SISWA TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN MISKONSEPSI SISWA TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN Oleh, Brama NIM : 192007024 TUGAS AKHIR Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.9. lithosfer. hidrosfer. atmosfer. biosfer

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.9. lithosfer. hidrosfer. atmosfer. biosfer SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.9 1. Berdasarkan susunan kimianya komposisi permukaan bumi dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu lithosfer, hidrosfer, atmosfer, dan biosfer.

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALATIHAN SOAL BAB 11

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 11. KLASIFIKASI BENDALATIHAN SOAL BAB 11 1. Perhatikan sifat-sifat zat berikut 1. Susunan partikel sangat teratur 2. Volume tetap 3. Bentuk berubah sesuai wadahnya 4. Jarak antar partikelnya sangat berjauhan 5. Partikel sulit meninggalkan kelompok

Lebih terperinci

KONSEPSI MAHASISWA MENGENAI RAMBATAN DAN KECEPATAN CAHAYA

KONSEPSI MAHASISWA MENGENAI RAMBATAN DAN KECEPATAN CAHAYA Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 KONSEPSI MAHASISWA MENGENAI RAMBATAN DAN KECEPATAN CAHAYA Rodemtus R.Bintoro,

Lebih terperinci

Teori Kinetik Gas Teori Kinetik Gas Sifat makroskopis Sifat mikroskopis Pengertian Gas Ideal Persamaan Umum Gas Ideal

Teori Kinetik Gas Teori Kinetik Gas Sifat makroskopis Sifat mikroskopis Pengertian Gas Ideal Persamaan Umum Gas Ideal eori Kinetik Gas eori Kinetik Gas adalah konsep yang mempelajari sifat-sifat gas berdasarkan kelakuan partikel/molekul penyusun gas yang bergerak acak. Setiap benda, baik cairan, padatan, maupun gas tersusun

Lebih terperinci

GAS. Sifat-sifat gas

GAS. Sifat-sifat gas GAS Sifat-sifat gas Volume dan bentuk sesuai dengan wadahnya. Mudah dimampatkan. Bercampur dengan segera dan merata. Kerapatannya lebih rendah dibandingkan dengan cairan dan padatan. Sebagian tidak berwarna.

Lebih terperinci

Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere

Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere Atmosfer Troposfer Lapisan ini berada pada level yang paling rendah, campuran gasgasnya adalah yang paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Di lapisan

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010)

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) ISSN: 1693-1246 Juli 2010 Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 6 (2010) 98-103 J P F I http://journal.unnes.ac.id USAHA MENGURANGI TERJADINYA MISKONSEPSI FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONFLIK

Lebih terperinci

Bab V Ikatan Kimia. B. Struktur Lewis Antar unsur saling berinteraksi dengan menerima dan melepaskan elektron di kulit terluarnya. Gambaran terjadinya

Bab V Ikatan Kimia. B. Struktur Lewis Antar unsur saling berinteraksi dengan menerima dan melepaskan elektron di kulit terluarnya. Gambaran terjadinya Bab V Ikatan Kimia Sebagian besar unsur yang ada di alam mempunyai kecenderungan untuk berinteraksi (berikatan) dengan unsur lain. Hal itu dilakukan karena unsur tersebut ingin mencapai kestabilan. Cara

Lebih terperinci

BAB IX PENCEMARAN UDARA AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI PERKOTAAN

BAB IX PENCEMARAN UDARA AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI PERKOTAAN BAB IX PENCEMARAN UDARA AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI PERKOTAAN 1. Pencemaran Udara Pencemaran lingkungan kadang-kadang tampak jelas oleh kita ketika kita melihat timbunan sampah di pasar-pasar, pendangkalan

Lebih terperinci

WUJUD ZAT (GAS) Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil

WUJUD ZAT (GAS) Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil WUJUD ZAT (GAS) SP-Pertemuan 2 Gas : Jarak antar partikel jauh > ukuran partikel Sifat Gas Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil Laju-nya selalu berubah-ubah karena adanya tumbukan dengan wadah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap orang akan memiliki pengalaman dari hasil fenomena yang diamati dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman-pengalaman yang dimiliki itu kemudian menjadi

Lebih terperinci

2016 PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL PERPINDAHAN KALOR DAN PENGGUNAANNYA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA YANG BERORIENTASI PENGUBAHAN KONSEPSI SISWA SMA

2016 PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI VIRTUAL PERPINDAHAN KALOR DAN PENGGUNAANNYA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA YANG BERORIENTASI PENGUBAHAN KONSEPSI SISWA SMA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati. Tujuan dari mempelajari

Lebih terperinci

Tabel 1. Kecepatan Bunyi dalam berbagai zat pada suhu 15 C

Tabel 1. Kecepatan Bunyi dalam berbagai zat pada suhu 15 C agaimana bunyi itu bisa terjadi? Gelombang bunyi dihasilkan oleh benda bergetar sehingga menyebabkan gangguan kerapatan pada medium. Gangguan ini berlangsung melalui interaksi molekul-molekul medium sepanjang

Lebih terperinci

LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS)

LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) Nama Siswa :... Kelas/No :... Kompetensi Dasar : 1.2 Mendeskrisikan kemungkinan terjadinya ikatankimia dengan menggunakan tabel periodik Indikator : Menjelaskan kecenderungan

Lebih terperinci

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari

BAGAIMANA HUBUNGAN ANTARA SIFAT BAHAN KIMIA SEHARI-HARI DENGAN STRUKTUR PARTIKEL PENYUSUNNYA? Kegiatan 2.1. Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep atom, ion, dan molekul, kini saatnya mempelajari ketiganya dalam bahan kimia sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah dapat melihat atom, ion,

Lebih terperinci

Jurnal Praktikum. Kimia Fisika II. Difusi Gas. Tanggal Percobaan: Senin, 08-April Disusun Oleh: Aida Nadia ( ) Kelompok 3 Kloter I:

Jurnal Praktikum. Kimia Fisika II. Difusi Gas. Tanggal Percobaan: Senin, 08-April Disusun Oleh: Aida Nadia ( ) Kelompok 3 Kloter I: Jurnal Praktikum Kimia Fisika II Difusi Gas Tanggal Percobaan: Senin, 08-April-2014 Disusun Oleh: Aida Nadia (1112016200068) Kelompok 3 Kloter I: Wiwiek Anggraini (1112016200045) Millah Hanifah (1112016200073)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari

BAB I PENDAHULUAN. campuran beberapa gas yang dilepaskan ke atmospir yang berasal dari BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri,

Lebih terperinci

KIMIA FISIKA I TC Dr. Ifa Puspasari

KIMIA FISIKA I TC Dr. Ifa Puspasari KIMIA FISIKA I TC20062 Dr. Ifa Puspasari TEORI KINETIK GAS (1) Dr. Ifa Puspasari Apa itu Teori Kinetik? Teori kinetik menjelaskan tentang perilaku gas yang didasarkan pada pendapat bahwa gas terdiri dari

Lebih terperinci

ATMOSFER I. A. Pengertian, Kandungan Gas, Fungsi, dan Manfaat Penyelidikan Atmosfer 1. Pengertian Atmosfer. Tabel Kandungan Gas dalam Atmosfer

ATMOSFER I. A. Pengertian, Kandungan Gas, Fungsi, dan Manfaat Penyelidikan Atmosfer 1. Pengertian Atmosfer. Tabel Kandungan Gas dalam Atmosfer KTSP & K-13 Kelas X Geografi ATMOSFER I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami pengertian dan kandungan gas atmosfer. 2. Memahami fungsi

Lebih terperinci

BAB V CAMPURAN BEREAKSI : PEMBAKARAN

BAB V CAMPURAN BEREAKSI : PEMBAKARAN BAB V CAMPURAN BEREAKSI : PEMBAKARAN Pembakaran Bahan Bakar Padat Pembakaran pada bahan bakar adalah kombinasi kimia dengan oksigen. Hal-hal yang penting pada pembakaran: 1. Jika karbon dibakar dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Udara merupakan unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan semuanya membutuhkan udara untuk mempertahankan hidupnya. Udara

Lebih terperinci

MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA STKIP PGRI PONTIANAK PADA MATERI LISTRIK STATIS

MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA STKIP PGRI PONTIANAK PADA MATERI LISTRIK STATIS MISKONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA STKIP PGRI PONTIANAK PADA MATERI LISTRIK STATIS Eti Sukadi 1, Ira Nofita Sari 2 1,2 Program Studi Pendidikan Fisika STKIP PGRI Pontianak, Jln. Ampera No. 88 Pontianak

Lebih terperinci

DIFUSI GAS. Mashfufatul Ilmah ( ) Ummu Kalsum Andi Lajeng, Fitri Ramadianni

DIFUSI GAS. Mashfufatul Ilmah ( ) Ummu Kalsum Andi Lajeng, Fitri Ramadianni DIFUSI GAS Mashfufatul Ilmah (1112016200027) Ummu Kalsum Andi Lajeng, Fitri Ramadianni PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus

Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus Vol. 1 1 Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus Agus Pujianto*, Nurjannah dan I Wayan Darmadi *e-mail: [email protected] Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Jl.

Lebih terperinci

2015 ID ENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PAD A MATERI TEKANAN MENGGUNAKAN THREE-TIER TEST

2015 ID ENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PAD A MATERI TEKANAN MENGGUNAKAN THREE-TIER TEST BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Miskonsepsi masih menjadi salah satu masalah dalam pembelajaran fisika di sekolah. Banyak penelitian telah dilakukan dalam bidang pendidikan dengan hasil

Lebih terperinci

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan:

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan: WUJUD ZAT A. Tiga Wujud Zat Di sekitar kita terdapat berbagai benda seperti air, besi, kayu. Alkohol, udara yang kita hirup, atau gas helium yang digunakan untuk mengisi gas helium. Benda-benda tersebut

Lebih terperinci

Assalamualaikum Wr. Wb.

Assalamualaikum Wr. Wb. Assalamualaikum Wr. Wb. bumi Oleh Alinatul Khusna Litosfer Litosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan padat. Litosfer tersusun atas dua lapisan yaitu kerak dan selubung yang tebalnya

Lebih terperinci

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. DIAGRAM FASA WUJUD ZAT: GAS CAIRAN PADATAN PERMEN (sukrosa) C 12

Lebih terperinci

II LANDA SAN TEO RI BAB II LANDASAN TEORI. Sulfamic acid juga dikenal sebagai asam amidosulfonic, asam amidosulfuric, asam

II LANDA SAN TEO RI BAB II LANDASAN TEORI. Sulfamic acid juga dikenal sebagai asam amidosulfonic, asam amidosulfuric, asam II LANDA SAN TEO RI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sulfamic Acid Sulfamic acid juga dikenal sebagai asam amidosulfonic, asam amidosulfuric, asam aminosulfonic, dan asam sulfamidic, serta dalam bahasa Indonesia

Lebih terperinci

Xpedia Fisika. Soal Zat dan Kalor

Xpedia Fisika. Soal Zat dan Kalor Xpedia Fisika Soal Zat dan Kalor Doc. Name: XPPHY0399 Version: 2013-04 halaman 1 01. Jika 400 g air pada suhu 40 C dicampur dengan 100 g air pada 30 C, suhu akhir adalah... (A) 13 C (B) 26 C (C) 36 C (D)

Lebih terperinci

WUJUD ZAT. 1. Fasa, Komponen dan Derajat Bebas

WUJUD ZAT. 1. Fasa, Komponen dan Derajat Bebas WUJUD ZAT 1. Fasa, Komponen dan Derajat Bebas 1.1 Jumlah Fasa (P) Fasa adalah bagian dari sistem yang bersifat homogen, dan dipisahkan dari bagian sistem yang lain dengan batas yang jelas. Jumlah Fasa

Lebih terperinci

REMEDIASI MISKONSEPSI TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN GAYA SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI SEDERHANA

REMEDIASI MISKONSEPSI TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN GAYA SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI SEDERHANA REMEDIASI MISKONSEPSI TENTANG GAYA SENTRIPETAL DAN GAYA SENTRIFUGAL PADA GERAK MELINGKAR BERATURAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI SEDERHANA Oleh, Yunita Ayu Wulandari NIM: 192008025 TUGAS AKHIR Diajukan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB VI IKATAN KIMIA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR BAB VI IKATAN KIMIA No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 7 BAB VI IKATAN KIMIA Sebagian besar partikel materi adalah berupa molekul atau ion. Hanya beberapa partikel materi saja yang berupa atom. 1)

Lebih terperinci

VI. Teori Kinetika Gas

VI. Teori Kinetika Gas VI. Teori Kinetika Gas 6.1. Pendahuluan dan Asumsi Dasar Subyek termodinamika berkaitan dengan kesimpulan yang dapat ditarik dari hukum-hukum eksperimen tertentu, dan memanfaatkan kesimpulan ini untuk

Lebih terperinci

3. Teori Kinetika Gas

3. Teori Kinetika Gas 3. Teori Kinetika Gas - Partikel gas dan interaksi - Model molekular gas ideal - Energi dalam - Persamaan keadaan gas - Kecepatan partikel (rms, rata-rata, modus) 3.1. Partikel Gas dan Interaksi Padat

Lebih terperinci

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1

MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1 MATERI DAN PERUBAHANNYA Kimia Kelas X semester 1 SKKD STANDAR KOMPETENSI Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi. KOMPETENSI DASAR Mengelompokkan sifat materi Mengelompokkan perubahan

Lebih terperinci

Seputar ATMOSFER Asal katanya dari atmos dan shaira (bahasa Yunani), yang artinya atmos : uap, shaira : bulatan. Jadi, atmosfer adalah lapisan gas

Seputar ATMOSFER Asal katanya dari atmos dan shaira (bahasa Yunani), yang artinya atmos : uap, shaira : bulatan. Jadi, atmosfer adalah lapisan gas ATMOSFER ATMOSFER Seputar ATMOSFER Asal katanya dari atmos dan shaira (bahasa Yunani), yang artinya atmos : uap, shaira : bulatan. Jadi, atmosfer adalah lapisan gas yang menyelimuti bulatan bumi. Atmosfir

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebelum memperoleh pendidikan formal, sejak lahir anak sudah memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai alam yang berkaitan dengan Fisika. Pengalaman dan

Lebih terperinci

KIMIA TERAPAN STOIKIOMETRI DAN HUKUM-HUKUM KIMIA Haris Puspito Buwono

KIMIA TERAPAN STOIKIOMETRI DAN HUKUM-HUKUM KIMIA Haris Puspito Buwono KIMIA TERAPAN STOIKIOMETRI DAN HUKUM-HUKUM KIMIA Haris Puspito Buwono Semester Gasal 2012/2013 STOIKIOMETRI 2 STOIKIOMETRI adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif dari komposisi

Lebih terperinci

TUGAS PRESENTASI ILMU PENGETAHUAN BUMI & ANTARIKSA ATMOSFER BUMI

TUGAS PRESENTASI ILMU PENGETAHUAN BUMI & ANTARIKSA ATMOSFER BUMI TUGAS PRESENTASI ILMU PENGETAHUAN BUMI & ANTARIKSA ATMOSFER BUMI ATMOSFER BUMI 6.1. Awal Evolusi Atmosfer Menurut ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandung CO 2 (karbon dioksida) berkadar tinggi

Lebih terperinci

TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH. I. TUJUAN PERCOBAAN : Menentukan titik leleh beberapa zat Menentukan titik didih beberapa zat II.

TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH. I. TUJUAN PERCOBAAN : Menentukan titik leleh beberapa zat Menentukan titik didih beberapa zat II. TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH I. TUJUAN PERCOBAAN : Menentukan titik leleh beberapa zat Menentukan titik didih beberapa zat II. DASAR TEORI : A. TITIK LELEH Titik leleh didefinisikan sebagai temperatur dimana

Lebih terperinci

TEMPERATUR. dihubungkan oleh

TEMPERATUR. dihubungkan oleh 49 50 o F. Temperatur pada skala Fahrenheit dan Celcius TEMPERATUR 1. Teori atom zat mendalilkan bahwa semua zat terdiri dari kesatuan kecil yang disebut atom, yang biasanya berdiameter 10-10 m.. Massa

Lebih terperinci

Melalui kegiatan diskusi dan praktikum, peserta didik diharapkan dapat: 1. Merencanakan eksperimen tentang gaya apung

Melalui kegiatan diskusi dan praktikum, peserta didik diharapkan dapat: 1. Merencanakan eksperimen tentang gaya apung RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP) Nomor : 6 Kelas/Semester : X/2 Materi Pembelajaran : Fluida Statis Alokasi Waktu : 9 45 menit Jumlah Pertemuan : 3 kali A. Kompetensi Dasar 3.7. Menerapkan hukum-hukum

Lebih terperinci

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 02 No. 03 Tahun 2013,

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 02 No. 03 Tahun 2013, PENGARUH PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP MISKONSEPSI SISWA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR DALAM BAHASAN PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BUDURAN SIDOARJO

Lebih terperinci

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN L A M P I R A N RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI : Memahami wujud zat dan perubahannya KOMPETENSI DASAR : Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda

Lebih terperinci

BAB TEORI KINETIK GAS

BAB TEORI KINETIK GAS 1 BAB TEORI KINETIK GAS Contoh 13.1 Sebuah tabung silinder dengan tinggi 0,0 m dan luas penampang 0,04 m memiliki pengisap yang bebas bergerak seperti pada gambar. Udara yang bertekanan 1,01 x 10 5 N/m

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Nur Komala Eka Sari, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Nur Komala Eka Sari, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan untuk memudahkan terjadinya proses belajar. Setelah pembelajaran dilakukan, guru perlu mengetahui

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.10

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.10 SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.10 1. Akhir-akhir ini suhu bumi semakin panas dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena efek rumah kaca. Faktor yang mengakibatkan semakin

Lebih terperinci

Fisika Panas 2 SKS. Adhi Harmoko S

Fisika Panas 2 SKS. Adhi Harmoko S Fisika Panas SKS Adhi Harmoko S Balon dicelupkan ke Nitrogen Cair Balon dicelupkan ke Nitrogen Cair Bagaimana fenomena ini dapat diterangkan? Apa yang terjadi dengan molekul-molekul gas di dalam balon?

Lebih terperinci

Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut.

Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut. Pilih satu jawaban yang paling benar dari dengan cara memberikan tanda silang (X) pada huruf di depan pilihan jawaban tersebut. 1. Seseorang sedang mencoba menyeberangi sungai yang airnya mengalir dengan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA Siti Noor Fauziah 1, Ferdy S. Rondonuwu 1,2, Marmi Sudarmi 1 1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

KISI KISI SOAL. Kesesuaian dengan aspek kognitif. Kunci Jawaban A. Aspek Kognitif. Indikator Soal. Soal. keterangan

KISI KISI SOAL. Kesesuaian dengan aspek kognitif. Kunci Jawaban A. Aspek Kognitif. Indikator Soal. Soal. keterangan KISI KISI SOL Kompetensi asar : Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari No 1 Indikator Soal Menjelaskan konsep tekanan spek Kognitif 1 Soal 1.

Lebih terperinci

1. Hukum Lavoisier 2. Hukum Proust 3. Hukum Dalton 4. Hukum Gay Lussac & Hipotesis Avogadro

1. Hukum Lavoisier 2. Hukum Proust 3. Hukum Dalton 4. Hukum Gay Lussac & Hipotesis Avogadro - - 1. Hukum Lavoisier 2. Hukum Proust 3. Hukum Dalton 4. Hukum Gay Lussac & Hipotesis Avogadro 1. Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Massa) : Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi

Lebih terperinci

Chapter 6. Gas. Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Chapter 6. Gas. Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Chapter 6 Gas Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Beberapa zat yang berwujud gas pada suhu 25 0 C dan tekanan 1 Atm 5.1 1 5.1 Sifat-sifat fisis yang

Lebih terperinci

Pilihan ganda soal dan jawaban teori kinetik gas 20 butir. 5 uraian soal dan jawaban teori kinetik gas.

Pilihan ganda soal dan jawaban teori kinetik gas 20 butir. 5 uraian soal dan jawaban teori kinetik gas. Pilihan ganda soal dan jawaban teori kinetik gas 20 butir. 5 uraian soal dan jawaban teori kinetik gas. A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Partikel-partikel gas ideal memiliki sifat-sifat

Lebih terperinci

1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Udara merupakan unsur yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan semuanya membutuhkan udara untuk mempertahankan hidupnya. Udara

Lebih terperinci

Soal Teori Kinetik Gas

Soal Teori Kinetik Gas Soal Teori Kinetik Gas Tahun Ajaran 203-204 FISIKA KELAS XI November, 203 Oleh Ayu Surya Agustin Soal Teori Kinetik Gas Tahun Ajaran 203-204 A. SOAL PILIHAN GANDA Pilihlah salah satu jawaban yang paling

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 7 Fisika

Antiremed Kelas 7 Fisika Antiremed Kelas 7 Fisika Zat dan Wujudnya - Latihan Ulangan Doc. Name: AR07FIS0399 Version: 2011-07 halaman 1 01. Contoh dari zat padat adalah... (A) garam, emas dan tembaga (B) uap air, elpiji dan udara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Udara merupakan zat yang penting dalam memberikan kehidupan di permukaan bumi. Selain memberikan oksigen, udara juga berfungsi sebagai alat penghantar suara dan bunyi-bunyian,

Lebih terperinci

SOAL - JAWAB FISIKA Soal 1. Kation terjadi jika sebuah atom. a. melepaskan satu atau lebih protonnya b. melepas kan satu atau lebih elektronnya c.

SOAL - JAWAB FISIKA Soal 1. Kation terjadi jika sebuah atom. a. melepaskan satu atau lebih protonnya b. melepas kan satu atau lebih elektronnya c. SOAL - JAWAB FISIKA Soal 1. Kation terjadi jika sebuah atom. a. melepaskan satu atau lebih protonnya b. melepas kan satu atau lebih elektronnya c. menangkap satu atau lebih proton bebas d. menangkap satu

Lebih terperinci

MISKONSEPSI SISWA TENTANG TEKANAN

MISKONSEPSI SISWA TENTANG TEKANAN MISKONSEPSI SISWA TENTANG TEKANAN Oleh, Dessy Dian Pramitha NIM: 192008028 TUGAS AKHIR Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika guna memenuhi sebagian dari persyaratan

Lebih terperinci

Abdul Wahid Surhim 2014

Abdul Wahid Surhim 2014 Abdul Wahid Surhim 2014 Kerangka Pembelajaran Persamaan Kimia Pola Reaktivitas Kimia Berat Atom dan Molekul Mol Rumus Empirik dari Analisis Informasi Kuantitatif dari Persamaan yang Disetarakan Membatasi

Lebih terperinci

KIMIA (2-1)

KIMIA (2-1) 03035307 KIMIA (2-1) Dr.oec.troph.Ir.Krishna Purnawan Candra Kuliah ke-1 Sejarah Perkembangan Kimia, pengertian dasar tentang zat, komposisi, struktur zat, unsur dan senyawa Faperta UNMUL 2011 KONTRAK

Lebih terperinci

TERMODINAMIKA & FISIKA STATISTIK

TERMODINAMIKA & FISIKA STATISTIK OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PERGURUAN TINGGI 017 (ONMIPA-PT) Bidang Fisika (Tes 3) 3 Maret 017 Waktu: 10 menit TERMODINAMIKA & FISIKA STATISTIK Petunjuk Pengerjaan : KETENTUAN

Lebih terperinci

BAB II ZAT DAN WUJUDNYA

BAB II ZAT DAN WUJUDNYA BAB II ZAT DAN WUJUDNYA Zat adalah : Sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Wujud zat ada 3 macam : padat, cair, dan gas 1. MASSA JENIS ZAT ( ) Yaitu perbandingan antara massa dan volume zat

Lebih terperinci

ANALISIS KESULITAN KONSEP STRUKTUR KRISTAL PADA PERKULIAHAN FISIKA ZAT PADAT BAGI CALON GURU FISIKA

ANALISIS KESULITAN KONSEP STRUKTUR KRISTAL PADA PERKULIAHAN FISIKA ZAT PADAT BAGI CALON GURU FISIKA ANALISIS KESULITAN KONSEP STRUKTUR KRISTAL PADA PERKULIAHAN FISIKA ZAT PADAT BAGI CALON GURU FISIKA Hera Novia 1,2, Dadi Rusdiana 2, Ida Kaniawati 2 1 Sekolah Pasca Sarjana, Program Studi IPA, Universitas

Lebih terperinci

Pertemuan ke 7 BAB V: GAS

Pertemuan ke 7 BAB V: GAS Pertemuan ke 7 BAB V: GAS Zat-Zat yang Berwujud Gas Di dalam atmosfir normal terdapat sebanyak 11 unsur dalam bentuk gas dan beberapa senyawa di atmosfir juga ditemukan dalam wujud gas. Sifat fisik gas

Lebih terperinci

Telah dibahas sebelumnya tentang mekanisme pernapasan

Telah dibahas sebelumnya tentang mekanisme pernapasan ILMU PENGETAHUAN ALAM RAHASIA 2 Telah dibahas sebelumnya tentang mekanisme pernapasan dan hubungannya dengan tekanan udara. Pada saat bernapas terjadi pertukaran zat dari luar ke dalam dan sebaliknya.

Lebih terperinci

EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam

EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam EKSPERIMEN 1 FISIKA SIFAT TERMAL ZAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2006 Waktu 1,5 jam EKSPERIMEN 1A WACANA Setiap hari kita menggunakan berbagai benda dan material untuk keperluan kita seharihari. Bagaimana

Lebih terperinci

Konsepsi Mahasiswa Tentang Cepat Rambat Gelombang Pada Permukaan Air

Konsepsi Mahasiswa Tentang Cepat Rambat Gelombang Pada Permukaan Air Konsepsi Mahasiswa Tentang Cepat Rambat Gelombang Pada Permukaan Air Rahayu D. Astuti, Basten Sanjaya, Nobita Triwijayanti, Ferdy S. Rondonuwu Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711, [email protected] Program

Lebih terperinci

BENDA WUJUD, SIFAT DAN KEGUNAANNYA

BENDA WUJUD, SIFAT DAN KEGUNAANNYA BENDA WUJUD, SIFAT DAN KEGUNAANNYA Benda = Materi = bahan Wujud benda : 1) Padat 2) Cair 3) Gas Benda Padat 1. Mekanis kuat (tegar), sukar berubah bentuk, keras 2. Titik leleh tinggi 3. Sebagian konduktor

Lebih terperinci

PEMANASAN GLOBAL. Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

PEMANASAN GLOBAL. Efek Rumah Kaca (Green House Effect) PEMANASAN GLOBAL Efek Rumah Kaca (Green House Effect) EFEK RUMAH KACA Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Materi 2.2 Sifat-sifat Materi

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Materi 2.2 Sifat-sifat Materi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Materi dan perubahannya merupakan objek kajian dari ilmu kimia. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi dan perubahannya. Ilmu kimia juga merupakan ilmu

Lebih terperinci

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67 BAB VI REAKSI KIMIA Pada bab ini akan dipelajari tentang: 1. Ciri-ciri reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. 2. Pengelompokan materi kimia berdasarkan sifat keasamannya.

Lebih terperinci

Gas. Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display.

Gas. Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Bab 5 Gas Copyright The McGraw-Hill Companies, Inc. Permission required for reproduction or display. Beberapa zat yang berwujud gas pada suhu 25 0 C dan tekanan 1At Atm 5.1 5.1 Sifat-sifat fisis yang khas

Lebih terperinci

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida KTSP & K-13 FIsika K e l a s XI FLUID STTIS Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Memahami definisi fluida statis.. Memahami sifat-sifat fluida

Lebih terperinci

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan.

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan. Sekolah : SMP... Kelas : VII (Tujuh) Semester : 1 (Satu) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam SILABUS Standar Kompetensi : 1. Memahami ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pencemaran udara adalah permasalahan besar yang harus dihadapi pada

BAB I PENDAHULUAN. Pencemaran udara adalah permasalahan besar yang harus dihadapi pada BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pencemaran udara adalah permasalahan besar yang harus dihadapi pada saat ini karena udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan makhluk hidup, terutama manusia.

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KONVEKSI PADA ZAT CAIR

LAPORAN PRAKTIKUM KONVEKSI PADA ZAT CAIR LAPORAN PRAKTIKUM KONVEKSI PADA ZAT CAIR I. TUJUAN PERCOBAAN Menyelidiki peristiwa konveksi di dalam zat cair. II. ALAT DAN BAHAN Pembakar Spritus Statif 4 buah Korek api Tabung konveksi Serbuk teh Air

Lebih terperinci

TEORI KINETIK GAS (TKG)

TEORI KINETIK GAS (TKG) YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A Jl. Merdeka No. 24 Bandung 022. 4214714 Fax. 022. 4222587 http//: www.smasantaangela.sch.id, e-mail : [email protected] MODUL

Lebih terperinci

Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang

Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang Latihan Soal UAS Fisika Panas dan Gelombang 1. Grafik antara tekanan gas y yang massanya tertentu pada volume tetap sebagai fungsi dari suhu mutlak x adalah... a. d. b. e. c. Menurut Hukum Gay Lussac menyatakan

Lebih terperinci