Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 16 Nomor ISSN
|
|
|
- Veronika Sudjarwadi
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 16 Nomor ISSN REDUKSI PRODUK CACAT PADA KEGIATAN PENCETAKAN Nismah Panjaitan 1*, Dini Wahyuni 1, Mangara Tambunan 1 1 Departemen Teknik Industri; Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater Kampus USU Medan 20155, No.Telp * [email protected] ABSTRAK Kualitas hasil kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja, metode kerja, dan kemampuan operator yang melaksanakan kerja tersebut. Penelitian ini dilakukan di sepuluh usaha percetakan yang berlokasi di Kota Medan. Penelitian bersifat deskriptif, observasi dilakukan terhadap aktivitas kerja pencetakan, kondisi kerja, jumlah produk cacat, penelusuran penyebab terjadinya cacat dan upaya untuk mereduksi jumlah cacat. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah kriteria produk cacat pada kegiatan pencetakan dokumen, buku, koran, garment, sablon, dan undangan. Aktivitas kognitif yang utama pada operator pencetakan adalah eksekusi dan merupakan kegagalan fungsi kognitif yang memiliki persentase terbesar. Sebagian besar operator bekerja berdasarkan pengalaman, tanpa pelatihan yang memadai sehingga menimbulkan dampak terjadinya produk cacat. Upaya penanganan produk cacat yang direkomendasikan untuk masing-masing jenis produk dituangkan ke dalam 3 bagian prosedur yaitu pra operasi, saat operasi, dan pasca operasi. Tindakan penanganan produk cacat memerlukan kemampuan, ketelitian, dan kesiagaan operator dalam menjalankan tugasnya. Kata kunci: Kualitas Kerja, Percetakan, Reduksi Produk Cacat I. Pendahuluan Keberhasilan suatu aktivitas kerja dapat diukur dari banyaknya hasil kerja yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Kualitas hasil kerja antara lain dipengaruhi oleh kondisi tempat kerja, metode kerja, dan kemampuan operator yang melakukan pekerjaan tersebut. Kondisi tempat kerja yang baik akan memudahkan operator melaksanakan tugasnya. Adanya metode kerja baku menjadi acuan operator dalam bekerja. Operator yang memiliki kemampuan yang cukup akan memberikan hasil kerja yang baik dengan dukungan tempat kerja dan metode kerja yang baku. Produk yang diserahkan ke konsumen tentunya adalah produk yang memenuhi spesifikasi yang dipesan oleh konsumen. Produk cacat (produk yang tidak memenuhi spesifikasi) yang sampai ke tangan konsumen akan menimbulkan kekecewaan dan komplain dari konsumen. Karena tidak menginginkan hal tersebut, dilakukan kegiatan sortasi produk yang akan dikirim ke konsumen. Tetapi yang lebih penting adalah melakukan upaya untuk mengurangi jumlah produk cacat. Kondisi pencahayaan tempat kerja yang berada di bawah standar SNI menjadi salah satu penyebab banyaknya produk cacat lolos inspeksi. Hal itu terlihat dari kegiatan inspeksi hasil pencetakan nomor pada usaha percetakan yang diteliti di Kota Medan (Dini Wahyuni, 2016). Banyaknya produk cacat akan menurunkan produktivitas perusahaan (Dini Wahyuni, 2015), sehingga dalam penelitian ini dikaji upaya-upaya penanganan yang dapat dilakukan agar dapat mengurangi jumlah produk cacat yang terjadi. II. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di sepuluh usaha percetakan yang berlokasi di kota Medan. Karakteristik kegiatan pencetakan dapat dikategorikan dalam enam jenis yaitu: pencetakan dokumen, pencetakan buku, pencetakan koran, pencetakan produk garment, pencetakan spanduk, dan pencetakan undangan. Ditinjau dari sisi kepemilikan usaha pencetakan yang diamati terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu: milik universitas (1 perusahaan), milik pemerintah daerah (1 perusahaan), dan milik swasta (8 perusahaan). Penelitian ini bersifat deskriptif. Objek yang dikaji adalah tahapan kerja proses pencetakan dan penanganan produk cacat. Observasi dilakukan terhadap kegiatan kerja bagian pencetakan, kondisi kerja, jumlah produk cacat, penelusuran penyebab terjadinya cacat dan melakukan upaya untuk mereduksi jumlah produk cacat. III. Hasil dan Pembahasan A. Tahapan Kerja Pencetakan Dari pengamatan lapangan terhadap kegiatan pencetakan yang sedang berlangsung, dapat dirangkum tahapan kerja pencetakan masing-masing produk sebagai berikut: 1. Pencetakan dokumen Tahapan kerja pencetakan dokumen yaitu pembuatan printing plate sesuai bentuk dan isi dokumen yang akan dicetak, pencetakan dokumen dengan mesin cetak, pemotongan dokumen sesuai dengan ukuran pesanan konsumen menggunakan mesin potong, penomoran dokumen menggunakan mesin penomoran,
2 dan pengepakan dokumen ke dalam wadah karton ataupun kertas pembungkus dokumen untuk diserahkan kepada konsumen. 2. Pencetakan buku Tahapan kerja pencetakan buku yaitu penerimaan naskah dari penulis, proses editing naskah buku, proses desain cover dan isi buku, proses proving gambar dan tulisan, proses cetak buku, proses sortir lembaran buku yang cacat, proses lem/penjilidan buku, proses pemotongan buku, dan proses packing buku. 3. Pencetakan koran Tahapan kerja pencetakan koran yaitu proses typesetting berita dan informasi untuk koran, pengaturan gambar, pembuatan plat cetak koran, proses pencetakan koran, dan proses penyelesaian dan pengepakan koran. 4. Pencetakan produk garment Tahapan kerja pencetakan produk garment yaitu proses desain menggunakan Corel Draw dan Photoshop, proses pra-afdruk, pembakaran screen, penyablonan, serta finishing dan packing. 5. Pencetakan spanduk Tahapan kerja pencetakan spanduk yaitu desain spanduk menggunakan Corel Draw dan Photoshop, proses cetak spanduk dengan menggunakan digital printing machine, dan finishing dan packing spanduk. 6. Pencetakan undangan Tahapan kerja pencetakan undangan yaitu desain kartu undangan dengan menggunakan Corel Draw dan Photoshop, pembuatan film, matres foil dan pisau pond sesuai bentuk undangan, pembuatan plat cetak undangan, laminasi undangan sesuai dengan efek yang diinginkan konsumen, pencetakan hot print, dan pembentukan, proses punching, finishing dan packing undangan. Di semua objek pengamatan tidak ditemukan prosedur kerja baku yang tertulis, operator melakukan tugasnya hanya berdasarkan pengalaman. Peralatan kerja seperti spons dan lap seringkali digunakan berulang kali meskipun sudah dalam kondisi kotor. B. Data Produk Cacat Data produk cacat dikumpulkan melalui pengamatan langsung di masing-masing objek pengamatan. Kategori produk cacat pada perusahaan pencetakan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jenis cacat setiap perusahaan pencetakan No Perusahaan Pencetakan Jenis Cacat 1 Pencetakan dokumen Berkerut, sobek, kotor, miring, kabur, terdapat bagian tidak tercetak, tercetak berulang pada halaman yang sama, lem tidak merekat secara sempurna, dan potongan tidak rapi 2 Pencetakan buku Letak halaman tertukar (tidak berurut), berkerut, sobek, kotor, miring, kabur, terdapat bagian tidak tercetak, tercetak berulang pada halaman yang sama, lem tidak merekat secara sempurna, dan potongan tidak rapi. Pada produk cetakan yang berwarna kesalahan juga terjadi pada komposisi warna yang berbeda antar produk 3 Pencetakan koran Warna belum merata (berbayang), kabur, kotor, sobek, terlipat, dan terdapat bagian tidak tecetak 4 Pencetakan garment Kabur, kotor, berkerut, dan kesalahan letak posisi 5 Pencetakan sablon Kabur, sobek, terdapat bagian yang tidak merekat dan ukuran yang tidak sesuai 6 Pencetakan undangan Hasil cetakan berbayang, hasil cetakan kabur, kotor, hasil cetakan berbeda warna pada beberapa produk yang sama dan lapisan laminating UV pecah ketika undangan dilipat Jumlah produk cacat lolos inspeksi pada pencetakan dokumen diperoleh dari pengamatan 13 batch pencetakan selama 7 hari kerja seperti tertera pada Tabel 2. Kondisi pencahayaan yang buruk mengakibatkan produk cacat lolos inspeksi sebesar 2,32% hingga 10,57%. Angka tersebut juga dapat menunjukkan persentase produk cacat yang lebih besar karena seharusnya tidak lagi ditemukan produk cacat lolos inspeksi (tergabung dengan produk jadi). Persentase produk cacat pencetakan koran sekitar eksemplar dari satu kali kegiatan pencetakan. Jumlah produk cacat yang terdata pada pencetakan spanduk untuk produk kabur terdapat 152 unit, produk sobek 51 unit, produk yang tidak merekat sempurna 17 unit, dan produk dengan ukuran yang tidak sesuai 29 unit. Persentase produk cacat pada pencetakan undangan mencapai lembar dalam setiap batch pencetakan. Tabel 2. Produk Cacat Lolos Inspeksi 86
3 Pada Pencetakan Dokumen Hari % Cacat Pertama 10,57 Kedua 6,90 Ketiga 7,56 Keempat 7,41 Kelima 5,56 Keenam 2,32 Ketujuh 3,51 C. Aktivitas Kognitif Kegiatan Pencetakan Dari hasil pengamatan diketahui persentase aktivitas kognitif proses pencetakan seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Aktivitas Kognitif Kegiatan Pencetakan Aktivitas Kognitif Persentase Aktivitas Kognitif (%) Koordinasi 2,04 Membandingkan 2,04 Evaluasi 4,08 Eksekusi 61,22 Identifikasi 16,33 Pemeliharaan 2,04 Monitor 4,08 Regulasi 6,12 Verifikasi 2,04 Ada empat fungsi dasar kognitif yang harus dilakukan yaitu: observasi, interpretasi, perencanaan dan eksekusi. Setiap aktivitas kognitif memiliki kombinasi dari keempat fungsi kognitif. Setelah aktivitas kognitif setiap langkah tugas diperoleh, maka ditentukan fungsi kognitif yang berpotensi mengalami kegagalan. Kemudian dipilih jenis kegagalan fungsi kognitif sesuai dengan fakta yang ditemukan pada proses pencetakan. Dari hasil penentuan potensi kegagalan pada proses pencetakan dihitung persentase aktivitas kognitif dan kegagalan fungsi kognitif yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Persentase Aktivitas dan Kegagalan Fungsi Kognitif No Fungsi Kognitif Persentase Aktifitas Kognitif Persentase Kegagalan (%) Fungsi Kognitif (%) 1 Observasi 10,17 11,54 2 Interpretasi 23,73 23,08 3 Perencanaan 6,78 1,92 4 Eksekusi 59,32 63,46 Terlihat bahwa fungsi kognitif eksekusi merupakan aktivitas terbesar dan memiliki persentase kegagalan fungsi yang terbesar juga. D. Upaya Penanganan Produk Cacat Penelusuran penyebab cacat dilakukan dengan menggunakan fishbone diagram. Ditinjau dari sisi mesin, sebagian besar menggunakan mesin cetak yang sudah tua karena dari awal usaha berdiri mesin yang digunakan sudah bekas pakai (second hand). Dari sisi bahan tidak ditemukan adanya masalah, sedangkan lingkungan kerja kotor, tidak rapi, pencahayaan kurang. Dari sisi operator hanya bekerja berdasarkan pengalaman, tanpa pernah mendapat pelatihan khusus terkait pekerjaannya. Sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi cacat direkomendasikan dari penelitian ini. Penanganan produk cacat pada pencetakan dokumen yaitu: 1. Produk Berkerut Untuk menangani terjadinya jenis cacat berkerut, operator harus mengontrol jalannya cetakan dan memperhatikan posisi kertas saat melewati belt. Jika kertas miring, segera hentikan cetakan agar kesalahan tidak berlanjut. 2. Produk Sobek 87
4 Untuk menangani terjadinya jenis cacat sobek, operator harus mengontrol jalannya cetakan dan memperhatikan posisi kertas saat melewati belt. Jika kertas miring atau sangkut, segera hentikan cetakan agar kesalahan tidak berlanjut. 3. Produk Kotor Untuk menangani terjadinya jenis cacat cetakan kotor, operator jangan mengisi tinta secara berlebihan dan harus mengamati jalannya proses. Bila menemukan produk kotor, segera menonaktifkan pengalir tinta agar produk cacat tidak berlanjut. 4. Produk Kabur Untuk menangani terjadinya jenis cacat karena kabur, operator harus memastikan tinta cukup dan segera menghentikan proses pencetakan bila mulai terjadi produk kabur. Penanganan produk cacat pada pencetakan buku yaitu: 1. Bagian tidak tercetak Operator melakukan print preview untuk mengecek sebelum dilakukan kegiatan pencetakan dan melakukan inspeksi pada saat pencetakan berlangsung. 2. Tercetak ulang pada halaman yang sama Operator memastikan halaman yang sudah tercetak dan melakukan inspeksi saat proses cetak sedang berlangsung 3. Hasil jilid tidak merekat sempurna Operator lebih berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam merekatkan lem, tunggu hingga halaman-halaman buku dan cover dapat terekat dengan benar. 4. Potongan tidak rapi Melakukan perawatan secara berkala pada mesin potong, mengganti mata pisau secara berkala, dan membersihkan mata pisau setiap harinya 5. Halaman tertukar Operator harus memastikan halaman yang yang tercetak sesuai dengan softcopy nya dengan terus memeriksa hasil cetakan saat proses print sedang berlangsung 6. Komposisi warna yang berbeda antar produk Operator menetapkan komposisi warna yang diinginkan dan mencampur warna dalam jumlah yang banyak karena bila mencampur warna dilakukan secara berulang akan memberikan peluang untuk warna yang berbeda-beda. Selain itu harus memastikan warna yang dihasilkan sudah sesuai dengan komposisi warna yang diinginkan konsumen dengan selalu membandingkannya dengan cetakan sampel. Penanganan cacat produk buku karena cetakan berkerut, sobek, kotor, dan kabur dilakukan dengan cara yang sama dengan penanganan cacat dokumen. Penanganan produk cacat pada pencetakan koran yaitu: 1. Produk cacat karena warna belum merata (berbayang) terjadi karena campuran warna belum merata secara sempurna (proses proofing). Cacat ini ditangani dengan memperlambat jalannya proses pencetakan pada proses proofing sehingga produk cacat yang berbayang dapat dikurangi. 2. Produk kabur dihindari dengan selalu mengisi tinta penuh sebelum proses pencetakan dimulai 3. Produk kotor dihindari dengan tidak mengisi tinta secara berlebihan. 4. Produk sobek dan terlipat dihindari dengan membuang bahan kertas yang robek sebelum kegiatan pencetakan dilakukan. 5. Pihak manajemen sebaiknya menggunakan kertas dengan kualitas yang lebih baik untuk menghindari terjadinya produk cacat. Pada pencetakan produk garment jenis kecacatan produk disebabkan kabur, kotor, berkerut, dan kesalahan letak posisi. Persentase produk cacat pada pencetakan garment tergolong kecil karena sebelum dilakukan proses pencetakan, pihak percetakan akan melakukan dua kali konfirmasi, yaitu konfirmasi mengenai ukuran dan jumlah produk yang akan dicetak serta konfirmasi warna dan desain. Penanganan produk cacat pada pencetakan undangan dilakukan dengan menugaskan operator untuk memeriksa tinta dan mesin printing pada saat proses pencetakan. Untuk menghindari cacat pada cetakan yang berwarna, dilakukan dengan mencuci rol tinta hingga benar-benar bersih. Operator menetapkan komposisi warna yang diinginkan dan mencampur warna dalam jumlah yang banyak agar tidak harus mencampur berulang kali dan memberikan peluang untuk warna yang berbeda-beda. Langkah penanganan produk cacat dari masing-masing jenis cetakan di atas dapat dirangkum dalam suatu prosedur umum yang terbagi dalam 3 bagian, yaitu Pra-Operasi, Saat Operasi, dan Pasca Operasi sebagai berikut: Tindakan Pra-Operasi 88
5 1. Memastikan tinta terisi dan tidak berlebihan 2. Melakukan preview / pengecekan sebelum dicetak 3. Memastikan pencetakan halaman yang telah selesai 4. Operator melakukan pengeleman dalam jumlah yang cukup agar lem dapat merekat sempurna (bagi produk yang dijilid) 5. Memastikan pisau potong masih baik dan tajam, penggantian mata pisau berkala dan dibersihkan sebelum memulai pencetakan 6. Halaman tercetak sesuai urutan 7. Komposisi warna dari campuran tinta dibuat dalam batch agar terjadi keseragaman warna hasil cetakan 8. Mengecek bahan kertas sebelum proses berlangsung untuk memastikan tidak ada bahan kertas yang robek. Tindakan saat Operasi 1. Mengontrol jalannya cetakan dan memperhatikan posisi kertas saat melewati belt 2. Inspeksi saat proses cetak berlangsung 3. Kecepatan produksi diatur sesuai kebutuhan pencetakan Tindakan Pasca Operasi 1. Mencuci roll agar tidak ada tinta yang tersisa sehingga merusak komposisi warna pada pencetakan selanjutnya. Upaya penanganan produk cacat yang direkomendasikan adalah sejumlah upaya untuk menangani cacat yang terjadi dan menghindari jumlah produk cacat yang lebih besar. Hal itu memerlukan kemampuan, ketelitian, dan kesiagaan operator dalam bekerja. Upaya terpenting yang harus dilakukan adalah menciptakan mekanisme agar produk cacat tidak terjadi (upaya pencegahan terjadinya cacat). Selain itu, juga diperlukan adanya Standard Operating Procedure (SOP) agar menjadi acuan pekerja dalam melaksanakan tugasnya. IV. Kesimpulan Produk percetakan yang dikaji adalah cetakan dokumen, buku, koran, produk garmen, spanduk dan undangan. Jenis kecacatan yang umum ditemukan adalah produk berkerut, sobek, kotor, kabur, dan hasil cetakan miring. Banyaknya produk cacat yang diteliti antara lain disebabkan oleh belum adanya prosedur kerja baku yang tertulis, operator bekerja berdasarkan pengalaman tanpa pelatihan yang cukup pada kondisi penerangan ruang kerja yang tidak memadai. Penanganan untuk mengurangi jumlah produk cacat perlu dilakukan dari sebelum, saat, dan sesudah operasi (tindakan pra operasi, tindakan saat operasi, dan tindakan sesudah operasi), yang memerlukan kemampuan, ketelitian, dan kesiagaan operator dalam bekerja. Daftar Pustaka [1] Dhillon Balbir S, 2009, Human Reliability, Error, and Human Factors in Engineering Maintenance, CRC Press, New York. [2] Hollnagel Erik, 1998, Cognitive Reliability and Error Analysis Method, Elsevier, Norway. [3] Standar Nasional Indonesia, SNI : Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja, Jakarta. [4] Sinulingga Sukaria, 2014, Metode Penelitian, USU Press, Medan. [5] Wahyuni Dini, Tambunan Mangara, dan Panjaitan Nismah, 2015, Productivity Improvement Through Reduction of Product Defects in Printing Activities, Prosiding ICBMC 2015, Makassar. [6] Wahyuni Dini, Tambunan Mangara, dan Panjaitan Nismah, 2016, Pengaruh Pencahayaan Terhadap Kualitas Kerja Operator, Prosiding IDEC 2016, Solo,. 89
6 Halaman ini kosong 90
BAB I PENDAHULUAN. seperti kesalahan operator, kesalahpahaman, kesalahan pengawasan. Kesalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses produksi berlangsung ketika seluruh komponen saling berinteraksi sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan. Interaksi ini tidak hanya dipahami sebagai kegiatan
Disusun Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu ( S1 ) JAKARTA 2015
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PERCETAKAN BUKU YASIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DMAIC Nama : Andi Putra Pratama NPM : 30411742 Jurusan : Teknik Industri Pembimbing 1 : Dr. Ir. Sudaryanto, MSc. Pembimbing 2 :
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa Sumatera Utara berdiri pada tanggal 27 Juli 1985 berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No 26 tahun 1985
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan CV. Lintas Nusa adalah perusahaan percetakan yang menyediakan jasa percetakan,berawal dari sebuah industri sablon, namun perlahan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis yang dilakukan. Bisa disimpulkan sebenarnya prosedur kerja yang ada di PT Aswi Perkasa saat ini sudah
BAB IV HASIL DAN EVALUASI
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di CV. Lintas Nusa berlangsung dalam waktu dua bulan (kurang lebih 8 minggu) dan proses kerja praktek dilakukan pada bagian
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis dan Pembahasan Pengendalian Kualitas Statistik Pada PT. X Graphy Semarang mempunyai bagian Quaility Control yang bertugas melakukan pengecekan terhadap hasil produksi.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Setelah melakukan penelitian dan menganalisis data yang dikumpulkan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Inspeksi sebanyak tiga kali yang dilakukan PT.
BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN
BAB V SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN PENELITIAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan tentang pengendalian kualitas produk dus dan paper bag di CV. Yogyakartas,
BAB 4 PROFIL PERUSAHAAN DAN DATA
BAB 4 PROFIL PERUSAHAAN DAN DATA 4.1. Profil Perusahaan PT. Macanan Jaya Cemerlang merupakan perusahaan penerbit dan percetakan yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Klaten Utara. Sejak tahun 1992,
Uci Marlina Pasaribu
IDENTIFIKASI HUMAN ERROR BERDASARKAN PENDEKATAN CREAM (COGNITIVE RELIABILITY AND ERROR ANALYSIS METHOD) DAN USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE POKA-YOKE DI UNIT PERCETAKAN XXX TUGAS SARJANA Diajukan untuk
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
6 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan CV. Lintas Nusa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa percetakan yang terletak di Jl. Kalidami No. 51 Surabaya. Pada
ANALISA KUALITAS PRODUK KANTONG KRAFT LEM AKIBAT KESALAHAN MANUSIA DI PT. X TUBAN
ANALISA KUALITAS PRODUK KANTONG KRAFT LEM AKIBAT KESALAHAN MANUSIA DI PT. X TUBAN Irwan Soejanto Teknik Industri FTI UPN Veteran Jawa Timur E-mail : [email protected] INTISARI Persaingan antara industri
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan. Kualitas hasil kerja dari suatu proses produksi di suatu perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Kualitas hasil kerja dari suatu proses produksi di suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satu hal yang mempengaruhinya adalah lingkungan
IDENTIFIKASI HUMAN ERROR BERDASARKAN PENDEKATAN CREAM DAN USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE POKA-YOKE
e-jurnal Teknik Industri FT USU Vol 2, No.1, Mei 2014 pp. 18-23 IDENTIFIKASI HUMAN ERROR BERDASARKAN PENDEKATAN CREAM DAN USULAN PERBAIKAN DENGAN METODE POKA-YOKE Uci Marlina Pasaribu 1, Mangara M. Tambunan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Perusahaan Daerah Aneka industri jasa Medan didirikan pada tahun 1985 berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No. 26 tahun 1985 tanggal 27 Juli
BAB V ANALISA HASIL. batas kendaliatas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL). Garis Pusat ini
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Menghitung Garis Pusat atau Central Line (CL) Garis pusat atau Central Line adalah garis tengah yangberada diantar batas kendaliatas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL). Garis Pusat
LAMPIRAN SOP Setting Mesin 2. SOP Langkah Kerja 3. SOP Pemeriksaan 4. Flowchart Prosedur Usulan di Lantai Produksi
DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 1. SOP Setting Mesin 2. SOP Langkah Kerja 3. SOP Pemeriksaan 4. Flowchart Prosedur Usulan di Lantai Produksi Tujuan : Untuk mempermudah dalam melakukan setting mesin. Dan memastikan
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan yang Diperoleh dari Kerja Praktik Berdasarkan hasil kerja praktik yang dijalani selama masa kerja praktik di Sentosa Printing, berikut ini akan dikemukakan hal-hal
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang didapat pada bab IV, penulis telah melihat bahwa hubungan harga jual dalam persaingan harga menghadapi daya saing usaha
BAB IV HASIL DAN EVALUASI
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di CV Sinar Jaya Printing dilakukan dalam waktu dua bulan (tujuh minggu) yang keseluruhannya di lakukan di tiga departemen
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis yang dilakukan. Bisa disimpulkan, bahwa sebenarnya prosedur kerja yang ada di PT Aswi Perkasa saat
Pengendalian Kualitas Produk Kantong Plastik dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk Jadi
Petunjuk Sitasi: Suliawati, & Gumay, V. S. (2017). Pengendalian Kualitas Produk Kantong Plastik dalam Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk Jadi. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. D70-75). Malang: Jurusan
BAB 1 PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu dan teknologi telah membawa dunia industri pada perkembangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan ilmu dan teknologi telah membawa dunia industri pada perkembangan yang kian pesat dan tak pernah berhenti berkembang. Dengan adanya kemajuan tersebut telah
BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
6 BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Percetakan Penebar Swadaya semula merupakan anak perusahaan Majalah Trubus yang dulu berada di bawah Yayasan Sosial Tani Membangun (YSTM) atau
BAB II METODOLOGI. A. Kerangka Berfikir Studi. Fenomena
BAB II METODOLOGI A. Kerangka Berfikir Studi Fenomena Anak-anak senang ketika banjir datang. Peringatan dari orang lain atau orang tua yang di acuhkan. Anak-anak suka bermain secara berkelompok maupun
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan Daerah Aneka industri jasa Medan didirikan pada tahun 1985 berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) No. 26 tahun 1985 tanggal 27 Juli 1985
GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan CV. Bayu Mandiri berdiri sejak tahun 2002, dimulai dengan usaha kecilkecilan yang terletak di Jl. Prambanan No. 3 saat itu perusahaan
Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017
PENGARUH TEKANAN MATA PISAU TERHADAP JENIS JENIS STIKER UNTUK MESIN DIGITAL CUTTING JINKA TYPE 721 PADA CV. LIMA EMPAT TUJUH M. Nasruddin Palipui Program Studi Teknik Grafika, Politeknik Negeri Media Kreatif
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
77 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengolahan Hasil Pengumpulan Data Bagian ini merupakan tahapan dimana semua data-data hasil observasi lapangan di CV. Panca Karya Utama, dengan demikian dapat dilakukan
NOTULENSI Penentuan Penyebab Terjadinya Kecacatan Pakan Ternak. Apa penyebab terjadinya kecacatan pakan ternak pada masing-masing kategori berikut.
NOTULENSI Penentuan Penyebab Terjadinya Kecacatan Pakan Ternak PERTANYAAN Apa penyebab terjadinya kecacatan pakan ternak pada masing-masing kategori berikut. Manusia Metode Material 4. Mesin/Peralatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman modern, internet menjadi bagian dari kehidupan manusia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman modern, internet menjadi bagian dari kehidupan manusia dimanapun tempatnya maupun siapapun penggunanya serta apapun tujuan penggunaanya baik dunia bisnis
BAB.I Pendahuluan. A. Latar Belakang. 1. Gambaran umum Perusahaan
BAB.I Pendahuluan A. Latar Belakang 1. Gambaran umum Perusahaan Perusahaan CV. Aneka Printing yang beralamat di Jl. Jend. A. Yani 15A Iringmulyo Simpang Kampus Kota Metro berdiri sejak tahun 2006, yang
ANALISIS DATA. Universitas Indonesia. Peningkatan kualitas..., Wilson Kosasih, FT UI, 2009
ANALISIS DATA 4.1 FASE ANALISA Fase ini merupakan fase mencari dan menentukan akar sebab dari suatu masalah. Kemudian, dilakukan brainstroming dengan pihak perusahaan untuk mengidentifikasi akar permasalahan
BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH 5.1 Analisa Hasil Data Bab ini membahas mengenai analisis dan interpretasi terhadap hasil pengolahan data disertai usulan-usulan perbaikan dan pengendalian. Pembahasan
3.1.1 Sejarah Perusahaan
48 BAB 3 ANALISA SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Matahari Abadi adalah perusahaan percetakan yang melayani jasa percetakan seperti : brosur, kop surat, amplop,
Sumber naskah aktif Sumber naskah pasif
Mayoritas sumber naskah masih didominasi dari lingkungan ITS. Sumber Naskah meliputi 2 karakteristik : Sumber naskah aktif adalah sumber naskah yang sangat menguasai/ berpengalaman dalam hal proses menulis
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat dijabarkan kesimpulan yang merupakan akhir dari proses penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1) Jenis cacat
BAB II GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN. CV. Bayu Mandiri berdiri sejak tahun 2002, dimulai dengan usaha kecilkecilan
BAB II GAMBARAN UMUN PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan CV. Bayu Mandiri berdiri sejak tahun 2002, dimulai dengan usaha kecilkecilan yang terletak di Jl. Prambanan No. 3 saat itu perusahaan
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN Dalam implementasi desain, kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahapan sebagai berikut 1. Tahap Pesiapan, 2. Tahap Implementasi Konsep ke Dalam Desain, 3. Pembuatan Plate menggunakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. perencanaan pengendalian kualitas pada produk box cetak menggunakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai perencanaan pengendalian kualitas pada produk box cetak menggunakan konsep six sigma pada PT Pura Barutama
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Semakin berkembangnya teknologi saat ini membuat persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin berkembangnya teknologi saat ini membuat persaingan dalam dunia industri grafika, khususnya di Indonesia, diharapkan selalu mencari informasi dan pengalaman
BAB 5 SIMPULAN & SARAN
BAB 5 SIMPULAN & SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian, pengolahan data dan analisa yang sudah dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulan sebagai berikut : 1. Jenis kecacatan yang terdapat pada proses
BAB IV PROSES DAN TAHAPAN PRODUKSI
BAB IV PROSES DAN TAHAPAN PRODUKSI 4.1. Definisi Proses Produksi Proses produksi dapat didefinisikan sebagai satu kegiatan dengan melibatkan tenaga manusia, bahan serta peralatan untuk menghasilkan produk
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN 4.1 Tahap Persiapan Pada tahap ini yang dilakukan adalah : 1. Pengumpulan materi yang digunakan sebagai bahan untuk menyusun atau membuat kemasan dan brosur Maya Bakery yang
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GIFT BOX MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS PT. SOLO MURNI) Pratiwi Putri, Susatyo N.W.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GIFT BOX MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS PT. SOLO MURNI) Pratiwi Putri, Susatyo N.W.P *) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,
Lampiran 1. Struktur Organisasi
Lampiran 1. Struktur Organisasi Kepala Pabrik Administrasi Produksi Quality Assurance and Environment Utilitas Bussiness Accounting Seksi Kesehatan & Keselamatan Kerja Seksi Gudang Material Seksi Stock
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan Pada tahun 1979 terdapat delapan perusahaan daerah yang masing-masing berdiri sendiri sesuai dengan Peraturan Daerah. Kedelapan perusahaan tersebut
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Sejarah sebelum pabrik ini berdiri, mencoba untuk memproduksi tisu dan tidak lama penjualan atau omset pada tisu kurang menguntungkan.
- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;
CARA SABLON MANUAL ALAT DAN BAHAN CETAK SABLON Alat: - Meja sablon, selain digunakan untuk menyablon meja ini digunakan pada saat afdruk screen. Bagian utama meja adalah kaca (tebal 5 mm), lampu neon 2
BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI
BAB II 2. GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1. Sejarah Berdirinya PT. Jawa Pos Koran Usaha swasta di bidang media komunikasi massa berbentuk PT yang didirikan oleh The Chung Sen (Suseno Tejo) dan terbit mulai 1
BAB I PENDAHULUAN. juga menuntut setiap perusahaan untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi saat ini, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar nasional maupun di pasar internasional. Meningkatnya persaingan bisnis
Bab I Pendahuluan. Gambar I. 1 Desain Kantong Pasted. Sumber : Biro Pabrik Kantong PT. Semen Padang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang PT. Semen Padang merupakan pabrik semen tertua di Indonesia yang didirikan pada 18 Maret 1910 dengan nama NV. Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschaapi (NV
BAB I PENDAHULUAN. Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh dan berkembang memerlukan suatu pengendalian internal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Maraknya pertumbuhan usaha dan bisnis di tengah pertumbuhan yang semakin membaik menciptakan persaingan pasar yang semakin ketat. Keadaan ini menuntut perusahaan untuk
BAB I PENDAHULUAN. dimulainya era globalisasi memicu perkembang teknologi dibidang grafika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Masalah Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat dan dimulainya era globalisasi memicu perkembang teknologi dibidang grafika (sumber: Jurnal Indonesia
COATING DI PT INDOKONVERTA INDAH
MEMPELAJARI PROSES PRODUKSI PADA BAGIAN COATING COATING DI PT INDOKONVERTA INDAH Fachmi Ginasty/ 35409301 PENDAHULUAN Latar Belakang Proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. tersebut sudah mempunyai 5 mesin, yaitu 3 mesin cetak offset (2 mesin 2
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan CV. Petemon Grafika berdiri sejak tahun 2010, dimulai dengan usaha percetakan offset yang terletak di Jl. Petemon Kali No. 43 saat itu perusahaan
4 BAB V ANALISIS. Bagian kelima dari dari laporan skripsi ini menjelaskan tentang penulis
4 BAB V ANALISIS 4.1 Analisa Bagian kelima dari dari laporan skripsi ini menjelaskan tentang penulis melakukan analisa dan hasil dari laporan skripsi, dan menguraikan tentang data-data yang telah dikumpulkan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Produk yang dikatakan berkualitas adalah produk yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Maka dari itu setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menghasilkan produk berupa
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan produk plastik pada saat ini cukup pesat dimana semakin meningkatnya pemesanan oleh masyarakat. Oleh karena itu PT. PANCA BUDI IDAMAN lebih meningkatkan
4 BAB V ANALISIS. Bagian kelima dari dari laporan skripsi ini menjelaskan tentang penulis
4 BAB V ANALISIS 4.1 Analisa Bagian kelima dari dari laporan skripsi ini menjelaskan tentang penulis melakukan analisa dan hasil dari laporan skripsi, dan menguraikan tentang data-data yang telah dikumpulkan
Penentuan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dengan Menggunakan Metode Full Costing Pada Cyber Advertising
Penentuan Harga Jual Berdasarkan Perhitungan Harga Pokok Pesanan Dengan Menggunakan Metode Full Costing Pada Cyber Advertising Sherly Vicky Handayani 26211740 Akuntansi Latar Belakang Masalah Tujuan didirikannya
BAB I PENDAHULUAN I.1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam menghadapi persaingan global pada umumnya setiap perusahaan mengharapakan keberhasilan dalam menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Konsumen
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Percetakan (printing) merupakan teknologi atau seni yang memproduksi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Percetakan (printing) merupakan teknologi atau seni yang memproduksi salinan dari sebuah gambar dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambargambar (image)
Penanganan Barang Tolakan pada Perusahaan XYZ di Lembang Jawa Barat
Penanganan Barang Tolakan pada Perusahaan XYZ di Lembang Jawa Barat Ananda Oktaria 1,Marlinda Apriyani 2, Cholid Fatih 3 Mahasiswa 1, Dosen Politeknik Negeri Lampung 1 2, Dosen Politeknik Negeri Lampung
BAB I PENDAHULUAN. offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah CV. Lintas Nusa adalah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan offset dan digital printing. Perusahaan ini merupakan percetakan dimana jumlah minimal
BAB I PENDAHULUAN I.1
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pertumbuhan industri percetakan di Indonesia telah berkembang pesat dan telah memiliki kontribusi terhadap perkembangan perekonomian di Indonesia. Berdasarkan data
BAB IV HASIL DAN EVALUASI
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pelaksanaan kerja praktek di Perusahaan CV. Sinar Jaya Printing dilakukan dalam waktu tiga bulan yang keseluruhannya di lakukan di bagian pra cetak
BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI
BAB IV MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI Jenis media dan konsep perwujudan dari logo adalah sebagai berikut: IV.1 STATIONERY Mencakup keperluan administrasi, surat menyurat, dan sebagai bukti professional serta
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Raya Sport merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang konveksi, khususnya pakaian olahraga. CV. Raya Sport didirikan pada tahun
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Pengendalian kualitas yang dilakukan pada CV. X bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan menjaga agar kepuasan konsumen telah tercapai. Setelah melakukan
JALUR SOP DARI ORDER DITERIMA SAMPAI ORDER JADI
JALUR SOP DARI ORDER DITERIMA SAMPAI ORDER JADI NOTE : SETIAP DIVISI WAJIB QUALITY CONTROL DI BAGIAN MASING-MASING KLIEN ORDER BESERTA DP 60% CUSTOMER SERVICE TERIMA ORDER ISI FORM ORDER OLEH KLIEN ACC
Upaya Penurunan Tingkat Kecacatan Produk dengan Metode DMAIC di PT. X
19-114 Upaya Penurunan Tingkat Kecacatan Produk dengan Metode DMAIC di PT. X Amelia Agnes Sunjono 1, Siana Halim 1 Abstract: This research aims to discover the factors that influences and causes any defects
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Desain Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang.
BAB V ANALISA DATA Tahap Analyze. Pada tahap ini penyusun akan menganalisis hambatan dan kendala yang
BAB V ANALISA DATA 5.1. Tahap Analyze Pada tahap ini penyusun akan menganalisis hambatan dan kendala yang terjadi pada perusahaan yang telah menurunkan keuntungan dan merugikan perusahaan. Alat yang digunakan
Analisis Beban Kerja dan Jumlah Pekerja pada Kegiatan Pengemasan Tepung Beras
Petunjuk Sitasi: Wahyuni, D., Budiman, I., Sihombing, S. N., Sembiring, M. T., & Panjaitan, N. (2017). Analisis Beban dan Jumlah Pekerja pada Kegiatan Pengemasan Tepung Beras. Prosiding SNTI dan SATELIT
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PLONG MANUAL DAN GLUEING MANUAL DI PT. X
Geovano / Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi pada dan di PT. X / Jurnal Titra, Vol. 5, No. 2, Juli 2017, UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PLONG MANUAL DAN GLUEING MANUAL DI PT. X Antonius Geovano
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan di PT Liza Christina Garment Industry dan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya,
INFORMASI DAN SPESIFIKASI
INFORMASI DAN SPESIFIKASI Sablon FLOCK Adalah sablon Digital dengan menggunakan kain sintetis yg sudah memiliki perekat. Menggunakan tinta khusus yang tahan air. Menggunakan lem khusus non-water-based
TUGAS PRAKARYA: SABLON
TUGAS PRAKARYA: SABLON Pengertian Sablon Kata sablon berasal dari bahasa Belanda yaitu schablon yang merupakan suatu teknik cetak-mencetak suatu desain grafis dengan menggunakan kain gasa atau biasa disebut
BAB III PEMBAHASAN. (SMK/MAK), dan Pendidikan Luar Sekolah (PLS). kurikulum yang berlaku. Disamping itu harga yang kami berikan dapat
BAB III PEMBAHASAN A. Gambaran Umum CV. MEDIATAMA 1. Profil perusahaan CV. MEDIATAMA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan. Perusahaan tersebut memliki program untuk berperan
PENENTUAN PRIORITAS MODE KEGAGALAN PENYEBAB KECACATAN PRODUK DENGAN ANOVA (STUDI KASUS: CV. PUTRA NUGRAHA TRIYAGAN)
PENENTUAN PRIORITAS MODE KEGAGALAN PENYEBAB KECACATAN PRODUK DENGAN ANOVA (STUDI KASUS: CV. PUTRA NUGRAHA TRIYAGAN) Ida Nursanti 1*, Dimas Wisnu AJi 2 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas
1. Jumlah penyedia barang yang mendaftar pada Pengadaan Billboard Program Pembangunan Keluarga TA sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) Peserta,
BERITA ACARA EVALUASI PENAWARAN PENGADAAN CETAK OUTPUT HASIL PENDATAAN KELUARGA TA. 2017 SATKER. PERWAKILAN BKKBN PROVINSI JAWA BARAT Pada hari ini Kamis Tanggal Lima Belas Bulan Juni Tahun Dua Ribu Tujuh
IDENTIFIKASI FAILURE MODE PENYEBAB KECACATAN PRODUK PADA PROSES CETAK LEMBAR KERJA SISWA (Studi Kasus: CV. Putra Nugraha Triyagan)
IDENTIFIKASI FAILURE MODE PENYEBAB KECACATAN PRODUK PADA PROSES CETAK LEMBAR KERJA SISWA (Studi Kasus: CV. Putra Nugraha Triyagan) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar S-1
BAB IV HASIL DAN EVALUASI. satu bulan dan proses kerja praktek dilakukan pada bagian prepresssesuai dengan
BAB IV HASIL DAN EVALUASI 4.1 Prosedur Kerja Praktek Pekaksanaan kerja praktek di CV. Bayu Mandiri berlangsung dalam waktu satu bulan dan proses kerja praktek dilakukan pada bagian prepresssesuai dengan
Bab I - Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
Bab I - Pendahuluan I.1 Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang, memiliki banyak perusahaan industri yang bergerak diberbagai bidang produksi, salah satunya Kabupaten Bandung yang terkenal akan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Raya Sport merupakan usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang konveksi, khususnya satu set pakaian olahraga. CV. Raya Sport didirikan
BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kegiatan perusahaan, kajian tentang produktivitas umumnya selalu dikaitkan hanya pada masalah teknologi produksi dan masalah ekonomi, padahal disamping hal tersebut
BAB I PENDAHULUAN. terlihat pada cepatnya perubahan selera konsumen terhadap suatu produk. Oleh sebab
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi saat ini, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar nasional maupun di pasar internasional. Meningkatnya persaingan bisnis
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PERCETAKAN DI SURAKARTA
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PERCETAKAN DI SURAKARTA Indri Hapsari, Stefanus Soegiharto, Agnes Tria A. Teknik Industri, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Email: [email protected]
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN
BAB IV IMPLEMENTASI DESAIN Dalam implementasi desain, kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut : 1. Tahap persiapan 2. Tahap implementasi konsep desain 3. Separasi warna 4. Montage 5.
