BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Susanti Rachman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rapid prototyping adalah metode pembuatan objek tiga dimensi dari data digital secara cepat (Heynick dan Stotz, 2006). Rapid prototyping juga dikenal sebagai additive manufacturing karena memiliki prinsip aditif yaitu membuat produk layer demi layer dengan menambahkan material di atas layer yang sudah terbentuk. Heynick dan Stotz (2006) menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode additive manufacturing, yaitu: stereolithography (SLA), laminated object manufacturing (LOM), selective laser sintering (SLS), fused deposition modeling (FDM), three dimensional printing (3DP), thermal phase change inkjets, photopolymer phase change inkjets (Polyjet), dan contour crafting (CC). Universitas Gadjah Mada memiliki sejumlah mesin berbasis additive manufacturing, yang beberapa diantaranya ditempatkan di Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk Jurusan Teknik Mesin dan Industri untuk keperluan riset. Mesin berbasis additive manufacturing yang berada di Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk Jurusan Teknik Mesin dan Industri yaitu mesin printer tiga dimensi dengan jenis UP!, Portabee, dan ROBO-3D yang semuanya memiliki prinsip FDM untuk fabrikasi produk menggunakan material berbentuk filamen. Filamen yang digunakan merupakan filamen ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan PLA (poly lactic acid). PLA merupakan jenis plastik yang termasuk dalam golongan aliphatic polyester yang secara umum dibuat dari α-hydroxy acid dan bersifat biodegradable (Garlotta, 2001). Menurut Garlotta (2001), PLA dapat diurai melalui hidrolisis pada ikatan esternya tanpa membutuhkan enzim sebagai katalis dalam proses hidrolisis. ABS merupakan jenis plastik polimer yang terdiri dari tiga jenis monomer, yaitu acrylonitrile, butadiene, dan styrene (Rutkowski dan Levin, 1986). Berbeda dengan PLA, ABS memiliki sifat yang susah diurai dan cenderung tidak ramah lingkungan. 1
2 2 Tontowi (2012) telah mengembangkan material alternatif pengganti ABS yang terdiri dari tapioka, gliserin, dan silika. Tapioka dipilih sebagai bahan baku karena memenuhi kriteria bioplastik ramah lingkungan dan Indonesia memiliki ketersediaan yang cukup besar untuk bahan tersebut (Tontowi, 2012). Gliserin berfungsi sebagai plasticizer untuk membentuk bioplastik, sedangkan silika (SiO2) berfungsi sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan sifat mekanis (Song dkk, 2008). Campuran antara tapioka, gliserin, dan silika kemudian diinjeksikan menggunakan alat suntik untuk menghasilkan filamen silika-bioplastik. Filamen kemudian dikeringkan menggunakan mesin pemanas (oven). Filamen yang telah kering digunakan sebagai material dalam proses rapid prototyping menggunakan mesin printer tiga dimensi yang dimiliki oleh Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk Universitas Gadjah Mada. Terdapat redundansi perubahan fasa material pada proses fabrikasi material yang dikembangkan oleh Tontowi (2012). Pada penelitian selanjutnya, redundansi tersebut dikurangi dengan menghilangkan tahapan pengeringan pasta silikabioplastik pada proses pembuatan material. Material silika-bioplastik yang berupa pasta tidak lagi mengalami pengeringan menggunakan oven untuk mendapatkan bentuk filamen, melainkan akan langsung dialirkan ke mesin printer tiga dimensi untuk membentuk produk. Proses pengeringan material yang berupa pasta yang telah diinjeksikan ke meja kerja dilakukan dengan bantuan sinar lampu dan panas dari meja kerja yang dapat diatur suhunya. Untuk dapat mengalirkan material silikabioplastik yang berupa pasta, diperlukan modifikasi terhadap sistem pengumpanan mesin printer tiga dimensi yang masih berupa sistem pengumpanan untuk material berupa filamen. Modifikasi yang dilakukan pada mesin printer tiga dimensi yang dimiliki oleh Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk, Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada yaitu mengganti prinsip fused deposition modeling (FDM) yang menggunakan sistem pengumpanan ekstrusi filamen menjadi prinsip aqueous-based extrusion fabrication (ABEF) yang menggunakan sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal untuk material pasta silika-bioplastik. Mesin printer tiga dimensi yang dimodifikasi ditunjukkan oleh Gambar 1.1.
3 3 Gambar 1.1. Mesin printer tiga dimensi laboratorium PDD UGM Modifikasi dilakukan dengan melepas roller dan elemen pemanas pada nozzle assembly dan memindahkan motor pengumpan ke sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal. Komponen dari nozzle assembly yang dilepas ditunjukkan oleh Gambar 1.2. Selang dari sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal kemudian disambungkan ke nozzle mesin printer tiga dimensi. Sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal yang telah dipasang pada mesin printer tiga dimensi ditunjukkan oleh Gambar 1.3. Gambar 1.2. Nozzle assembly
4 4 Gambar 1.3. Integrasi sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal Mesin printer tiga dimensi yang sudah dimodifikasi untuk mengalirkan material pasta dengan sistem pengumpanan ulir tunggal harus dapat membuat produk dengan kualitas dimensi yang sesuai dengan gambar teknik. Salah satu aspek yang mempengaruhi akurasi dimensi produk jadi pada proses printing tiga dimensi dengan prinsip FDM adalah ukuran layer ekstrusi (Pulak, 2010). Ukuran layer ekstrusi diilustrasikan oleh Gambar 1.4 Gerakan nozzle d l Gambar 1.4. Ilustrasi ukuran layer ekstrusi Diasumsikan material keluaran ekstrusi dari nozzle mempunyai bentuk silinder. Proses ekstrusi akan menghasilkan material keluaran ekstrusi dengan panjang dan diameter tertentu, sehingga dapat dihitung volume material keluaran proses ekstrusi pada satuan waktu tertentu. Volume ekstrusi tersebut merepresentasikan ukuran layer ekstrusi. Sistem pengumpanan ulir tunggal harus
5 5 dapat mengalirkan material dengan volume tertentu supaya dapat menghasilkan ukuran layer ekstrusi yang tepat untuk menghasilkan produk jadi yang sesuai dengan gambar teknik. Ukuran layer ekstrusi dan volume ekstrusi yang digunakan sebagai pembanding diambil dari kondisi sebelum modifikasi dimana pengaturan software dan mesin printer tiga dimensi masih belum dirubah (kondisi default). Sistem pengumpanan ulir tunggal harus dapat mengalirkan material dengan nilai laju aliran volumetrik yang sesuai untuk mendapatkan volume ekstrusi yang sesuai. Aspek yang mempengaruhi laju aliran volumetrik pada proses ekstrusi ulir tunggal adalah viskositas material, diameter barel ekstrusi, panjang metering section, kisar ulir, channel depth, kecepatan rotasi, dan perubahan tekanan (Birley dkk, 1992). Kecepatan rotasi dipilih sebagai poin perbaikan karena dapat divariasikan dengan mudah melalui software Pronterface untuk keperluan kontrol mesin printer tiga dimensi jenis Portabee tanpa harus mengubah karakteristik fisik dari komponen sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal. Dengan karakteristik yang sama, motor pengumpan diharapkan dapat memutar ulir ekstrusi dengan kecepatan rotasi yang cukup untuk mengalirkan material dengan laju aliran volumetrik yang sesuai. Apabila laju aliran volumetrik dari proses pengumpanan material pasta belum sesuai, maka diperlukan upaya perbaikan terhadap kecepatan rotasi dari ulir ekstrusi. Upaya menyesuaikan kecepatan rotasi ulir ekstrusi dapat dilakukan dengan memisahkan poros motor pengumpan dan poros ulir ekstrusi kemudian menghubungkannya melalui interaksi antara roda gigi dengan rasio tertentu. 1.2 Rumusan Masalah Belum adanya penelitian yang mengkaji nilai laju aliran volumetrik pasta silika-bioplastik dari sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal untuk mendapatkan ukuran layer ekstrusi yang sesuai dengan kondisi sebelum modifikasi.
6 6 1.3 Asumsi dan Batasan Masalah Untuk memfokuskan penelitian ini, diambil sejumlah asumsi dan batasan masalah, yaitu: 1. Pengujian terfokus pada mesin printer tiga dimensi jenis Portabee yang dimiliki oleh Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk, Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada. 2. Penelitian ini terbatas pada pencarian nilai laju aliran volumetrik material dari sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal yang sesuai dan upaya perbaikannya. 3. Material uji terbatas pada pasta silika-bioplastik yang dikembangkan di Laboratorium Bioceramics, Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada dengan nilai viskositas pasta yaitu 30 dpa.s. 4. Diasumsikan material pasta silika-bioplastik mengikuti perilaku fluida Non- Newtonian, karena komposisinya mengandung larutan tapioka yang bersifat Non-Newtonian. 5. Karena sistem pengumpanan ekstrusi ulir telah dipasang pada mesin printer tiga dimensi, maka data kondisi awal sistem pengumpanan filamen diambil dari mesin lain dengan jenis yang sama yaitu mesin printer tiga dimensi jenis Portabee untuk material PLA (poly lactic acid), dengan asumsi kedua mesin tersebut memiliki performa pengumpanan yang sama. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Mengetahui nilai laju aliran volumetrik material yang sesuai dari sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal untuk menghasilkan ukuran layer ekstrusi yang sama dengan kondisi sebelum modifikasi. 2. Mengetahui nilai kecepatan rotasi ulir ekstrusi yang sesuai pada sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal untuk mendapatkan laju aliran volumetrik material pasta silika-bioplastik yang sesuai.
7 7 3. Merancang transmisi roda gigi antara poros ulir ekstrusi dan poros motor pengumpan untuk mendapatkan nilai kecepatan rotasi ulir yang sesuai. 4. Mengetahui hasil percobaan pembuatan produk. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya: 1. Memberikan pengetahuan mengenai prinsip proses ekstrusi dan mesin printer tiga dimensi berbasis additive manufacturing. 2. Memberikan pengetahuan mengenai peran ilmu statistik pada pengujian suatu sistem pengumpanan ekstrusi ulir melalui pengujian hipotesis untuk membandingkan dua data yang berbeda. 3. Mampu memberikan solusi untuk memperbaiki sistem pengumpanan ekstrusi ulir tunggal sehingga dapat mengalirkan pasta silika-bioplastik dengan laju aliran volumetrik yang sesuai. 4. Mampu menjadi acuan dasar dalam perancangan sistem pengumpanan ekstrusi ulir yang lebih optimal dari kondisi aktual.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rapid prototyping merupakan proses pembuatan model fisik tiga dimensi dari model tiga dimensi digital menggunakan mesin otomatis secara cepat (Heynick dan Stotz, 2006).
PENGARUH PARAMETER PROSES EKTRUSI 3D PRINTER TERHADAP SIFAT MEKANIS CETAK KOMPONEN BERBAHAN FILAMENT PLA (Poly Lactide Acid)
PENGARUH PARAMETER PROSES EKTRUSI 3D PRINTER TERHADAP SIFAT MEKANIS CETAK KOMPONEN BERBAHAN FILAMENT PLA (Poly Lactide Acid) Agris Setiawan 1) 1) Program Studi DIII Aeronautika, STTKD Yogyakarta 1) [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan produk berkelanjutan merupakan suatu hal yang menjadi sangat penting dalam perkembangan dunia industri. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan target pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rapid Prototyping adalah salah satu langkah penting untuk finalisasi sebuah desain produk. Prototyping mempermudah dalam pembentukan konsep suatu desain. Sebuah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangan dunia industri, adanya model produk menjadi sangat penting dalam menentukan apakah produk yang akan diproduksi sudah memenuhi kriteria atau belum.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rapid prototyping saat ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan dalam upaya penyempurnaan kualitas produk yang akan dihasilkan. Hal ini dikarenakan dengan penggunaan
PENGARUH ORIENTAS OBYEK HASIL FUSED DEPOSITION MODELING PADA WAKTU PROSES
Jurnal Teknik Mesin, Vol. 16, No. 2, Oktober 2016, 41-46 ISSN 1410-9867 DOI: 10.9744/jtm.16.2.41-46 PENGARUH ORIENTAS OBYEK HASIL FUSED DEPOSITION MODELING PADA WAKTU PROSES Wesley Budiman 1), Juliana
PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK
PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK Sobron Lubis, Sofyan Djamil, Yolanda Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik
BAB I PENDAHULUAN. pembuatan prototype yang biasanya memakan waktu yang lama. dapat dibuat dalam waktu yang lebih singkat. Namun di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Printer 3D di indonesia mulai digemari di dalam dunia industri indonesia, karena dengan meggunakan printer 3D pembuatan prototype yang biasanya memakan waktu yang
BAB I PENDAHULUAN. pertengahan 1980-an, teknologi pencetakan tiga dimensi (3D) yang. mencetak benda dengan mengandalkan ekstrusi termoplastik untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dengan munculnya teknologi manufaktur aditif pada pertengahan 1980-an, teknologi pencetakan tiga dimensi (3D) yang mencetak benda dengan mengandalkan ekstrusi
BAB I PENDAHULUAN an, teknologi pencetakan tiga dimensi (3D) yang mencetak. benda dengan mengandalkan ekstrusi termoplastik untuk pembuatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Munculnya teknologi manufaktur aditif pada pertengahan 1980-an, teknologi pencetakan tiga dimensi (3D) yang mencetak benda dengan mengandalkan ekstrusi termoplastik
Perancangan Extruder Mesin Rapid Prototyping Berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) Untuk Material Filament Polylactic Acid (PLA) Diameter 1,75 mm
Perancangan Extruder Mesin Rapid Prototyping Berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) Untuk Material Filament Polylactic Acid (PLA) Diameter 1,75 mm Ayi Ruswandi 1, Mochammad Arsyad Fauzan 2 (1) Dosen
Pengaruh Parameter Proses 3D Printing Terhadap Elastisitas Produk Yang Dihasilkan
Pengaruh Parameter Proses 3D Printing Terhadap Elastisitas Produk Yang Dihasilkan Hasdiansah 1, Herianto 2, 1,2, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Data dari Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 menginformasikan bahwa kasus patah tulang meningkat setiap tahun sejak 2007. Pada 2007 tercatat ada 22,815
BAB I PENDAHULUAN. pengembangan produk yang berkelanjutan. Hal ini agar industri selalu. eksis dan bahkan menjadi rujukan dari para konsumen.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan industri harus didampingi dengan pengembangan produk yang berkelanjutan. Hal ini agar industri selalu eksis dan bahkan menjadi rujukan dari para
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR PENGARUH ARAH CETAKAN MELINTANG DAN MEMBUJUR SERTA TEBAL LAYER 0,2 MM DAN 0,3 MM TERHADAP PENYIMPANGAN PRODUK PRINTER 3 DIMENSI DARI BAHAN ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene)
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Defek tulang kepala (cranial bone defects) dan defek tulang wajah (cranio
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Defek tulang kepala (cranial bone defects) dan defek tulang wajah (cranio facial defects) merupakan kasus medis dimana tidak adanya jaringan tulang pada bagian cranial
RANCANG BANGUN PRINTER 3D MENGGUNAKAN KONTROLLER ARDUINO MEGA Kampus UMK Gondangmanis PO.BOX 53.Kudus. *
RANCANG BANGUN PRINTER 3D MENGGUNAKAN KONTROLLER ARDUINO MEGA 2560 Moh. Dahlan 1 *, Budi Gunawan 1, F. Shoufika Hilyana 1 1 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muria Kudus Kampus UMK Gondangmanis
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR PENGUJIAN KUAT TARIK TERHADAP PRODUK HASIL 3D PRINTING DENGAN VARIASI KETEBALAN LAYER 0,2 mm dan 0,3 mm YANG MENGGUNAKANAN BAHAN ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) Disusun
Pengaturan Orientasi Posisi Objek pada Proses Rapid Prototyping Menggunakan 3D Printer Terhadap Waktu Proses dan Kwalitas Produk
Jurnal Teknik Mesin, Vol. 15, No. 1, April 2014, 27-34 ISSN 1410-9867 DOI: 10.9744/jtm.15.1.27-34 Pengaturan Orientasi Posisi Objek pada Proses Rapid Prototyping Menggunakan 3D Printer Terhadap Waktu Proses
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Meningkatnya persaingan di pasar global yang amat pesat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Meningkatnya persaingan di pasar global yang amat pesat pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri manufaktur. Banyak perusahaan yang harus menyesuaikan
PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Susilo Adi Widyanto 1) Abstrak Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi
Interaksi Manusia dan Komputer
Pertemuan 07 Interaksi Manusia dan Komputer Bg.5 Prototype Oleh : ANISYA, S.Kom., M. Kom Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informatika ITP 2013 SUB TOPIK Rapid Prototyping Dimensi Prototyping (Representasi,
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i HALAMAN PENGESAHAN ii HALAMAN PERNYATAAN iii HALAMAN PERSEMBAHAN v KATA PENGANTAR vi UCAPAN TERIMA KASIH vii DAFTAR ISI ix DAFTAR GAMBAR xi DAFTAR TABEL xiv DAFTAR LAMPIRAN xvi
PELAPISAN PRODUK HASIL PRINTER 3 DIMENSI DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN CAT DAN PELAPIS RESIN
Pelapisan Produk Hasil Printer 3 Dimensi... (Febriantoko dan Riyanto) PELAPISAN PRODUK HASIL PRINTER 3 DIMENSI DENGAN DENGAN MENGGUNAKAN CAT DAN PELAPIS RESIN Bambang Waluyo Febriantoko *, Rachman Rio
PROSES PEMBUATAN BOTOL MILKY DI PT. LURINA PLASTIK INDUSTRIES, CIKARANG
PROSES PEMBUATAN BOTOL MILKY DI PT. LURINA PLASTIK INDUSTRIES, CIKARANG Nama : Mokhammad Roiful Anis NPM : 24411599 Jurusan : Teknik Mesin Pembimbing : Doddi Yuniardi, ST., MT. Latar Belakang Saat ini
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Susilo Adi Widyanto 1) Abstrak Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi
MATERI PEMBELAJARAN. Prototyping Rapid Prototyping Dimensi Prototyping Terminologi Prototyping Prototyping Tools
PROTOTYPE Pert 5 MATERI PEMBELAJARAN Prototyping Rapid Prototyping Dimensi Prototyping Terminologi Prototyping Prototyping Tools PROTOTYPE? proses membangun model dari suatu sistem. bentuk awal (contoh)
ABSTRAKSI PENGARUH SUHU DARI BOTTOM PLATE TERHADAP PRODUK PRINTER 3D
1 2 ABSTRAKSI PENGARUH SUHU DARI BOTTOM PLATE TERHADAP PRODUK PRINTER 3D Sugeng Winarto, Bambang Waluyo F, Bibit Sugito Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Tromol Pos I Pabelan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dunia industri dewasa ini, kecepatan inovasi produk baik dari segi teknologi maupun estetika dan fungsionalitasnya memegang peranan penting untuk memenangkan persaingan
RANCANG BANGUN KONSTRUKSI RANGKA MESIN 3D PRINTER TIPE CARTESIAN BERBASIS FUSED DEPOSITION MODELING (FDM)
Jurnal Teknik Mesin (JTM): Vol 06, No 4, Oktober 2017 252 RANCANG BANGUN KONSTRUKSI RANGKA MESIN 3D PRINTER TIPE CARTESIAN BERBASIS FUSED DEPOSITION MODELING (FDM) Mochamad Diki Muliyawan, Gatot Eka Pramono,
PENGARUH PRODUK STYRENE (ABS) JURUSAN. Disusun Oleh
TUGAS AKHIR PENGARUH ARAH CETAKAN MELINTANG DAN MEMBUJUR SERTA TEBAL LAYER 0,2 mmm DAN 0,3 mm TERHADAP PENYIMPANGAN PRODUK PRINTER 3 DIMENSI DARI BAHAN ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE (ABS) Disusun Sebagai
BAB II RAPID PROTOTYPING
BAB II RAPID PROTOTYPING.1 Klasifikasi Rapid Prototyping Rapid Prototyping (RP) atau Layered Manufacturing (LM) merupakan proses fabrikasi suatu produk dengan layer by layer. Prosesnya melibatkan penambahan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan energi di Indonesia secara umum meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan perekonomian maupun perkembangan teknologi. Pemakaian energi
PROTOTYPE. Lecture 13 FaridWajdi 2014
PROTOTYPE Lecture 13 FaridWajdi 2014 Definition A model of the real product. Prototype development begins with the release of completed parts, subassemblies,and assemblies to configuration management,
SISTEM KONTROL MESIN FUSED DEPOSITION MODELLING
SISTEM KONTROL MESIN FUSED DEPOSITION MODELLING Cristian Awi, Soeharsono dan Didi Widya Utama Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin, Universitas Tarumanagara Abstract: Fused deposition modeling
PERANCANGAN DAN FABRIKASI MESIN EXTRUSI SINGLE SCREW
PERANCANGAN DAN FABRIKASI MESIN EXTRUSI SINGLE SCREW Sumardi dan Indra Mawardi Dosen Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe ABSTRACT Penelitian ini dilakukan dimulai dari desain sampai mesin
UNIVERSITAS INDONESIA SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik. Dede Sumantri
UNIVERSITAS INDONESIA PENINGKATAN KINERJA MESIN RAPID PROTOTYPING BERBASIS FUSED DEPOSITION MODELLING SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Dede Sumantri 0706266954
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada lima puluh tahun terakhir, produk-produk yang dibuat dari bahan plastik telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Bahan plastik ini mempunyai keunggulan
UNIVERSITAS INDONESIA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK MESIN RAPID PROTOTYPING DENGAN METODE FDM (FUSED DEPOSITIONING MODELLING) SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK MESIN RAPID PROTOTYPING DENGAN METODE FDM (FUSED DEPOSITIONING MODELLING) SKRIPSI Andry Sulaiman 0606072925 FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DEPOK
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: [email protected]
TUGAS AKHIR. Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
TUGAS AKHIR PENGUJIAN KUAT TARIK TERHADAP PRODUK HASIL 3D PRINTING DENGAN VARIASI KETEBALAN LAYER 0,2 mm dan 0,3 mm YANG MENGGUNAKANAN BAHAN ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) Disusun Sebagai Syarat
PENGARUH SUHU DARI HEATER NOZZLE TERHADAP PRODUK PRINTER 3D
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR PENGARUH SUHU DARI HEATER NOZZLE TERHADAP PRODUK PRINTER 3D Disusun Sebagai Syarat Untuk mencapai Gelar sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
UNIVERSITAS DIPONEGORO
UNIVERSITAS DIPONEGORO PENGEMBANGAN MEKANISME DEPOSISI SERBUK PENYANGGA DAN PEMBUATAN CONTOH PRODUK DENGAN PROSES MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MD-IS) TUGAS AKHIR TOHIRIN L2E 607 054 FAKULTAS
PENGARUH POSISI ORIENTASI OBJEK PADA PROSES RAPID PROTOTYPING 3D PRINTING TERHADAP KEKUATAN TARIK MATERIAL POLYMER
SINERGI Vol.20, No.3, Oktober 2016: 229-238 DOAJ: http://doaj.org/toc/2460-1217 DOI: http://doi.org/10.22441/sinergi.2016.3.009 PENGARUH POSISI ORIENTASI OBJEK PADA PROSES RAPID PROTOTYPING 3D PRINTING
PEMBUATAN CETAKAN MELALUI METODE RAPID TOOLING PADA PEMBENTUKAN BOLA PLASTIK DENGAN PROSES ROTATIONAL MOLDING
TUGAS AKHIR PEMBUATAN CETAKAN MELALUI METODE RAPID TOOLING PADA PEMBENTUKAN BOLA PLASTIK DENGAN PROSES ROTATIONAL MOLDING Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Mesin
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Susilo Adi Widyanto Program Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof Sudarto, SH., Semarang [email protected]
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR
RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi 1* Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: [email protected]
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Pembuatan Prototipe 5.1.1. Modifikasi Rangka Utama Untuk mempermudah dan mempercepat waktu pembuatan, rangka pada prototipe-1 tetap digunakan dengan beberapa modifikasi. Rangka
BAB III METODE PENELITIAN. Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain :
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1 Alat Penelitian Alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain : a) Timbangan digital Digunakan untuk menimbang serat dan polyester.
PEMBUATAN CETAKAN MELALUI METODE RAPID TOOLING PADA PEMBENTUKAN BOLA PLASTIK DENGAN PROSES ROTATIONAL MOLDING
NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR PEMBUATAN CETAKAN MELALUI METODE RAPID TOOLING PADA PEMBENTUKAN BOLA PLASTIK DENGAN PROSES ROTATIONAL MOLDING Disusun Sebagai Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Teknik Jurusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin cepat mendorong manusia untuk selalu mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi (Daryanto, 1999 : 1). Sepeda motor, seperti juga
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Kejuruan (JIPTEK)
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Kejuruan (JIPTEK) Jurnal Homepage: https://jurnal.uns.ac.id/jptk PENGARUH PENGGUNAAN HYDROGEN ECO BOOSTER TIPE DRY CELL DENGAN VARIASI LARUTAN ELEKTROLIT TERHADAP TORSI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Plastik adalah bahan yang banyak sekali di gunakan dalam kehidupan manusia, plastik dapat di gunakan sebagai alat bantu yang relative kuat, ringan, dan mempunyai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi memungkinkan adanya materialmaterial baru yang berkaitan dengan dunia medis. Salah satu material yang selalu dikembangkan dalam
BAB I PENDAHULUAN. Dalam beberapa tahun terakhir, metode pengurasan minyak tahap lanjut
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dalam beberapa tahun terakhir, metode pengurasan minyak tahap lanjut atau EOR (Enhanced Oil Recovery) menjadi pokok bahasan yang ramai diperbincangkan. Metode EOR
BAB I PENDAHULUAN .1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Limbah industri polimer merupakan salah satu limbah yang tergolong dalam limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Pada umumnya limbah industri polimer berasal dari
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Laboratorium. Fisika Material, Laboratorium Kimia Bio Massa,
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Laboratorium Fisika Material, Laboratorium Kimia Bio Massa, Laboratorium Kimia Instrumentasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian adalah metode yang digunakan untuk mendekatkan permasalahan yang diteliti sehingga dapat menjelaskan dan membahas permasalahan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Definisi Proses Produksi Proses produksi yaitu suatu kegiatan perbaikan terus menerus (continous improvement) yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide ide untuk menghasilkan
KAJIAN KINERJA MESIN PENGADUK PADA PROSES PEMBUATAN PATI AREN (ARENGA PINNATA MERR.) 1
KAJIAN KINERJA MESIN PENGADUK PADA PROSES PEMBUATAN PATI AREN (ARENGA PINNATA MERR.) 1 Bambang Purwantana 2, Tri Purwadi 3, Muhammad Fauzi 4 ABSTRAK Pati aren merupakan komoditas yang banyak digunakan
UNJUK KERJA MOBIL MSG 01 DENGAN SISTEM TENAGA UDARA
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNJUK KERJA MOBIL MSG 01 DENGAN SISTEM TENAGA UDARA Disusun Oleh : Nama : Muhammad Rizki Npm : 24411960 Jurusan : Teknik Mesin Pembimbing : 1. Dr. Rr.
APLIKASI PENGGUNAAN BIODIESEL ( B15 ) PADA MOTOR DIESEL TIPE RD-65 MENGGUNAKAN BAHAN BAKU MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS NaOH 0,6 %
APLIKASI PENGGUNAAN BIODIESEL ( B15 ) PADA MOTOR DIESEL TIPE RD-65 MENGGUNAKAN BAHAN BAKU MINYAK JELANTAH DENGAN KATALIS NaOH 0,6 % Oleh : Eko Deviyanto Dosen Pembimbing : Dr.Rr. Sri Poernomosari Sari
BAB III METODE PERANCANGAN
BAB III METODE PERANCANGAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai tempat serta waktu dilakukannya dilakukannya penelitian, diagram alir perancangan, serta prosedur pengguanaan alat uji kekentalan plastik.
PENGEMBANGAN PROSES MULTI MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MMD-Is) UNTUK SERBUK Cu
C.8. Pengembangan Proses Multi Material Deposition Indirect Sintering (MMD-Is). (Muhamad Nurhilal) PENGEMBANGAN PROSES MULTI MATERIAL DEPOSITION INDIRECT SINTERING (MMD-Is) UNTUK SERBUK Cu Mohammad Nurhilal
BAB I PENDAHULUAN. oksigen. Senyawa ini terkandung dalam berbagai senyawa dan campuran, mulai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Silika merupakan unsur kedua terbesar pada lapisan kerak bumi setelah oksigen. Senyawa ini terkandung dalam berbagai senyawa dan campuran, mulai dari jaringan
PERANCANGAN MESIN PRESS BAGLOG JAMUR KAPASITAS 30 BAGLOG PER JAM. Oleh ARIEF HIDAYAT
PERANCANGAN MESIN PRESS BAGLOG JAMUR KAPASITAS 30 BAGLOG PER JAM Oleh ARIEF HIDAYAT 21410048 Latar Belakang Jamur Tiram dan Jamur Kuping adalah salah satu jenis jamur kayu, Media yang digunakan oleh para
RANCANG BANGUN KONTRUKSI DAN SISTEM GERAK SUMBU PADA MESIN FUSED DEPOSITION MODELLING
RANCANG BANGUN KONTRUKSI DAN SISTEM GERAK SUMBU PADA MESIN FUSED DEPOSITION MODELLING Jeffrey, Didi Widya Utama dan Soeharsono Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara, Jakarta
Gambar 3.1 Arang tempurung kelapa dan briket silinder pejal
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Energi Biomassa, Program Studi S-1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiayah Yogyakarta
PERTEMUAN #3 TEORI DASAR OTOMASI 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI
TEORI DASAR OTOMASI Sumber: Mikell P. Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 3 PERTEMUAN #3 TKT312
RANCANG BANGUN ALAT PERMAINAN EDUKATIF JENIS GELINDING KELERENG UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KELOMPOK USIA 4-6 TAHUN
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi RANCANG BANGUN ALAT PERMAINAN EDUKATIF JENIS GELINDING KELERENG UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KELOMPOK USIA 4-6 TAHUN *Nila Kusumaningtyas
METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc. mesin uji yang digunakan adalah sebagai berikut. : 4 langkah, SOHC, 4 klep
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Pengujian 1. Spesifikasi motor bensin 4-langkah 135 cc Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4- langkah 135 cc, dengan merk Yamaha
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai November 2014, dengan
34 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai November 2014, dengan tahapan kegiatan, yaitu: pembuatan polimer plastik serta karakteristik produk
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerusakan jaringan karena penyakit keturunan, luka berat dan kecelakaan menempati posisi kedua penyebab kematian di dunia. Pengobatan konvensional yang umum dilakukan
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan september 2011 hingga desember 2011, yang bertempat di Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Departemen
Kajian Kinerja Mesin Pengaduk Pada Proses Pembuatan Pati Aren (Arenga pinnata Merr.)
Kajian Kinerja Mesin Pengaduk Pada Proses Pembuatan Pati Aren (Arenga pinnata Merr.) Oleh: Bambang Purwantana 1, Tri Purwadi 1, Muhammad Fauzi 2 Abstrak Pati aren merupakan komoditas yang banyak digunakan
BAB I PENDAHULUAN. material konvensional yang ada telah berkembang dengan sangat. pesat dan semakin banyaknya tipe, merk, dan jumlah kendaraan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini perkembangan material-material baru pada industri otomotif untuk mendapatkan material dengan sifat yang lebih baik dari material konvensional yang ada telah
PROSES PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBASIS PATI SORGUM DENGAN PENGISI BATANG SINGKONG
Deskripsi PROSES PEMBUATAN BIOPLASTIK BERBASIS PATI SORGUM DENGAN PENGISI BATANG SINGKONG Bidang Teknik Invensi Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan bioplastik, lebih khusus lagi proses pembuatan
MODUL PRAKTIKUM SATUAN OPERASI II
MODUL PRAKTIKUM SATUAN OPERASI II PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA I. PENGERINGAN A. PENDAHULUAN Pengeringan adalah proses pengeluaran
SKRIPSI PERANCANGAN JARINGAN TELEMANUFACTURING BERBASIS INTERNET UNTUK APLIKASI RAPID PROTOTYPING/ MANUFACTURING
SKRIPSI PERANCANGAN JARINGAN TELEMANUFACTURING BERBASIS INTERNET UNTUK APLIKASI RAPID PROTOTYPING/ MANUFACTURING NOMOR PERSOALAN : TKI532T/176/2003/EKST Disusun Oleh: IMAM INDRA PRAYUDI 01/150683/ET/02156
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang B. Tinjauan Pustaka
BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Sektor industri termasuk industri kimia di dalamnya, dewasa ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia, baik dari
Deskripsi SEMEN CEPAT GEOPOLIMER DAN METODA PEMBUATANNYA
1 Deskripsi SEMEN CEPAT GEOPOLIMER DAN METODA PEMBUATANNYA Bidang Teknik Invensi Invensi ini berhubungan dengan komposisi bahan, metode pembuatan dan produk semen cepat (rapid-set high-strength) geopolimer.
BAB I PENDAHULUAN. transportasi lebih baik, tidak hanya pada mesinnya yang irit bahan bakar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia otomotif yang semakin berkembang menuntut perubahan agar alat transportasi lebih baik, tidak hanya pada mesinnya yang irit bahan bakar melainkan juga pada tingkat
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PROSES 3D-PRINTING MATERIAL POLYLACTIC ACID TERHADAP RESPON AKURASI DIMENSI DAN KEKUATAN TARIK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
ANALISIS PENGARUH PARAMETER PROSES 3D-PRINTING MATERIAL POLYLACTIC ACID TERHADAP RESPON AKURASI DIMENSI DAN KEKUATAN TARIK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI TUGAS AKHIR Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Thermodinamika Teknik Mesin
III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Thermodinamika Teknik Mesin Universitas Lampung. Adapun waktu pelaksaan penelitian ini dilakukan dari bulan
BAB III PEMILIHAN TRANSMISI ATV DENGAN METODE PAHL AND BEITZ. produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah
BAB III PEMILIHAN TRANSMISI ATV DENGAN METODE PAHL AND BEITZ 3.1 MetodePahldanBeitz Perancangan merupakan kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Elemen Dasar Sistem Otomasi
Materi #4 Sumber: Mikell P Groover, Automation, Production Systems, and Computer-Integrated Manufacturing, Second Edition, New Jersey, Prentice Hall Inc., 2001, Chapter 3 Elemen Dasar Sistem Otomasi 2
SINTESA DAN UJI BIODEGRADASI POLIMER ALAMI
SINTESA DAN UJI BIODEGRADASI POLIMER ALAMI Suryani Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Buketrata - Lhokseumawe Email : [email protected] Abstrak Pati (khususnya
BAB III PERCOBAAN III.1. DIAGRAM ALIR PERCOBAAN. 17 Ibnu Maulana Yusuf
BAB III PERCOBAAN III.1. DIAGRAM ALIR PERCOBAAN Gambar 3.1. Skema proses pembuatan filter air dari karbon serbuk dan pasir silika 17 III.2. TAHAP PERSIAPAN Pada tahap persiapan, proses-proses yang dilakukan
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan Penelitian. Alat penelitian a. Sepeda Motor Dalam penelitian ini, mesin yang digunakan untuk pengujian adalah motor bensin 4-langkah 0 cc. Adapun spesifikasi
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Kimia Analitik, Program Studi Kimia FMIPA ITB sejak September 2007 sampai Juni 2008. III.1 Alat dan Bahan Peralatan
PROSES PELAPISAN PERMUKAAN SPESIMEN DARI BAHAN ABS YANG DIBENTUK MELALUI RAPID TOOLING
PROSES PELAPISAN PERMUKAAN SPESIMEN DARI BAHAN ABS YANG DIBENTUK MELALUI RAPID TOOLING Rachman Rio Riyanto 1), Bambang Waluyo Febriantoko 2), Patna Partono 3) 1 Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. WAKTU DAN LOKASI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 2012 di Laboratorium Energi dan Elektrifikasi Pertanian, Departemen Teknik
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 SIFAT MEKANIK PLASTIK Sifat mekanik plastik yang diteliti terdiri dari kuat tarik dan elongasi. Sifat mekanik diperlukan dalam melindungi produk dari faktor-faktor mekanis,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Material Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sedangakan untuk Pengujian nilai
