JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
|
|
|
- Yanti Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 2, Nomor 1, Februari 2016, Halaman ISSN: MENGATASI KESULITAN MAHASISWA TENTANG MATERI PERSAMAAN DIFERENSIAL MENGGUNAKAN BIMBINGAN BELAJAR INDIVIDUAL (FACE TO FACE RELATIONSHIP) BERBANTUAN PROGRAM MAPLE Beni Asyhar 1 dan Dewi Asmarani 2 1,2 Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung [email protected] 1, [email protected] 2 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami tentang materi Persamaan Diferensial menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitiannya mahasiswa S-1 Jurusan Tadris Matematika IAIN Tulungagung semester VI (enam) kelas E tahun akademik 2014/2015. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pembelajaran dengan menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple terdiri dari tiga tahap, yaitu: (i) tahap awal meliputi penyampaian tujuan pembelajaran, memeriksa pengetahuan prasyarat, mengatur tempat duduk, dan membagikan LKM, (ii) tahap inti meliputi proses bimbingan individual berbantuan media komputer berupa program Maple dan LKM, (iii) tahap akhir meliputi penarikan kesimpulan hasil pembelajaran dan melakukan evaluasi. 2) Pembelajaran dengan menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dapat mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami materi dan prosedur penyelesaian Persamaan Diferensial (PD), dan 3) respon mahasiswa terhadap pembelajaran tentang PD Persamaan Diferensial (PD) menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dalam penelitian ini adalah positif. Kata Kunci: Kesulitan, Persamaan Diferensial, Bimbingan Individual, Maple PENDAHULUAN Persamaan Diferensial (PD) merupakan salah satu mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa Strata 1 (S1) Matematika maupun Pendidikan Matematika. Suatu bentuk persamaan yang memuat turunan (derivatif) satu atau lebih variabel tak bebas terhadap satu atau lebih variabel bebas suatu fungsi disebut Persamaan Diferensial (PD). Pada saat menempuh mata kuliah tersebut, mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep maupun menentukan penyelesaiannya, terutama pada saat dihadapkan dengan materi prasyarat, yaitu konsep turunan (derivatif) dan integral. Mahasiswa cenderung
2 24 Beni Asyhar lupa terhadap materi prasyarat dan cara menyelesaikannya. Selain itu, mahasiswa yang kesulitan cenderung kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang serius dalam mengatasi kesulitan tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa adalah dengan mengadakan bimbingan individual berbantuan program Maple. Bimbingan atau konseling merupakan hubungan pribadi yang dilakukan secara tatap muka antara dua orang di mana konselor melalui hubungan itu dengan kemampuan khusus yang dimilikinya menyediakan situasi belajar untuk membantu klien memahami diri sendiri, keadaannya sekarang, dan kemungkinan keadaan masa depan yang dapat diciptakan dengan menggunakan potensi yang dimilikinya, demi untuk kesejahteraan pribadi maupun masyarakat. Selanjutnya, bimbingan belajar individual (face to face relationship) atau secara umum dapat diartikan sebagai hubungan empat mata merupakan pertemuan antara konselor dengan klien secara individu, di mana terjadi hubungan konseling yang bernuansa repport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk pengembangan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapinya. Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan cara pendidik (konselor) memberikan bimbingan kepada klien (mahasiswa) secara individu. Pendidik, dalam hal ini bertindak sebagai konselor berusaha mengarahkan klien (mahasiswa) sesuai dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran, memberikan saran, dan nasehat serta motivasi kepada klien (mahasiswa). Penggunaan metode pembelajaran bimbingan belajar individual (face to face relationship) diharapkan dapat menjangkau semua kesulitan masing-masing mahasiswa terkait dengan materi prasyarat maupun materi Persamaan Diferensial. Dengan metode pembelajaran ini, semua mahasiswa dapat bertanya dan meminta bantuan kepada dosen terkait dengan masalah pembelajaran, baik masalah materi prasyarat maupun materi Persamaan Diferensial. Selain itu, mahasiswa juga dapat meminta saran, petunjuk, atau nasihat yang berkaitan dengan pembelajaran secara umum dan secara khusus mengenai mata kuliah Persamaan Diferensial. Selain itu, konselor (dosen) dapat mengetahui kesulitan masing-masing mahasiswa dalam memahami Persamaan Diferensial secara langsung atau secara bertatap muka, baik kesulitan yang berkaitan dengan materi prasyarat maupun materi tentang Persamaan Diferensial. Oleh karena itu, dosen akan secara langsung memberikan bantuan terkait dengan masalah tersebut dan juga dosen dapat memberikan saran, petunjuk, atau nasihat untuk kemajuan masing-masing mahasiswa. Berkaitan dengan metode pembelajaran bimbingan belajar individual (face to face relationship), penggunaan metode ini berbantuan program Maple akan dapat membantu kesulitan mahasiswa dalam mempelajari materi Persamaan Diferensial. Maple merupakan software atau paket aplikasi matematika yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai perhitungan matermatis baik secara eksak (analitik) maupun numerik. Dengan kemampuan yang dimiliki, Maple merupakan suatu alat bantu yang handal untuk pemecahan masalah matematika, baik masalah komputasi numerik, aljabar simbolik, maupun visualisasi (grafik).
3 Mengatasi Kesulitan Mahasiswa.. 25 Perpaduan antara penggunaan metode pembelajaran bimbingan belajar individual (face to face relationship) dan program Maple akan memudahkan mahasiswa dalam menyelesaikan Persamaan Diferensial secara komputasi. Penggunaan program Maple akan membantu mahasiswa dalam mengecek kebenaran penyelesaian secara manual (analitik). Oleh karena itu, kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam memahami tentang materi prasyarat atau materi Persamaan Diferensial dapat diatasi menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple. METODE Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena kegiatan dalam penelitian ini adalah bertujuan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami materi Persamaan Diferensial dengan menggunakan rencana tindakan bersiklus yang melibatkan inkuiri pada saat mahasiswa berdiskusi atau memperoleh bimbingan secara individu mulai dari menggunakan teorema atau sifat turunan (derivatif) dan integral sampai menyelesaikan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) atau termasuk dalam pengumpulan informasi, analisis, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Jurusan Tadris Matematika IAIN Tulungagung semester VI (enam) kelas E tahun akademik 2014/2015 sebanyak 20 orang. Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: 1) hasil tes mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal tes awal tentang turunan (derivatif) dan integral, 2) hasil tes mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal tes akhir tentang Persamaan Diferensial, 3) hasil pengamatan aktivitas peneliti dan mahasiswa selama kegiatan pembelajaran tentang penggunaan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami tentang materi prasyarat atau materi Persamaan Diferensial, 4) hasil kajian dan wawancara tentang pekerjaan mahasiswa, dan 5) catatan lapangan tentang kejadian atau peristiwa yang tidak terduga munculnya. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) RPP, 2) LKM, 3) Lembar Tes, 4) pedoman pengamatan, dan 5) pedoman wawancara. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan tes, pengamatan, wawancara, dan catatan lapangan. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data tentang hasil tes belajar dan aktivitas peneliti dan mahasiswa selama pembelajaran berlangsung. PEMBAHASAN A. Pembelajaran Persamaan Diferensial (PD) Menggunakan Bimbingan Belajar Individual (Face to Face Relationship) Berbantuan Program Maple Pengenalan konsep Persamaan Diferensial (PD) dan prosedur penyelesaiannya dimulai dengan penyampaian tujuan pembelajaran oleh peneliti. Pada saat pelaksanaan penelitian ini, mahasiswa tampak sangat antusias memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh peneliti. Hal ini sesuai pendapat Dahar yang
4 26 Beni Asyhar mengatakan bahwa dengan adanya penyampaian tujuan pembelajaran peserta didik dapat termotivasi dan dapat memusatkan perhatiannya terhadap materi yang disampaikan. * Pembelajaran konsep PD dan prosedur penyelesaiannya dilakukan dengan menggunakan LKM. Penggunaan LKM terbukti sangat membantu arah kerja atau belajar mahasiswa. Hal ini karena Lembar Kerja memang berfungsi sebagai penuntun belajar peserta didik. Langkah-langkah yang ditentukan dalam LKM merupakan suatu bentuk bantuan bagi mahasiswa. Meskipun demikian, LKM tidak menuntun mahasiswa secara mutlak. LKM hanya menguraikan langkah-langkah secara garis besar. Mahasiswa masih diberikan kebebasan untuk mengungkapkan ide dan kreativitasnya. Dengan demikian, mahasiswa membentuk pengetahuan mereka sendiri dengan bantuan LKM. Pada saat membaca LKM, peneliti memberikan bimbingan individual kepada semua mahasiswa yang mengalami kesulitan memahami materi maupun prosedur penyelesaian PD secara bergiliran. Selain menggunakan LKM, dalam pembelajaran konsep konsep PD dan prosedur penyelesaiannya juga digunakan media pembelajaran berupa program Maple, yaitu software atau paket aplikasi matematika yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai perhitungan matematis baik secara eksak (analitik) maupun numerik. Dengan kemampuan yang dimiliki, Maple merupakan suatu alat bantu yang handal untuk pemecahan masalah matematika, baik masalah komputasi numerik, aljabar simbolik, maupun visualisasi (grafik). Penggunaan program Maple terbukti membantu mahasiswa memahami dan menentukan penyelesaian PD. Dengan adanya soal latihan yang disajikan dalam bentuk penyelesaian analitik dan menggunakan program Maple dapat mengatasi kesulitan mahasiswa dan menambah pemahaman mahasiswa secara lebih baik. Bimbingan individual dalam penelitian ini memberikan banyak keuntungan bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat berdiskusi secara intensif dengan peneliti mengenai kesulitan yang dihadapi. Mahasiswa bertanya langsung kepada peneliti mengenai hal-hal yang belum dipahami. Sedangkan peneliti memberikan bimbingan secara individual kepada semua mahasiswa yang mengalami kesulitan memahami materi maupun penyelesaian PD. Hal ini sesuai dengan tujuan adanya konseling atau bimbingan individu, yaitu untuk mengentaskan masalah yang dialami klien (mahasiswa). Setelah bimbingan individual selesai, peneliti berdiskusi dengan semua mahasiswa terkait dengan materi yang dipelajari. Selanjutnya peneliti mengadakan evaluasi terhadap pembelajaran yang berlangsung melalui tanya jawab secara lisan untuk mengecek kembali pemahaman mahasiswa. Peneliti perlu memastikan bahwa semua mahasiswa dapat memahami materi yang baru dipelajari. Sebagai penutup, atas arahan dan bimbingan peneliti * Ratna Wilis Dahar, Teori-teori Belajar, (Jakarta: Dedikbud P2LPTK, 1988), hal. 174 Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan, (Yogyakarta: Diva Press, 2011), hal. 208 Tohari, Bimbingan dan Konseling, hal. 164
5 Mengatasi Kesulitan Mahasiswa.. 27 mahasiswa membuat kesimpulan akhir pembelajaran. Hal ini sesuai pendapat Degeng yang mengatakan bahwa membuat kesimpulan atau rangkuman terhadap apa yang telah dipelajari perlu dilakukan untuk mempertahankan retensi. B. Hasil Belajar Mahasiswa Tentang Konsep Persamaan Diferensial (PD) Menggunakan Bimbingan Belajar Individual (Face to Face Relationship) Berbantuan Program Maple Pembelajaran dengan menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program maple dalam penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep dan prosedur penyelesaian PD. Materi pembelajaran siklus I adalah: 1) Persamaan Diferensial (PD) dan dapat mengetahui prosedur penyelesaian PD, 2) PD Terpisah dan dapat mengetahui prosedur penyelesaian PD Terpisah, dan 3) PD Homogen dan dapat mengetahui prosedur penyelesaian PD Homogen. Pada hasil tes akhir siklus I masih ada 8 atau 40% mahasiswa yang masih salah menjawab soal tes akhir, artinya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan. Mahasiswa yang memperoleh skor 61 sebanyak 12 orang atau 60%. Artinya, syarat skor minimal kelulusan yang ditentukan belum terpenuhi. Pada kriteria proses, aktivitas peneliti berada pada kategori baik untuk pertemuan II dan sangat baik untuk pertemuan I dan III. Sedangkan aktivitas mahasiswa berada pada kategori sangat baik untuk pertemuan I dan sangat baik untuk pertemuan II dan III. Dengan demikian, tindakan siklus I belum mencapai kriteria keberhasilan, baik dari segi proses maupun hasil. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tindakan siklus II. Materi pembelajaran pada siklus II adalah: 1) Persamaan Diferensial (PD) dengan Koefisien Linier dan dapat mengetahui prosedur penyelesaiannya, 2) PD Eksak dan dapat mengetahui prosedur penyelesaiannya, dan 3) PD Tak Eksak dan dapat mengetahui prosedur penyelesaiannya. Pada hasil tes akhir siklus II, ada 3 atau 15% mahasiswa yang masih salah menjawab soal tes akhir. Kesalahan tersebut terletak pada kesalahan konsep dalam menjawab soal nomor 1 dan tidak teliti dalam menjawab soal nomor 2. Mahasiswa yang memperoleh skor 61 sebanyak 19 orang atau 95%. Artinya, syarat skor minimal kelulusan yang ditentukan sudah terpenuhi. Pada kriteria proses, aktivitas peneliti berada pada kategori sangat baik untuk semua pertemuan. Sedangkan aktivitas mahasiswa berada pada kategori sangat baik untuk pertemuan VI dan kategori baik untuk pertemuan IV dan V. Dengan demikian, tindakan siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan, baik dari segi proses maupun hasil. Pembelajaran PD menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple untuk mengatasi kesulitan mahasiswa sudah dapat disimpulkan berhasil. Akan tetapi ada beberapa temuan penelitian yang perlu diperbaiki untuk lebih menyempurnakan hasil penelitian ini. I Nyoman Degeng, Strategi Pembelajaran Mengorganisasikan Isi dengan Elaborasi, (Malang: IKIP Malang, 1997), hal. 28
6 28 Beni Asyhar 1. Alokasi Waktu Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dalam pembelajaran PD memerlukan alokasi waktu yang cukup lama. Pada saat pelaksanaan, proses bimbingan individual terhadap mahasiswa yang kesulitan cenderung lama. Kesulitan mahasiswa bermacam-macam, mulai dari kesulitan memahami konsep sampai prosedur penyelesaian PD, bahkan ada mahasiswa yang minta didampingi sampai menemukan jawaban. 2. Kemampuan Membuat Kesimpulan Variasi kesimpulan pada hasil LKM berhubungan dengan perbedaan penyelesaian langkah kerja yang dilakukan oleh masing-masing mahasiswa, tingkat ketelitian, dan pemahaman dalam mengerjakan LKM. Seorang mahasiswa dapat membuat kesimpulan dimulai dengan mempertimbangkan suatu hal khusus, mengorganisasikan hal khusus tersebut, dan mencari suatu pola yang kemudian dapat menuntun mahasiswa membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis terhadap hasil LKM, dapat dikatakan bahwa sebagian mahasiswa masih lemah dalam bernalar secara induktif. Mereka masih belum dapat melihat keteraturan pola yang terdapat pada langkah-langkah kerja yang dilakukannya dan menggeneralisasikan keteraturan pola tersebut. C. Respon Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Persamaan Diferensial (PD) Menggunakan Bimbingan Belajar Individual (Face to Face Relationship) Berbantuan Program Maple Respon mahasiswa terhadap pembelajaran tentang PD Persamaan Diferensial (PD) menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dalam penelitian ini adalah positif. Hal ini terlihat dari hasil wawancara terhadap subyek wawancara yang menyatakan senang, bersemangat, dapat membantu kesulitan mahasiswa, dan dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep PD. Begitu pula pada catatan lapangan oleh pengamat yang menyimpulkan bahwa pembelajaran tentang konsep PD menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dapat membuat mahasiswa aktif dalam bertanya dan menyampaikan kesulitankesulitan yang dihadapi tanpa merasa malu, sehingga kesulitan yang dihadapi segera dapat diselesaikan. Selanjutnya, mahasiswa juga terlihat senang pada saat telah berhasil menyelesaikan PD yang diberikan secara analitik maupun menggunakan program Maple. Mereka terlihat serius dalam mengerjakan soal latihan PD secara analitik yang kemudian melakukan validasi menggunakan program Maple. Oleh karena itu, dengan menggunakan media komputer, yaitu software atau paket aplikasi matematika yang dan dikolaborasi dengan bimbingan belajar individual, maka kesulitan-kesulitan mahasiswa terkait materi Persamaan Diferensial dapat
7 Mengatasi Kesulitan Mahasiswa.. 29 terselesaikan dan menarik perhatian mahasiswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Hudojo, bahwa penggunaan media dalam pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik. ** SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan paparan data hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal berikut. 1) Pembelajaran dengan menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dapat mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami materi dan prosedur penyelesaian Persamaan Diferensial (PD). Pembelajaran ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Pada tahap awal, kegiatan yang dilakukan adalah menyampaikan tujuan pembelajaran, memeriksa pengetahuan prasyarat, mengatur tempat duduk, dan membagikan LKM. Pada tahap inti, kegiatan yang dilakukan adalah proses bimbingan individual untuk mempelajari konsep PD dan prosedur penyelesaiannya. Proses bimbingan ini dibantu dengan media komputer berupa program Maple dan LKM. Kemudian diakhiri diskusi dengan peneliti tentang materi yang dipelajari. Selanjutnya tahap akhir. Kegiatan pada tahap akhir adalah menyimpulkan hasil pembelajaran dan melakukan evaluasi secara lisan melalui tanya jawab. 2) Hasil belajar siklus I masih belum berhasil karena kriteria keberhasilannya belum tercapai. Pada hasil tes akhir siklus I masih ada 8 atau 40% mahasiswa yang masih salah menjawab soal tes akhir. Mahasiswa yang memperoleh skor 61 sebanyak 12 orang atau 60%. Artinya, syarat skor minimal kelulusan yang ditentukan belum terpenuhi. Aktivitas peneliti berada pada kategori baik untuk pertemuan II dan sangat baik untuk pertemuan I dan III dan aktivitas mahasiswa berada pada kategori sangat baik untuk pertemuan I dan sangat baik untuk pertemuan II dan III. Sedangkan pada hasil tes akhir siklus II, ada 3 atau 15% mahasiswa yang masih salah menjawab soal tes akhir, baik salah konsep, prosedur, maupun tidak teliti. Mahasiswa yang memperoleh skor 61 sebanyak 19 orang atau 95%. Aktivitas peneliti berada pada kategori sangat baik untuk semua pertemuan dan aktivitas mahasiswa berada pada kategori sangat baik untuk pertemuan VI dan kategori baik untuk pertemuan IV dan V. Dengan demikian, tindakan siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan, baik dari segi proses maupun hasil. 3) Respon mahasiswa terhadap pembelajaran tentang PD Persamaan Diferensial (PD) menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program Maple dalam penelitian ini adalah positif. Hal ini terlihat dari hasil wawancara terhadap subyek wawancara yang menyatakan senang, bersemangat, dapat membantu kesulitan mahasiswa, dan dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep PD. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diberikan saran sebagai berikut: 1) Bagi dosen yang ingin menerapkan pembelajaran menggunakan bimbingan belajar individual (face to face relationship) berbantuan program maple untuk pembelajaran materi PD, hendaknya menyiapkan LKM yang dilengkapi dengan soal latihan beserta penyelesaiannya dan agar alokasi waktu yang disediakan cukup. Selain itu, hendaknya menyusun LKM yang bersisi langkah-langkah kerja yang mengarahkan mahasiswa untuk membuat kesimpulan yang ** Herman Hudojo, Mengajar Belajar Matematika, (Jakarta: Depdikbud, 1988), hal. 7
8 30 Beni Asyhar benar. 2) Dosen hendaknya memperhatikan mahasiswa yang mengalami kesulitan dengan cara menciptakan suasana yang akrab antara peneliti dengan mahasiswa. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan mahasiswa tidak segan untuk bertanya atau berpartisipasi dalam proses pembelajaran. DAFTAR RUJUKAN Dahar, R. W Teori-teori Belajar. Jakarta: Dedikbud P2LPTK. Degeng, I. N Strategi Pembelajaran Mengorganisasikan Isi dengan Elaborasi. Malang: IKIP Malang. Hudojo, H Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud. Prastowo, A Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan. Yogyakarta: Diva Press. Prayitno & Erman Amti Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: PT. Rineka Cipta. Tohari Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Willis, S. S Konseling Individual Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.
Anggraini, Gandung Sugita Kata Kunci: Tutor Sebaya, Penguasaan mahasiswa, Struktur Aljabar I
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBANTUAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I Anggraini, Gandung Sugita E-mail: [email protected]
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 2, Nomor 1, Februari 2016, Halaman 11 16 ISSN: 2442 4668 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING PADA MATAKULIAH KALKULUS Alfiani
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. awal tahun Menurut Kurt Lewin PTK atau Classroom Action Research
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research merupakan suatu model penelitian yang dikembangkan oleh Kurt Lewin pada awal
PENERAPAN PAKET BUATAN UNTUK MENGATASI KESULITAN MAHASISWA MENENTUKAN SELESAIAN PERTIDAKSAAMAAN NILAI MUTLAK DALAM MATAKULIAH KALKULUS I
PENERAPAN PAKET BUATAN UNTUK MENGATASI KESULITAN MAHASISWA MENENTUKAN SELESAIAN PERTIDAKSAAMAAN NILAI MUTLAK DALAM MATAKULIAH KALKULUS I Abdul Hamid Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas
Oleh: ISMAIL, BUDI RAHAJENG, DAN RUDIANTO ARTIONO Dosen Unesa Surabaya
Didaktis, Vol. 8, No. 2, Hal 1-65, Juni 2009, ISSN 1412-5889 UPAYA MENGATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM BELAJAR MATA KULIAH MATEMATIKA DASAR DI FMIPA UNESA MELALUI PENGGUNAAN PROGRAM MATHEMATICA DAN PENERAPAN
PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar)
PENERAPAN PAIKEM PADA MATERI MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA (Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar) Siti Halimatus Sakdiyah, Didik Iswahyudi Universitas Kanjuruhan Malang [email protected],
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA Desty Indah Puspitaningrum, Bambang Priyo Darminto Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah
UPAYA PENINGKATAN KREATIF-PRODUKTIF MAHASISWA BERBASIS INFORMASI WEB PADA MATA KULIAH RISET OPERASI
1 UPAYA PENINGKATAN KREATIF-PRODUKTIF MAHASISWA BERBASIS INFORMASI WEB PADA MATA KULIAH RISET OPERASI 1 Edy Suprapto, 2 Reza Kusuma Setyansah 1 Dosen Prodi Matematika IKIP PGRI Madiun 2 Dosen Prodi Matematika
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Quick on the Draw dalam Perkuliahan Kalkulus Integral
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 M-31 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Quick on the Draw dalam Perkuliahan Kalkulus Integral Dewi Rahimah 1, Effie Efrida Muchlis 2 Program Studi
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVIEMENT DIVISION (STAD)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIVIEMENT DIVISION (STAD) Aisjah Juliani Noor, Rifaatul Husna Pendidikan Matematika FKIP
PEMBELAJARAN MELALUI PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR KELILING DAN LUAS DAERAH LINGKARAN SISWA SMP. Abstract
21 Pembelajaran Melalui Pemecahan Masalah Untuk Mencapai Ketuntasan Belajar PEMBELAJARAN MELALUI PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR KELILING DAN LUAS DAERAH LINGKARAN SISWA SMP Sri Rahayuningsih
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS)
MELALUI PEMBELAJARAN MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) Oleh Muslimin Dosen PNS Kopertis Wilayah II dpk pada FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang E-mail: [email protected] Abstrak Penelitian
Bab III Metode Penelitian
24 Bab III Metode Penelitian 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Arikunto (2008) penelitian tindakan
PEMAHAMAN KONSEP TURUNAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAPLE PADA MAHASISWA JURUSAN TADRIS MATEMATIKA
βeta p-issn: 2085-5893 e-issn: 2541-0458 Vol. 4 No. 2 (Nopember) 2016, Hal. 87-100 βeta2011 PEMAHAMAN KONSEP TURUNAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAPLE PADA MAHASISWA JURUSAN TADRIS MATEMATIKA Kristayulita
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Tutik Yuliarni 7 Abstrak. Proses pembelajaran masih
BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB tahun pelajaran
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB tahun pelajaran 2012-2013 dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Sedangkan objek dalam
BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN
189 BAB V MODEL BERBASIS MULTIKULTURAL DAN PEMBELAJARANYA DALAM MASYARAKAT DWIBAHASAWAN Implementasi pendidikan multikultural di sekolah perlu diperjelas dan dipertegas. Bentuk nyata pembelajaran untuk
Pembelajaran Konsep Limit Fungsi dengan Strategi Elaborasi Bagi Mahasiswa Matematika FKIP UM Mataram
Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika ISSN 2597-7512 Vol. 1, No. 1, Oktober 2017, Hal. 33-38 Pembelajaran Konsep Limit Fungsi dengan Strategi Elaborasi Bagi Mahasiswa Matematika FKIP UM Mataram Abdillah
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-MAARIF 01 SINGOSARI
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MTs AL-MAARIF 01 SINGOSARI Oleh: Cendika M Syuro Mahasiswi Jurusan Matematika FMIPA UM email: [email protected]
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write
Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write (TTW) Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Bulukerto Wonogiri Tahun Pelajaran 2013/2014 Ferika Handsayani Email: [email protected]
Oleh : Dewi Asmarani. Keyword: Strategy Think Talk Write (TTW), Mapping and the set of integers
PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PEMETAAN DAN BILANGAN BULAT PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Oleh : Dewi Asmarani Abstrak : This study
BAB I PENDAHULUAN. yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensial-potensial seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dilaksanakan dari, untuk, dan oleh manusia, berisi hal-hal yang menyangkut perkembangan dan kehidupan manusia serta diselenggarakan dalam hubungan
Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pembelajaran yang diterapkan pada penelitian guna meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar dalam pemecahan masalah matematika adalah pembelajaran
Puspa Handaru Rachmadhani, Muhardjito, Dwi Haryoto Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X-MIA 1 SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung Puspa Handaru Rachmadhani,
BAB V PEMBAHASAN. Pembelajaran penerapan trigonometri melalui belajar kooperatif tipe Student
BAB V PEMBAHASAN A. Aktivitas dan Bentuk Penerapan Pembelajaran Penerapan Trigonometri melalui Belajar Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) Pembelajaran penerapan trigonometri melalui
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gaya Terhadap Gerak Benda Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gaya Terhadap Gerak Benda Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Kelas IV SD Inpres 2 Slametharjo Kasnia Potimbang Mahasiswa Program Guru
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
18 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Setting Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Setting Penelitian menjelaskan tentang lokasi berlangsungnya penelitian, pada
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MELALUI DIRECT INSTRUCTIONAL PADA MATAKULIAH PENGANTAR AKUNTANSI Suci Rohayati & Dhiah Fitrayati Universitas Negeri Surabaya [email protected] Abstrak Melalui kegiatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Pada tahap ini akan dipaparkan hasil penelitian tentang penerapan model inquiry dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V MI
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS V SDN NO. 1 OTI MENULIS SURAT DINAS MELALUI PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS V SDN NO. 1 OTI MENULIS SURAT DINAS MELALUI PENERAPAN METODE LATIHAN TERBIMBING Asdir, Gazali, dan Efendi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Penerapan Metode Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Barisan dan Deret Bilangan Pada Siswa Kelas IX E SMPN 1 Kalidawir
Penerapan Metode Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Barisan dan Deret Bilangan Pada Siswa Kelas IX E SMPN 1 Kalidawir Paryitno 1 1 SMPN 1 Kalidawir, Tulungagung Email: 1 [email protected]
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS III SDN 04 PUNJUL TULUNGAGUNG SEMESTER I TAHUN 2011/2012
JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 5, NO. 1, APRIL 2016 109 MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS III SDN 04 PUNJUL TULUNGAGUNG SEMESTER I TAHUN
WAHANA INOVASI VOLUME 4 No.2 JULI-DES 2015 ISSN :
WAHANA INOVASI VOLUME 4 No.2 JULI-DES 2015 ISSN : 2089-8592 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn SISWA PADA MATERI POKOK HAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DI
PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I MELALUI STRATEGI SNOW BALLING
PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I MELALUI STRATEGI SNOW BALLING (PTK Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UMS Semester V Kelas E Tahun Akademik 2014/2015) ARTIKEL
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI Dwi Avita Nurhidayah Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email : [email protected] Abstrak
BAB IV HASIL PENELITIAN. Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. Paparan Data Pra Tindakan Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti mengurus surat izin penelitian dari Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang. Selanjutnya,
nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)
45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian
Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala Sulawesi Tengah ABSTRAK
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII B SMPN 2 Sirenja pada Materi Teorema Pythagoras Jamidar Kepala SMP Negeri 2 Sirenja Kab. Donggala
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu 4 bulan, dihitung dari
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Pelaksanaan Penelitian ini, mengambil kelas V SD Negeri 3 Metro Pusat tahun pelajaran 2012/2013. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan
Endang Srininsih SMP NEGERI 4 MATARAM
DAMPAK PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI MUSIK DENGAN TEKNIK BERMAIN ALAT MUSIK RECORDER DI KELAS VII 1 SMP NEGERI MATARAM SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN
Peningkatan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII B di MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo
Peningkatan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII B di MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo Dosen Pembimbing : Intan Sari Rufiana Siti Munawaroh Mahasiswa Universitas
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab IV ini akan dibahas tentang hasil penelitian meliputi deskripsi kondisi awal, deskripsi hasil siklus I, deskripsi hasil perbaikan pada siklus II, pembahasan
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN 09 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012 SEMESTER II
124 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2015 PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VI SDN 09 KAMPUNGDALEM TULUNGAGUNG TAHUN 2011/2012 SEMESTER II Oleh: Sri
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menghitung Luas Bangun Datar Melalui Metode Penemuan Terbimbing di Kelas IV SD Negeri 3 Marowo Nurhasnah, Rizal, dan Anggraini Mahasiswa Program Guru Dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal (Pra Siklus) Proses pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan kelas, guru mengajar secara konvensional atau
Akhlakul Karimah dan Irni Cahyani STKIP PGRI Banjarmasin
Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya ISSN 2527-4104 Vol.2 No.2, 1 Oktober 2017 193 MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA KONSEP MEMECAHKAN PERMASALAHAN DAMPAK TEKNOLOGI LEWAT DISKUSI MELALUI
Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai
Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai Margareta Ni Made Ardani Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI DIFERENSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA3 SMAN I PALOPO
Prosiding Seminar Nasional Volume 2, Nomor 1 ISSN 2443-119 PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PAIKEM PADA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI DIFERENSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA3 SMAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PENUGASAN PADA SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 MARE
Pedagogy Volume 1 Nomor 1 ISSN 2502-3802 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PENUGASAN PADA SISWA KELAS X1 SMA NEGERI 1 MARE Patmaniar 1, Darma Ekawati 2 Program Studi Pendidikan
Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Surel :
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE THINK PAIR SHARE PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM Mondang Syahniaty Elfrida Sinaga
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. bab ini akan dikemukakan pembahasan dan diskusi hasil penelitian yang menyangkut
134 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka pada bab ini akan dikemukakan pembahasan dan diskusi hasil penelitian yang menyangkut
EFEKTIVITAS METODE KUIS INTERAKTIF DAN EXPLICIT INTRUCTION PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STKIP PGRI NGAWI
EFEKTIVITAS METODE KUIS INTERAKTIF DAN EXPLICIT INTRUCTION PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STKIP PGRI NGAWI Erny Untari Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Ngawi Email : [email protected] ABSTRAK
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 MALANG PADA MATERI BANGUN RUANG
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 21 MALANG PADA MATERI BANGUN RUANG Fathimatuzzahro Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gendongan 01 yang terletak di Jl. Margorejo No.580 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION AND TEAM ACCELERATED INSTRUCTION
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION AND TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS VII Oleh Beni Asyhar
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian
BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau yang lebih sering disebut dengan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. dari 20 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan.
16 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTs Ma arif NU 1 Jatilawang tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 42 siswa, terdiri
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK. Abdul Aziz SMP Negeri 2 Kota Tegal, Jawa Tengah
Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling Vol. 1, No. 1, Januari 2015 ISSN 2442-9775 UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK Abdul Aziz SMP Negeri 2 Kota Tegal,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMP Negeri 41 Semarang Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : VII/ Gasal Alokasi Waktu : 2 x 40 menit ( 1 pertemuan) A Standar Kompetensi 2 Memahami bentuk,
Imam Hanafi, Muh. Hasbi, dan Akina. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako ABSTRAK
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 1 no. 2 ISSN 2354-614X Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Menjumlahkan Pecahan Biasa di Kelas V SDN
Oleh. Hamidah SDN 1 Cakranegara
Media Bina Ilmiah51 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (Make a Match) PADA POKOK BAHASAN GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA TETANGGA KELAS VI
: Gradien dan Persamaan Garis Lurus
PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA Jl. Gajah Mada No. 109 Telp. (0362) 22441 Fax. (0362) 2970 Website: http://www.smpn1singaraja.sch.id E-mail: [email protected]
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action rescarch (Wardhani, dkk., 2007: 1.3). Dalam setiap siklus terdiri dari
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STIK di KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 7 MATARAM Tri Sari Wijayanti Guru IPA SMAN 7 Mataram E-mail:- ABSTRAK:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : VIII (Delapan) : 1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester : SMP Negeri 3 Magelang : Matematika : VIII (Delapan) : (Satu) Standar Kompetensi :.Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi
DATAR MELALUI METODE STAD. Winarni
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah ISSN 0854-2172 SD Negeri 01 Rembun Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal sekarang sudah merupakan bagian yang integral dan tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam lingkungan persekolahan saat ini istilah kegiatan BK (Bimbingan dan Konseling) sudah dikenal terutama oleh para siswa dan juga personil sekolah lainnya, eksistensi
KAJIAN KESULITAN MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH STATISTIKA ELEMENTER
KAJIAN KESULITAN MAHASISWA TERHADAP MATA KULIAH STATISTIKA ELEMENTER Yusri Wahyuni 1 dan Fauziah 2 1,2) Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE KANCING GEMERINCING
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE KANCING GEMERINCING Oleh: Triani, Supriyono, Isnaeni Maryam Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum SDN Kutowinangun 09 Salatiga Sekolah ini didirikan pada tahun 1972 dengan biaya INPRES dan merupakan tanah hibah dari masyarakat dan terakreditasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR)
Erudio ( Journal of Educational Innovation), Volume 5, Nomor 2, Juni 2017 67 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) Sri Rahayuningsih Program studi Pendidikan
PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
PEMBELAJARAN BERBANTUAN MEDIA KARTU PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rissa Prima Kurniawati IKIP PGRI MADIUN [email protected] ABSTRAK Guru dalam mengajar
Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 01/Tahun XVIII/Mei 2014
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VA SD NEGERI JETIS 1 YOGYAKARTA MELALUI PROBLEM SOLVING SYSTEMATIC Sukemi Guru Kelas V SD Negeri Jetis 1 Yogyakarta Abstrak Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SMP N 2 SEDAYU YOGYAKARTA Dhian Arista Istikomah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta E-mail: [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah Pada bab ini akan dipaparkan tentang hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti bersama guru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah di Kelas II SDN Inpres 1 Birobuli Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah ABSTRAK
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 3 ISSN X. Ni Ketut Mirniati
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Diskusi Pada Mata Pelajaran PKn Tentang Menghargai Dan Menaati Keputusan Bersama Kelas V SDN Inpres 3 Tolai Ni Ketut Mirniati Mahasiswa Program Guru Dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian dan pembahasan masing-masing
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran kalkulus kelas XI semester genap dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. 2 Keberhasilan. kualitas sumber daya manusia pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapanpun dan dimanapun ia berada. Pendididkan sangat penting artinya,
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI STRATEGI INTERACTIVE QUESTION AND READING ORIENTATION BERBASIS PROBLEM POSING
Eko Budi Susatyo, dkk., Peningkatan Hasil Belajar Melalui... 463 PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI STRATEGI INTERACTIVE QUESTION AND READING ORIENTATION BERBASIS PROBLEM POSING Eko Budi Susatyo,
BAB IV HASIL PENELITIAN. Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Bati-Bati Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut pada Tahun Pelajaran
Implementasi Program Aplikasi Maple untuk Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar Mahasiswa pada Perkuliahan Kalkulus Integral
Suska Journal of Mathematics Education Vol.2, No. 1, 2016, Hal. 57 66 Implementasi Program Aplikasi Maple untuk Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar Mahasiswa pada Perkuliahan Kalkulus Integral Suhandri
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dedi Abdurozak, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sebagai bagian dari kurikulum di sekolah, memegang peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bertindak atas
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 12 Bandung Jalan Dr. Setiabudhi No. 195 untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas
PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD NEGERI TEBING TINGGI
PENERAPAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD NEGERI 168 TEBING TINGGI Nursamsiah Surel: [email protected] ABSTRACT This study aims to improve the learning outcomes
